Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Menjemput Husnul Khatimah, Ikhtiar Neni Lewat Program Daarut Tauhiid Memorial Park

Bagi Neni, hidup bukan hanya tentang menjalani hari-hari di dunia, tetapi juga tentang bagaimana mempersiapkan diri menuju kehidupan berikutnya. Bersama sang suami, ia telah lama mencari tempat peristirahatan terakhir yang tak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan batin dan nilai spiritual. Pencarian itu akhirnya membawanya pada sebuah keputusan besar: bergabung dalam program Daarut Tauhiid Memorial Park (DTMP).

DTMP adalah sebuah program yang diinisiasi oleh Wakaf Daarut Tauhiid sebagai bentuk pelayanan pemakaman muslim yang tidak hanya menyediakan lahan pemakaman, tetapi juga dukungan spiritual dalam rangka mempersiapkan umat Islam menuju husnul khatimah. Akhir kehidupan yang baik dalam pandangan Islam.

“Sebetulnya saya sudah mulai mencari sejak setahun lalu,” ujar Neni saat ditemui di kediamannya di Kabupaten Bandung. “Saya dan suami ingin tempat peristirahatan yang nyaman, lingkungan yang baik, terjangkau, dan tidak membebani anak-anak kami.”

Menurut Neni, keputusan ini bukan sekadar membeli lahan makam, tetapi bergabung dalam sebuah program wakaf produktif yang manfaatnya berkelanjutan. DTMP berdiri di atas lahan seluas lima hektare dengan kapasitas 5.000 lubang makam. Dari jumlah tersebut, 700 lubang telah disiapkan dan 10 di antaranya sudah terisi. Biaya program saat ini mencapai sekitar Rp30 juta, yang terdiri dari Rp7 juta sebagai wakaf dan sisanya untuk pembebasan lahan serta pengembangan program.

“Yang dijual bukan lahannya, tapi program husnul khatimah-nya,” jelas Neni, mengutip penjelasan yang ia terima saat mempelajari katalog DTMP. “Dan kami ikut wakaf di dalamnya. Ini jadi bentuk kontribusi kami untuk umat.”

DTMP sendiri dirancang bukan hanya sebagai pemakaman, tetapi juga sebagai kawasan wakaf produktif. Ke depannya, di area sekitar makam akan dibangun masjid dan pesantren. Dana wakaf yang terkumpul—diperkirakan mencapai Rp25 miliar—akan dikelola untuk membiayai operasional pemakaman serta pembangunan fasilitas keagamaan di sekitarnya.

Bagi Neni, kenyamanan dan keberkahan adalah dua hal yang berjalan beriringan. Ia mengaku semakin mantap setelah mengetahui bahwa area DTMP akan dimakmurkan oleh para santri penghafal Al-Quran. “Luar biasa menurut saya. Kami pun ingin dikelilingi doa-doa yang tak putus,” ungkapnya.

Selain aspek spiritual, aksesibilitas juga menjadi pertimbangan penting. Lokasi DTMP yang hanya berjarak sekitar 13 menit dari Tol Baros dan masih berada di wilayah Bandung menjadi nilai tambah tersendiri bagi Neni dan keluarganya.

DTMP pun menyediakan skema pembayaran yang fleksibel. Mulai dari pembayaran tunai (cash keras) hingga sistem cicilan selama satu tahun. Memudahkan siapa pun yang ingin bergabung dalam program ini.

“Ini bukan hanya soal kematian,” kata Neni menutup perbincangan, “Tapi tentang bagaimana kita menyongsongnya dengan kesiapan, ketenangan, dan ikhtiar terbaik. Mudah-mudahan ini menjadi jalan menuju husnul khatimah.” (Cahya)

Menjemput Husnul Khatimah, Ikhtiar Neni Lewat Program Daarut Tauhiid Memorial Park Read More »

Keberkahan Wakaf Mengiringi Langkah Menuju Baitullah

Derap langkah para tamu Allah menuju Baitullah tak hanya dibekali dengan niat dan semangat, tetapi juga ilmu dan bimbingan yang terstruktur. Itulah yang diupayakan KBIHU Daarut Tauhiid (KBIHU-DT) Bandung melalui rangkaian panjang kegiatan bimbingan haji yang resmi berakhir pada Senin (12/5), dengan terselenggaranya Bimbingan Manasik Haji Susulan Gelombang II.

Bertempat di ruang kelas basement Masjid Daarut Tauhiid, 10 dari 12 peserta mengikuti kegiatan sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Mereka merupakan jemaah yang belum sempat mengikuti kegiatan sebelumnya, dan kini mendapatkan kesempatan terakhir untuk memantapkan ilmu dan kesiapan sebelum keberangkatan ke tanah suci.

Menurut Fredy Rizaldy, Kepala Tata Usaha KBIHU-DT Bandung, kegiatan ini menjadi penutup dari keseluruhan rangkaian bimbingan yang telah dimulai sejak Desember 2024. “Mulai dari Bimbingan Pra Manasik pada 8 Desember, kegiatan olahraga kebersamaan setiap akhir pekan, hingga Simulasi Manasik Kubro pada 19-20 April lalu, semua kami rancang untuk memberikan bekal menyeluruh kepada para jemaah,” ujarnya.

Kegiatan puncak menjelang keberangkatan dilaksanakan pada Ahad (11/5) lalu dalam bentuk Pembekalan Pra Keberangkatan, bertempat di Aula Daarul Hajj, kompleks Daarut Tauhiid. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.30 WIB ini mempertemukan para jemaah dengan petugas kloter JKS-45 dan JKS-50, sekaligus menyosialisasikan informasi teknis terbaru seputar keberangkatan, termasuk kemungkinan perubahan komposisi kloter berdasarkan kebijakan layanan dari syarikah.

Menariknya, seluruh kegiatan ini tidak terlepas dari peran besar keberkahan aset wakaf yang dikelola Daarut Tauhiid. Aula Daarul Hajj yang representatif, ruang-ruang kelas yang nyaman, hingga area masjid yang menjadi pusat aktivitas, semuanya berdiri tegak di atas tanah wakaf yang dikelola dengan amanah.

Keberangkatan fisik ke tanah suci memang masih menunggu waktu, namun keberangkatan hati dan jiwa para jemaah telah dimulai sejak mereka menjejakkan kaki di tempat ini. Tempat yang diberkahi karena dibangun atas dasar cinta, amanah, dan keikhlasan umat melalui wakaf. (Cahya)

Keberkahan Wakaf Mengiringi Langkah Menuju Baitullah Read More »

Menjalin Persahabatan dan Karakter: Immersion Program Al Izzah di SMP Daarut Tauhiid Boarding School Putri

Suasana hangat terasa di lingkungan SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri selama sepekan terakhir. Sejumlah siswi dari Al Izzah International Islamic Boarding School menjalani Immersion Program pada 4–8 Mei 2025. Sebuah kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan adaptasi, memperluas wawasan, dan membangun karakter dalam lingkungan yang baru.

Kegiatan ini tak sekadar kunjungan biasa. Selama lima hari, para peserta immersion menjalani rutinitas khas SMP DTBS Putri dengan semangat belajar dan semangat bersahabat. Mulai dari sesi pematerian yang mengenalkan nilai-nilai BR3T (Bersih, Rapi, Tertib, Teratur, Terpelihara) hingga aktivitas berkuda dan memanah yang menjadi ciri khas pendidikan karakter Daarut Tauhiid.

“Seru banget bisa ikut games bareng dan belajar bareng. Kami juga jadi tahu seperti apa kehidupan santri di sini. Ternyata menyenangkan dan banyak nilai baik yang bisa diambil,” ungkap salah satu siswi Al Izzah yang mengikuti kegiatan ini.

Tak hanya belajar bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang tumbuh bagi persahabatan lintas sekolah. Ada canda dalam games persahabatan, ada semangat dalam kegiatan lapangan dan field trip edukatif. Di balik semuanya, semangat berbagi dan ukhuwah Islamiyah menjadi benang merahnya.

“Senang banget ada teman-teman baru dari Al Izzah. Mereka ramah dan cepat akrab. Jadi tambah semangat karena suasana jadi makin seru dan hangat,” ujar Azzahra, siswi kelas VIII SMP DTBS Putri.

Program immersion ini tidak hanya menanamkan nilai kebaikan, tetapi juga merefleksikan semangat kemakmuran dari hasil wakaf yang menjadi fondasi berdirinya SMP Daarut Tauhiid Boarding School Putri. Wakaf yang dikelola secara produktif oleh Daarut Tauhiid telah memungkinkan lahirnya lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam pembangunan karakter.

Dengan kegiatan ini, terlihat jelas bahwa keberkahan dari wakaf bukan hanya pada bangunan fisik, melainkan juga pada ruh pendidikan yang menanamkan nilai kebersamaan, akhlak mulia, dan semangat perbaikan diri.

Immersion Program Al Izzah di SMP DTBS Putri menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antarlembaga pendidikan Islam dapat menjadi jembatan untuk melahirkan generasi muda yang adaptif, berkarakter, dan siap memberi kontribusi positif untuk umat. (Cahya)

Menjalin Persahabatan dan Karakter: Immersion Program Al Izzah di SMP Daarut Tauhiid Boarding School Putri Read More »

Menjaga Istiqamah Selepas Ramadhan: Kajian Muslimah Santri Karya Bersama Ustadzah Ummu Yusuf

Suasana Masjid Daarut Tauhiid Bandung kembali dipenuhi semangat keilmuan dan ketenangan hati pada Rabu pagi, 7 Mei 2025 lalu. Para santri karya muslimah Daarut Tauhiid dari berbagai unit menghadiri kajian rutin bulanan secara langsung. Sementara peserta dari luar kota mengikuti melalui Zoom yang menyatukan semangat hijrah dan belajar.

Kajian Muslimah yang menjadi agenda tetap setiap bulan ini diperuntukkan khusus bagi santri karya — para muslimah yang mengabdikan diri sebagai bagian dari amal usaha dan lembaga di bawah naungan Daarut Tauhiid. Pada edisi bulan Mei ini, kajian menghadirkan Ustadzah Ummu Yusuf dengan tema “Mujahadah untuk Tetap Istiqamah Selepas Ramadhan.”

Dalam tausiyahnya, Ustadzah Ummu Yusuf mengingatkan pentingnya menjaga hidayah yang telah Allah hadirkan selama Ramadhan. Ia menyampaikan dengan penuh ketegasan namun menyejukkan.

“Saat ada hidayah, jangan tinggalkan. Lakukan segera, jangan tunda. Karena bisa jadi kesempatan itu tidak datang dua kali,” ujarnya.

Kajian ini menjadi penguat ruhiyah bagi para santri karya, terutama dalam menghadapi rutinitas pasca-Ramadhan yang kerap menguji semangat ibadah dan keistiqamahan. Melalui kajian ini, para peserta kajian tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga motivasi untuk tetap teguh dalam kebaikan meski Ramadhan telah berlalu.

Kegiatan ini juga menunjukkan jika Masjid Daarut Tauhiid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kemakmuran ilmu dan dakwah yang terus hidup. Masjid yang berdiri megah dari hasil wakaf umat ini telah menjadi rumah pembinaan ruhani dan tempat berkumpulnya para pencari ilmu dari berbagai penjuru.

“Alhamdulillah, suasana kajiannya selalu menenangkan. Apalagi bertemu langsung di masjid wakaf yang penuh berkah ini, membuat hati terasa lebih dekat dengan Allah,” ungkap salah satu peserta kajian.

Kemakmuran Masjid Daarut Tauhiid adalah cerminan nyata dari kekuatan wakaf yang dikelola secara amanah dan produktif. Dari tempat inilah cahaya ilmu terus menyala. Mengalirkan keberkahan tidak hanya untuk santri karya muslimah di Bandung, tapi juga bagi santri karya muslimah di luar Bandung yang mengikuti secara daring.

Dengan kajian ini, Daarut Tauhiid menegaskan perannya sebagai lembaga dakwah yang menghidupkan masjid melalui ilmu, pengabdian, dan pembinaan karakter. Mewujudkan cita-cita untuk membangun pribadi dan masyarakat yang lebih baik dalam naungan rida Allah. (Cahya)

Menjaga Istiqamah Selepas Ramadhan: Kajian Muslimah Santri Karya Bersama Ustadzah Ummu Yusuf Read More »

Silaturahim Internasional di Tanah Wakaf: SPS Eco Pesantren Terima Kunjungan Taski Abim Shah Alam Malaysia

Awal Mei 2025 lalu, Satuan PAUD Sejenis (SPS) Eco Pesantren Daarut Tauhiid mendapatkan kehormatan menerima kunjungan istimewa dari Taski Abim Shah Alam, sebuah lembaga pendidikan anak usia dini asal Malaysia. Kunjungan ini menjadi momen berharga. Tidak hanya sebagai ajang silaturahim lintas negara, tetapi juga sarana studi komparatif dalam upaya memperkuat sistem pendidikan di kedua institusi.

Berlokasi di kawasan wakaf Eco Pesantren Daarut Tauhiid 1, Cigugurgirang, Kabupaten Bandung Barat, SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid menyambut hangat rombongan Taski Abim dengan semangat ukhuwah dan pembelajaran bersama. Para tamu diajak melihat langsung proses pembelajaran, fasilitas, serta berbagai pendekatan kurikulum yang diterapkan di sekolah yang telah menjadi bagian dari pusat pendidikan Daarut Tauhiid dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA.

Kunjungan ini bukan sekadar studi biasa. Kehadiran delegasi dari Malaysia merupakan pengakuan tersirat terhadap peran strategis yang dimainkan SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid dalam menciptakan pendidikan berbasis nilai-nilai spiritual dan karakter. Bagi Taski Abim Shah Alam, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mengadopsi nilai-nilai unggul dalam kurikulum dan sistem pengelolaan pendidikan yang diterapkan SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid. Sistem yang dirancang untuk mendidik anak sejak dini dalam nuansa Islami dan mencintai lingkungan.

Kepala Sekolah SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid, Ahmad Syaihoni, menyambut positif dan menilai bahwa momen seperti ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan lembaga pendidikan.

“Alhamdulillah, kedatangan para tamu ini juga menjadi jalan untuk saling bertukar pikiran (sharing) terkait sistem pendidikan di masing-masing negara dan juga sekolah. Semoga ke depan kita bisa menjalin kerja sama yang lebih lagi, insya Allah,” ujar Syaihoni.

Adapun yang menjadikan kunjungan ini semakin istimewa adalah lokasinya. SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid berdiri kokoh di atas tanah wakaf, bagian dari kawasan Eco Pesantren Daarut Tauhiid yang selama ini dikenal sebagai pusat pembinaan dan pendidikan Islami yang berwawasan lingkungan. Keberadaan lembaga pendidikan ini merupakan bukti nyata bahwa wakaf tidak hanya berhenti pada pembangunan masjid atau fasilitas ibadah, tetapi telah bertransformasi menjadi kekuatan strategis dalam membangun peradaban—khususnya di bidang pendidikan.

Melalui pengelolaan wakaf yang profesional dan terencana, Daarut Tauhiid berhasil menjadikan lahan wakaf di Cigugurgirang sebagai pusat kegiatan produktif, pendidikan, dan dakwah. SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid adalah satu dari sekian banyak manfaat wakaf yang kini telah dinikmati oleh ratusan siswa setiap tahunnya.

Kunjungan dari Taski Abim ini menambah daftar panjang lembaga luar negeri yang tertarik untuk melihat langsung bagaimana wakaf dapat dioptimalkan dalam membangun sistem pendidikan yang unggul dan bernilai. Dari sinilah harapan akan lahirnya kolaborasi internasional dalam pengembangan pendidikan Islam yang berkelanjutan semakin terbuka lebar. (Cahya)

Silaturahim Internasional di Tanah Wakaf: SPS Eco Pesantren Terima Kunjungan Taski Abim Shah Alam Malaysia Read More »

Tebar Cahaya Lewat Mushaf: Kolaborasi Wakaf Daarut Tauhiid dan SMA Lab School Kebayoran

Ramadhan lalu menjadi momentum berharga bagi SMA Lab School Kebayoran. Setelah menjalani serangkaian kegiatan spiritual dan edukatif di Daarut Tauhiid Bandung, semangat kebaikan itu tidak berhenti di sana. Sebuah langkah konkret diambil: mewakafkan 1.140 mushaf Al-Quran melalui kerja sama dengan Wakaf Daarut Tauhiid.

Program wakaf ini merupakan bentuk kepedulian hasil refleksi dari nilai-nilai yang ditanamkan selama berkegiatan di Daarut Tauhiid. “Setelah kegiatan di Daarut Tauhiid, SMA Lab School Kebayoran tergerak ingin terus berkontribusi. Kami follow-up, dan alhamdulillah terwujud dalam bentuk wakaf mushaf,” ujar Zaeni Muslim, Kasubag Funding Wakaf Daarut Tauhiid.

Menariknya, mushaf-mushaf tersebut didistribusikan ke 20 titik yang direkomendasikan langsung oleh pihak SMA Lab School Kebayoran. Titik-titik itu mencakup berbagai kalangan, mulai dari majelis taklim, pesantren, yayasan, hingga perorangan yang memang membutuhkan. Sebarannya meliputi berbagai kota dan kabupaten seperti Jakarta (pusat, utara, selatan, timur), Depok, Tangerang, Bekasi, Bogor, Karawang, Purwakarta, Garut, dan Kebumen.

“Kami mempercayakan distribusinya kepada tim Wakaf Daarut Tauhiid, namun titik dan jumlah mushaf di setiap lokasi tetap kami tentukan bersama. Sebagian besar rekomendasi berasal dari para guru yang tahu betul kebutuhan di lapangan,” ungkap perwakilan dari Lab School Kebayoran.

Distribusi dimulai sejak bulan Syawal karena keterbatasan waktu saat Ramadhan. Hingga kini, sudah sekitar 30 persen mushaf yang berhasil disalurkan. “Distribusinya bertahap. Dalam sehari biasanya bisa menjangkau 2 sampai 3 titik, tergantung jarak dan agenda. Kadang sekalian saat agenda meeting ke mitra, kadang khusus hanya untuk distribusi,” jelas Zaeni.

Zaeni pun mengungkapkan betapa besar dampak dari program ini. “Alhamdulillahirabbil’alamin, penyaluran wakaf mushaf Quran ini sangat terasa berkahnya, terutama saat diterima oleh para penerima manfaat. Sebagian besar mushaf mereka sudah usang. Kami yakin, setiap huruf yang dibaca akan menjadi aliran pahala bagi semua yang menjadi jalan hadirnya wakaf ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus bersinergi, “Mari kita teruskan aksi kebaikan ini bersama Wakaf Daarut Tauhiid, tidak hanya untuk wakaf mushaf Qur’an, tapi juga program-program wakaf lainnya.”

Lewat kolaborasi ini, SMA Lab School Kebayoran dan Daarut Tauhiid tidak hanya membagikan mushaf, tapi juga menebarkan harapan—bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya, selama ada hati yang peduli. (Cahya)

Tebar Cahaya Lewat Mushaf: Kolaborasi Wakaf Daarut Tauhiid dan SMA Lab School Kebayoran Read More »

Sarapan yang Bukan Sekadar Sarapan

Setiap pagi, suasana depan Super Mini Market (SMM) Daarut Tauhiid tak pernah sepi. Di antara deretan booth makanan, satu tempat tampak selalu ramai dikerumuni mahasiswa, santri, hingga warga sekitar yang ingin mengisi energi sebelum memulai aktivitas. Salah satu pelanggan setianya adalah Nida (21), mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

“Aku sih paling sering pesan nasi kuning, tapi kadang juga suka ganti suasana—nasi uduk atau lontong kari juga enak,” kata Nida, mahasiswi UPI yang sudah langganan sarapan di sana sejak ngekos di daerah Gegerkalong.

Setiap pagi, Nida menyempatkan diri untuk mampir sarapan. Terkadang ia datang sendirian, terkadang bersama teman kost atau rekan kuliahnya. “Kadang sarapan sendiri, kadang bareng temen kos atau anak kelas. Seru aja gitu, sambil ngobrol-ngobrol pagi,” ucapnya santai.

Yang menarik, Nida belum lama ini baru mengetahui bahwa booth makanan tempat ia rutin sarapan ternyata bukanlah usaha kuliner biasa. Booth tersebut dikelola oleh Beliafood, salah satu unit usaha dari Berkah Mulia Abadi (BMA) yang merupakan bagian dari aset wakaf produktif milik Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid.

“Serius, aku baru tahu banget kalau ini tuh bagian dari aset wakaf,” ujar Nida sambil tertawa kecil. “Kupikir cuma booth makanan biasa aja. Tapi pas dikasih tahu, langsung ngerasa, ‘Wah keren juga ya, aku ikut bantu wakaf lewat sarapan.’”

Bagi Nida, informasi itu menjadi motivasi tersendiri. Sarapan kini tak lagi sekadar rutinitas untuk mengisi perut, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusinya dalam memakmurkan wakaf. “Sekarang rasanya beda sih. Sarapan di sini jadi lebih bermakna. Nggak cuma kenyang, tapi juga ikut nyumbang buat hal baik,” katanya dengan semangat.

Program wakaf produktif seperti ini adalah bagian dari komitmen Daarut Tauhiid untuk menghadirkan solusi pemberdayaan ekonomi umat berbasis wakaf. Lewat unit usaha seperti Beliafood, hasil pengelolaan wakaf tidak hanya berputar untuk operasional, tetapi juga berdampak sosial. Mulai dari membuka lapangan kerja hingga membantu dakwah dan pendidikan.

Mungkin Nida hanya ingin sarapan pagi, tapi tanpa sadar, ia ikut andil dalam rantai kebaikan yang lebih besar. Sebuah sarapan yang ternyata punya nilai lebih. Bukan hanya untuk tubuh, tapi juga untuk umat. (Cahya)

Sarapan yang Bukan Sekadar Sarapan Read More »

Qunut Nazilah untuk Palestina: Suara Hati dari Masjid Daarut Tauhiid

Ada suasana berbeda yang terasa khusyuk dan menggugah hati setiap kali salat berjemaah dilaksanakan di Masjid Daarut Tauhiid (DT), Bandung. Sudah hampir satu bulan ini, selepas rukuk rakaat terakhir pada salat lima waktu, suara imam menggema membacakan doa Qunut Nazilah. Doa itu tak hanya jadi pelengkap ibadah, tapi juga seruan langit yang ditujukan untuk keselamatan dan kemenangan rakyat Palestina.

Kebiasaan baru ini disambut hangat oleh para jemaah. Mereka datang bukan hanya untuk menunaikan kewajiban, tapi juga untuk menyatukan hati dan kepedulian bagi saudara-saudara seiman yang sedang tertindas.

“Setiap kali Qunut Nazilah dibacakan, rasanya dada ini sesak,” ujar Budi (56), jemaah tetap dari Gegerkalong. “Nggak tahu kenapa, air mata suka keluar sendiri. Mungkin karena saya ngerasa ikut ngirim doa langsung ke saudara-saudara kita di Gaza. Fisik saya memang di sini, tapi hati kayaknya udah sampai ke sana duluan,” katanya.

Hal serupa dirasakan oleh Ratna (42), seorang ibu rumah tangga yang rutin menghadiri salat Zuhur di Masjid DT. “Pas dengar doanya, saya jadi mikir, kita ini nggak bisa cuma nonton berita sambil sedih,” ujarnya lirih. “Kita bagian dari umat, dan sekecil apa pun kepedulian kita, itu penting,” lanjutnya.

Kebiasaan membaca Qunut Nazilah ini tidak hadir begitu saja. Ia menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dan sosial yang terintegrasi. Masjid DT, bersama Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid, menggagas gerakan “Cash Wakaf for Humanity”. Sebuah program penghimpunan dana wakaf yang ditujukan untuk membantu rakyat Palestina, khususnya dalam bentuk bantuan kemanusiaan jangka panjang seperti pembangunan fasilitas kesehatan, air bersih, dan pendidikan.

Program Cash Wakaf for Humanity ini pun mendapat sambutan positif dari para jemaah. Tidak sedikit yang langsung menyalurkan wakafnya melalui QR Code digital atau kotak wakaf yang tersedia di sekitar area masjid.

“Saya jadi tersentuh banget. DT kasih jalan buat kami yang pengen bantu, walau nggak besar jumlahnya,” kata Andi (29), sambil tersenyum. “Yang penting niatnya, insya Allah ada manfaatnya,” ujar karyawan swasta yang biasa salat Maghrib di masjid tersebut.

Kini, lantunan Qunut Nazilah setiap salat menjadi detak nurani bagi jemaah Masjid DT. Doa itu bukan hanya pengharapan—tetapi juga panggilan untuk bertindak, mengulurkan tangan dalam bentuk wakaf yang berdaya guna bagi perjuangan rakyat Palestina. (Cahya)

Qunut Nazilah untuk Palestina: Suara Hati dari Masjid Daarut Tauhiid Read More »

Keberkahan Wakaf Sambut Wali Santri Baru di Daarut Tauhiid

Udara pagi di kawasan Eco Pesantren Daarut Tauhiid terasa sejuk, disambut cahaya mentari yang menembus sela pepohonan. Di pelataran Masjid Rahmatan Lil’ Alamiin, langkah-langkah kecil dan besar berjalan berdampingan. Santri baru menggandeng erat tangan orang tuanya. Wajah-wajah penuh harap dan semangat tampak menyemarakkan acara Kajian Tauhiid dan Silaturahim Wali Santri Baru Tahun Ajaran 2025/2026, Ahad, 4 Mei 2025.

Masjid megah nan menyejukkan itu bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga saksi bisu dari semangat kolektif umat yang diwujudkan melalui wakaf. Dari wakaf umat, tumbuhlah fondasi kuat yang kini menjadi pusat aktivitas spiritual dan pendidikan di Daarut Tauhiid. Tidak hanya masjid ini, seluruh sekolah dari TK hingga Sekolah Tinggi di Daarut Tauhiid pun berdiri di atas tanah wakaf. Simbol nyata betapa wakaf membawa keberkahan yang meluas.

Acara silaturahim dihadiri oleh wali santri dari berbagai jenjang—TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK Daarut Tauhiid—yang datang tidak hanya dari Bandung, namun juga dari cabang Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia di Batam dan Cianjur. Mereka hadir baik secara langsung maupun melalui sambungan daring, menunjukkan komitmen yang sama: mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di lingkungan yang bertauhid.

Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil ‘Alamin, Agus Kurniawan, menyampaikan harapan besarnya atas pertemuan ini.

“Semoga pertemuan ini menjadi langkah awal yang penuh keberkahan dalam mendidik generasi yang bertauhiid, berkarakter, dan bermanfaat,” ujar Agus penuh keyakinan.

Puncak acara adalah nasihat langsung dari pendiri Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang mengingatkan bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal pencapaian duniawi, tetapi bagaimana mengantarkan generasi ke surga.

“Mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing dan menolong kita dalam rangka menyiapkan putra-putri kita untuk bisa masuk ke surga. Karena tujuan terakhir dari pendidikan ini adalah bisa mengantarkan putra putri kita untuk masuk surga,” ungkap Aa Gym dengan penuh keteduhan.

Atmosfer spiritual begitu terasa. Tidak hanya melalui kata-kata nasihat, tetapi juga dari tempat berlangsungnya acara—masjid yang dibangun dari harta wakaf umat. Tempat yang kini menjadi titik tolak bagi ribuan santri menapaki perjalanan ilmu dan iman.

Melalui kegiatan ini, Daarut Tauhiid menunjukkan bahwa pendidikan adalah bagian dari ibadah. Dan wakaf, sebagai salah satu pilar utamanya, terus mengalirkan pahala bagi para muwakif. Menjadi sumber keberkahan yang tidak hanya menyentuh dunia pendidikan, tetapi juga hati-hati yang mencari cahaya. (Cahya)

Keberkahan Wakaf Sambut Wali Santri Baru di Daarut Tauhiid Read More »

Mengalirkan Wakaf Lewat Digital, Danamon Syariah Serahkan Wakaf untuk Daarut Tauhiid

Senin, 28 April 2025, menjadi hari istimewa bagi Daarut Tauhiid. Usai salat Dzuhur di Masjid Daarut Tauhiid Cipaku, Jakarta, sebuah momen hangat dan penuh makna terjadi. Simbolis penerimaan wakaf dari Bank Danamon Syariah yang diserahkan langsung melalui platform digital sosial banking.

Dalam suasana yang khusyuk, serah terima wakaf ini dilakukan sebelum dimulainya Kajian Tauhiid yang diisi oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Penyerahan diwakili oleh Triadi Iwan selaku SMEC Funding Head Bank Danamon Syariah dan diterima oleh Doddy Ekapriades Topan, Direktur Wakaf Daarut Tauhiid. Acara turut disaksikan oleh Aa Gym, jajaran manajemen Wakaf Daarut Tauhiid, serta para jemaah yang menghadiri kajian siang itu.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa teknologi bisa menjadi jembatan kebaikan. Melalui sosial banking, Bank Danamon Syariah menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk menyalurkan wakaf secara aman, transparan, dan berkelanjutan.

Taufik Hidayat, selaku Manager Fundraising Wakaf Daarut Tauhiid, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin.

“Kami atas nama Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian dari Bank Danamon Syariah melalui platform digitalnya dalam menghimpun dana wakaf. Bantuan ini sebelumnya telah digunakan untuk pembangunan Masjid Serua, Masjid Al Hadi, dan kini dilanjutkan untuk pembangunan ruang kelas baru serta asrama pesantren di kawasan Eco 2,” ujar Taufik.

Ia pun menambahkan doa dan harapan agar amal jariyah ini menjadi jalan kemudahan di akhirat kelak bagi seluruh manajemen, direksi, dan jajaran Bank Danamon Syariah.

Simbolis ini bukan sekadar penyerahan wakaf. Ia adalah perwujudan dari cita-cita bersama. Membangun peradaban melalui pendidikan, memberdayakan umat lewat pesantren, dan menguatkan fondasi spiritual melalui wakaf yang amanah dan berkelanjutan. (Cahya)

Mengalirkan Wakaf Lewat Digital, Danamon Syariah Serahkan Wakaf untuk Daarut Tauhiid Read More »