Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Berkah Wakaf, Berkah Jumat di Masjid Daarut Tauhiid Bandung

Setiap hari Jumat, selepas gema salam terakhir salat Jumat berkumandang di Masjid Daarut Tauhiid Bandung, suasana berbeda segera terasa. Bukan hanya kekhusyukan yang menyelimuti jemaah, tetapi juga hadirnya kehangatan berupa kotak makan siang yang dibagikan secara cuma-cuma kepada para jemaah. Inilah wajah dari program Jumat Berkah, sebuah inisiatif sosial yang menjadi bagian dari dakwah berbasis amal nyata di lingkungan Daarut Tauhiid.

Sejak pagi, para relawan dan pengurus masjid telah bersiap menyusun dan menyiapkan ratusan boks makan siang. Makan siang ini didistribusikan setiap pekannya, dibagikan langsung kepada para jemaah yang telah menunaikan salat Jumat.

“Alhamdulillah, setiap Jumat disalurkan makan siang gratis sekitar 455 box melalui program Jumat Berkah Masjid Daarut Tauhiid Bandung. Kami ucapkan jazaakumullah khairan kepada para donatur yang telah berkontribusi pada program ini, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melipat gandakan amal dan kebaikannya,” ujar salah seorang pengurus DKM Masjid Daarut Tauhiid penuh syukur.

Program ini tak berdiri sendiri. Ia tumbuh dan berkembang dari akar kebaikan yang lebih dalam—yaitu keberkahan aset wakaf yang menghidupi aktivitas dakwah dan sosial di Daarut Tauhiid. Masjid Daarut Tauhiid sendiri merupakan salah satu contoh nyata dari manfaat wakaf produktif. Ia tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kebermanfaatan yang menyentuh kebutuhan nyata umat.

Melalui pengelolaan wakaf yang amanah dan profesional, Masjid Daarut Tauhiid dan program-program di sekitarnya menjadi bukti bahwa harta yang dititipkan di jalan Allah tak pernah sia-sia. Dari batu bata yang diwakafkan, tumbuh dinding yang melindungi ibadah. Dari tanah yang diserahkan, tumbuh ladang pahala yang tak terputus.

Program Jumat Berkah pun hadir sebagai salah satu buah dari pohon wakaf itu. Ia memberi bukan hanya kepada perut yang lapar, tetapi juga hati yang mendambakan kehangatan ukhuwah dan keberkahan. 

Seperti sabda Rasulullah saw, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Maka, di setiap kotak makan siang yang dibagikan, terselip doa, cinta, dan jejak wakaf yang terus mengalirkan pahala. (wakafdt)

Berkah Wakaf, Berkah Jumat di Masjid Daarut Tauhiid Bandung Read More »

Safari Dakwah Aa Gym dan Dukungan Umat untuk Masjid DT Batam

Ahad pagi, 22 Juni 2025, Masjid Darussalam – KDA, Belian, Batam Kota, menjadi pusat perhatian ratusan jemaah yang hadir dalam rangkaian Safari Dakwah Kota Batam bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Mengangkat tema “Hijrahku Karena Allah”, kajian ini mengajak jemaah untuk merefleksikan kembali makna hijrah sebagai perjalanan hati menuju Allah. Bukan sekadar perubahan fisik atau rutinitas.

Dalam ceramahnya yang hangat dan penuh hikmah, Aa Gym mengingatkan, “Hijrah itu tentang memperbaiki niat dan istiqamah dalam kebaikan. Bila karena Allah, maka setiap langkah jadi keberkahan.”

Momen ini pun dimanfaatkan sebagai ajang penggalangan dana untuk pembangunan Masjid Daarut Tauhiid (DT) Batam—yang juga dikenal sebagai Masjid Rahmatan Lil ‘Alamiin. Masjid ini terletak di Jalan Trans Barelang, Tembesi, Sagulung, tepat di jantung Kawasan Wakaf Terpadu Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) Batam.

Dibangun di atas lahan wakaf seluas 2.374,7 m² dan dirancang tiga lantai, masjid ini memiliki kapasitas hingga 2.000 jemaah. Walaupun masih dalam proses pembangunan, Masjid DT Batam sudah difungsikan untuk salat Jumat, kajian, dan pembinaan santri maupun masyarakat. 

Kajian Tauhid di Masjid Darussalam hari itu pun bukan hanya menyuburkan hati, tetapi juga menggerakkan semangat kolektif untuk bersama-sama menuntaskan pembangunan masjid yang akan menjadi pelita dakwah di Kepulauan Riau. Semakin banyak yang terlibat, semakin terasa keberkahan hijrah yang dilakukan bukan hanya secara pribadi, tetapi juga secara berjemaah demi tegaknya tauhid di bumi Melayu ini. (wakafdt)

Safari Dakwah Aa Gym dan Dukungan Umat untuk Masjid DT Batam Read More »

Pujasera Cilimus Tancap Gas Menuju Grand Opening

Sebuah inovasi ruang publik tengah menampakkan wajah barunya di Jalan Raya Kuningan–Cirebon. Di atas tanah wakaf seluas 960 meter persegi milik Daarut Tauhiid, kini sedang dibangun Pujasera Cilimus. Sebuah pusat kuliner dan ruang kreatif yang memadukan semangat kewirausahaan dengan nilai-nilai sosial dan spiritual khas pesantren.

Memasuki pertengahan Juni 2025, progres pembangunan proyek ini telah mencapai 50 persen. “Saat ini kami sedang pada tahap perbaikan konstruksi bangunan eksisting, pengurusan perizinan sambil jalan, perekrutan SDM, hingga promosi online. Target kami grand opening pada bulan Agustus mendatang,” ujar Riyadi Suryana, Manajer Wakaf Produktif Daarut Tauhiid.

Namun, Riyadi juga menambahkan bahwa proyek ini masih menghadapi tantangan pembiayaan. “Masih ada kekurangan dana sekitar 200 juta rupiah. Kami membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin turut berwakaf dalam proyek ini,” jelasnya.

Proyek Pujasera Cilimus sendiri telah resmi dimulai sejak pertengahan Mei 2025 dengan diawali proses pembersihan lahan, pembongkaran struktur lama, serta pengangkutan material bekas bangunan. Kini, konstruksi baru sedang dipersiapkan untuk menyambut konsep yang lebih segar dan relevan bagi masyarakat modern.

Inisiatif ini bukanlah proyek biasa. Ia merupakan hasil kolaborasi antara nazhir wakaf Daarut Tauhiid sebagai pemilik tanah, manajemen Alunea yang akan menjadi operator utama, serta sejumlah mitra strategis seperti Adira Syariah dan para investor umum. Bersama-sama, mereka menggagas model pemanfaatan aset wakaf yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat.

Kafe Alunea IDs akan menjadi wajah utama dari kompleks ini. Menargetkan generasi muda dan para profesional, Alunea membawa nuansa modern dan fungsional. Bukan hanya untuk bersantai atau makan, tetapi juga untuk berdiskusi, bekerja, dan berkolaborasi. Di sinilah tempat ide-ide besar dari tugas akhir, bisnis rintisan, hingga inovasi digital akan lahir dalam suasana yang nyaman dan inspiratif.

Lebih dari itu, Pujasera Cilimus akan menjadi rumah baru bagi pelaku UMKM lokal. Puluhan tenant telah disiapkan untuk menampung usaha-usaha kecil dan menengah yang aktif di sektor kuliner maupun produk rumahan. Dengan demikian, proyek ini menjadi ekosistem yang mendukung geliat ekonomi lokal sekaligus memperkaya pilihan kuliner khas Kuningan.

Melalui proyek ini, Daarut Tauhiid menunjukkan bahwa wakaf bukan hanya untuk membangun masjid atau sekolah, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif yang berdaya guna bagi umat. (wakafdt)

Pujasera Cilimus Tancap Gas Menuju Grand Opening Read More »

Joging Bersama Aa Gym: Menyusuri Keberkahan di Kawasan Wakaf Terpadu Daarut Tauhiid

Udara pagi masih sejuk saat langit Bandung mulai terang perlahan, Jumat (20/6/2025). Namun suasana di kawasan Pesantren Daarut Tauhiid sudah tampak lebih hidup. Hari ini, kebersamaan pekanan santri karya Daarut Tauhiid bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) berlangsung berbeda. Jika biasanya dimulai pukul 07.30 pagi di Masjid Daarut Tauhiid, kali ini kegiatan istimewa itu diawali sejak pukul 06.30 dengan aktivitas fisik yang sederhana namun penuh makna: slow jogging keliling kawasan pesantren.

Aa Gym, pendiri dan pembina Daarut Tauhiid, langsung memimpin aktivitas tersebut. Dengan pakaian olahraga santai, beliau mengajak seluruh santri karya menyusuri jalan-jalan di sekitar pesantren yang merupakan aset wakaf. “Kita sehatkan jasmani, kita kuatkan ruhani, dan kita syukuri nikmat Allah dengan bergerak bersama,” ujar Aa Gym sambil tersenyum hangat.

Slow jogging ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam. Dimulai dari halaman depan Kantor Humas Daarut Tauhiid, rombongan menyusuri jalan-jalan yang melintasi Dome Central V dan Central VII. Raut wajah para santri karya menunjukkan semangat dan antusiasme.

“Kegiatan ini benar-benar menyegarkan. Bukan cuma badan yang terasa lebih segar, hati juga jadi lebih tenang,” ungkap Rudi, salah seorang santri karya dari bagian pendidikan. Menurutnya, momen kebersamaan sambil bergerak ringan seperti ini menjadi bentuk silaturahim yang tak biasa namun sangat efektif dalam membangun kekompakan.

Hal senada diungkapkan oleh Dita, santri karya dari bagian pesantren. “Baru pertama kali ikut olahraga slow jogging seperti ini, alhamdulillah semoga berkah,” katanya sambil menahan senyum.

Setelah jogging usai, para santri melanjutkan kebersamaan dengan kajian ringan yang disampaikan oleh Aa Gym di Dome Central V yang juga merupakan aset wakaf. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai bagian dari amanah kepada Allah.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama secara tekstual, tetapi juga ruang hidup yang utuh. Menjaga jasmani, menguatkan ruhani, dan menanamkan nilai keberkahan wakaf dalam keseharian. (wakafdt)

Joging Bersama Aa Gym: Menyusuri Keberkahan di Kawasan Wakaf Terpadu Daarut Tauhiid Read More »

Doa, Ketundukan, dan Masjid Wakaf: Renungan dari Kajian Al-Hikam Bersama Aa Gym

Kamis sore, 19 Juni 2025. Cahaya matahari mulai merunduk perlahan di ufuk barat saat lantunan zikir menggema di Masjid Daarut Tauhiid. Seusai salat Ashar, jemaah mulai memenuhi ruang utama masjid untuk mengikuti kajian Al-Hikam yang disampaikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, dari pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.

Dengan gaya penyampaian yang lembut namun dalam, Aa Gym membuka perenungan tentang doa yang belum dikabulkan. Banyak orang merasa patah harapan ketika permintaannya belum terjawab, padahal sudah merasa beribadah, taat, dan menjauhi maksiat. Menurut Aa Gym, inilah ujian keyakinan dan keikhlasan.

“Selama ini kita sedikit sekali berdoa, tapi Allah terus memberi,” ucapnya. “Kita tidak pernah minta paru-paru bekerja, tidak pernah minta mata tetap bisa melihat setiap hari, tapi semua itu terus Allah berikan.”

Doa, kata Aa Gym, bukanlah upaya untuk memberitahu Allah. Allah Maha Mengetahui segala isi hati, bahkan sebelum lisan ini berbicara. Hakikat dari doa adalah penghambaan. Maka yang paling penting bukan seberapa fasih seseorang berbicara dalam doanya, tapi bagaimana hati berserah dengan prasangka baik kepada-Nya.

Aa Gym menekankan bahwa dalam berdoa, seseorang tidak boleh merasa berjasa karena telah melakukan amal ibadah. Sebaliknya, ia harus merasa fakir, lemah, dan tak memiliki daya apa pun kecuali yang Allah izinkan. Dalam kalimat la hawla wa la quwwata illa billah, terkandung makna kepasrahan total seorang hamba. Kita tidak bisa menggerakkan jari pun jika bukan karena izin-Nya.

“Kalau dalam doa kita masih berkata, ‘Saya sudah tahajud, saya sudah sedekah,’ maka kita belum sepenuhnya menjadi hamba,” lanjut Aa Gym. “Itu artinya masih ada rasa memiliki, padahal semua amal itu pun Allah yang memampukan.”

Masjid Daarut Tauhiid yang menjadi tempat berlangsungnya kajian ini sendiri merupakan bukti nyata makmurnya aset wakaf. Masjid ini bukan hanya berdiri megah, tapi juga hidup dan penuh fungsi. Di sinilah wakaf bukan sekadar harta yang ditinggalkan, melainkan amal jariyah yang terus mengalirkan manfaat. Setiap hari, dari masjid ini lahir semangat perbaikan diri, pemurnian tauhid, dan penguatan adab sebagai hamba Allah.

Suasana sore itu begitu syahdu. Suara Aa Gym yang menyampaikan dengan ketenangan, seolah menuntun para jemaah untuk menggali ulang niat dalam beribadah. Ia pun menutup kajian dengan pengingat: jika dalam tausiyah ini ada manfaat yang sampai, itu karena Allah menghendakinya. Namun jika niatnya untuk mencari pengakuan manusia, maka bisa jadi justru menjadi sebab dosa.

Masjid wakaf seperti Daarut Tauhiid telah menjadi saksi jutaan doa yang terucap dalam sunyi. Ia adalah tempat di mana ketundukan dilatih, dan keyakinan dipupuk. Dan di sinilah doa menemukan bentuk sejatinya—bukan tentang permintaan yang dijawab, tapi tentang seberapa dalam kita mengenal posisi kita sebagai hamba. (wakafdt)

Doa, Ketundukan, dan Masjid Wakaf: Renungan dari Kajian Al-Hikam Bersama Aa Gym Read More »

Dari Wakaf Umat, Lahir Generasi Pelopor

Rabu pagi, 18 Juni 2025, udara Sukasari terasa lebih khidmat. Di halaman yang akan menjadi saksi tegaknya Gedung Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid, ratusan mata menyimak dan hati tergetar mendengar sambutan hangat dari pendiri Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Dengan suara yang tenang namun penuh getaran makna, Aa Gym membuka sejarah panjang lahirnya program Santri Siap Guna. Sebuah gagasan yang tercetus di tengah kesunyian Mina, di antara tenda-tenda i’tikaf para jemaah haji. “SSG ini bukan sekadar pelatihan fisik, tapi pembentukan karakter. Karakter pelopor, mandiri, dan khidmat,” tutur beliau.

Kini, setelah lebih dari dua dekade, SSG telah melahirkan 17.037 alumni dari 50 angkatan, tersebar di berbagai penjuru dunia. Mulai dari yang menjadi pejabat hingga pemilik usaha. Namun, yang terpenting, kata Aa Gym, “Mereka adalah pelopor kebaikan, siap menjadi yang pertama menolong dan berbuat, bukan menunggu diperintah.”

Dalam sambutannya, Aa Gym menegaskan bahwa karakter SSG dibangun dalam dua pilar besar: Baik dan Kuat. Santri diajarkan untuk memiliki karakter Baik, yakni ikhlas seperti gula yang tetap manis meski disebut “penyakit,” jujur dan tepercaya, serta tawadu’ agar siap belajar dan bertumbuh. “Yang suka menonjolkan diri itu, maaf ya, ambeien,” ujarnya, memancing tawa hadirin sambil mengingatkan agar tetap rendah hati.

Sementara karakter Kuat diwujudkan melalui keberanian mengambil keputusan, disiplin tinggi, dan ketangguhan menghadapi ujian hidup. “Tidak ada kekuatan tanpa disiplin. Air menetes saja bisa melubangi batu, karena konsistensi,” tegasnya.

Dalam momen penuh makna itu, Aa Gym juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada sosok yang turut membidani perkembangan Daarut Tauhiid: alm. Nur Hadi Al-Masri. Seorang prajurit yang pertama kali dikenalnya di Singapura, lalu memilih mengabdi di lingkungan pesantren. “Beliau ini bukan hanya hadir, tapi membesarkan Daarut Tauhiid dalam diam dan kerja nyata,” ungkap Aa Gym dengan mata berkaca.

Sebagai bentuk penghormatan, salah satu ruangan dalam Gedung SSG yang baru akan diberi nama Ruang Nur Hadi Al-Masri. “Pahalanya insya Allah terus mengalir, karena setiap kebaikan yang lahir dari tempat ini akan menyambung kepada beliau,” ucap Aa Gym.

Gedung Santri Siap Guna ini dibangun di atas tanah wakaf dan dibiayai sepenuhnya dari dana wakaf umat, sebagai wujud nyata partisipasi masyarakat dalam mencetak generasi pelopor kebaikan. Dalam sambutannya, Aa Gym mengajak seluruh alumni dan jemaah untuk terus berkontribusi, karena sedekah dan wakaf adalah investasi abadi yang takkan pernah merugikan.

“Tidak akan berkurang harta karena bersedekah. Jariyah itu artinya mengalir, dan setiap amal kebaikan yang terjadi di tempat ini akan terus mengalirkan pahala bagi para muwakif,” ujarnya.

Gedung ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun. Dengan semangat kebersamaan, prosesi peletakan batu pertama ditutup dengan doa yang menggema ke langit Sukasari. Sebuah langkah awal dari perjalanan panjang yang telah dirintis sejak tahun 1999, untuk melahirkan insan pelopor, mandiri, khidmat, dan berjiwa tangguh. Dari Mina ke Sukasari, dari satu ide ke ribuan aksi nyata. Itulah Santri Siap Guna. (wakafdt)

Dari Wakaf Umat, Lahir Generasi Pelopor Read More »

Gedung SSG Mulai Dibangun: Wakaf Umat untuk Pendidikan dan Solusi Kawasan

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur ditakdirkan oleh Allah SWT menjadi bagian terbangunnya Gedung SSG ini. Semoga kebaikan yang ada di gedung ini, pahala jariyah mengalir kepada kita semua,” ujar Dr. Muhammad Iskandar, S.I.P., M.M., Ketua Yayasan Daarut Tauhiid Peduli, dalam sambutannya saat peletakan batu pertama Gedung Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid pada Rabu pagi, 18 Juni 2025.

Gedung ini dibangun atas dasar semangat wakaf kolektif, menjadi simbol nyata dari partisipasi umat dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang bermanfaat jangka panjang. Dana sebesar Rp3,02 miliar dialokasikan dari wakaf untuk mewujudkan bangunan empat lantai seluas total 532 meter persegi. Lantai pertama akan difungsikan sebagai area parkir, lantai kedua sebagai ruang perkantoran, sementara lantai ketiga dan keempat akan menjadi aula, ruang kelas, dan pusat aktivitas santri.

Pelaksana Tugas Camat Sukasari, Suharyanto, juga menyampaikan apresiasinya atas pembangunan ini. “Tentunya hari ini sangat berbahagia diundang dalam acara peletakan batu pertama untuk pembangunan Gedung SSG yang berada di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kehadiran SSG tidak hanya akan membawa manfaat bagi para santri, tetapi juga memiliki dampak luas bagi masyarakat.

“Kami berharap kehadiran SSG ini dapat mencerdaskan bangsa dan menyejahterakan masyarakat. Salah satu yang kami apresiasi adalah adanya area parkir di gedung ini yang sangat berselaras dengan kebutuhan wilayah kami. Jalan Gegerkalong Girang ini volume kendaraannya luar biasa, dan lahan parkir sangat terbatas. Pembangunan ini membantu secara kolaboratif menata kepadatan lalu lintas yang selama ini jadi tantangan,” jelasnya.

Prosesi peletakan batu pertama ini bukan hanya momentum simbolik, tetapi juga awal dari realisasi harapan besar. Diharapkan, proses pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun. Dr. Iskandar juga menegaskan komitmen Daarut Tauhiid untuk mengelola dana wakaf secara profesional dan transparan. “Insya Allah semuanya akan diaudit,” ujarnya menutup sambutan.

Gedung SSG bukan sekadar struktur bangunan, tapi juga wadah tumbuhnya generasi berakhlak dan berilmu, sekaligus solusi lingkungan yang konkret. Melalui wakaf, Daarut Tauhiid kembali menegaskan bahwa membangun fisik adalah jalan membangun peradaban. (wakafdt)

Gedung SSG Mulai Dibangun: Wakaf Umat untuk Pendidikan dan Solusi Kawasan Read More »

Keberkahan di Atas Lahan Wakaf: Semangat Yati dalam Tasyakuran Qurban Santri Karya

Mentari pagi belum tinggi saat langkah-langkah penuh semangat mengarah ke Dome Central V Daarut Tauhiid. Di antara para santri karya yang hadir, tampak Yati—salah seorang santri akhwat—berjalan cepat dengan wajah berseri. Hari ini bukan hari biasa, karena tausiyah rutin yang biasa ia ikuti setiap Jumat pagi terasa lebih istimewa: diikuti dengan tasyakuran dan makan bersama daging qurban.

Acara Tausiyah dan Tasyakuran Qurban Santri Karya ini digelar pada Jumat, 13 Juni 2025, pukul 07.30 WIB di Dome Central V, salah satu pusat kegiatan Daarut Tauhiid yang berdiri kokoh di atas lahan wakaf. Lahan yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, namun juga menjadi sumber keberkahan dalam membentuk karakter dan kebersamaan para santri karya.

Tausiyah pagi itu disampaikan oleh Ustadz Budi Prayitno, menggantikan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang sedang menunaikan ibadah haji. Meski sempat merasa rindu mendengar suara khas Aa Gym, Yati justru menemukan makna mendalam dari materi yang disampaikan Ustadz Budi, yakni tentang Esensi Spiritual Ibadah Haji dalam Membangun Kinerja dan Loyalitas.

“Rasanya seperti diingatkan kembali, kalau kerja keras kita di sini juga bisa menjadi ladang ibadah kalau niatnya benar,” ujar Yati usai acara. “Dan ketika disampaikan di tempat seperti Dome Central V ini, saya merasa doa-doa itu lebih mudah naik ke langit,” tambahnya sambil tersenyum.

Tasyakuran yang menyusul selepas tausiyah menambah kehangatan pagi itu. Potongan-potongan daging qurban yang telah disembelih beberapa hari lalu kini tersaji dalam bentuk hidangan sederhana tapi penuh makna. Bagi Yati, bukan hanya rasa syukurnya yang bertambah, tapi juga rasa kebersamaan dengan sesama santri karya.

“Dome ini bukan hanya bangunan, tapi saksi semangat kami. Dulu mungkin lahan ini kosong, sekarang jadi tempat belajar, beribadah, dan berbagi,” kata Yati sambil menatap langit-langit Dome yang tinggi. Lahan wakaf yang menjadi tempat berdirinya Dome Central V, menurutnya adalah simbol nyata bahwa kebaikan yang ditanam akan tumbuh dan berbuah, seperti pagi ini.

Dalam suasana hangat, senyum dan obrolan santri karya saling bersahutan. Di tengah aroma hidangan qurban dan gema tausiyah yang masih membekas, Yati tahu, kebersamaan di atas lahan wakaf ini adalah nikmat yang tak semua orang rasakan. Sebuah keberkahan yang patut dijaga dengan kerja, doa, dan loyalitas. (wakafdt)

Keberkahan di Atas Lahan Wakaf: Semangat Yati dalam Tasyakuran Qurban Santri Karya Read More »

Tanpa Kehadiran Aa Gym, Kajian di Masjid Daarut Tauhiid Tetap Ramai

Masjid Daarut Tauhiid Bandung kembali dipenuhi jemaah pada Kamis malam, 12 Juni 2025, dalam kajian rutin Ma’rifatullah yang diselenggarakan selepas salat Isya. Meskipun KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) selaku pengisi tetap belum kembali dari Tanah Suci Mekkah, kajian tetap berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Menandai komitmen Masjid Daarut Tauhiid sebagai masjid wakaf yang hidup dan terus menyala dalam ilmu.

Kajian malam itu disampaikan secara daring oleh Aa Gym melalui platform Zoom, menyapa para jemaah dari kejauhan. Setelahnya, tausiyah dilanjutkan secara langsung oleh Ustadz Dr. H. Mulyadi Al Fadhil, S.Sos.I, M.Pd., Ketua STAI Daarut Tauhiid Bandung. Kombinasi antara tausiyah daring dan luring ini tak menyurutkan semangat para jemaah, termasuk para santri karya untuk hadir dan menyimak.

“Setiap ikut kajian di Masjid Daarut Tauhiid, rasanya selalu beda. Meski Aa Gym tidak hadir secara langsung malam ini, suasananya tetap hangat dan membawa ketenangan,” ujar Asep, salah satu santri karya yang mengikuti kajian.

Antusiasme terlihat sejak selepas Magrib. Karpet masjid yang luas perlahan terisi oleh para jemaah dari berbagai kalangan—warga sekitar, santri, mahasiswa, hingga para pegiat dakwah. Banyak yang datang khusus untuk mendalami hakikat marifatullah, mengenal Allah lebih dekat yang menjadi inti dari dakwah Aa Gym selama ini.

Masjid Daarut Tauhiid sendiri merupakan masjid wakaf yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat penyebaran ilmu dan nilai-nilai tauhid. Setiap hari, berbagai kajian keislaman diadakan rutin, mulai dari tafsir, fikih, adab, hingga motivasi spiritual. Keberkahan masjid ini terasa dari semangat para jemaah yang terus hadir, meski dalam kondisi terbatas sekalipun.

Dan kehadiran santri karya serta jemaah umum yang tetap membludak meski tanpa kehadiran fisik Aa Gym, seakan menjadi cerminan bahwa dakwah dan ilmu telah menancap kuat di hati umat. Semangat yang tak padam itu adalah buah dari keberkahan wakaf ketika dikelola secara amanah dan produktif. (wakafdt)

Tanpa Kehadiran Aa Gym, Kajian di Masjid Daarut Tauhiid Tetap Ramai Read More »

Mendorong Profesionalisme Nadzhir Wakaf: Sertifikasi Kompetensi Jadi Langkah Nyata

Profesi nadzhir wakaf kini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Di tengah meningkatnya potensi wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat, kebutuhan akan nadzhir yang kompeten dan profesional menjadi hal mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Lembaga Sertifikasi Profesi Badan Wakaf Indonesia (LSP BWI) menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Nadzhir Wakaf yang diselenggarakan pada 11–13 Juni 2025 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Jalan Braga No. 108, Kota Bandung.

Acara ini diikuti oleh 45 peserta dari tujuh lembaga pengelola wakaf, termasuk Wakaf Daarut Tauhiid, Dompet Dhuafa Jawa Barat, Wakaf Salman, Lembaga Wakaf Persis, Majelis Pemberdayaan Wakaf Muhammadiyah Jawa Barat, Lazisnu PWNU, serta Yayasan Daarut Tauhiid. Mereka mengikuti pelatihan intensif selama dua hari dengan materi seputar pelaksanaan, pengelolaan, hingga pengembangan harta benda wakaf yang kemudian dilanjutkan dengan uji kompetensi pada hari ketiga.

Pelatihan ini dibuka secara resmi dengan kehadiran perwakilan dari Badan Wakaf Indonesia Jawa Barat, Bidang Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Jawa Barat, serta pimpinan Bank Indonesia Jawa Barat. Kehadiran para pemateri dan asesor profesional turut menegaskan keseriusan pelaksanaan sertifikasi ini sebagai langkah menuju standarisasi nadzhir wakaf di Indonesia.

Menurut Wahyudi, Kepala Bagian Marketing Communication Wakaf Daarut Tauhiid, pelatihan ini memberikan manfaat besar bagi para nadzhir. “Alhamdulillah sangat bermanfaat acara tersebut dan menjadi standarisasi bagi kami, terutama di Wakaf Daarut Tauhiid, dan juga di semua nadzhir di seluruh Indonesia. Semoga dengan adanya nadzhir yang telah tersertifikasi, ini menjadi peningkatan bagi semua nadzhir dan lebih profesional dalam mengelola harta benda wakaf secara lebih bermanfaat dan produktif,” ujarnya.

Uji kompetensi yang dijalankan pun dirancang untuk mengukur kemampuan peserta secara menyeluruh, mulai dari penulisan esai tentang wakaf, penyusunan model pengelolaan harta benda wakaf melalui perangkat digital, hingga sesi wawancara langsung dengan asesor.

Langkah standarisasi ini menjadi harapan baru bagi pengelolaan wakaf di tanah air. Dengan nadzhir yang tersertifikasi dan profesional, wakaf tak lagi hanya menjadi aset yang pasif, tetapi dapat dikembangkan secara produktif untuk kemaslahatan umat. Pelatihan ini bukan hanya soal meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga membangun ekosistem wakaf yang lebih kokoh dan tepercaya. (wakafdt)

Mendorong Profesionalisme Nadzhir Wakaf: Sertifikasi Kompetensi Jadi Langkah Nyata Read More »