Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Belajar dari Kandang Mitra, Menebar Manfaat Hingga Pelosok Jawa

Sekitar sepekan pasca gemuruh takbir menggetarkan langit Idul Adha, cerita dari balik layar penyembelihan dan distribusi hewan qurban menyisakan jejak pembelajaran dan semangat kolaborasi yang tak kalah menggugah. Rabu, 4 Juni 2025, dua hari jelang Idul Adha, sebuah tim kecil dari Peternakan Wakaf Daarut Tauhiid di Cijanggel, Kabupaten Bandung Barat, menapaki kandang mitra di Magelang dalam misi ganda, yakni belajar dan melayani.

Dengan mengenakan pakaian lapangan yang berdebu dan semangat yang tak kalah membara, tim ini menyatu dengan aktivitas kandang. Memeriksa kesehatan domba, mengatur penempatan, dan memastikan kesiapan proses distribusi. Di kandang mitra itu, sekitar 250 hingga 300 ekor domba titipan Wakaf Daarut Tauhiid siap untuk disalurkan sebagai hewan qurban ke berbagai wilayah di Pulau Jawa. Namun bukan hanya itu tujuannya. Ada harapan lebih besar, yaitu menimba ilmu langsung dari lapangan.

“Alhamdulillah, saya bertugas belajar di kandang domba di Magelang,” ujar Muklis, salah seorang anggota tim kandang dari Cijanggel. “Banyak sekali ilmu yang saya pelajari, walaupun belum bertemu langsung dengan pemilik kandangnya. Tapi dari penempatan domba saja, sudah banyak hal yang saya pikirkan untuk diterapkan di Cijanggel. Insya Allah, pulang dari sini saya akan terapkan. Mudah-mudahan berkah dan menguntungkan tentunya.”

Perjalanan ke Magelang menjadi titik temu antara pengalaman teknis dan nilai-nilai pelayanan. Para anggota tim bukan hanya mempersiapkan hewan qurban agar layak dan sehat untuk disalurkan, tetapi juga menyerap ilmu peternakan modern yang lebih efektif. Sebuah investasi jangka panjang untuk pengembangan kandang Wakaf Daarut Tauhiid di Bandung Barat.

Kini, setelah gema Idul Adha mereda dan jejak dari daging qurban sudah menyentuh banyak penerima manfaat di penjuru Jawa, semangat dari kandang mitra itu tetap hangat di benak para pegiat wakaf. Misi yang dijalani bukan hanya tentang memotong hewan, tetapi memelihara nilai untuk belajar, berbagi, dan terus tumbuh bersama. (wakafdt)

Belajar dari Kandang Mitra, Menebar Manfaat Hingga Pelosok Jawa Read More »

Hidroponik di Lahan Wakaf: Solusi Kreatif yang Berbuah Berkah

Di bawah terik mentari pagi, barisan rak-rak berwarna putih berjejer rapi di salah satu sudut lahan wakaf Pesantren Daarut Tauhiid Batam. Siapa sangka, kawasan yang semula hanya berupa tanah lapang ini, kini telah berubah menjadi lahan hidroponik produktif.

“Sejak 2021, Daarut Tauhiid Batam berinovasi memanfaatkan lahan wakaf di lingkungan pesantren untuk budidaya hidroponik,” ujar Heru Widodo, Kepala Bagian Operasional dan Fundraising Daarut Tauhiid Batam, pada Selasa (10/6/2025).

Metode hidroponik dipilih karena efisiensi ruang, kebutuhan air yang lebih sedikit, serta potensi produksi yang lebih tinggi dibanding penanaman konvensional.

Dua jenis sayuran yang paling sering dipanen adalah pakcoy dan selada. Hasilnya mendukung kegiatan santri, guru, hingga masyarakat sekitar, sekaligus turut membiayai pembangunan masjid.

Tak berhenti pada produksi, Daarut Tauhiid Batam membuka peluang bagi siswa SMP dari pesantren untuk praktik langsung menanam hidroponik. “Mereka mulai dari menyemai biji, merawat nutrisi, memanen, hingga manajemen penjualan.” kata Heru.

Keberhasilan Daarut Tauhiid Batam menjadi inspirasi bagi lembaga wakaf lain di Indonesia. Para pengelola optimis, pendekatan wakaf produktif ini akan semakin memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan ketahanan pangan.

Dengan komitmen dan inovasi, Pesantren Daarut Tauhiid Batam membuktikan lahan wakaf bisa memberikan berkah berkelanjutan. Bukan sekadar ‘wakaf diam’, melainkan lahan hidup yang terus memberi manfaat untuk santri, guru, warga sekitar, dan menumbuhkan kemandirian umat. (wakafdt)

Hidroponik di Lahan Wakaf: Solusi Kreatif yang Berbuah Berkah Read More »

Pengalaman Reza, Mahasiswa UPI yang Turut Berkhidmat di Persiapan Salat Idul Adha

Kamis malam yang sejuk di kawasan Pesantren Daarut Tauhiid Bandung menjadi saksi khidmatnya seorang mahasiswa muda dalam menebar kebermanfaatan. Reza, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dengan penuh antusias membantu persiapan pelaksanaan Salat Idul Adha 1446 H yang digelar keesokan harinya, Jumat (6/6/2025).

Reza tidak datang sebagai bagian dari panitia resmi, pun bukan tenaga profesional yang dibayar. Ia hadir sebagai seorang relawan, yang diajak oleh temannya—seorang santri karya yang bertugas di Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Daarut Tauhiid. Tanpa ragu, Reza menerima ajakan tersebut. Baginya, kesempatan untuk turut serta dalam amal jama’i di lingkungan pesantren bukan sekadar pengalaman, melainkan juga sebuah keberkahan.

“Yang membuat saya semangat itu karena semua tempat di Daarut Tauhiid ini adalah tanah wakaf. Saya percaya tempat ini penuh keberkahan. Bisa bantu meski cuma pasang karpet dan bersihin area salat, rasanya beda,” ujar Reza dengan mata berbinar.

Beberapa area strategis dipersiapkan untuk menampung jemaah Salat Id, termasuk Dome Sentral V, area parkir di bawahnya, serta Gedung Daarul Hajj. Bersama para santri karya dan relawan lainnya, Reza ikut serta memindahkan karpet, mengatur shaf, membersihkan lokasi, dan memastikan semuanya siap digunakan menjelang fajar tiba.

Tahun ini, pelaksanaan Salat Idul Adha di Daarut Tauhiid terbagi menjadi dua lokasi. Di kawasan Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, Salat Id dipimpin oleh Ustaz Dr. H. Mulyadi Al Fadhil, S.Sos.I, M.Pd. Sementara itu, lokasi kedua berada di Daarut Tauhiid Eco Pesantren 1, yang menghadirkan Ustaz Ir. Budi Faisal, M.A.UD, MLA, Ph.D. sebagai khatib.

Keterlibatan Reza malam itu bukan hanya tentang membantu secara fisik. Ia mengaku merasakan atmosfer spiritual yang hangat dan syahdu.

“Di kampus saya biasa sibuk dengan tugas dan organisasi. Tapi di sini, saya merasa lebih dekat dengan makna pengorbanan dan pelayanan. Ini Idul Adha yang beda buat saya,” ungkapnya pelan.

Langkah kecil Reza adalah cerminan semangat muda yang tidak hanya berpikir tentang diri sendiri, tetapi juga tentang kontribusi bagi umat. Sebuah pengingat bahwa keberkahan tidak selalu datang dari hal besar, tetapi dari niat yang tulus dan keikhlasan dalam memberi. (wakafdt)

Pengalaman Reza, Mahasiswa UPI yang Turut Berkhidmat di Persiapan Salat Idul Adha Read More »

Keberkahan Qurban di Tanah Wakaf: Menebar Manfaat dari Eco Pesantren 1

Suasana penuh semangat dan kekhidmatan menyelimuti kawasan Daarut Tauhiid Eco Pesantren 1, Bandung, pada pelaksanaan Pemotongan Hewan Qurban Berkah 1446 H oleh Sekolah DT Indonesia, Ahad (8/6/2025). Lahan wakaf yang menjadi tempat berdirinya lembaga pendidikan dari jenjang TK hingga SMA boarding ikhwan itu, kembali menjadi saksi pelaksanaan qurban yang tak hanya sarat ibadah, tetapi juga menyentuh sisi sosial dan edukatif.

Tahun ini, meskipun siswa-siswa SMP dan SMA sudah memasuki masa liburan dan pulang ke rumah masing-masing, semangat berbagi tetap terasa dari para guru, staf, dan panitia pelaksana. Sejumlah sapi dan kambing disembelih dengan penuh kehati-hatian sesuai syariat Islam, lalu dagingnya dikemas dan dibagikan kepada warga sekitar dan masyarakat yang membutuhkan.

“Kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan yang sangat dinantikan, tidak hanya oleh keluarga besar Daarut Tauhiid, tapi juga masyarakat sekitar,” ujar salah seorang panitia qurban.

“Bertempat di tanah wakaf, kegiatan ini terasa lebih berkah karena nilai ibadahnya berlipat. Bukan hanya berqurban, tetapi juga menghidupkan wakaf,” lanjutnya.

Warga setempat pun turut menyambut positif kegiatan tersebut. Yayah, warga yang tinggal di sekitar kawasan pesantren, menyatakan rasa syukurnya. “Kami sangat bersyukur. Setiap tahun kami merasakan manfaat dari daging qurban ini. Selain itu, anak-anak kami juga bisa melihat langsung proses penyembelihan dan pembagian dengan cara yang tertib dan islami.”

Bagi Sekolah DT Indonesia, kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran karakter—mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan penguatan nilai-nilai tauhid dalam kehidupan nyata.

Dengan lokasi yang penuh keberkahan dan semangat kolaboratif dari semua pihak, Qurban Berkah 1446 H tahun ini menjadi cermin betapa wakaf, pendidikan, dan ibadah bisa bersinergi untuk membawa manfaat nyata bagi umat. (wakafdt)

Keberkahan Qurban di Tanah Wakaf: Menebar Manfaat dari Eco Pesantren 1 Read More »

Ketika Adzan Menjadi Komando di Daarut Tauhiid

Suasana sunyi tiba-tiba menyelimuti kawasan Daarut Tauhiid ketika suara adzan Dzuhur berkumandang dari pengeras suara Masjid Daarut Tauhiid. Tak ada keramaian di unit-unit usaha, tak terdengar derap langkah cepat atau denting keyboard komputer yang biasa menemani jam-jam produktif. Sebaliknya, satu per satu para santri karya (Sankar) ikhwan terlihat melangkah keluar dari kantornya dengan tenang, namun tegas menuju satu arah: masjid.

Ini bukan kejadian luar biasa. Justru sebaliknya ini adalah pemandangan yang menjadi budaya harian di Daarut Tauhiid, lembaga pesantren dan pemberdayaan berbasis wakaf yang didirikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Di sini, saat adzan Dzuhur dan Ashar berkumandang, semua pekerjaan dihentikan. Tak peduli apakah mereka sedang berada di tengah diskusi penting, deadline laporan, atau pelayanan pelanggan. Komando adzan adalah panggilan yang tak bisa ditunda.

Aa Gym sebagai pendiri sekaligus pembina Daarut Tauhiid, menegaskan pentingnya ikatan lelaki dengan masjid. Dalam sebuah tausiyahnya, beliau pernah berkata, “Lelaki dengan masjid seperti ikan dengan air. Jauh dari masjid seperti ikan jauh dari air. Tidak akan pernah tenteram hidupnya. Oleh karena itu, mudah-mudahan dalam situasi apa pun prioritaskan ke masjid.”

Tak hanya menjadi slogan, prinsip ini telah menjelma menjadi kultur kerja. Bagi para Sankar, waktu salat bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk penghormatan terhadap keberkahan waktu dan tanggung jawab spiritual sebagai hamba Allah. Di atas tanah wakaf yang menjadi fondasi Daarut Tauhiid, langkah-langkah ke masjid menjadi napas yang menghidupkan bukan hanya jiwa, tetapi juga ekosistem kerja yang bernilai ibadah.

Lebih dari sekadar kebiasaan, inilah identitas Daarut Tauhiid. Tempat di mana spiritualitas dan produktivitas tidak berseberangan, melainkan berjalan berdampingan. Masjid bukan pelarian dari kerja, melainkan pusat energi untuk bekerja dengan lebih berkah. (wakafdt)

Ketika Adzan Menjadi Komando di Daarut Tauhiid Read More »

Pengaspalan Dimulai, DTMP Siap Wujudkan Pemakaman Muslim Berwawasan Wakaf Produktif

Proses pembangunan Daarut Tauhiid Memorial Park (DTMP) terus menunjukkan progres signifikan. Pada awal Juni ini, proyek pengaspalan jalan dalam area pemakaman mulai dikerjakan, dengan target tahap pertama mencapai 50 persen. Pekerjaan dimulai dari bagian atas lahan, dilanjutkan ke tengah, dan kemudian ke bagian bawah kawasan.

“Hotmix sudah masuk sekitar 50 persen. Kami mulai dari atas dulu, ke tengah, lalu ke bawah,” ungkap Riyadi Suryana, Manajer Wakaf Produktif Daarut Tauhiid. Progres ini menjadi penanda penting dalam pengembangan DTMP sebagai kawasan pemakaman modern yang nyaman dan terintegrasi secara spiritual.

DTMP merupakan program unggulan dari Wakaf Daarut Tauhiid yang mengusung konsep pemakaman muslim yang tidak hanya menyediakan lahan pemakaman, tetapi juga pelayanan spiritual bagi umat Islam dalam menyongsong akhir hayat yang husnul khatimah.

Berlokasi sekitar 13 menit dari gerbang Tol Baros, DTMP berdiri di atas lahan lima hektare dan dirancang menampung hingga 5.000 lubang makam. Saat ini, 700 lubang telah disiapkan dalam tahap awal pengembangan.

Tak sekadar pemakaman, DTMP dirancang sebagai kawasan wakaf produktif. Rencana jangka panjangnya meliputi pembangunan masjid dan pesantren di area sekitar pemakaman. Dana wakaf yang ditargetkan mencapai Rp25 miliar akan dikelola untuk mendukung operasional serta pembiayaan fasilitas keagamaan tersebut.

Dengan konsep yang menyatukan pelayanan akhir hayat dan pembangunan berkelanjutan melalui wakaf, DTMP menjadi salah satu terobosan dalam pengelolaan pemakaman muslim yang layak, terhormat, dan bernilai ibadah jangka panjang. (wakafdt)

Pengaspalan Dimulai, DTMP Siap Wujudkan Pemakaman Muslim Berwawasan Wakaf Produktif Read More »

Pujasera Cilimus: Transformasi Tanah Wakaf Jadi Pusat Kreatif dan Kuliner UMKM di Kuningan

Sebuah inovasi pembaruan ruang publik tengah berlangsung di Jalan Raya Kuningan–Cirebon. Tanah wakaf seluas 960 meter persegi milik Daarut Tauhiid sedang dipersiapkan menjadi Pujasera Cilimus, pusat kreatif dan kuliner yang memadukan semangat kewirausahaan dengan nilai-nilai sosial dan spiritual.

Pada pertengahan Mei 2025, proses pembangunan dan pengelolaan Pujasera Cilimus resmi dimulai. Tahap awal yang dikerjakan mencakup pembersihan lahan, pembuangan material bekas bangunan, dan perombakan struktur lama guna membuka ruang bagi konsep baru yang segar.

“Progres saat ini baru sekitar 10 persen, fokus pada pembersihan dan persiapan lahan untuk dijadikan resto,” jelas Riyadi Suryana, Manajer Wakaf Produktif Daarut Tauhiid.

Proyek ambisius ini merupakan hasil kolaborasi erat antara nazhir dari Wakaf Daarut Tauhiid sebagai pemilik tanah, manajemen Alunea yang akan menjalankan operasional, serta mitra investor seperti Adira Syariah dan sejumlah investor umum. Kerja sama bertujuan mengoptimalkan aset wakaf untuk pemberdayaan masyarakat secara luas.

Alunea sebagai operator menghadirkan konsep kafe modern bernama Alunia IDs, yang menyasar generasi muda dan para profesional. Tempat ini dirancang tidak hanya sebagai ruang santai dan makan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas kreatif, ruang diskusi, dan tempat kerja kolaboratif. Di sini, para pengunjung bisa berbagi ide seputar pengerjaan tugas akhir kuliah, bisnis, dan inovasi digital dalam suasana yang nyaman dan inspiratif.

Lebih dari itu, Pujasera Cilimus akan menjadi rumah bagi pelaku UMKM lokal. Berbagai tenant disiapkan untuk menampung usaha mikro, kecil, dan menengah yang memproduksi beragam barang dari rumah atau aktif menjajakan produk di lokasi. Dengan demikian, pusat kuliner ini tidak hanya memperkaya pilihan kuliner, tetapi juga mendorong geliat ekonomi lokal.

Riyadi menegaskan, “Target kami adalah grand opening Pujasera Cilimus pada bulan Agustus, bertepatan dengan semangat kemerdekaan Indonesia. Kami ingin menghadirkan ruang yang bisa menjadi simbol kebangkitan kreatif dan kolaborasi masyarakat di Cilimus.”

Semua keuntungan dari pengelolaan Pujasera Cilimus akan dialirkan untuk mendukung program Baitul Quran Daarut Tauhiid Cilimus. Sebuah inisiatif penguatan nilai-nilai Qurani sebagai bagian dari visi pemberdayaan spiritual dan sosial ekonomi masyarakat.

Dengan sinergi antara tanah wakaf, semangat kewirausahaan, dan dukungan investor yang visioner, Pujasera Cilimus diharapkan menjadi contoh nyata. Sebuah tanah tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai ladang harapan, kolaborasi, dan perubahan sosial yang berkelanjutan. (wakafdt)

Pujasera Cilimus: Transformasi Tanah Wakaf Jadi Pusat Kreatif dan Kuliner UMKM di Kuningan Read More »

Reuni Penuh Cinta Al-Quran di Tanah Wakaf yang Penuh Berkah

Suasana hangat dan haru menyelimuti Dome Central V, Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, Ahad (1/6/2025). Sebanyak lebih kurang 240 alumni Baitul Quran Daarut Tauhiid (BQ DT) dari angkatan 1 hingga 19 berkumpul dalam agenda Temu Alumni BQ DT. Sebuah momen langka yang menyatukan kembali para pecinta Al-Quran dalam pelukan ukhuwah dan semangat dakwah.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB itu tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Ia menjadi saksi bisu bertemunya generasi Qurani dari berbagai latar belakang dan daerah, yang dulunya ditempa di lingkungan penuh nilai: Daarut Tauhiid. Ada yang kini menjadi pengajar Al-Quran, ada pula yang melanjutkan dakwah di tengah profesinya masing-masing.

Dome Central V, tempat acara berlangsung, berdiri di atas tanah wakaf yang menjadi bagian dari amal jariyah para pewakif dan donatur. Maka, setiap kebaikan yang terlahir dari tempat ini, termasuk berkumpulnya para alumni penghafal Quran, insya Allah menjadi aliran pahala yang terus mengalir. Temu Alumni BQ DT bukan hanya memperkuat ikatan emosional para lulusan, tetapi juga menjadi penguat keberkahan dari wakaf itu sendiri.

“Tempat ini adalah saksi perjuangan kami dulu saat menghafal Al-Quran. Kembali ke sini seperti pulang ke rumah,” ujar salah satu alumni dengan mata berbinar.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa wakaf bukan hanya investasi akhirat bagi yang mewakafkan, tetapi juga ruang lahirnya perubahan. Di sinilah nilai-nilai Qurani tumbuh dan berkembang, menjelma menjadi amal nyata di masyarakat.

Dengan hadirnya ratusan alumni dan semangat kebersamaan yang terasa kental, Temu Alumni BQ DT 2025 membuktikan bahwa cinta kepada Al-Quran dan ukhuwah yang dibangun di atas keikhlasan tidak lekang oleh waktu. Dan selama wakaf terus dijaga dan dimakmurkan, keberkahan seperti ini akan terus tumbuh. (wakafdt)

Reuni Penuh Cinta Al-Quran di Tanah Wakaf yang Penuh Berkah Read More »

Anak TK Belajar Haji di Lahan Wakaf

Suasana haru dan semangat mewarnai lingkungan PG & TK Daarut Tauhiid pada Rabu, 28 Mei 2025. Sebanyak 138 siswa dari Playgroup, TK A, dan TK B, serta beberapa siswa dari TK Daarut Tauhiid Cicadas, tampak antusias mengikuti kegiatan bertema Rindu Baitullah. Dalam balutan kain ihram mini dan senyum polos yang tulus, anak-anak menjalani simulasi rangkaian ibadah haji. Mulai dari tawaf hingga melempar jumrah, seolah mereka benar-benar menjadi tamu Allah di Tanah Suci.

Kegiatan ini bukan sekadar permainan peran. Ia adalah bagian dari upaya PG & TK Daarut Tauhiid untuk memperkenalkan makna rukun Islam kelima sejak usia dini, dengan pendekatan yang menyenangkan dan penuh makna.

“Masya Allah tabarakallah, kegiatan ini bertujuan agar anak-anak mengenal ibadah haji lebih dekat dan menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT serta kerinduan untuk suatu hari nanti bisa mengunjungi Baitullah,” ungkap pihak humas PG & TK Daarut Tauhiid.

Yang menjadikan kegiatan ini semakin istimewa adalah tempat pelaksanaannya yakni di lingkungan PG & TK Daarut Tauhiid yang berdiri kokoh di atas aset wakaf. Setiap canda tawa anak-anak, setiap sujud kecil yang dilakukan, dan setiap doa yang terucap di sini adalah bagian dari keberkahan wakaf yang terus mengalir.

Apalagi, kegiatan ini hadir menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Jumat, 6 Juni mendatang. Maka, kegiatan Rindu Baitullah menjadi pemanasan ruhani sekaligus penyemaian makna Qurban: tentang cinta, ketaatan, dan harapan untuk suatu hari benar-benar menjadi tamu Allah di Makkah.

Dengan digelarnya kegiatan edukatif di tanah wakaf ini, Daarut Tauhiid membuktikan bahwa wakaf bukan hanya membangun bangunan, tetapi juga membangun jiwa. Dari tempat ini, lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki cinta mendalam kepada Allah dan agamanya.

Semoga langkah-langkah kecil mereka hari ini menjadi pijakan awal menuju Baitullah yang sebenarnya. Aamiin ya rabbal ‘alamin. (wakafdt)

Anak TK Belajar Haji di Lahan Wakaf Read More »

Dari Tanah Wakaf, Lahir Harapan Difabel

Satu langkah penuh makna ditorehkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pengelola Wakaf Daarut Tauhiid dan lembaga sosial Karya Cacat Berdikari (KCB) pada pertengahan Mei lalu. Kolaborasi ini menandai dimulainya program optimalisasi aset wakaf berupa tanah dan bangunan seluas 3.000 meter persegi di wilayah Tigaraksa, Tangerang yang akan difungsikan sebagai sentra pelatihan dan produksi konveksi untuk para penyandang disabilitas.

KCB, lembaga yang dikenal dengan dedikasinya dalam pemberdayaan difabel, dipercaya menjadi mitra utama dalam pengelolaan program ini. Visi mereka sederhana namun kuat, yakni para difabel tidak hanya diberi pelatihan keterampilan menjahit, tetapi juga pendampingan penuh mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Bahkan hingga pasca-pemasaran, aspek penting seperti quality control tetap dikawal, memastikan produk yang dihasilkan memiliki standar dan daya saing di pasar.

“Difabel itu punya potensi besar untuk mandiri, asalkan mereka dibimbing dan didampingi secara berkelanjutan,” ujar Riyadi Suryana, Manajer Wakaf Produktif Daarut Tauhiid.

Dengan memanfaatkan tanah wakaf sebagai lahan operasional—yang secara sosial bahkan bisa digunakan secara gratis—serta alat-alat produksi yang diperoleh dari bantuan CSR dan hibah, program ini menekan biaya operasional seminimal mungkin agar hasil kerja para difabel bisa memberikan manfaat yang nyata.

Ke depan, sentra ini akan difungsikan sebagai unit konveksi yang menerima berbagai order jahitan. Hasil produksinya diharapkan menjadi sumber penghasilan yang layak bagi para penyandang disabilitas, sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk berkarya.

Aset wakaf yang dikelola untuk pemberdayaan ini tak hanya menunjukkan potensi ekonomi sosial dari lahan tidur, tapi juga memuliakan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam sinergi yang terjalin ini, para difabel menjadi target utama penyaluran manfaat wakaf (mauqufalaih) yang bukan hanya diberdayakan, tetapi juga dimuliakan sebagai bagian dari solusi. (wakafdt)

Dari Tanah Wakaf, Lahir Harapan Difabel Read More »