Masjid Daarut Tauhiid Bandung kembali dipenuhi jemaah pada Kamis malam, 12 Juni 2025, dalam kajian rutin Ma’rifatullah yang diselenggarakan selepas salat Isya. Meskipun KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) selaku pengisi tetap belum kembali dari Tanah Suci Mekkah, kajian tetap berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Menandai komitmen Masjid Daarut Tauhiid sebagai masjid wakaf yang hidup dan terus menyala dalam ilmu.
Kajian malam itu disampaikan secara daring oleh Aa Gym melalui platform Zoom, menyapa para jemaah dari kejauhan. Setelahnya, tausiyah dilanjutkan secara langsung oleh Ustadz Dr. H. Mulyadi Al Fadhil, S.Sos.I, M.Pd., Ketua STAI Daarut Tauhiid Bandung. Kombinasi antara tausiyah daring dan luring ini tak menyurutkan semangat para jemaah, termasuk para santri karya untuk hadir dan menyimak.
“Setiap ikut kajian di Masjid Daarut Tauhiid, rasanya selalu beda. Meski Aa Gym tidak hadir secara langsung malam ini, suasananya tetap hangat dan membawa ketenangan,” ujar Asep, salah satu santri karya yang mengikuti kajian.

Antusiasme terlihat sejak selepas Magrib. Karpet masjid yang luas perlahan terisi oleh para jemaah dari berbagai kalangan—warga sekitar, santri, mahasiswa, hingga para pegiat dakwah. Banyak yang datang khusus untuk mendalami hakikat ma’rifatullah, mengenal Allah lebih dekat yang menjadi inti dari dakwah Aa Gym selama ini.
Masjid Daarut Tauhiid sendiri merupakan masjid wakaf yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat penyebaran ilmu dan nilai-nilai tauhid. Setiap hari, berbagai kajian keislaman diadakan rutin, mulai dari tafsir, fikih, adab, hingga motivasi spiritual. Keberkahan masjid ini terasa dari semangat para jemaah yang terus hadir, meski dalam kondisi terbatas sekalipun.
Dan kehadiran santri karya serta jemaah umum yang tetap membludak meski tanpa kehadiran fisik Aa Gym, seakan menjadi cerminan bahwa dakwah dan ilmu telah menancap kuat di hati umat. Semangat yang tak padam itu adalah buah dari keberkahan wakaf ketika dikelola secara amanah dan produktif. (wakafdt)
