Wakaf Daarut Tauhiid

Keberkahan di Atas Lahan Wakaf: Semangat Yati dalam Tasyakuran Qurban Santri Karya

Mentari pagi belum tinggi saat langkah-langkah penuh semangat mengarah ke Dome Central V Daarut Tauhiid. Di antara para santri karya yang hadir, tampak Yati—salah seorang santri akhwat—berjalan cepat dengan wajah berseri. Hari ini bukan hari biasa, karena tausiyah rutin yang biasa ia ikuti setiap Jumat pagi terasa lebih istimewa: diikuti dengan tasyakuran dan makan bersama daging qurban.

Acara Tausiyah dan Tasyakuran Qurban Santri Karya ini digelar pada Jumat, 13 Juni 2025, pukul 07.30 WIB di Dome Central V, salah satu pusat kegiatan Daarut Tauhiid yang berdiri kokoh di atas lahan wakaf. Lahan yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, namun juga menjadi sumber keberkahan dalam membentuk karakter dan kebersamaan para santri karya.

Tausiyah pagi itu disampaikan oleh Ustadz Budi Prayitno, menggantikan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang sedang menunaikan ibadah haji. Meski sempat merasa rindu mendengar suara khas Aa Gym, Yati justru menemukan makna mendalam dari materi yang disampaikan Ustadz Budi, yakni tentang Esensi Spiritual Ibadah Haji dalam Membangun Kinerja dan Loyalitas.

“Rasanya seperti diingatkan kembali, kalau kerja keras kita di sini juga bisa menjadi ladang ibadah kalau niatnya benar,” ujar Yati usai acara. “Dan ketika disampaikan di tempat seperti Dome Central V ini, saya merasa doa-doa itu lebih mudah naik ke langit,” tambahnya sambil tersenyum.

Tasyakuran yang menyusul selepas tausiyah menambah kehangatan pagi itu. Potongan-potongan daging qurban yang telah disembelih beberapa hari lalu kini tersaji dalam bentuk hidangan sederhana tapi penuh makna. Bagi Yati, bukan hanya rasa syukurnya yang bertambah, tapi juga rasa kebersamaan dengan sesama santri karya.

“Dome ini bukan hanya bangunan, tapi saksi semangat kami. Dulu mungkin lahan ini kosong, sekarang jadi tempat belajar, beribadah, dan berbagi,” kata Yati sambil menatap langit-langit Dome yang tinggi. Lahan wakaf yang menjadi tempat berdirinya Dome Central V, menurutnya adalah simbol nyata bahwa kebaikan yang ditanam akan tumbuh dan berbuah, seperti pagi ini.

Dalam suasana hangat, senyum dan obrolan santri karya saling bersahutan. Di tengah aroma hidangan qurban dan gema tausiyah yang masih membekas, Yati tahu, kebersamaan di atas lahan wakaf ini adalah nikmat yang tak semua orang rasakan. Sebuah keberkahan yang patut dijaga dengan kerja, doa, dan loyalitas. (wakafdt)