Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Masjid Eco Wakaf Tanam 1.000 Pohon, Cegah Banjir dan Krisis Lingkungan di Bogor

WAKAFDT.OR.ID | BOGOR — Sebagai respons terhadap bencana banjir di Sumatera dan krisis lingkungan, Jamil Azzaini beserta para pendiri Kampoong Ecopreneur meresmikan pembangunan Masjid Eco Wakaf di Leuwisadeng, Bogor pada (21/12/2025).

Proyek di atas lahan wakaf seluas 1,5 hektar ini mengusung konsep Wakaf Produktif Berbasis Lingkungan. Poin-poin utama dari inisiatif ini meliputi:

  • Dakwah Lingkungan: Pembagian 1.000 bibit pohon sebagai aksi nyata mitigasi bencana ekologis.
  • Pemberdayaan Ekonomi: Program budidaya madu klanceng untuk warga sekitar agar mandiri secara finansial.
  • Kesehatan Mental: Pembangunan “Kampoong Hening” sebagai pusat ecotherapy.
  • Wakaf Produktif: Pengelolaan aset bisnis (seperti STIFIn dan Hara Chicken) yang hasilnya digunakan untuk kemaslahatan umat dan lapangan kerja disabilitas.

Konsep Masjid Eco Wakaf ini memiliki benang merah yang sangat kuat dengan pilar-pilar wakaf yang dijalankan oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di Pesantren Daarut Tauhiid. Berikut adalah analisis keterkaitannya:

1. Konsep Eco Pesantren dan Wakaf Lingkungan

Daarut Tauhiid dikenal dengan konsep Eco Pesantren. Sama halnya dengan Masjid Eco Wakaf yang membagikan pohon, DT telah lama mempraktikkan wakaf yang berorientasi pada kelestarian alam.

Di DT, wakaf tidak hanya berbentuk bangunan, tetapi juga pengelolaan sanitasi yang bersih, penanaman pohon, dan menciptakan lingkungan yang asri sebagai sarana dzikir. Keduanya sepakat bahwa menjaga alam adalah bagian dari amanah wakaf.

2. Wakaf Produktif untuk Kemandirian Umat

Kampoong Ecopreneur mengelola unit bisnis untuk mendanai kegiatannya. Hal ini sejalan dengan Wakaf DT yang mengelola berbagai lini usaha (seperti Cottage DT, MQ Grup, dan retail).

Hasil dari wakaf produktif di DT digunakan untuk membiayai operasional pesantren dan beasiswa santri, sehingga wakaf tidak bersifat statis, melainkan terus mengalirkan manfaat ekonomi.

3. Pemberdayaan Masyarakat dan Kelompok Marjinal

DT memiliki semangat serupa melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah dan perhatian khusus pada kaum dhuafa serta disabilitas.

Wakaf di kedua lembaga ini bertujuan untuk mengubah mauquf ‘alaih (penerima manfaat) menjadi muwakif atau setidaknya individu yang mandiri secara ekonomi.

4. Integrasi Spiritualitas dan Kesehatan Mental

Hadirnya “Kampoong Hening” untuk kesehatan mental sangat relevan dengan metode dakwah DT. Melalui manajemen Qolbu (MQ), DT menjadikan aset wakafnya sebagai tempat pelatihan diri (diklat) untuk meraih ketenangan hati.

Baik Masjid Eco Wakaf maupun DT memandang bahwa fungsi masjid harus melampaui tempat shalat, yakni menjadi pusat solusi atas krisis mental masyarakat modern.

Langkah yang diambil oleh Kampoong Ecopreneur merupakan penguatan dari model Wakaf Terpadu yang juga dipraktikkan oleh Daarut Tauhiid.

Keduanya membuktikan bahwa wakaf adalah instrumen Islam yang paling efektif untuk menjawab tantangan zaman—mulai dari krisis ekologi, kemiskinan, hingga kesehatan mental—secara berkelanjutan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Masjid Eco Wakaf Tanam 1.000 Pohon, Cegah Banjir dan Krisis Lingkungan di Bogor Read More »

Sinergi Wakaf dan Pendidikan: Mencetak Pemimpin Berkarakter Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan pesantren. Wahid Abdullah Hadi Rayyan, Ketua OSIS Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Daarut Tauhiid masa bakti 2025/2026.

Ia terpilih untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) yang diselenggarakan oleh Direktorat Kepesantrenan Kementerian Agama RI.

Acara yang berlangsung pada 17–19 Desember 2025 di Kampung Wisata Gowes ini bertujuan untuk:

  • Mengasah Integritas: Membekali santri dengan kecakapan manajerial dan kepemimpinan yang jujur.
  • Penguatan Karakter: Menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab berlandaskan nilai-nilai Islam.
  • Kaderisasi Umat: Menyiapkan ketua OSIS sebagai penggerak budaya organisasi yang islami dan konstruktif di lingkungan pesantren.

Pemanfaatan Aset Wakaf dalam Pendidikan Santri

Keberhasilan santri seperti Wahid dalam mengakses pendidikan berkualitas hingga ke level nasional tidak lepas dari peran strategis Wakaf Daarut Tauhiid.

Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan berbagai jenjang sekolah di DT berdiri dan berkembang di atas tanah serta bangunan yang merupakan hasil dari kedermawanan para muwakif (pewakaf).

Setiap harinya, ribuan anak sekolah di Daarut Tauhiid merasakan manfaat langsung dari aset wakaf ini melalui:

  • Fasilitas Belajar yang Representatif: Ruang kelas, asrama, hingga laboratorium yang dibangun dari dana wakaf menjadi saksi bisu tumbuh kembangnya calon pemimpin bangsa. Aset ini memastikan santri dapat belajar dengan nyaman dan fokus pada pendalaman ilmu agama serta sains.
  • Lingkungan yang Kondusif: Pemanfaatan lahan wakaf untuk area olahraga dan ruang terbuka hijau memungkinkan santri seperti Wahid untuk melatih fisik dan mental secara seimbang, sebagaimana filosofi “Kuat Fisik, Bersih Hati” yang diajarkan di DT.
  • Akses Pendidikan bagi Semua: Melalui pengelolaan wakaf produktif, Pesantren DT mampu memberikan subsidi serta beasiswa bagi santri berprestasi maupun yang membutuhkan, sehingga pendidikan berkualitas tinggi tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi menjadi jembatan perbaikan nasib bagi banyak keluarga.

Keikutsertaan santri DT dalam pelatihan kepemimpinan tingkat nasional ini adalah bukti nyata bahwa investasi wakaf tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik bangunan.

Wakaf telah bertransformasi menjadi investasi manusia (human investment) yang melahirkan pemimpin-pemimpin muda berakhlakul karimah, yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan agama di masa depan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sinergi Wakaf dan Pendidikan: Mencetak Pemimpin Berkarakter Tauhiid Read More »

Krisis Kesehatan Mental di Israel: Ancaman Ekonomi Rp 2 Kuadriliun Akibat Trauma Perang

WAKAFDT.OR.ID | TEL AVIV — Kerugian akibat konflik bersenjata ternyata jauh melampaui kerusakan bangunan dan biaya alutsista. Laporan terbaru dari Pusat Natal Israel mengungkap adanya “bom waktu” berupa trauma psikologis massal yang mengancam stabilitas ekonomi dan sosial dalam jangka panjang.

Dikutip dari Aljazeera (24/12/2025), serangan 7 Oktober 2023 dan rangkaian perang yang mengikutinya telah memicu gelombang stres pascatrauma (PTSD) yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara tersebut.

Beban Ekonomi yang Tersembunyi

Jurnalis Mayan Hoffman melalui laporan di The Media Line memproyeksikan bahwa Israel harus menanggung beban biaya hingga 500 miliar shekel (sekitar Rp 2 kuadriliun) dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Biaya fantastis ini muncul bukan hanya dari pengobatan langsung, melainkan dari dampak tidak langsung seperti:

  • Penurunan Produktivitas: Banyak pekerja profesional (seperti insinyur) kehilangan kemampuan bekerja secara efisien akibat kelelahan mental.
  • Krisis Modal Manusia: Generasi produktif usia 25–38 tahun mulai meninggalkan bidang keahlian mereka karena trauma.
  • Beban Kesehatan Masyarakat: Lonjakan penyakit jantung, stroke yang dipicu stres, hingga ketergantungan obat-obatan terlarang dan opioid.

Lonjakan Gangguan Psikologis (PTSD) Hingga 30%

Laporan tersebut memperingatkan bahwa tingkat gangguan stres pascatrauma di Israel diprediksi akan mencapai 30% dari total populasi. Angka ini jauh melampaui rata-rata global.

Sekitar 600 ribu warga diperkirakan akan mengalami gangguan fungsi dalam belajar dan bekerja, dengan puluhan ribu di antaranya membutuhkan intervensi medis kronis. Dampak sosial lainnya yang mulai terlihat meliputi:

  • Peningkatan tajam kecelakaan lalu lintas fatal.
  • Eskalasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
  • Meningkatnya tren penggunaan obat penenang.

Menariknya, laporan ini memberikan sudut pandang alternatif: Investasi dini pada kesehatan mental adalah langkah ekonomi yang rasional.

Mengacu pada studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap $1 yang diinvestasikan untuk pengobatan depresi dan kecemasan dapat menghasilkan keuntungan $4 dalam bentuk produktivitas yang meningkat.

Pusat Natal mendesak pemerintah untuk melakukan reformasi struktural, termasuk integrasi layanan psikologis di tempat kerja dan sekolah.

Fenomena Bunuh Diri di Kalangan Militer

Pakar studi prediktif, Dr. Walid Abdul Hayi, dalam kajiannya di Pusat Zaytuna, menyoroti konsekuensi fatal dari gangguan psikologis ini, yakni meningkatnya angka bunuh diri.

Data menunjukkan adanya tren kenaikan kasus bunuh diri di kalangan tentara Israel pasca-serangan Hamas. Hal ini menjadi perhatian serius para psikolog mengingat posisi Israel yang sebelumnya sudah memiliki tingkat bunuh diri yang signifikan di kawasan tersebut. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Krisis Kesehatan Mental di Israel: Ancaman Ekonomi Rp 2 Kuadriliun Akibat Trauma Perang Read More »

Membentuk Karakter Peduli Sejak Dini: Siswa TK & SD DT Bandung Gelar Charity untuk Bencana Aceh

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Menanamkan rasa empati dan kepedulian sosial merupakan investasi karakter terbaik bagi anak usia dini.

Semangat inilah yang ditunjukkan oleh para siswa TK dan SD Daarut Tauhiid (DT) Kota Bandung melalui aksi nyata bertajuk Market Day and Charity.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat.

Melalui acara ini, sekolah tidak hanya mengasah kreativitas siswa, tetapi juga menyuburkan fitrah nurani untuk saling membantu sesama.

Kegiatan Market Day ini merupakan bagian dari implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Di sini, para siswa diajak untuk mempraktikkan langsung nilai-nilai luhur dalam keseharian, seperti:

  1. Kejujuran dan Amanah: Menjaga integritas dalam proses jual beli.
  2. Kerja Sama: Berkolaborasi antar teman dalam menyiapkan dagangan.
  3. Karakter Rasulullah: Meneladani akhlak mulia dalam berinteraksi dengan pembeli.

Seluruh keuntungan dan penggalangan dana dari kegiatan ini berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1.160.000. Dana tersebut telah disalurkan melalui lembaga amil zakat nasional, DT Peduli, untuk segera didistribusikan kepada para penyintas bencana di Aceh.

Belajar di Atas Tanah Keberkahan: Aset Wakaf Daarut Tauhiid

Penting untuk diketahui bahwa proses belajar mengajar dan pembentukan karakter para siswa ini berlangsung di lingkungan yang penuh keberkahan.

Gedung dan fasilitas sekolah yang digunakan oleh siswa TK dan SD DT merupakan aset wakaf produktif Daarut Tauhiid.

Tanah wakaf ini menjadi saksi bisu tumbuh kembangnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya secara spiritual.

Dengan belajar di atas aset wakaf, setiap aktivitas pendidikan di dalamnya diharapkan mengalirkan pahala jariyah bagi para muwakif (pewakaf) sekaligus menjadi wasilah keberkahan bagi para siswa.

Harapan dan Sinergi Sekolah-Orang Tua

Humas TK SD DT Kota Bandung, Abdurrahman, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari guru, komite sekolah, hingga wali murid.

“Kami berharap donasi ini menjadi amal jariyah dan pemberat timbangan kebaikan bagi seluruh keluarga besar Ayah Bunda yang telah mendukung. Semoga nilai empati ini terus tumbuh dalam diri siswa sebagai bekal kehidupan mereka di masa depan,” ujar Abdurrahman.

Melalui sinergi antara pendidikan karakter, praktik ekonomi kreatif, dan dukungan fasilitas berbasis wakaf, sekolah berharap dapat mencetak generasi “Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar” yang bermanfaat bagi bangsa. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Membentuk Karakter Peduli Sejak Dini: Siswa TK & SD DT Bandung Gelar Charity untuk Bencana Aceh Read More »

Wujudkan Amanah, Wakaf DT Kembali Kirim 7.000 Mushaf Al-Qur’an ke Wilayah Sumatera

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an dan membantu penyintas bencana di tanah air.

Pada Senin (22/12/2025), Wakaf DT kembali melepas pengiriman sebanyak 7.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an untuk didistribusikan ke wilayah Sumatera, meliputi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Pengiriman dalam jumlah besar ini merupakan tahap lanjutan dari aksi serupa. Pada pekan sebelumnya, Wakaf DT tercatat telah mengirimkan sebanyak 3.000 eksemplar mushaf ke wilayah yang sama.

Dengan demikian, total sudah ada 10.000 mushaf Al-Qur’an yang bergerak menuju tangan masyarakat dan anak-anak di serambi Mekkah dan sekitarnya.

Menunaikan Amanah Muwakif

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Wakaf DT yang bersinergi dengan DT Peduli dalam mengelola dan menyalurkan titipan dari para muwakif (pewakaf) serta donatur.

“Pengiriman hari ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk menunaikan amanah yang telah dititipkan oleh para muwakif dan donatur melalui Wakaf DT dan DT Peduli. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang diwakafkan segera berubah menjadi keberkahan dalam bentuk mushaf yang dibaca dan dipelajari,” ujar perwakilan manajemen Wakaf DT di sela-sela pelepasan armada pengiriman.

Fokus Distribusi: Sumbar, Sumut, dan Aceh

Pemilihan wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh bukan tanpa alasan. Selain karena kebutuhan rutin akan mushaf yang tinggi di pesantren dan masjid, wilayah-wilayah ini juga tengah dalam masa pemulihan pascabencana yang sempat menghanyutkan banyak harta benda, termasuk Al-Qur’an.

Kehadiran 7.000 mushaf baru ini diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat mengaji di pelosok Sumatera, memperkuat dakwah Islam, serta menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para pewakaf.

Sinergi antara Wakaf DT dan DT Peduli akan terus berlanjut guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, menjangkau wilayah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan mushaf Al-Qur’an yang layak. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wujudkan Amanah, Wakaf DT Kembali Kirim 7.000 Mushaf Al-Qur’an ke Wilayah Sumatera Read More »

Momen Hari Ibu, Aa Gym Kirim Pesan untuk Para Anak

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Momentum Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember menjadi saat yang tepat untuk merenungi kembali makna bakti kepada orang tua.

Dalam video singkatnya, KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym, memberikan pesan menyentuh tentang kedudukan seorang ibu yang begitu mulia dalam pandangan Islam.

Ibu Sebagai Perantara Nikmat Penciptaan

Aa Gym mengingatkan bahwa nikmat pertama yang dirasakan setiap manusia adalah nikmat penciptaan. Dari yang sebelumnya tiada, Allah Ta’ala menciptakan kita melalui perantara orang tua.

“Kita disimpan di rahim ibu: mengandung dalam berat, melahirkan dengan sakit yang tak terkira, hingga menyusui dengan ketulusan. Itulah mengapa Rasulullah SAW menekankan hingga tiga kali sebutan ‘Ibumu, ibumu, ibumu,’ baru kemudian ayahmu,” tutur Aa Gym.

Jalan Terdekat Menuju Surga

Dalam pesannya, Aa Gym menekankan bahwa kemuliaan hidup tidak hanya diraih melalui banyaknya amal ibadah ritual, melainkan juga melalui kualitas bakti kepada orang tua.

]Meskipun secara manusiawi tidak ada ibu yang sempurna, namun Allah Ta’ala telah menetapkan rida-Nya ada pada rida orang tua.

“Tidak ada ibu yang sempurna, tapi surga tidak salah memilih pintunya,” tegas Aa Gym.

Bakti kepada ibu merupakan jalan tol menuju kemuliaan dunia dan akhirat. Walaupun seorang anak tidak akan pernah bisa membalas jasa orang tua sepenuhnya, Islam memberikan panduan sederhana namun mendalam untuk memuliakan mereka.

Langkah Sederhana Memuliakan Ibu

Aa Gym mengajak setiap Muslim untuk mulai mempraktikkan “Adab Mulia” kepada ibu melalui empat hal sederhana:

  1. Senyum Paling Cerah: Memberikan ekspresi wajah yang menyejukkan hati orang tua.
  2. Qaulan Karima: Menggunakan kata-kata yang santun dan nada bicara yang terbaik (lemah lembut).
  3. Adab Mendengarkan: Tidak memotong pembicaraan mereka dan mendengarkan dengan penuh hormat.
  4. Amal Ikhlas: Melayani dan membantu orang tua tanpa pamrih, sebagaimana mereka mengurus kita sewaktu kecil tanpa pernah menuntut balasan.

Momentum Hari Ibu ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi titik balik bagi setiap anak untuk semakin tulus bersimpuh dan berbakti kepada ibundanya masing-masing. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Momen Hari Ibu, Aa Gym Kirim Pesan untuk Para Anak Read More »

Lantunan yang Terhenti: Anak-Anak Penyintas Banjir Sumatera Rindukan Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA – Di tengah kepungan air dan lumpur yang merendam pemukiman, sebuah pemandangan menyentuh hati terlihat di posko-posko pengungsian di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Anak-anak penyintas banjir bukan hanya menanyakan kapan mereka bisa pulang, tetapi juga menanyakan keberadaan mushaf Al-Qur’an dan Iqra mereka yang hilang diterjang arus.

Bagi mereka, mengaji bukan sekadar rutinitas, melainkan “obat” penenang di tengah trauma bencana. Namun, realita di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan:

  • Mushaf Rusak & Hanyut: Ribuan mushaf di rumah warga, masjid, dan madrasah terendam air berlumpur, sobek, bahkan hilang terbawa banjir bandang.
  • Aktivitas Mengaji Terhenti: Tanpa adanya mushaf yang layak, kegiatan belajar mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) darurat menjadi terhambat.
  • Kebutuhan Spiritual: Di masa pemulihan trauma (trauma healing), kehadiran Al-Qur’an sangat mendesak sebagai sarana penguatan mental dan spiritual bagi para pengungsi, khususnya generasi muda.

Seorang anak di salah satu posko pengungsian mengungkapkan, “Al-Qur’an saya basah kena lumpur, tidak bisa dibaca lagi. Saya rindu mau mengaji sama teman-teman supaya tidak takut lagi.”

Wakaf DT Kirim 10.000 Mushaf untuk Terangi Sumatera

Merespons kondisi darurat tersebut, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bergerak cepat melalui program Wakaf Mushaf Al-Qur’an.

Sebagai langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Wakaf DT mengirimkan sebanyak 10.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an ke tiga provinsi terdampak paling parah.

Penyaluran ini difokuskan untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses namun memiliki kebutuhan tinggi, antara lain:

  • Sumatera Barat: Distribusi ke wilayah Padang dan sekitarnya yang terdampak banjir bandang dan longsor.
  • Sumatera Utara: Pengiriman menuju Medan, Langkat, dan daerah pesisir yang terendam banjir cukup lama.
  • Aceh: Fokus pada wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur yang mengalami kerusakan fasilitas ibadah cukup signifikan.

Misi Pemulihan Spiritual

Program ini tidak hanya sekadar membagikan Al-Qur’an, tetapi merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kembali syiar Islam di lokasi bencana.

“Kami berharap dengan hadirnya 10.000 mushaf ini, anak-anak dan warga kembali memiliki harapan. Al-Qur’an adalah sumber kekuatan utama bagi seorang mukmin dalam menghadapi ujian,” ujar perwakilan dari Wakaf DT.

Pengiriman dilakukan menggunakan jalur kargo cepat agar mushaf-mushaf tersebut dapat segera digunakan di masjid-masjid darurat dan sekolah-sekolah di wilayah pengungsian.

Melalui kolaborasi dengan DT Peduli di tiap cabang daerah, dipastikan bantuan ini jatuh ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Lantunan yang Terhenti: Anak-Anak Penyintas Banjir Sumatera Rindukan Al-Qur’an Read More »

Penyelesaian Asrama & Kelas di Lantai Dasar Masjid DT Rahmatan Lil’alamin Lubuklinggau Kembali Berjalan

WAKAFDT.OR.ID | LUBUKLINGGAU – Pembangunan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin di kawasan Wakaf Terpadu Daarut Tauhiid (DT) Lubuklinggau terus menunjukkan progres positif.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian struktur balkon lantai dua serta tahap pengecatan ruang kelas dan asrama yang berada di lantai dasar.

Aset wakaf yang dikelola oleh DT Peduli Lubuklinggau ini dirancang untuk menjadi pusat dakwah dan pendidikan yang terintegrasi.

Meskipun proses pembangunan masih berjalan, suasana di lokasi proyek tetap terlihat dinamis dengan aktivitas para pekerja bangunan yang bersinergi dengan kegiatan belajar mengajar.

Meski progres fisik belum mencapai 100%, hal tersebut tidak menghalangi kebermanfaatan bangunan ini. Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin telah aktif digunakan secara maksimal oleh para santri dan warga sekitar.

Lantai dasar yang kini sedang dalam tahap pengecatan, sudah difungsikan sebagai ruang kelas untuk menimba ilmu serta asrama bagi para santri tahfidz. Kehadiran masjid ini menjadi jantung aktivitas ibadah dan sosial di lingkungan wakaf terpadu tersebut.

Kepala Kantor Layanan DT Peduli Lubuklinggau menyampaikan bahwa sejak awal pembangunan, semangat menghidupkan masjid telah ditekankan.

“Alhamdulillah, progres saat ini sedang pada pembuatan dak balkon lantai dua. Sembari pembangunan berjalan, aktivitas santri tidak berhenti. Warga sekitar juga sudah aktif memanfaatkan masjid untuk salat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya.

Pengecatan area kelas dan asrama dilakukan guna memberikan kenyamanan lebih bagi para santri yang menetap, sehingga proses menghafal Al-Qur’an dan belajar dapat berjalan lebih kondusif.

Sebagai aset wakaf, pembangunan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin ini merupakan wujud nyata kepedulian para muwakif (pewakaf) dalam menyediakan sarana ibadah yang layak.

DT Peduli Lubuklinggau berkomitmen untuk memastikan amanah wakaf ini dikelola dengan profesional agar terus mengalirkan keberkahan bagi masyarakat luas.

Pihak pengelola juga tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam menuntaskan pembangunan masjid ini, agar fasilitas pendukung pendidikan dan ibadah di Lubuklinggau semakin lengkap dan nyaman bagi generasi penghafal Al-Qur’an di masa depan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Penyelesaian Asrama & Kelas di Lantai Dasar Masjid DT Rahmatan Lil’alamin Lubuklinggau Kembali Berjalan Read More »

Haru, Gema Adzan Kembali Menggema di Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG – Suasana haru menyelimuti Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, saat suara adzan kembali berkumandang dari menara Masjid Baitil Makmur pada Jumat siang (12/12/2025).

Untuk pertama kalinya sejak diterjang banjir bandang dahsyat pada 26 November lalu, warga desa akhirnya bisa melaksanakan ibadah shalat Jumat berjamaah di tengah puing-puing sisa bencana.

Kehadiran jamaah yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga para sesepuh desa menciptakan atmosfer yang emosional. Setelah dua pekan kehilangan tempat bernaung dan ruang ibadah, momen ini terasa seperti perayaan hari raya.

Warga saling berpelukan dan bersalaman dengan air mata yang menetes, mensyukuri kesempatan untuk kembali bersujud di rumah Allah meski kondisi desa masih dalam keadaan lumpuh total.

Tangis Syukur di Tengah Lumpur

Muchtar, salah satu sesepuh Desa Sekumur, tidak mampu membendung isak tangisnya usai menunaikan ibadah. Baginya, bisa kembali shalat di masjid adalah sebuah keajaiban yang sulit dipercaya.

Ia mengingat kembali betapa mencekamnya peristiwa pada 26 November tersebut, di mana air bah setinggi atap menghantam permukiman mereka.

“Masjid ini pun hampir tenggelam saat itu. Syukur alhamdulillah, berkat bantuan tulus dari para relawan, kami bisa kembali shalat berjamaah setelah 15 hari lamanya tidak mendengar suara adzan di sini,” ungkap Muchtar dengan suara bergetar.

Ia mengaku sangat merindukan suasana ibadah di masjid selama masa-masa sulit pascabencana. Bagi warga, masjid bukan sekadar bangunan, melainkan jantung kehidupan sosial mereka. Muchtar berkali-kali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulihan masjid tersebut.

Gotong Royong Melawan Endapan Lumpur

Sebelumnya, kondisi Masjid Baitil Makmur sangat memprihatinkan. Meskipun menjadi satu-satunya bangunan yang tetap berdiri tegak saat rumah-rumah warga hancur rata dengan tanah, masjid tersebut sempat tidak bisa digunakan karena tertimbun lumpur pekat setinggi 60 sentimeter.

Proses pembersihan semula dianggap mustahil dilakukan oleh warga sendirian, mengingat mereka juga harus fokus membangun gubuk-gubuk darurat di atas reruntuhan rumah masing-masing.

Namun, harapan muncul ketika para relawan terjun langsung ke lapangan pada Kamis (11/12/2025). Dengan semangat gotong royong, tim gabungan dan warga bahu-membahu menyingkirkan material banjir.

Ahmad Barqu, salah satu koordinator aksi di lapangan, menjelaskan bahwa kendala utama selain ketebalan lumpur adalah sulitnya akses air bersih.

“Kami harus menyambung selang pompa air dari sumur yang lokasinya cukup jauh untuk mendapatkan tekanan yang kuat. Dengan bantuan mesin air, lumpur yang mulai mengering akhirnya bisa melunak dan dibersihkan,” jelasnya.

Berkat kerja keras yang dilakukan hingga larut malam, pada Jumat pagi seluruh area masjid telah bersih dari sisa bencana.

Kini, Masjid Baitil Makmur tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat koordinasi dan ruang kebersamaan bagi warga yang masih tinggal di tenda-tenda darurat.

Kembalinya fungsi masjid ini menjadi simbol bangkitnya semangat spiritual dan sosial masyarakat Desa Sekumur.

Di tengah keterbatasan, mereka kini memiliki tempat berteduh yang aman untuk merencanakan pemulihan desa ke depannya, sembari menanti bantuan lebih lanjut untuk membangun kembali rumah-rumah mereka yang hilang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Haru, Gema Adzan Kembali Menggema di Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang Read More »

Wakaf DT Salurkan 3.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Penyintas Banjir di Sumatera

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Yayasan Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bergerak cepat merespons kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera.

Melalui DT Peduli, sebanyak 3.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an disalurkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah terdampak parah, meliputi Medan, Aceh, dan Padang.

Langkah ini diambil menyusul laporan dari lapangan yang menunjukkan bahwa selain kebutuhan pokok seperti pangan dan sandang, banyak masyarakat penyintas banjir yang kehilangan kitab suci Al-Qur’an karena rusak atau hanyut terbawa arus.

Kehadiran mushaf baru ini diharapkan dapat menjadi dukungan moral dan spiritual bagi warga dalam menghadapi masa pemulihan.

Guna memastikan bantuan sampai tepat waktu, pengiriman mushaf Al-Qur’an tersebut telah mulai diberangkatkan menggunakan jasa kargo pada Kamis malam (18/12/2025).

Pengiriman jalur cepat ini diprioritaskan agar Al-Qur’an dapat segera dibagikan ke masjid, musala, dan sekolah-sekolah di wilayah pengungsian yang sangat membutuhkan.

Sebagai bentuk amanah atas donasi dari para wakif, prosesi penyerahan secara simbolis dilaksanakan pada hari ini, Jumat (19/12/2025).

Acara serah terima dilakukan oleh pengurus Yayasan Wakaf DT kepada jajaran perwakilan DT Peduli yang nantinya akan bertanggung jawab dalam teknis distribusi di lapangan.

“Bencana banjir di beberapa titik di Sumatera menyisakan duka, termasuk rusaknya fasilitas ibadah. Kami berharap 3.000 Al-Qur’an ini bisa menjadi pelipur lara dan kembali menghidupkan syiar Quran di lokasi bencana,” ujar perwakilan pengurus Yayasan Wakaf DT di sela-sela acara.

Berdasarkan data lapangan, banyak warga di Medan, Aceh, dan Padang yang menyatakan kerinduannya untuk kembali mengaji di tengah kondisi darurat.

Rusaknya Al-Qur’an akibat terendam air berlumpur membuat aktivitas keagamaan di beberapa titik pengungsian sempat terhambat.

Melalui kolaborasi antara Wakaf DT dan DT Peduli, diharapkan sinergi ini tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan batin para korban banjir agar tetap tegar melalui ujian ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf DT Salurkan 3.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Penyintas Banjir di Sumatera Read More »