Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Kunjungi Daarut Tauhiid, Wamen Koperasi RI Sebut Kopontren DT Rujukan Nasional

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada Selasa (30/12/2025) pagi.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung efektivitas pengelolaan dan kinerja Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT yang dinilai berhasil membangun ekosistem ekonomi mandiri.

Bertempat di Kawasan Darul Hajj—yang merupakan salah satu aset wakaf unggulan DT—Wamen Koperasi meninjau berbagai unit usaha tanpa protokol yang berlebihan. Ia menyusuri area kegiatan didampingi pengurus lembaga untuk melihat praktik nyata manajerial koperasi pesantren.

Dalam pemaparannya, Hj. Farida Farichah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap model bisnis yang dijalankan Kopontren DT. Menurutnya, tata kelola yang rapi, transparan, dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang menjadikan koperasi ini layak menjadi rujukan bagi pesantren lain di Indonesia.

“Kami ingin mengajak pondok pesantren lain, khususnya yang berada dalam ekosistem koperasi, untuk mencontoh pengelolaan Kopontren Daarut Tauhiid. Lembaga ini telah membuktikan bahwa koperasi bisa sehat secara kelembagaan dan kuat secara dampak,” ujar Farida.

Sinergi Aset Wakaf dan Ekonomi Umat

Salah satu poin yang menjadi sorotan kementerian adalah optimalisasi penggunaan aset wakaf. Kegiatan ekonomi yang berpusat di Darul Hajj menunjukkan sinergi strategis antara ruang wakaf dan aktivitas produktif.

Hal ini membuktikan bahwa aset wakaf tidak hanya berfungsi untuk ibadah ritual, tetapi juga menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi.

Kementerian Koperasi memberikan penilaian positif atas keterlibatan sekitar 1.400 santri karya (karyawan) yang menggerakkan berbagai unit usaha di bawah naungan Kopontren DT.

Manfaat dari perputaran ekonomi ini dilaporkan tidak hanya dirasakan oleh internal pesantren, tetapi juga merambah ke jamaah dan masyarakat luas.

Dukungan untuk Kemandirian Pesantren Di akhir kunjungannya, Wamen Koperasi menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta pimpinan lembaga terkait yang telah mendukung penguatan koperasi pesantren.

Ia menegaskan bahwa Kopontren yang dikelola dengan amanah dan profesional akan menjadi kunci utama kedaulatan ekonomi umat.

“Ketika koperasi dijalankan dengan niat baik dan sistem yang benar, manfaatnya akan terus meluas. Daarut Tauhiid telah menunjukkan bahwa pesantren mampu mandiri tanpa meninggalkan jati dirinya,” pungkasnya.

Kunjungan ini mempertegas posisi Daarut Tauhiid sebagai pionir dalam mengintegrasikan manajemen aset wakaf dengan pemberdayaan koperasi yang profesional di skala nasional. (WIN/SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kunjungi Daarut Tauhiid, Wamen Koperasi RI Sebut Kopontren DT Rujukan Nasional Read More »

Jembatan Ilmu dan Pengabdian: Kisah Muhammad Abdul Nurais dalam Program Khidmat Masyarakat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Bagi seorang santri, ilmu sejati tidak hanya ditemukan di dalam tumpukan kitab, tetapi juga dalam jejak langkah pengabdian kepada sesama.

Hal inilah yang menjadi refleksi mendalam bagi Muhammad Abdul Nurais saat menjalankan Program Khidmat Masyarakat (PKM), sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengasah kepekaan sosial para santri di lapangan.

Belajar di Atas Tanah Wakaf, Mengabdi untuk Umat

Sebelum terjun ke tengah masyarakat, Muhammad dan rekan-rekannya telah lebih dulu ditempa di kawasan Pesantren Daarut Tauhiid (DT).

Penting untuk diketahui bahwa seluruh fasilitas yang digunakan santri untuk menuntut ilmu—mulai dari ruang kelas, masjid, hingga asrama—adalah aset wakaf produktif.

Tinggal dan belajar di atas tanah wakaf memberikan perspektif unik bagi para santri:

  • Amanah Muwakif: Mereka menyadari bahwa setiap fasilitas yang mereka gunakan adalah titipan dari para pewakaf (muwakif).
  • Memakmurkan Wakaf: Setiap detik yang digunakan untuk menghafal Al-Qur’an dan mengkaji ilmu di sana adalah bentuk nyata dalam memakmurkan aset wakaf, yang pahalanya terus mengalir kepada mereka yang telah berwakaf.
  • Kawah Candradimuka: Lingkungan wakaf DT yang asri dan sarat nilai islami menjadi “laboratorium” karakter sebelum mereka benar-benar dilepas ke masyarakat luas.

PKM: Ujian Nyata Kepedulian Sosial

Bagi Muhammad, PKM adalah ruang untuk mempraktikkan “tauhid aplikatif”. Ia merasa program ini memaksa santri untuk keluar dari zona nyaman dan belajar memahami beragam dinamika kehidupan masyarakat.

“Di PKM, kami belajar untuk tidak egois. Kami diajak untuk peka terhadap kesulitan orang lain dan belajar memberikan solusi nyata,” ungkap Muhammad.

Melalui program ini, beberapa nilai inti yang berhasil diserap adalah:

  • Keikhlasan: Melayani tanpa mengharap imbalan selain keridaan Allah.
  • Adaptasi: Belajar berkomunikasi dengan warga dari berbagai latar belakang usia dan sosial.
  • Kerja Tim: Menghilangkan ego pribadi demi tercapainya kemaslahatan bersama di lokasi pengabdian.

Harapan Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Pengalaman berinteraksi langsung dengan warga memberikan kesan yang tak terlupakan. Muhammad berharap, bekal yang ia dapatkan selama belajar di atas tanah wakaf DT serta pengalaman selama PKM, dapat membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih mandiri, rendah hati, dan dewasa.

“PKM bukan sekadar tugas pesantren, tapi bekal krusial untuk kehidupan kami di masa depan. Ilmu yang kami pelajari tidak boleh berhenti di catatan, tapi harus menjelma menjadi manfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

Kisah Muhammad Abdul Nurais ini menegaskan bahwa pendidikan di Daarut Tauhiid adalah sebuah siklus kebaikan: dari manfaat wakaf yang diterima santri, hingga manfaat pengabdian yang kembali disalurkan kepada masyarakat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Jembatan Ilmu dan Pengabdian: Kisah Muhammad Abdul Nurais dalam Program Khidmat Masyarakat Read More »

Kabar Syahidnya Abu Ubaidah: Warisan Perjuangan yang Tak Padam di Tanah Palestina

WAKAFDT.OR.ID | GAZA Dunia Islam dan jagat maya hari ini diguncang oleh kabar duka yang mendalam. Tagar mengenai kesyahidan Abu Ubaidah, juru bicara legendaris Brigade Al-Qassam, menjadi pusat perhatian di seantero dunia Arab.

Setelah spekulasi panjang mengenai kondisinya, pada (29/12/2025) Al-Qassam secara resmi mengumumkan bahwa sang pembawa pesan perjuangan tersebut telah gugur sebagai syahid.

Menyingkap Tabir Sang Ikon Perlawanan

Selama dua dekade, sosok di balik kafiyeh merah tersebut dikenal sebagai “Menteri Kebahagiaan” bagi umat Islam karena pidato-pidatonya yang membangkitkan harapan di tengah blokade Gaza.

Dalam pengumuman beberapa hari lalu, identitas aslinya pun terungkap ke publik: Hudzaifah Samir Abdullah Al-Kahlut Abu Ibrahim.

Kabar yang lebih menyedihkan menyebutkan bahwa ia gugur bersama istri dan anak-anaknya dalam sebuah serangan. Hanya putra sulungnya, Ibrahim, yang dilaporkan selamat meski dalam kondisi luka kritis.

Gugurnya Para Panglima Tertinggi

Pengumuman duka ini ternyata mencakup jajaran elit militer Al-Qassam lainnya yang selama ini menjadi otak di balik ketangguhan Gaza:

  • Muhammad Sinwar (Abu Ibrahim): Saudara kandung mendiang Yahya Sinwar. Ia adalah Panglima Tertinggi Al-Qassam yang menggantikan Muhammad Dheif. Sosoknya dikenal sebagai arsitek utama jaringan terowongan bawah tanah Gaza yang legendaris.
  • Muhammad Syabanah (Abu Anas): Panglima Brigade Rafah yang gugur saat menjalankan tugas militer di wilayah selatan.
  • Hakam Al-Isa (Abu Umar): Pakar strategi dan penanggung jawab pelatihan militer.
  • Raid Saad (Abu Muadz): Kepala departemen produksi dan pengembangan persenjataan yang berhasil menciptakan drone dan roket mandiri di tengah kepungan musuh.

Estafet Perjuangan: “Abu Ubaidah” Sebagai Simbol, Bukan Sekadar Nama

Momen yang paling menggetarkan adalah kemunculan Juru Bicara baru yang mengumumkan kesyahidan para pendahulunya.

Dengan penampilan, suara, dan aura ketegasan yang nyaris serupa dengan pendahulunya, ia menegaskan bahwa “Abu Ubaidah” bukanlah sekadar nama individu, melainkan identitas jihad media Al-Qassam.

“Kami mewarisi panggilan Abu Ubaidah dari Hudzaifah Al-Kahlut, dan kami berjanji akan melanjutkan pergerakan ini!” tegas sang jubir baru.

Pelajaran tentang Kaderisasi dan Kerahasiaan

Kesyahidan para pemimpin ini memberikan pelajaran berharga bagi dunia mengenai manajemen perjuangan:

  • Kaderisasi yang Matang: Gugurnya satu pemimpin tidak membuat pergerakan lumpuh. Munculnya sosok-sosok baru dengan kualitas yang setara membuktikan bahwa sistem kaderisasi mereka berjalan dengan sempurna di balik layar.
  • Keikhlasan dalam Kerahasiaan: Hingga akhir hayatnya, publik tidak mengetahui nama asli para panglima ini. Mereka membuktikan bahwa pengabdian tidak membutuhkan panggung popularitas, melainkan hasil nyata di lapangan.

Kini, meski dunia berduka atas perginya Hudzaifah Al-Kahlut dan para panglima lainnya, semangat yang mereka tanamkan justru semakin berkobar.

Mereka telah menunaikan janji kepada Allah, meninggalkan warisan keberanian yang kini diteruskan oleh generasi berikutnya.

Semoga Allah SWT menempatkan mereka di derajat mulia dan mengumpulkan kita bersama orang-orang yang kita cintai di surga-Nya kelak. Aamiin. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kabar Syahidnya Abu Ubaidah: Warisan Perjuangan yang Tak Padam di Tanah Palestina Read More »

Memetik Keberkahan di Masa Tua: PKBM Daarut Tauhiid Melepas Puluhan Santri PMK di Atas Tanah Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana haru dan syukur menyelimuti Aula Daarul Hajj, Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung, pada Sabtu (27/12/2025). PKBM Daarut Tauhiid secara resmi menutup Program Pesantren Masa Keemasan (PMK) Tematik Angkatan 13 dan PMK Reguler Angkatan 73.

Acara ini menandai tuntasnya perjalanan spiritual para santri lanjut usia dalam memperdalam agama dan memperbaiki kualitas ibadah mereka.

Satu hal yang istimewa dari pelaksanaan program ini adalah lokasinya yang menempati aset wakaf Daarut Tauhiid. Aula Daarul Hajj dan seluruh kawasan belajar di DT merupakan tanah wakaf yang diperuntukkan bagi kemaslahatan umat.

Oleh karena itu, setiap aktivitas belajar-mengajar, sujud, dan lantunan zikir yang dilakukan para santri bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan bentuk nyata dari memakmurkan tanah wakaf.

Dengan menghidupkan kegiatan di atas aset ini, para santri secara tidak langsung turut mengalirkan pahala jariyah bagi para muwakif (pewakaf) sekaligus meraih keberkahan dari tanah yang telah diwakafkan untuk jalan dakwah.

Momentum Syukur Bersama Aa Gym

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang ini dihadiri langsung oleh pembina Pesantren DT, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Kehadiran beliau memberikan suntikan semangat bagi para santri yang kini rata-rata berusia di atas 45 tahun tersebut.

Program PMK kali ini diikuti oleh:

  • PMK Tematik Angkatan 13: Sebanyak 37 santri (27 akhwat dan 11 ikhwan).
  • PMK Reguler Angkatan 73: Sebanyak 13 santri (7 akhwat dan 6 ikhwan).

Tak kurang dari 40 tamu undangan yang terdiri dari keluarga santri hadir untuk memberikan dukungan moral. Dukungan ini menjadi bukti bahwa usia senja bukanlah penghalang untuk terus tumbuh dalam iman dan memperbaiki akhlak.

Fokus Pembinaan dan Harapan Masa Depan

PKBM Daarut Tauhiid merancang program PMK sebagai ruang pembinaan karakter dan kecakapan hidup yang ramah lansia. Di sini, para santri dibekali penguatan akidah dan tata cara ibadah yang sesuai sunnah, agar mereka mampu menjalani masa tua dengan lebih produktif dan bernilai ibadah.

Melalui program ini, PKBM DT menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi pendidikan berbasis iman bagi seluruh lapisan usia. Harapannya, ilmu yang didapatkan di atas tanah wakaf ini menjadi bekal yang bermanfaat dan terus diamalkan hingga akhir hayat.

Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah para santri dan menjadikan setiap jengkal tanah wakaf yang mereka gunakan sebagai saksi amal saleh di akhirat kelak. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memetik Keberkahan di Masa Tua: PKBM Daarut Tauhiid Melepas Puluhan Santri PMK di Atas Tanah Wakaf Read More »

Kisah Najarudin Menjadi Staf Terbaik di Atas Tanah Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Apresiasi tinggi diberikan kepada Muhammad Najarudin dalam gelaran Forum Santri Karya Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil’alamiin (YDTR) yang berlangsung khidmat di Aula Arofah, Kampus SMP DTBS Putri, Senin (22/12/2025).

Najar resmi dinobatkan sebagai staf terbaik, sebuah pengakuan atas dedikasi luar biasanya selama empat tahun terakhir di STAI Daarut Tauhiid.

Bagi Najar, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan manifestasi dari semangat berkhidmat kepada umat dan Gurunda KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Dedikasi dan Pemanfaatan Aset Wakaf

Selain kinerjanya yang menonjol di bidang administrasi akademik, Najar dikenal aktif dalam optimalisasi aset wakaf DT. Ia tidak hanya bekerja di atas tanah wakaf, tetapi juga menjadi penggerak dalam memakmurkan fasilitas yang ada.

Pemanfaatan Sarana: Najar secara rutin terlibat dalam pengelolaan program-program dakwah yang menggunakan fasilitas wakaf, memastikan aset tersebut berfungsi produktif untuk pendidikan santri.

Spirit Produktivitas: Ia meyakini bahwa bekerja di lingkungan wakaf menuntut tanggung jawab moral yang lebih besar, karena setiap jengkal fasilitas merupakan amanah dari para muwakif (donatur wakaf).

“Bekerja di sini adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah. Setiap amanah, termasuk menjaga dan memanfaatkan aset wakaf dengan sebaik-baiknya, adalah jalan untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ungkap Najar.

Memaknai Penghargaan sebagai Ujian

Najar menanggapi predikat “Staf Terbaik” ini dengan sikap rendah hati. Ia memandang penghargaan tersebut sebagai dua sisi mata uang: ujian keikhlasan dan pujian sebagai pengingat.

Ia berkomitmen untuk tidak terjebak dalam rasa bangga berlebih, melainkan menjadikannya cambuk untuk meningkatkan tanggung jawab profesionalnya.

Harapan untuk Masa Depan YDTR

Menutup momentum penuh haru tersebut, Najar menyampaikan asanya bagi masa depan institusi. Ia berharap STAI DT dan YDTR secara umum dapat terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang:

  • Unggul dan Profesional: Adaptif terhadap zaman namun tetap teguh pada nilai islami.
  • Berintegritas: Melahirkan lulusan yang kompeten secara ilmu dan kuat secara akhlak.
  • Mandiri melalui Wakaf: Terus mengelola aset wakaf secara produktif demi kemaslahatan sosial yang berkelanjutan.

Pencapaian Najar menjadi bukti bahwa sinergi antara kualitas SDM yang mumpuni dan pemanfaatan aset wakaf yang tepat sasaran mampu menciptakan ekosistem dakwah yang progresif di lingkungan Daarut Tauhiid. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kisah Najarudin Menjadi Staf Terbaik di Atas Tanah Wakaf Read More »

Cahaya di Tengah Genosida: Ratusan Yatim Piatu Gaza Rayakan Kelulusan Hafidz Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Di balik reruntuhan bangunan dan pekatnya kabut peperangan, sebuah pemandangan mengharukan menyelimuti Kamp Pengungsi Al-Shati, Gaza Barat, pada Kamis (25/12/2025).

Sebanyak 500 pemuda dan pemudi Palestina merayakan keberhasilan mereka mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an.

Acara ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan simbol perlawanan spiritual dan keteguhan bangsa yang menolak menyerah meski ditekan agresi militer selama dua tahun terakhir.

Generasi Cahaya dari Balik Tenda

Perayaan yang diinisiasi oleh Yayasan Amal Alia Kuwait dan Yayasan Ayadi Al-Khair ini berlangsung khidmat. Mustafa Abu Threya, pengawas proyek tersebut, menyebut para wisudawan sebagai “Generasi Cahaya”.

Menurutnya, di saat masjid-masjid dan lembaga pendidikan dihancurkan oleh serangan Israel, semangat warga Gaza untuk memuliakan Al-Qur’an justru semakin membara.

“Masyarakat Gaza membuktikan bahwa keyakinan dan warisan budaya mereka tidak bisa dihancurkan oleh pengepungan. Mereka membawa pesan Islam di hati sebagai harapan bagi masa depan umat,” tegas Mustafa dalam pidatonya yang menggetarkan.

Ketangguhan Anak-Anak Yatim di Al-Mawasi

Kisah serupa juga datang dari kawasan Al-Mawasi, Khan Younis. Di kamp pengungsian khusus yatim piatu, Al-Baraka, sekitar 600 anak yang kehilangan ayah mereka akibat genosida turut merayakan pencapaian menghafal kalam Ilahi.

Nidaa Shalayel, salah satu pengawas program, berbagi kisah pilu sekaligus inspiratif. Meski kehilangan suami, dua putra, dan tiga cucunya dalam perang, ia tetap konsisten mendirikan halaqah (lingkaran) Al-Qur’an di tenda-tenda pengungsian.

“Menghafal Al-Qur’an adalah cara terbaik kami untuk meneguhkan keberadaan dan identitas di tanah ini,” ujar Nidaa. Baginya, Al-Qur’an adalah sumber martabat dan kekuatan bagi anak-anak yang telah kehilangan segala-galanya.

Salah satu wisudawan, Shahd Sbeita, seorang gadis kecil yang ayahnya gugur dalam serangan Israel, mengungkapkan tekadnya. Meski proses hafalannya sempat terhenti akibat pecahnya perang, ia kembali ke lingkaran hafalan di tengah pengungsian.

“Insya Allah, saya akan menyelesaikan seluruh hafalan saya,” ucapnya lirih namun penuh keyakinan. Ia juga menyelipkan pesan kepada dunia: “Selamatkan Gaza. Jangan lupakan kami.”

Data dari Kementerian Pembangunan Sosial di Gaza menunjukkan kenyataan pahit bahwa sekitar 40.000 anak Palestina kini telah menjadi yatim atau piatu akibat agresi yang tak kunjung usai.

Namun, melalui program hafalan ini, Gaza mengirimkan pesan kuat kepada dunia: bahwa di tengah derita yang tak terbayangkan, iman dan ketangguhan mereka tetap berdenyut kencang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Cahaya di Tengah Genosida: Ratusan Yatim Piatu Gaza Rayakan Kelulusan Hafidz Al-Qur’an Read More »

Innalillahi, Banjir Kabupaten Banjar: Belasan Ribu Jiwa Terdampak, Pengungsi Terus Bertambah

WAKAFDT.OR.ID | BANJAR – Intensitas hujan yang masih tinggi hingga Minggu (28/12/2025) mengakibatkan ribuan warga di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, masih terjebak dalam kondisi banjir.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebanyak 18.348 jiwa dari 6.593 kepala keluarga (KK) kini berstatus terdampak.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, mengonfirmasi bahwa luapan air telah menjangkau 89 desa yang tersebar di 14 kecamatan. Hingga Minggu pagi pukul 09.50 WITA, tercatat sebanyak 302 warga terpaksa meninggalkan kediaman mereka dan bertahan di lokasi pengungsian.

Rincian Kerusakan dan Kelompok Rentan

Banjir kali ini telah merendam ribuan hunian warga dengan rincian sebagai bawah:

  • Total rumah terdampak: 5.206 unit.
  • Rumah yang masih terendam: 1.714 unit.

BPBD juga menaruh perhatian khusus pada kelompok masyarakat rentan yang ikut terdampak. Data mencatat terdapat 505 lansia, 310 balita, 166 bayi, dan 113 ibu hamil yang berada di area banjir.

Di lokasi pengungsian sendiri, kebutuhan logistik dan kesehatan menjadi prioritas bagi 45 balita serta 35 lansia.

Personel gabungan dari TNI, Polri, TRC, serta jajaran Satgas terus melakukan pemantauan rutin di lapangan. Beberapa wilayah yang dilaporkan masih tergenang air hingga saat ini antara lain:

Kecamatan Martapura & Martapura Timur: Meliputi desa-desa padat seperti Bincau, Tunggul Irang, Pekauman, hingga Tambak Anyar.

Kecamatan Karang Intan: Wilayah dengan sebaran desa terbanyak yang terdampak, termasuk Awang Bangkal dan Mandi Angin.

Kecamatan Sungai Tabuk & Kertak Hanyar: Sejumlah desa seperti Lok Buntar dan Simpang Empat masih terisolasi genangan.

Wilayah Lain: Mencakup Kecamatan Astambul, Pengaron, Aranio, Mataraman, Martapura Barat, hingga Cintapuri Darussalam.

“Tim gabungan di bawah kendali Pusdalops terus bersiaga melakukan pendataan dan monitoring secara berkala di tiap kecamatan guna memastikan keselamatan warga,” pungkas Yayan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Innalillahi, Banjir Kabupaten Banjar: Belasan Ribu Jiwa Terdampak, Pengungsi Terus Bertambah Read More »

Aksi Nyata Akademisi STAI DT: Turun Tangan Pulihkan Wilayah Pasca-Bencana di Sumatra

WAKAFDT.OR.ID | SUMATRA – Krisis ekologis dan banjir besar yang melanda wilayah Aceh serta berbagai titik di Sumatra memicu gelombang solidaritas dari berbagai pihak.

Menanggapi situasi darurat ini, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Daarut Tauhiid menunjukkan komitmennya dengan mengirimkan delegasi untuk membantu proses pemulihan masyarakat terdampak.

Keterlibatan ini diwakili langsung oleh Jefry Aditya, M.Pd., selaku dosen STAI DT, serta Eko Saputra, mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Keduanya terjun ke lapangan bersinergi dengan tim relawan DT Peduli sebagai bentuk implementasi konkret dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat.

Ilmu yang Menghadirkan Manfaat

Jefry Aditya menegaskan bahwa pengabdian tidak boleh terbatas pada ruang kelas atau tumpukan teori saja. Menurutnya, esensi dari pendidikan tinggi adalah sejauh mana ilmu tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh publik, terutama saat terjadi bencana.

“Kami memegang prinsip Tri Dharma. Mengabdi itu artinya hadir langsung di tengah masyarakat, membawa bekal keilmuan untuk membantu sesama, apalagi di bawah naungan lembaga Daarut Tauhiid,” tutur Jefry pada Jumat (19/12/2025).

Ia juga menambahkan bahwa para akademisi dan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian alam. Baginya, sinergi antara ulama, pemimpin, dan kaum terpelajar adalah kunci agar kebijakan lingkungan tetap berpihak pada keselamatan rakyat.

Distribusi Mushaf Wakaf di Lokasi Banjir

Selain memberikan bantuan tenaga dan logistik melalui DT Peduli, program Wakaf Daarut Tauhiid juga mengambil peran penting dalam aspek spiritual pasca-bencana.

Mengingat banyaknya fasilitas ibadah dan rumah warga yang terendam banjir, banyak mushaf Al-Qur’an yang rusak atau hilang terseret arus.

Sebagai solusinya, Wakaf DT turut serta mendistribusikan ratusan mushaf Al-Qur’an wakaf ke berbagai titik pengungsian dan masjid yang terdampak banjir di wilayah Sumatra.

Langkah ini diambil agar kegiatan keagamaan dan pembinaan mental para penyintas tetap berjalan meski di tengah keterbatasan. Kehadiran mushaf ini menjadi dukungan moral bagi warga untuk tetap tegar dan kembali bangkit melalui kedekatan dengan kalam Ilahi. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aksi Nyata Akademisi STAI DT: Turun Tangan Pulihkan Wilayah Pasca-Bencana di Sumatra Read More »

Keteladanan dalam Berkuda: Kunjungan Inspiratif Aa Gym ke SMP DTBS Putri

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Suasana di SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri pada Kamis pagi (11/12/2025) terasa sangat istimewa.

Kehadiran KH. Abdullah Gymnastiar, atau yang akrab disapa Aa Gym, membawa energi positif dan kesejukan bagi seluruh penghuni sekolah melalui kegiatan silaturahim yang penuh makna.

Ada pemandangan unik dalam kunjungan kali ini. Beliau hadir dengan menunggangi kuda, menunjukkan perpaduan antara keberanian dan ketenangan di atas pelana.

Kehadiran ini tak pelak menjadi pusat perhatian para santri yang menyaksikan langsung sosok teladan mereka mempraktikkan sunnah dalam berkuda.

Dalam kesempatan tersebut, Aa Gym berbagi wawasan mengenai keutamaan (fadhilah) berkuda. Beliau menekankan bahwa aktivitas ini bukan sekadar aktivitas fisik atau olahraga semata, melainkan sebuah metode untuk:

  • Melatih mental: Membangun keberanian dan keteguhan hati.
  • Keseimbangan Jiwa: Menjaga ketenangan di bawah tekanan.
  • Kepemimpinan: Mengasah kemampuan mengendalikan diri serta bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT.

Antusiasme para santri terlihat jelas saat mereka menyimak penjelasan beliau. Mereka belajar bahwa karakter tangguh dan adab yang baik tidak hanya lahir dari teori di kelas, tetapi juga dari latihan yang disiplin.

Fitri Iswari, selaku Staf Humas Media dan Desain SMP DTBS Putri, memberikan apresiasinya terhadap momen ini. Ia menyebutkan bahwa kehadiran Aa Gym membuktikan bahwa metode pendidikan yang paling efektif adalah melalui keteladanan langsung (uswah hasanah).

Selain itu, hal itu menjadi pentingnya santri menyadari bahwa mereka belajar di atas aset wakaf, sehingga semangat belajar harus dibarengi dengan rasa syukur dan tanggung jawab besar kepada para wakif (pemberi wakaf).

Kunjungan ini diharapkan mampu memperkokoh nilai-nilai tauhid bagi para santri. Melalui pengalaman berharga di pagi itu, mereka diajarkan bahwa untuk menjadi pribadi istikamah di atas bumi wakaf ini, diperlukan keberanian untuk memulai dan ketenangan jiwa untuk terus bertahan di jalan kebaikan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Keteladanan dalam Berkuda: Kunjungan Inspiratif Aa Gym ke SMP DTBS Putri Read More »

Serahkan Bantuan Inkubasi Wakaf, BWI: Wakaf Bisa Entaskan Kemiskinan

WAKAFDT.OR.ID | PANDEGLANG — Badan Wakaf Indonesia (BWI) kembali memperkuat sinergi dalam memberantas kemiskinan melalui skema wakaf produktif.

Pada Kamis (11/12), Dr. Ahmad Zubaidi selaku Wakil Ketua BWI menyerahkan bantuan sebesar Rp60 juta kepada perwakilan PCNU Kabupaten Pandeglang dan Ponpes Syekh Manshur. Dana ini bersumber dari bagi hasil wakaf uang para ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmad mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih aktif memajukan ekosistem wakaf. Ia optimis bahwa wakaf uang, jika dikelola secara maksimal, akan menjadi solusi finansial yang kuat bagi masyarakat.

Selain penyerahan bantuan, acara yang dihadiri berbagai kementerian ini juga menyoroti pentingnya kompetensi nazhir lokal dalam mengelola aset produktif.

Sebagai langkah konkret menuju kemandirian ekonomi pesantren, dilakukan penanaman pohon pepaya di lahan Ponpes Syekh Manshur.

Langkah kecil ini diharapkan menjadi awal bagi pesantren di Pandeglang untuk bisa berdikari melalui hasil wakaf yang dikelola dengan baik. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Serahkan Bantuan Inkubasi Wakaf, BWI: Wakaf Bisa Entaskan Kemiskinan Read More »