Wakaf Daarut Tauhiid

Artikel

Wakaf, Filantropi Islam yang Komprehensif dan Universal

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAF.OR.IDIslam memiliki sistem filantropi yang sangat komprehensif dan universal, komprehensif karena semuanya telah ada aturannya dan universal karena dapat dipraktikkan oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja dan dalam keadaan bagaimanapun juga.

Sistem yang dimaksud adalah adanya berbagai jenis derma dalam Islam yang memiliki karakteristik masing-masing, yaitu; shadaqah, wakaf dan zakat dalam bahasa sehari-hari disebut ZISWAF: Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf.

Saat ini lebih dikenal dengan Islamic Social Finance Development atau sistem keuangan sosial Islami.

Wakaf adalah mengeluarkan harta di jalan Allah Ta’ala di mana pokok harta tersebut akan dimanfaatkan dan hasilnya digunakan untuk kemashlahatan umat Islam.

Wakaf biasanya berupa tanah atau bangunan yang sifatnya permanen dan tidak rusak, hal ini karena karakter dari wakaf adalah shadaqah jaariyah, yaitu amalan yang pahalanya akan terus mengalir selama harta wakaf itu masih ada.

Saat ini wakaf tidak hanya terbatas pada harta benda yang tidak bergerak atau harta benda yang bersifat permanen, bahkan kini berkembang cash waqf atau wakaf uang sehingga memudahkan semua orang untuk bisa berwakaf tanpa perlu menunggu memiliki tanah atau bangunan.

Demikian juga para cendekiawan muslim mengembangkan wakaf tidak hanya yang bersifat muaabad atau abadi (awet) saja, tetapi juga telah membolehkan wakaf dalam bentuk benda bergerak seperti mobil, tempat sampah dan barang-barang lainnya.

Selama barang-barang tersebut bernilai harta dan mampu bertahan cukup lama maka bisa dijadikan wakaf. Selain itu juga muncul istilah wakaf muaqath¸yaitu berwakaf dengan suatu harta benda dengan jangka waktu tertentu.

Karakter dari wakaf yang mengharuskan harta wakaf itu tetap ada, tidak boleh dijual, diwariskan, dihibahkan dan dimiliki oleh orang menjadikan aset wakaf tersebut tetap abadi. Sementara hasil dari wakaf tersebut dimanfaatkan untuk keperluan umat Islam.

Tidak adanya batasan khusus atas pemanfaatan hasil wakaf menjadikan wakaf sebagai bagian dari filantropi Islam memiliki fungsi jangka panjang.

Maka, wakaf menjadi satu sistem dalam Islam yang akan memberikan manfaat dan kemashlahatan secara terus-menerus bagi siapa saja, kapan saja, di mana saja dan dalam berbagai keadaannya. Selama adanya kebutuhan dan kemashlahatan yang didapatkan maka hasil dari wakaf dapat digunakan.

Tentu saja selain zakat, infaq, shadaqah dan wakaf masih ada sub sistem dari filantropi Islam, yaitu hibah dan hadiah yang membuktikan bahwa Islam adalah agama yang sangat peduli dengan manusia dan alam semesta. (Abd Misno Mohd Djahri/BWI)

Redaktur: Wahid Ikhwan

__________________________________________

DAARUTTAUHIID.ORG

Wakaf, Filantropi Islam yang Komprehensif dan Universal Read More »

Adab Sedekah Menurut Imam Ghazali

DAARUTTAUHIID.ORG — Sedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api, tidak akan mengurangi harta, dan memberikan pahala yang berlipat ganda.

Orang yang bersedekah dijanjikan naungan di hari akhir kelak. Agar mendapat manfaat-manfaat tersebut, bersedekah harus dengan niat ikhlas dan memperhatikan cara serta adab yang benar.

Adab-adab bersedekah dalam Islam telah dijelaskan oleh Imam al-Ghazali dalam risalahnya yang berjudul Al-Adab fid Diin dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah) pada halaman 438. Terdapat delapan poin yang bisa kita petik dari uraian Imam al-Ghazali:

Pertama, hendaknya memberikan sedekah sebelum diminta. Sedekah adalah inisiatif sendiri yang bisa dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu sampai ketika kotak amal diedarkan ketika shalat Jum’at.

Kedua, ketika memberikan, lebih baik tidak diketahui orang lain. Sedekah kepada perorangan sebaiknya dilakukan tanpa diketahui orang lain. Selain untuk menjaga privasi, adab ini juga untuk menjaga diri dari sifat riya.

Ketiga, menjaga kerahasiaan setelah memberikan. Tidak beradab ketika kita mengumbar sedekah kita demi pujian, karena hal itu akan menghilangkan pahala dari amal shaleh kita.

Keempat, bersikap ramah terhadap orang yang memintanya. Tangan yang memberi memang lebih utama daripada tangan yang menerima.
Namun ketika memberikan sedekah, kita harus menjaga sopan santun, tidak boleh merasa sombong dan memandang rendah orang lain.

Kelima, tidak menjawab dengan penolakan. Ketika ada permintaan untuk bersedekah, selama tidak ada halangan tertentu, sangat dianjurkan untuk tidak menolak kesempatan beramal shaleh.

Keenam, hendaknya menjawab dengan suara lirih ketika menolak. Maksudnya, kalau kita belum bisa bersedekah ketika ada permintaan, kita diperbolehkan menolak. Tetapi penolakan tersebut harus disampaikan dengan baik dan lembut.

Ketujuh, menghindari sifat bakhil. Bakhil sama dengan kikir atau pelit, yaitu menahan harta yang seharusnya dikeluarkan. Tidak baik memberi sedekah dalam jumlah sangat sedikit sedang ia diberi Allah kelimpahan harta.

Kedelapan, tidak menarik kembali pemberian sedekah. Setan tidak suka kita beramal shaleh, ia akan membisikkan kita untuk menarik kembali sedekah yang telah diberikan dengan berbagai alasan.

Apa yang telah kita sedekahkan telah menjadi nikmat pemberian Allah bagi yang menerima.

Demikian bagian dari adab-adab bersedekah menurut Imam Ghazali. Mari kita evaluasi apakah sedekah kita selama ini sudah memperhatikan adab-adab tersebut.

Semoga kita jadi lebih termotivasi untuk bersedekah dengan lebih baik lagi. Wallahu a’lam bishowab.

Redaktur: Wahid Ikhwan

_____________________________________

DAARUTTAUHIID.ORG

Adab Sedekah Menurut Imam Ghazali Read More »

Strategi Membangun Tim Kerja yang Solid

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.ID Kehadiran tim yang solid sangat menunjang keberlangsungan usaha atau pun tujuan bersama. Menurut Roby Tjiptadjaya, salah satu business coach Indonesia, mengatakan bahwa kualitas tim menggambarkan seberapa cepat dan seberapa tinggi pencapaian kita sebagai team leader atau pemimpin dalam tim usaha.

Selain itu, memimpin sebuah tim adalah amanah yang diberikan Allah yang akan dipertanggungjawabkan di dunia secara langsung maupun kelak di akhirat. Membangun tim yang solid adalah satu jalan kita memenuhi amanah tersebut dengan maksimal. Allah berfirman dalam Al-Qur’an,

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kukuh.” (QS. As-Saff: 4).

Sama seperti barisan pasukan, sebuah tim bisa diibaratkan sebagai bangunan dengan setiap anggota didalamnya menjadi bahan bangunannya. Ada fondasi, atap, dinding, dan tiang yang saling melengkapi. Dalam sebuah, setiap anggota juga tugasnya berbeda-beda, misalnya bagian akuntan, bagian marketing, atau bagian produksi, dan lain sebagainya.

Masing-masing yang ambil bagian harus menyadari kalau mereka punya kemampuan, keterampilan, dan kompetensi sendiri yang memenuhi tempatnya. Tidak akan maksimal kalau bagian akuntan disuruh membuat strategi pemasaran, misalnya.

Seorang insinyur tahu bagaimana menggunakan bahan-bahan bangunan secara tepat untuk mendirikan bangunan. Sebagai kepala tim usaha juga, kita harus memberikan peran yang sesuai kemampuan masing-masing anggotanya. Itulah satu langkah untuk memiliki tim yang solid.

Kemudian, menurut Tjiptadjaya, sebagai team leader, kita harus berani berbagi ilmu, inspirasi, termasuk materi kepada anggota tim. Mindset seorang pebisnis adalah give dulu baru take, tidak mungkin memiliki tim yang bagus ketika kita pelit dan tidak adil.

Aa Deda menyarankan bahwa tim yang solid dibangun dari tujuan yang ditetapkan bersama, aturan main yang dijunjung semua, dan kepercayaan yang kuat. Hal ketiga sangat penting untuk membangun persaudaraan yang makin mempererat hubungan antar anggota tim.

Salah satunya lewat outing, kita ajak tim untuk jikut kegiatan olahraga, kesenian, keagamaan, atau sekedar jalan untuk makan-makan. Biaya yang dikeluarkan jadi investasi yang membangun jalinan. Hasil penelitian menunjukkan orang yang diajak outing bareng lebih mudah diajak kerjasama.

Di Daarut Tauhid, salah satu tujuan bersama yang diutamakan adalah mendekatkan diri kepada Allah. Tidak ada yang mampu membolak-balikkan hati kecuali Allah. Tidak ada tim yang solid tanpa pertolongan Allah. Wallahu a’lam bishowab.

Redaktur: Wahid Ikhwan

_______________________________________________________________

DAARUTTAUHIID.ORG

Strategi Membangun Tim Kerja yang Solid Read More »

Belajar Memakmurkan Masjid Dari Isra’-nya Rasulullah

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.ID Satu rangkaian dari peristiwa Isra’ Mi’raj-nya Rasulullah adalah Isra’, perjalanan dari masjid ke masjid. Dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dalam satu malam.

Ada hikmah dibalik mengapa perjalanan Isra’ dimulai dan diakhiri di masjid. Melalui peristiwa ini kita belajar betapa banyaknya keutamaan masjid. Masjid sendiri adalah Baitullah, rumah Allah Ta’ala di dunia. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman yang artinya:

“Rumah-Ku di muka bumi adalah masjid, para kekasih-Ku adalah mereka yang memakmurkan rumah-Ku. Barang siapa yang ingin berjumpa dengan-Ku hendaklah ia datang ke rumah-Ku, sungguh wajib bagi tuan rumah menghormati para tamunya.”

Kemuliaan tidak hanya sebatas pada masjidnya. Kemuliaan masjid juga mencakup orang-orang yang memakmurkannya. Mereka menjadi orang-orang yang dicintai dan menerima petujuk Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS At-Taubah: 18)

Imam Ibnul Jauzi mengatakan bahwa mereka yang memakmurkan masjid, sebagaimana yang dimaksud dari ayat ini, adalah orang yang selalu mendatangi masjid dan berdiam di dalamnya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala, serta orang yang membangun dan memperbaiki masjid.

Imam Ibnu Katsir berkata: “Bukanlah yang dimaksud dengan memakmurkan masjid-masjid Allah hanya dengan menghiasi dan mendirikan fisik (bangunan)nya saja, akan tetapi memakmurkannya adalah dengan berdzikir kepada Allah dan menegakkan syariat-Nya di dalamnya, serta membersihkannya dari kotoran (maksiat) dan syirik (menyekutukan Allah Ta’ala)”.

Jadi memakmurkan masjid itu tidak sebatas mendirikan bangunannya, tapi juga mengisinya dengan amalan-amalan positif. Mereka punya hati yang terpaut dengan masjid, dan akan menjadi salah satu dari tujuh golongan manusia yang akan dinaungi Allah pada hari dimana tidak ada yang bisa memberi naungan kecuali naungan-Nya.

Mari jadikan Isra’ Mi’raj ini sebagai momentum untuk senantiasa memakmurkan masjid. Karena masjid adalah rumah Allah, dan Allah menjadikan mereka yang memakmurkan masjid sebagai keluarga-Nya di dunia. Apalagi jika masjid yang digunakan merupakan hasil dari wakaf, makan insyaAllah melalui aset wakaf akan memberikan dampak yang luas bagi ummat.

Seperti yang sedang bergulir program wakaf di Daarut Tauhiid. Terdapat program wakaf 7 masjid yang sedang dijalankan di Daarut Tauhiid. Di mana melalui program ini kita bisa membangun tujuh masjid dengan satu kali transaksi.

Masjid yang dibangun akan sangat bermanfaat untuk banyak orang, seperti menjadi sarana ibadah untuk santri dan masyarakat sekitar, sarana belajar dan dakwah yang bisa digunakan oleh siapa pun, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Untuk informasi lebih lengkap seputar wakaf 7 masjid sahabat bisa lihat informasinya di website wakafdt.or.id.

Redaktur: Wahid Ikhwan

_________________________________________________________________

DAARUTTAUHIID.ORG

Belajar Memakmurkan Masjid Dari Isra’-nya Rasulullah Read More »

Jenis-jenis Wakaf yang Sebaiknya Kita Ketahui

WAKAFDT.OR.ID Dalam Islam ada dua model investasi yang harus dimiliki oleh setiap Muslim, yaitu investasi dunia dan investasi akhirat. Investasi dunia biasanya diwujudkan dengan menyimpan uang atau harta dalam bentuk tabungan, emas, tanah dan lain sebagainya, dengan tujuan agar bisa menjadi simpanan dan dapat digunakan dikemudian hari.

Selanjutnya investasi akhirat yang dijelaskan dalam ajaran Islam yaitu shodaqoh, yang terdiri dari beberapa bentuk, yaitu zakat, infak, sedekah, dan shodaqoh jaariyah (wakaf) yang akan mengalir menjadi multimanfaat baik untuk orang lain maupun dirinya sendiri.

Wakaf berdasarkan peruntukkan merupakan salah satu macam wakaf yang dilihat dari segi kemanfaatannya. Jenis wakaf ini dibagi lagi menjadi tiga, yaitu wakaf khairi, wakaf ahli, dan wakaf musytarak.

Wakaf Khairi

Wakaf khairi adalah wakaf yang digunakan untuk kebaikan yang terus menerus dan tahan lama. Pihak yang memberikan barang wakaf (wakif) mensyaratkan bahwa wakaf harus digunakan untuk menyebar manfaat jangka panjang, contohnya masjid, sekolah, rumah sakit, hutan, sumur, dan bentuk lainnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Wakaf Ahli

Wakaf Ahli merupakan jenis wakaf yang kebermanfaatannya ditujukan untuk keturunan wakif. Wakaf ini dilakukan oleh wakif kepada kerabat atau keluarganya. Misalkan dana yang diwakafkan oleh wakif kemudian dikelola oleh lembaga wakaf untuk diproduktifkan, kemudian hasil dari produktifitas dana wakaf tersebut akan diberikan kepada keluarga wakif. Contohnya kisah wakaf Abu Thalhah yang membagikan harta wakaf untuk keluarga pamannya.

Wakaf Musytarak

Wakaf Musytarak merupakan wakaf yang manfaatnya ditujukan untuk keturunan wakif dan masyarakat umum, contohnya yaitu yayasan yang berdiri di atas tanah wakaf, pembebasan sumur pribadi untuk digunakan oleh masyarakat luas.

Saat ini untuk berwakaf sudah banyak mengalami kemajuan teknologi, sehingga orang-orang yang bermaksud untuk berwakaf tidak perlu lagi harus mendatangi kantor lembaga wakaf. Dengan kemudahan teknologi yang ada kita tinggal membuka gawai/gadget dan mengunjungi laman atau aplikasi lembaga wakaf yang akan dipilih. (Wahid)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Jenis-jenis Wakaf yang Sebaiknya Kita Ketahui Read More »

Memahami Implemetasi Wakaf Produkif dalam Islam

[DAARUTTAUHIID.ORG] – Wakaf produktif merupakan harta benda atau pokok tetap yang diwakafkan untuk dipergunakan dalam kegiatan produksi dan hasilnya di salurkan sesuai dengan tujuan wakaf. Misalkan wakaf tanah untuk digunakan bercocok tanam, Mata air untuk dijual airnya dan lain-lain.

Istilah lain bisa disebut wakaf produksi juga dapat didefenisikan yaitu harta yang digunakan untuk kepentingan produksi baik dibidang pertanian, Perindustrian, perdagangan dan jasa yang menfaatnya bukan pada benda wakaf secara langsung, tetapi dari keuntungan bersih dari hasil pengembangan wakaf yang diberikan kepada orang-orang yang berhak sesuai dangan tujuan wakaf.

Wakaf juga merupakan ibadah maliyah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Harta benda yang diwakafkan, nilai dari wakafnya tetap, sedangkan hasil dari pengelolaan wakaf selalu memberikan manfaat dari waktu ke waktu.

Dasar syari’ah wakaf  memang tidak disebutkan langsung secara tegas dalam al-Qur’an, tetapi makna ayat berikut dapat dijadikan sandaran hukum wakaf. Yaitu seperti firman Allah sebagai berikut :

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (Q.S. Ali Imran (3): 92).

Berkenaan mengenai hal ini, dalam sebuah hadits juga disebutkan:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih” (HR. Muslim)

Wakaf walaupun secara langsung tidak disebutkan dalam nash secara qath’ i yakni dalam Al-Qur’an dan as-Sunnah, namun tidak terdapat perbedaan pendapat para ulama untuk mengamalkan wakaf.

Redaktur: Wahid Ikhwan

Memahami Implemetasi Wakaf Produkif dalam Islam Read More »

Jejak Wakaf di Berbagai Universitas Ternama Dunia

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG — Investasi wakaf untuk menunjang fasilitas pendidikan menjadi jalan tersebarnya ilmu yang sangat bermanfaat sampai saat ini. Universitas atau perguruan tinggi menjadi salah satu lembaga pendidikan yang sering disokong dengan investasi wakaf ummat, baik berupa uang, harta benda, tanah, hingga bangunan.

Universitas Al-Azhar di Mesir misalnya, yang berdiri sejak tahun 970 M. Al-Azhar tidak menarik biaya apapun dari mahasiswanya dan tidak didanai pemerintah Mesir. Lalu dari mana dana yang bisa menunjang aktivitas pembelajaran Al-Azhar? Jawabannya adalah wakaf produktif ummat. Dalam kurun waktu seribu tahun lebih, dana wakaf telah berkontribusi mengembangkan Al-Azhar dari sebuah masjid menjadi berbagai institusi pendidikan dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah sampai universitas.

Menurut Dr. Abdul Aziz Kamil, mantan Menteri Wakaf dan Urusan Al-Azhar Mesir, dana wakaf yang dikelola Al-Azhar mencapai sepertiga kekayaan negara Mesir. Saking melimpahnya, Al-Azhar dapat membantu pemerintah ketika dilanda defisit keuangan. Dana wakaf ini digunakan Al-Azhar untuk mendanai kegiatan pendidikan, staf pengajar, sarana prasarana, pengembangan sumber daya manusia, hingga beasiswa bagi ribuan mahasiswanya.

Di dunia barat, orang-orang non-muslim mengenal konsep endowment yang serupa dengan wakaf. Banyak kampus-kampus ternama di Eropa dan Amerika yang menggunakan dana endowment sebagai biaya operasional, pengembangan dan riset ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga beasiswa.

Dua diantara universitas yang menjadikan endowment sebagai salah satu sumber dana mereka adalah Universitas Oxford dan Universitas Cambridge di Inggris. Keduanya mendapat suntikan dana endowment sejak tahun 1502 ketika endowment pertama diberikan oleh Lady Margaret Beaufort dari keluarga kerajaan Inggris.

Sedangkan di Amerika, salah satu universitas terkaya di dunia, Institut Teknologi Massachusetts (MIT) juga mendapat pendanaan dari endowment. Berdasarkan data tahun 2016, mereka memiliki kekuatan dana abadi sebesar $10,8 miliar. Jika dibagi dengan tiap mahasiswanya, masing-masing mendapat dana abadi hingga lebih dari $1 juta.

Dari Al-Azhar sampai MIT, semuanya adalah universitas ternama yang terus berdiri kokoh selama berabad-abad. Hal ini menjadi bukti keberkahan wakaf sebagai sedekah jariyah. Dengan berwakaf untuk pendidikan, kita secara tidak langsung juga menjadi jalan tersebarnya ilmu, dan sebagaimana yang terkandung dalam hadits Rasulullah, wakaf dan ilmu merupakan salah dua amalan yang pahalannya akan terus mengalir meskipun kita sudah meninggalkan dunia. (Kemas)

Redaktur: Wahid Ikhwan

________________________________________________________

DAARUTTAUHIID.ORG

Jejak Wakaf di Berbagai Universitas Ternama Dunia Read More »

Wakaf Sebagai Sarana Pendukung Moderasi Beragama

DAARUTTAUHIID.ORG — Sejak beberapa tahun lalu, sekitar tahun 2020, Pemerintah berupaya untuk menggalakkan salah satu program utamanya melalui Kementerian Agama, yaitu moderasi beragama melalui wakaf.

Program yang salahsatunya menggalakkan wakaf tersebut dinilai signifikan terhadap keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di negara yang multi agama seperti Indonesia.

Salah satu sarana untuk mendukung program moderasi beragama di Kemenag adalah zakat dan wakaf dengan segala potensinya.

Namun sayangnya di masyarakat umum pandangan wakaf masih menjadi salah satu amalan yang harus dikeluarkan dengan jumlah banyak. Wakaf identik dengan memberikan sebidang tanah yang luas atau pun gedung.

Dikutip dari laman BWI, Wakaf adalah menahan suatu benda yang menurut hukum, tetap di wakif dalam rangka mempergunakan manfaatnya untuk kebajikan.

Berdasarkan definisi itu maka pemilikan harta wakaf tidak lepas dari si wakif, bahkan ia dibenarkan menariknya kembali dan ia boleh menjualnya. Penjelasan tersebut juga menjelaskan secara tidak langsung bahwa wakaf tidak harus selalu dengan tanah dan bangunan.

Menteri Agama Fachrul Razi dalam acara Rapat Kerja Nasional Ditjen Bimas Islam pada tahun 2020 lalu di kantor Kemenag menyampaikan: “Kedua hal ini dapat berfungsi sebagai pendorong perekonomian masyarakat yang ujungnya dapat meningkatkan moderasi beragama.”

Sudah semestinya wakaf bisa menjadi solusi bagi permasalahan sosial, terutama masalah ekonomi. Karena melalui wakaf ummat akan bisa memanfaatkan aset wakaf yang bisa memberikan manfaat bagi penggunanya dan juga pewakafnya, termasuk keberlimpahan pahala. (Wahid)

Redaktur: Wahid Ikhwan

_____________________________________________________

DAARUTTAUHIID.ORG

Wakaf Sebagai Sarana Pendukung Moderasi Beragama Read More »

Benarkah Wakaf Adalah Amalan Pilihan Orang Cerdas?

[WAKAFDT.OR.ID] — Ada ungkapan menarik tentang wakaf, “orang cerdas akan lebih memilih wakaf sebagai amalannya”. Maksud dari ungkapan tersebut yang perlu kita pahami adalah bukan berarti amalan lainnya tidak perlu dilakukan. Tetapi, maksudnya adalah jadikan wakaf sebagai salah satu amalan yang kita lakukan dan utamakan juga.

Mengapa demikian? Jika kita tahu, bahwa wakaf memiliki manfaat yang sangat luar biasa, tidak hanya bagi wakifnya (orang yang berwakaf) tetapi juga memiliki dampak yang luar biasa bagi ummat terutama penerima manfaat (mauquf ‘alaih).

Wakaf menjadi pilihan amal bagi orang cerdas karena secara sudut pandang agama, orang yang berwakaf maka aset yang diwakafkannya akan terus mengalirkan pahala dari setiap orang yang memanfaatkan aset wakafnya tersebut. Bahkan jika wakif sudah wafat sekali pun, pahalanya akan terus mengalir, selama aset wakafnya masih terus dimanfaatkan oleh ummat, subhanallah.

Alhamdulillah, Pesantren Daarut Tauhiid melalui Wakaf Daarut Tauhiid sampai saat ini menjadi salah satu lembaga wakaf yang masih dipercaya oleh masyarakat untuk mengelola wakaf yang alhamdulillah juga manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang, termasuk wakif dan keluarganya. Beberapa hal ini merupakan manfaat dari wakaf yang sudah dikelola di Wakaf Daarut Tauhiid, diantaranya:

  • Hasil dari wakaf produktif dimanfaatkan untuk pembangunan masjid di berbagai daerah di dalam negeri dan luar negeri.
  • Untuk pembiayaan optimalisasi kegiatan di masjid Daarut Tauhiid (Perawatan, kajian, pelayanan jama’ah, dll).
  • Bantuan biaya pendidikan untuk santri dan mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi.
  • Bantuan sosial untuk orang yang kurang mampu.

Selain itu tentunya banyak manfaat lain. Bahkan manfaat dari wakaf tersebut tidak hanya bisa dirasakan oleh para penerima manfaat diatas. Tetapi wakif sendiri, bahkan keluarganya bisa juga merasakan manfaat secara langsung dari wakaf yang dijalankan.

Inilah mengapa wakaf menjadi salah satu amalan yang dipilih oleh orang cerdas. Karena manfaat dan kebaikannya tidak hanya bisa dirasakan oleh orang lain, tetapi si wakif dan juga keluarga bahkan keturunannya kelak juga akan bisa merasakan manfaat dari wakafnya. MasyaAllah ini adalah salah satu bentuk kebaikan Allah untuk menunjukan jalan atas permasalahan sosial, salah satunya lewat wakaf. (Wahid)

(Info seputar Wakaf Daarut Tauhiid, cek wakafdt.or.id)

Red: WIN

____________________________________________________

DAARUTTAUHIID.ORG

Benarkah Wakaf Adalah Amalan Pilihan Orang Cerdas? Read More »

Kisah Pertobatan Pecuri Karena Menerima Sedekah Di Zaman Nabi

Suatu ketika, dan seperti biasanya, Baginda Rasulullah SAW berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Setelah berbincang dengan mereka, beliau berkata kepada mereka:

“Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!”. Dan benar saja, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.

Akhirnya, pria itu mengetahui tentang wanita itu yang ternyata adalah seorang pezina. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, “Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!”.

Kemudian, pria itu mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah seorang yang kaya raya. Sehingga, lagi dan lagi membuat kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, pria itu lalu mengetahui bahwa orang tadi merupakan orang yang kaya.

Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam, “Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!”.

Akhirnya kali ini mencoba kembali mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah dengan cermat dan teliti. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itupun menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu diketahui oleh sang pria bahwa yang menerima sedekahnya adalah seorang pencuri.

Akhirnya pria itu pun mengeluh dan berkata, “Ya Allah! Segala puji ha­nya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!,”.

Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, “Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu,”.

Kisah Pertobatan Pecuri Karena Menerima Sedekah Di Zaman Nabi Read More »