Wakaf Daarut Tauhiid

Artikel

Keutamaan Bulan Rajab

DAARUTTAUHIID.ORG — Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam Islam, memiliki beberapa keutamaan di dalamnya. Untuk itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan atau perbuatan baik sebanyak mungkin di bulan Rajab.

Lantas, apa saja keutamaan di bulan Rajab? keutamaan bulan Rajab yang jarang diketahui orang-orang di antaranya ialah sebagai berikut:

Pertama, Rajab adalah bulan yang mulia. Ada 4 bulan yang dianggap sebagai bulan haram atau bulan yang mulia dalam kalender Hijriyah Islam. Keempat bulan tersebut ialah Muharam, Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab.

Saat bulan haram berlangsung, dianjurkan untuk melakukan amalan saleh agar dilipatgandakan pahalanya. Sedangkan yang berubuat dosa akan diganjar dengan hukuman besar pula.

Kedua, dibukakan pintu tobat seluas-luasnya. Sepanjang bulan Rajab, umat muslim dianjurkan untuk banyak bertobat.

Disebutkan bahwa Allah Ta’ala akan mengabulkan semua doa hamba-hamba-Nya, termasuk permohonan taubat dari seorang hamba yang berdosa.

Ketiga, peristiwa Isra’ Mi’raj. Salah satu fenomena atau peristiwa penting dalam Islam yang terjadi di bulan Rajab adalah Isra’ Mi’raj, saat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam diangkat oleh Allah Ta’ala ke langit ke-7.

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa turunnya perintah menunaikan sholat lima waktu.

Keempat, bulan Rajab adalah bulan yang mustajab. Berdoa di malam pertama bulan Rajab, doa-doa yang dipanjatkannya akan dikabulkan Allah Ta’ala. Hal ini juga disampaikan oleh Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm, yang artinya:

“Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesungguhnya doa dikabulkan pada 5 malam: malam Jumat, malam Iduladha, malam Idulfitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam nisfu Syaban.”

Kelima, bulan yang berdekatan dengan Ramadhan. Bulan Rajab menjadi pertanda bahwa bulan Ramadan yang hanya tinggal bilangan hari hari saja.

Sebab hanya berselang sesudah bulan Syaban, setelah itu Ramadan akan tiba. Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam.

Itulah keutamaan-keutamaan bulan Rajab yang perlu dipahami oleh umat Islam, sebagai bulan Istimewa untuk melakukan lebih banyak amal shaleh atau kebaikan agar mendapatkan pahala berlipat dari Allah Ta’ala. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Keutamaan Bulan Rajab Read More »

Ancaman Bagi Pemakan Harta Anak Yatim

DAARUTTAUHIID.ORG — Memakan harta anak yatim adalah perbuatan sangat dimurkai oleh Allah Ta’ala. Hal tersebut termasuk kedalam perbuatan yang zdalim dan tercela yang dapat merugikan orang lain.

Dosa besar dan akan mendapatkan azab yang pedih di akhirat nanti bagi saja yang memakan harta anak yatim. Perilaku tersebut telah diancam oleh Allah dalam Al-Qur’an dengan ancaman yang amat berat. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’anul Karim yang artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS.An-Nisa’: 10)

Dalam sebuah Dari Abu Hurairah, dimana Nabi Shallallahu ‘alahi wasallam bersabda mengenai pemakan harta anak yatim:

“Jauhilah tujuh(dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya: “Wahai Rasullulah, apakah itu?” Beliau Shallallahu ‘alahi wa sallam menjawab, “Syirik kepada Allah; sihir; membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq; memakan riba; memakan harta anak yatim; berpaling dari perang yang berkecamuk; menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. (HR. Al-Bukhari)

Sebagai seorang muslim yang harus kita lakukan adalah adalah bagaimana kita memelihara dan menyantuni anak yatim dengan cinta dan penuh kasih sayang.

Sebagaimana yang dilakukan oleh baginda Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam yang memperlakukan anak yatim dengan kasih sayang seperti anaknya sendiri.

Begitu juga Allah Ta’ala sangat memuliakan anak yatim, sampai-sampai do’a anak yatim menjadi salah do’a yang cepat dikabulkan oleh Allah.

Sebuah hadits menyebutkan, dari Sahl bin Sa’ad RadiyaAllah ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda yang artinya:

“Aku dan orang yang memelihara anak yatim dalam surga nanti seperti ini.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkannya dengan mendekatkan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya.” (HR. Bukhari)

Seharusnya anak-anak yatim diperlakukan dengan cara sebaik mungkin, jangan pernah terbesit untuk memakan harta anak yatim.

Anak yatim termasuk orang-orang lemah karena kehilangan orangtua, jadi sangat memalukan sekali jika memakan harta orang yang lemah dan tidak mempunyai apa-apa.

Bahkan Janji Allah Ta’ala telah jelas, bahwa akan diberikan ganjaran yang sangat besar bagi siapa saja yang mau mengurus dan menyanyangi anak yatim dengan baik.

Oleh karenanya jika ada kesempatan untuk menyantuni anak yatim maka lakukanlah. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat tercela dalam memakan harta anak yatim. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Ancaman Bagi Pemakan Harta Anak Yatim Read More »

Aa Gym

Aa Gym: Nikmat Hidayah Itu Mahal

DAARUTTAUHIID.ORG — Sahabat, tahukah doa apa yang paling sering dipanjatkan oleh Rosullulah ShallAllohu ‘alaihi wasallam? Imam Abu Daud meriwayatkan dari Syahr bin Hausyab menyampaikan:

“Aku mendatangi Ummu Salamah dan bertanya “Beritahu aku doa yang paling sering diucapkan Nabi,” Ummu Salamah pun menjawab “Doa yang paling sering dibaca Nabi adalah “Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbi ‘ala dinika”.

Alloh yang membolak balikan hati seorang. Karena hati ini dibolak balik oleh Alloh, maka mudah bagi Alloh memberi hidayah kepada siapapun yang ia kehendaki.

Sebaliknya juga mudah bagi Alloh untuk mencabut sebuah hidayah dari seseorang. Coba kita lihat peristiwa atau fenomena yang ada disekitar kita, ada orang yang tidak mengenal Islam sama sekali tapi Alloh beri hidayah kepadanya, akhirnya mengenalnya Islam.

Dan sebaliknya, kita juga menyaksikan yang tadinya beragama Islam, lalu dicabut nikmat hidayah Islamnya oleh Alloh Ta’ala.

Orang yang memperoleh hidayah Islam disebut Muallaf, sedangkan orang yang dicabut hidayah dalam diri seorang maka disebut dengan murtad.

Sesungguhnya kita berada dalam pengawasan Alloh Ta’ala, hidayah itu bisa ditambah dan dikurangi, dikuatkan bahkan bisa diambil oleh pemiliknya.

Salah satu penyebabnya adalah karena akhlak dan ibadah kita yang dilakukan belum khusu, seperti sholat dan amalan yang dikerjakan tidak ikhlas.

Bagaimana tips menjaga nikmat hidayah Iman dan Islam? Kalau kita berpandangan bahwa hidayah iman dan Islam itu suatu yang sangat berharga dalam diri kita, maka kita pasti berusaha keras untuk menjaganya, dan melihat bagaimana sulitnya orang lain mendapatkan nikmat hidayah tersebut.

Salah satu cara melihatnya dengan mendengar kisah-kisah orang yang menyembunyikan keIslamannya dan masuknya seseorang kedalam Islam dengan berbagai halangan dan rintangan.

Perlu kita sadari bahwa nikmat hidayah itu sangat mahal, maka kita harus benar-benar menjaganya, dengan cara memperbanyak amal shaleh dengan niat yang lurus dan ikhlas.

Semoga kita tergolong orang-orang yang senantiasa meneguhkan dan menjaga nikmat hidayah atas pertolongan Alloh Ta’ala dan membaca do’a sebagaimana yang diajarkan oleh Rosulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam: “Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbi ‘ala dinika”(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Aa Gym: Nikmat Hidayah Itu Mahal Read More »

Hukum Menarik Kembali Tanah yang Sudah Diwakafkan

DAARUTTAUHIID.ORG — Tanah wakaf kerap kali menimbulkan masalah atau sengketa, beberapa dari ahli waris pemberi wakaf ternyata meminta kembali wakaf yang telah diberikan sebelumnya.

Lantas bagaimana hukum menarik kembali harta yang sudah diwakafkan? Apakah diperbolehkan? Dan bagaimana hukumnya dalam Islam.

Misalkan ada orangtua yang mewakafkan hartanya, kemudian beberapa waktu kemudian orangtua tersebut meninggal.

Kemudian ada salah satu dari anaknya menemui pihak penerima atau pengelola wakaf dan meminta kembali tanah wakaf tersebut yang telah diwakafkan.

Wakaf secara pengertian dapat dipahami melepaskan kepemilikan atas harta yang dimiliki, kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan umum tanpa mengurangi nilai harta yang diserahkan tersebut kepada perorangan atau kelompok dalam waktu selama-lamanya.

Jadi kalau pengelola wakaf meninggal, harta yang diwakafkan tersebut tidak bisa diwarisi oleh ahli warisnya.

Harta yang diwakafkan juga tidak bisa ditarik kembali. Karena pada dasarnya akad wakaf adalah memindahkan kepemilikan kepada Allah Ta’ala.

Menurut Muhammad Zuhri al Ghamrawi dalam kitab as Sirajul Wahhaj ia menguraikan bahwa: “Menurut pendapat yang azhhar dalam madzhab Syafi’i adalah bahwa kepemilikan pada zat harta-benda yang diwakafkan itu berpindah kepada Allah Ta’ala.”

Jadi, jika ada orangtua mewakafkan tanah miliknya secara utuh, maka anak atau keluarga yang ditinggalkan tidak boleh menarik kembali wakaf tersebut.

Kecuali, kalau tanah harta yang diwakafkan tersebut ternyata ada bagian hak anak, maka anak bisa meminta kembali harta tersebut, namun hanya sebatas pada bagian yang menjadi haknya.

Apa lagi kalau sebuah tanah yang sudah diwakafkan dan telah dikelola oleh wakif dan dimanfaat oleh masyarakat umum, seperti pembangunan masjid, sekolah, mushalla, makam, dan lain sebagainya, maka akan merugikan pihak wakaf yang sudah mengeluarkan materi maupun non materi untuk mengelola tanah wakaf tersebut.

Uraian ditas memberikan pemahaman bahwa hendaknya harta yang sudah diinfakan atau diwakafkan hendaknya tidak ditarik kembali.

Baik harta tersebut bagian dari yang kita cintai atau tidak, hal ini diperkuat oleh hukum atau dalil di dalam ayat al-Qur’an yang artinya:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS Al Imran: 92).

Semoga kita senantiasa diberikan keteguhan hati dalam berwakaf dan melakukan amalan-amalan jariyah yang diniatkan untuk orangtua, agar pahala terus mengalir kepada orangtua dari amal jariyah yang kita lakukan. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Hukum Menarik Kembali Tanah yang Sudah Diwakafkan Read More »

Indonesia Penduduk Muslim Terbesar, Namun Literasi Wakaf Masih Rendah

DAARUTTAUHIID.ORG — Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) merilis sebuah data yang menunjukan bahwa literasi wakaf di Indonesia masih cukup rendah, yakni masi berada di angka 50,48% yang ditunjukkan oleh indeks literasi wakaf pada akhir tahun 2020.

Jika melihat populasi masyarakat muslim atau Islam di Indonesia, maka angka di atas masih sangat rendah, mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia.

Wakil Ketua MES Pahala Nugraha Mansury juga menyampaikan bahwa rendahnya literasi wakaf, maka harus ditingkatkan kembali.

Mengingat wakaf bisa menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan perekonomian nasional dan pemerataan sosial.

Tentu situasi ini sangat disayangkan karena Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia dan mewakili 12,7% penduduk muslim di seluruh dunia, yang mampu meningkat perekonomian di level dunia.

Saat ini pemerintah terus menghimbau mengenai literasi wakaf di Indonesia. Salah satunya dengan menghadirkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GWNU).

Cara ini tidak hanya diharapkan untuk meningkatkan kesadaran literasi masyarakat untuk berwakaf, namun juga menuju transformasi pengelolaan wakaf yang efektif dan produktif.

Hal ini juga sejalan dengan visi BWI (Badan Wakaf Indonesia) yang mendorong ke depannya wakaf bisa diberikan dalam bentuk lainnya.

Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat diharapkan wakaf jadi salah satu sumber mendapatkan dana untuk menggerakkan ekonomi dan inklusivitas pemerataan serta meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.

Gerakan wakaf juga dilakukan sesuai dengan kapasitas masing-masing. Penyaluran wakaf salah satunya dilakukan dengan menggunakan dana tanggungjawab sosial perusahaan CSR (Corporate Social Responsibility).

Langkah lainnya yang bisa dilakukan ialah dengan mentransformasikan langkah pengumpulan wakaf dalam bentuk digital.

Sepanjang tahun lalu, pembayaran wakaf melalui platform digital telah mencapai Rp 3 miliar dengan jumlah total transaksi sebanyak 23 ribu.

Pemberian wakaf dengan menggunakan platform digital, diharapkan mampu meningkatkan partisipasi umat Islam dalam mengeluarkan hartanya untuk berwakaf.

Oleh karenanya, perlunya melakukan sosialisasi yang intens dalam meningkatnya pemahaman masyarakat dengan menggunakan berbagai platform media digital yang saat ini sedang berkembang, sehingga harapannya angka literasi wakaf di Indonesia nilainya akan terus meningkat. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Indonesia Penduduk Muslim Terbesar, Namun Literasi Wakaf Masih Rendah Read More »

Memuliakan Tetangga dengan Memberi Hadiah

WAKAFDT.OR.ID Dalam hidup Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam sering kali mencontohkan kebiasaan yang baik kepada orang lain, salah satunya dengan membagikan makanan untuk para sahabat dan kepada para tetangga, karena Islam mengajarkan kepada pengikutnya untuk berbuat baik kepada sesama muslim, agar memiliki hubungan dekat dengan kita diantaranya tetangga.

Misalkan memberikan hadiah langsung kepada tetangga, memberi hadiah dalam bentuk apapun, tidak harus bernilai mahal ataupun mewah, akan tetapi sesutau yang dapat membuat suasana dan hubungan semakin akrab dan baik antar tetangga.

Sebagai seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan tetangganya. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. Rasulullah menyuruh umatnya, jika memasak sayur atau daging dianjurkan untuk memperbanyak kuahnya, dengan tujuan agar bisa dibagi-bagikan kepada para tetangga. Hal ini akan menambahkan kasih sayang antara seorang dengan tetangganya.

Dari Abu Zarr RadiyaAllahu anhu berkata: Rasulullah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda: Hai Abu Dzarr, jika engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan perhatikan supaya membagi tetangga tetanggamu. (HR Muslim).

Hadits ini memberi penjelasan mengenai anjuran kepada umat Islam untuk memperhatikan dan mempedulikan tetangganya. Bahwasanya tetangga termasuk orang yang paling utama untuk diperlakukan dengan baik.

Memperlakukan tetangga dengan baik, salah satu jalan kita untuk menempuh masuk ke dalam surga. Memberi hadiah memiliki manfaat dalam menumbuhkan dan menebar kasih sayang, memperkuat hubungan persahabatan, dan rasa cinta dengan tulus dan ikhlas.

Bagi siapa pun yang menerima hadiah dari seorang hendaklah menerima hadiahnya dengan senang hati, apapun dan berapa pun jumlahnya, lalu membalas hadiah tersebut dengan ucapan dan rasa terima kasih dan memberikan doa terbaik kepada yang memberi.

Rasulullah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Kelak di akhirat manusia akan berkata, ‘Inilah harta bendaku! Padahal tidak ada harta benda yang di perolehnya di dunia kecuali tiga hal : 1. Apa yang ia makan akan keluar dari tubuhnya menjadi kotoran. 2. Apa yang ia pakai akan menjadi rusak. 3. Dan Apa yang di sedekahkan akan menjadi kebaikan yang kekal baginya,” (HR. Muslim).


WAKAFDT.OR.ID

Memuliakan Tetangga dengan Memberi Hadiah Read More »

Aa Gym: Dari Mana Datangnya Ketenangan Hidup?

WAKAFDT.OR.IDBanyak yang menginginkan ketenangan dalam hidup ini, karena banyak orang yang begitu susah mencari ketenangan. Merasa punya segalanya, namun jika tidak punya ketenangan itu tandanya orang tersebut tidak punya apa-apa.

Punya rumah megah dan mewah, tapi jika hati selalu merasa gelisah maka tidak akan menikmati apa-apa. Punya pendamping yang cantik atau tampan, tapi jika cemburu terus-terusan maka tidak akan menikmati apa pun.

Dan celakanya orang-orang yang hidupnya tidak tenang, bisa membuat hidup orang lain menjadi tidak tenang juga.

Tidak ada orang yang akan merasa nyaman dengan orang yang gelisah, jika kita melihat orang gelisah maka akan tampak dari wajah yang menggelisahkan.

Orang yang selalu merasa gelisah, tulisan dan kata-kata juga tidak akan membawa ketenangan. Maka ketenangan itu merupakan kunci kebahagian, kunci kemuliaan sekaligus kunci keselamatan.

Sekarang ada yang jual obat penenang katanya agar diri menjadi tenang, ini adalah bentuk tenang yang semu, karena pada dasarnya kita bisa tenang tanpa obat penenang.

Ada yang mencari ketenagan ke pantai, sampai di sana malah menjerit-menjerit karena dihantam oleh gelombang tsunami.

Ada yang juga yang mencari ketenangan dengan mendaki gunung mencari ketenangan malah merasa ketakutan karena tersesat, ada juga yang mencari ketenangan dengan melakukan maksiat tapi malah menjadi tidak tenang. Padahal tidak ada ketenangan dalam maksiat.

Kenapa ada banyak orang yang sulit mendapatkan ketenangan? Karena tenang itu bersumber dari Alloh, sebagaimana firman Alloh Ta’ala dalam surat Al-Fath ayat 4:

هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ

“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana”.

Jadi ketenangan itu tidak datang dari rumah tangga, sakinah itu juga tidak datangnya dari seorang suami, begitu juga sakinah tidak datang dari istri, bukan dari harta atau jabatan.

Akan tetapi sakinah itu datang dari Alloh Ta’ala, yang bisa datang lewat istri, suami, dan melalui berbagai hal lainya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Dari Mana Datangnya Ketenangan Hidup? Read More »

Menggerakkan Hati Agar Mantap Berwakaf

WAKAFDT.OR.IDSebagai umat Islam bagaimana kita memaknai wakaf dalam Islam? Kemampuan kita memaknai wakaf akan berdampak pada implikasi mau atau tidaknya mengamalkan wakaf.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wasalam dan para sahabatnya. Setidaknya sebagai seorang muslim kita harus memaknai wakaf dalam beberapa hal, di antaranya ialah:

Pertama, sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah. Berwakaf merupakan bentuk rasa syukur serta upaya mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Atas nikmat yang telah Allah limpahkan kepada hamba-hambanya. Tidak ada satu nikmat pun yang kurang diberikan oleh Allah.

Kedua, memandang wakaf sebagai investasi akhirat. Wakaf harus menjadi ladang amal yang besar bagi setiap muslim. Karena wakaf sifat pahalanya kontinyu atau berkelanjutan meskipun orang tersebut telah meninggal.

Bisa dibayangkan berapa timbangan amalan seseorang dalam beberapa tahun ke depan mesikipun ia telah meninggal dunia.

Tentu kita sadar bahwa apa yang kita punya hanyalah titipan Allah Ta’ala, kapan saja bisa hilang diambil kembali oleh Allah.

Tidak akan selamanya ada ditangan kita. Oleh karena itu memberikan harta terbaik yang kita punya untuk digunakan manfaatnya adalah hal yang baik.

Wakaf merupakan investasi akhirat yang akan terus mengalir dari waktu ke waktu, selama yang wakafkan masih dirasakan manfaatnya untuk kepentingan umum atau kemaslahatan umat.

Berwakaf telah dicontohkan oleh Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dan para sahabat. Sama halnya yang pernah dicontohkan oleh sahabat Nabi yaitu Umar bin Khattab sahabat yang mempunyai banyak kebun.

Suatu hari Umar bin Khattab menyaksikan bahwa satu diantara kebunnya sangat subur, paling produktif. Kemudian berkeinginan menyedekahkan kebunnya kepada umat muslim.

Namun, sangat sayang jika hanya disedekahkan, kemudian Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wasalam menyarankan untuk diwakafkan saja, sehingga pahalanya juga akan terus mengalir sepanjang waktu.

Dikisahkan juga saat Nabi hijrah ke Madinah dan sebelum pindah ke rumah pamannya yang berasal dari Bani Najjar.

Rasulullah membeli tanah dari seorang anak yatim, yang kemudian mewakafkan tanah tersebut untuk pembangunan masjid, yang saat ini dikenal oleh orang-orang dengan nama masjid Nabawi.

Oleh karenanya, mari berwakaf agar hidup kita lebih berkah dan bekal untuk kehidupan akhirat akan terpenuhi.

Salah satu lembaga yang dapat dipercaya untuk berwakaf bisa melalui lembaga Wakaf Daarut Tauhiid. Semoga kita dibukakan pintu rezekinya dan diberikan kelapangan dalam berwakaf. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menggerakkan Hati Agar Mantap Berwakaf Read More »

Beberapa Tujuan Allah Menciptakan Manusia

WAKAFDT.OR.IDHal yang perlu dipahami bahwa segala ciptakan Allah Ta’ala tidak ada yang sia-sia. Termasuk dalam menciptakan manusia di muka bumi ini. Allah Ta’ala telah menuliskannya di Lauhul Mahfudz. Lantas untuk apa manusia diciptakan?

Dalam Islam manusia pada dasarnya diciptakan bukan sekedar hanya untuk diciptakan, akan tetapi akan diberikan kedudukan dan setiap kedudukannya itu akan dipertanggungjawabkan di hari kemudian.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Mu’minun ayat 115 memberikan penjelasan bahwa manusia diciptakan bukan sekedar diciptakan.

اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ

“Maka apakah kamu menyangka bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu dengan main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”.

Ada beberapa alasan mengapa manusia diciptakan, di antaranya ialah:

Pertama, beribadah kepada AllohAllah Ta’ala menciptakan manusia dan jin untuk beribadah kepada Allah. Ini merupakan alasan yang paling utama yang perlu kita ketahui. Penjelasan tersebut terdapat dalam surat Az-Zariyat ayat 56, di mana Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Kedua, dijadikan sebagai Khalifah. Allah Ta’ala menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Allah Ta’ala ingin manusia mengurusnya dengan kekuatan akal yang telah diberikan kepada manusia.

Hal ini sebagaimana yang telah termaktum dalam surat al-An’am ayat 165, Allah berfirman yang artinya:

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian dari kamu atas sebagian (yang lain) dengan beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat dalam memberi siksaan dan Dia sungguh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ketiga, menunjukan kekuasaan Allah. Manusia diciptakan oleh Allah agar manusia menyadari kekuasaan sang pecipta.

Allah Ta’ala ingin menunjukkan bahwa seluruh alam semesta, termasuk tata surya, beserta segala isinya, terbentuk berdasarkan kehendak Allah.  Hal ini dipertegas dalam firman Allah yang artinya:

”Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan demikian pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, sehingga kalian dapat memahami bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.”

Keempat, bertugas mengemban amanah. Alasan selanjutnya adalah Allah menciptakan manusia untuk mengemban amanah di dunia.

Amanah tersebut dapat diibaratkan sebagai ujian dan tanggung jawab saat menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi.

Semoga dengan mengetahui untuk apa manusia diciptakan, kita bisa lebih produktif dalam menjalankan peran sebagai manusia sekaligus hamba Allah Ta’ala. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Beberapa Tujuan Allah Menciptakan Manusia Read More »

Adab Berpakaian dalam Islam

WAKAFDT.OR.IDSeorang muslim diharuskan memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat, karena hal tersebut merupakan cerminan akhlak muslim yang sebenarnya.

Islam tidak pernah mengatur secara mutlak bentuk, style, dan warna pakaian, baik ketika beribadah atau dalam berkegiatan sehari-hari.

Namun, Islam hanya mengatur adab berpakaian yang harus bersih, menutup aurat, sopan yang sesuai dengan cerminan akhlak seorang Muslim.

Di dalam Islam ada batasan atau standar bagaimana adab berpakaian, di antaranya ialah:

Menutup aurat

Untuk aurat lelaki batasnya dari pusar hingga ke lutut. Sedangkan aurat wanita ialah seluruh anggota badannya, kecuali wajah, telapak tangan dan telapak kakinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Paha itu adalah aurat.” (HR. Bukhari)

Tidak Menampakkan Lekuk Tubuh

Pakaian mesti jarang atau longgar, tidak boleh ketat sehingga menampakan lekuk tubuh yang bisa mengundang hawa nafsu orang lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Dua kelompok ahli neraka yang belum pernah aku lihat adalah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi ialah wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk. Mereka tidak masuk surga dan tidak bisa mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium daripada jarak yang jauh.” (HR. Muslim)

Tidak Memunculkan Perasaan Riya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Siapa yang melabuhkan pakaiannya kerana perasaan sombong, Allah Ta’ala tidak akan memandangnya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

Membedakan Pakaian Lelaki dan Wanita

Pakaian yang digunakan oleh laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan. Begitu juga sebaliknya, pakaian yang dipakai oleh perempuan tidak menyerupai pakaian laki-laki.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam mengingatkan hal ini dengan tegas melalui sabdanya:

“Allah mengutuk wanita yang meniru pakaian dan sikap lelaki, dan lelaki yang meniru pakaian dan sikap perempuan.” (HR. Bukhari)

Larangan Memakai Sutera

Islam mengharamkan kaum pria menggunakan pakaian yang terbuat dari bahan sutera. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda yang artinya:

“Janganlah kamu memakai sutera, sesungguhnya orang yang memakainya di dunia tidak dapat memakainya di akhirat.” (HR. Bukhari-Muslim)

Diawali dengan Sebelah Kanan

Apabila memakai baju, celana dan pakaian yang lainnya, maka mulailah dengan sebelah kanan terlebih dahulu. Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah Radiyallahu ‘anhu yang artinya:

“Rasulullah suka sebelah kanan dalam segala keadaan, seperti memakai sandal, sepatu, berjalan kaki dan bersuci.”

Apabila memakai sepatu atau seumpamanya, mulai dengan sebelah kanan dan apabila menanggalkannya, mulai dengan sebelah kiri.

Awali dengan Berdoa

Seorang muslim sangat dianjurkan untuk mengawali segala aktifitasnya dengan berdo’a. Salah satunya ialah ketika berpakaian, sekurang-kurangnya dengan membaca lafazh bismillahirrahmanirrohim.

Semoga dengan penjelasan diatas bisa memperbaiki diri kita, bagaimana adab berpakaian yang baik menurut tuntunan Islam. Wallahu a’lam bishowab. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Adab Berpakaian dalam Islam Read More »