Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Aa Gym: Pentingnya Akhlak Mulia Bagi Manusia

WAKAFDT.OR.IDPentingnya akhlak mulia bagi manusia, Alloh Ta’ala mengutus Nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi wasallam untuk mendakwahkan akhlak mulia kepada seluruh umat manusia.

Tiada pernah bisa akhlak mulia hadir pada diri seseorang kecuali lahir dari tauhiid yang bersih, iman yang kokoh kepada Alloh Ta’ala.

Rasulullah Shallohu ‘alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR. Bukhari)

Ada orang yang sangat keras bekerja, tidak ada hari baginya melainkan diisi dengan bekerja, ibaratnya kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki, banting tulang bekerja dengan keras.

Ada juga orang yang sangat tekun belajar hingga menjadi orang yang cerdas, lulus mendapatkan gelar S1, kemudian melanjutkan S2, dan melanjutkan gelar S3. Tentu semua ini adalah sesuatu yang baik.

Akan tetapi, ada juga orang yang bekerja keras, belajarnya rajin sekali, ikhtiarnya maksimal, namun tidak dilandasi dengan akhlak yang mulia.

Maka tidak heran kalau kita melihat ada orang yang sukses, menikmati penghasilan tinggi karena pekerjaannya, namun akhlaknya tidak jujur, tega menipu orang lain demi keuntungan yang besar.

Disisi lain ada pula orang-orang yang sukses meraih banyak gelar, namun kepintarannya ia manfaatkan untuk memperdaya orang lain, membodohi orang-orang yang miskin dan bodoh.

Kemudian apa sebenarnya arti karir tinggi bagi diri? Penghasilan yang besar, gelar yang banyak, kalau tidak punya akhlak yang baik.

Semua itu sama sekali tidak akan memberi manfaat dan keberkahan untuk diri, sesungguhnya inilah yang kita butuhkan sebagai manusia.

Bukan sekedar tingginya pangkat atau jabatan, bukan sekedar besarnya penghasilan, bukan sekedar berbicara tentang raihan gelar, melainkan keberkahan dan manfaatnya. Tentunya akhlak mulia merupakan jalan meraih keberkahan.

Rasullullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kaum mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka..” (HR. Tirmidzi)

Oleh karenanya, marilah kita bersama-sama senantiasa memupuk keimanan di hati masing-masing, selalu memeriksa ke dalam hati agar senantiasa lurus, sehingga kita termasuk orang-orang yang berakhlak mulia dan mendapatkan limpahan berkah dari Alloh Ta’ala. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Pentingnya Akhlak Mulia Bagi Manusia Read More »

Cara Nabi Menegur Sahabatnya yang Berbuat Salah

WAKAFDT.OR.IDDalam Islam, kita diajarkan bagaimana adab menegur teman atau orang lain jika melakukan kekeliruan. Hal tersebut agar dalam penyampaiannya tidak sampai membuat orang yang kita tegur merasa tersinggung.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menegur sahabat dengan tidak menyakiti hati sahabatnya. Beliau berulangkali menegur sahabatnya dengan menyindir hingga ia mengakui kesalahannya.

Diriwayatkan dari Khawat bin Jubair, bahwa ia dan sahabat lainnya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berhenti di Marr adz-Dzahran.

Kemudian Khawat keluar dari tendanya dan tiba-tiba melihat para wanita yang sedang berbincang-bincang.

Wanita-wanita itu membuatnya terpesona, lalu ia pun segera kembali ke tenda dan mengambil tasnya.

Kemudian ia menggunakan pakaian yang bagus untuk dipakai, lalu ia menghampiri mereka dan duduk bersamanya.

Tiba-tiba Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari tendanya, lalu bertanya, “Hai Abu ‘Abdullah, apa yang membuatmu duduk-duduk bersama mereka?”

Ketika Khawat melihat Rasulullah, ia merasakan kewibawaan beliau. Dengan rasa panik ia menjawab, “Wahai Rasulullah, untaku lepas. Aku sedang mencari tali kekangnya, tetapi untaku pergi maka aku pun mengikutinya.”

Lalu beliau melemparkan selendangnya pada Khawat dan masuk ke antara pepohonan arok (pohon arok merupakan pohon yang batangnya digunakan untuk siwak).

Khawat seperti bisa melihat putih perut beliau di antara hijaunya pepohonan Arok. Lalu, beliau pun membuang hajat kemudian berwudhu.

Tiba-tiba, Rasullullah kemudian bertanya kepada Khawat, “Hai Abu Abdullah, bagaimana kabar untamu yang lepas?”

Kemudian Rasulullah dan para sahabat termasuk Khawat pergi melanjutkan perjalanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah mengikuti Khawat di sepanjang perjalanan melainkan dengan berkata, “Assalamu‘alaikum, hai Abu Abdullah, bagaimana kabar untamu yang lepas?”

Saat Khawat merasakan ketidaknyamanan itu, ia segera memasuki kota Madinah dan menjauhi masjid untuk menghindari duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam.

Setelah beberapa saat berlalu ia melihat masjid sedang kosong, maka ia pun masuk ke masjid dan menunaikan shalat.

Tiba-tiba Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam keluar dari salah satu kamarnya, kemudian shalat dengan singkat.

Khawat berusaha menghindar dengan cara memperpanjang shalatnya dengan harap Nabi akan pergi dan meninggalkannya.

Lalu Nabi berkata, “Panjangkanlah (shalatmu) sesukamu, hai Abu Abdullah. Aku akan terus di sini hingga kamu pergi.”

Dalam hati Khawat berkata, “Demi Allah, sungguh aku meminta maaf kepada Rasulullah dan menyenangkan hati beliau (seusai shalat).”

Ketika beliau bertanya, “Assalamu ‘alaikum, hai Abu Abdullah, bagaimana kabar untamu yang lepas?”

Khawat pun menjawab, “Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, unta tidak pernah lepas sejak aku masuk Islam.”

Lantas Nabi berkata, “Semoga Allah merahmatimu, semoga Allah merahmatimu, semoga Allah merahmatimu.” Setelah itu beliau tidak pernah lagi membahas tentang unta tersebut. (HR. Ath-Thabrani).

Begitulah cara Rasullulah menegur sahabatnya jika berbuat salah. Pada dasarnya Rasul telah mengetahui kesalahan sahabatnya, namun Nabi tidak langsung menegurnya melainkan dengan cara bertanya, hingga sahabat mengakui kesalahan dan memperbaikinya. (Wahid/Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Cara Nabi Menegur Sahabatnya yang Berbuat Salah Read More »

Pembangunan Rumah Sakit Menggunakan Dana Wakaf

WAKAFDT.OR.ID Kebutuhan masyarakat akan kesehatan samakin hari semakin tinggi. Hal tersebut menyebabkan pembangunan rumah sakit di berbagai daerah semakin banyak.

Dana yang digunakan untuk pembangunan rumah sakit memiliki sumber yang berbeda-beda. Ada yang dibangun menggunakan dana pemerintah, swasta, ada pula dengan dana hibah dan sebagainya.

Rumah sakit merupakan fasilitas umum yang sangat penting bagi masyarakat. Namun apakah boleh melakukan pembangunan rumah sakit menggunakan dana wakaf?

Dalam sejarah Islam telah mencatat beberapa wakaf rumah sakit yang telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat pada masanya. Tiga di antaranya ialah RS Al-Adaudi (Baghdad), RS An-Nuri (Damaskus), dan RS Al-Mansuri (Kairo).

Dalam proses pembangunannya tentu dibutuhkan biaya untuk mewujudkannya. Oleh karenanya semua pihak harus terlibat dalam membangun sebuah rumah sakit yang memadai dan bisa dijangkau oleh masyaraakat umum.

Bagi masyarakat muslim, ternyata dapat membantu berkontribusi dalam membangun rumah sakit  melalui program atau konsep wakaf.

Wakaf adalah amalan jariyah yaitu memberikan harta untuk kepentingan umum, dengan harapan mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala.

Salah satu dampak yang harus ada dari konsep wakaf yaitu dapat memberi manfaat besar kepada masyarakat secara luas.

Manfaat wakaf untuk rumah sakit adalah bentuk wakaf yang dilakukan dengan mewakafkan bangunan rumah sakit atau sebagian asetnya.

Konsep wakaf tersebut adalah untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan masyarakat yang sangat membutuhkan, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.

Rumah sakit yang diwakafkan berfungsi menyiapkan atau menyediakan beragam layanan medis dan pengobatan untuk masyarakat, tanpa memandang agama, status sosial atau kekayaan, dan ras.

Melalui program wakaf, umat Islam berarti telah berkontribusi dalam membangun dan menjaga sarana kesehatan secara berkelanjutan, hingga manfaat dapat dirasakan oleh generasi-generasi yang akan datang.

Konsep wakaf ini merupakan semangat gotong royong dan rasa peduli sosial dalam agama Islam, di mana setiap dari kita dihimbau untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas hidup sesama dengan menjaga kesehatan. (Wahid/Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pembangunan Rumah Sakit Menggunakan Dana Wakaf Read More »

Seistimewa Apa Keluarga Imran, Sehingga Allah Cantumkan dalam Al Quran?

DAARUTTAUHIID.ORG — Salah satu keluarga yang disebut dalam Al-Qur’an ialah keluarga Imran, yang dinamai dengan surat Ali Imran. Keluarga Imran atau Ali Imran memiliki kedudukan yang agung di sisi Allah Ta’ala.

Keluarga yang biasa yang dipuji sejajar dengan keluarga Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىٓ اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing).” (QS. Ali Imran: 33)

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah memilih diatas segala umat dua Nabi, yaitu Adam dan Nuh, serta dua keluarga yaitu keluarga Ibrahim dan keluarga Imran yang dianggap sebagai keluarga ideal.

Nabi Nuh dianggap gagal dalam mendidik anaknya, sehingga Allah menegur Nabi Nuh saat dia tidak sanggup membimbing anaknya. Kemudian Allah Ta’ala berfirman:

”Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya ia adalah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS. Hud: 46)

Teguran tersebut Allah sampaikan kepada Nabi Nuh ‘alaihissalam setelah Nabi Nuh bertanya kepada Allah, mengapa anaknya ikut ditenggelamkan dengan orang-orang kafir.

Keluarga Imran merupakan keluarga seperti manusia biasa lainnya yang bisa menjadi sejajar dengan keluarga Nabi, sebuah keluarga kecil, pasangan suami istri dengan dua anak perempuan.

Istri Imran bernama Hannah binti Faquda, ada pula yang menyebut Qa’uda bin Qubaila. Hannah ialah seorang wanita yang dikenal tekun beribadah.

Sebagaimana kisahnya disebut dalam Al-Qur’an. Ingatlah ketika istri Imran berkata:

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Ali Imran: 35).

Sedangkan istri Imran terus memohon dan bernazar pada Allah agar anaknya itu menjadi hamba terpilih, taat, mengabdi, dan mendapatkan bimbingan serta penjagaan dari Allah.

Orangtua harus berperan memberikan fasilitas yang baik dan tepat, agar dapat mendekatkan anak dengan cita-cita yang diharapkan.

Orangtua juga harus memilih pembimbing terbaik bagi anak-anaknya, agar bisa mengarahkan anak sesuai cita-cita yang diharapkan.

Allah telah memberikan contoh nyata keluarga yang ideal dalam Al-Quran. Jadi sebenarnya kita tidak perlu mencari contoh yang jauh, karena semuanya telah tercantum dalam Al-Quran.

Hikmahnya, bahwa kita tidak cukup menjadi baik hanya sendiri. Tetapi kebaikan itu harus diajarkan secara umum kepada keluarga terdekat kita, bahkan sampai kepada masyarakat. (Arga/Wahid)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Seistimewa Apa Keluarga Imran, Sehingga Allah Cantumkan dalam Al Quran? Read More »

Kompak, Santri Karya Jaga Kawasan Wakaf DT dengan Konsep BR3T

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – (7/11/2023) Civitas Yayasan Daarut Tauhiid (YDT) laksanakan kegiatan kebersamaan rutinan setiap hari Selasa, namun pada hari itu berbeda.

Pada hari itu, seluruh civitas YDT membersihkan Kawasan Wakaf Terpadu Eco Pesantren 1 DT yang berlokasi di Kampung Pangsor Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.

Hal tersebut merupakan implementasi dari konsep yang dicetuskan Pembina Ponpes DT Aa Gym, yaitu konsep BR3T (Bersih, Tertib, Teratur dan Terpelihara).

Sebelum melakukan kegiatan, seluruh civitas santri mendapat pengarahan langsung dari Ketua Yayasan Daarut Tauhiid, Ustadz Fahrudin.

Ustadz Fahrudin mengingatkan, pentingnya konsep BR3T untuk senantiasa diterapkan di lingkungan kerja masing masing para santri karya, sebagai upaya menjaga fasilitas wakaf yang diamanahkan.

Ia juga mengungkapkan, selanjutnya akan di bentuk tim audit BR3T untuk mengontrol terlaksananya program yang telah dicanangkan, agar lingkungan selalu bersih dan terawat.

Peserta kebersamaan merupakan seluruh civitas santri karya DT yang berada di lingkungan Yayasan DT seperti Direktorat Pesantren, Sekretariat Yayasan, Lembaga Strategis serta Wakaf Daarut Tauhiid.

Adapun area kegiatan BR3T diantaranya Lingkungan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, Area Lapangan Rumput samping Asrama SMK Daarut Tauhiid serta Jalan sepanjang kawasan Wakaf Terpadu Eco Pesantren Daarut Tauhiid. (Ruli/Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kompak, Santri Karya Jaga Kawasan Wakaf DT dengan Konsep BR3T Read More »

Hubungan Wakaf dengan Peningkatan Pendidikan di Indonesia

WAKAFDT.OR.IDPendidikan merupakan salah satu bidang paling penting yang menjadi pondasi dalam membangun sebuah peradaban bangsa untuk masa kini dan masa depan.

Tanpa pendidikan, sebuah bangsa tidak dapat melahirkan manusia-manusia yang beradab. Hal senada yang pernah diungkapkan oleh Nelson Mandela.

Begitu juga dalam Islam yang menekankan pentingnya sebuah pendidikan, sehingga menjadi salah satu bagian dari lima maqasid syariah, yang artinya mengharuskan manusia memelihara akal dan pikirannya.

Untuk memelihara akal dan pikiran membutuhkan pendidikan sebagai instrumen utamanya.

Tentunya pendidikan yang baik harus difasilitasi oleh infrastruktur pendidikan yang memadai juga, dan tentu membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga pendidikan juga semakin mahal jika tidak disubsidi oleh pemerintah.

Oleh karena itu, perlunya peran umat muslim dalam membangun infrastruktur melalui konsep wakaf dalam Islam, yang punya dampak sosial bagi masyarakat umum.

Wakaf ialah memanfaatkan harta benda dalam waktu tertentu yang dititipkan melalui pengelola atau nazhir.

Aset wakaf dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam hal, salah satunya beasiswa untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Wakaf menjadi salah satu philanthropy berbasis Islam yang mempunyai keunggulan dan ciri khasnya sendiri.

Wakaf adalah harta yang kepemilikannya dilepaskan dan menjadi milik Allah, yang artinya wakaf tidak boleh diambil kembali baik dari segi apapun.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dan Imam Muslim radhiyallahu ‘anhuma. Secara prinsip, harta wakaf tidak boleh dijualbelikan, tidak boleh dihibahkan, dan juga tidak boleh diwariskan.

Saat ini wakaf hadir dalam bentuk wakaf produktif, sebagai bentuk untuk menghadirkan wakaf agar lebih kontributif terhadap kebutuhan zaman hari ini.

Karena masih banyak dari masyarakat yang beranggapan wakaf hanya terbatas pada pemanfaatan tanah sebagai pemakaman, masjid, dan mushola.

Padahal lebih dari pada itu, pemanfaatan wakaf sangatlah luas dan bisa dipergunakan untuk berbagai bidang yang lebih produktif, terutama dalam bidang pendidikan.

Misalkan Al-Azhar University di Mesir menjadi universitas yang fasilitasnya bersumber dari wakaf.

Hal tersebut juga diterapkan di beberapa universitas barat, seperti Harvard University, Stanford Univeristy, Yale University, dan universitas ternama dunia lainnya.

Memiliki berbagai fasilitas pendidikan yang berasal dari skema pendanaan sosial mirip seperti wakaf dinamai dengan endowment fundfoundation, dan lain sebagainya.

Badan Wakaf Indonesia merupakan ikhtiar yang tepat dalam menggandeng berbagai perguruan tinggi untuk ambil peran dalam meningkatkan kesadaran berwakaf dan meningkatkan literasi mengenai wakaf yang dirasa masih rendah.

Harapannya agar semua kegiatan yang dilakukan dengan konsep wakaf mendapat dukungan secara penuh dari masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Hubungan Wakaf dengan Peningkatan Pendidikan di Indonesia Read More »

Aa Gym: Agar Do’a Mustajab Dikabulkan Oleh Alloh

WAKAFDT.OR.IDAlloh Ta’ala menyuruh kita berdoa bukan karena Alloh tidak tahu apa keperluan kita. Apapun yang kita doakan, pasti Alloh tahu.

Doa itu bukan untuk memberi tahu Alloh tentang apa yang kita butuhkan atau apa yang kita inginkan, karena pada dasarnya Alloh Maha Tahu segala apa yang kita butuhkan.

Doa yang baik ialah doa yang menjadi ibadah. Doa yang baik adalah doa yang membuat kita benar-benar bergantung dan sangat membutuhkan Alloh Ta’ala. Kita menyadari bahwa kita tidak berdaya tanpa pertolongan Alloh

Jadi doa bukan hanya sekedar mengucapkan kata dalam sebuah doa, namun yang terpenting ialah hati kita betul-betul terhubung, merunduk, mengharap dan merasa yakin kepada Alloh Ta’ala dengan keyakinan penuh.

Jika hati kita sudah berada dalam level tersebut maka doa insyaAlloh akan dikabulkan.

Ketahuilah pada dasarnya tanpa kita berdoa pun sebenarnnya Alloh telah mengetahui kebutuhan kita, bahkan Alloh juga telah memenuhi kebutuhan kita, baik kita sadari ataupun tidak kita sadari.

Lebih banyak yang tidak kita minta, dari pada yang kita minta, namun karena Alloh maha baik maka Alloh memberikannya.

Karena kita juga tidak tahu apa saja sebenarnya yang kita butuhkan dalam diri kita. Coba dipikirkan sejak kita terlahir di dunia sampai hari ini, banyak kebutuhan kita yang Alloh cukupi.

Lantas untuk apa Alloh menyuruh kita berdoa? Tiada lain adalah untuk kebaikan kita sendiri.

Bukan karena Alloh membutuhkan sesuatu dari kita sebagai makhluk-Nya, tapi karena kita yang membutuhkan Alloh Ta’ala.

Kita memuji atau tidak akan kebesaran dan keagungan Alloh, Alloh tetap Maha Besar dengan segala ciptaan dan kekuasaannya.

Alloh tidak berkurang keagungannya meski kita menjadi hamba pembangkang, dan tidak bertambah kemuliaan Alloh jika kita taat juga.

Doa itu adalah ibadah bagi orang-orang yang beriman. Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Daud).

Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa doa adalah intisari dari ibadah, sebagaimana sabda Rasullulloh Shallallohu ‘alaihi wasallam “Doa adalah intisari ibadah.” (HR. Tirmidzi)

Jadi bagi seorang hamba yang ingin doanya dikabulkan oleh Alloh Ta’ala, janganlah ragu untuk yakin kepada janji Alloh, karena Alloh telah berfirman,

“..Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mu’min: 60)

Kita harus benar-benar yakin akan janji Alloh Ta’ala. Hati yang yakin akan mendorong doa terpanjatkan dengan penuh kesungguhan dan keyakinan kepada kekuasaannya. Tidak ada yang mustahil bagi Alloh dan Alloh pasti akan menepati janjinya. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Aa Gym: Agar Do’a Mustajab Dikabulkan Oleh Alloh Read More »

Baru! DT Lubuklinggau Bangun Gedung Pemberdayaan

WAKAFDT.OR.ID | LUBUKLINGGAU – Panitia pembangunan DT Lubuk Linggau tengah membangun gedung pemberdayaan umat.

Gedung tersebut berlokasi di Jl. SMA BK RT 03 Kel. Taba Pingin Kec. Lubuk Linggau Selatan II Kota. Lubuk Linggau.

Berdasarkan informasi yang diperoleh tim media DT (3/11/2023), pekan ini gedung tersebut telah berprogres sejauh 30%.

Pengerjaan yang sedang berlangsung diantaranya; Bongkar bekisting kolom, cor kolom 1 tiang untuk lantai satu, urugan peninggian lantai dan pabrikasi besi balok dan cincin.

Berdiri di atas tanah wakaf seluas 500m2, rencananya gedung tersebut akan dibangun untuk Kantor pemberdayaan DT Peduli Lubuk Linggau dan asrama santriwati Baitul Quran DT Lubuk Linggau serta mushola bagi warga sekitar. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Baru! DT Lubuklinggau Bangun Gedung Pemberdayaan Read More »

Sejahterakan Umat, Wakaf DT Sulap Lahan Jadi Cuan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf DT tak henti berupaya tebarkan maslahat kepada umat. Salah satu upaya Wakaf DT adalah dengan memproduktifkan lahan wakaf.

Lahan wakaf tersebut berlokasi di Kampung Cijanggel, RT. 05, RW. 11, desa. Kertawangi, kecamatan. Cisarua, Bandung Barat.

Memiliki luas 18.000 m2, berhasil diproduktifkan dan telah menjadi sarana menebar manfaat kepada para mauquf ‘alaih.

Peternakan ayam jadi salah satu pengembangan usaha wakaf produktif DT. Lahan wakaf yang diamanahkan muwakif kepada Wakaf DT disulap menjadi lahan produktif yang menghasilkan.

Peternakan ayam berada di atas lahan seluas 6×30 meter atau setara dengan 180 m2 dan telah diubah menjadi kandang ayam.

Kandang ayam bertingkat dua tersebut mampu menampung sebanyak 6000 ekor ayam, 3000 ekor per lantainya.

Peternakan ayam tersebut, dikelola oleh tenaga profesional dan berpengalaman. Terbukti, panen ayam yang dihasilkan sangat optimal. Saat panen, ayam yang diternakkan berbobot melebihi standar (1,9 kg) yakni rata-rata 2,1 kg.

Selain itu, lahan wakaf tersebut juga ditanami beraneka sayuran. Saling berkesinambungan, kotoran ayam dari peternakan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah pada area perkebunan.

“Ada juga lahan pertanian, kotoran ayam di campur dengan sekam, lalu diolah lagi dicampur dengan tanah, akan menjadi area pertanian yang sangat subur, tingkat produktifitas sayuran sangat tinggi,” ujar Riyadi Suryana, Manajer Wakaf Produktif DT (25/10/2023).

Tak hanya itu, lahan wakaf tersebut pun memiliki area asrama Baitul Quran yang dihuni oleh para santri penghafal Quran DT.

Uniknya, penerima manfaat pada lahan wakaf yang diproduktifkan tersebut tidak hanya masyarakat luas, bahkan para santri pun turut merasakan manfaatnya.

“Ada juga asrama BQ, ada masjid dan villa. Sebuah kawasan yang sangat terintegrasi menghasilkan optimalisasi wakaf, dan hasilnya langsung disalurkan untuk santri BQ,” pungkas Riyadi. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sejahterakan Umat, Wakaf DT Sulap Lahan Jadi Cuan Read More »

Progres Pembangunan Masjid Eco Pesantren 2 DT Capai 8,59%

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Masuk pekan ke-7 pembangunan Masjid Eco Pesantren 2 DT telah berprogres sejauh 8,59%.

Lokasi pembangunan masjid tersebut berada di Kampung Nyampay, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Pada periode 23-29 Oktober 2023, tim pembangunan Masjid Eco Pesantren 2 DT telah melangsungkan beberapa pekerjaan, di antaranya; galian leveling area bangunan penunjang dan pemasangan bekisting pilecap dan sloof.

Bersamaan dengan itu, tim pembangunan Masjid Eco Pesantren 2 DT juga melangsungkan pekerjaan pabrikasi besi dan bekisting pilecap, sloof dan kolom serta pemasangan besi pilecap, sloof, dan kolom.

Tidak hanya masjid, lahan wakaf ini juga rencananya akan dibangun kawasan Pesantren Eco Pesantren 2 Daarut Tauhiid Bandung. (Noviana)

Wakaf Masjid DT

💳 Bank BSI 78221 78221

💳 Bank Danamon Syariah 8800299615

Wakaf via Web Wakaf DT: https://wakafdt.or.id/donasi/

Wakaf via aplikasi Wakafplus: https://bit.ly/Wakafplus

Informasi dan Konfirmasi Wakaf: https://wa.me/6285200123123


Redaktur: Wahid Ikhwan

WAKAFDT.OR.ID

Progres Pembangunan Masjid Eco Pesantren 2 DT Capai 8,59% Read More »