Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Sarapan yang Bukan Sekadar Sarapan

Setiap pagi, suasana depan Super Mini Market (SMM) Daarut Tauhiid tak pernah sepi. Di antara deretan booth makanan, satu tempat tampak selalu ramai dikerumuni mahasiswa, santri, hingga warga sekitar yang ingin mengisi energi sebelum memulai aktivitas. Salah satu pelanggan setianya adalah Nida (21), mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

“Aku sih paling sering pesan nasi kuning, tapi kadang juga suka ganti suasana—nasi uduk atau lontong kari juga enak,” kata Nida, mahasiswi UPI yang sudah langganan sarapan di sana sejak ngekos di daerah Gegerkalong.

Setiap pagi, Nida menyempatkan diri untuk mampir sarapan. Terkadang ia datang sendirian, terkadang bersama teman kost atau rekan kuliahnya. “Kadang sarapan sendiri, kadang bareng temen kos atau anak kelas. Seru aja gitu, sambil ngobrol-ngobrol pagi,” ucapnya santai.

Yang menarik, Nida belum lama ini baru mengetahui bahwa booth makanan tempat ia rutin sarapan ternyata bukanlah usaha kuliner biasa. Booth tersebut dikelola oleh Beliafood, salah satu unit usaha dari Berkah Mulia Abadi (BMA) yang merupakan bagian dari aset wakaf produktif milik Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid.

“Serius, aku baru tahu banget kalau ini tuh bagian dari aset wakaf,” ujar Nida sambil tertawa kecil. “Kupikir cuma booth makanan biasa aja. Tapi pas dikasih tahu, langsung ngerasa, ‘Wah keren juga ya, aku ikut bantu wakaf lewat sarapan.’”

Bagi Nida, informasi itu menjadi motivasi tersendiri. Sarapan kini tak lagi sekadar rutinitas untuk mengisi perut, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusinya dalam memakmurkan wakaf. “Sekarang rasanya beda sih. Sarapan di sini jadi lebih bermakna. Nggak cuma kenyang, tapi juga ikut nyumbang buat hal baik,” katanya dengan semangat.

Program wakaf produktif seperti ini adalah bagian dari komitmen Daarut Tauhiid untuk menghadirkan solusi pemberdayaan ekonomi umat berbasis wakaf. Lewat unit usaha seperti Beliafood, hasil pengelolaan wakaf tidak hanya berputar untuk operasional, tetapi juga berdampak sosial. Mulai dari membuka lapangan kerja hingga membantu dakwah dan pendidikan.

Mungkin Nida hanya ingin sarapan pagi, tapi tanpa sadar, ia ikut andil dalam rantai kebaikan yang lebih besar. Sebuah sarapan yang ternyata punya nilai lebih. Bukan hanya untuk tubuh, tapi juga untuk umat. (Cahya)

Sarapan yang Bukan Sekadar Sarapan Read More »

Qunut Nazilah untuk Palestina: Suara Hati dari Masjid Daarut Tauhiid

Ada suasana berbeda yang terasa khusyuk dan menggugah hati setiap kali salat berjemaah dilaksanakan di Masjid Daarut Tauhiid (DT), Bandung. Sudah hampir satu bulan ini, selepas rukuk rakaat terakhir pada salat lima waktu, suara imam menggema membacakan doa Qunut Nazilah. Doa itu tak hanya jadi pelengkap ibadah, tapi juga seruan langit yang ditujukan untuk keselamatan dan kemenangan rakyat Palestina.

Kebiasaan baru ini disambut hangat oleh para jemaah. Mereka datang bukan hanya untuk menunaikan kewajiban, tapi juga untuk menyatukan hati dan kepedulian bagi saudara-saudara seiman yang sedang tertindas.

“Setiap kali Qunut Nazilah dibacakan, rasanya dada ini sesak,” ujar Budi (56), jemaah tetap dari Gegerkalong. “Nggak tahu kenapa, air mata suka keluar sendiri. Mungkin karena saya ngerasa ikut ngirim doa langsung ke saudara-saudara kita di Gaza. Fisik saya memang di sini, tapi hati kayaknya udah sampai ke sana duluan,” katanya.

Hal serupa dirasakan oleh Ratna (42), seorang ibu rumah tangga yang rutin menghadiri salat Zuhur di Masjid DT. “Pas dengar doanya, saya jadi mikir, kita ini nggak bisa cuma nonton berita sambil sedih,” ujarnya lirih. “Kita bagian dari umat, dan sekecil apa pun kepedulian kita, itu penting,” lanjutnya.

Kebiasaan membaca Qunut Nazilah ini tidak hadir begitu saja. Ia menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dan sosial yang terintegrasi. Masjid DT, bersama Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid, menggagas gerakan “Cash Wakaf for Humanity”. Sebuah program penghimpunan dana wakaf yang ditujukan untuk membantu rakyat Palestina, khususnya dalam bentuk bantuan kemanusiaan jangka panjang seperti pembangunan fasilitas kesehatan, air bersih, dan pendidikan.

Program Cash Wakaf for Humanity ini pun mendapat sambutan positif dari para jemaah. Tidak sedikit yang langsung menyalurkan wakafnya melalui QR Code digital atau kotak wakaf yang tersedia di sekitar area masjid.

“Saya jadi tersentuh banget. DT kasih jalan buat kami yang pengen bantu, walau nggak besar jumlahnya,” kata Andi (29), sambil tersenyum. “Yang penting niatnya, insya Allah ada manfaatnya,” ujar karyawan swasta yang biasa salat Maghrib di masjid tersebut.

Kini, lantunan Qunut Nazilah setiap salat menjadi detak nurani bagi jemaah Masjid DT. Doa itu bukan hanya pengharapan—tetapi juga panggilan untuk bertindak, mengulurkan tangan dalam bentuk wakaf yang berdaya guna bagi perjuangan rakyat Palestina. (Cahya)

Qunut Nazilah untuk Palestina: Suara Hati dari Masjid Daarut Tauhiid Read More »

Keberkahan Wakaf Sambut Wali Santri Baru di Daarut Tauhiid

Udara pagi di kawasan Eco Pesantren Daarut Tauhiid terasa sejuk, disambut cahaya mentari yang menembus sela pepohonan. Di pelataran Masjid Rahmatan Lil’ Alamiin, langkah-langkah kecil dan besar berjalan berdampingan. Santri baru menggandeng erat tangan orang tuanya. Wajah-wajah penuh harap dan semangat tampak menyemarakkan acara Kajian Tauhiid dan Silaturahim Wali Santri Baru Tahun Ajaran 2025/2026, Ahad, 4 Mei 2025.

Masjid megah nan menyejukkan itu bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga saksi bisu dari semangat kolektif umat yang diwujudkan melalui wakaf. Dari wakaf umat, tumbuhlah fondasi kuat yang kini menjadi pusat aktivitas spiritual dan pendidikan di Daarut Tauhiid. Tidak hanya masjid ini, seluruh sekolah dari TK hingga Sekolah Tinggi di Daarut Tauhiid pun berdiri di atas tanah wakaf. Simbol nyata betapa wakaf membawa keberkahan yang meluas.

Acara silaturahim dihadiri oleh wali santri dari berbagai jenjang—TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK Daarut Tauhiid—yang datang tidak hanya dari Bandung, namun juga dari cabang Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia di Batam dan Cianjur. Mereka hadir baik secara langsung maupun melalui sambungan daring, menunjukkan komitmen yang sama: mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di lingkungan yang bertauhid.

Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil ‘Alamin, Agus Kurniawan, menyampaikan harapan besarnya atas pertemuan ini.

“Semoga pertemuan ini menjadi langkah awal yang penuh keberkahan dalam mendidik generasi yang bertauhiid, berkarakter, dan bermanfaat,” ujar Agus penuh keyakinan.

Puncak acara adalah nasihat langsung dari pendiri Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang mengingatkan bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal pencapaian duniawi, tetapi bagaimana mengantarkan generasi ke surga.

“Mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing dan menolong kita dalam rangka menyiapkan putra-putri kita untuk bisa masuk ke surga. Karena tujuan terakhir dari pendidikan ini adalah bisa mengantarkan putra putri kita untuk masuk surga,” ungkap Aa Gym dengan penuh keteduhan.

Atmosfer spiritual begitu terasa. Tidak hanya melalui kata-kata nasihat, tetapi juga dari tempat berlangsungnya acara—masjid yang dibangun dari harta wakaf umat. Tempat yang kini menjadi titik tolak bagi ribuan santri menapaki perjalanan ilmu dan iman.

Melalui kegiatan ini, Daarut Tauhiid menunjukkan bahwa pendidikan adalah bagian dari ibadah. Dan wakaf, sebagai salah satu pilar utamanya, terus mengalirkan pahala bagi para muwakif. Menjadi sumber keberkahan yang tidak hanya menyentuh dunia pendidikan, tetapi juga hati-hati yang mencari cahaya. (Cahya)

Keberkahan Wakaf Sambut Wali Santri Baru di Daarut Tauhiid Read More »

Mengalirkan Wakaf Lewat Digital, Danamon Syariah Serahkan Wakaf untuk Daarut Tauhiid

Senin, 28 April 2025, menjadi hari istimewa bagi Daarut Tauhiid. Usai salat Dzuhur di Masjid Daarut Tauhiid Cipaku, Jakarta, sebuah momen hangat dan penuh makna terjadi. Simbolis penerimaan wakaf dari Bank Danamon Syariah yang diserahkan langsung melalui platform digital sosial banking.

Dalam suasana yang khusyuk, serah terima wakaf ini dilakukan sebelum dimulainya Kajian Tauhiid yang diisi oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Penyerahan diwakili oleh Triadi Iwan selaku SMEC Funding Head Bank Danamon Syariah dan diterima oleh Doddy Ekapriades Topan, Direktur Wakaf Daarut Tauhiid. Acara turut disaksikan oleh Aa Gym, jajaran manajemen Wakaf Daarut Tauhiid, serta para jemaah yang menghadiri kajian siang itu.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa teknologi bisa menjadi jembatan kebaikan. Melalui sosial banking, Bank Danamon Syariah menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk menyalurkan wakaf secara aman, transparan, dan berkelanjutan.

Taufik Hidayat, selaku Manager Fundraising Wakaf Daarut Tauhiid, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin.

“Kami atas nama Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian dari Bank Danamon Syariah melalui platform digitalnya dalam menghimpun dana wakaf. Bantuan ini sebelumnya telah digunakan untuk pembangunan Masjid Serua, Masjid Al Hadi, dan kini dilanjutkan untuk pembangunan ruang kelas baru serta asrama pesantren di kawasan Eco 2,” ujar Taufik.

Ia pun menambahkan doa dan harapan agar amal jariyah ini menjadi jalan kemudahan di akhirat kelak bagi seluruh manajemen, direksi, dan jajaran Bank Danamon Syariah.

Simbolis ini bukan sekadar penyerahan wakaf. Ia adalah perwujudan dari cita-cita bersama. Membangun peradaban melalui pendidikan, memberdayakan umat lewat pesantren, dan menguatkan fondasi spiritual melalui wakaf yang amanah dan berkelanjutan. (Cahya)

Mengalirkan Wakaf Lewat Digital, Danamon Syariah Serahkan Wakaf untuk Daarut Tauhiid Read More »

Wakaf Produktif vs Wakaf untuk Ekonomi Umat

Belakangan ini, istilah wakaf produktif dan wakaf untuk pemberdayaan ekonomi umat sering kita dengar. Keduanya sama-sama membawa semangat wakaf ke ranah yang lebih dinamis dan relevan dengan kebutuhan zaman. Tapi, apa sebenarnya beda dan persamaannya?

Yuk, kita kupas secara sederhana.

Apa Itu Wakaf Produktif

Wakaf produktif adalah bentuk wakaf yang dikelola agar menghasilkan nilai ekonomi.

Jadi, harta wakaf tidak hanya disimpan atau digunakan secara pasif (seperti hanya menjadi bangunan), tapi diolah agar menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

Contohnya:

– Tanah wakaf yang dijadikan kebun atau disewakan.

– Uang wakaf yang dipakai sebagai modal usaha mikro.

– Bangunan wakaf yang dikomersialkan sebagian (seperti ruko wakaf)

Keuntungan dari pengelolaan ini akan digunakan untuk kepentingan sosial, pendidikan, kesehatan, atau bahkan kembali diputar untuk memperbesar dampak wakaf itu sendiri.

Wakaf untuk Ekonomi Umat

Istilah ini lebih menekankan pada tujuan sosial dari wakaf, yakni untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, terutama kaum dhuafa atau kelompok yang ekonominya lemah.

Bentuknya bisa:

– Wakaf modal usaha untuk UMKM.

– Wakaf pelatihan keterampilan dan kewirausahaan.

– Wakaf alat produksi (mesin jahit, alat pertanian, dan lain-lain).

– Program pendampingan ekonomi berbasis dana wakaf.

Jadi, wakaf untuk ekonomi umat fokusnya adalah pada manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk pemberdayaan ekonomi.

Apa Persamaannya?

– Sama-sama berbasis pengelolaan wakaf secara aktif dan produktif.

– Bertujuan menghasilkan manfaat berkelanjutan.

– Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya sebagai tempat ibadah.

– Bernilai amal jariyah, karena manfaatnya terus mengalir.

Apa Perbedaannya?

Wakaf produktif adalah cara mengelola wakaf agar menghasilkan manfaat berkelanjutan, misalnya dengan disewakan atau diinvestasikan. Adapun wakaf untuk ekonomi umat adalah tujuan pemanfaatan wakaf yang difokuskan untuk membantu dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

Singkatnya, wakaf produktif adalah cara pengelolaan, sedangkan wakaf untuk ekonomi umat adalah tujuan penggunaannya.

Dua Sisi dari Koin yang Sama

Pada akhirnya, wakaf produktif dan wakaf untuk ekonomi umat saling melengkapi. Wakaf produktif adalah mesin penghasil manfaat, sedangkan wakaf untuk ekonomi umat adalah arah dan tujuan manfaat itu diberikan.

Dengan memadukan keduanya, kita bisa menciptakan ekosistem wakaf yang bukan hanya menghidupkan aset, tetapi juga menghidupkan harapan banyak orang.

Mari bergerak bersama membumikan wakaf sebagai solusi umat. Bukan sekadar amal, tapi instrumen strategis membangun peradaban yang adil, makmur, dan mandiri. (Cahya)

Wakaf Produktif vs Wakaf untuk Ekonomi Umat Read More »

Wakaf untuk Ekonomi Umat, Bukan Sekadar Amal

Selama ini, banyak yang mengira wakaf hanya untuk membangun masjid atau sekolah. Padahal, di zaman sekarang, wakaf bisa menjadi alat pemberdayaan ekonomi yang sangat kuat. Bukan hanya menolong satu-dua orang, tapi membuka jalan rezeki bagi banyak keluarga.

Bagaimana bisa? Jawabannya adalah ketika wakaf menyalin rupa dalam bentuk wakaf produktif.

Apa Itu Wakaf Produktif?

Wakaf produktif adalah wakaf yang dikelola secara aktif, bukan hanya disimpan atau dibiarkan begitu saja. Misalnya:

– Wakaf uang untuk mendirikan warung atau koperasi umat.

– Tanah wakaf yang digunakan untuk pertanian atau peternakan.

– Modal usaha kecil yang dikelola bersama komunitas.

Keuntungan dari pengelolaan itu kemudian dipakai untuk:

– Memberi beasiswa.

– Meringankan biaya hidup kaum dhuafa.

– Membuka lapangan kerja.

– Membina pelaku UMKM

Mengapa Ini Penting?

Ada banyak alasan mengapa keberadaan wakaf produktif itu penting. Bukan sebatas keutamaannya sebagai sedekah jariyah, tapi juga sangat berpotensi menggiring umat menuju kemandirian secara finansial.  

Jika dijabarkan secara detail, berikut ini beberapa alasannya:

1. Banyak umat masih sulit secara ekonomi.

Menurut data BPS, sekitar 9,36% penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan (2023). Artinya, jutaan orang butuh bantuan. Bukan hanya untuk makan hari ini, tapi juga modal untuk bangkit esok hari.

2. Wakaf bisa jadi jalan kemandirian.

Bantuan langsung memang penting, tapi pemberdayaan jauh lebih berdampak. Lewat wakaf, kita bisa bantu seseorang membangun usaha, bukan sekadar menerima santunan.

3. Amal yang terus mengalir (sedekah jariyah).

Bayangkan, kita ikut mewakafkan modal usaha untuk ibu-ibu pengrajin di desa. Usahanya tumbuh, dia bisa menyekolahkan anak, menghidupi keluarganya—dan setiap manfaat itu, kita ikut dapat pahalanya.

Sudah Ada Contoh Nyata

Lembaga wakaf di Indonesia kini banyak yang membangun minimarket berbasis wakaf, peternakan wakaf, bahkan pesantren entrepreneur yang membina santri menjadi pelaku usaha.

Ada juga program wakaf sawah produktif yang hasil panennya dibagikan ke masyarakat dhuafa dan juga dijual untuk menopang program sosial lainnya.

Mulai dari Mana?

Mudah! Kita bisa memulainya dengan:

– Menyisihkan sebagian pendapatan untuk wakaf uang.

– Mendukung lembaga wakaf yang profesional dan transparan.

– Mempromosikan gerakan wakaf produktif di lingkungan sekitar.

– Wakaf bukan hanya tentang membangun bangunan, tapi juga tentang membangun harapan.

Dengan adanya wakaf untuk ekonomi umat, kita bantu menciptakan masyarakat yang kuat, mandiri, dan berdaya. Mari bergerak karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang ikhlas. (Cahya)

Wakaf untuk Ekonomi Umat, Bukan Sekadar Amal Read More »

Merekam Jejak Hari Buruh dari Sudut Pesantren: BR3T Santri BQ

Di luar lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid, pada Kamis pagi, 1 Mei 2025, hiruk-pikuk peringatan Hari Buruh menggema di berbagai penjuru kota. Spanduk-spanduk tuntutan berkibar, suara pengeras memenuhi jalanan, dan massa bergerak menyuarakan aspirasi. Namun, di dalam kawasan pesantren, suasana justru tenang namun penuh semangat. Para santri Baitul Qur’an (BQ) Daarut Tauhiid—dari asrama DN, Daim, Damukh, hingga Damus—melangkah ke luar kamar mereka bukan untuk berorasi, melainkan untuk berkontribusi.

Pagi itu, selepas salat Dhuha, para santri memulai kegiatan BR3T (Bersih, Rapi, Tertib, Teratur, dan Terpelihara). Dengan sapu, serok, dan semangat, mereka membersihkan asrama dan lingkungan sekitar. Jalan setapak yang biasa dilalui jemaah, taman-taman kecil di dekat masjid, hingga sudut-sudut area wakaf yang kadang luput dari pandangan, menjadi ladang amal yang mereka rawat dengan hati.

Di saat sebagian besar buruh turun ke jalan untuk memperjuangkan hak mereka, para santri ini memilih memperjuangkan kebersihan dan keteraturan tempat tinggal mereka. Sebuah bentuk pengabdian sunyi yang tak kalah bermakna. Bagi mereka, memakmurkan aset wakaf Daarut Tauhiid bukan sekadar tugas, tetapi bagian dari cita-cita besar membumikan Al-Qur’an di bumi wakaf ini.

“Mudah-mudahan ini menjadi jalan semakin berkah unit BQ dan Lembaga Dakwah & Tarbiyah, serta menjadi wasilah dibukakan jalan keluar atas segala urusan kita semua,” tutur Naila, salah seorang pengajar tahsin dan tahfizh di BQ Daarut Tauhiid.

Kegiatan BR3T ini bukan hanya rutinitas, tapi pembiasaan tanggung jawab. Mereka menyapu bukan hanya debu di lantai, tapi juga rasa malas yang kerap datang. Mereka menata bukan hanya sandal di rak, tapi juga niat yang perlu diluruskan setiap hari. Di balik kerja-kerja fisik itu, ada kerja batin yang lebih dalam.

Usai kegiatan BR3T, para santri kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti KBM Qur’ani, yang saat ini memasuki pekan ujian Ulumuddin dan sesi remedial. Meski lelah, mereka tetap antusias. Mereka tahu, ilmu yang mereka gali hari ini bisa menjadi penerang jalan di masa depan. Sementara di luar sana, banyak yang berjuang keras demi keadilan ekonomi, para santri ini berjuang dalam diam, menata diri, menata lingkungan, dan menata hati. Semua demi keberkahan hidup dan keberlangsungan aset wakaf di Daarut Tauhiid.

Tak ada sorotan media besar, tak ada gemuruh yel-yel, tapi dari sudut asrama yang bersih dan tertib, sebuah gerakan perubahan sedang tumbuh. Perlahan namun pasti. (Cahya)

Merekam Jejak Hari Buruh dari Sudut Pesantren: BR3T Santri BQ Read More »

Santri PDF Wustho Belajar Bertani: Tanam Shorgum dan Tumpang Sari di Lahan Wakaf Produktif

Sebanyak 21 santri Program Dakwah dan Tahfidz (PDF) Wustho kelas 7 dan 8 mengikuti kegiatan pembelajaran pertanian di lahan wakaf produktif Daarut Tauhiid. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan berkala dengan fokus pada penanaman tanaman pangan shorgum serta sistem tumpang sari, yakni penanaman dua atau lebih jenis tanaman dalam satu lahan secara bersamaan.

Pada pelaksanaan terbaru yang berlangsung Rabu, 30 April 2025, para santri tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Mulai dari pengolahan lahan hingga penanaman bibit secara langsung di bawah bimbingan tim Agribisnis Daarut Tauhiid.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Unit Agribisnis Daarut Tauhiid, khususnya bagian Pertanian dan Bunga Hias, sebagai bagian dari Program Wakaf Produktif yang dikelola oleh Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid.

Menurut Zaenal, Kepala Subbagian Agribisnis, kegiatan ini memiliki peran penting dalam pendidikan karakter dan pembentukan kesadaran santri terhadap sektor pertanian.

“Tujuannya untuk menumbuhkan minat santri tentang pertanian, mengenal proses pertanian, menghargai setiap makanan yang didapatkan dengan praktek langsung bertani. Mudah-mudahan langkah kecil ini berarti bagi kemajuan bersama,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa lokasi kegiatan ini dilakukan di lahan wakaf milik Daarut Tauhiid Eco 2, yang kini terus dikembangkan untuk pendidikan dan pemberdayaan.

“Kegiatan dilakukan di lahan wakaf DT Eco 2. Mudah-mudahan menjadi wasilah jalan kebaikan, khususnya untuk para muwakif DT, dan umumnya untuk semuanya agar semakin makmur dan produktif,” tambahnya.

Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga akan diintegrasikan secara resmi dalam kurikulum PDF Daarut Tauhiid pada tahun ajaran 2025–2026. Kurikulum ini menggabungkan nilai-nilai spiritual, kemandirian, dan produktivitas, sesuai dengan visi Daarut Tauhiid dalam membentuk karakter insan bertauhid yang mandiri dan kontributif.

Meski hasil panen shorgum belum bersifat komersial, lahan wakaf ini telah memberikan manfaat nyata. Setiap panen sayuran dibagikan secara gratis kepada jemaah Daarut Tauhiid setiap pagi usai salat berjemaah. Ini menjadi bukti bahwa wakaf produktif tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga nilai sosial dan spiritual yang tinggi.

Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid terus berkomitmen mengembangkan program-program wakaf produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi umat. (Cahya)

Santri PDF Wustho Belajar Bertani: Tanam Shorgum dan Tumpang Sari di Lahan Wakaf Produktif Read More »

Daycare Daarut Tauhiid: Oase Bagi Orang Tua Sibuk, Berkah dari Tanah Wakaf

Bagaimana rasanya menjadi orang tua yang harus bekerja seharian, namun tetap ingin memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, islami, dan penuh kasih sayang? Apakah mungkin menemukan tempat penitipan anak yang tak hanya profesional tapi juga bernilai ibadah? Di sinilah Daycare Daarut Tauhiid hadir sebagai jawaban.

Berlokasi di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung, daycare ini bukan sekadar tempat menitipkan anak. Ia berdiri di atas tanah wakaf dan tumbuh dalam naungan nilai-nilai tauhid, menjadikannya lebih dari sekadar lembaga pengasuhan—melainkan ladang keberkahan.

Setiap harinya, anak-anak menjalani aktivitas yang terarah—mulai dari bermain edukatif, pembiasaan ibadah, hingga pengenalan adab dan doa harian. Pendekatan pengasuhan yang dilakukan menggabungkan aspek kognitif, motorik, dan spiritual dalam satu kesatuan yang harmonis.

Salah seorang orang tua yang juga merupakan santri karya Daarut Tauhiid, Yusuf, membagikan pengalamannya. “Saya kerja di area pesantren, jadi setiap pagi saya titipkan anak di daycare ini. Begitu selesai kerja, langsung jemput. Praktis banget, dan yang paling penting, saya tenang karena anak saya ada di lingkungan yang baik dan penuh nilai-nilai agama,” ungkapnya.

Yusuf juga mengaku merasa lebih tenang dan produktif saat bekerja karena mengetahui anaknya berada dalam pengasuhan yang aman, hangat, dan penuh kasih sayang. “Di rumah, dia sering nyanyi lagu-lagu islami dan hafal doa-doa pendek. Itu bikin hati kami sebagai orang tua jadi tenang dan bahagia,” tambahnya.

Daycare Daarut Tauhiid tidak hanya menjadi tempat penitipan anak, tapi juga bagian dari ikhtiar membangun generasi soleh dan solehah sejak usia dini. Kehadirannya sangat membantu para orang tua, terutama santri karya dan pekerja di sekitar Daarut Tauhiid yang ingin menyeimbangkan peran kerja dan keluarga tanpa kehilangan sentuhan nilai-nilai Islam.

Dengan berdiri di atas tanah wakaf dan mengusung semangat pelayanan umat, Daycare Daarut Tauhiid menjadi simbol nyata dari pengasuhan yang tidak hanya membesarkan anak secara fisik, tetapi juga membentuk jiwanya dalam nuansa keberkahan. (Cahya)

Daycare Daarut Tauhiid: Oase Bagi Orang Tua Sibuk, Berkah dari Tanah Wakaf Read More »

Wakaf Lewat QRIS, Solusi Praktis Beramal Jariyah

Siapa sangka, sebuah konten Instagram bisa menjadi jalan hidayah untuk berwakaf? Inilah yang dialami oleh Dwi (34), salah seorang jemaah Daarut Tauhiid yang rutin berwakaf melalui platform digital. Terbaru, ia tergerak berwakaf setelah melihat unggahan tentang wakaf untuk Palestina di akun Instagram resmi Wakaf Daarut Tauhiid.

“Awalnya iseng scroll IG, terus lihat konten tentang kondisi saudara-saudara kita di Palestina dan ajakan wakaf. Di situ ada QRIS, langsung saya scan dari HP,” cerita Dwi. “Gak butuh waktu lima menit. Tapi rasanya luar biasa karena bisa ikut berkontribusi,” tambahnya.

Dwi bukan satu-satunya. Semakin banyak jemaah DT dan masyarakat umum yang memanfaatkan kemudahan teknologi digital untuk menunaikan wakaf, salah satunya melalui QRIS. Tanpa harus datang langsung ke lembaga, cukup dengan ponsel, niat baik pun langsung tersalurkan.

Fenomena ini diamini oleh Wahyudi, Kepala Bagian Marketing Communication Wakaf Daarut Tauhiid. Menurutnya, tren wakaf digital terus meningkat secara signifikan dalam dua tahun terakhir.

“Sejak awal 2023 hingga sekarang, kami sudah bermitra dengan 9 platform digital yang memudahkan masyarakat untuk berwakaf,” ungkap Wahyudi. “Dan alhamdulillah, kontribusinya sudah mencapai 20 persen dari total penerimaan wakaf di lembaga,” lanjutnya.

Wahyudi menjelaskan bahwa wakaf melalui QRIS dan platform digital memiliki sejumlah keunggulan. Selain lebih cepat dan praktis, sistem ini juga sudah terintegrasi secara langsung dengan database lembaga sehingga pencatatan wakaf lebih rapi, transparan, dan muwakif (pewakaf) pun mendapat laporan secara otomatis.

“Kelebihannya: mudah, bisa kapan pun dan di mana pun, database langsung masuk sistem, terkelola dengan baik, dan ada laporan otomatis ke muwakif. Ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik,” jelasnya.

Ke depan, Wakaf Daarut Tauhiid menargetkan peningkatan kerja sama dengan bank-bank yang telah menjadi bagian dari Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU), agar jangkauan dan kemudahan berwakaf digital bisa lebih luas lagi. (Cahya)

Wakaf Lewat QRIS, Solusi Praktis Beramal Jariyah Read More »