Wakaf Daarut Tauhiid

Tuntutan Hamas dengan Penjajah dalam Perundingan Gaza

WAKAFDT.OR.ID | GAZA — Pemimpin Hamas, Fawzi Barhoum, baru-baru ini memperingati dua tahun sejak “Operasi Topan Al-Aqsa” dan menegaskan kembali sikap tegas kelompoknya.

Barhoum menyatakan bahwa Hamas tidak akan menerima kesepakatan apa pun yang tidak menjamin penghentian pendudukan Israel secara menyeluruh dan rekonstruksi Gaza.

Dalam perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung (disebutkan di Sharm El-Sheikh dan Kairo), tuntutan utama Hamas adalah:

  • Gencatan senjata yang komprehensif dan permanen.
  • Penarikan penuh seluruh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
  • Akses bantuan tanpa batas.
  • Kepastian kembalinya para pengungsi.
  • Dimulainya rekonstruksi di bawah pengawasan badan teknokrat Palestina.

Kesepakatan pertukaran tahanan yang adil.

Sumber Hamas kepada Aljazirah menyebutkan bahwa delegasi mereka menuntut agar tahapan pembebasan sandera Israel harus terikat langsung dengan tahapan penarikan pasukan Israel.

Pembebasan sandera terakhir harus bertepatan dengan penarikan pasukan terakhir, dan Hamas menuntut jaminan internasional untuk hal ini.

Barhoum menekankan bahwa prioritas utama gerakan perlawanan adalah penghentian segera agresi Zionis dan perang genosida di Gaza.

Ia menyoroti penderitaan warga Gaza selama dua tahun terakhir—termasuk genosida, kelaparan, dan kehancuran total—menyebutkan korban tewas lebih dari 67.000 jiwa, dengan sebagian besar adalah warga sipil.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump (menurut Aljazirah Arab) menyatakan bahwa perundingan yang sangat serius mengenai Gaza sedang berlangsung dan melihat peluang nyata untuk kemajuan dalam rencana mengakhiri perang dan membebaskan para tahanan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID