Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Lima Keistimewaan Salat Tahajud: Jalan Meraih Derajat Mulia dan Keberkahan Hidup

WAKAFDT.OR.IDSalat Tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat ditekankan dalam Islam, dilaksanakan pada periode waktu istimewa, yakni sepertiga akhir malam setelah seseorang terjaga dari tidur.

Banyak dalil, baik dari Al-Qur’an maupun Hadis Nabi, yang menguraikan manfaat besar dari amalan ini, baik untuk pengembangan spiritualitas maupun kemudahan dalam urusan duniawi. Berikut adalah lima keistimewaan utama dari Salat Tahajud:

1. Menaikkan Martabat Spiritual (Māqamām Mahmūdā) Allah SWT menjanjikan kedudukan istimewa bagi hamba-Nya yang rutin melaksanakan Tahajud, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 79:

“Dan pada sebagian malam, dirikanlah salat Tahajud (sebagai ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Ayat ini secara eksplisit mengaitkan pelaksanaan Tahajud dengan janji Allah untuk menempatkan pelakunya pada derajat yang tinggi dan terhormat (māqamām mahmūdā) di sisi-Nya.

2. Membuka Pintu Kemudahan dan RezekiTahajud adalah waktu mustajab untuk memanjatkan doa. Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya di waktu malam ada satu saat (waktu istimewa), tidaklah seorang Muslim menemuinya, lalu ia memohon kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah, melainkan Allah akan mengabulkannya. Dan (waktu) itu ada di setiap malam.” (HR Bukhari dan Muslim)

Keterangan ini menggarisbawahi fungsi Tahajud sebagai sarana spiritual yang ampuh untuk menarik rezeki, keberkahan, serta terkabulnya permohonan, baik yang berkaitan dengan kehidupan dunia maupun bekal di akhirat.

3. Momen Paling Dekat dengan Sang PenciptaSalat Tahajud menawarkan ketenangan dan keheningan, menjadikannya waktu optimal bagi seorang hamba untuk berkomunikasi secara intim dan khusyuk dengan Allah SWT.

Dalam Hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW menyampaikan:

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam, yaitu ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuninya.’”

Waktu istimewa ini, di mana rahmat dan ampunan Allah dicurahkan, menjadi kesempatan emas untuk mempererat kedekatan dan memohon pengampunan-Nya.

4. Menghapus Kesalahan dan Membentengi Diri dari DosaAmalan Tahajud juga memiliki peran penting dalam pembersihan diri dari dosa masa lalu dan pertahanan moral di masa depan. Dalam Hadis riwayat Tirmidzi dari Abu Umamah al-Bahili, Nabi SAW bersabda:

“Laksanakanlah salat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Rabb kalian, pelebur dosa-dosa, serta penghalang dari perbuatan maksiat.”

Dengan mengamalkan Tahajud, seorang Muslim dapat berupaya menghapus kesalahan yang telah diperbuat serta membangun perisai spiritual yang menjauhkan dari dorongan untuk melakukan perbuatan terlarang.

5. Menjadi Pelita di Hari PerhitunganKeutamaan Tahajud di Hari Kiamat adalah menjadi cahaya penerang bagi pelakunya. Rasulullah SAW bersabda:

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang senantiasa berjalan di kegelapan malam menuju masjid-masjid (untuk salat), dengan cahaya yang sempurna pada Hari Kiamat.” (HR Ibnu Majah, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Amalan ini diibaratkan sebagai cahaya yang utuh dan tidak terputus, yang akan menuntun hamba-Nya di Hari Akhir.

Melalui konsistensi dalam melaksanakan Salat Tahajud, seorang Muslim tidak hanya menuai pahala yang berlimpah, tetapi juga memperoleh serangkaian manfaat mendalam yang menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Ini adalah metode terbaik untuk memperkokoh hubungan dengan Allah dan memohon segala kebaikan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: MUI


WAKAFDT.OR.ID

Lima Keistimewaan Salat Tahajud: Jalan Meraih Derajat Mulia dan Keberkahan Hidup Read More »

Aa Gym: Ini Adalah Cara Mengatasi Iri Dengki

WAKAFDT.OR.IDPernah dengar dengki? Rumus memahami dengki sederhana sekali, yaitu SMOS. Susah melihat orang senang, senang melihat orang susah.

Kalau kita dengki kepada seseorang, pasti kita tidak ingin ketemu dengan seseorang. Bahkan kalau kita dengki kepada seseorang kecenderungannya tidak mau menyapa, tidak mau mengucapkan salam, dan tidak mau memuji orang lain.

Hal ini pengalaman pribadi Aa sendiri, dulu menjadi tukang adzan disalah satu masjid, nama masjidnya At-Takwa.

Suatu ketika Aa pernah azdan, kemudian dipuji oleh orang lain karena adzannya bagus, dari situ muncul rasa ingin adzan terus, dan tidak boleh orang lain yang adzan selain Aa.

Setiap mendengar orang lain adzan kuping terasa panas dan dada terasa sesak, intinya kalau ada rasa dengki pasti tidak pernah merasa senang kepada orang lain.

Begitu juga jika ada seseorang yang menjadi imam, hati selalu merasa tidak tenang, karena tidak ingin merasa orang lain lebik baik dari diri sendiri.

Kalau seseorang dapat sesuatu dia merasa enek dan tidak suka, kalau ada orang kepeleset karena kulit pisang rasa syukurnya begitu luarbiasa.

Orang dengki itu persis seperti Iblis yang sikapnya begitu dengan Nabi Adam ’alaihissalam, iblis yang dzalim iblis juga yang menderita.

Banyak orang tidak menyadari bahwa sifat iri dan dengki sesungguhnya lebih berimbas buruk pada diri sendiri ketimbang orang lain.

Menyimpan penyakit hati itu diibaratkan menggenggam bara api yang akan membuat tangan melepuh.

Bagi umat Islam, penyakit iri dan dengki harus diwaspadai. Sebab, orang yang mengidap penyakit ini tidak akan pernah puas dengan nikmat yang telah Allah karuniakan kepadanya.

Kita harus bersihkan hati kita dengan menguatkan iman kita, senang dengan apa yang diberikan kepada hamba Allah lainnya, dengki itu ada pada orang tidak memiliki kekuatan iman.

Dia tidak rela dengan apa yang Allah bagikan kepada saudaranya, padahal hak Allah membagi rezeki dan membagi nikmat. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ini Adalah Cara Mengatasi Iri Dengki Read More »

Memahami Konsep Zina dalam Islam: Pelanggaran Moral yang Melibatkan Seluruh Indera

WAKAFDT.OR.IDDalam ajaran Islam, pemaknaan tentang zina jauh lebih luas daripada sekadar hubungan seksual di luar ikatan pernikahan yang sah, yang selama ini dipahami oleh masyarakat umum.

Nabi Muhammad SAW telah memberikan penjabaran mendalam bahwa perbuatan tercela ini meliputi berbagai bentuk penyimpangan moral yang melibatkan setiap organ tubuh manusia. Hal ini tercantum dalam hadits shahih yang menjelaskan cakupan zina yang lebih komprehensif:

Hadis Riwayat Muslim (No. 657) dan Bukhari (No. 6243) menyebutkan, yang terjemahannya berbunyi:

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagian untuk setiap anak Adam dari perbuatan zina, dan hal itu pasti akan terjadi. Zina mata adalah pandangan (yang dilarang), zina kedua telinga adalah mendengarkan (hal-hal haram), zina lisan adalah ucapan (yang terlarang), zina tangan adalah sentuhan (yang dilarang), zina kaki adalah langkah (menuju perbuatan haram). Sementara hati berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang akan membenarkan atau mendustakannya.”

Penjelasan Ulama: Ragam Zina yang Menjerumuskan

Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Zia Ul Haramein, mempertegas bahwa bentuk-bentuk zina memang sangat bervariasi. Ia menekankan bahwa selain definisi umum yang mengacu pada hubungan seksual, terdapat bentuk-bentuk zina lain yang berpotensi menjerumuskan seseorang.

“Tentu jenis zina ini sangatlah beragam. Ada bentuk zina yang belum masuk ke dalam pengertian sosialnya yang merujuk pada hubungan lawan jenis atau hubungan seksual,” ujar Kiai Zia Ul pada Senin (20/9/2025).

Kiai Zia Ul melanjutkan penjelasannya bahwa Islam mendidik umatnya bahwa setiap indera memiliki potensi untuk melakukan zina sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Menurut beliau, mata bisa “berzina” melalui pandangan yang tidak pantas, telinga melalui pendengaran terhadap hal-hal yang dilarang agama, lisan melalui perkataan cabul atau tidak senonoh, tangan melalui sentuhan yang terlarang, dan kaki melalui langkah yang ditujukan ke tempat-tempat maksiat.

Bahkan dimensi batin pun tidak luput; hati dan pikiran dapat terlibat dalam “zina” melalui imajinasi, khayalan, dan niat-niat buruk. Hal ini menegaskan perhatian Islam yang sangat tinggi terhadap kemurnian manusia secara menyeluruh, tidak terbatas pada tindakan lahiriah semata.

“Ada jenis-jenis zina lain yang mengarah pada esensi perbuatan tersebut, seperti zina ‘ain (mata), zina qolbi (hati) melalui imajinasi. Demikian pula zina ucapan ketika mengeluarkan kata-kata mesum, zina tangan, hingga zina kaki jika melangkah dan mengarahkan ke tempat maksiat,” jelas Kiai Zia Ul.

Benteng Moral dan Pensucian Jiwa

Dengan memahami spektrum zina yang luas ini, umat Muslim didorong untuk membangun benteng moral yang kuat. Pengetahuan ini merupakan bagian penting dari pembinaan akhlak guna mewujudkan masyarakat yang bersih, suci, dan bermartabat.

Meskipun setiap bentuk zina memiliki tingkatan dosa yang berbeda, semuanya berfungsi sebagai pintu gerbang yang berpotensi membawa seseorang pada zina hakiki apabila tidak segera dihentikan dan dikendalikan.

Oleh sebab itu, pemahaman mendalam tentang berbagai bentuk zina ini menjadi bekal fundamental bagi setiap Muslim dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi bagian integral dari upaya realisasi konsep tazkiyatun nafs (pensucian jiwa) sebagai ibadah kepada Allah Ta’ala. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: MUI


WAKAFDT.OR.ID

Memahami Konsep Zina dalam Islam: Pelanggaran Moral yang Melibatkan Seluruh Indera Read More »

Aa Gym: Ciri Orang yang Tidak Dewasa

WAKAFDT.OR.IDSahabat sekalian, kedewasaan seseorang itu tidak ditentukan dari umurnya. Orang yang sudah tua tidak menentukan dia juga dewasa. Boleh jadi dewasa secara usia, tetapi secara pemikiran belum tentu.

Ada beberapa hal yang menjadi tanda bagi seseorang apakah ia termasuk orang yang sudah dewasa atau belum.

Pertama, tidak bisa menjadi pendengar yang baik, setiap orang berbicara bawaannya selalu ingin memotong pembicaraan orang lain, ingin menyela, dan tidak sabar mendengarkan penjelasan orang lain.

Kalau orang lain berbicara ia sibuk melakukan hal-hal yang membuatnya tidak fokus dan kelihatannya tidak fokus.

Sedangkan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam kalau ada orang berbicara Ia pasti menyimak dengan seksama.

Kalau ada hal lucu Rosul akan ikut senyum, kalau sedih Rosul akan ikut prihatin, kalau ada sesuatu yang mengagumkan Rosul juga akan mengucapkan kalimat “maasyaAllah”.

Beda kalau orang yang tidak dewasa, kalau ada orang berbicara kecenderungannya pasti merendahkan, dengan mengatakan “ah bisa aja,” pokoknya tidak mau memberi apresiasi atau penghargaan kepada orang lain.

Pada kasus lain misalkan, kalau ada suatu berita ia memberikan sisi negatif dari berita tersebut, agar kelihatan paling tahu, paling paham, dan paling menguasai.

Kedua, selalu bertindak agresif menyerang pribadi orang lain. Orang seperti ini selalu mencari peluang untuk menyerang melalui kelemahan orang lain, senang merusak reputasi orang.

Dan kalau sudah tidak suka ia pasti mencari jalan untuk menjatuhkan orang tersebut. Orang tidak matang kedewasaannya pasti paling suka melihat orang lain menderita.

Ketiga, suka berlebih-lebihan dalam menyampaikan sesuatu. Mendramatisir secara berlebihan suatu kejadian, atau boleh jadi sebaliknya mengurangi-ngurangi.

Disisi lain juga ia suka berbeda didepan dan dibelakang. Di depan ceritanya A, kalau di belakang ceritanya B.

Misalkan dalam sebuah rapat, ia menyampaikan sebuah persetujuan pada keputusan rapat, namun diluar rapat malah menyampaikan tidak setuju. Bahkan sering berbohong hanya untuk mengakomodasi kepentingan sendiri.

Kedewasaan tidak dilihat dari segi usia, banyak yang usia tua tapi belum dewasa dan sebaliknya usia muda tapi sudah dewasa.

Ini karena yang menjadikan tolak ukur sebuah kedewasaan adalah kemampuan untuk memiliki pola pikir yang matang.

Dewasa adalah sebuah proses yang membutuhkan banyak sekali percobaan dan juga belajar dari kesalahan yang kita dilakukan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ciri Orang yang Tidak Dewasa Read More »

Wakaf Masjid 5 in 1, Meski Bangunan Belum Tuntas, Manfaat Sudah Mengalir ke Umat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Program Wakaf Masjid 5 in 1 yang digagas oleh Wakaf Daarut Tauhiid (DT) menjadi salah satu bukti nyata bahwa kebermanfaatan wakaf tidak harus menunggu rampungnya pembangunan.

Meskipun progres fisik masjid-masjid ini sempat terhenti, fungsi utamanya sebagai penunjang ibadah dan kegiatan dakwah sudah terasa oleh santri dan masyarakat di lima penjuru negeri.

Program ini bertujuan membangun lima masjid utama di lima lokasi Pesantren Daarut Tauhiid, yaitu di Lubuklinggau, Batam, Kuningan, Bandung Barat (Eco Pesantren 2), dan Jambi.

Masjid-masjid ini dirancang sebagai sarana vital yang tak terpisahkan dari denyut nadi pesantren.

Sentra Ibadah dan Pendidikan di Tengah Pembangunan

Saat ini, di setiap lokasi, pembangunan masjid terus diupayakan hingga tuntas. Namun, dengan memanfaatkan bagian yang telah selesai—bahkan kadang hanya berupa bangunan semi-permanen—masjid-masjid ini telah dimanfaatkan secara optimal.

Di daerah seperti Lubuklinggau dan Jambi, masjid-masjid tersebut telah menjadi pusat kegiatan harian bagi para santri Tahfidz Qur’an dan siswa yang berada di kawasan Daarut Tauhiid.

Mulai dari salat berjamaah lima waktu, pembelajaran Al-Qur’an, hingga majelis ilmu sederhana, semuanya sudah berlangsung.

“Meskipun belum 100% rampung, semangat ibadah dan belajar para santri tidak boleh menunggu,” jelas perwakilan dari Wakaf DT. “Masjid ini menjadi penunjang utama kegiatan mereka, memastikan ibadah dan pendidikan tetap berjalan lancar.”

Tak hanya untuk internal pesantren, keberadaan masjid-masjid wakaf ini juga langsung merangkul masyarakat sekitar. Di beberapa lokasi, masjid telah digunakan oleh jamaah setempat untuk salat Jumat dan kegiatan keagamaan lainnya, menjadikannya simpul silaturahmi antara pesantren dan warga.

Mengalirkan Pahala Jariyah Sejak Tahap Awal

Konsep Wakaf Masjid 5 in 1 ini membuka peluang amal jariyah yang besar bagi para muwakif. Setiap dana yang disalurkan tidak hanya berkontribusi pada penyelesaian bangunan fisik, tetapi secara langsung menghasilkan pahala dari setiap sujud, bacaan Al-Qur’an, dan ilmu yang didapatkan di sana—bahkan saat pembangunan masih berlangsung.

Program ini menegaskan visi Daarut Tauhiid dalam mengelola wakaf: mengubah aset menjadi fasilitas produktif yang memberikan manfaat secara cepat, luas, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa pahala wakaf terus mengalir seiring dengan aktivitas kebaikan yang dilakukan di dalam masjid. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf Masjid 5 in 1, Meski Bangunan Belum Tuntas, Manfaat Sudah Mengalir ke Umat Read More »

majid dt lubuklinggau 60%

Sentuhan Spiritual dan Kedekatan Hati, Alasan Utama Seorang Muwakif Titipkan Harta Wakafnya ke Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Keputusan untuk mewakafkan sebagian harta seringkali didorong oleh panggilan jiwa yang mendalam. Bukan sekadar keinginan menyalurkan dana, tetapi juga mencari tempat yang tepat dan terpercaya untuk menitipkan harapan akan pahala jariyah yang berkelanjutan.

Inilah yang dirasakan oleh seorang muwakif (pihak yang berwakaf) yang pada hari Kamis (23/10/2025) menyerahkan asetnya melalui Wakaf Daarut Tauhiid (DT).

Bagi beliau, keputusan untuk berwakaf adalah puncak dari kesadaran spiritual yang terketuk. Setelah sekian lama mengumpulkan rezeki, hatinya merasa terpanggil untuk menyucikan dan memberkahinya melalui jalan wakaf.

“Harta yang selama ini telah dikumpulkan, kini saatnya diikhlaskan agar menjadi bekal di akhirat,” ungkapnya.

Namun, yang menarik adalah alasan kuat di balik pilihannya menjatuhkan amanah wakaf ke DT. Muwakif ini mengungkapkan bahwa faktor kedekatan dan rekam jejak yang panjang dengan ekosistem DT menjadi penentu.

“Saya memilih menitipkan harta wakaf saya melalui Wakaf DT karena sudah sering berinteraksi. Sejak dulu, saya sering hadir di majelis-majelis kajian di pesantren Daarut Tauhiid,” tuturnya.

Interaksi tersebut tidak hanya sebatas menghadiri ceramah. Bahkan, muwakif ini mengaku sering mengundang langsung KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) sebagai penceramah di tempatnya.

Kedekatan inilah yang membangun rasa percaya (tsiqah) terhadap profesionalisme dan akuntabilitas Wakaf DT sebagai nadzhir (pengelola wakaf).

Kepercayaan yang terbangun melalui interaksi intensif, baik secara spiritual maupun institusional, menjadi bukti bahwa wakaf bukan hanya transaksi materi, tetapi juga penyerahan amanah hati.

Hal ini sejalan dengan konsep Wakaf Daarut Tauhiid yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun hubungan batin dan kepercayaan umat.

Wakaf yang diserahkan ini bukanlah sekadar wakaf uang, melainkan aset produktif berupa dua bidang tanah di daerah Cileunyi, yang memiliki total luas 236 meter persegi (terdiri dari 84 m2 dan 152 m2).

Aset tanah ini secara khusus diniatkan untuk mendukung program pembangunan Masjid di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid. Muwakif berharap tanah ini kelak menjadi fondasi bagi rumah Allah yang akan menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan syiar Islam.

Kisah muwakif ini menjadi inspirasi bahwa semangat berwakaf tidak harus menunggu kekayaan yang berlimpah, tetapi dapat dimulai dari hati yang tergerak dan dipercayakan pada lembaga yang sudah teruji akuntabilitasnya dalam mengelola aset wakaf untuk kemaslahatan umat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sentuhan Spiritual dan Kedekatan Hati, Alasan Utama Seorang Muwakif Titipkan Harta Wakafnya ke Daarut Tauhiid Read More »

Wakaf DT Terima Wakaf Tanah untuk Pembangunan Masjid, Bukti Komitmen Umat Raih Pahala Jariyah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) kembali menerima amanah wakaf berupa aset tanah dari seorang muwakif (pihak yang berwakaf) yang enggan disebutkan namanya.

Penyerahan aset ini dilakukan pada Kamis, 23 Oktober 2025, sebagai wujud nyata dari keinginan muwakif untuk meraih pahala jariyah yang tak terputus.

Aset tanah yang diwakafkan berlokasi di daerah Cileunyi dengan total luas mencapai 236 meter persegi, terbagi menjadi dua bidang: 84 meter persegi dan 152 meter persegi. Seluruh aset ini telah diniatkan secara khusus untuk mendukung program pembangunan masjid di Daarut Tauhiid.

Proses ikrar wakaf berlangsung dengan khidmat. Penyerahan aset dilakukan langsung oleh muwakif dan diterima oleh perwakilan Nadzhir Wakaf DT, Agus Kurniawan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Daarut Tauhiid. Serah terima ini turut disaksikan oleh saksi dari kedua belah pihak.

Muwakif menyampaikan harapannya bahwa wakaf ini dapat menjadi sarana penyucian dan keberkahan bagi harta yang telah mereka peroleh.

“Kami sudah berniat untuk berwakaf dari hasil apa yang sudah kami dapatkan. Semoga ini bisa menjadi pembersih harta kami dan mendatangkan keberkahan,” tutur muwakif, seraya menyampaikan apresiasi kepada DT atas bantuan dalam proses administrasi wakaf.

Agus Kurniawan, mewakili Daarut Tauhiid, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan dan amanah wakaf yang telah diserahkan.

Wakaf tanah ini akan segera diintegrasikan dalam program pengembangan aset DT untuk mewujudkan sarana ibadah yang lebih representatif dan bermanfaat bagi umat. Penyerahan wakaf ini sekali lagi menunjukkan tingginya kesadaran umat Muslim untuk berinvestasi akhirat melalui wakaf. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf DT Terima Wakaf Tanah untuk Pembangunan Masjid, Bukti Komitmen Umat Raih Pahala Jariyah Read More »

Peringatan Hari Santri Nasional di Eco Pesantren DT: Semangat Belajar Berkesinambungan di Atas Manfaat Wakaf Produktif

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Suasana pagi yang cerah dan sejuk di Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid menjadi latar belakang pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional pada Rabu (22/10/2025).

Lapangan asrama dipenuhi oleh para santri yang berbaris rapi dan penuh antusias, mencerminkan semangat perjuangan dan rasa syukur sebagai bagian dari keluarga besar Daarut Tauhiid (DT) Indonesia.

Upacara berlangsung khidmat, ditandai dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an, pengibaran bendera, hingga pelafalan Ikrar Santri Indonesia.

Momen ini bukan hanya perayaan, tetapi juga penegasan kembali komitmen para santri untuk terus belajar dan berjuang di jalan Allah.

Dalam amanatnya, Ustadz Mulyadi Al-Fadhil, Sekretaris Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil’alamiin (YDTR), menekankan pentingnya semangat belajar yang tak pernah padam.

“Mari kita menjadi pribadi yang terus bertekad serta memiliki semangat belajar dan berlatih. Sebagaimana pesan Gurunda Aa Gym melalui 7B, yaitu Belajar dan Berlatih tiada henti. Semangat belajar itulah kunci kemajuan dan masa depan,” ujarnya.

Pesan ini semakin memiliki makna mendalam karena aktivitas belajar dan pengabdian para santri berlangsung di kawasan yang merupakan hasil nyata dari pemanfaatan aset wakaf produktif DT.

Seperti diketahui, Daarut Tauhiid mengelola konsep Kawasan Wakaf Terpadu, di mana aset wakaf dioptimalkan tidak hanya untuk sarana ibadah, tetapi juga untuk sarana dasar pendidikan seperti pesantren, asrama, dan fasilitas pendukung lainnya di Eco Pesantren.

Keberadaan Eco Pesantren sebagai wakaf sarana dasar pendidikan adalah bukti nyata bagaimana dana wakaf diubah menjadi fasilitas yang mendukung tumbuh kembang santri, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penerapan nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia.

Peringatan Hari Santri yang diakhiri dengan lantunan Mars Hari Santri Nasional dan pesan khusus dari Aa Gym ini menjadi pengingat bahwa perjuangan santri hari ini didukung oleh infrastruktur yang lestari, berkat pengelolaan wakaf yang profesional dan produktif.

Hal ini menegaskan bahwa semangat belajar para santri di DT turut disokong oleh keberkahan aset wakaf yang terus menghasilkan manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan umat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Peringatan Hari Santri Nasional di Eco Pesantren DT: Semangat Belajar Berkesinambungan di Atas Manfaat Wakaf Produktif Read More »

Momen Hari Santri: Aa Gym Ingatkan Akhlak adalah Reaksi Spontan yang Harus Menjadi Pondasi

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT), KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya akhlak dalam peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2025.

Pesan tersebut disampaikan Aa Gym di Masjid DT, Bandung, dalam sebuah momen khidmat yang dihadiri oleh santri DT dan jamaah Masjid DT.

Dalam tausiyahnya, Aa Gym menegaskan bahwa akhlak sejati adalah reaksi spontan yang muncul tanpa dibuat-buat, dan inilah yang harus menjadi fondasi hidup seorang santri.

Menurutnya, akhlak yang baik mesti dimulai dari hubungan hamba kepada Sang Pencipta, sebelum merambat ke sesama makhluk.

“Akhlak itu adalah reaksi spontan. Jika hati kita baik, reaksi yang keluar pasti baik,” ujar Aa Gym.

Aa Gym kemudian merinci empat pilar utama akhlak yang harus dimiliki dan diperbaiki, terutama oleh para santri sebagai penerus bangsa:

  1. Akhlak kepada Allah Ta’ala: Inti dari akhlak ini adalah tauhid, yaitu benar-benar mengesakan dan menuhankan Allah. Aa Gym menekankan, barang siapa yang akhlaknya baik kepada Allah, maka otomatis akan baik pula akhlaknya kepada sesama makhluk.
  2. Akhlak kepada Rasulullah SAW: Wujudnya adalah dengan meyakini kenabian dan risalah Beliau, serta bersemangat untuk belajar tentang Rasulullah dan berjuang membela risalah yang dibawanya.
  3. Akhlak kepada Sesama Manusia: Pilar ini mencakup beberapa lapisan penting, di antaranya: Berbakti kepada orang tua, bagaimanapun kondisi dan keadaan mereka; Menghormati dan memuliakan guru, karena merekalah jalan kita untuk mengenal dan mempelajari banyak ilmu; Menjalin silaturahmi yang baik dengan sanak saudara (adik, kakak, dan kerabat lainnya).
  4. Akhlak kepada Alam: Santri juga diwajibkan untuk menjaga dan memelihara alam sekitar sebagai bentuk syukur atas karunia Allah. Akhlak kepada alam ini meliputi menjaga lingkungan alam dan terhadap binatang.

Pesan Aa Gym ini diharapkan dapat menguatkan komitmen para santri dan jamaah untuk tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga menjadi teladan dalam bersikap dan berinteraksi, sejalan dengan semangat Resolusi Jihad dan nilai-nilai perjuangan yang diperingati setiap Hari Santri. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Momen Hari Santri: Aa Gym Ingatkan Akhlak adalah Reaksi Spontan yang Harus Menjadi Pondasi Read More »

22 Oktober: Hari Santri Nasional, Mengenang Resolusi Jihad dan Peran Santri untuk Bangsa

WAKAFDT.OR.IDTanggal 22 Oktober 2025 menjadi penanda penting bagi seluruh rakyat Indonesia karena diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Hari ini memiliki makna historis yang dalam, merefleksikan penghargaan serta pengakuan negara terhadap kontribusi besar para santri dan ulama dalam rangkaian sejarah perjuangan bangsa.

Peringatan Hari Santri tahun 2025 mengingatkan kembali pada peristiwa krusial, yakni dikeluarkannya Resolusi Jihad oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Fatwa ini menjadi seruan suci bagi umat Islam untuk mengangkat senjata dan berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari upaya penjajahan kembali.

Semangat juang dan pengorbanan para santri inilah yang menjadi pondasi kuat nasionalisme dan sumber inspirasi bagi masyarakat.

Setiap tahun, perayaan Hari Santri diisi dengan beragam agenda yang menonjolkan nilai-nilai keislaman, patriotisme, dan kebangsaan.

Kegiatan seperti apel akbar, pengajian umum, kirab kebudayaan, dan pementasan seni Islam menjadi sarana untuk mengajak publik menghayati kembali sejarah dan peran strategis komunitas santri dalam mendukung kemerdekaan dan pembangunan negara.

Pada tahun 2025, Hari Santri Nasional diharapkan menjadi momentum untuk memperkokoh kesatuan dan semangat kolaborasi seluruh elemen bangsa, sekaligus menegaskan komitmen generasi muda untuk melanjutkan nilai-nilai luhur perjuangan dan pengabdian demi kemajuan serta kesejahteraan Tanah Air.

Latar Belakang Singkat Penetapan Hari Santri

Pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, kedaulatan Indonesia kembali terancam oleh kedatangan pasukan Belanda yang berambisi merebut kekuasaan.

Ancaman tersebut diperkuat dengan kehadiran tentara Sekutu dan NICA (Pemerintahan Sipil Hindia Belanda) yang mendukung upaya Belanda.

Di tengah situasi yang penuh gejolak tersebut, ulama dan santri berdiri sebagai garda terdepan, mengambil peran vital dalam mempertahankan eksistensi kemerdekaan Indonesia.

Bahkan sebelum kemerdekaan, pada masa pendudukan Jepang, telah terbentuk beberapa organisasi paramiliter yang di dalamnya banyak beranggotakan santri.

Salah satu yang ternama adalah Laskar Hizbullah, yang diinisiasi oleh ulama besar sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Hasyim Asy’ari, pada November 1943.

Pembentukan laskar ini menunjukkan kesiapan santri untuk terlibat aktif dalam perjuangan fisik demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Resolusi Jihad: Titik Balik Perjuangan Santri

Peran sentral santri dalam perjuangan kemerdekaan mencapai puncaknya dengan diterbitkannya Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Fatwa bersejarah ini secara spesifik menyerukan kepada seluruh Muslim, terutama santri dan jamaah NU, untuk berjuang di jalan Allah mempertahankan kemerdekaan yang baru direngkuh.

Dalam resolusi tersebut, melawan penjajah diartikan sebagai kewajiban agama (jihad) yang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan. Resolusi Jihad berhasil menyatukan semangat santri dan umat Islam, menjadi energi utama dalam menghadapi agresi militer Belanda dan Sekutu.

Fatwa ini tidak hanya mendorong keterlibatan santri dalam pertempuran fisik, tetapi juga memberikan legitimasi spiritual, menjadikan perjuangan mereka sebagai bagian dari ibadah.

Semangat yang lahir dari Resolusi Jihad memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai pertempuran penting, termasuk Pertempuran Surabaya 10 November 1945 yang kini kita peringati sebagai Hari Pahlawan.

Oleh karena itu, resolusi ini menjadi bukti konkret bahwa mempertahankan kedaulatan Indonesia adalah perjuangan yang melibatkan dimensi politik, militer, spiritual, dan moral dari seluruh lapisan masyarakat.

Penetapan Resmi Hari Santri Nasional

Sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas jasa serta peran luar biasa kaum santri, Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Penetapan ini dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 pada 15 Oktober 2015.

Hari Santri Nasional merupakan momen untuk mengenang, memelihara, dan mengembangkan nilai-nilai keislaman, nasionalisme, dan semangat pengorbanan yang diwariskan oleh para pendahulu.

Peringatan ini sangat erat kaitannya dengan Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari sebagai seruan keagamaan yang ikonik dalam mempertahankan negara.

Hari Santri tidak hanya berfungsi sebagai pengingat masa lalu, tetapi juga sebagai penegasan identitas dan peran penting santri dalam konteks berbangsa dan bernegara, baik di masa sekarang maupun di masa depan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

22 Oktober: Hari Santri Nasional, Mengenang Resolusi Jihad dan Peran Santri untuk Bangsa Read More »