Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Aa Gym: Hidup Ringan Tanpa Belenggu Penilaian Manusia

WAKAFDT.OR.IDDalam riuhnya kehidupan modern yang penuh tuntutan dan pencitraan, banyak orang terjebak dalam perlombaan untuk terlihat “berhasil”. Tak jarang, seseorang memaksakan diri mencicil barang mewah hanya demi satu tujuan: dianggap mampu oleh orang lain.

Padahal, hidup akan terasa jauh lebih ringan jika kita berhenti terikat pada pandangan manusia. Kebebasan sejati lahir saat hati kita tak lagi haus pujian, tak mengejar pengakuan, dan tak menuntut perlakuan istimewa. Di situlah jiwa menemukan kemerdekaannya.

Menjadikan Allah sebagai Pusat Perhatian

Salah satu puncak kebahagiaan adalah ketika kita menggeser pusat perhatian kita; dari manusia, kembali kepada Allah Ta’ala semata. Meningkatkan kualitas diri bukan untuk mencari tepuk tangan, melainkan sebagai bentuk ibadah.

Saat kita berbuat baik lalu orang lain tidak peduli atau bahkan meremehkan, kita tidak akan jatuh dalam kekecewaan. Mengapa? Karena penilaian manusia bukanlah tujuan akhir kita.

Fokus pada Proses, Bukan Hasil

Prinsip ini juga berlaku dalam hubungan antarmanusia. Saat kita menasihati pasangan, mendidik anak, atau mengajak orang lain pada kebaikan, lalu mereka belum menggubrisnya, itu bukanlah sebuah kegagalan.

Selama niat kita lurus, cara kita baik, dan dilakukan ikhlas karena Allah, tugas kita sudah selesai. Kita tidak bertanggung jawab atas hasil atau perubahan orang lain, melainkan bertanggung jawab atas kemurnian niat dan kesungguhan usaha kita sendiri.

Ketenangan di Balik Keikhlasan

Sikap ini akan melahirkan ketenangan yang kokoh. Kita tidak lagi mudah kecewa dan tidak terseret arus validasi sosial. Kita tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun, karena yang paling utama adalah bagaimana Allah menilai niat di balik setiap amal kita.

Hidup menjadi ringan saat kita berhenti berharap kepada makhluk dan mulai bersandar sepenuhnya kepada Khalik. Mari kita tata kembali hati, bersihkan niat, dan jalani hidup sebagai ibadah, bukan sebagai pertunjukan. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Hidup Ringan Tanpa Belenggu Penilaian Manusia Read More »

Menyelami Makna Nuzulul Quran: Mengapa Al-Qur’an Menjadi Pedoman Utama Manusia?

WAKAFDT.OR.IDSesaat lagi, umat Islam akan menyambut tanggal 17 Ramadhan, sebuah momentum sakral yang menandai peristiwa paling bersejarah dalam peradaban Islam: Nuzulul Quran.

Ini adalah malam di mana wahyu Allah pertama kali menyapa dunia melalui Nabi Muhammad SAW di kesunyian Gua Hira.

Peristiwa ini bukan sekadar sejarah, melainkan titik balik bagi umat manusia untuk keluar dari zaman kegelapan menuju cahaya yang terang benderang.

Detik-Detik Turunnya Sang Pembeda

Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW saat beliau genap berusia 40 tahun, 6 bulan, dan 8 hari—atau sekitar 13 tahun sebelum peristiwa Hijrah. Tepatnya pada 17 Ramadhan yang bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 Masehi.

Guncangan dahsyat menyelimuti hati Nabi saat menerima wahyu pertama, surat Al-Alaq ayat 1-5, yang dimulai dengan perintah agung: “Iqra!” (Bacalah).

Begitu hebatnya getaran spiritual tersebut hingga sesampainya di rumah, beliau meminta sang istri, Khadijah binti Khuwailid, untuk menyelimutinya.

Allah SWT menegaskan kedudukan bulan ini dalam firman-Nya:

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)

Turun Secara Bertahap (Tadrij)

Al-Qur’an yang terdiri dari 30 Juz, 114 Surat, dan 6.236 ayat tidak diturunkan sekaligus dalam bentuk kitab yang utuh.

Allah menurunkannya secara berangsur-angsur, ayat demi ayat, sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan yang dihadapi umat saat itu. Proses ini memakan waktu selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari.

Strategi penurunan bertahap ini menunjukkan betapa Al-Qur’an sangat kontekstual dan mendalam dalam menyentuh setiap sisi kehidupan manusia.

Keagungan Al-Qur’an bagi Kehidupan

Mengapa kita harus kembali kepada Al-Qur’an? Setidaknya ada lima pilar keagungan yang bisa kita dapatkan jika kita mau membaca, memahami, dan mengamalkannya:

Pedoman, Petunjuk, dan Rahmat

Agar tidak tersesat dalam belantara kehidupan, manusia membutuhkan kompas. Al-Qur’an adalah Basair (pedoman) yang memberikan keselamatan lahir dan batin bagi mereka yang meyakininya (QS. Al-Jasiyah: 20).

Penawar (Syifa) bagi Jiwa

Saat hati merasa gundah atau hidup terasa tidak baik-baik saja, Al-Qur’an hadir sebagai obat (penawar). Ia menyembuhkan penyakit hati dan memberikan ketenangan yang tidak bisa diberikan oleh materi (QS. Al-Isra: 82).

Pemelihara Martabat Manusia

Al-Qur’an mengajarkan bahwa kemuliaan manusia tidak diukur dari harta, melainkan dari iman dan amal kebajikan. Ia menjaga manusia agar tetap berada pada kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan (QS. At-Tin: 6).

Pelajaran dan Penerangan

Bukan sekadar kumpulan syair, Al-Qur’an adalah Zikrun wa Qur’anun Mubin—pelajaran yang jelas untuk memperbaiki akhlak umat dan menerangkan hukum-hukum Allah secara gamblang (QS. Yasin: 69).

Solusi di Tengah Masyarakat

Al-Qur’an adalah pemutus perkara. Di tengah berbagai perselisihan dan masalah sosial, Al-Qur’an hadir sebagai wasit yang adil untuk menjelaskan apa yang diperselisihkan dan memberikan rahmat bagi kaum beriman (QS. An-Nahl: 64).

Menjelang peringatan Nuzulul Quran ini, marilah kita tidak hanya berhenti pada perayaan seremonial semata. Mari kita perkuat keyakinan bahwa setiap ayat yang kita baca adalah solusi dan cahaya. Mari jadikan Al-Qur’an sebagai teman duduk, pedoman berpikir, dan standar dalam bertindak.


WAKAFDT.OR.ID

Menyelami Makna Nuzulul Quran: Mengapa Al-Qur’an Menjadi Pedoman Utama Manusia? Read More »

Optimalkan Aset Wakaf, Santri PDF Daarut Tauhiid Gelar Sanlat Ramadhan di Eco 2

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Mengisi momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dengan aksi nyata, santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Daarut Tauhiid sukses menyelenggarakan Pesantren Kilat (Sanlat) bagi anak-anak di lingkungan sekitar kawasan Eco Pesantren 2.

Kegiatan yang berlangsung selama sepekan (22 Februari – 1 Maret 2026) ini menjadi bukti nyata bagaimana aset wakaf dikelola secara produktif untuk kemaslahatan umat.

Pemanfaatan Blue Mosque Sebagai Sentra Dakwah

Kegiatan bertajuk “Membentuk Generasi Qur’ani” ini dipusatkan di Blue Mosque Daarut Tauhiid, sebuah masjid ikonik yang dibangun dari dana wakaf jamaah. Pemanfaatan masjid ini menunjukkan bahwa aset wakaf di Daarut Tauhiid tidak hanya berdiri sebagai simbol fisik, tetapi berfungsi sebagai:

  • Pusat Pendidikan: Menampung 60 peserta untuk belajar Tahsin dan Iqro.
  • Laboratorium Akhlak: Tempat praktik ibadah harian dan kajian adab bagi generasi muda.
  • Ruang Interaksi Sosial: Menjadi jembatan silaturahmi antara pesantren dengan warga lokal.

Program Pembinaan Berbasis Pengabdian

Tidak hanya sekadar belajar teori, para peserta diajak mendalami Islam melalui metode yang menyenangkan, mulai dari permainan edukatif hingga diskusi santai.

Di sisi lain, para santri PDF DT berperan sebagai motor penggerak sekaligus panitia. Hal ini merupakan bentuk pengabdian santri dalam menjaga amanah wakaf melalui pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Aset wakaf seperti Eco Pesantren 2 dan Blue Mosque adalah amanah dari para muwakif. Melalui Sanlat ini, kami ingin memastikan manfaat wakaf tersebut mengalir deras untuk membina karakter masyarakat sekitar,” ujar salah satu perwakilan panitia.

Penutup yang Berkesan

Rangkaian acara ini dipuncaki dengan unjuk kreativitas antar kelompok, buka puasa bersama, serta tradisi tukar kado. Sebagai bentuk apresiasi, pihak Daarut Tauhiid juga memberikan bingkisan kepada seluruh peserta.

Melalui integrasi antara kurikulum pendidikan dan fasilitas wakaf yang mumpuni, diharapkan lahir generasi baru yang mencintai Al-Qur’an dan memiliki akhlakul karimah. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Optimalkan Aset Wakaf, Santri PDF Daarut Tauhiid Gelar Sanlat Ramadhan di Eco 2 Read More »

Strategi Cerdas Kelola THR 2026: Tips Jitu agar Dana Lebaran Tidak Numpang Lewat

WAKAFDT.OR.ID Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali menjadi angin segar bagi dompet menjelang Idul Fitri. Namun, tanpa kendali yang ketat, bonus tahunan ini berisiko habis dalam sekejap tanpa sisa.

Perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Soetikno, menekankan pentingnya manajemen prioritas dalam mengalokasikan dana tersebut.

Menurut Mike, baik mereka yang sudah berkeluarga maupun yang masih melajang memiliki tantangan pengeluaran yang berbeda. Langkah awal yang wajib dilakukan adalah memetakan seluruh rencana pengeluaran khas hari raya.

“Setiap rencana belanja harus diurutkan berdasarkan tingkat urgensinya. Sangat penting bagi kita untuk mengenali apa saja kebutuhan lebaran, lalu menyusun skala prioritasnya,” ujar Mike (5/3/2026).

Berikut adalah panduan alokasi THR yang bijak agar kondisi finansial tetap stabil setelah perayaan usai:

Jadikan Pos Amal sebagai Prioritas Utama

Zakat fitrah dan zakat mal adalah kewajiban yang tidak boleh terlewatkan. Mike menyarankan agar pos ini—termasuk infak, sedekah, dan anggaran berbagi ke kerabat—dibatasi maksimal 20-25% dari total THR.

Contoh: Jika Anda menerima THR sebesar Rp10 juta, maka alokasi maksimal untuk kebutuhan sosial dan ibadah ini adalah Rp2 juta.

Atur Anggaran Jamuan dan Hidangan Lebaran

Bagi keluarga, menyiapkan makanan khas untuk tamu adalah tradisi penting. Namun, Mike mengingatkan agar anggaran makan-makan ini tidak membengkak. Alokasi idealnya adalah sekitar 20% dari THR.

Bagi mereka yang masih single, anggaran ini biasanya lebih fleksibel. Alih-alih memasak besar, dana tersebut bisa dialihkan untuk menambah uang saku orang tua atau membantu kebutuhan dapur di kampung halaman.

Bijak dalam Membeli Busana Baru

Membeli baju baru memang sudah menjadi tradisi, tetapi Mike menegaskan bahwa ini bukan sebuah keharusan. Untuk menjaga keseimbangan neraca keuangan, disarankan alokasi untuk pakaian baru hanya berkisar di angka 10% dari dana THR yang diterima.

Amankan Masa Depan dengan Tabungan dan Investasi

Jangan habiskan seluruh THR untuk konsumsi. Sisa dana yang ada sebaiknya digunakan untuk memperkuat fondasi keuangan, seperti:

  • Dana Darurat: Targetkan saldo sebesar 6 kali pengeluaran bulanan bagi yang berkeluarga, dan 3-6 kali bagi yang lajang.
  • Investasi: Mempertebal aset produktif untuk kebutuhan jangka panjang.

Kunci utama dari pengelolaan THR bukan pada seberapa besar nominal yang diterima, melainkan pada kemampuan kita menentukan prioritas. Dengan perencanaan yang matang, sukacita Lebaran dapat dirasakan tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi di bulan-bulan berikutnya.


WAKAFDT.OR.ID

Strategi Cerdas Kelola THR 2026: Tips Jitu agar Dana Lebaran Tidak Numpang Lewat Read More »

Ramadhan Bulan Ampunan, Kesempatan Meraih Hayatan Thayyibah

WAKAFDT.OR.IDRamadhan selalu datang membawa harapan. Ia bukan sekadar bulan penuh ibadah, melainkan bulan ampunan, bulan kesempatan, dan bulan perubahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu pula dengan qiyam Ramadhan (shalat malam). Rasulullah menegaskan, siapa yang melakukannya dengan iman dan ihtisab, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Dua Kunci Sukses Ramadhan: Iman dan Ihtisab

Iman berarti yakin sepenuh hati bahwa puasa adalah perintah Allah. Kita tidak berpuasa karena ikut-ikutan, bukan karena tradisi, melainkan karena sadar bahwa shaum adalah jalan menuju takwa.

Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Takwa inilah kemuliaan sejati di sisi Allah (QS. Al-Hujurat: 13). Bahkan Allah menjanjikan jalan keluar dari kesulitan dan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka bagi orang yang bertakwa (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Ihtisab adalah tekad kuat untuk meraih kebaikan. Orang beriman menyambut Ramadhan dengan gembira, karena ia sadar dosa-dosanya berat seperti gunung yang bisa menimpanya (HR. Bukhari no. 6308). Ramadhan menjadi harapan: dosa berguguran, pintu taubat terbuka, dan peluang amal saleh semakin luas.

Ramadhan adalah Bulan Taubat dan Kehidupan yang Lebih Baik

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan: “Setiap anak Adam sering berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang sering berbuat salah adalah yang sering bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Ramadhan bukan hanya bulan penghapusan dosa, tetapi juga bulan harapan.

Allah berfirman: “Barangsiapa beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik (hayatan thayyibah).” (QS. An-Nahl: 97)

Ramadhan adalah bulan Tarbiyah Tauhiid, Ibadah dan Akhlak.

Di Daarut Tauhiid, Ramadhan dipandang sebagai madrasah takwa. Ia bukan sekadar ritual, melainkan ruang belajar:

  • Menyucikan hati dengan tauhid.
  • Melatih akhlak dengan sabar, jujur, dan disiplin.
  • Menyambut hidup yang lebih berkah dengan amal saleh.

Ramadhan adalah momentum transformasi diri. Dengan tauhid sebagai fondasi, kita diajak menjadikan bulan ini sebagai titik balik menuju kehidupan yang lebih bermakna, penuh keberkahan, dan berakhlak mulia.

Penutup

Mari kita sambut Ramadhan dengan iman dan ihtisab. Jadikan setiap ibadah sebagai jalan menuju ampunan Allah, dan setiap amal sebagai bekal untuk menjemput hayatan thayyibah.

Ramadhan bukan sekadar datang dan pergi, ia adalah kesempatan emas untuk menjadi hamba Allah yang lebih bertakwa, lebih berakhlak, dan lebih siap menghadapi kehidupan dengan keberkahan.

Wallahu a’lam bishawab.

Ditulis Oleh :

Dr. Tedhi Abu Humam, S.Kom.I., M.Sos. | Dosen & Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Sekolah Tinggi Agama Islam Daarut Tauhiid


WAKAFDT.OR.ID

Ramadhan Bulan Ampunan, Kesempatan Meraih Hayatan Thayyibah Read More »

Wakaf BISA: Inovasi Wakaf Produktif dari Wakaf DT untuk Kebaikan yang Terus Bertumbuh

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) resmi memperkenalkan program unggulan terbarunya yang bertajuk Wakaf BISA (Bersama Untuk Sesama).

Program ini hadir sebagai solusi wakaf tunai (cash wakaf) yang dirancang tidak hanya sekadar memberi bantuan sekali habis, tetapi mengelola dana secara produktif untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Berbeda dengan skema bantuan konvensional, Wakaf BISA mengusung filosofi “Menumbuhkan Manfaat.”Dana yang disetorkan oleh para wakif (pemberi wakaf) akan dikelola dalam berbagai sektor produktif.

Hasil dari pengelolaan tersebut kemudian disalurkan kembali untuk kemaslahatan umat dalam cakupan yang luas.

Lima Pilar Utama Kebaikan

  • Melalui program ini, Wakaf DT menargetkan lima sektor krusial sebagai penerima manfaat:
  • Kemanusiaan: Respon cepat dan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
  • Pendidikan: Mendukung sarana dan beasiswa bagi generasi penerus bangsa.
  • Dakwah: Menguatkan syiar Islam melalui berbagai program literasi dan pembinaan umat.
  • Lingkungan: Program “Menjaga Bumi” untuk kelestarian ekosistem dan alam.
  • Ketahanan Pangan: Mewujudkan kemandirian pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Setiap rupiah yang diwakafkan dalam program Wakaf BISA bukan sekadar donasi, melainkan aset akhirat yang terus hidup. Ia menjadi ladang amal jariyah yang menumbuhkan manfaat nyata bagi sesama dan mengabadikan kebaikan sang wakif,” ujar perwakilan manajemen Wakaf DT.

Mengapa Harus Wakaf Tunai?

Wakaf tunai memberikan fleksibilitas tinggi dalam pengelolaan. Dengan kemudahan akses, siapapun kini bisa menjadi wakif tanpa harus menunggu memiliki aset besar seperti tanah atau bangunan.

Melalui Wakaf BISA, kontribusi kecil sekalipun dapat bergabung menjadi kekuatan besar yang mampu menggerakkan roda ekonomi dan sosial umat.

Dengan transparansi dan pengelolaan profesional dari Wakaf DT, diharapkan program ini mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi bekal abadi bagi mereka yang berkontribusi. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf BISA: Inovasi Wakaf Produktif dari Wakaf DT untuk Kebaikan yang Terus Bertumbuh Read More »

Satu-satunya Mushola di Dusun Alukuta Hancur Diterjang Banjir, Wakaf DT Siap Bangun Kembali

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA – Kondisi memprihatinkan pasca bencana banjir di wilayah Sumatera menyisakan duka mendalam bagi warga Dusun Alukuta, Matang Pasi.

Satu-satunya fasilitas ibadah di dusun tersebut, Mushola Dusun Matang Pasi, kini dalam kondisi rusak parah dan tidak lagi dapat digunakan oleh warga sekitar.

Menurut penuturan relawan di lapangan, mushola tersebut mengalami kerusakan infrastruktur yang sangat signifikan. Selain bangunannya yang hancur, lahan tempat mushola berdiri pun hilang terseret arus hingga 60-70%.

Hal ini menyebabkan lokasi lama tersebut kini masuk dalam kategori zona merah yang berbahaya dan tidak memungkinkan untuk dibangun kembali di titik yang sama.

Dampak bagi Kegiatan Keagamaan Warga

Hilangnya mushola ini memutus rantai kegiatan keagamaan yang biasanya rutin dilakukan oleh warga, di antaranya:

  • Salat Berjamaah Rawatib: Warga kini kehilangan tempat untuk melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah.
  • Pengajian Rutin: Program pengajian dewasa yang biasanya diadakan beberapa pekan sekali terhenti.
  • Pendidikan Agama Anak-anak: Kegiatan mengaji bagi anak-anak dusun terdampak langsung.
  • Peringatan Hari Besar: Acara seperti Maulid Nabi, Isra Miraj, hingga salat Tarawih kini harus dialihkan ke daerah Dayah (tempat pengungsian) karena tidak adanya fasilitas lain yang tersedia.

Rencana Relokasi dan Pembangunan Kembali

Melihat kondisi yang mendesak, Wakaf DT melalui program “Bangun Kembali Masjid” berkomitmen untuk melakukan renovasi dan pembangunan ulang masjid/mushola yang rusak akibat banjir.

Mengingat lokasi lama yang tidak lagi layak, pembangunan mushola baru direncanakan akan direlokasi ke lahan donasi atau area tanah di wilayah Dayah. Lokasi baru ini dipilih karena lebih aman dan saat ini menjadi pusat pengungsian warga.

Warga juga dihimbau untuk tidak terpaku pada titik lokasi di Google Maps, karena koordinat lama mengarahkan ke Kuala Cerape yang lokasinya tidak sesuai dengan akses masuk Dusun Alukuta yang sebenarnya.

InsyaAllah, melalui dukungan para muwakif, Mushola Dusun Matang Pasi akan segera berdiri kembali untuk menjadi pusat ibadah dan cahaya bagi warga Dusun Alukuta. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Satu-satunya Mushola di Dusun Alukuta Hancur Diterjang Banjir, Wakaf DT Siap Bangun Kembali Read More »

Di Balik Dinding Triplek Alue Kuta: Mimpi Sederhana Nazwa yang Terkubur Lumpur

WAKAFDT.OR.ID | BIREUEN – Jemari kecil Nazwa (10) bergerak pelan, menyentuh sisa-sisa kayu yang kini berselimut lumpur kering. Di pesisir Desa Kuala Ceurape, pemandangan yang tersisa hanyalah puing.

Matanya yang bulat sesekali melirik malu, seolah menyimpan trauma yang belum sepenuhnya tuntas ia ceritakan.

Bagi siswi kelas empat SD ini, “rumah” bukan lagi bangunan kokoh tempat ia berlindung dari panas, melainkan bilik triplek tipis di pengungsian Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka. Di sinilah ia kini merajut hari, mengakrabkan diri dengan dingin yang menembus dinding sementara.

Malam Saat “Semua” Menjadi Tiada

Ingatan Nazwa masih terpaku pada satu malam di bulan Februari 2026. Saat itu, air bah datang tanpa ketukan pintu. “Malam masuk air,” kenangnya lirih.

Tak ada waktu untuk menyelamatkan boneka atau buku cerita. Sang ibu membangunkannya dengan kepanikan yang luar biasa. “Langsung lari,” tambahnya singkat.

Ketika ditanya apa yang tersisa, Nazwa hanya menjawab satu kata yang menyesakkan dada: “Semua.”

Bagi orang dewasa, “semua” mungkin berarti harta benda. Namun bagi Nazwa, “semua” adalah dunianya: tas sekolah yang setiap pagi menemaninya, buku tulis tempat ia menggoreskan cita-cita, hingga seragam putih-merah yang kini entah terkubur di mana.

Dari tiga rumah yang dulu berjejer di lingkungannya, kini rata dengan tanah. Hanya lumpur yang menjadi saksi bisu betapa ganasnya banjir bandang Aceh kala itu.

Cahaya W-RUN di Bulan Suci

Di tengah keterbatasan, Nazwa tak sendiri. Harapan-harapan kecilnya tentang rumah baru, buku tulis, dan baju lebaran kini menemukan jalan melalui program Wakaf Ramadhan Untuk Negeri (W-RUN) yang diinisiasi oleh Wakaf DT.

Program W-RUN hadir sebagai jembatan kepedulian masyarakat untuk membantu saudara-saudara kita yang terhimpit bencana, khususnya di wilayah Sumatera dan Aceh yang terdampak hebat.

Melalui instrumen wakaf, bantuan yang diberikan bukan sekadar karitatif sesaat, melainkan solusi jangka panjang bagi para penyintas seperti Nazwa.

“Mau rumah lagi. Terus ada buku tulis, tas, baju sekolah… mau baju lebaran,” bisik Nazwa saat ditanya harapannya menjelang Idul Fitri.

Membangun Kembali Harapan yang Hanyut

DT Peduli dan Wakaf DT memahami bahwa bantuan pangan saja tidak cukup. Untuk mengembalikan martabat dan keamanan para penyintas, saat ini tengah diikhtiarkan pembangunan 45 unit Hunian Tetap (Huntap) dan juga Masjid secara bertahap di Bireuen.

Melalui program W-RUN, dana wakaf dari para muwakif (pewakaf) di seluruh negeri dikonversikan menjadi tiang-tiang rumah yang kokoh bagi Nazwa dan puluhan keluarga lainnya.

Ini bukan sekadar bangunan, melainkan “ruang aman” bagi anak-anak untuk kembali belajar dan bermimpi tanpa takut terjangkau air pasang.

Seiring datangnya bulan suci, semangat W-RUN mengajak kita semua untuk memastikan bahwa Lebaran tahun ini, Nazwa tidak hanya memiliki baju baru, tapi juga memiliki kepastian akan tempat tinggal yang layak.

Wakaf yang Anda titipkan menjadi bukti nyata bahwa persaudaraan kita jauh lebih kuat daripada terjangan banjir bandang.

Di balik dinding triplek yang rentan tertiup angin itu, ada doa yang terus dipanjatkan. Dan melalui Wakaf Ramadhan, kita adalah jawaban dari doa-doa tersebut. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Di Balik Dinding Triplek Alue Kuta: Mimpi Sederhana Nazwa yang Terkubur Lumpur Read More »

Wakili Indonesia di Dubai, Hafizah Cilik Aisyah Arrumi Banjir Dukungan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Nama Aisyah Arrumi kembali menjadi perbincangan hangat setelah ia dipastikan terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi Dubai International Holy Quran Award 2026.

Kompetisi yang berlangsung di Uni Emirat Arab ini merupakan salah satu panggung paling prestisius bagi para penghafal Al-Qur’an dari seluruh dunia.

Kabar membanggakan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Aisyah melalui unggahan di media sosialnya. Selain membagikan momen persiapannya, ia juga mengetuk pintu hati masyarakat untuk memberikan doa restu.

“Allahumma baarik. Mohon doanya di hari Jumat yang berkah ini agar Aisyah diberikan kelancaran saat berkompetisi di @dubaiquranaward,” tulis Aisyah dalam keterangan fotonya.

Mengajak Dukungan Melalui Voting

Selain dukungan doa, Aisyah juga mengajak publik tanah air untuk berpartisipasi memberikan dukungan teknis melalui pemungutan suara resmi yang dibuka oleh panitia penyelenggara.

Situs Voting: Vote.quran.gov.ae

Target: Mengharumkan nama Indonesia di level internasional.

Dalam unggahan video singkatnya, Aisyah menunjukkan kemampuannya melantunkan ayat suci dengan makhraj yang fasih dan suara yang menenangkan. Penampilan tersebut memicu gelombang apresiasi dari warganet yang optimis ia mampu membawa pulang gelar juara.

Jejak Prestasi: Dari 5 Juz Menjadi 20 Juz

Perjalanan Aisyah di dunia tahfiz bukanlah hal baru. Sosok asal Malang ini mulai dikenal luas saat menjadi peserta di ajang Hafiz Indonesia 2024.

Jika pada saat mengikuti kompetisi di televisi dua tahun lalu ia baru menguasai hafalan 5 juz, kini progresnya sangat pesat. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Aisyah telah berhasil menghafal hingga 20 juz Al-Qur’an.

Pencapaian luar biasa di usia belia ini menjadi modal kuat baginya untuk bersaing dengan peserta dari berbagai negara di Dubai. Masyarakat berharap kehadiran Aisyah di panggung internasional dapat menjadi inspirasi sekaligus membuktikan kualitas generasi penghafal Al-Qur’an asal Indonesia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakili Indonesia di Dubai, Hafizah Cilik Aisyah Arrumi Banjir Dukungan Read More »

Aula Daarul Hajj Jadi Saksi Kesuksesan RAT ke-31 Kopontren DT: Bukti Nyata Manfaat Aset Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pemanfaatan aset wakaf di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) terus dirasakan manfaatnya secara luas. Hal ini terlihat jelas saat Aula Daarul Hajj, salah satu aset wakaf unggulan DT, terpilih sebagai lokasi utama perhelatan Rapat Anggota Khusus (RAK) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-31 Kopontren DT.

Gedung yang dibangun dari dana wakaf jamaah ini bertransformasi menjadi pusat kegiatan ekonomi umat, menampung ribuan Santri Karya yang hadir secara langsung maupun melalui akses digital (daring) bagi anggota di luar Bandung.

Multifungsi dan Memberdayakan

Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Hj. Farida Farichah, M.Si. (Wakil Menteri Koperasi RI) dan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di Aula Daarul Hajj menegaskan fungsi gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat peradaban dan ekonomi.

“Aset wakaf seperti Aula Daarul Hajj ini adalah modal sosial yang luar biasa. Selain untuk ibadah dan pendidikan, manfaatnya nyata untuk penguatan ekonomi melalui koperasi,” ujar Aa Gym dalam arahannya.

Fasilitas Utama bagi Santri dan Masyarakat

Aula Daarul Hajj selama ini dikenal sebagai fasilitas yang sangat dinamis. Tidak hanya untuk agenda internal pesantren seperti RAT, gedung ini rutin digunakan untuk:

  • Kegiatan Santri: Kajian rutin, pelatihan skill, hingga pertemuan besar santri karya.
  • Kegiatan Masyarakat: Pernikahan, seminar nasional, hingga acara kemanusiaan.
  • Pusat Informasi: Titik temu strategis bagi tamu-tamu kedinasan dan tamu internasional yang mengunjungi Pesantren DT.

Sinergi Wakaf dan Koperasi

Amar Triwidodo, S.Pd. (Plh. Dinas Koperasi dan UKM Jabar) yang turut hadir, mengapresiasi bagaimana DT mampu mengintegrasikan pengelolaan wakaf dengan operasional koperasi.

Penggunaan Aula Daarul Hajj untuk RAT ke-31 ini menjadi contoh bagaimana aset wakaf dikelola secara profesional sehingga mampu mendukung kegiatan berskala besar dengan fasilitas yang representatif

Dengan kapasitas yang luas dan teknologi yang mendukung pelaksanaan acara secara hybrid, Aula Daarul Hajj terus membuktikan bahwa setiap butir pasir dan semen yang diwakafkan para donatur kini telah berubah menjadi manfaat yang terus mengalir (jariyah) bagi ribuan orang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aula Daarul Hajj Jadi Saksi Kesuksesan RAT ke-31 Kopontren DT: Bukti Nyata Manfaat Aset Wakaf Read More »