WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Mengisi momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dengan aksi nyata, santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Daarut Tauhiid sukses menyelenggarakan Pesantren Kilat (Sanlat) bagi anak-anak di lingkungan sekitar kawasan Eco Pesantren 2.
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan (22 Februari – 1 Maret 2026) ini menjadi bukti nyata bagaimana aset wakaf dikelola secara produktif untuk kemaslahatan umat.
Pemanfaatan Blue Mosque Sebagai Sentra Dakwah
Kegiatan bertajuk “Membentuk Generasi Qur’ani” ini dipusatkan di Blue Mosque Daarut Tauhiid, sebuah masjid ikonik yang dibangun dari dana wakaf jamaah. Pemanfaatan masjid ini menunjukkan bahwa aset wakaf di Daarut Tauhiid tidak hanya berdiri sebagai simbol fisik, tetapi berfungsi sebagai:
- Pusat Pendidikan: Menampung 60 peserta untuk belajar Tahsin dan Iqro.
- Laboratorium Akhlak: Tempat praktik ibadah harian dan kajian adab bagi generasi muda.
- Ruang Interaksi Sosial: Menjadi jembatan silaturahmi antara pesantren dengan warga lokal.
Program Pembinaan Berbasis Pengabdian
Tidak hanya sekadar belajar teori, para peserta diajak mendalami Islam melalui metode yang menyenangkan, mulai dari permainan edukatif hingga diskusi santai.
Di sisi lain, para santri PDF DT berperan sebagai motor penggerak sekaligus panitia. Hal ini merupakan bentuk pengabdian santri dalam menjaga amanah wakaf melalui pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Aset wakaf seperti Eco Pesantren 2 dan Blue Mosque adalah amanah dari para muwakif. Melalui Sanlat ini, kami ingin memastikan manfaat wakaf tersebut mengalir deras untuk membina karakter masyarakat sekitar,” ujar salah satu perwakilan panitia.
Penutup yang Berkesan
Rangkaian acara ini dipuncaki dengan unjuk kreativitas antar kelompok, buka puasa bersama, serta tradisi tukar kado. Sebagai bentuk apresiasi, pihak Daarut Tauhiid juga memberikan bingkisan kepada seluruh peserta.
Melalui integrasi antara kurikulum pendidikan dan fasilitas wakaf yang mumpuni, diharapkan lahir generasi baru yang mencintai Al-Qur’an dan memiliki akhlakul karimah. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
