Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Perkuat Ekonomi Umat, Kemenkop Pacu Ekspansi Koperasi Pondok Pesantren

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen mengakselerasi pengembangan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren), baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Langkah ini strategis guna menjadikan pesantren sebagai pilar kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan komunitas dan mendukung kemandirian umat.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Faridah Farichah, menyebut Kopontren sebagai motor penggerak ekonomi berbasis komunitas yang sangat potensial. Menurutnya, prinsip koperasi yang mengedepankan kekeluargaan dan gotong royong sangat selaras dengan nilai-nilai Islam.

“Nilai-nilai koperasi mencerminkan ajaran Islam dan konstitusi kita. Berdasarkan UUD 1945, ekonomi dibangun atas dasar usaha bersama melalui semangat kerja sama,” ujar Farida dalam agenda Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopontren Daarut Tauhiid di Bandung, Selasa (3/3/2026).

Tantangan Literasi dan Target Koperasi Merah Putih

Farida mengungkapkan tantangan besar yang masih dihadapi: dari sekitar 42.000 pondok pesantren di Indonesia, baru sekitar 6.000 pesantren yang memiliki badan hukum koperasi.

Pemerintah menargetkan integrasi Kopontren dengan program prioritas, yakni pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Farida menekankan beberapa poin kunci penguatan ke depan:

  • Adaptasi Teknologi: Kopontren wajib melakukan transformasi digital agar tetap kompetitif.
  • Akses Permodalan: Pemerintah akan mempermudah akses pembiayaan dan pendampingan bagi pengelola.
  • Edukasi & Sosialisasi: Meningkatkan literasi masyarakat pesantren mengenai manajemen koperasi modern.

Sinergi Ekonomi dan Akhlak di Daarut Tauhiid

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), memberikan perspektif berbeda mengenai tata kelola ekonomi. Ia menegaskan bahwa tujuan utama koperasi bukan sekadar profit, melainkan keberkahan (barokah).

“Koperasi bukan hanya soal pertukaran uang dan barang, tetapi media untuk membangun karakter. Esensinya adalah bagaimana aktivitas ekonomi ini mampu mengubah akhlak menjadi lebih baik,” jelas Aa Gym.

Ia berharap Kopontren Daarut Tauhiid, yang kini telah memasuki usia 31 tahun, terus menjadi teladan dalam menyelaraskan urusan muamalah (bisnis) dengan pembangunan karakter yang istiqomah. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Perkuat Ekonomi Umat, Kemenkop Pacu Ekspansi Koperasi Pondok Pesantren Read More »

Sinergi dan Digitalisasi: Kopontren Daarut Tauhiid Sukses Gelar RAT ke-31

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhiid (DT) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pilar ekonomi umat yang tangguh.

Pada pelaksanaan Rapat Anggota Khusus (RAK) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-31, ribuan Santri Karya (karyawan DT) berkumpul untuk mengevaluasi kinerja tahunan sekaligus merancang strategi masa depan koperasi.

Acara yang berlangsung khidmat ini digelar secara hybrid. Ribuan anggota hadir langsung di Aula Daarul Hajj Pesantren DT, sementara anggota yang bertugas di luar kota tetap berpartisipasi aktif melalui platform daring.

Momentum RAT tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran para tokoh nasional dan pakar koperasi, di antaranya:

  • KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym): Selaku Penasehat Kopontren DT, beliau memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga integritas dan nilai-nilai tauhiid dalam bermuamalah.
  • Hj. Farida Farichah, M.Si.: Wakil Menteri Koperasi RI, yang mengapresiasi tata kelola Kopontren DT sebagai model koperasi pesantren yang modern dan transparan.
  • Dr. H. Komarudin Kholil, M.Ag.: Ketua Puskopontren.
  • Amar Triwidodo, S.Pd.: Plh. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Aa Gym menekankan bahwa koperasi bukan sekadar urusan bagi hasil, melainkan sarana untuk memperkuat kemandirian ekonomi yang berkah.

Sejalan dengan hal tersebut, Hj. Farida Farichah menyoroti bagaimana Kopontren DT berhasil mengadopsi teknologi digital sehingga mampu mengakomodir ribuan anggotanya meski terkendala jarak geografis.

“Koperasi yang sehat adalah koperasi yang mampu beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan nilai dasarnya. Apa yang dilakukan Kopontren DT hari ini adalah bukti nyata kemandirian pesantren,” ujar Hj. Farida Farichah.

Selain penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus dan pengawas, rapat ini juga membahas rencana kerja strategis untuk tahun mendatang, termasuk penguatan unit usaha ritel dan jasa yang dikelola oleh koperasi.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize dan penetapan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang disambut antusias oleh seluruh anggota.

Dengan terlaksananya RAT ke-31 ini, Kopontren DT berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif, profesional, dan tetap berada dalam koridor syariat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sinergi dan Digitalisasi: Kopontren Daarut Tauhiid Sukses Gelar RAT ke-31 Read More »

Menjamin Masa Depan lewat Dana Abadi: Membedah Wakaf, Dana Publik, dan Instrumen Daerah

WAKAFDT.OR.IDDi tengah tuntutan publik terhadap riset yang relevan, pendidikan bermutu, hingga jaminan sosial yang merata, muncul tantangan besar: bagaimana memastikan semua layanan ini tetap eksis hingga 50 tahun mendatang?

Dalam dunia filantropi dan kebijakan modern, kita sering mendengar istilah wakaf, dana abadi, hingga endowment fund.

Meski semuanya memiliki prinsip serupa—yakni mengunci dana pokok dan hanya menggunakan hasil pengembangannya—setiap instrumen ini memiliki akar nilai dan mekanisme tata kelola yang berbeda.

Wakaf: Pilar Etis dan Filantropi Berbasis Spiritual

Wakaf merupakan instrumen tertua dalam sejarah Islam yang memiliki dasar hukum kuat dalam UU No. 41 Tahun 2004. Wakaf didefinisikan sebagai tindakan memisahkan harta pribadi untuk kepentingan umum, baik selamanya maupun jangka waktu tertentu, demi kemaslahatan umat.

Lebih dari sekadar hukum, wakaf adalah rekayasa sosial berbasis spiritual. Poin utamanya bukan hanya konsumsi, melainkan keabadian manfaat.

Keunggulan: Memiliki motivasi transenden (ibadah) yang kuat sehingga keberlanjutannya menjadi tanggung jawab moral, bukan sekadar rasionalitas ekonomi.

Tantangan: Sering kali terbentur pada tata kelola yang kurang profesional, aset yang tidak produktif, serta transparansi yang masih perlu ditingkatkan agar dampaknya maksimal.

Dana Abadi Negara: Jaminan Keberlanjutan Fiskal

Berbeda dengan wakaf yang berasal dari inisiatif masyarakat, Dana Abadi di tingkat nasional lahir dari kebijakan pemerintah, seperti yang diatur dalam Perpres No. 111 Tahun 2021.

Dana ini dirancang untuk memastikan program strategis—seperti pendidikan, riset, dan kebudayaan—tetap berjalan bagi generasi mendatang tanpa menggerus modal utamanya.

Karakteristik: Sangat bergantung pada stabilitas fiskal negara dan integritas lembaga publik.

Tantangan: Konsistensi kebijakan lintas periode kepemimpinan. Karena politik sering kali bersifat jangka pendek, diperlukan kedisiplinan tinggi agar dana ini tidak tergerus oleh tekanan anggaran atau perubahan prioritas pemerintah.

Dana Abadi Daerah (DAD): Inovasi Keuangan Lokal

Instrumen ini merupakan lapisan terbaru dalam arsitektur keberlanjutan di Indonesia, sebagaimana diatur dalam UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah.

DAD memungkinkan pemerintah daerah menyisihkan surplus anggaran (SiLPA) ke dalam dana abadi guna menjaga stabilitas masa depan daerah.

Filosofi: Mengubah surplus jangka pendek menjadi investasi jangka panjang untuk belanja daerah tanpa mengurangi nilai pokoknya.

Tantangan di Lapangan: Kesenjangan kapasitas manajerial antar daerah. Tanpa pengawasan ketat, DAD berisiko menjadi sekadar formalitas politik atau instrumen pencitraan tanpa dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Memahami perbedaan antara wakaf, dana abadi nasional, dan DAD sangat penting agar masyarakat tidak sekadar terbuai oleh istilah teknis.

Keberhasilan instrumen-instrumen ini dalam menghadirkan keadilan lintas generasi sangat bergantung pada tiga pilar: kualitas kepemimpinan, profesionalisme pengelola, dan transparansi publik. (Jaharuddin, Ekonom, Universitas Muhammadiyah Jakarta)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menjamin Masa Depan lewat Dana Abadi: Membedah Wakaf, Dana Publik, dan Instrumen Daerah Read More »

Cara Agar Ketagihan Membaca Al Quran Saat Ramadhan

WAKAFDT.OR.IDKetua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, Ulul Albab, menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk kembali kepada Al-Qur’an.

Mengingat kitab suci ini diturunkan di bulan Ramadhan sebagai kompas kehidupan, umat Islam didorong untuk meningkatkan intensitas interaksi dengan Al-Qur’an secara lebih mendalam dan penuh kekhusyukan.

Ulul Albab menyampaikan bahwa tadarus di bulan suci bukan sekadar ritual mencari pahala, melainkan upaya menjadikan Al-Qur’an sebagai obat penawar hati, sumber rahmat, serta penolong (syafaat) di akhirat kelak.

Membangun Koneksi Spiritual yang Hidup

Menurut Ulul, membaca Al-Qur’an seharusnya menjadi sebuah pengalaman batin yang nyata. Seorang Muslim diharapkan bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan saat melantunkan ayat-ayat Allah.

“Ramadhan adalah waktu istimewa untuk kita lebih fokus dan dalam saat membaca Al-Qur’an. Idealnya, kita merasa ‘tersapa’ atau bahkan ditegur oleh ayat yang kita baca,” jelasnya pada Sabtu (28/2/2026).

Indikator keberhasilan interaksi dengan Al-Qur’an adalah ketika seseorang tidak lagi sekadar mengejar target jumlah halaman, tetapi mulai menyelami makna tiap ayat hingga muncul rasa rindu untuk terus mentadaburinya.

Memahami Makna Tanpa Hambatan

Bagi mereka yang belum mahir membaca secara tartil, Ulul berpesan agar hal itu tidak menjadi penghalang. Mempelajari terjemahan dan tafsir merupakan langkah bijak agar pesan Ilahi tetap bisa meresap ke dalam kesadaran sehari-hari.

Beliau juga menyarankan agar kegiatan khataman Al-Qur’an di masjid atau komunitas menyisipkan sesi refleksi.

“Coba tanyakan pada jamaah, ayat mana yang paling menyentuh hati mereka selama membaca. Jika seseorang merasa datar saja saat membaca Al-Qur’an, mungkin perlu ada perbaikan pada kesiapan hati atau cara memahaminya,” tambahnya.

Meneladani Rasulullah dan Malaikat Jibril

Menilik sejarah, Rasulullah SAW memberikan teladan utama dalam memuliakan Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, setiap malam di bulan suci, Malaikat Jibril mendatangi Nabi untuk mudarasah (saling menyimak) Al-Qur’an.

Aktivitas spiritual ini berdampak pada kedermawanan Nabi yang semakin luar biasa, bahkan digambarkan lebih cepat dari hembusan angin. Keutamaan berkumpul untuk mengaji pun sangat besar; Allah menjanjikan turunnya ketenangan (sakinah), curahan rahmat, serta penjagaan dari para malaikat bagi mereka yang menghidupkan rumah-rumah Allah dengan lantunan ayat suci.

Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai dialog pribadi antara hamba dan Penciptanya, Ramadhan tahun ini diharapkan mampu melahirkan insan yang lebih bertakwa dan memiliki kepekaan spiritual yang tajam.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Cara Agar Ketagihan Membaca Al Quran Saat Ramadhan Read More »

Hangatnya Kebersamaan, Aa Gym Ingatkan Santri Karya Jaga Fisik Selama Ramadan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Keluarga besar Santri Karya (karyawan) Pesantren Daarut Tauhiid (DT) menggelar acara Buka Puasa Bersama pada Jumat (27/2/2026). Bertempat di Dome Central 5, acara ini menjadi momen penguat ukhuwah sekaligus ajang peningkatan spiritual di tengah bulan suci Ramadan.

Acara yang berlangsung dengan penuh keceriaan ini dihadiri langsung oleh pimpinan Pesantren DT, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Kehadiran beliau menambah kekhidmatan suasana, terutama saat menyampaikan pesan-pesan bernas bagi para pejuang dakwah di lingkungan DT.

Pesan Aa Gym: Sehat Fisik, Prima dalam Ibadah

Dalam tausiyahnya, Aa Gym memberikan penekanan khusus pada pentingnya menjaga amanah tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Beliau mengingatkan bahwa kualitas ibadah sangat berkaitan erat dengan kondisi fisik yang prima.

“Penting bagi kita untuk tetap menjaga kondisi fisik dengan rajin berolahraga. Selain itu, perhatikan juga asupan makanan selama Ramadan. Jangan sampai saat berbuka kita berlebihan, sehingga justru menghambat produktivitas ibadah kita,” pesan Aa Gym.

Beliau berharap para Santri Karya bisa tetap bugar sehingga tugas-tugas pelayanan kepada umat tetap berjalan maksimal meskipun sedang berpuasa.

Sebelum memasuki sesi tausiyah dan berbuka, suasana sempat riuh dengan pembagian doorprize. Sejumlah Santri Karya yang beruntung mendapatkan bingkisan menarik, yang merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama ini.

Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama secara sederhana namun penuh keberkahan, yang dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah.

Gedung Dome Central 5 yang biasanya digunakan untuk berbagai aktivitas pendidikan, sore itu berubah menjadi ruang penuh kehangatan, mencerminkan sinergi dan kebersamaan keluarga besar Daarut Tauhiid dalam meraih kemuliaan di bulan Ramadan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Hangatnya Kebersamaan, Aa Gym Ingatkan Santri Karya Jaga Fisik Selama Ramadan Read More »

Resmikan Gedung Relawan DT, Aa Gym: Menjadi Terhormat dengan Melayani Sesama

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) pada Jumat (27/2/2026). Bertempat di lokasi yang menjadi simbol semangat pengabdian, pimpinan Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), secara resmi meresmikan Gedung Relawan DT sebagai markas baru bagi Santri Siap Guna (SSG).

Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran pimpinan di lingkungan Pesantren DT, tamu undangan, serta perwakilan tokoh warga sekitar. Dalam suasana penuh kehangatan, Aa Gym menyempatkan diri menyapa para tetangga, pengurus, dan tamu yang hadir, memperkuat ikatan silaturahmi yang telah terjalin lama.

Sinergi dan Jiwa Kerelawanan

Dalam tausiyahnya, Aa Gym menekankan bahwa SSG adalah organisasi yang mengedepankan jiwa kerelawanan. Beliau mengungkapkan rasa bangganya karena saat ini banyak tokoh nasional maupun daerah yang ternyata merupakan alumni SSG.

“SSG bisa menjadi organisasi alternatif untuk mendidik dan melatih umat. Harapannya, ke depan SSG bisa menjadi lebih baik lagi dalam mencetak generasi yang tangguh,” ujar Aa Gym.

Beliau juga menyoroti pentingnya gedung ini sebagai wadah bagi para alumni. Menurutnya, dengan adanya sinergi antar alumni, dampak manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat akan jauh lebih luar biasa.

Inovasi dan Penghormatan untuk Sosok Teladan

Menariknya, Aa Gym memaparkan visi masa depan kerelawanan yang lebih modern. Beliau berharap kedepannya sistem kerelawanan di DT bisa terintegrasi dengan aplikasi khusus untuk mempermudah koordinasi.

“Menjadi relawan itu terhormat. Mengapa? Karena menjadi relawan berarti senang melayani agar bisa memberi manfaat yang luas, apalagi jika memiliki keahlian ilmu yang spesifik,” tambahnya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para perintis, aula di gedung ini diberi nama Aula Nur Hadi. Nama tersebut diambil dari salah satu sosok pelatih senior SSG yang berjuang bersama Aa Gym sejak awal berdirinya lembaga ini.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan Basmalah dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Aa Gym. Secara simbolis, Aa Gym melakukan penandatanganan prasasti yang menandai bahwa gedung tersebut resmi bernama Gedung Relawan DT.

Gedung ini diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi menjadi pusat energi positif tempat lahirnya para relawan yang siap berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negara. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Resmikan Gedung Relawan DT, Aa Gym: Menjadi Terhormat dengan Melayani Sesama Read More »

Pak Dahlan di Riseh Teungoh: Disitu Dulu Ada Masjid yang Indah

WAKAFDT.OR.ID | ACEH UTARA – Gemericik air Sungai Riseh kini terdengar berbeda di telinga Pak Dahlan. Bagi warga Desa Riseh Teungoh ini, suara aliran air itu bukan lagi sekadar musik alam, melainkan pengingat pilu tentang sebuah peristiwa di November 2025. Di titik di mana air mengalir deras sekarang, dulunya berdiri tegak kebanggaan warga: Masjid At-Taqarrub.

Banjir bandang akhir tahun lalu memang tak menyisakan bangunan fisik, namun ia gagal menghanyutkan ingatan kolektif warga tentang rumah ibadah mereka.

Kenangan di Atas Puing yang Hilang

Sambil berdiri di tepi sungai, jemari Pak Dahlan menunjuk ke arah ruang kosong di atas air. Matanya berbinar, bukan karena sedih, melainkan karena rasa bangga yang masih tersisa.

“Di situ dulu ada taman depan masjid yang sangat indah,” kenangnya dengan suara bergetar. “Masjid kami ini cantik sekali. Teduh.”

Bagi Pak Dahlan dan warga Kecamatan Sawang lainnya, At-Taqarrub bukan sekadar susunan bata dan semen. Ia adalah jantung desa. Di sanalah mereka melepas lelah, anak-anak mengeja huruf alif-ba-ta, dan orang tua bersujud mencari ketenangan di sela kesibukan bertani.

Kini, pemandangan itu berganti total. Tak ada lagi kubah yang menyapa langit pagi. Tak ada lagi dinding tempat bersandar saat mendengarkan khutbah. Yang tersisa hanyalah hamparan tanah kosong dan aliran sungai yang seolah tak berdosa telah membawa pergi pusat spiritualitas mereka.

Rindu yang Tak Terbendung

Kehilangan masjid berarti kehilangan “rumah pulang” bagi jiwa. Setiap kali waktu salat tiba, warga Riseh Teungoh dirundung rindu yang hebat.

Rindu pada suara adzan yang menggema dari pengeras suara masjid, rindu pada saf-saf yang rapat, dan rindu pada ruang sujud yang kini telah rata dengan tanah.

Keinginan warga hanya satu: ingin kembali punya tempat untuk bersujud dengan layak.

Membangun Kembali Harapan Lewat Wakaf

Bencana banjir dan longsor di penghujung tahun 2025 memang meninggalkan luka mendalam di pelosok Sumatera, termasuk Aceh Utara. Namun, harapan belum benar-benar hanyut.

Wakaf Daarut Tauhiid (DT) melalui program Wakaf Bangun Kembali Masjid, mengajak untuk menjadi bagian dari sejarah berdirinya kembali Masjid At-Taqarrub dan masjid lainnya.

Setiap rupiah yang diwakafkan adalah satu bata yang akan menyusun kembali dinding-dinding masjid ini. Setiap kontribusi kita adalah jalan agar adzan kembali berkumandang di Riseh Teungoh, memanggil warga untuk kembali pulang ke rumah Allah.

Mari satukan hati. Jangan biarkan Pak Dahlan dan warga Riseh Teungoh berlama-lama merindu dalam sunyi tanpa masjid. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pak Dahlan di Riseh Teungoh: Disitu Dulu Ada Masjid yang Indah Read More »

Aa Gym: Kalau Berbuat Baik Tidak Ikhlas, Maka Kita Takan Pernah Menikmatinya

WAKAFDT.OR.IDKalau kita berbuat baik dengan ikhlas, maka kita akan merasa nyaman. Sebaliknya jika kita berbuat baik agar dianggap baik, mendapat pujian, penilaian, dan penghormatan, maka tidak akan membuat kita tenang dan kita tidak pernah menikmati kebaikan tersebut.

Kalau pun kita berbuat baik, belum tentu orang lain akan menilai kita. Oleh karenanya jangan pernah berharap agar kita dinilai baik.

Capek-capek kita berbuat baik tetapi orang lain tidak menganggap baik dan kebaikan yang dilakukan juga tidak menjadi pahala, karena niatnya bukan karena Alloh.

Kalau kita berbuat baik ikhlas karena Alloh, meskipun tidak dipuji orang lain maka kita tetap berbuat baik.

Karena kebaikan yang kita lakukan bukan untuk orang lain, tetapi kita berbuat baik karena Alloh Ta’ala.

Kita harus senantiasa berhati-hati dalam menjaga kebersihan hati agar hati menjadi lurus dan murni dalam berniat.

Karena Alloh Ta’ala hanya menerima amal sholeh seorang hamba yang dilakukan dengan niat ikhlas mengharapkan ridho-Nya semata.

Boleh jadi kita menunaikan rencana niat baik, akan tetapi saat melakukannya hati kita berbelok menjadi berharap sesuatu yang lain selain penghargaan Alloh.

Seperti saat ikut aksi bela Islam beberapa tahun lalu di Jakarta. Mari kita tafakuri kembali, muhasabah kembali apa sebenarnya niat kita.

Kegiatan tersebut adalah kegiatan yang direncanakan sebagai kebaikan, sebagai amal sholeh kita sehingga kita berusaha sekuat tenaga agar semuanya berlangsung tertib dan damai, ada dalam ridho Alloh Ta’ala.

Ingat pujian itu sangat melelahkan, karena tidak setiap orang akan memuji kita dan tidak setiap orang akan menyukai kita.

Semoga kita senantiasa menjadi orang yang ikhlas dengan cara melatih diri sekuat mungkin, karena naluri manusia pada dasarnya ingin selalu dipuji.

Sebagian besar manusia banyak yang tenggelam dengan sebuah pujian, sehingga kehilangan orientasi hidup karena menuhankan pujian.

Pada dasarnya setiap pujian itu tidak akan mengubah apapun, begitu juga kalau dicaci tidak akan mengubah apapun, yang jelek tetap jelek dan yang keren tetap keren.

Kalau seseorang kecenderungannya ingin selalu dipuji pasti kecenderungannya menjadi orang yang munafik, karena berbeda dengan tampilan dibelakang dan didepan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Kalau Berbuat Baik Tidak Ikhlas, Maka Kita Takan Pernah Menikmatinya Read More »

Wujudkan Pesantren Asri, Bank Syariah Nasional (BSN) Serahkan Wakaf Penghijauan ke Yayasan DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Bank Syariah Nasional (BSN), lembaga perbankan yang sebelumnya dikenal sebagai BTN Syariah, kembali menunjukkan komitmennya sebagai mitra utama masyarakat yang berkah dan amanah.

Pada Kamis (26/2/2026), BSN secara resmi menyerahkan dana bantuan untuk program penghijauan dan penataan taman kepada Yayasan Daarut Tauhiid (DT) senilai Rp80.000.000.

Acara penyerahan ini dilaksanakan dalam suasana penuh keberkahan tepat selepas kajian kitab Al-Hikam di Masjid DT.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Alex Sofjan Noor, selaku Direktur Utama BSN, menyerahkan bantuan secara langsung dan diterima langsung oleh Muhammad Iskandar, selaku Ketua Yayasan Daarut Tauhiid.

Momentum istimewa ini juga disaksikan langsung oleh pendiri Pesantren Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), serta disaksikan oleh jamaah masjid yang hadir dalam kajian tersebut.

Dana sebesar Rp 80 juta yang dititipkan melalui Yayasan DT ini merupakan dana wakaf. Alokasi dana tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk mendukung:

  • Program penghijauan lingkungan pesantren.
  • Penataan taman di kawasan Pesantren Daarut Tauhiid.

Langkah ini sejalan dengan visi BSN untuk menjadi lembaga yang memberikan manfaat luas bagi lingkungan dan umat, khususnya dalam mendukung terciptanya ekosistem pesantren yang asri dan nyaman untuk menunjang kegiatan pembelajaran para santri. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wujudkan Pesantren Asri, Bank Syariah Nasional (BSN) Serahkan Wakaf Penghijauan ke Yayasan DT Read More »

Sinergi Wakaf DT dan Bank Indonesia: Program IKHTIAR Hadirkan Akses Air Bersih di Maros

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah terus digalakkan melalui kolaborasi strategis. Pada Kamis (19/2/2026), Wakaf DT melakukan kunjungan silaturahim ke kantor pusat Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia.

Pertemuan ini berfokus pada pembahasan program IKHTIAR (Investasi untuk Kehidupan Terbaik di Akhirat) yang menjadi bagian dari rangkaian agenda besar RABBANI 2026/1447 H (Berkah Ramadan Bersama Bank Indonesia).

Kolaborasi Strategis untuk Karyawan BI Se-Indonesia

Sinergi ini bertujuan untuk menghimpun dana wakaf uang dari seluruh karyawan Bank Indonesia di berbagai wilayah tanah air.

Sebagai satuan kerja yang berfokus mengembangkan ekosistem ekonomi syariah, DEKS BI memainkan peran vital dalam mempromosikan dan mengedukasi sektor ini demi mewujudkan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Bank Indonesia diwakili oleh Dwitya Rizki Ardista (Tim DEKS BI), sementara Wakaf DT diwakili oleh Indra Firdaus selaku Nadzir Wakaf DT.

Fokus Utama: Pengadaan Air Bersih di Maros

Salah satu target utama dari kolaborasi program IKHTIAR kali ini adalah aksi kemanusiaan di sektor infrastruktur air bersih. Dana yang terhimpun rencananya akan dialokasikan untuk pembangunan sumur bor air bersih.

Lokasi Target: Masjid Nurul Ijtihad, Manrimisi, Caddi, Dusun Taipa, Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.

“Melalui sinergi program dan riset yang dilakukan DEKS, diharapkan pengumpulan wakaf uang ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Maros,” tulis pernyataan terkait kegiatan tersebut.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan semangat berbagi di bulan Ramadan 1447 H dapat terwujud dalam bentuk nyata yang memberikan dampak sosial jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi wakaf sebagai instrumen ekonomi yang berdaya guna. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sinergi Wakaf DT dan Bank Indonesia: Program IKHTIAR Hadirkan Akses Air Bersih di Maros Read More »