WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pemanfaatan aset wakaf di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) terus dirasakan manfaatnya secara luas. Hal ini terlihat jelas saat Aula Daarul Hajj, salah satu aset wakaf unggulan DT, terpilih sebagai lokasi utama perhelatan Rapat Anggota Khusus (RAK) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-31 Kopontren DT.
Gedung yang dibangun dari dana wakaf jamaah ini bertransformasi menjadi pusat kegiatan ekonomi umat, menampung ribuan Santri Karya yang hadir secara langsung maupun melalui akses digital (daring) bagi anggota di luar Bandung.
Multifungsi dan Memberdayakan
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Hj. Farida Farichah, M.Si. (Wakil Menteri Koperasi RI) dan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di Aula Daarul Hajj menegaskan fungsi gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat peradaban dan ekonomi.
“Aset wakaf seperti Aula Daarul Hajj ini adalah modal sosial yang luar biasa. Selain untuk ibadah dan pendidikan, manfaatnya nyata untuk penguatan ekonomi melalui koperasi,” ujar Aa Gym dalam arahannya.
Fasilitas Utama bagi Santri dan Masyarakat
Aula Daarul Hajj selama ini dikenal sebagai fasilitas yang sangat dinamis. Tidak hanya untuk agenda internal pesantren seperti RAT, gedung ini rutin digunakan untuk:
- Kegiatan Santri: Kajian rutin, pelatihan skill, hingga pertemuan besar santri karya.
- Kegiatan Masyarakat: Pernikahan, seminar nasional, hingga acara kemanusiaan.
- Pusat Informasi: Titik temu strategis bagi tamu-tamu kedinasan dan tamu internasional yang mengunjungi Pesantren DT.
Sinergi Wakaf dan Koperasi
Amar Triwidodo, S.Pd. (Plh. Dinas Koperasi dan UKM Jabar) yang turut hadir, mengapresiasi bagaimana DT mampu mengintegrasikan pengelolaan wakaf dengan operasional koperasi.
Penggunaan Aula Daarul Hajj untuk RAT ke-31 ini menjadi contoh bagaimana aset wakaf dikelola secara profesional sehingga mampu mendukung kegiatan berskala besar dengan fasilitas yang representatif
Dengan kapasitas yang luas dan teknologi yang mendukung pelaksanaan acara secara hybrid, Aula Daarul Hajj terus membuktikan bahwa setiap butir pasir dan semen yang diwakafkan para donatur kini telah berubah menjadi manfaat yang terus mengalir (jariyah) bagi ribuan orang. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
