Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Aa Gym: Menjemput Ketenangan Hati

WAKAFDT.OR.IDSaudaraku, hal paling berharga dalam hidup bukanlah harta yang melimpah, melainkan kebutuhan batin kita. Dunia yang luas ini tidak akan ada artinya jika Allah Ta’ala mencabut ketenangan dari hati kita.

Banyak orang memiliki harta melimpah namun hatinya merasa tidak cukup, sehingga ia justru “disiksa” oleh keinginan yang belum terpenuhi. Ada yang berkedudukan tinggi, namun hidupnya tidak nyaman karena takut kekuasaannya direbut. Tanpa ketenangan, rumah bagus dan kasur empuk sekalipun tidak akan memberikan kebahagiaan sejati.

Kunci Hati yang Nyaman

Mengapa hati sering merasa tidak tenang? Jawabannya terletak pada sandaran kita.

Sandaran yang Benar: Barangsiapa yang hatinya tidak bersandar, berharap, atau bergantung kepada apa pun selain Allah Ta’ala, maka Allah akan mencukupi segala kebutuhannya.

Lebih dari Sekadar Finansial: Kebutuhan manusia tidak hanya soal uang. Akal dan hati juga memiliki kebutuhan yang hanya diketahui oleh Sang Pencipta. Memiliki banyak uang sama sekali tidak identik dengan merasa cukup.

Hidup akan terasa sangat nikmat ketika kita berhenti mengharap dari makhluk. Jika kita berbuat sesuatu, cukup Allah yang tahu; apakah orang lain menghargai atau tidak, itu bukan masalah karena penglihatan Allah sudah lebih dari cukup.

Tawakal: Ikhtiar di Dalam Hati

Tawakal bukan berarti berdiam diri. Tawakal adalah bagian dari ikhtiar hati.

Jaminan Rezeki: Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, burung yang bertawakal pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang karena rezekinya dijamin oleh Allah.

Pelajaran dari Siti Hajar: Beliau ditinggalkan Nabi Ibrahim di lembah gersang tanpa siapa pun. Karena yakin ini perintah Allah, beliau bersandar penuh kepada-Nya, namun tetap melakukan ikhtiar fisik dengan berlari antara Safa dan Marwa sebanyak tujuh kali.

Pertolongan yang Tak Terduga: Menariknya, air Zam-zam tidak keluar di bukit Safa atau Marwa tempat beliau berlari, melainkan di dekat Ka’bah. Ini mengajarkan bahwa Allah melihat setiap ikhtiar kita, namun datangnya pertolongan adalah hak prerogatif Allah.

Harmonisasi Antara Ikhtiar dan Tawakal

Sering kali kita terjebak dalam dikotomi: hanya ikhtiar atau hanya tawakal. Padahal, keduanya harus berjalan beriringan secara maksimal.

Teladan Rasulullah SAW: Meskipun tawakal beliau paling sempurna, saat hendak berperang, Rasulullah tetap menggunakan baju besi dua lapis. Beliau tahu nyawanya dalam genggaman Allah, namun beliau tetap mencontohkan ikhtiar fisik yang maksimal sebagai bentuk ibadah.

“Ikhtiar adalah ibadah kita, tawakal juga ibadah kita. Jangan sampai karena ikhtiar kita lupa tawakal, atau karena tawakal kita meninggalkan ikhtiar.”

Luruskanlah niat bahwa bekerja adalah bagian dari amal saleh. Bekerjalah dengan profesional, namun jangan biarkan hati bergantung pada hasil ikhtiar tersebut. Sempurnakan ibadah, dan biarkan hati tetap tenang bersandar hanya kepada Allah Ta’ala. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Menjemput Ketenangan Hati Read More »

Tanggap Darurat Longsor Pasirlangu: Tim SAR Maksimalkan Pencarian di Hari Terakhir

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Masa tanggap darurat bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi berakhir pada hari ini, Jumat (6/2/2026). Meski memasuki hari terakhir, operasi pencarian korban yang masih hilang tetap dilakukan dengan kekuatan penuh.

Upaya Terpadu di Tengah Cuaca Cerah

Langit di atas lokasi bencana terpantau cerah pada Jumat pagi, memberikan kondisi yang mendukung bagi 3.000 personel SAR gabungan yang dikerahkan ke lokasi. Proses pencarian dilakukan secara intensif dengan mengombinasikan berbagai metode:

  • Penyisiran manual oleh petugas di semua sektor.
  • Penggunaan alat berat untuk memindahkan material tanah yang tebal.
  • Pemanfaatan pompa air (alkon) dan pelibatan anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi titik keberadaan korban.

Data Terkini Evakuasi dan Identifikasi

Berdasarkan data hingga hari ke-13 pencarian Kamis (5/2/2026), tim telah berhasil mengevakuasi total 94 bodypack dari berbagai titik longsor di Desa Pasirlangu. Berikut adalah rincian proses identifikasinya:

  • Identifikasi DVI: Hingga Kamis pukul 06.00 WIB, Tim DVI Polda Jabar telah berhasil mengidentifikasi 70 jenazah dari 73 bodypack yang diperiksa.
  • Proses Lanjutan: Terdapat 19 bodypack lainnya yang saat ini masih dalam tahap identifikasi lebih mendalam.

Daftar Warga: Dari 80 orang yang dilaporkan hilang sejak longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026), baru 54 warga setempat yang berhasil teridentifikasi. Sisa korban yang teridentifikasi diduga merupakan tamu atau pengunjung yang berada di lokasi saat kejadian.

Komitmen Hingga Titik Terakhir

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa sinkronisasi data dengan Incident Commander terus dilakukan untuk memastikan keakuratan jumlah korban.

Walaupun masa tanggap darurat berakhir hari ini, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah transisi menuju tahap pemulihan pascabencana.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pencarian dan evaluasi setiap hari hingga semaksimal mungkin korban ditemukan, melalui koordinasi lintas instansi,” ujar Ade Dian. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Tanggap Darurat Longsor Pasirlangu: Tim SAR Maksimalkan Pencarian di Hari Terakhir Read More »

Aa Gym: Keutamaan Membantu Sesama

WAKAFDT.OR.IDSuatu ketika, sepeninggal Rasulullah SAW, Abu Hurairah sedang melaksanakan i’tikaf di Masjid Nabawi. Di sudut lain masjid, ia melihat seorang laki-laki yang duduk termenung dengan wajah penuh kesedihan. Tergerak oleh rasa empati, Abu Hurairah menghampirinya dan bertanya tentang keadaannya.

Setelah mengetahui bahwa laki-laki tersebut sedang didera masalah besar, Abu Hurairah menawarkan bantuan, “Mari saudaraku, kita selesaikan masalahmu.”

Laki-laki itu terkejut dan bertanya, “Engkau memilih untuk membantuku dan meninggalkan i’tikafmu?” Abu Hurairah kemudian menjelaskan alasannya dengan merujuk pada sabda Nabi:

“Sungguh, berjalannya seseorang di antara kamu untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, adalah lebih baik baginya daripada i’tikaf di masjidku ini selama sebulan.” (HR. Thabrani dan Ibn Asakir).

Peka Terhadap Kesulitan yang Tak Terucap

Pada dasarnya, setiap orang ingin diringankan bebannya dan dimudahkan urusannya. Namun, tidak semua orang memiliki keberanian atau keleluasaan untuk meminta tolong. Ada rasa malu, sungkan, atau keinginan kuat untuk tetap menjaga kehormatan diri (iffah).

Pelajaran penting dari kisah Abu Hurairah adalah tentang kepekaan. Kita diajak untuk:

  • Melihat kesulitan orang lain tanpa perlu menunggu mereka mengeluh.
  • Menawarkan bantuan dengan tulus sebagai bentuk kepedulian sosial.
  • Memahami bahwa membantu sesama memiliki nilai pahala yang sangat besar, bahkan bisa melampaui nilai i’tikaf di Masjid Nabawi.

Tentu saja, hal ini bukan menjadi alasan untuk meremehkan ibadah ritual. Sebaliknya, hadis ini harus menjadi motivasi agar kita berlomba-lomba dalam kebaikan demi mencari rida Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan…” (QS. al-Baqarah [2]: 148) dan “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu…” (QS. Ali Imran [3]: 133).

Keajaiban dalam Kebaikan Sederhana

Kebaikan tidak selalu harus berupa bantuan materi yang besar. Sering kali, sikap ramah dan perhatian kecil sudah cukup untuk menyentuh hati seseorang.

Bayangkan kisah seorang pemuda yang membeli buah dukuh dari seorang ibu penjual tua. Meski harga per kilonya delapan ribu rupiah, pemuda itu membayar lebih dan meminta ibu tersebut menyimpan kembaliannya dengan tutur kata yang sangat sopan. Apa efek yang ditimbulkan?

  • Hadirnya rasa senang dan dihargai di hati penjual tersebut.
  • Terciptanya suasana akrab melalui percakapan yang ramah.
  • Terjalinnya silaturahmi meskipun hanya melalui transaksi singkat.

Rasulullah SAW mengingatkan kita: “Orang beriman itu bersikap ramah, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Begitu banyak jalan untuk menyenangkan hati sesama. Selama perbuatan sederhana tersebut dilakukan dengan ikhlas, insya Allah akan menjadi amal saleh yang bernilai agung di hadapan Allah SWT. Mari jadikan setiap kesempatan sebagai sarana untuk menebar manfaat. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Keutamaan Membantu Sesama Read More »

Sejarah Wakaf Produktif: Dari Teladan Rasulullah hingga Pilar Peradaban Islam

WAKAFDT.OR.IDTradisi wakaf dalam Islam bukan sekadar instrumen ibadah, melainkan warisan peradaban yang bermula sejak zaman kenabian. Terdapat diskusi di kalangan ahli fikih mengenai siapa pelopor pertama syariat ini, namun sejarah mencatat bahwa Rasulullah SAW dan para sahabatnya adalah peletak batu pertama kemaslahatan umat melalui harta abadi ini.

Awal Mula: Keteladan Rasulullah SAW

Banyak ulama berpendapat bahwa Rasulullah SAW adalah orang pertama yang mempraktikkan wakaf. Momen bersejarah ini bermula ketika beliau mewakafkan tanah milik beliau sendiri untuk mendirikan masjid sebelum pindah ke kediaman pamannya dari Bani Najjar.

Langkah ini kemudian disusul dengan pembangunan Masjid Nabawi. Tanah tersebut awalnya milik dua anak yatim dari Bani Najjar yang kemudian dibeli oleh Rasulullah seharga 800 dirham. Setelah transaksi selesai, beliau langsung mewakafkan lahan tersebut demi kepentingan umat. Inilah titik awal wakaf menjadi bagian integral dalam syariat Islam yang kemudian diikuti dengan antusias oleh para sahabat.

Wakaf Produktif dan Kelestarian Manfaat

Selain masjid, Rasulullah SAW juga mewakafkan perkebunan Mukhairik. Hasil dari pengelolaan kebun ini dialokasikan untuk kepentingan kaum muslimin. Peristiwa ini dianggap sebagai tonggak sejarah wakaf produktif, di mana pokok harta dijaga, namun manfaat ekonominya terus mengalir untuk publik.

Kisah Para Sahabat: Mewakafkan Harta Terbaik

Para sahabat Nabi bersaing dalam kebaikan dengan menyerahkan aset-aset paling berharga yang mereka miliki:

  • Umar bin Khattab: Saat memperoleh tanah di Khaibar, Umar bertanya kepada Rasulullah tentang cara terbaik mengelolanya. Rasulullah memberikan prinsip utama wakaf: “Tahan pokoknya, dan sedekahkan hasilnya.” Sejak saat itu, tanah tersebut tidak boleh dijual, diwariskan, atau dihibahkan. Hasilnya dinikmati oleh fakir miskin, kerabat, hingga musafir.
  • Abu Thalhah: Tersentuh oleh ayat “Kamu tidak akan mencapai kebajikan yang sempurna sebelum menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai,” Abu Thalhah mewakafkan Kebun Bairaha, aset kesayangannya. Atas saran Nabi, wakaf ini diperuntukkan bagi keluarga dan keturunannya (yang kemudian dikenal sebagai Wakaf Dzurri atau Wakaf Keluarga).
  • Sahabat Lainnya: Jejak mulia ini diikuti oleh Abu Bakar (tanah di Makkah), Utsman bin Affan (aset di Khaibar), Ali bin Abi Thalib (lahan subur), hingga Aisyah ra. dan para sahabat lainnya yang mewakafkan rumah serta perkebunan mereka.

Transformasi Menjadi Pilar Ekonomi Negara

Seiring berkembangnya peradaban Islam, wakaf bertransformasi dari inisiatif individu menjadi sektor yang dikelola negara secara profesional. Pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid, pengelolaan wakaf mencapai masa keemasannya.

Wakaf tidak lagi terbatas pada lahan pertanian, tetapi meluas ke berbagai sektor:

Pendidikan: Membangun perpustakaan, membiayai gaji guru, dan menyediakan beasiswa bagi pelajar.

Infrastruktur: Pembangunan kompleks pertokoan dan perumahan rakyat di kota-kota besar mulai dari Maroko hingga India.

Kesejahteraan Sosial: Menjadi modal utama dalam membangun solidaritas sosial dan stabilitas ekonomi masyarakat.

Melembaga demi Kemaslahatan Abadi

Pada awalnya, wakaf dikelola secara personal berdasarkan kerelaan pemberi wakaf (muwakif). Namun, menyadari besarnya manfaat bagi umat, pemerintah Islam mulai membentuk lembaga resmi untuk mengelola, merawat, dan menyalurkan manfaat harta wakaf secara terstruktur, baik untuk kepentingan umum (masjid) maupun keluarga.

Hingga puncaknya, di negara-negara seperti Mesir dan Turki, aset wakaf pernah mencapai sepertiga dari total lahan produktif yang ada. Hal ini membuktikan bahwa wakaf adalah mesin penggerak peradaban yang tidak pernah kering manfaatnya.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sejarah Wakaf Produktif: Dari Teladan Rasulullah hingga Pilar Peradaban Islam Read More »

Aksi Sehat & Bersih: Santri Karya DT Jalan Santai Sambil Pungut Sampah Jelang Ramadan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana pagi di kawasan Gegerkalong terasa lebih hangat dan bersemangat pada Jumat (6/6/2026). Sejak pukul 06.30 WIB, ratusan Santri Karya (pegawai) Pesantren Daarut Tauhiid (DT) berkumpul untuk melaksanakan kegiatan olahraga bersama berupa jalan santai dengan rute menyusuri jalanan ikonik Bandung Utara.

Bukan Sekadar Olahraga: Budaya BRTTT di Jalanan

Jalan santai kali ini tidak hanya mengejar kebugaran fisik. Mengambil rute dari Gegerkalong Girang menuju Setiabudi dan kembali lagi ke area Pesantren, para santri terlihat membawa kantong sampah di sepanjang jalan.

Ini adalah aksi nyata Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang menjadi ciri khas budaya BR-3T (Bersih, Rapi, Tertib, Teratur, Terpelihara) di Daarut Tauhiid. Sambil menyapa warga dengan ramah, para santri sigap memungut sampah anorganik yang mereka temui di sepanjang jalur trotoar, memastikan lingkungan yang mereka lalui tetap asri.

Siraman Qolbu di Dome Central 5

Setelah keringat bercucuran dan jalanan kembali bersih, rombongan menuju Dome Central 5 untuk mengikuti sesi yang paling dinanti: Tausiyah dari Pembina Pesantren DT, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Dalam pesan singkatnya, Aa Gym mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati sebagaimana menjaga kebersihan lingkungan. Beliau menekankan bahwa kesehatan fisik dan kejernihan hati adalah modal utama untuk menjalankan ibadah secara maksimal.

Makan Bersama: Perkuat Ukhuwah Sambut Ramadan

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kehangatan melalui acara makan bersama. Duduk berhadapan dalam barisan yang rapi, para santri menikmati hidangan sederhana namun sarat makna kebersamaan.

Momen ini sengaja digelar sebagai ajang silaturahmi untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan) antar-unit kerja di lingkungan DT, sekaligus sebagai persiapan spiritual dan mental dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Semangat kebersamaan ini diharapkan dapat membawa keberkahan dalam setiap khidmah yang diberikan santri karya kepada umat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aksi Sehat & Bersih: Santri Karya DT Jalan Santai Sambil Pungut Sampah Jelang Ramadan Read More »

Bekal Fardu Kifayah: Santri SMK DTBS Optimalkan Aset Wakaf untuk Praktik Pemulasaraan Jenazah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Fokus dan khidmat. Itulah gambaran suasana di Aula Asrama SMK Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) pada pertengahan Januari lalu.

Bukan sekadar duduk di kelas, para santri kali ini berkumpul melingkar untuk membedah tata cara pemulasaraan jenazah, sebuah kewajiban fardu kifayah yang krusial di masyarakat.

Kegiatan ini dirancang agar santri tidak hanya lihai dalam menghafal teori fikih di buku, tetapi juga terampil saat terjun langsung.

Dengan bimbingan intensif dari ustaz pembina dan tim pengasuhan, para santri mempelajari urutan memandikan jenazah secara syar’i, mulai dari niat, menjaga aurat dan adab, hingga doa-doa pengiringnya.

Penggunaan media peraga dalam simulasi ini bertujuan agar para santri memiliki gambaran visual yang jelas, sehingga ketika kelak menghadapi situasi nyata, mereka mampu bersikap tenang dan penuh rasa tanggung jawab.

Aula Asrama: Bukti Nyata Manfaat Wakaf

Ada hal istimewa di balik kegiatan ini. Lokasi yang digunakan, yakni Aula Asrama SMK DTBS, merupakan salah satu aset wakaf produktif di Pesantren Daarut Tauhiid.

Pemanfaatan ruangan ini untuk kegiatan belajar mengajar adalah bukti nyata bagaimana dana wakaf dari para muwakif (orang yang berwakaf) bertransformasi menjadi fasilitas yang melahirkan generasi ahli ibadah.

Melalui fasilitas wakaf ini, para santri dapat belajar dengan nyaman dan representatif. Setiap sudut ruangan ini menjadi saksi bisu lahirnya keterampilan agama yang akan terus mengalirkan pahala jariyah bagi mereka yang telah berwakaf.

Membentuk Karakter Melalui Adab Kematian

Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengasuhan, Mazdian, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian penting dari kurikulum pendidikan karakter di DTBS.

“Kami ingin memastikan santri memiliki kematangan spiritual. Memandikan jenazah bukan hanya soal teknik, tapi soal melatih empati, ketenangan batin, dan keikhlasan. Ini bekal berharga saat mereka kembali ke tengah umat nanti,” ungkap Mazdian pada Sabtu (17/1/2026).

Melalui integrasi antara pembelajaran fikih yang aplikatif dan pemanfaatan fasilitas berbasis wakaf, SMK DTBS berkomitmen terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki kepedulian sosial dan kematangan akhlak yang luhur. (D/N)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bekal Fardu Kifayah: Santri SMK DTBS Optimalkan Aset Wakaf untuk Praktik Pemulasaraan Jenazah Read More »

Transparansi Terjaga: Yayasan Daarut Tauhiid Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Menjaga amanah publik bukan sekadar jargon bagi Yayasan Daarut Tauhiid (DT). Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola lembaga yang bersih dan akuntabel, Yayasan DT kembali mempublikasikan hasil audit laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024.

Mengapa Audit Laporan Keuangan Itu Penting?

Sebelum membedah hasilnya, kita perlu memahami bahwa audit laporan keuangan memiliki fungsi yang sangat krusial, terutama bagi lembaga pengelola dana umat. Audit berfungsi untuk:

  • Memberikan Keyakinan Independen: Memastikan bahwa laporan keuangan disusun secara objektif dan bebas dari salah saji material.
  • Meningkatkan Kepercayaan: Menjadi bukti bagi para donatur dan pemangku kepentingan bahwa dana yang dititipkan dikelola dengan transparan.
  • Evaluasi Kinerja: Memberikan gambaran yang akurat mengenai posisi keuangan dan kesehatan organisasi.

Hasil Audit: Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Dr. Agus Widarsono, SE., M.Si., Ak., CA., CPA., Yayasan Daarut Tauhiid berhasil mempertahankan predikat opini tertinggi dalam akuntansi, yaitu “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP).

Dalam laporan resminya, auditor independen menyatakan:

“Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Yayasan Daarut Tauhiid tanggal 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.”

Makna di Balik Opini WTP

Pencapaian ini menunjukkan bahwa seluruh transaksi, pengelolaan aset, serta penyajian laporan arus kas Yayasan Daarut Tauhiid telah dilakukan secara patuh dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia. Bagi para jemaah dan donatur, hasil ini menjadi jaminan bahwa setiap rupiah yang diamanahkan telah dicatat dan dilaporkan dengan kredibilitas tinggi.

Dengan hasil ini, Yayasan Daarut Tauhiid diharapkan terus konsisten dalam mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme dalam menjalankan berbagai program dakwah, pendidikan, dan sosialnya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Transparansi Terjaga: Yayasan Daarut Tauhiid Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan Read More »

Mushaf Baru untuk Zahrani, Calon Dokter Penghafal Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | TAPANULI – Sisa-sisa lumpur mungkin masih membekas di sudut-sudut Desa Huta Godang, Tapanuli, Sumatera Utara, namun binar di mata Zahrani Sitompul seolah menghapus duka yang sempat menyelimuti tanah kelahirannya.

Banjir bandang yang menerjang beberapa waktu lalu tidak hanya menghanyutkan harta benda, tetapi juga membawa pergi suara riuh mengaji yang biasanya terdengar setiap sore.

Masjid tempat anak-anak berkumpul runtuh, dan mushaf-mushaf yang biasa mereka dekap kini terkubur atau hanyut terbawa arus deras.

Namun, harapan itu kembali hadir pada periode 23-25 Januari 2026. Tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT) hadir di tengah puing-puing sisa bencana untuk mendistribusikan mushaf Al-Qur’an baru bagi para penyintas, salah satunya adalah Zahrani.

Cita-Cita Mulia dari Desa Huta Godang

Zahrani, seorang siswi kelas 6 SD Garoga, bukanlah anak yang mudah menyerah. Di usianya yang masih belia, ia telah menanamkan cita-cita yang luhur: menjadi seorang dokter.

“Saya ingin jadi dokter karena ingin menolong orang lain,” ucapnya dengan nada yakin. Baginya, melihat penderitaan warga saat bencana banjir terjadi semakin menguatkan tekadnya untuk bisa memberikan manfaat bagi sesama di masa depan.

Tak hanya akademis, Zahrani juga seorang pejuang Al-Qur’an. Hingga saat ini, ia telah berhasil menjaga hafalan enam surat pendek di luar kepala. Namun, proses hafalannya sempat terhenti total sejak bencana melanda. Tanpa mushaf dan tempat mengaji, hari-harinya terasa ada yang kurang.

Kembali Mengaji Setelah Sekian Lama Senyap

Saat jemari kecilnya menyentuh sampul mushaf baru dari Wakaf DT, senyum Zahrani merekah. Baginya, ini bukan sekadar buku, melainkan jembatan untuk kembali menyambung hafalannya yang sempat terputus.

“Senang sekali rasanya. Sejak awal bencana sampai sekarang, saya dan teman-teman belum bisa mengaji lagi. Masjid dan Al-Qur’an kami semuanya hanyut dan rusak karena banjir,” ungkap Zahrani dengan mata berkaca-kaca.

Kehadiran Al-Qur’an ini seolah menjadi simbol dimulainya kembali kehidupan spiritual di desa mereka. Suara lantunan ayat suci yang sempat senyap, kini siap menggema kembali dari rumah-rumah darurat dan tenda pengungsian.

Titipan Doa untuk Para Muwakif

Dalam momen penuh haru tersebut, Zahrani tak lupa menitipkan pesan mendalam bagi para donatur atau muwakif yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui program Wakaf DT.

“Terima kasih banyak kepada orang-orang baik (muwakif) yang sudah memberi Al-Qur’an ini. Terima kasih sudah membantu kami supaya bisa mengaji lagi. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” pungkasnya.

Distribusi mushaf ini menjadi pengingat bahwa di tengah duka bencana, dukungan spiritual adalah fondasi penting untuk bangkit.

Melalui setiap ayat yang nantinya dibaca oleh Zahrani dan kawan-kawannya, mengalirlah pahala jariyah bagi mereka yang peduli, sekaligus merajut kembali mimpi sang calon dokter dari Tapanuli ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Mushaf Baru untuk Zahrani, Calon Dokter Penghafal Al-Qur’an Read More »

Genjatan Senjata, Tapi Israel Kembali Bunuh 23 Warga Gaza

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Gelombang serangan udara besar-besaran kembali menghantam Jalur Gaza sejak Rabu dini hari (4/2/2026). Insiden tragis ini dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 23 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Serangan ini menjadi sorotan tajam karena merupakan eskalasi besar kedua sejak badan perdamaian Board of Peace (BoP) diresmikan dua pekan lalu.

Pelanggaran di Zona Aman

Militer Israel dilaporkan menyasar sejumlah wilayah seperti lingkungan Tuffah dan Zeitoun di Kota Gaza, serta kawasan selatan Khan Younis dan al-Mawasi. Ironisnya, lokasi-lokasi tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai zona aman bagi pengungsi.

Berdasarkan data medis, korban jiwa mencakup enam anak-anak dan enam perempuan. Selain itu, seorang petugas medis dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), Hussein Hasan Hussein al-Sumairy, gugur saat sedang mengevakuasi korban luka di al-Mawasi.

PRCS mengecam keras insiden ini dan menyebutnya sebagai penargetan sengaja terhadap personel kemanusiaan.

Rincian Serangan di Berbagai Titik

Deir al-Balah: Serangan udara menghantam tenda pengungsi, menewaskan seorang gadis berusia 11 tahun bernama Ghada al-Razayna dan ayahnya, Ali al-Razayna.

Khan Younis: Helikopter dan drone Israel menyasar tenda-tenda di wilayah barat. Tim medis yang datang untuk menolong korban justru kembali diserang oleh pesawat tak berawak.

Kota Gaza: Di lingkungan Al-Tuffah, serangan artileri menghantam pemukiman keluarga Haboush dan tenda-tenda di Taman Al-Mahatta, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.

Gencatan Senjata yang Dipertanyakan

Kantor Media Pemerintah Gaza mengungkapkan bahwa sejak gencatan senjata disepakati pada 10 Oktober tahun lalu, Israel tercatat telah melakukan pelanggaran sebanyak 1.520 kali.

Total korban jiwa sejak periode tersebut mencapai 556 orang, di mana mayoritas adalah kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.

Mantan anggota komite eksekutif PLO, Hanan Ashrawi, melontarkan kritik pedas melalui platform X. Ia mempertanyakan efektivitas gencatan senjata yang dimediasi AS tersebut.

“Gencatan senjata macam apa ini jika pemboman terus berlanjut?” tulisnya.

Ia juga menyoroti kondisi memprihatinkan di perbatasan Rafah, di mana warga Gaza yang kembali harus menghadapi interogasi panjang dan penyitaan barang, sementara pasien yang membutuhkan perawatan darurat justru terhambat.

Dalih Militer dan Respons Hamas

Pihak Hamas menilai peningkatan intensitas serangan ini sebagai upaya sistematis Israel untuk menggagalkan fase kedua gencatan senjata.

Mereka membantah klaim Israel mengenai penembakan terhadap tentaranya, dan menyebut hal tersebut hanyalah dalih untuk melegitimasi agresi militer terhadap warga sipil. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Genjatan Senjata, Tapi Israel Kembali Bunuh 23 Warga Gaza Read More »

Sampai Hari Ini Sebanyak 105.842 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Banjir Sumatera

WAKAFDT.OR.ID | MEDAN — Memasuki awal Februari 2026, duka mendalam masih menyelimuti wilayah terdampak bencana. Berdasarkan laporan terbaru hingga Senin (2/2), tercatat sebanyak 1.204 jiwa meninggal dunia, sementara 140 orang lainnya masih dinyatakan hilang dalam pencarian.

Di tengah masa sulit ini, upaya pemulihan terus digenjot oleh pemerintah melalui BNPB, dengan fokus utama pada penyediaan tempat tinggal dan fasilitas publik:

Penyediaan Hunian Sementara (Huntara): Dari total target 17.332 unit yang direncanakan, sebanyak 5.039 unit kini telah rampung dikerjakan dan sudah bisa langsung ditempati oleh para pengungsi.

Akselerasi Infrastruktur: Selain hunian, perbaikan fasilitas umum menjadi prioritas utama. Langkah ini diambil sebagai fondasi penting untuk membangkitkan kembali denyut ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat yang sempat lumpuh.

Pemerintah menekankan bahwa kecepatan perbaikan fisik di lapangan berbanding lurus dengan kecepatan pemulihan mental dan finansial warga terdampak. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sampai Hari Ini Sebanyak 105.842 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Banjir Sumatera Read More »