Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Pererat Ukhuwah Lintas Negara, Santri SMP DTBS Batam Beraksi di Asean Moslem Scout Jamboree 2026

WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Kawasan Mega Wisata Ocarina menjadi saksi bisu berkumpulnya ribuan langkah dalam harmoni persaudaraan. Di ruang terbuka hijau ini, para santri dari berbagai penjuru daerah hingga mancanegara bersatu dalam semangat kepramukaan yang berlandaskan nilai-nilai islami pada ajang Asean Moslem Scout Jamboree 2026.

Kontingen dari SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam turut mengirimkan delegasi terbaiknya dalam perhelatan akbar yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Batam.

Berlangsung selama lima hari penuh (21–25 Januari 2026), sebanyak 50 perwakilan yang terdiri dari 30 santri ikhwan, 17 santri akhwat, dan 3 pendamping bergabung bersama sekitar 3.000 peserta lainnya.

Mengasah Keterampilan dan Karakter

Selama kegiatan, para santri tidak hanya berkemah, tetapi juga menyelami beragam materi pembelajaran aplikatif. Beberapa kegiatan utama meliputi:

  • Literasi Digital & ORARI: Membekali santri dengan kecakapan teknologi dan komunikasi.
  • Pionering & Outbound: Melatih ketangkasan fisik serta kerja sama tim dalam menghadapi tantangan.
  • Membatik & Literasi Budaya: Menumbuhkan kreativitas dan rasa cinta terhadap warisan budaya.

Lebih dari sekadar keterampilan teknis, ajang ini menjadi laboratorium sosial bagi santri untuk belajar beradaptasi dan berkomunikasi lintas budaya, sekaligus memperkokoh ikatan ukhuwah islamiyah melalui praktik nyata di lapangan.

Belajar di Atas Tanah Wakaf

Semangat para santri SMP DTBS Batam dalam mengukir prestasi ini tidak lepas dari dukungan fasilitas pendidikan yang mumpuni. Perlu diketahui bahwa gedung dan sarana tempat para santri ini menimba ilmu setiap harinya merupakan aset wakaf produktif yang dikelola oleh Daarut Tauhiid (DT).

Pemanfaatan aset wakaf untuk sektor pendidikan ini menjadi bukti nyata bagaimana dana amanah dari para wakif (pemberi wakaf) bertransformasi menjadi investasi sumber daya manusia yang unggul.

Dengan belajar di lingkungan yang berdiri di atas tanah wakaf, para santri dididik untuk memahami bahwa keberadaan mereka adalah buah dari kedermawanan umat yang harus dijaga dengan prestasi dan akhlak mulia.

Pesan Kebersamaan

Humas SMP DTBS Batam, Oka Raka Kuswanda, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran partisipasi para santri. “Alhamdulillah, melalui kegiatan ini para santri mendapatkan kekayaan pengalaman dan ilmu baru. Ini adalah sarana perekat persaudaraan yang luar biasa. Mereka pulang tidak hanya membawa kenangan, tapi juga nilai-nilai kehidupan yang berharga,” tuturnya.

Meski jambore telah berakhir, semangat persaudaraan yang terpantik dari Batam diharapkan terus menyala dalam diri setiap santri, membawa nama harum DTBS dan Indonesia di kancah internasional dengan akhlak yang luhur. (DS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


Pererat Ukhuwah Lintas Negara, Santri SMP DTBS Batam Beraksi di Asean Moslem Scout Jamboree 2026 Read More »

Pentingnya Akreditasi Wakaf untuk Menjaga Kepercayaan Publik

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Wacana mengenai akreditasi lembaga wakaf seharusnya tidak dipandang sebagai beban administratif atau sekadar formalitas birokrasi.

Ini adalah isu fundamental tentang bagaimana kita mengawal amanah publik di tengah pergeseran besar: dari pengelolaan wakaf tradisional menuju pengelolaan aset produktif yang kompleks dan lintas generasi.

Saat ini, potret wakaf telah berevolusi. Ia tidak lagi terbatas pada tanah untuk masjid atau pemakaman, melainkan telah merambah ke sektor kesehatan, pendidikan, kedaulatan pangan, hingga instrumen pembiayaan modern. Skala yang masif ini menuntut profesionalisme tinggi; niat baik saja tidak lagi cukup.

Mengatasi “Biaya Kepercayaan”

Dalam ekonomi kebijakan, terdapat hambatan besar yang disebut asimetri informasi. Masyarakat atau calon wakif (terutama institusi dan diaspora) sering kali kesulitan membedakan mana lembaga yang benar-benar kompeten dan mana yang hanya bermodal popularitas.

Tanpa adanya parameter mutu yang objektif, publik akan terjebak pada pilihan berdasarkan kedekatan personal. Di sinilah akreditasi berperan sebagai instrumen untuk:

  • Memberikan jaminan kepatuhan syariah dan legalitas.
  • Memastikan transparansi pengelolaan aset.
  • Mengukur dampak nyata dari dana yang dikelola.
  • Menghindari Jebakan “Industri Berkas”

Namun, kita harus waspada agar akreditasi tidak terjebak menjadi “industri dokumen”. Seringkali, sebuah standar gagal karena terlalu fokus pada kelengkapan arsip tetapi mengabaikan substansi risiko.

Akreditasi yang ideal harus mampu memotret kualitas pengambilan keputusan, yang meliputi:

  • Integritas Manajerial: Bagaimana lembaga memitigasi konflik kepentingan.
  • Kontrol Internal: Mencegah kebocoran halus seperti sewa aset di bawah harga pasar atau biaya operasional yang tidak masuk akal.
  • Kepatuhan Syariah Operasional: Bukan sekadar simbol, melainkan adanya tinjauan akad dan pengawasan pemanfaatan aset secara berkala.

Masa Depan: Paspor Reputasi Global

Di era digital, transparansi bukan berarti menimbun data, melainkan menyajikannya secara komunikatif. Publik membutuhkan informasi ringkas mengenai portofolio investasi dan mitigasi risikonya.

Jika Indonesia mampu membangun sistem akreditasi yang independen, berbasis risiko, dan terintegrasi dengan teknologi, kita tidak hanya memperbaiki tata kelola domestik. Indonesia berpeluang menjadi rujukan global—sebuah “paspor reputasi” yang memungkinkan lembaga wakaf kita berkolaborasi di kancah internasional tanpa kehilangan jati diri syariahnya.

Kesimpulan Akreditasi adalah komitmen moral untuk memastikan bahwa aset umat yang bersifat abadi tidak dikelola dengan sistem yang rapuh. Ini adalah langkah berani untuk membangun kepercayaan institusional yang tahan uji demi kemaslahatan masa depan.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pentingnya Akreditasi Wakaf untuk Menjaga Kepercayaan Publik Read More »

Sedekah: Jembatan Ampunan dan Penggugur Dosa

WAKAFDT.OR.IDSebagai manusia, melakukan kekhilafan dan dosa adalah sebuah keniscayaan. Namun, Allah SWT yang Maha Pengasih tidak membiarkan hamba-Nya terjebak dalam rasa bersalah tanpa jalan keluar. Salah satu pintu ampunan yang dibuka lebar adalah melalui amalan sedekah.

Secara spiritual, sedekah diyakini memiliki kekuatan untuk “memadamkan” kemurkaan Allah, layaknya air yang memadamkan api. Selain menjadi penggugur dosa, para ulama juga menekankan bahwa sedekah membawa berbagai dampak positif lainnya, seperti:

  • Penyembuh Penyakit: Menjadi wasilah kesembuhan bagi fisik maupun batin.
  • Pembuka Pintu Rezeki: Mengundang keberkahan yang membuat harta berlipat ganda.
  • Penyucian Jiwa: Membersihkan noda-noda kecil akibat perbuatan buruk sehari-hari.

Kebaikan yang Menghapuskan Keburukan

Sekretaris Fatwa Dar Iftaa Mesir, Syekh Ahmed Mamdouh, menjelaskan bahwa konsistensi dalam bersedekah dapat menjadi sarana penghapus dosa yang efektif. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk.” (QS. Hud: 114)

Namun, perlu dicatat bahwa sedekah memiliki batasan fungsi dalam hal hukum tertentu. Syekh Mamdouh mengingatkan bahwa sedekah biasa tidak bisa menggantikan kafarat (penebus) sumpah.

Jika seseorang melanggar sumpah, aturannya tetap: memberi makan sepuluh orang miskin atau berpuasa selama tiga hari jika tidak mampu.

Senada dengan hal tersebut, Syekh Muhammad Abd al-Sami menekankan bahwa segala bentuk kebajikan—mulai dari memberi makan fakir miskin, membaca Al-Qur’an, hingga memohon ampunan (istighfar)—adalah paket lengkap untuk melunasi kesalahan-kesalahan kecil kita. Setiap pahala yang kita tabung akan menjadi penyeimbang yang meringankan beban dosa di hadapan Sang Pencipta.

Keutamaan Khusus: Bersedekah kepada Kerabat

Seringkali kita mencari sasaran sedekah yang jauh, padahal Islam sangat menganjurkan untuk memprioritaskan keluarga atau kerabat dekat yang membutuhkan. Dar Iftaa menjelaskan bahwa bersedekah kepada keluarga memiliki dua nilai pahala sekaligus:

  • Pahala Sedekah: Nilai ibadah dari harta yang dikeluarkan.
  • Pahala Silaturahmi: Nilai ibadah karena memperkuat ikatan kekeluargaan.

Hal ini disandarkan pada hadis Rasulullah SAW:

“Sedekah kepada orang miskin hanya mendapatkan pahala sedekah, sedang sedekah kepada kerabat akan mendapatkan dua pahala: pahala sedekah dan pahala silaturahmi.” (HR. Ahmad)

Sedekah bukan sekadar transaksi sosial, melainkan mekanisme pembersihan diri. Dengan mendahulukan mereka yang memiliki hubungan darah dengan kita, kita tidak hanya meraih ampunan-Nya, tetapi juga merajut kembali keharmonisan keluarga. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sedekah: Jembatan Ampunan dan Penggugur Dosa Read More »

Pemerintah Cari Lahan Aman untuk Relokasi Warga Terdampak Longsor Cisarua

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Langkah penanganan pascabencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai memasuki fase krusial.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah bersinergi dengan Pemkab Bandung Barat untuk mengidentifikasi lahan baru guna merelokasi para penyintas yang kehilangan tempat tinggal maupun mereka yang bermukim di kawasan rawan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengamankan lahan yang benar-benar layak dan bebas dari potensi bencana susulan.

“Kami sedang mendalami proses relokasi ini. Langkah pertamanya tentu memastikan lahannya tersedia terlebih dahulu,” ujar Herman pada Jumat (30/1/2026).

Prioritas Zona Merah

Herman menambahkan, pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Bupati dan Sekda Bandung Barat untuk memetakan titik mana saja yang memiliki risiko rendah. Proses penentuan “zona merah” (rawan) dan “zona hijau” (aman) akan diputuskan berdasarkan kajian teknis dari Badan Geologi.

Adapun warga yang akan dipindahkan mencakup dua kelompok utama:

  • Warga yang rumahnya rusak total akibat terjangan longsor.
  • Warga yang saat ini masih tinggal di area yang ditetapkan sebagai zona bahaya.

“Setelah lokasi dipastikan aman, baru kita lakukan sinkronisasi data warga yang akan dipindahkan. Target kami adalah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat kembali memiliki kepastian tempat tinggal,” tambahnya.

Update Pencarian: 60 Jenazah Berhasil Dievakuasi

Di sisi lain, operasi kemanusiaan di titik nol bencana masih terus berlangsung hingga hari ketujuh. Tim SAR gabungan dilaporkan telah mengevakuasi total 60 kantong jenazah dari timbunan material longsor. Seluruh temuan tersebut kini telah diserahkan kepada Tim DVI Polda Jabar untuk proses identifikasi.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa tantangan di lapangan masih cukup berat. “Hingga hari ini, total korban yang ditemukan mencapai 60 orang. Personel kami masih berfokus melakukan pencarian terhadap 20 orang lainnya yang masih dinyatakan hilang,” pungkasnya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pemerintah Cari Lahan Aman untuk Relokasi Warga Terdampak Longsor Cisarua Read More »

Lautan Jamaah Padati Mabit Daarut Tauhiid Bandung: Bukti Nyata Kebermanfaatan Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada akhir pekan lalu (31 Januari – 1 Februari 2026). Sebanyak kurang lebih 3.500 jamaah dari wilayah Bandung Raya dan sekitarnya tumpah ruah menghadiri acara Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) yang menjadi agenda rutin pesantren binaan KH. Abdullah Gymnastiar ini.

Meluap Hingga Sudut Pesantren

Antusiasme masyarakat kali ini tergolong luar biasa. Kapasitas Masjid Utama DT yang biasanya menampung ribuan orang terpantau sudah penuh sesak sejak sore hari. Alhasil, panitia mengarahkan aliran jamaah ke berbagai titik pendukung di area pesantren.

Pemandangan jamaah yang memenuhi Aula Daarul Hajj, Dome Central 5, hingga sudut-sudut koridor pesantren menjadi bukti betapa rindunya umat akan siraman rohani. Meski tersebar di beberapa titik, teknologi sound system dan layar visual yang memadai membuat suasana tetap menyatu dan khusyuk.

Kebermanfaatan Wakaf yang Dirasakan Nyata

Membludaknya jumlah jamaah ini sekaligus menjadi potret nyata dari kebermanfaatan aset wakaf di Daarut Tauhiid. Gedung-gedung yang digunakan, mulai dari Masjid, Aula, hingga Dome, merupakan hasil dari donasi wakaf para muwakif (pewakaf) yang dikelola secara produktif.

“Mabit ini bukan sekadar kumpul-kumpul, tapi sarana kita menyaksikan bagaimana wakaf bekerja. Ruangan yang kita tempati, lantai yang kita sujud di atasnya, semuanya adalah aliran pahala jariyah yang manfaatnya dirasakan langsung oleh ribuan orang malam ini,” ujar salah satu pengurus pesantren di sela acara.

Pesan Sejuk dari Aa Gym dan Para Guru

Acara puncak dihadiri langsung oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Dalam tausiyahnya, Aa Gym menekankan pentingnya menjaga hati dan meluruskan niat di tengah hiruk-pikuk dunia. Kehadiran pembicara tamu lainnya turut memperkaya khazanah keilmuan yang disampaikan, mencakup aspek fikih ibadah hingga motivasi spiritual untuk menghadapi tahun 2026 dengan lebih optimis.

Mabit ditutup dengan pelaksanaan salat Tahajud berjamaah dan doa bersama untuk keberkahan bangsa, tepat saat fajar mulai menyingsing di langit Bandung. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Lautan Jamaah Padati Mabit Daarut Tauhiid Bandung: Bukti Nyata Kebermanfaatan Wakaf Read More »

Geliat Ekonomi di Balik Khidmatnya Mabit: Pujasera Sahabat DT Padat Dikunjungi Jamaah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada momentum pergantian bulan, 31 Januari hingga 1 Februari 2026. Di tengah gema zikir dan tausiyah program Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit), terdapat pemandangan menarik di salah satu aset wakaf produktif DT, yakni Pujasera Sahabat.

Area pusat kuliner yang berlokasi strategis di kawasan ekonomi pesantren tersebut terpantau ramai luar biasa. Ribuan jamaah yang hadir tampak memadati gerai-gerai makanan dan minuman, menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi warga sekitar.

Magnet Kuliner Bagi 3.500 Jamaah

Agenda Mabit kali ini tercatat dihadiri oleh sekitar 3.500 jamaah yang datang dari berbagai penjuru Bandung Raya dan sekitarnya. Membludaknya jumlah peserta yang menginap di masjid dan area pesantren secara langsung memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Pujasera Sahabat sendiri menjadi “pelabuhan” utama bagi jamaah untuk melepas lapar dan dahaga di sela-sela jadwal kegiatan. Menariknya, pujasera ini diisi oleh berbagai tenant UMKM FnB (Food and Beverage), baik dari warga sekitar Gegerkalong maupun mitra umum.

Keragaman menu—mulai dari makanan berat khas Sunda hingga camilan kekinian—menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah yang ingin mengisi tenaga sebelum melanjutkan agenda ibadah.

Implementasi Nyata Wakaf Produktif

Pujasera Sahabat bukan sekadar pusat jajanan biasa. Unit bisnis ini merupakan salah satu pilar dari Wakaf Produktif yang dikembangkan oleh Lembaga Wakaf DT.

Dalam skema wakaf produktif, aset yang diwakafkan (berupa lahan dan bangunan) tidak dibiarkan statis, melainkan dikelola secara profesional menjadi unit bisnis yang menghasilkan surplus. Berikut adalah poin utama pengembangan unit bisnis Wakaf DT:

  • Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Memberikan ruang bagi warga sekitar untuk berniaga (UMKM) di lahan wakaf dengan sistem yang adil, sehingga kemanfaatan wakaf terasa secara ekonomi bagi tetangga pesantren.
  • Kemandirian Lembaga: Keuntungan dari pengelolaan unit bisnis seperti Pujasera Sahabat digunakan kembali untuk membiayai operasional dakwah, pendidikan santri penghafal Al-Qur’an, dan pemeliharaan fasilitas pesantren.
  • Keberlanjutan (Sustainability): Melalui unit bisnis ini, dana wakaf terus “bekerja” menciptakan nilai tambah tanpa mengurangi nilai pokok aset wakaf itu sendiri.

“Ramainya Pujasera Sahabat saat momen Mabit adalah bukti bahwa wakaf bisa menjadi motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus penopang kegiatan dakwah secara mandiri,” ungkap Rezki, pengelola area bisnis Wakaf DT.

Membangun Ekosistem Madani

Pemandangan di Pujasera Sahabat pada akhir pekan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai ekosistem “Ekonomi Syariah” yang inklusif. Jamaah mendapatkan layanan konsumsi yang baik, pedagang kecil mendapatkan peningkatan omzet, dan lembaga wakaf mendapatkan surplus untuk keberlanjutan program umat.

Dengan suksesnya sinergi antara kegiatan spiritual dan pemberdayaan ekonomi ini, Wakaf DT terus membuktikan bahwa pengelolaan wakaf yang profesional mampu memberikan dampak multidimensi bagi masyarakat luas. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Geliat Ekonomi di Balik Khidmatnya Mabit: Pujasera Sahabat DT Padat Dikunjungi Jamaah Read More »

Bagaimana Wakaf Produktif Bisa Membangun Kembali Sumatera Pasca Bencana?

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA — Bagi para penyintas di pengungsian, kabar mengenai pembangunan kembali masjid memberikan energi baru. Kehadiran program ini memastikan bahwa rekonstruksi fasilitas ibadah tidak akan terhenti di tengah jalan karena kekurangan dana.

Satu kali berwakaf, pahalanya terus mengalir seiring berputarnya roda bisnis produktif, dan manfaatnya dirasakan nyata oleh para korban banjir dalam bentuk fisik masjid yang lebih kokoh dan nyaman.

Mekanisme “Investasi Akhirat” yang Berkelanjutan

Skema yang dijalankan Wakaf DT untuk Sumatera ini terbilang unik dan visioner:

  • Penghimpunan Dana: Wakaf tunai dikumpulkan dari masyarakat melalui kampanye Cash Wakaf for Humanity.
  • Produktivitas Modal: Dana tersebut dikelola sebagai modal kerja di sektor riil produktif milik DT, seperti peternakan, perkebunan, atau unit ritel lainnya yang dikelola secara profesional.
  • Alokasi Surplus: Hasil keuntungan (surplus) dari pengelolaan bisnis produktif inilah yang kemudian dialokasikan secara rutin untuk pemulihan Sumatera.
  • Fokus Pembangunan: Prioritas utama adalah pembangunan kembali dan perbaikan fasilitas ibadah yang rusak agar masyarakat bisa kembali bersujud dengan layak.

Dengan model ini, nilai pokok wakaf tetap utuh dan terus berputar di sektor ekonomi, sementara “buah” atau keuntungan dari bisnis tersebut menjadi sumber dana abadi untuk membangun masjid-masjid di pelosok Sumatera yang terdampak banjir.

Banjir mungkin telah melenyapkan harta benda, namun melalui sinergi wakaf produktif, masyarakat Sumatera diingatkan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Harapan itu kini sedang dibangun kembali—pelan namun pasti—lewat tiap rupiah wakaf yang diproduktifkan untuk kemanusiaan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bagaimana Wakaf Produktif Bisa Membangun Kembali Sumatera Pasca Bencana? Read More »

Menjemput Harapan di Atas Puing: Duka Sumatera dan Ikhtiar Wakaf Produktif

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA — (2/2/2026) — Di bawah langit kelabu Sumatera, awal Februari 2026 menjadi saksi bisu bagi ribuan warga yang masih bergelut dengan sisa-sisa lumpur. Banjir bandang yang menerjang sejak akhir tahun lalu memang mulai surut, namun luka yang ditinggalkan jauh dari kata sembuh.

Saat ini bukan lagi tentang pelarian dari arus deras, melainkan tentang perjuangan membangun kembali hidup dari nol. Data terbaru mencatatkan lebih dari 1.201 jiwa melayang dan ratusan ribu warga masih bertahan di Hunian Sementara (Huntara).

Di tengah hamparan rumah yang hancur, pemandangan paling memilukan adalah sunyinya rumah-rumah ibadah. Berdasarkan data BNPB per akhir Januari, setidaknya 803 rumah ibadah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat rusak berat.

Bagi masyarakat Sumatera yang religius, masjid bukan sekadar bangunan; ia adalah jantung komunitas. Saat masjid terkubur lumpur, denyut nadi kehidupan sosial dan spiritual mereka seolah ikut terhenti.

Bukan Sekadar Bantuan Sekali Habis

Melihat skala kerusakan yang masif, bantuan darurat berupa makanan dan pakaian saja tidaklah cukup untuk masa pemulihan jangka panjang. Di sinilah Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid (DT) hadir dengan sebuah terobosan melalui program “Cash Wakaf for Humanity (Sumatera)”.

Berbeda dengan skema donasi bencana konvensional yang bersifat charity (sekali habis), program ini mengusung konsep Wakaf Produktif. Sebuah strategi cerdas di mana dana wakaf yang dihimpun dari para muwakif (donatur) tidak langsung dibelanjakan untuk semen atau batu bata.

“Kami ingin bantuan ini tidak hanya ada saat bencana menjadi headline berita, tapi terus mengalir hingga fasilitas ibadah itu berdiri tegak kembali secara mandiri,” ujar perwakilan Wakaf DT. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menjemput Harapan di Atas Puing: Duka Sumatera dan Ikhtiar Wakaf Produktif Read More »

Aa Gym: Seni Menjemput Takdir, Mengubah “Bubur” Menjadi Keistimewaan

WAKAFDT.OR.IDSaudaraku, mari kita renungkan sebuah hadis yang menjadi kompas bagi setiap Mukmin dalam menghadapi gelombang kehidupan. Rasulullah SAW bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah. Namun keduanya memiliki kebaikan. Berlombalah untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa lemah. Jika engkau terkena suatu musibah, jangan berkata ‘Seandainya aku mengerjakan begini, tentu akan menjadi begini dan begitu.’ Tetapi katakanlah, ‘Ini adalah takdir Allah. Apa saja yang dikehendaki-Nya pasti terjadi.’ Karena sesungguhnya ucapan ‘seandainya’ membuka pintu masuknya godaan setan.” (HR. Muslim)

Menutup Pintu Masuk Setan

Beberapa waktu lalu, cucu saya tersiram air panas. Kejadian ini mengingatkan saya pada hadis di atas. Saat sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, godaan terbesar kita adalah berandai-andai. “Coba tadi gelasnya tidak ditaruh di sana,” atau “Gara-gara dia, jadi begini…”

Ketahuilah Saudaraku, ucapan “seandainya” hanya akan menambah kerumitan. Kita jadi sibuk saling menyalahkan, hati menjadi keruh, dan masalah utama justru terbengkalai. Apa pun kejadiannya, langkah pertama adalah menerima dengan lapang dada sambil berucap: “Ini adalah takdir Allah.”

Menerima “Tanda Terima” dari Allah

Menerima takdir itu mutlak. Umpamanya, ada genteng jatuh mengenai jidat kita. Tidak perlu kita berteriak, “Saya tidak terima!” Sebab, “tanda terima”-nya sudah jelas ada di sana, berupa benjol atau luka yang terpampang nyata. Begitu pula dengan musibah lainnya. Terima dulu kenyataannya tanpa kata “seandainya”, agar hati kita tenang untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Filosofi Bubur Ayam: Mengolah Keadaan

Namun, jangan berhenti hanya pada menerima. Ada pepatah mengatakan “nasi sudah menjadi bubur”. Jika itu terjadi, kita tidak perlu membuang bubur tersebut. Tugas kita adalah mencari bumbu, suwiran ayam, kacang, dan kerupuk agar ia menjadi bubur ayam spesial.

Jika tangan melepuh, bawalah ke UGD. Mungkin itu jalan rezeki bagi perawat di sana.

Jika mobil penyok, tidak perlu meratapi bagian yang rusak. Syukuri bagian yang masih utuh, lalu bawa ke bengkel. Mungkin itu rezeki bagi tukang bengkel.

Ambillah hikmah dari setiap kejadian. Yakinlah bahwa Allah Mahamenentukan dan tidak ada takdir yang tertukar. Baik itu rezeki, jodoh, maupun kemuliaan, jika sudah masanya menghampiri, ia tidak akan pernah meleset.

Tauhid yang Bersih: Kunci Ketenangan

Kemuliaan sejati bukan datang dari pujian manusia, melainkan dari ketakwaan yang Allah berikan. Orang yang bertakwa memiliki tauhid yang bersih; ia pasrah dan patuh sepenuhnya kepada Allah. Ia yakin pada sabda Nabi SAW:

“Seorang hamba Allah tidak akan dapat mencapai hakikat iman sehingga dia mengetahui bahwa apa yang menimpanya tidak akan meleset darinya, dan apa yang terlepas darinya tidak akan dapat menimpanya.” (HR. Ahmad & Tabrani)

Tawakal Bukan Berarti Diam

Satu hal yang harus diingat: Ilmu yakin bukan berarti mengabaikan syariat. Meskipun rezeki sudah diatur, kita wajib berikhtiar dengan cara yang halal. Perkara hasilnya belum terlihat, tetaplah tenang karena Allah Maha Melihat perjuangan kita.

Sama halnya dalam berkendara. Kita tetap harus memakai sabuk pengaman dan helm sebagai bentuk ketaatan pada syariat dan aturan. Celaka atau tidak adalah urusan takdir, namun menjalankan prosedur keselamatan adalah amal saleh. Jika takdir buruk tetap menimpa, setidaknya kita dipanggil Allah dalam keadaan sedang menjalankan amal saleh (ikhtiar).

Semoga kita menjadi hamba-hamba yang kuat imannya, yang sanggup melihat keindahan di balik setiap ketetapan-Nya. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Seni Menjemput Takdir, Mengubah “Bubur” Menjadi Keistimewaan Read More »

Doa Agar Dikaruniakan Anak yang Shaleh

WAKAFDT.OR.IDBerdoa merupakan cerminan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Sang Pencipta. Dengan bersimpuh dan memohon, seorang Mukmin mengakui bahwa hanya Allah Ta’ala tempat menggantungkan segala urusan. Allah pun sangat mencintai hamba-Nya yang senantiasa mengetuk pintu rahmat-Nya melalui untaian doa.

Ikhtiar Langit untuk Generasi Bertakwa

Setiap orang tua tentu mendambakan anak-anak yang tumbuh menjadi pribadi bertakwa dan penyejuk hati. Selain memberikan teladan nyata dalam perilaku sehari-hari (uswatun hasanah), orang tua perlu memperkuat ikhtiar mereka melalui jalur spiritual.

Sebab, hanya Allah Sang Pemilik Hati yang berkuasa membolak-balikkan keyakinan manusia. Doa adalah senjata utama agar buah hati tercinta tetap teguh memegang iman dan Islam hingga akhir hayatnya.

Berikut adalah beberapa pilihan doa dari Al-Qur’an dan lisan para ulama yang dapat diamalkan oleh orang tua:

1. Doa Memohon Keturunan yang Baik (QS. Ali Imran: 38)

Ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakaria AS saat merindukan kehadiran buah hati. Doa ini sangat baik dibaca sebagai permohonan agar dikaruniai keturunan yang berkualitas secara akhlak maupun spiritual.

رَبِّ هَبۡ لِىۡ مِنۡ لَّدُنۡكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً‌ ‌ ۚ اِنَّكَ سَمِيۡعُ الدُّعَآءِ

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

2. Doa Penyejuk Hati dan Kepemimpinan (QS. Al-Furqan: 74)

Doa ini merupakan permohonan agar keluarga kita, termasuk pasangan dan anak-anak, menjadi sumber kebahagiaan sejati serta teladan bagi orang-orang yang bertakwa.

رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

3. Doa Perlindungan dan Keberkahan Anak

Selain kutipan ayat suci Al-Qur’an, para guru dan ulama sering mengajarkan doa berikut untuk memohon keberkahan serta perlindungan anak dari segala bentuk marabahaya dan pengaruh buruk.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala keburukan), jangan Engkau biarkan mereka tertimpa bahaya, dan anugerahkanlah kepada kami bakti mereka.”

Semoga dengan rutin memanjatkan doa-doa di atas, Allah SWT membimbing anak-anak kita menjadi generasi yang tangguh secara iman dan mulia secara karakter.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Doa Agar Dikaruniakan Anak yang Shaleh Read More »