Yayasan Daarut Tauhiid

Search
Close this search box.

Wakaf Masjid

Pengecoran lantai selasar masjid dt eco 2

Santri Antusias Terlibat Pengecoran Masjid DT Eco 2

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana pengecoran lantai Masjid Daarut Tauhiid (DT) Eco 2 tampak berbeda dari biasanya pada Ahad (25/2/2024). 

Yang biasanya hanya para pekerja yang terlihat berjibaku dengan bahan-bahan dan alat-alat pengecoran, kali ini para santri karya (santri karya) dan satri program terlihat antusias terjun langsung mengecor lantai Masjid DT Eco 2.

Rustandi, salah seorang santri mengungkapkan, dirinya merasa terpanggil untuk ikut terjun langsung mengecor karena termotivasi oleh teladan sang guru, KH. Abdullah Gymnastiar dan ingin mendapatkan pahala mengalir abadi dengan mewakafkan tenaganya.

“Alhamdulillah, yang pertama, saya ngekos jadi waktunya flexibel. Yang kedua, ini ladang amal, apalagi guru kita sudah sangat luar biasa pengorbanannya, masa iya santrinya gak ikut kontribusi minimal tenaga. Insya Allah,  Mudah-mudahan jadi amal jariyah buat saya dan teman-teman,” ungkapnya saat ditanya motivasi ikut langsung mengecor Masjid DT Eco 2.

Hal senada juga diungkapkan oleh Isman Maulana, Santri Program Diniyah Formal. Isman merasa semangat dan serius ikut mengecor langsung lantai Masjid DT Eco 2 karena ingin meraih pahala mengalir abadi.

“Pengecoran ini sangat serius karena mendapatkan pahala yang mengalir,” ujar Isman saat ditemui saat istirahat di sela pengecoran.

Bhekti Tri Wahyuningtyas, Ketua Tim Motinoring Pembangunan DT mengatakan,seluruh  pengecoran Masjid DT Eco 2 dilakukan secara manual, tanpa truck molen. Hal tersebut, jelas Bhekti, dikarenkan area sekitar masjid, terutama akses jalannya tidak mampu menahan beratnya truck molen.

Bhekti mengungkapkan, pengecoran tidak bisa diselesaikan oleh pekerja karena harus langsung selesai sehingga membutuhkan tenaga tambahan. Oleh karena itu, pelaksana pembangunan mengajak para santri dan masyarakat untuk ikut terlibat langsung. 

“Jadinya ini dilakukan secara manual. Seluruhnya. Nah, karena untuk pengecoran harus sekali jadi, tidak bisa dibagi-bagi untuk satu bagian masjid, seperti sekarang kita kan mengecor lantai selasar. Kalau pegecorannya tidak sekaligus nanti kerasnya tidak akan sama,” jelas Bhekti.

Tjiptadi, Manajer Proyek Pembangunan Masjid DT Eco 2 menyebutkan, pengecoran lantai selasar akan dibagi menjadi 2 shift bagi santri; pagi sampai siang dan siang sampai sore. Untuk proses keseluruhan pengecoran lantai selasar, lanjutnya,  membutuhkan 70 meter kubuk coran dengan perkiraan selesai sampai jam 10 malam.

“Pengecoran di lantai utama ini dibagi menjadi 4 tahap. Tahap pertama dan kedua sudah, yaitu lantai utama. Nah sekarang lantai serambi (selasar) sebelah timur, tahap ketiga. Tahap ketiga ini membutuhkan sekitar 70 (meter) kubik. Karena keterbatasan waktu para relawan (santri), makan kami bagi menjadi 2 shift, pagi dan siang sampai sore. Dan untuk rencana pengerjaan ini sampai jam 10 malam,” jelasnya.

Pembangunan Masjid DT Eco 2 merupakan bagian dari program Wakaf Masjid Rahmatan Lil Alamin. Bagi yang ingin meraih rumah di surga sekaligus meraih pahala mengalir abadi, bisa ikut berwakaf untuk program Wakaf Masjid Rahmatan Lil Alamin. 

Wakaf bisa ditransfer melalui rekening BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi bisa menghubungi call center Wakaf DT: 085 200 123 123. (Aid)

Baca juga: Telah Kantongi Izin, Panitia Pembangunan Masjid Eco 2 Sosialisasi ke Warga Sekitar

masjidil haram

Inilah Tiga Masjid Paling Utama

Di negara mayoritas muslim, masjid telah banyak didirikan. Namun, ada tiga masjid paling utama untuk dikunjungi, yakni Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.

Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda yang artinya: 

“Tidak boleh melakukan perjalanan (ibadah) kecuali untuk mengunjungi tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari).

Hadist di atas  menjelaskan bahwa umat Islam disunahkan untuk mengunjungi ketiga masjid yang disebutkan oleh Nabi jika memiliki fisik yang kuat, memiliki keluangan waktu, dan kecukupan biaya. Mengapa perlu mengunjungi ketiga masjid tersebut?

Pertama, Masjidil Haram dikenal sebagai masjid al-Haram yang berada di Kota Mekah, Arab Saudi. Masjidil Haram menjadi tujuan utama dalam melaksanakan ibadah haji, hal ini karena ada bangunan Ka’bah di dalamnya.

Kedua, Masjid Nabawi yang terletak di Kota Madinah, Arab Saudi. Masjid ini ialah masjid ketiga yang dibangun dalam sejarah Islam dan menjadi masjid terbesar kedua di dunia. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam juga dimakamkan di masjid Nabawi.

Ketiga, Masjidil Aqsha dikenal dengan sebutan Baitul Maqdis. Masjid ini merupakan kiblat pertama umat Islam, sebelum kiblat dipindah ke Ka’bah di Masjidil Haram.

Keutamaan dari ketiga masjid disebutkan dalam sebuah hadits Abu Dzar Radiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam:

“Wahai Rasulullah masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Rasulullah menjawab, “Masjidil Haram.” Abu Dzar Radiyallahu ‘anhu. bertanya lagi, “Setelah itu masjid apa?” Beliau menjawab, “Masjidil Aqsha.” Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama jarak pembangunan antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Dan bumi bagimu adalah masjid, maka salatlah di mana pun tempatnya ketika waktu shalat telah tiba.” (HR. Ibnu Majah)

Keutamaan dan keistimewaan yang terdapat di ketiga masjid tersebut ialah:

1. Lebih baik dibanding salat di masjid biasa. Dari Jabir RadiyaAllahu ‘anhu menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Satu kali salat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada seribu kali salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Satu kali salat di Masjidil Haram lebih baik daripada seratus ribu kali salat di masjid biasa.” (HR. Ahmad).

2. Dijamin keselamatan oleh Allah Ta’ala. Dari Anas bin Malik rmenuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: 

Siapa yang salat di masjidku (Masjid Nabawi) sebanyak 40 kali salat tanpa tertinggal sekalipun, maka dicatat baginya keselamatan dari neraka, keselamatan dari siksa, dan keselamatan dari kemunafikan.” (HR. Ahmad dan Thabrani).

Semoga dengan mengetahui keutamaan ketiga masjid tersebut, tumbuh sebuah motivasi dan Allah memberika kemudahkan untuk mengunjunginya.

Sumber: daaruttauhiid.org

Baca juga: Masjid Sebagai Pusat Pendidikan