Wakaf Daarut Tauhiid

Pesantren Daarut Tauhiid

Bersama Wakaf DT, Merajut Kepedulian dari Perayaan Maulid Nabi di SMPN 41 Bandung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNGโ€”Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 41 Bandung kali ini terasa berbeda.

Tak hanya menjadi momen untuk mengenang perjuangan Rasulullah, acara yang dihadiri oleh tim Wakaf Daarut Tauhiid ini juga menjadi ajang untuk menumbuhkan kepedulian para siswa terhadap tragedi yang menimpa saudara-saudara di Gaza.

Seorang siswa SMPN 42 Bandung mengungkapkan perasaannya. “Lewat acara ini, kami sebagai pelajar dan juga masyarakat Indonesia kembali diingatkan tentang Gaza. Semoga kita bisa terus peduli dengan Gaza,” ujarnya penuh harap.

Ustadz Mulyadi Al Fadhil, pemateri dalam acara tersebut, tak hanya mengupas tuntas perjuangan Nabi dalam menyebarkan Islam, tetapi juga mengaitkannya dengan kondisi terkini.

Ia mengajak para siswa dan guru untuk merenungi penderitaan yang dialami warga Palestina. “Di Gaza, rumah-rumah, gedung, sekolah, rumah sakit, semuanya dihancurkan, sampai puluhan ribu nyawa syahid. Jangan sampai kita lupa dengan penderitaan saudara kita di sana,” pesan Ustadz Mulyadi.

Pihak sekolah menyambut baik kedatangan tim Wakaf Daarut Tauhiid dan berharap bisa kembali menjalin kerja sama untuk kegiatan-kegiatan di masa mendatang.

Acara ini menjadi bukti bahwa peringatan hari besar keagamaan bisa menjadi momentum untuk menumbuhkan empati dan kesadaran sosial, terutama di kalangan generasi muda.

Alhamdulillah, dari penghimpunan cash wakaf for Palestine terkumpul dana sebesar Rp. 2.887.700, dana yang terkumpul akan diproduktifkan kemudian hasilnya akan disalurkan untuk membantu saudara kita di Palestina, khususnya Gaza. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bersama Wakaf DT, Merajut Kepedulian dari Perayaan Maulid Nabi di SMPN 41 Bandung Read More ยป

Dari Teras Masjid Menuju Ruang Kelas Impian: Kisah Santri Blue Mosque Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT — Di tengah sejuknya malam dan sunyinya kebun di kawasan Daarut Tauhiid, ada sebuah denyut kehidupan yang tak pernah padam: para santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Daarut Tauhiid.

Dari balik jendela Blue Mosque yang ikonik, lantunan ayat suci masih terdengar, memecah kesunyian.

Malam itu, usai belajar, para santri berkumpul. Ada yang masih serius berdiskusi, ada pula yang bersenda gurau ringan. Selama ini, mereka terbiasa belajar di masjid, di terasnya, atau bahkan di sudut-sudut yang memungkinkan.

Keterbatasan ruang kelas tak pernah menyurutkan semangat santri. Mereka tetap menemukan kegembiraan dalam setiap sesi belajar, menjadikan masjid tak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang ilmu yang penuh makna.

Namun, di balik kegembiraan itu, ada secercah harapan yang kini mulai terwujud. Di samping masjid, struktur bangunan baru mulai berdiri. Itu adalah ruang kelas impian mereka.

Ahmad Gautsi, seorang santri dari Kalimantan, tak bisa menyembunyikan antusiasmenya. Dengan mata berbinar, ia membayangkan bagaimana suasana belajar akan terasa lebih nyaman dan khusyuk saat ruang kelas itu nanti selesai.

“Terima kasih banyak buat para muwakif yang sudah mewakafkan hartanya,” ucap Ahmad penuh haru. “Semoga Allah membalas kebaikan para muwakif.”

Kisah ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dan kebaikan sekecil apa pun, jika dilakukan bersama, dapat memberikan dampak yang luar biasa.

Dari wakaf yang disalurkan para dermawan, impian para santri untuk memiliki ruang belajar yang layak kini selangkah lebih dekat menjadi kenyataan.

Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang pembangunan masa depan, di mana setiap santri memiliki kesempatan untuk belajar dengan lebih baik. (WIN)

Bagi jamaah yang tertarik untuk ikut serta dalam ladang kebaikan untuk membangun ruang kelas belajar santri PDF DT bisa mengakses laman berikut: https://wakafdt.or.id/

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Dari Teras Masjid Menuju Ruang Kelas Impian: Kisah Santri Blue Mosque Daarut Tauhiid Read More ยป

Blue Mosque Daarut Tauhiid: Bukan Sekadar Ibadah, Jalinan Hati untuk Umat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT — Di balik kemegahan arsitekturnya yang memukau, Blue Mosque di komplek Daarut Tauhiid (DT) bukan sekadar bangunanโ€”ia adalah jantung yang berdetak, menggerakkan denyut kehidupan spiritual dan sosial.

Sejak diresmikan pada bulan Februari lalu, masjid ini telah menjadi magnet, tak hanya bagi para santri tetapi juga bagi jamaah dari berbagai penjuru, bahkan hingga mancanegara.

Namun, daya tarik utamanya bukanlah pada keindahan fisiknya, melainkan pada kemampuannya untuk merangkul dan memberi manfaat luas. Blue Mosque telah membuktikan bahwa rumah ibadah bisa menjadi simpul kebersamaan yang tak kenal batas.

Willi Ibrahim, Ketua RT 01 di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, adalah salah satu saksi hidupnya. Ia melihat langsung bagaimana masjid ini menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat sekitar.

“Keberadaan masjid ini sangat bermanfaat bagi warga sekitar,” tuturnya. Willi menceritakan bagaimana warga sering diundang untuk terlibat dalam kajian dan kegiatan-kegiatan di masjid, menghapus kesan eksklusif yang sering melekat pada institusi besar.

Hubungan erat ini sudah terjalin bahkan sejak masa pembangunan. Banyak warga setempat yang dilibatkan sebagai pekerja, sebuah bentuk gotong royong yang tidak hanya membangun fisik masjid, tetapi juga merajut ikatan sosial yang kuat.

Ini adalah cerminan dari semangat wakaf umat, yang menunjukkan betapa kuatnya rasa kebersamaan dalam membangun tempat ibadah.

Seperti yang pernah disampaikan oleh Aa Gym saat peresmian, Blue Mosque ini bukan hanya tempat salat, melainkan pusat dakwah dan pendidikan Islam.

Masjid ini adalah bukti nyata bahwa sebuah tempat ibadah dapat menjadi wadah yang lebih besar, mengalirkan berkah dan dampak positif bagi seluruh masyarakat, sebagaimana harapan Daarut Tauhiid.

Ia bukan hanya sekadar masjid, tetapi sebuah kisah hidup tentang kebersamaan, manfaat, dan keberkahan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Blue Mosque Daarut Tauhiid: Bukan Sekadar Ibadah, Jalinan Hati untuk Umat Read More ยป

Wakaf On Demand: Niat Baik Kini Tersedia dalam Layanan Antar Jemput

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Pada masa ketika semua serba instan, termasuk urusan pahala, kita disuguhkan kisah heroik dari tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT). Mereka membuktikan bahwa niat baik tak boleh terhalang oleh macet, malas, atau bahkan ‘repot’.

Bayangkan, era di mana ponsel pintar bisa melakukan apa saja, dari memesan makanan hingga menemukan jodoh, masih ada segelintir manusia yang kesulitan menggunakannya.

Salah satunya adalah Ibu Ismayan Dewi (63), seorang filantropis yang terjebak dalam dilema abad ke-21: ingin berwakaf tapi tak bisa datang ke kantor.

Mungkin beliau khawatir emasnya “hilang” di dunia maya, atau mungkin juga beliau menganggap mengirim perhiasan lewat ojek online terlalu berisiko.

Untungnya, tim Wakaf DT, yang rupanya memiliki kemampuan super dalam membaca pikiran, segera mengambil tindakan.

Pada Selasa (2/9/2025), mereka memutuskan untuk menjadi pahlawan super penjemput wakaf. Bak kurir ekspres dengan misi suci, mereka meluncur ke rumah Ibu Ismayan.

Ibu Ismayan pun menyambut mereka dengan senyum canggung, “Maaf ya de kalau direpotkan, soalnya ibu bingung gimana caranya buat ke sana…”. Tentu saja, para “kurir” ini tak merasa direpotkan. Mereka tahu, di balik kerumitan ini, ada pahala besar yang menanti.

Emas yang diwakafkan Ibu Ismayan, yang mungkin sudah lama terpendam di brankasnya, kini akan disulap menjadi ruang kelas di Eco Pesantren DT 2.

Ruang kelas ini akan menjadi saksi bisu betapa niat baik, meskipun dijemput sampai ke rumah, bisa berbuah manis. Kisah ini mengajarkan kita satu hal: niat baik memang harus segera ditunaikan.

Kalau tidak bisa datang ke kantor, tim Wakaf DT akan datang menjemput. Jadi, tidak ada alasan untuk menunda. Mari berwakaf, sebelum tim DT datang ke rumah Anda. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf On Demand: Niat Baik Kini Tersedia dalam Layanan Antar Jemput Read More ยป

Memupuk ย Cinta Nabi di SMPN 20 Bandung: Maulid dan Kepedulian untuk Gaza

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Lapangan SMP Negeri 20 Bandung pada Kamis (4/9/2025) tak hanya dipenuhi sorak-sorai, melainkan juga gema shalawat dan khidmatnya lantunan tausiyah.

Ratusan siswa dan guru, berjumlah lebih dari 900 orang, berkumpul bukan untuk pelajaran biasa, melainkan untuk sebuah acara yang lebih dalam maknanya: peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara yang diinisiasi oleh pihak sekolah bekerja sama dengan Wakaf Daarut Tauhiid ini mengambil tema yang menarik: Kajian Sirah Nabi Bersama Ustadz H. Mumuh Abdul Muhyi, M.Pd., dari Pesantren Daarut Tauhiid.

Pada momen itu, Ustadz Mumuh memaparkan kisah teladan Nabi, menanamkan kembali cinta pada sosok agung yang menjadi rahmat bagi semesta alam.

Namun, peringatan Maulid kali ini terasa berbeda. Di tengah hangatnya cerita tentang kehidupan Nabi, para siswa dan guru diajak merenung tentang isu kemanusiaan yang sedang terjadi, khususnya nasib saudara-saudara di Palestina.

Gaza, sebuah nama yang kini identik dengan penderitaan dan juga perjuangan, menjadi topik yang disisipkan dengan penuh hikmah.

“Palestina memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan Rasulullah,” jelas Ustadz Mumuh. “Dulu, Al-Aqsa adalah kiblat pertama kita. Tempat itu juga menjadi saksi perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi.”

Momen ini menjadi jembatan yang menghubungkan kecintaan pada Nabi dengan kepedulian terhadap sesama muslim. Setelah pemaparan, inisiatif penggalangan dana pun dilakukan melalui program cash wakaf for Palestine.

Antusiasme siswa dan guru begitu luar biasa. Terkumpul dana sebesar Rp 3.306.500 yang nantinya akan disalurkan melalui DT Peduli untuk membantu warga Gaza.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga edukasi karakter,” ungkap salah satu guru. “Kami ingin menumbuhkan empati dan kesadaran sosial pada siswa. Maulid Nabi adalah momen tepat untuk itu.”

Kerja sama antara SMPN 20 Bandung dan Wakaf DT ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Pihak sekolah berharap bisa terus berkolaborasi untuk mengenalkan ilmu keislaman yang lebih mendalam kepada para siswa, menjadikannya bekal tak hanya untuk hidup di dunia, tetapi juga di akhirat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memupuk ย Cinta Nabi di SMPN 20 Bandung: Maulid dan Kepedulian untuk Gaza Read More ยป

Apa Saja Syarat Mauquf โ€˜Alaih?

WAKAFDT.OR.IDDalam penerimaan zakat ada golongan yang berhak menerima zakat fitrah. Orang-orang yang membayarkan zakat fitrah dinamai dengan muzakki. Kemudian orang yang berhak menerima zakat fitrah disebut dengan istilah mustahik.

Ada 8 golongan orang yang berhak menerima zakat fitrah:

Pertama, fakir, yaitu orang yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.

Kedua, miskin. Disebut dengan miskin orang yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan.

Ketiga, amil. Orang-orang yang ditugaskan mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Keempat, mualaf. Yaitu orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan.

Kelima, riqab. Budak atau hamba sahaya yang ingin merdeka. Keenam, gharimin. Yaitu orang yang berhutang untuk kebutuhan hidup dan dalam rangka mempertahankan jiwa dan izzahnya.

Ketujuh, fisabilillah. Mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya. Kedelapan, Ibnu Sabil. Orang yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Begitu juga dengan wakaf, orang yang berwakaf disebut sebagai muwakif, sedangkan orang yang menerima manfaat dari wakaf disebut dengan mauquf โ€˜alaih.

Apa saja syarat penerima manfaat wakaf (mauquf alaih)?

1. Syarat pertama ialah penerima harus jelas orang-orang yang akan menerima manfaat baik dua orang atau lebih, atau istilah lainnya disebut juga dengan (muโ€™ayyan).

2. Persyaratan kedua ialah yang tergolong boleh untuk memiliki harta (ahlan lit-tamlik), maka orang muslim, merdeka dan kafir zimmi yang memenuhi syarat ini boleh memiliki harta wakaf. Adapun orang bodoh, hamba sahaya, dan orang gila tidak sah menerima wakaf.

3. Penerima wakaf tentu berbeda dengan penerima zakat yang ditentukan secara spesifik 8 golongan.

Sedangkan penerima wakaf tidak ditentukan secara spesisik (ghaira muโ€™ayyan), hanya disebutkan secara secara global, artinya nilai manfaat wakaf bisa dirasakan secara meluas.

Seperti seseorang berwakaf untuk kesejahteraan umat Islam, orang fakir, miskin, tempat ibadah, dan lain sebagainya.

Wakaf hanya ditujukan untuk kepentingan Islam secara umum, maka syarat penerima wakaf itu haruslah orang yang dapat menjadikan wakaf itu untuk kemaslahatan yang mendekatkan diri kepada Allah. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Apa Saja Syarat Mauquf โ€˜Alaih? Read More ยป

Aa Gym: Allah Bagi Tiga Rezeki Ini

WAKAFDT.OR.IDSaudaraku, kita yakin bahwa Alloh Maha Pemberi Rezeki. Jika kita mentafakuri bagaimana Alloh mencukupi rezeki kita, maka rezeki bisa kita klasifikasikan kepada tiga hal.

Pertama, rezeki yang telah dijamin oleh Alloh Taโ€™ala. Misalnya adalah rezeki penguat tubuh. Rumusnya, ada nafas ada rezeki. Jadi sepanjang kita masih bernafas, maka sepanjang itu pula rezeki kita terjamin. Minimal adalah udara.

Sewaktu kita masih berada di dalam rahim ibu, rezeki kita terjamin. Rezeki yang mendatangi kita, bukan sebaliknya. Maasyaa Alloh.

Setelah kita dewasa, rezeki itu tersebar di berbagai tepat di bumi ini. Tinggal kita memilih, mau yang halal atau yang haram.

Mau memilih susu atau memilih minuman keras. Mau memilih daging sapi atau daging babi. Insyaa Alloh, kita adalah orang-orang yang hanya memilih yang halal sebagaimana petunjuk Alloh Taโ€™ala.

Kedua, rezeki yang digantungkan. Rezeki Alloh itu sudah pasti ada, kita tinggal ikhtiar untuk menjemputnya.

Nah, kalau ikhtiar kita sesuai dengan jalan Alloh, maka Alloh akan memberi petunjuk untuk sampai kepadanya. Dalam ikhtiar kita, Alloh akan berikan rasa tenang dan semua proses yang kita jalani menjadi amal saleh.

Sedangkan ikhtiar yang menyalahi jalan Alloh, seperti mencuri atau menipu, maka sejak prosesnya sudah diliputi dengan kegelisahan, tidak menjadi amal saleh, dan jika bertemu dengan rezeki maka jatuhnya menjadi haram.

Oleh karena itu, tinggal kita memilih apakah mau mengambil cara yang halal atau cara yang haram.

Ketiga, rezeki yang dijanjikan. Ada orang yang khawatir jika rezekinya sedikit. Tidak apa-apa rezeki sedikit, yang terpenting adalah berkah dan senantiasa dicukupkan oleh Alloh Taโ€™ala, tidak pernah kekurangan, bahkan masih bisa berbagi kepada sesama.

Inilah rezeki orang yang pandai bersyukur. Alloh Taโ€™ala menjanjikan bahwa rezeki orang yang bersyukur akan dilipatgandakan, sebagai mana firman-Nya, โ€œSesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu..โ€ (QS. Ibrahim: 7)

Ketika mendapatkan rezeki, ada rasa senang. Sisihkanlah sebagian untuk bersedekah. Mungkin rumah tidak besar, harta tidak banyak, tapi membantu orang lain tidak pernah berhenti.

Inilah yang membuat rezeki yang sedikit namun mengalir terus beserta manfaat dan keberkahannya. Karena rezeki itu ada tiga; yang dimakan menjadi kotoran, yang dipakai menjadi usang, dan yang disedekahkan di jalan Alloh Taโ€™ala.

Demikianlah, Alloh Taโ€™ala melimpahkan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur atas setiap rezeki yang kita peroleh. Aamiin yaa Robbal โ€˜aalamin.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Allah Bagi Tiga Rezeki Ini Read More ยป

Wakaf dan Perubahan Sosial

WAKAFDT.OR.IDJika kita memperhatikan sejarah perwakafan, terlihat bahwa wakaf yang pertama kali dilakukan adalah oleh sahabat Umar bin Khattab atas petunjuk Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wasallam.

Kemudian diambil menjadi definisi wakaf sebagaimana yang telah dibahas diatas, adalah wakaf dalam bidang sosial ekonomi.

Mewakafkan harta sempat menjadi ibadah yang banyak dilakukan para Sahabat. Mereka berlomba-lomba memberikan hartanya kepada Allah.

Misalnya Umar yang mewakafkan sebidang tanah khaibar, hingga Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kurma kesayangannya.

Sampai-sampai Sahabat Jabir berkata: โ€œtidaklah tersisa dari para sahabat Nabi yang memiliki kemampuan (finansial) kecuali mewakafkan hartanyaโ€.

Wakaf yang diberikan akan membawa manfaat tersendiri bagi masyarakat luas. Barang berharga yang tadinya dimiliki oleh satu orang, kemudian bisa dimanfaatkan oleh orang banyak.

Misalnya ketika ada tanah yang diwakafkan untuk pembangunan masjid, maka suatu daerah yang tadinya tidak memiliki masjid kini bisa menggunakan fasilitas ibadah yang memadai.

Jika dikelola dengan baik, wakaf bisa melengkapi fasilitas bagi masyarakat sekitar, sekaligus memecahkan satu atau beberapa masalah di masyarakat. Dengan demikian, akan banyak masyarakat yang terbantu dan dimudahkan.

Dengan berwakaf yang digunakan untuk kepentingan umum, masyarakat akan merasakan manfaat yang luas. Orang yang kekurangan bisa menikmati sarana-sarana publik yang lebih baik, dan orang yang lebih berada juga bisa berbagi.

Sehingga, kesenjangan sosial akan semakin kecil dan tali persaudaraan akan terasa lebih erat. Memberikan sebagian harta untuk dimanfaatkan orang lain merupakan anjuran dari Allah agar kita memperoleh kebaikan.

Allah berfirman, โ€œKamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (harta sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.โ€ (QS. Ali Imran: 92).

Di sisi lain, mereka yang berhasil berbuat baik juga akan memperoleh kemenangan yang hakiki. Allah berfirman, โ€œBerbuat baiklah semoga engkau bahagia (menang).โ€ (QS. Al-Hajj: 77).

Harta yang diwakafkan akan membantu kehidupan masyarakat jika dikelola dengan baik.

Misalnya tanah yang kemudian dibangun masjid sebagai tempat ibadah, bangunan yang diwakafkan untuk sekolah, kebun yang hasilnya diwakafkan untuk anak yatim, dan sebagainya.

Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Wakaf menjadi solusi bagi pengembangan harta produktif di tengah-tengah masyarakat dan solusi dari kerakusan pribadi dan kesewenang-wenangan pemerintah secara bersamaan.

Wakaf secara khusus dapat membantu kegiatan masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian terhadap umat, dan generasi yang akan datang.

Kegiatan sosial seperti ini telah dianjurkan dalam syariat Islam sebagai kebutuhan manusia, bukan saja terbatas pada kaum muslimin, tetapi juga bagi masyarakat non-muslim.

Pandangan Islam terhadap praktik wakaf sosial seperti ini telah lama berlangsung sepanjang sejarah Islam, bahkan bentuk dan tujuannya sangat berkembang pesat.

Maka wajar kalau jumlah wakaf banyak sekali dan menyebar di seluruh negara-negara berpenduduk mayoritas muslim yang dapat memacu angka pertumbuhan ekonomi. (SA/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf dan Perubahan Sosial Read More ยป

peristiwa bulan rajab

Sejarah Wakaf di Zaman Rasulullah

WAKAFDT.OR.IDWakaf merupakan sedekah jariyah yang terus menerus mengalirkan pahala kepada pewakaf tanpa pernah putus. Bahkan hingga pewakaf telah meninggal dunia. Menurut pengertiannya, wakaf berarti menahan harta untuk dimanfaatkan dalam kebajikan oleh umat, sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.

Sesuatu yang diwakafkan pada dasarnya tidak boleh diperjual belikan maupun diwariskan. Hal ini dikarenakan hakikat wakaf adalah menyerahkan kepemilikan harta kepada Allah atas nama umat. Dalam praktiknya, wakaf selalu saja menjadi jalan kemudahan bagi umat. Karena dengan wakaf, umat dapat merasakan fasilitas yang tak pernah habis dan dapat diirasakan oleh orang banyak.

Lalu, bagaimanakah sejarah wakaf itu sendiri?

Sejarah wakaf

Wakaf telah ada sejak masa Rasulullah, bahkan pelaku wakaf pertama kali yaitu Rasulullah SAW. Kala itu, Rasulullah mewakafkan tanah miliknya di Kota Madinah untuk dibangun sebuah Masjid. Masjid pertama kali di Kota Yasrib tersebut yakni Masjid Quba.

Selanjutnya, Rasulullah membeli tanah milik anak yatim seharga delapan ratus dirham untuk dibangun Masjid. Tanah milik anak yatim ini dibangunkan sebuah masjid bernama Masjid Nabawi. Pada tahun ketiga Hijriah, Rasulullah mewakafkan ketujuh kebun kurma di Madinah; diantaranya ialah kebon Aโ€™raf, Shafiyah, Dalal, Barqah dan kebon lainnya.

Praktik wakaf ini kemudian ditiru oleh para sahabat, salah sataunya sahabat umat r.a. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar ra, berkata:

โ€œBahwa sahabat Umar ra, memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian Umar ra, menghadap Rasulullah SAW untuk meminta petunjuk, Umar berkata: โ€œHai Rasulullah SAW., saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?โ€

Rasulullah SAW. bersabda: โ€œBila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibahkan dan tidak diwariskan. Ibnu Umar berkata:

โ€œUmar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah, Ibnu sabil dan tamu. Dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau memberi makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk hartaโ€. (Muttafaq โ€˜alaih. HR. Bukhari, no. 2772; Muslim, no. 1632).

Peristiwa ini terjadi setelah pembebasan tanah Khaibar pada tahun ke-7 Hijriyah. Pada masa Umar bin Khattab menjadi Khalifah, ia mencatat wakafnya dalam akte wakaf dengan disaksikan oleh para saksi dan mengumumkannya. Sejak saat itu banyak keluarga Nabi dan para sahabat yang mewakafkan tanah dan perkebunannya. Sebagian di antara mereka ada yang mewakafkan harta untuk keluarga dan kerabatnya, sehingga muncullah wakaf keluarga (wakaf dzurri atau ahli).

Pelaksanaan wakaf ini menular kepada para sahabat lainnya, setelah Umar r.a mewakafkan hartanya, Abu thalhah tak mau kalah dalam melakukan salah satu jalan kebaikan ini, ia mewakafkan kebun kesayangannya (Bairaha), disusul Abu Bakr yang mewakafkan sebidang tanahnya di Mekkah yang diperuntukkan kepada keluarganya yang datang ke Mekkah.

Sahabat Utsman ra juga tak ingin kalah dalam mengukir pahala jariyah ini, ia dengan ikhlas menyedekahkan hartanya di Khaibar dan disusul para sahabat lainnya.

Nabi juga mewakafkan perkebunan Mukhairik, yang telah menjadi miliknya ketika Mukhairik meninggal pada perang Uhud. Beliau menyisihkan sebagian keuntungan dari perkebunan itu untuk kepentingan kaum Muslimin, membeli kuda perang dan senjata.

Kisah ini dijadikan sebagai kisah wakaf produktif dimana hasil yang di peroleh dari pengelolaan sebidang tanah perkebunan di pergunakan untuk kepentingan kaum.

Pelaksanaan wakaf memang telah ada sejak dahulu. Dalam praktiknya, wakaf dikelola dengan baik hingga memiliki kebermanfaatan yang luas, seperti hal nya membangun tempat beribadah, membangun fasilitas pendidikan, mendirikan fasilitas kesehatan dan lain sebagainya. (WIN/Nov)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sejarah Wakaf di Zaman Rasulullah Read More ยป

Baitul Quran Ramaikan Mabit di Masjid Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Baitul Quran Daarut Tauhiid (DT) kembali menghadirkan suasana malam yang penuh cahaya Al Quran melalui kegiatan Kajian dan Mabit Qurani, Jumat (29/8/2025) di Masjid Daarut Tauhiid Bandung.

Dengan tema โ€œKetika Al Quran Berbicara Kepadamuโ€, acara ini menghadirkan Ustadz Suherman, S.Ag., Al-Hafidz selaku pembina Baitul Quran DT Bandung.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 19.30 dengan tasmiโ€™ Al Quran, disusul kajian inspiratif dan interaktif hingga malam menjelang.

Setelah itu, peserta diajak menunaikan mabit qurani yang berlangsung hingga dini hari, lalu ditutup dengan tahajud dan shalat Shubuh berjamaah. Suasana masjid terasa hangat dengan lantunan ayat-ayat suci dan renungan mendalam dari setiap rangkaian kegiatan.

Dalam kajian yang berlangsung, Ustadz Suherman menekankan salah satu taujihnya bahwa Al Quran bukan hanya bacaan, melainkan pesan hidup yang senantiasa berbicara kepada hati setiap muslim.

โ€œJika kita membuka diri dengan iman, maka Al Quran akan memberi arah dan jawaban atas keresahan hidup kita,โ€ tuturnya dihadapan jamaah.

Salah seorang jamaah, Rizal (21), mengungkapkan kesan mendalam usai mengikuti acara ini. โ€œMalam ini saya merasa benar-benar diajak bercakap dengan Al Quran.

Ayat yang tadinya hanya dibaca, kini terasa seperti pesan pribadi dari Allah untuk saya,โ€ ujarnya. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda dekat dengan Al Quran.

Selain itu, melalui kegiatan di Masjid DT juga bisa menjadi sarana untuk memakmurkan aset wakat. Semoga jamaah yang melaksanakan ibadah kan kegiatan lainnya bisa mendapatkan pahala memakmurkan tanah wakaf. (ATS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Baitul Quran Ramaikan Mabit di Masjid Daarut Tauhiid Read More ยป