Wakaf Daarut Tauhiid

Pesantren Daarut Tauhiid

Wujudkan Amanah, Wakaf DT Kembali Kirim 7.000 Mushaf Al-Qur’an ke Wilayah Sumatera

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Wakaf Daarut Tauhiid (DT) terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an dan membantu penyintas bencana di tanah air.

Pada Senin (22/12/2025), Wakaf DT kembali melepas pengiriman sebanyak 7.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an untuk didistribusikan ke wilayah Sumatera, meliputi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Pengiriman dalam jumlah besar ini merupakan tahap lanjutan dari aksi serupa. Pada pekan sebelumnya, Wakaf DT tercatat telah mengirimkan sebanyak 3.000 eksemplar mushaf ke wilayah yang sama.

Dengan demikian, total sudah ada 10.000 mushaf Al-Qur’an yang bergerak menuju tangan masyarakat dan anak-anak di serambi Mekkah dan sekitarnya.

Menunaikan Amanah Muwakif

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Wakaf DT yang bersinergi dengan DT Peduli dalam mengelola dan menyalurkan titipan dari para muwakif (pewakaf) serta donatur.

“Pengiriman hari ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk menunaikan amanah yang telah dititipkan oleh para muwakif dan donatur melalui Wakaf DT dan DT Peduli. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang diwakafkan segera berubah menjadi keberkahan dalam bentuk mushaf yang dibaca dan dipelajari,” ujar perwakilan manajemen Wakaf DT di sela-sela pelepasan armada pengiriman.

Fokus Distribusi: Sumbar, Sumut, dan Aceh

Pemilihan wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh bukan tanpa alasan. Selain karena kebutuhan rutin akan mushaf yang tinggi di pesantren dan masjid, wilayah-wilayah ini juga tengah dalam masa pemulihan pascabencana yang sempat menghanyutkan banyak harta benda, termasuk Al-Qur’an.

Kehadiran 7.000 mushaf baru ini diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat mengaji di pelosok Sumatera, memperkuat dakwah Islam, serta menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para pewakaf.

Sinergi antara Wakaf DT dan DT Peduli akan terus berlanjut guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, menjangkau wilayah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan mushaf Al-Qur’an yang layak. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wujudkan Amanah, Wakaf DT Kembali Kirim 7.000 Mushaf Al-Qur’an ke Wilayah Sumatera Read More ยป

Momen Hari Ibu, Aa Gym Kirim Pesan untuk Para Anak

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Momentum Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember menjadi saat yang tepat untuk merenungi kembali makna bakti kepada orang tua.

Dalam video singkatnya, KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym, memberikan pesan menyentuh tentang kedudukan seorang ibu yang begitu mulia dalam pandangan Islam.

Ibu Sebagai Perantara Nikmat Penciptaan

Aa Gym mengingatkan bahwa nikmat pertama yang dirasakan setiap manusia adalah nikmat penciptaan. Dari yang sebelumnya tiada, Allah Taโ€™ala menciptakan kita melalui perantara orang tua.

“Kita disimpan di rahim ibu: mengandung dalam berat, melahirkan dengan sakit yang tak terkira, hingga menyusui dengan ketulusan. Itulah mengapa Rasulullah SAW menekankan hingga tiga kali sebutan ‘Ibumu, ibumu, ibumu,’ baru kemudian ayahmu,” tutur Aa Gym.

Jalan Terdekat Menuju Surga

Dalam pesannya, Aa Gym menekankan bahwa kemuliaan hidup tidak hanya diraih melalui banyaknya amal ibadah ritual, melainkan juga melalui kualitas bakti kepada orang tua.

]Meskipun secara manusiawi tidak ada ibu yang sempurna, namun Allah Taโ€™ala telah menetapkan rida-Nya ada pada rida orang tua.

“Tidak ada ibu yang sempurna, tapi surga tidak salah memilih pintunya,” tegas Aa Gym.

Bakti kepada ibu merupakan jalan tol menuju kemuliaan dunia dan akhirat. Walaupun seorang anak tidak akan pernah bisa membalas jasa orang tua sepenuhnya, Islam memberikan panduan sederhana namun mendalam untuk memuliakan mereka.

Langkah Sederhana Memuliakan Ibu

Aa Gym mengajak setiap Muslim untuk mulai mempraktikkan “Adab Mulia” kepada ibu melalui empat hal sederhana:

  1. Senyum Paling Cerah: Memberikan ekspresi wajah yang menyejukkan hati orang tua.
  2. Qaulan Karima: Menggunakan kata-kata yang santun dan nada bicara yang terbaik (lemah lembut).
  3. Adab Mendengarkan: Tidak memotong pembicaraan mereka dan mendengarkan dengan penuh hormat.
  4. Amal Ikhlas: Melayani dan membantu orang tua tanpa pamrih, sebagaimana mereka mengurus kita sewaktu kecil tanpa pernah menuntut balasan.

Momentum Hari Ibu ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi titik balik bagi setiap anak untuk semakin tulus bersimpuh dan berbakti kepada ibundanya masing-masing. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Momen Hari Ibu, Aa Gym Kirim Pesan untuk Para Anak Read More ยป

Lantunan yang Terhenti: Anak-Anak Penyintas Banjir Sumatera Rindukan Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA โ€“ Di tengah kepungan air dan lumpur yang merendam pemukiman, sebuah pemandangan menyentuh hati terlihat di posko-posko pengungsian di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Anak-anak penyintas banjir bukan hanya menanyakan kapan mereka bisa pulang, tetapi juga menanyakan keberadaan mushaf Al-Qur’an dan Iqra mereka yang hilang diterjang arus.

Bagi mereka, mengaji bukan sekadar rutinitas, melainkan “obat” penenang di tengah trauma bencana. Namun, realita di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan:

  • Mushaf Rusak & Hanyut: Ribuan mushaf di rumah warga, masjid, dan madrasah terendam air berlumpur, sobek, bahkan hilang terbawa banjir bandang.
  • Aktivitas Mengaji Terhenti: Tanpa adanya mushaf yang layak, kegiatan belajar mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) darurat menjadi terhambat.
  • Kebutuhan Spiritual: Di masa pemulihan trauma (trauma healing), kehadiran Al-Qur’an sangat mendesak sebagai sarana penguatan mental dan spiritual bagi para pengungsi, khususnya generasi muda.

Seorang anak di salah satu posko pengungsian mengungkapkan, “Al-Qur’an saya basah kena lumpur, tidak bisa dibaca lagi. Saya rindu mau mengaji sama teman-teman supaya tidak takut lagi.”

Wakaf DT Kirim 10.000 Mushaf untuk Terangi Sumatera

Merespons kondisi darurat tersebut, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bergerak cepat melalui program Wakaf Mushaf Al-Qur’an.

Sebagai langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Wakaf DT mengirimkan sebanyak 10.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an ke tiga provinsi terdampak paling parah.

Penyaluran ini difokuskan untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses namun memiliki kebutuhan tinggi, antara lain:

  • Sumatera Barat: Distribusi ke wilayah Padang dan sekitarnya yang terdampak banjir bandang dan longsor.
  • Sumatera Utara: Pengiriman menuju Medan, Langkat, dan daerah pesisir yang terendam banjir cukup lama.
  • Aceh: Fokus pada wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur yang mengalami kerusakan fasilitas ibadah cukup signifikan.

Misi Pemulihan Spiritual

Program ini tidak hanya sekadar membagikan Al-Qurโ€™an, tetapi merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kembali syiar Islam di lokasi bencana.

“Kami berharap dengan hadirnya 10.000 mushaf ini, anak-anak dan warga kembali memiliki harapan. Al-Qur’an adalah sumber kekuatan utama bagi seorang mukmin dalam menghadapi ujian,” ujar perwakilan dari Wakaf DT.

Pengiriman dilakukan menggunakan jalur kargo cepat agar mushaf-mushaf tersebut dapat segera digunakan di masjid-masjid darurat dan sekolah-sekolah di wilayah pengungsian.

Melalui kolaborasi dengan DT Peduli di tiap cabang daerah, dipastikan bantuan ini jatuh ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Lantunan yang Terhenti: Anak-Anak Penyintas Banjir Sumatera Rindukan Al-Qur’an Read More ยป

Memasuki Bulan Rajab: Bulan Mulia Menuju Ramadhan

WAKAFDT.OR.IDBerdasarkan kalender Hijriyah 2025 dari Ditjen Bimas Islam Kemenag, umat Muslim menyambut kehadiran bulan Rajab yang dimulai pada Ahad, 21 Desember 2025.

Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram (bulan yang suci dan dimuliakan), di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan nilainya oleh Allah Taโ€™ala.

Keutamaan Bulan Rajab

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam dalam sebuah hadits menekankan pentingnya bulan ini sebagai jembatan menuju bulan suci Ramadhan:

“Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulannya umatku.” (HR. Jamiโ€™ul Ahadits).

Oleh karena itu, setiap Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah seperti zikir, puasa sunah, dan doa sejak hari pertama memasuki bulan ini.

Doa yang Dianjurkan

Salah satu doa yang populer dipanjatkan agar kita diberi keberkahan hingga sampai ke bulan Ramadhan adalah: โ€œAllahuma baarik lana fi rajaba wa syabaana wa balighna ramadhanaโ€

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaโ€™ban, dan sampaikanlah usia kami hingga bulan Ramadhan.”

Dalam kitab Al Ghunyah, Syekh Abdul Qadir al Jilani mengisahkan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib secara khusus meluangkan waktu sepenuhnya untuk beribadah pada empat malam istimewa dalam setahun, salah satunya adalah malam pertama bulan Rajab.

Berikut adalah inti dari doa yang dipanjatkan oleh Sayyidina Ali saat memasuki bulan Rajab:

  • Memohon Perlindungan: Meminta agar dijaga dari segala keburukan dan tidak diwafatkan dalam keadaan lalai atau penuh penyesalan.
  • Pengakuan Dosa: Menyadari diri sebagai hamba yang zalim dan memohon ampunan Allah yang Maha Luas rahmat-Nya.
  • Meminta Kesejahteraan: Memohon kelapangan rezeki, ketenteraman hati, kesehatan, rasa syukur, serta ketakwaan.
  • Doa untuk Sesama: Meminta kemudahan, kesabaran, dan kejujuran tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang tua, keluarga, anak-anak, serta seluruh kaum Muslimin dan Muslimat.

Momentum Rajab tahun ini merupakan kesempatan emas bagi kita untuk membersihkan hati dan memperkuat iman sebagai bekal menyambut bulan Sya’ban dan puncaknya di bulan Ramadhan nanti. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memasuki Bulan Rajab: Bulan Mulia Menuju Ramadhan Read More ยป

Membawa Anak ke Masjid, Bolehkah?

WAKAFDT.OR.IDMasjid merupakan rumah Allah Ta’ala sekaligus pusat ibadah umat Islam yang harus dijaga dan dimakmurkan. Memakmurkan masjid memiliki keutamaan yang besar, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah…” (QS. At-Taubah: 18)

Selain itu, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam menyebutkan bahwa mereka yang berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi oleh para malaikat (HR. Abu Daud).

Bolehkah Anak-Anak Ikut ke Masjid?

Muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai hukum membawa anak kecil ke dalam masjid. Berdasarkan penjelasan Hafidz Muftisany dalam buku Fikih Keseharian, pada dasarnya tidak ada larangan untuk membawa anak-anak ke masjid.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait hal ini:

  • Usia Mumayyiz: Sangat dianjurkan membawa anak yang telah mencapai usia mumayyiz (usia di mana anak sudah bisa membedakan hal baik dan buruk).
  • Pendidikan Sejak Dini: Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan bahwa meski belum wajib, orang tua perlu memperkenalkan dan mengajarkan shalat kepada anak sejak dini.
  • Anjuran di Usia 7 Tahun: Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melakukan sholat saat usia mereka tujuh tahun…” (HR. Ahmad).

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil diperbolehkannya anak-anak ikut shalat berjamaah di masjid sebagai sarana pembiasaan.

Meski diperbolehkan, ada tanggung jawab besar yang harus dipikul oleh orang tua agar kemuliaan masjid tetap terjaga:

  • Pengawasan Melekat: Orang tua wajib mendampingi dan mengawasi anak secara ketat selama berada di lingkungan masjid.
  • ย Menjaga Kekhusyukan: Pastikan kehadiran anak tidak mengganggu ketenangan jamaah lain yang sedang beribadah.
  • Memberi Pengertian: Ajarkan anak mengenai adab-adab di dalam masjid sebelum membawanya.

Membawa anak ke masjid adalah langkah positif untuk membentuk karakter religius sejak dini. Dengan pendampingan yang tepat, diharapkan anak-anak akan lebih termotivasi untuk mencintai masjid dan konsisten menunaikan shalat berjamaah hingga mereka dewasa. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Membawa Anak ke Masjid, Bolehkah? Read More ยป

Penyelesaian Asrama & Kelas di Lantai Dasar Masjid DT Rahmatan Lilโ€™alamin Lubuklinggau Kembali Berjalan

WAKAFDT.OR.ID | LUBUKLINGGAU โ€“ย Pembangunan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin di kawasan Wakaf Terpadu Daarut Tauhiid (DT) Lubuklinggau terus menunjukkan progres positif.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian struktur balkon lantai dua serta tahap pengecatan ruang kelas dan asrama yang berada di lantai dasar.

Aset wakaf yang dikelola oleh DT Peduli Lubuklinggau ini dirancang untuk menjadi pusat dakwah dan pendidikan yang terintegrasi.

Meskipun proses pembangunan masih berjalan, suasana di lokasi proyek tetap terlihat dinamis dengan aktivitas para pekerja bangunan yang bersinergi dengan kegiatan belajar mengajar.

Meski progres fisik belum mencapai 100%, hal tersebut tidak menghalangi kebermanfaatan bangunan ini. Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin telah aktif digunakan secara maksimal oleh para santri dan warga sekitar.

Lantai dasar yang kini sedang dalam tahap pengecatan, sudah difungsikan sebagai ruang kelas untuk menimba ilmu serta asrama bagi para santri tahfidz. Kehadiran masjid ini menjadi jantung aktivitas ibadah dan sosial di lingkungan wakaf terpadu tersebut.

Kepala Kantor Layanan DT Peduli Lubuklinggau menyampaikan bahwa sejak awal pembangunan, semangat menghidupkan masjid telah ditekankan.

“Alhamdulillah, progres saat ini sedang pada pembuatan dak balkon lantai dua. Sembari pembangunan berjalan, aktivitas santri tidak berhenti. Warga sekitar juga sudah aktif memanfaatkan masjid untuk salat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya.

Pengecatan area kelas dan asrama dilakukan guna memberikan kenyamanan lebih bagi para santri yang menetap, sehingga proses menghafal Al-Qur’an dan belajar dapat berjalan lebih kondusif.

Sebagai aset wakaf, pembangunan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin ini merupakan wujud nyata kepedulian para muwakif (pewakaf) dalam menyediakan sarana ibadah yang layak.

DT Peduli Lubuklinggau berkomitmen untuk memastikan amanah wakaf ini dikelola dengan profesional agar terus mengalirkan keberkahan bagi masyarakat luas.

Pihak pengelola juga tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam menuntaskan pembangunan masjid ini, agar fasilitas pendukung pendidikan dan ibadah di Lubuklinggau semakin lengkap dan nyaman bagi generasi penghafal Al-Qur’an di masa depan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Penyelesaian Asrama & Kelas di Lantai Dasar Masjid DT Rahmatan Lilโ€™alamin Lubuklinggau Kembali Berjalan Read More ยป

Haru, Gema Adzan Kembali Menggema di Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG โ€“ Suasana haru menyelimuti Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, saat suara adzan kembali berkumandang dari menara Masjid Baitil Makmur pada Jumat siang (12/12/2025).

Untuk pertama kalinya sejak diterjang banjir bandang dahsyat pada 26 November lalu, warga desa akhirnya bisa melaksanakan ibadah shalat Jumat berjamaah di tengah puing-puing sisa bencana.

Kehadiran jamaah yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga para sesepuh desa menciptakan atmosfer yang emosional. Setelah dua pekan kehilangan tempat bernaung dan ruang ibadah, momen ini terasa seperti perayaan hari raya.

Warga saling berpelukan dan bersalaman dengan air mata yang menetes, mensyukuri kesempatan untuk kembali bersujud di rumah Allah meski kondisi desa masih dalam keadaan lumpuh total.

Tangis Syukur di Tengah Lumpur

Muchtar, salah satu sesepuh Desa Sekumur, tidak mampu membendung isak tangisnya usai menunaikan ibadah. Baginya, bisa kembali shalat di masjid adalah sebuah keajaiban yang sulit dipercaya.

Ia mengingat kembali betapa mencekamnya peristiwa pada 26 November tersebut, di mana air bah setinggi atap menghantam permukiman mereka.

“Masjid ini pun hampir tenggelam saat itu. Syukur alhamdulillah, berkat bantuan tulus dari para relawan, kami bisa kembali shalat berjamaah setelah 15 hari lamanya tidak mendengar suara adzan di sini,” ungkap Muchtar dengan suara bergetar.

Ia mengaku sangat merindukan suasana ibadah di masjid selama masa-masa sulit pascabencana. Bagi warga, masjid bukan sekadar bangunan, melainkan jantung kehidupan sosial mereka. Muchtar berkali-kali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulihan masjid tersebut.

Gotong Royong Melawan Endapan Lumpur

Sebelumnya, kondisi Masjid Baitil Makmur sangat memprihatinkan. Meskipun menjadi satu-satunya bangunan yang tetap berdiri tegak saat rumah-rumah warga hancur rata dengan tanah, masjid tersebut sempat tidak bisa digunakan karena tertimbun lumpur pekat setinggi 60 sentimeter.

Proses pembersihan semula dianggap mustahil dilakukan oleh warga sendirian, mengingat mereka juga harus fokus membangun gubuk-gubuk darurat di atas reruntuhan rumah masing-masing.

Namun, harapan muncul ketika para relawan terjun langsung ke lapangan pada Kamis (11/12/2025). Dengan semangat gotong royong, tim gabungan dan warga bahu-membahu menyingkirkan material banjir.

Ahmad Barqu, salah satu koordinator aksi di lapangan, menjelaskan bahwa kendala utama selain ketebalan lumpur adalah sulitnya akses air bersih.

“Kami harus menyambung selang pompa air dari sumur yang lokasinya cukup jauh untuk mendapatkan tekanan yang kuat. Dengan bantuan mesin air, lumpur yang mulai mengering akhirnya bisa melunak dan dibersihkan,” jelasnya.

Berkat kerja keras yang dilakukan hingga larut malam, pada Jumat pagi seluruh area masjid telah bersih dari sisa bencana.

Kini, Masjid Baitil Makmur tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat koordinasi dan ruang kebersamaan bagi warga yang masih tinggal di tenda-tenda darurat.

Kembalinya fungsi masjid ini menjadi simbol bangkitnya semangat spiritual dan sosial masyarakat Desa Sekumur.

Di tengah keterbatasan, mereka kini memiliki tempat berteduh yang aman untuk merencanakan pemulihan desa ke depannya, sembari menanti bantuan lebih lanjut untuk membangun kembali rumah-rumah mereka yang hilang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Haru, Gema Adzan Kembali Menggema di Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang Read More ยป

Wakaf DT Salurkan 3.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Penyintas Banjir di Sumatera

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ย Yayasan Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bergerak cepat merespons kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera.

Melalui DT Peduli, sebanyak 3.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an disalurkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah terdampak parah, meliputi Medan, Aceh, dan Padang.

Langkah ini diambil menyusul laporan dari lapangan yang menunjukkan bahwa selain kebutuhan pokok seperti pangan dan sandang, banyak masyarakat penyintas banjir yang kehilangan kitab suci Al-Qur’an karena rusak atau hanyut terbawa arus.

Kehadiran mushaf baru ini diharapkan dapat menjadi dukungan moral dan spiritual bagi warga dalam menghadapi masa pemulihan.

Guna memastikan bantuan sampai tepat waktu, pengiriman mushaf Al-Qur’an tersebut telah mulai diberangkatkan menggunakan jasa kargo pada Kamis malam (18/12/2025).

Pengiriman jalur cepat ini diprioritaskan agar Al-Qur’an dapat segera dibagikan ke masjid, musala, dan sekolah-sekolah di wilayah pengungsian yang sangat membutuhkan.

Sebagai bentuk amanah atas donasi dari para wakif, prosesi penyerahan secara simbolis dilaksanakan pada hari ini, Jumat (19/12/2025).

Acara serah terima dilakukan oleh pengurus Yayasan Wakaf DT kepada jajaran perwakilan DT Peduli yang nantinya akan bertanggung jawab dalam teknis distribusi di lapangan.

“Bencana banjir di beberapa titik di Sumatera menyisakan duka, termasuk rusaknya fasilitas ibadah. Kami berharap 3.000 Al-Qur’an ini bisa menjadi pelipur lara dan kembali menghidupkan syiar Quran di lokasi bencana,” ujar perwakilan pengurus Yayasan Wakaf DT di sela-sela acara.

Berdasarkan data lapangan, banyak warga di Medan, Aceh, dan Padang yang menyatakan kerinduannya untuk kembali mengaji di tengah kondisi darurat.

Rusaknya Al-Qur’an akibat terendam air berlumpur membuat aktivitas keagamaan di beberapa titik pengungsian sempat terhambat.

Melalui kolaborasi antara Wakaf DT dan DT Peduli, diharapkan sinergi ini tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan batin para korban banjir agar tetap tegar melalui ujian ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf DT Salurkan 3.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Penyintas Banjir di Sumatera Read More ยป

Selesaikan Hafalan 30 Juz dalam Setahun, 8 Santri SQDT Lubuklinggau Resmi Diwisuda

WAKAFDT.OR.ID | LUBUKLINGGAU โ€“ย Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Masjid Rahmatan Lilโ€™alamin, kawasan Wakaf Terpadu Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Lubuklinggau.

Sebanyak delapan santri Sekolah Quran Daarut Tauhiid (SQDT) Lubuklinggau resmi menjalani prosesi wisuda setelah berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Keberhasilan ini merupakan buah dari program karantina tahfidz intensif selama satu tahun. Selama masa tersebut, para santriwati dibimbing dan diawasi secara ketat oleh Ustazah Leha dan Ustazah Marwah di asrama akhwat.

Kepala Kantor Layanan (KL) DT Peduli Lubuklinggau, Andian Pradita, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian para santri.

Beliau menekankan bahwa program ini merupakan ikhtiar mencetak generasi penghafal Al-Qur’an dalam waktu singkat namun berkualitas.

“Alhamdulillah, para santri berhasil menyelesaikan hafalannya tepat waktu. Semoga ilmu yang didapatkan menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan bagi semua pihak,” ujar Andian.

Senada dengan hal tersebut, Bunda Sudarsih, selaku perwakilan donatur, mengungkapkan rasa bangganya saat melihat langsung perkembangan para santri.

“Saya menyaksikan sendiri perjuangan mereka dalam menghafal Al-Qur’an, sungguh luar biasa. Kami berterima kasih karena setiap huruf yang dibaca oleh para santri, pahalanya mengalir juga untuk kami para donatur,” ungkapnya penuh syukur.

Momen Haru Penyerahan Mahkota

Puncak acara ditandai dengan prosesi simbolis penyerahan mahkota dari para santri kepada orang tua masing-masing.

Momen ini menjadi titik paling emosional yang mengundang air mata bahagia dari para hadirin, termasuk santri ikhwan, asatiz, dan wali santri yang hadir.

Fadilah, salah satu wisudawati, tak kuasa membendung rasa haru saat menyampaikan kesan-kesannya. “Alhamdulillah, perjuangan kami sampai di titik ini. Terima kasih Ya Allah, terima kasih DT Peduli, dan terima kasih kepada para donatur yang telah menjadi jalan kebaikan bagi kami,” ucapnya.

Acara ini diharapkan menjadi motivasi bagi santri lainnya dan menjadi ladang amal jariyah yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung dakwah Al-Qur’an di Lubuklinggau. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Selesaikan Hafalan 30 Juz dalam Setahun, 8 Santri SQDT Lubuklinggau Resmi Diwisuda Read More ยป

Menata Hati di Rumah Allah: Kisah Teh Uwi, Ibu Lima Hafiz yang Istiqomah di Masjid DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ย Selasa (16/12/2025) siang, suasana tenang menyelimuti Masjid Daarut Tauhiid (DT) Gegerkalong, Bandung, sesaat setelah shalat Dzuhur berjamaah usai.

Di antara jamaah yang mulai beranjak, tampak seorang wanita paruh baya yang masih terpaku dalam kekhusyukan.

Ia adalah Uwi (49), atau yang akrab disapa Teh Uwi. Bagi tim Wakaf DT, sosoknya sudah tidak asing karena hampir selalu terlihat di setiap waktu shalat.

Ibu dari lima anak penghafal Al-Qurโ€™an ini telah menjadikan masjid sebagai pusat kehidupannyaโ€”mulai dari shalat berjamaah, menjaga hafalan (murojaah), hingga menyimak kajian ilmu.

Rindu yang Melampaui Jarak

Asal Sumedang, Teh Uwi memutuskan menetap di Bandung demi satu tujuan: agar lebih dekat dengan Masjid DT.

Meski harus menempuh perjalanan beberapa menit dari kosannya, langkah kakinya tak pernah terasa berat. Baginya, setiap langkah menuju masjid adalah wujud syukur yang dirawat dengan keistiqomahan.

โ€œSaya masih belajar, dan ingin selamanya belajar. Tidak ada kata cukup untuk mencari ilmu agama,โ€ ucapnya lirih. Di masjid ini, ia mengaku merasa bertumbuh, baik secara ilmu maupun ketenangan batin.

Al-Qurโ€™an sebagai Jawaban Hidup

Al-Qurโ€™an telah menjadi teman setia Teh Uwi dalam menautkan hati kepada Sang Pencipta. Ia menceritakan bagaimana kedekatan dengan kalam-Muโ€™jizat tersebut memberinya kekuatan saat menghadapi persoalan hidup.

โ€œKalau sedang ada masalah, saat membaca Al-Qurโ€™an, tiba-tiba ada ayat yang terasa sangat relevan dengan hidup saya. Padahal terkadang membukanya secara acak, tapi rasanya seperti Allah langsung menenangkan lewat ayat itu,โ€ tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Masjid sebagai Tempat Menata Hati

Sebagai manusia biasa, Teh Uwi tak menampik jika rasa jenuh atau malas terkadang menghampiri. Namun, ia selalu mengingatkan diri bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara. Pesan-pesan dari kajian di Masjid DT menjadi penguat yang selalu memanggilnya kembali.

Dukungan fasilitas masjid yang nyaman, udara yang sejuk, dan suasana teduh di Masjid DT membuatnya betah untuk berlama-lama beriktikaf. Baginya, masjid bukan sekadar bangunan fisik untuk ibadah, melainkan tempat di mana hati kembali ditata.

Memakmurkan Melalui Kehadiran

Kisah Teh Uwi mengajarkan bahwa memakmurkan masjid tidak selalu harus dimulai dengan hal-hal besar. Kehadiran yang setia dan niat yang terjaga setiap hari adalah bentuk kemakmuran yang nyata.

Melalui Wakaf Masjid Rahmatan Lil โ€˜Alamin, semangat yang dibawa oleh jamaah seperti Teh Uwi diharapkan terus hidup.

Dukungan wakaf memastikan masjid tetap menjadi ruang tumbuh bagi siapa pun yang ingin mendekat kepada Allah, menjadi tempat lahirnya ketenangan, ilmu, serta generasi Qurโ€™ani yang lahir dari cinta dan istiqomah. (SSP/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menata Hati di Rumah Allah: Kisah Teh Uwi, Ibu Lima Hafiz yang Istiqomah di Masjid DT Read More ยป