Wakaf Daarut Tauhiid

Palestina

Israel Masih Lakukan Penyerangan Ditengah Genjatan Senjata Palestina, Lebanon, dan Suriah

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Agresi Israel di Timur Tengah belum berhenti meski perjanjian gencatan senjata sudah diumumkan hampir sebulan lalu. Tak hanya di Gaza, Israel juga menyerang Tepi Barat dan Lebanon.

Pakta tersebut, yang ditetapkan pada 10 Oktober, telah mengurangi tekanan terhadap warga Palestina di Gaza, meskipun serangan Israel di sana terus berlanjut. Dan di wilayah lain, Israel masih melakukan serangan dari berbagai arah.

Aljazirah melaporkan, Lebanon, Suriah dan Tepi Barat telah menyaksikan serangan-serangan Israel pada minggu lalu, hal ini memberikan kepercayaan pada gagasan bahwa Israel sedang berusaha membuat negara-negara tetangganya tidak stabil dan lemah.

Para pejabat Amerika Serikat mengunjungi Israel minggu ini, namun pendukung terbesar Tel Aviv tampaknya tidak menunjukkan kesiapannya untuk meminta pertanggungjawaban negara tersebut atas permusuhan regionalnya, dan memusatkan perhatiannya pada Gaza.

Militer Israel telah membunuh lebih dari 1.000 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023 di Tepi Barat saja dan telah mengintensifkan upayanya untuk mencaplok wilayah pendudukan tersebut. Untuk pekan kedua berturut-turut, tentara dan pemukim Israel mengganggu dan menangkap warga Palestina yang mencoba memanen buah zaitun mereka.

Salah satu warga Palestina yang baru-baru ini ditahan oleh Israel telah dibebaskan selama gencatan senjata yang berlangsung singkat pada bulan Januari dalam pertukaran tahanan, kemudian ditangkap kembali, menurut kantor berita WAFA.

Kekerasan di lapangan juga disertai dengan retorika dari para pejabat Israel, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang mendesak para pendukungnya untuk menekan Presiden AS Donald Trump agar mendukung aneksasi Tepi Barat.

Dia juga mengatakan bahwa Israel harus mendeklarasikan “kedaulatan” atas Tepi Barat yang diduduki, dengan mengatakan bahwa hal ini akan menghalangi “gagasan berbahaya tentang negara Palestina”.

Militer Israel sangat aktif di Suriah dalam beberapa hari terakhir, dengan media lokal melaporkan serangan hampir setiap hari ke wilayah Suriah di sepanjang perbatasan selatan.

Desember lalu, ketika rezim Presiden terguling Bashar al-Assad jatuh, Israel merambah wilayah Suriah dan menyerang infrastruktur militernya di seluruh negeri. Israel terus melanjutkan serangannya, meskipun pemerintahan baru Suriah belum membalas agresi Israel.

Serangan tersebut termasuk pengintaian, infiltrasi darat oleh tentara Israel, penangkapan dan penghilangan warga Suriah, dan pendirian pos pemeriksaan di wilayah Suriah, menurut media Suriah.

Agresi terbaru Israel terjadi pada Ahad pagi di desa al-Razaniyah dan Sayda al-Hanout, di pedesaan Quneitra, menurut laporan media pemerintah Suriah, SANA.

“Satu unit pasukan Israel, yang terdiri dari empat kendaraan militer, mendirikan pos pemeriksaan di antara kedua desa tersebut. Selama operasi tersebut, pasukan tersebut menahan seorang distributor roti lokal yang melayani desa-desa sekitar dekat Sayda, sebelum melepaskannya dan menarik diri dari daerah tersebut,” kata seorang reporter SANA.

Banyak desa di Quneitra, Suriah selatan, telah menjadi sasaran serangan Israel dalam beberapa pekan terakhir, menurut media Suriah Enab Baladi.

Pada sidang Dewan Keamanan PBB pada tanggal 24 Oktober, Perwakilan Suriah untuk PBB Ibrahim Olabi mengatakan Israel harus menahan diri untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Suriah dan harus menghentikan serangannya ke wilayah Suriah.

Dia juga mengutuk pendudukan Israel yang terus berlanjut di wilayah Suriah, termasuk Dataran Tinggi Golan.

Olabi mengatakan praktik “agresif” Israel melanggar Perjanjian Pelepasan 1974 antara Suriah dan Israel. Israel sebelumnya mengatakan perjanjian tahun 1974 tidak berlaku lagi sejak jatuhnya Assad.**

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Israel Masih Lakukan Penyerangan Ditengah Genjatan Senjata Palestina, Lebanon, dan Suriah Read More »

Taktik Asimetris Hamas di Gaza: Sebuah Analisis Perbandingan dengan Strategi Perang Nabi Muhammad ﷺ

WAKAFDT.OR.IDPasca konflik berkepanjangan, wilayah Gaza kini memasuki fase pemulihan. Seiring dengan pembebasan tahanan dan pemulangan sandera, upaya untuk menstabilkan situasi keamanan sedang berlangsung. Keberhasilan dalam mencapai kondisi ini tidak lepas dari ketahanan gerakan perlawanan, terutama Hamas, yang konsisten dalam mempertahankan wilayah Palestina.

Analisis militer dan sejarah sering mengaitkan strategi perang Hamas dengan beberapa prinsip taktis yang diterapkan oleh Nabi Muhammad ﷺ, sebagaimana didokumentasikan dalam studi sejarah Islam (Sirah Nabawiyah). Tinjauan berikut mengulas kemiripan pendekatan militer tersebut:

1. Kecerdasan Taktis dan Perang Asimetris

Strategi Sirah: Pada periode awal di Madinah, di mana kaum Muslimin masih minoritas, Nabi Muhammad ﷺ (sebagaimana dicatat dalam Sirah Ibn Ishaq) mengedepankan kecerdasan taktis, manajemen psikologis, dan mobilitas tinggi sebagai kunci pertahanan. Contohnya, dalam Perang Badar, jumlah pasukan Muslim dan persenjataannya jauh lebih sedikit, namun kemenangan diraih berkat penguasaan medan yang superior.

Penerapan Hamas: Menghadapi kekuatan militer Israel yang jauh lebih unggul (disparity of power), Hamas secara efektif menggunakan konsep perang asimetris. Mereka memanfaatkan topografi medan, khususnya jaringan terowongan bawah tanah yang dikenal sebagai “Gaza Metro,” serta menggunakan roket rakitan dan jarak pendek untuk menetralkan keunggulan teknologi musuh.

2. Pemanfaatan Medan dan Geografi

Strategi Sirah: Perang Khandaq (Ahzab) adalah contoh nyata bagaimana Nabi ﷺ memodifikasi geografi dengan menggali parit besar untuk pertahanan. Taktik ini berhasil mengubah pertarungan frontal menjadi pengepungan yang menguntungkan pihak Muslim.

Penerapan Hamas: Hamas mengolah wilayah perkotaan padat di Gaza menjadi semacam benteng pertahanan alami. Jaringan terowongan tidak hanya berfungsi untuk pergerakan logistik dan personel secara rahasia, tetapi juga sebagai lapisan perlindungan geografi yang memperlambat dan mempersulit operasi darat pasukan Israel.

3. Taktik Gerilya dan Mobilitas Cepat

Strategi Sirah: Eksperimen militer kecil seperti Perang Dzat al-Riqa’ menunjukkan taktik serangan mendadak (raid) dan pergerakan cepat untuk melemahkan musuh tanpa perlu konfrontasi besar-besaran. Dalam kasus Dzat al-Riqa’, kehadiran pasukan Muslim sudah cukup untuk menghancurkan moral musuh sehingga mereka melarikan diri, menunjukkan kemenangan taktis tanpa pertumpahan darah.

Penerapan Hamas: Organisasi ini menggunakan pendekatan serupa melalui operasi gerilya skala kecil, serangan roket tak terduga, dan infiltrasi yang dilakukan oleh sel-sel kecil yang sulit dilacak oleh sistem militer konvensional Israel.

4. Perang Psikologis dan Propaganda

Strategi Sirah: Nabi Muhammad ﷺ dikenal ahli dalam strategi psikologis. Dalam kasus Perang Khandaq, selain parit, ide untuk menggoyahkan mental musuh dengan negosiasi terpisah dan menunjukkan keteguhan iman (seperti pelaksanaan Salat Khauf) berhasil menekan moral musuh.

Penerapan Hamas: Serangan roket yang dilakukan Hamas, selain bertujuan militer, juga memiliki fungsi utama sebagai alat tekanan psikologis. Aksi ini bertujuan menciptakan rasa waspada, mengganggu kehidupan normal, dan merusak citra keamanan total yang diklaim oleh Israel.

5. Intelijen dan Kerahasiaan

Strategi Sirah: Pentingnya pengumpulan informasi dan kerahasiaan ditekankan oleh Nabi ﷺ, seperti pengiriman mata-mata sebelum Perang Badar.

Penerapan Hamas: Gerakan ini sangat bergantung pada sistem intelijen internal yang ketat, komunikasi tertutup, dan penggunaan teknologi sederhana untuk menghindari penyadapan. Kerahasiaan ini menjadi faktor yang sering kali menyulitkan lembaga intelijen Israel dalam memetakan keseluruhan struktur organisasi mereka.

6. Ketahanan Moral dan Legitimasi

Strategi Sirah: Ketahanan luar biasa dan keteguhan yang dicontohkan Nabi Muhammad ﷺ, misalnya dalam Perang Uhud, menjadi modal moral utama umat Islam. Selain itu, peperangan selalu dilandaskan pada legitimasi wahyu, yaitu sebagai perlawanan terhadap penindasan (seperti Surah Al-Hajj ayat 39).

Penerapan Hamas: Anggota Hamas menanamkan nilai ketahanan dan semangat perjuangan yang kuat, didukung oleh narasi keagamaan dan semangat syahid (istisyhad). Pembingkaian perjuangan ini memberikan legitimasi moral di mata pendukung lokal dan meraih simpati luas di dunia Islam, menjadi kunci ketahanan psikologis menghadapi blokade dan tekanan militer.

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Taktik Asimetris Hamas di Gaza: Sebuah Analisis Perbandingan dengan Strategi Perang Nabi Muhammad ﷺ Read More »

Gencatan Senjata di Gaza Memasuki Hari Kedua, Fokus pada Pemulihan dan Tingkat Kerusakan

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Situasi di Jalur Gaza dilaporkan tenang tanpa adanya pertempuran antara Israel dan Hamas, seiring dengan berlakunya gencatan senjata untuk hari kedua pada Sabtu (11/10/2025).

Saat jeda pertempuran dimanfaatkan oleh warga Palestina yang mengungsi untuk kembali ke kawasan mereka, skala kerusakan parah akibat konflik yang berlangsung selama dua tahun terakhir mulai terlihat jelas.

Laporan dari otoritas Gaza yang dikutip oleh media lokal menyebutkan bahwa sekitar 85 persen wilayah kota besar Khan Younis di Gaza selatan dan daerah seerahnya telah hancur.

Pada hari Sabtu, pihak berwenang Gaza mengumumkan bahwa berbagai badan pemerintah, kepolisian, dan pemerintah daerah telah bergerak cepat. Misi yang sedang mereka jalankan meliputi:

  • Evakuasi jenazah korban yang terperangkap.
  • Pembersihan puing-puing bangunan.
  • Pemulihan sistem air dan sanitasi.
  • Pembukaan akses jalan di berbagai lingkungan perumahan.

Pemerintah setempat telah mengajukan permohonan bantuan kepada komunitas internasional untuk segera mengirimkan pasokan logistik mendesak. Bantuan ini dianggap hanya dapat tersalurkan secara efektif jika blokade dicabut dan semua penyeberangan dibuka tanpa adanya pembatasan politik.

Sementara itu, belum ada laporan perkembangan baru terkait pembebasan sandera Israel. Hamas sebelumnya diperkirakan akan membebaskan para sandera dalam waktu 72 jam sejak dimulainya gencatan senjata. Situasi ini terus menjadi perhatian utama masyarakat Israel.

Gerakan Solidaritas Global: Wakaf DT Luncurkan Program Cash Wakaf for Palestine

Kolaborasi Kemanusiaan Melalui Wakaf Uang

Di tengah krisis kemanusiaan yang mendalam di Gaza, lembaga filantropi Islam Indonesia turut mengambil peran aktif. Wakaf Daarut Tauhiid (DT) menginisiasi program Cash Wakaf for Palestine sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata membantu masyarakat di wilayah konflik tersebut.

Program ini mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi melalui skema wakaf uang (tunai). Dana yang terhimpun tidak hanya bertujuan untuk bantuan konsumtif jangka pendek, tetapi dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan bagi korban konflik.

Dana wakaf yang terkumpul akan difokuskan untuk beberapa sektor penting, antara lain:

  • Penyediaan Kebutuhan Mendesak: Bantuan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
  • Dukungan Kesehatan: Pengadaan alat kesehatan dan layanan medis darurat.
  • Pemulihan Infrastruktur: Kontribusi pada perbaikan fasilitas dasar, seperti sekolah atau tempat ibadah, setelah kerusakan parah.

Dengan sistem wakaf, Wakaf DT berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi “investasi abadi” yang terus menghasilkan manfaat bagi kesejahteraan warga Palestina. Program ini menjadi salah satu cara efektif bagi umat Muslim di Indonesia untuk menyalurkan solidaritas dan dukungan kemanusiaan mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: NHK World Japan


WAKAFDT.OR.ID

Gencatan Senjata di Gaza Memasuki Hari Kedua, Fokus pada Pemulihan dan Tingkat Kerusakan Read More »

Indonesia Tolak Visa Atlet Israel untuk Kejuaraan Senam Dunia 2025

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dengan menolak menerbitkan visa bagi seluruh atlet Israel yang dijadwalkan berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta (19-25 Oktober 2025).

Penolakan ini dikonfirmasi oleh Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, pada Kamis (9/10), dan disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Yusril menegaskan bahwa Indonesia mengecam Israel atas kekejaman di Gaza dan tidak akan menjalin kontak apa pun dengan Israel sampai mereka mengakui keberadaan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Sikap ini juga didukung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang sebelumnya menyatakan tidak mengizinkan kehadiran atlet Israel karena berpotensi memicu kemarahan publik di Jakarta, mengingat kuatnya memori terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza.

Bahkan, pihak Federasi Senam Artistik dilaporkan telah menarik sponsorship yang diajukan setelah mengetahui sikap tegas pemerintah Indonesia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Indonesia Tolak Visa Atlet Israel untuk Kejuaraan Senam Dunia 2025 Read More »

Tuntutan Hamas dengan Penjajah dalam Perundingan Gaza

WAKAFDT.OR.ID | GAZA — Pemimpin Hamas, Fawzi Barhoum, baru-baru ini memperingati dua tahun sejak “Operasi Topan Al-Aqsa” dan menegaskan kembali sikap tegas kelompoknya.

Barhoum menyatakan bahwa Hamas tidak akan menerima kesepakatan apa pun yang tidak menjamin penghentian pendudukan Israel secara menyeluruh dan rekonstruksi Gaza.

Dalam perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung (disebutkan di Sharm El-Sheikh dan Kairo), tuntutan utama Hamas adalah:

  • Gencatan senjata yang komprehensif dan permanen.
  • Penarikan penuh seluruh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
  • Akses bantuan tanpa batas.
  • Kepastian kembalinya para pengungsi.
  • Dimulainya rekonstruksi di bawah pengawasan badan teknokrat Palestina.

Kesepakatan pertukaran tahanan yang adil.

Sumber Hamas kepada Aljazirah menyebutkan bahwa delegasi mereka menuntut agar tahapan pembebasan sandera Israel harus terikat langsung dengan tahapan penarikan pasukan Israel.

Pembebasan sandera terakhir harus bertepatan dengan penarikan pasukan terakhir, dan Hamas menuntut jaminan internasional untuk hal ini.

Barhoum menekankan bahwa prioritas utama gerakan perlawanan adalah penghentian segera agresi Zionis dan perang genosida di Gaza.

Ia menyoroti penderitaan warga Gaza selama dua tahun terakhir—termasuk genosida, kelaparan, dan kehancuran total—menyebutkan korban tewas lebih dari 67.000 jiwa, dengan sebagian besar adalah warga sipil.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump (menurut Aljazirah Arab) menyatakan bahwa perundingan yang sangat serius mengenai Gaza sedang berlangsung dan melihat peluang nyata untuk kemajuan dalam rencana mengakhiri perang dan membebaskan para tahanan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Tuntutan Hamas dengan Penjajah dalam Perundingan Gaza Read More »

Dua Tahun Konflik: Gaza Hadapi Kehancuran Total dan Krisis Kemanusiaan Akut

WAKAFDT.OR.ID | GAZA — Kantor Media Pemerintah Gaza pada hari Minggu (5/10/2025) merilis laporan mengejutkan mengenai dampak dua tahun agresi Israel yang berkelanjutan.

Data terbaru ini mengungkap tingkat kehancuran masif, pengungsian besar-besaran, dan puluhan ribu korban sipil di wilayah kantong yang terkepung tersebut.

Angka Kematian dan Kehilangan:

Laporan tersebut menyatakan bahwa sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, lebih dari 76.600 warga Palestina telah tewas atau dinyatakan hilang.

Dari angka itu, 67.139 kematian telah terkonfirmasi di rumah sakit, dan sekitar 9.500 orang diperkirakan masih terkubur di bawah reruntuhan.

Ironisnya, lebih dari separuh korban jiwa adalah kelompok rentan: anak-anak (lebih dari 20.000), perempuan (lebih dari 12.500), dan lansia.

Konflik ini telah menghapus seluruh silsilah keluarga dari catatan sipil; 2.700 keluarga telah musnah total, dan 6.000 lebih hanya menyisakan satu anggota.

Infrastruktur dan Bencana Kemanusiaan:

Serangan dan pengeboman Israel dituduh telah menghancurkan hampir 90 persen infrastruktur Gaza. Wilayah ini kini menghadapi keruntuhan kemanusiaan total, dengan perkiraan lebih dari 80 persen wilayah daratan berada di bawah pendudukan. Lebih dari dua juta warga sipil telah dipaksa mengungsi berulang kali.

Laporan tersebut juga menyoroti dugaan kampanye kelaparan dan pembersihan etnis, dengan lebih dari 200.000 ton bahan peledak dijatuhkan selama dua tahun, bahkan menargetkan “zona aman” kemanusiaan al-Mawasi lebih dari 130 kali.

Sistem kemanusiaan berada di ambang kolaps:

  • 38 rumah sakit dan 96 klinik telah hancur atau tidak berfungsi.
  • 197 ambulans diserang.
  • Lebih dari 1.600 tenaga medis, 254 jurnalis, 140 anggota pertahanan sipil, dan 540 pekerja bantuan tewas.

Dengan lebih dari 169.000 orang terluka, rumah sakit Gaza tidak mampu memberikan perawatan memadai. Sebanyak 22.000 pasien yang seharusnya dirawat di luar negeri masih terperangkap di Gaza.

Kekurangan akut makanan, obat-obatan, dan susu formula bayi telah menyebabkan 650.000 anak-anak menghadapi kelaparan yang mengancam jiwa.

PBB memperingatkan bahwa 2,4 juta penduduk Gaza menghadapi tingkat kekurangan yang belum pernah terjadi, hampir seluruhnya bergantung pada bantuan luar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Dua Tahun Konflik: Gaza Hadapi Kehancuran Total dan Krisis Kemanusiaan Akut Read More »

Global Sumud Flotilla: Misi Kemanusiaan untuk Gaza Tetap Berkobar Meski Dibajak

WAKAFDT.OR.ID | LAUT MEDITERANIA – Armada Global Sumud Flotilla mungkin telah dibajak, namun para aktivis bersumpah bahwa misi mereka tidak akan pernah gagal dan tujuan mereka untuk rakyat Palestina di Gaza akan terus diperjuangkan.

Dari haluan Kapal Marinette, aktivis Turki Omer Faruk Narli melayangkan tangan dan berteriak lantang, seperti mengumandangkan janji suci. “Dari lautan untuk Gaza. Kami tidak akan pernah membiarkanmu dilupakan. Ini adalah suara kemanusiaan!” serunya, mengirimkan pesan harapan di tengah pengepungan militer.

Kapal Marinette, yang berbendera Polandia, adalah satu dari enam armada yang dibeli oleh Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) untuk menyukseskan pelayaran akbar Global Sumud Flotilla. Misi pelayaran ini bertujuan menembus blokade Israel untuk mengantarkan bantuan logistik dan obat-obatan bagi warga Gaza yang telah mengalami pengepungan dan genosida selama 25 bulan.

Perjuangan Kapal Terakhir yang Bertahan

Kapal Marinette menjadi armada Global Sumud Flotilla yang paling terakhir berjuang mencapai Gaza. Kapal ini sempat tertinggal dari konvoi utama yang berangkat serempak sejak 14 September dari berbagai dermaga di Tunisia, Italia, dan Yunani.

Pada Rabu (1/10/2025) siang, sebagian besar dari 41 kapal kemanusiaan itu sudah berada di titik R2, zona merah menuju R1. Sementara Kapal Marinette masih tertahan di kawasan R3, sekitar 98 nautical miles (nm) dari pantai Gaza. Kapal ini sempat mengalami kendala mesin di perairan R3.

Malam harinya, saat sekitar 20 armada perang Angkatan Laut Zionis Israel dilaporkan mulai mengepung konvoi di kawasan R2 menuju R1, Kapal Marinette berjuang keras menyusul. Jarak dari R2 dan R1 ke bibir pantai Gaza hanyalah sekitar 66 nm hingga 32 nm.

Kapten relawan asal Australia, Cameron John Tribe, yang mengemudikan Marinette, sempat menyampaikan keyakinannya. “Kami berada di Marinette, dan kami yakin kami adalah kapal terakhir yang masih bertahan… Kami tidak menyangka, setelah melaju sepanjang malam, kami dapat sampai di sini (R2), sementara kapal-kapal yang lainnya sudah disergap,” katanya.

Pembajakan di Zona Merah

Perjuangan Marinette berakhir di kawasan R2, sekitar 48 nm arah barat bibir pantai Gaza. Kapal tersebut akhirnya mati mesin. Berdasarkan tayangan live tracker, tim Shayatet-13, skuat khusus Angkatan Laut Israel, datang menggunakan perahu karet militer.

Sebelum Marinette dibajak pada Kamis (2/10/2025) pukul 08:29 waktu Laut Tengah, Kapal Mikeno, salah satu armada terdepan, sempat berhasil menembus ke perairan Gaza, hanya berjarak 7 nm dari daratan. Namun, Mikeno juga berhasil diburu dan dibajak oleh Shayatet-13, menyandera delapan relawan dari tujuh negara.

Nasib serupa tak terhindarkan. Para serdadu Israel yang membawa senjata laras panjang menaiki Kapal Marinette dan menyandera enam aktivis di dalamnya, termasuk Omer Faruk Narli.

Sebelum ditangkap, Omer Faruk meneriakkan pesan perlawanan terakhir, yang kini dikenang sebagai ‘Teriakan Singa’ di saluran komunikasi partisipan flotilla. “Tidak ada satupun yang bisa menghentikan kami untuk kalian yang ada di Gaza. Apapun risikonya, Palestina harus merdeka,” tegasnya.

Total, dari penyerangan dan pembajakan 42 armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla, Israel menyandera sedikitnya 512 relawan dan aktivis dari 47 negara. Mereka termasuk tokoh-tokoh global dan anggota parlemen yang dikenal gigih memperjuangkan kemerdekaan Palestina, seperti Greta Thunberg (Swedia), Mandla Mandela (Afrika Selatan), dan Thiago Avila (Brasil).

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Global Sumud Flotilla: Misi Kemanusiaan untuk Gaza Tetap Berkobar Meski Dibajak Read More »

Memetik Keteladanan, Merajut Kepedulian: Kisah Kajian Islami di Sekolah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Di tengah hiruk pikuk rutinitas belajar, sebuah suasana khidmat nan hangat menyelimuti aula sekolah. Ratusan pasang mata, mulai dari siswa hingga guru, tampak larut dalam Kajian Islami spesial yang digelar pihak sekolah.

Acara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah perjalanan rohani yang bertujuan utama: meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.

Antusiasme peserta begitu terasa. Mereka duduk khusyuk, menyerap setiap poin inspiratif yang disampaikan oleh Ustadz Taufik Hidayat, M.Sos.

Dalam materinya, Ustadz Taufik tidak hanya mengupas teori, tetapi juga kisah-kisah praktis mengenai perilaku luhur Rasulullah yang relevan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fokus dan semangat para peserta menjadi cerminan bahwa nilai-nilai agama dan moral tetap menjadi prioritas utama di lingkungan pendidikan ini.

Dari Ilmu ke Aksi Nyata: Dana Kemanusiaan untuk Palestina

Namun, momen istimewa ini tak berhenti hanya pada penyerapan ilmu. Kajian ini juga diangkat menjadi sebuah platform kepedulian sosial. Pihak sekolah memanfaatkan momen berkah ini sebagai sarana penggalangan dana kemanusiaan.

Di tengah jeda, sebuah kotak amal diletakkan, mengalirkan sumbangan sukarela dari hati yang tergerak. Dan hasilnya sungguh mengharukan: dalam satu sesi, berhasil terkumpul dana “cash wakaf for Palestine” sejumlah Rp3.404.200.

Angka ini bukan sekadar nominal, melainkan bukti nyata bahwa semangat berbagi dan empati global telah tertanam kuat di sanubari para siswa dan guru.

Kebanggaan Kepala Sekolah dan Penutup Penuh Semangat

Di penghujung acara, Kepala Sekolah mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. Dengan bangga ia menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja samanya. Antusiasme siswa dan guru dalam menyimak kajian serta kepedulian mereka untuk Palestina sungguh membanggakan,” ujarnya, menyoroti bagaimana kegiatan ini berhasil menyatukan hati dalam ilmu dan aksi.

Untuk mengakhiri kebersamaan yang penuh makna ini, keceriaan kembali mewarnai ruangan. Pembagian doorprize menjadi penutup manis, memberikan refreshment dan semangat baru bagi seluruh peserta.

Kegiatan ini menjadi narasi kuat yang menunjukkan bahwa sekolah tersebut berkomitmen lebih dari sekadar nilai akademis.

Melalui Kajian Islami, sekolah ini berhasil menanamkan tiga pilar penting: nilai agama, moralitas, dan kepedulian sosial yang tinggi, membuktikan bahwa pendidikan sejati adalah tentang mencetak pribadi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memetik Keteladanan, Merajut Kepedulian: Kisah Kajian Islami di Sekolah Read More »

Angkatan Laut Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla Dekat Perairan Gaza

WAKAFDT.OR.ID | GAZA — Armada Kapal Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina, melaporkan bahwa mereka telah dicegat oleh Angkatan Laut Israel pada Rabu malam, 1 Oktober, waktu setempat.

Flotilla GSF, yang terdiri dari sekitar 45 kapal dengan aktivis dan politikus dari berbagai negara, berada sekitar 131 kilometer dari pesisir Gaza ketika insiden tersebut terjadi. Tindakan ini merupakan upaya terbaru Israel untuk memberlakukan blokade terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut.

“Kapal-kapal perang [Israel] bergerak untuk mencegat armada, dengan sisa jarak hanya 81 mil laut menuju Gaza,” demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh kontingen Maghreb dari GSF, seperti yang dikutip oleh AFP.

Politikus Prancis, Marie Mesmeur, dan anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina, Rima Hassan, turut mengonfirmasi bahwa kapal yang mereka tumpangi telah dihentikan.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, bahkan mengunggah di platform X bahwa otoritas Israel “saat ini sedang menaiki” kapal-kapal armada tersebut. Setidaknya enam kapal GSF dipastikan telah dihentikan oleh Angkatan Laut Israel.

Penahanan Aktivis dan Klaim Israel

Kementerian Luar Negeri Israel (Kemlu) melalui akun X mereka menyatakan bahwa “beberapa kapal dari armada Hamas-Sumud telah berhasil dihentikan dan para penumpangnya sedang dibawa ke sebuah pelabuhan Israel.”

Salah satu anggota GSF yang ditahan adalah aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg. Kemlu Israel, seperti dikutip oleh Al Jazeera, memastikan: “Greta dan rekan-rekannya dalam keadaan aman dan sehat.”

Mereka juga merilis sebuah video yang menunjukkan Thunberg sedang dikawal oleh aparat. Namun, Israel tidak menyajikan bukti konkret untuk mendukung klaim mereka bahwa armada tersebut memiliki kaitan dengan Hamas. Para aktivis menyebut pencegatan ini sebagai tindakan yang ilegal dan merupakan bentuk “pembajakan.”

Peringatan dan Desakan Internasional

Pencegatan ini terjadi setelah Israel mengklaim telah mengeluarkan peringatan kepada armada GSF agar tidak memasuki perairan Gaza, yang masuk dalam wilayah blokade maritim yang ditetapkan Israel.

Kemlu Israel menyatakan: “Angkatan Laut Israel telah menghubungi armada dan meminta mereka mengubah jalur,” serta menambahkan bahwa Israel telah memberi tahu armada tersebut bahwa mereka “mendekati zona pertempuran aktif dan melanggar blokade laut yang sah.”

Sebelumnya, Spanyol dan Italia telah mendesak armada tersebut untuk berhenti sebelum memasuki zona larangan yang diumumkan Israel di lepas pantai Gaza. Kedua negara tersebut bahkan mengirim kapal perang untuk mengawal GSF.

Salah satu kapal utama, Alma, dilaporkan “dikepung secara agresif oleh kapal perang Israel,” dan kapal lainnya, Sirius, mengalami “manuver pengganggu yang serupa.”

GSF, melalui unggahan di X, menyatakan bahwa mereka tetap “waspada saat memasuki wilayah di mana armada-armada sebelumnya dicegat dan/atau diserang.”

Sekitar pukul 15.00 GMT pada hari Rabu, armada melaporkan jarak pelayaran mereka hanya kurang dari 90 mil laut (sekitar 170 kilometer) dari Gaza, dan menegaskan: “Kami berlayar tanpa gentar menghadapi ancaman dan intimidasi Israel.”

Menteri Transformasi Digital Spanyol, Oscar Lopez, mendesak GSF agar tidak melintasi zona larangan Israel, dengan mengatakan kepada televisi publik Spanyol: “Pesan kami kepada armada sudah jelas: jangan masuk ke zona itu,” dan menegaskan bahwa kapal pengawal angkatan laut Spanyol tidak akan memasuki area tersebut.

Sementara itu, Italia bahkan menyerukan para aktivis untuk “segera menghentikan” pelayaran dan kemudian menarik mundur pengawalan kapal fregatnya yang berada 278 km dari garis pantai Gaza.

Menteri Pertahanan Italia, Guido Cresetto, menduga kapal bantuan itu akan dicegat di laut lepas dan para aktivis akan ditangkap. Para aktivis menganggap keputusan Spanyol dan Italia ini sebagai upaya untuk “menggagalkan” misi mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: CNN


WAKAFDT.OR.ID

Angkatan Laut Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla Dekat Perairan Gaza Read More »

Israel Paksa 450 Ribu Warga Gaza Mengungsi

WAKAFDT.OR.ID | GAZA — Gelombang pengungsian besar-besaran kembali terjadi di Jalur Gaza. Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan, sejak Israel memulai operasi militernya untuk merebut pusat Kota Gaza pada Agustus lalu, sekitar 450.000 warga Palestina telah meninggalkan kota tersebut menuju wilayah selatan.

“Jumlah warga yang mengungsi dari Kota Gaza ke arah selatan telah mencapai 450.000 orang sejak awal operasi militer,” ujar Mohamed al-Mughayir, pejabat Badan Pertahanan Sipil Gaza yang berada di bawah otoritas Hamas, dikutip dari AFP.

Sementara itu, pihak militer Israel memperkirakan jumlah pengungsi bahkan lebih tinggi, yakni sekitar 480.000 orang. Israel sebelumnya telah meminta penduduk Gaza untuk segera mengungsi seiring intensifnya serangan darat.

Pada Jumat (19/9), militer Israel memperingatkan akan melakukan operasi dengan “kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya” di Kota Gaza.

Serangan darat diperluas, dengan klaim bahwa lebih dari 10 anggota Hamas tewas dalam 24 jam terakhir. Infrastruktur yang dikaitkan dengan kelompok tersebut juga menjadi sasaran utama.

Di wilayah selatan, pasukan Israel melanjutkan operasi di Khan Younis dan Rafah. Beberapa anggota Hamas dilaporkan tewas, sementara puluhan lokasi yang diduga digunakan kelompok militan dihancurkan.

Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas menyatakan setidaknya 22 orang meninggal dunia dalam serangan terbaru Israel di seluruh wilayah Jalur Gaza. Namun, angka korban ini belum dapat diverifikasi secara independen serta tidak dibedakan antara warga sipil dan militan.

Bersamaan dengan gencarnya operasi militer, Israel menutup Jalan Salah al-Din, yang sebelumnya menjadi jalur evakuasi alternatif bagi warga dari Kota Gaza menuju selatan. Kini, warga yang ingin mengungsi hanya dapat melintas melalui jalan pesisir Rashid.

Wakaf Daarut Tauhiid (DT) melalui program cash wakaf for Palestine berkomitmen membantu saudara kita di Palestina.

Melalui dana wakaf yang dihimpun, nantinya akan diproduktifkan untuk memakmurkan aset wakaf di DT, kemudian hasil produktifitasnya akan disalurkan sepenuhnya untuk membantu Palestina.

Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan untuk warga Palestina khusunya Gaza, dan Allah lekas berikan mereka kemenangan atas penjajahan Israel. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: detik

WAKAFDT.OR.ID

Israel Paksa 450 Ribu Warga Gaza Mengungsi Read More »