Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Serikat Ekonomi Pesantren dan Wakaf DT Jalin Kolaborasi untuk Optimalkan Lahan Wakaf Produktif

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) dan Wakaf Daarut Tauhiid (DT) telah memulai penjajakan kerja sama strategis. Kolaborasi ini fokus pada pemanfaatan aset lahan wakaf yang produktif guna memperkuat kemandirian finansial pesantren.

Sinergi ini ditujukan untuk memaksimalkan potensi lahan wakaf yang belum sepenuhnya optimal, terutama melalui pengembangan sektor pertanian dan berbagai jenis usaha produktif lainnya.

Direktur Wakaf Produktif Wakaf DT, Dody Ekapriades Topan, menyoroti betapa krusialnya peran wakaf produktif dalam menjamin keberlanjutan operasional pesantren.

“Wakaf produktif merupakan fondasi utama yang menyokong kebutuhan pesantren. Oleh karena itu, seiring dengan bertambah besarnya pesantren, pengembangan wakaf produktifnya juga wajib ditingkatkan,” jelasnya.

Menanggapi inisiatif kerja sama ini, Ketua Serikat Ekonomi Pesantren, Ahmad Tazakka, memberikan sambutan positif. Ia menyatakan bahwa langkah ini sangat sesuai dengan visi SEP, yaitu memberdayakan pesantren dari sisi ekonomi serta mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki oleh umat.

“Kami sangat mendukung rencana kolaborasi ini karena selaras dengan tujuan SEP untuk memajukan kemandirian ekonomi pesantren melalui manajemen aset wakaf yang menghasilkan,” tegasnya.

Salah satu pembahasan utama dalam diskusi tersebut adalah rencana memanfaatkan lahan wakaf untuk pertanian produktif, dengan fokus khusus pada budidaya tanaman sacha inchi.

Tanaman ini dikenal luas sebagai super food berkat kandungan Omega-3, protein nabati, dan antioksidannya yang tinggi. Selain memberikan manfaat kesehatan, sacha inchi juga menjanjikan nilai ekonomi signifikan untuk pasar domestik dan ekspor.

Rencana pengembangan budidaya sacha inchi ini diharapkan dapat menjadi prototipe pertanian modern di lingkungan pesantren yang mampu memberikan nilai tambah tinggi.

Lebih jauh lagi, inisiatif ini dirancang sebagai sumber pendapatan jangka panjang bagi pesantren sekaligus sarana pemberdayaan bagi masyarakat di sekitarnya.

Sinergi antara SEP dan Wakaf DT ini diharapkan dapat menjadi teladan konkret bagaimana lembaga pesantren dan institusi wakaf dapat bersatu dalam membangun fondasi ekonomi umat yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Serikat Ekonomi Pesantren dan Wakaf DT Jalin Kolaborasi untuk Optimalkan Lahan Wakaf Produktif Read More »

SMP Daarut Tauhiid Boarding School Batam Gelar Deklarasi Anti Perundungan, Perkuat Budaya Positif

WAKAFDT.OR.ID | BATAM — SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam baru-baru ini dipenuhi semangat kebersamaan saat seluruh santri, guru, dan staf sekolah menyatukan tekad dalam Deklarasi Pencegahan Anti Bullying.

Inisiatif ini merupakan wujud komitmen nyata sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, suportif, dan penuh rasa kasih.

Kegiatan deklarasi ini digagas sebagai upaya kolektif untuk memupuk budaya positif di lingkungan sekolah. Para santri didorong untuk memahami pentingnya menghormati keragaman, menjauhi segala bentuk tindakan merendahkan, dan mengembangkan empati terhadap teman sebaya.

“Harapan kami, melalui deklarasi ini, tercipta budaya positif yang memungkinkan setiap individu merasa dihargai, didukung, dan termotivasi untuk mengembangkan potensi terbaik mereka,” jelas Adi Kurniawan, Humas Daarut Tauhiid Batam.

Suasana penuh haru dan kekompakan menyelimuti momen pembacaan naskah deklarasi oleh para santri.

Dengan suara lantang, mereka menegaskan tekad untuk menolak perundungan dan menunjukkan kebanggaan menjadi bagian dari gerakan yang menanamkan nilai-nilai kebaikan serta kasih sayang.

Deklarasi ini menekankan bahwa sekolah berfungsi lebih dari sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai wadah untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia, memiliki empati, dan berbudi luhur.

Dengan landasan nilai tauhid, SMP DTBS Batam bertekad melahirkan generasi penerus yang unggul secara intelektual, sekaligus memiliki kepedulian sosial dan karakter yang kuat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

SMP Daarut Tauhiid Boarding School Batam Gelar Deklarasi Anti Perundungan, Perkuat Budaya Positif Read More »

Wakaf Uang Tawarkan Fleksibilitas yang Tidak Dimiliki Oleh Wakaf Aset Fisik

WAKAFDT.OR.ID | BALI — Badan Wakaf Indonesia (BWI) mendorong kepengurusan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali untuk menjadi motor penggerak utama dalam transformasi wakaf uang.

Instrumen filantropi ini diarahkan untuk tidak lagi sekadar donasi sosial, melainkan menjadi investasi produktif yang mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata halal di Pulau Dewata.

Dorongan kuat ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris BWI Pusat, Dr. Drh. Emmy Hamidiyah, dalam acara Sosialisasi Wakaf Uang yang digelar di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Sabtu (18/10/2025).

Menurut Emmy, Bali memiliki konteks unik yang membuat wakaf uang menjadi sangat relevan.

“Potensi wakaf uang di Bali sangat besar, namun literasi masyarakat masih perlu ditingkatkan,” ujar Emmy. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar sekaligus peluang bagi BWI daerah adalah mengatasi kesenjangan literasi ini.

Tantangan Utama: Edukasi dan Profesionalisme

Emmy menjelaskan bahwa wakaf uang menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh wakaf aset fisik seperti tanah. Dana tunai yang terkumpul bisa langsung diinvestasikan pada sektor-sektor ekonomi bernilai tinggi.

Namun, untuk bisa sampai ke tahap itu, ada dua pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan: meningkatkan pemahaman publik dan memastikan pengelolaannya profesional.

Untuk merealisasikan transformasi wakaf uang Bali, Emmy menggarisbawahi tiga strategi utama yang harus menjadi fokus BWI daerah:

Sosialisasi Intensif: BWI Bali harus proaktif bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan berbagai komunitas, terutama di sektor kreatif.

Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat bahwa wakaf uang bukan sekadar sumbangan, melainkan sebuah investasi sosial yang manfaatnya bisa terus bergulir.

Sertifikasi Nazir: Kepercayaan publik adalah kunci. Untuk itu, BWI harus memastikan para nazhir (pengelola wakaf) di Bali memiliki sertifikasi kompetensi. Ini menjamin bahwa dana yang diamanahkan akan dikelola secara amanah, transparan, dan yang terpenting, produktif.

Inovasi Produk Wakaf: Agar menarik, produk wakaf harus relevan dengan kebutuhan lokal. Emmy mencontohkan pengembangan skema wakaf uang yang hasilnya disalurkan untuk modal usaha mikro bagi perajin lokal, desainer busana muslim, atau untuk membangun fasilitas penunjang pariwisata ramah muslim.

Peluang Emas di Sektor Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Halal

Integrasi wakaf uang dengan dua sektor unggulan Bali dinilai sangat strategis. Di sektor ekonomi kreatif, dana wakaf dapat menjadi modal bergulir bagi pelaku UMKM di bidang kerajinan tangan, kuliner halal, hingga modest fashion. Ini akan membantu memperkuat ekosistem industri kreatif lokal.

Sementara itu, di sektor pariwisata, investasi dari dana wakaf bisa digunakan untuk membangun fasilitas pendukung pariwisata halal.

Contohnya seperti pembangunan penginapan syariah, pusat oleh-oleh produk halal, atau restoran bersertifikasi halal. Langkah ini tidak hanya akan menarik segmen wisatawan baru, tetapi juga memperkuat diversifikasi ekonomi Bali.

Untuk mewujudkan ini, Emmy menekankan pentingnya sinergi. BWI Bali tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan lembaga keuangan menjadi syarat mutlak agar setiap investasi wakaf memberikan dampak ekonomi dan sosial yang optimal.

“Transformasi wakaf uang di Bali bukan hanya tentang mengumpulkan dana, tetapi juga menciptakan ekosistem yang berkelanjutan,” tutup Emmy.

Dengan strategi yang jelas dan dukungan semua pihak, wakaf produktif diharapkan dapat menjadi salah satu pilar baru yang ikut menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata di Pulau Dewata.**

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: BWI


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf Uang Tawarkan Fleksibilitas yang Tidak Dimiliki Oleh Wakaf Aset Fisik Read More »

Progres Pembangunan Gedung SSG DT Capai 66,41 %

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Gedung Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid (DT) terus menunjukkan kemajuan signifikan. Memasuki pekan ke-19 pengerjaan, realisasi progres fisik dilaporkan telah mencapai angka 66,41%.

Capaian ini menjadi kabar gembira bagi seluruh keluarga besar Daarut Tauhiid, mengingat Gedung SSG DT ini dirancang sebagai wadah utama untuk pembinaan karakter santri pelopor yang mandiri, serta pusat penguatan nilai-nilai baku (BAKU: Baik dan Kuat) bagi alumni dan jemaah DT.

Muhammad Gufron, selaku Pengawas Proyek, menyampaikan rasa syukurnya atas peningkatan progres yang berkelanjutan ini. “Alhamdulillah, progres pengerjaan terus meningkat sesuai target. Kami optimistis pembangunan akan berjalan lancar,” ujar Gufron.

Proyek ini, yang didanai melalui skema wakaf, menjadi bukti nyata dari sinergi umat. Oleh karena itu, Gufron secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muwakif yang telah menitipkan hartanya untuk pembangunan gedung SSG ini,” tambahnya. “Semoga Allah Swt. mengganti setiap wakaf yang disalurkan dengan pahala yang melimpah dan mengalir abadi sebagai amal jariyah.”

Gedung SSG DT kelak diharapkan dapat berfungsi maksimal sebagai sarana pelatihan intensif, ruang dakwah, serta pusat pengembangan sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat dan bermanfaat bagi umat.

Dengan progres yang terus melaju, semangat kebersamaan para muwakif dan tim proyek menjadi kunci utama dalam mewujudkan bangunan yang penuh keberkahan ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Progres Pembangunan Gedung SSG DT Capai 66,41 % Read More »

Aa Gym Menunggang Kuda, Inspirasi Kepemimpinan dan Pemanfaatan Aset Wakaf DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Rabu pagi (9/10/2025) yang sejuk di Eco Pesantren Daarut Tauhiid terasa istimewa. Udara segar yang menyelimuti lingkungan asri tersebut berpadu dengan aura semangat dan antusiasme dari santri dan civitas akademika.

Mereka berkumpul rapi di lapangan sekolah, menantikan kehadiran mursyid mereka, KH. Abdullah Gymnastiar, atau yang dikenal dengan sapaan akrab Aa Gym.

Kehadiran Aa Gym pagi itu membawa nuansa yang berbeda. Beliau tidak berjalan kaki, melainkan tampil memimpin seekor kuda gagah yang melangkah anggun.

Pemandangan ini sontak mengundang decak kagum dan tatapan penuh hormat dari para santri. Aura wibawa berpadu dengan kesederhanaan sang guru mengukir momen yang mendalam.

Dalam sesi tausiyahnya, Aa Gym memfokuskan pesan pada nilai-nilai yang terkandung dalam sunnah berkuda, sekaligus mengaitkannya secara implisit dengan urgensi pemanfaatan aset wakaf yang dikelola DT.

Kaitannya dengan Wakaf DT: Lingkungan tempat acara berlangsung, Eco Pesantren, serta fasilitas pendukung lainnya, merupakan hasil dari pengelolaan dan pengembangan aset wakaf DT. Aa Gym menggunakan aset wakaf ini sebagai platform dakwah, pendidikan, dan penempaan karakter.

Kuda yang beliau tunggangi adalah salah satu fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk melatih kepemimpinan dan kedisiplinan diri para santri, sekaligus menjadi bagian dari upaya DT untuk memajukan kegiatan yang sesuai dengan sunnah.

Pemanfaatan aset wakaf ini secara optimal membuktikan bahwa dana umat dapat menjadi sarana yang multifungsi: sebagai ladang amal jariyah, sarana pendidikan modern berbasis syariat, dan instrumen pembentukan karakter pemimpin masa depan.

Kepemimpinan dan Keberanian Mengambil Keputusan: Aa Gym menekankan bahwa berkuda adalah metafora sempurna untuk melatih jiwa kepemimpinan (leadership).

“Kepemimpinan yang utama adalah keberanian mengambil keputusan yang Allah sukai,” ujar beliau dengan nada tegas. “Hidup selalu menuntut kita untuk memilih, dan pemberani sejati adalah mereka yang memutuskan segala sesuatu sesuai dengan ridha Allah.”

Beliau melanjutkan bahwa inti dari berkuda bukan sekadar keterampilan fisik, melainkan penempaan mental, hati, dan kedisiplinan diri. Syarat-syarat berkuda, seperti tidak ragu, waspada, tenang, dan penuh kasih sayang, adalah karakter esensial yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin yang berani.

“Berkuda bukan semata olahraga, tetapi ibadah,” pungkas Aa Gym. “Ini adalah cara mengamalkan sunnah, berdakwah, menempa akal dan fisik, serta mencari pahala melalui upaya maksimal dalam pemanfaatan fasilitas yang ada, insyaa Allah.”

Momen penuh hikmah di atas aset wakaf DT ini menjadi inspirasi kuat bagi seluruh keluarga besar SMA DTBS Putra dan SMK DT. Di bawah langit pagi yang cerah, mereka terpacu untuk menjadi pemimpin yang berani, berkarakter mulia, dan siap mengelola amanah — termasuk aset wakaf umat — dengan penuh tanggung jawab dan visioner. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym Menunggang Kuda, Inspirasi Kepemimpinan dan Pemanfaatan Aset Wakaf DT Read More »

Wakaf Mushaf Al-Qur’an Menjangkau Pelosok: Ribuan Al-Qur’an Jadi Solusi Literasi Umat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Program Wakaf Mushaf Al-Qur’an yang diinisiasi oleh Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT) terus menunjukkan peran vitalnya dalam mendukung literasi Al-Qur’an di Indonesia, khususnya di daerah-daerah terpencil.

Program ini hadir sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan mushaf yang layak di berbagai penjuru negeri.

Kebutuhan Mendesak di Pelosok Negeri

Berdasarkan data Kementerian Agama, kebutuhan mushaf Al-Qur’an di Indonesia mencapai jutaan eksemplar per tahun. Kesenjangan ini paling terasa di kawasan pelosok, pondok pesantren kecil, dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di desa-desa terpencil.

Di banyak lokasi, mushaf yang tersedia sudah lapuk, lusuh, atau bahkan sobek karena termakan usia dan intensitas penggunaan. Akibatnya, para santri dan masyarakat harus bergiliran dan kesulitan dalam belajar membaca serta menghafal Al-Qur’an.

Minimnya ketersediaan mushaf yang layak menjadi hambatan serius bagi upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di kalangan umat Muslim, yang diperkirakan masih mencapai lebih dari 60% populasi.

Ribuan Mushaf Telah Terdistribusi

Menanggapi kondisi tersebut, Wakaf DT telah mendistribusikan puluhan ribu eksemplar mushaf Al-Qur’an ke berbagai pelosok daerah di Indonesia.

Proses penyaluran seringkali penuh tantangan, mengharuskan tim relawan menempuh perjalanan sulit ke daerah terpencil, namun semangat para penerima mushaf menjadi pendorong utama.

Mushaf yang disalurkan oleh Wakaf DT dirancang secara khusus (Wakaf Al-Qur’an Plus) untuk mempermudah pembelajaran.

Mushaf ini dilengkapi dengan tajwid warna, terjemah, tafsir ayat pilihan, bahkan kolom hikmah khusus dari K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), sehingga tidak hanya fokus pada aspek membaca, tetapi juga pemahaman dan pengamalan.

Pahala Abadi Melalui Amal Jariyah

Program Wakaf Mushaf Al-Qur’an tidak hanya berdampak besar secara sosial, tetapi juga menawarkan peluang besar bagi para pewakaf untuk menanam amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir.

Manfaat Wakaf Mushaf Al-Qur’an:

  • Pahala Mengalir Abadi: Setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca, dihafal, dan diamalkan oleh penerima mushaf akan mengalirkan pahala tanpa henti kepada pewakaf, bahkan setelah meninggal dunia.
  • Meningkatkan Literasi Al-Qur’an: Membantu memenuhi kebutuhan sarana belajar yang layak, sehingga mempercepat upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dan melahirkan generasi Qur’ani.
  • Mendukung Dakwah di Tepian Negeri: Menghidupkan kegiatan keagamaan di daerah terpencil dan menjadi pilar penguatan akidah umat di wilayah rawan.
  • Meringankan Beban Lembaga Pendidikan: Membantu pesantren, madrasah, dan TPQ di pelosok yang memiliki keterbatasan dana untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai.

Wakaf DT mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam program ini. Dengan berwakaf, setiap individu berkontribusi langsung dalam menyebarkan cahaya Al-Qur’an dan menyiapkan bekal amal terbaik untuk kehidupan akhirat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf Mushaf Al-Qur’an Menjangkau Pelosok: Ribuan Al-Qur’an Jadi Solusi Literasi Umat Read More »

Komitmen Daarut Tauhiid: Gedung Pendidikan Dikelola Oleh Wakaf DT Miliki IMB

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) menunjukkan komitmen tinggi terhadap kepatuhan hukum dan keamanan bangunan.

Seluruh unit pendidikan formal, mulai dari tingkat Play Group hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) serta berbagai asrama santri di bawah naungan DT, dilaporkan telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang lengkap dan sah.

Langkah ini menjadi penegasan atas prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance) dalam sebuah lembaga pendidikan keagamaan.

Aset Umat Melalui Pengelolaan Wakaf DT

Kepemilikan aset bangunan pendidikan di DT sepenuhnya berada di bawah pengelolaan Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT). Lembaga wakaf profesional ini didirikan oleh K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) telah memiliki izin resmi dari Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Seluruh pembangunan dan pengembangan sarana pendidikan DT, termasuk pengadaan lahan, konstruksi gedung sekolah dan asrama, serta fasilitas pendukung lainnya, dibiayai dan dikelola dari dana wakaf yang dihimpun dari masyarakat.

Wakaf DT memastikan bahwa setiap aset wakaf, termasuk bangunan, tidak hanya memberikan manfaat besar bagi pendidikan umat (mauquf alaih) tetapi juga dikelola secara amanah, profesional, dan legal. Hal ini diwujudkan melalui:

  1. Kepatuhan Legalitas: Memastikan semua bangunan memenuhi persyaratan perizinan, termasuk IMB, untuk menjamin keamanan dan menghindari masalah hukum di masa depan.
  2. Transparansi dan Akuntabilitas: Seluruh proses pembangunan dan penggunaan dana wakaf diawasi dan dilaporkan secara berkala kepada publik.
  3. Optimalisasi Manfaat: Aset wakaf berupa bangunan pendidikan digunakan secara maksimal untuk mencetak generasi ahli zikir, ahli fikir, dan ahli ikhtiar.

“Prinsip kami, setiap harta wakaf harus membawa keberkahan dan kemanfaatan yang abadi. Bagian dari keberkahan itu adalah memastikan bangunan kami aman, kuat, dan legal, dengan IMB yang lengkap,” ujar salah satu perwakilan pengurus Wakaf DT.

Kawasan Wakaf Terpadu DT, seperti di Gegerkalong dan Eco Pesantren, kini berdiri kokoh sebagai bukti nyata dari peran wakaf dalam membangun peradaban, di mana kepatuhan perizinan menjadi bagian tak terpisahkan dari nilai-nilai keislaman dan tata kelola yang baik. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Komitmen Daarut Tauhiid: Gedung Pendidikan Dikelola Oleh Wakaf DT Miliki IMB Read More »

Kajian KKMT Daarut Tauhiid Menggema: Memadukan Akhlakul Karimah dan Kemandirian Ekonomi Umat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Masjid Daarut Tauhiid (DT) kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pemberdayaan umat melalui penyelenggaraan rutin Kajian Kelompok Kerja Majelis Ta’lim (KKMT) pada Sabtu (4/10/2025).

Acara bulanan ini sukses menarik antusiasme ratusan jemaah, yang bukan hanya hadir untuk memperkaya spiritual, tetapi juga menguatkan pondasi ekonomi syariah.

Lebih dari 550 jemaah, yang terdiri dari warga setempat dan peserta umum, memadati masjid sejak pagi hingga menjelang siang.

Data panitia mencatat, kehadiran tertinggi didominasi oleh warga dari Kelurahan Isola (162 orang) dan Gegerkalong (123 orang), menunjukkan tingginya minat masyarakat sekitar terhadap pembinaan akhlak dan ilmu terapan.

Dua Pilar Kebahagiaan: Lisan Terpelihara dan Ekonomi Syariah

Kajian kali ini menghadirkan dua materi utama yang disampaikan oleh tokoh inspiratif Daarut Tauhiid:

KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), dalam tausiyahnya yang bertema “Hidup Bahagia dengan Lisan yang Terpelihara,” Aa Gym menekankan bahwa menjaga ucapan adalah kunci fundamental untuk mencapai ketenangan hidup.

Beliau mengingatkan bahwa banyak konflik dan masalah berawal dari lisan yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, setiap Muslim wajib berhati-hati agar lisannya senantiasa menjadi sumber kebaikan, bukan sumber fitnah atau keburukan.

H. Feri Risnandar, Ketua Koperasi BMT Daarut Tauhiid: Beliau membawakan materi “Ekonomi Keluarga Berbasis Koperasi Syariah.” H. Feri mengajak jemaah untuk memperkuat kemandirian finansial keluarga dengan memanfaatkan sistem koperasi syariah.

Menurutnya, koperasi adalah sarana yang ideal untuk menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, saling tolong-menolong (ta’awun), dan mencapai keberkahan dalam berusaha, sejalan dengan prinsip-prinsip Islam.

Misi Ganda: Dakwah dan Wakaf Produktif

Selain penyampaian materi, kegiatan KKMT ini turut dimeriahkan dengan aksi berbagi tahu gratis kepada seluruh jemaah, serta pengumpulan kencleng untuk program Cinta Masjid, sebuah inisiatif nyata dalam merawat keberlangsungan fasilitas ibadah dan kegiatan umat.

Kehadiran H. Feri Risnandar dalam kajian ini juga menggarisbawahi komitmen Daarut Tauhiid dalam pemanfaatan aset wakaf secara produktif.

Di Daarut Tauhiid, wakaf tidak hanya diwujudkan dalam bentuk tanah atau masjid, tetapi juga dikelola secara profesional—sebuah konsep yang dikenal sebagai Kawasan Wakaf Terpadu.

Aset wakaf ini dioptimalkan melalui unit-unit usaha seperti koperasi dan lembaga keuangan syariah (BMT) yang hasilnya digunakan untuk mendanai dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sarana masjid.

Koperasi BMT DT sendiri merupakan salah satu wujud nyata wakaf produktif yang bertujuan memberdayakan ekonomi umat, menjadikannya pilar kemandirian yang berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pembinaan spiritual dan pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf, Masjid Daarut Tauhiid berharap kegiatan KKMT ini dapat terus menguatkan persaudaraan (ukhuwah) dan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang aktif, mandiri, dan berakhlakul karimah.

Jemaah pun pulang dengan ilmu agama yang lebih mendalam, motivasi untuk memperbaiki diri, dan wawasan tentang kemandirian ekonomi syariah. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kajian KKMT Daarut Tauhiid Menggema: Memadukan Akhlakul Karimah dan Kemandirian Ekonomi Umat Read More »

Gedung SSG Daarut Tauhiid: Wadah Kebermanfaatan untuk Santri dan Masyarakat Umum

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Gedung Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid (DT) kini menjadi sorotan, membawa kabar gembira bagi para alumni dan juga masyarakat luas.

Gedung baru ini diharapkan menjadi pusat kegiatan yang lebih representatif, tidak hanya untuk mencetak santri yang berkarakter, tetapi juga membuka pintu belajar bagi publik yang ingin meningkatkan kualitas diri.

Salah seorang alumni SSG DT, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas berdirinya gedung ini.

“Saya sangat senang. InsyaAllah, gedung yang dibangun ini akan sangat bermanfaat, tidak hanya untuk kami para alumni SSG DT, tetapi juga masyarakat umum yang memiliki keinginan kuat untuk ikut serta belajar di pesantren DT,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, program Santri Siap Guna Daarut Tauhiid telah dikenal sebagai kawah candradimuka yang melatih ribuan individu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dengan fokus pada pembentukan karakter Baik dan Kuat (BAKU): Ikhlas, Jujur, Tawadhu, Berani, Disiplin, dan Tangguh. Tujuannya tak lain adalah agar mereka dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“SSG DT telah melatih banyak orang untuk sama-sama belajar menjadi orang yang lebih baik lagi, InsyaAllah, guna memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat luas,” tambahnya, menegaskan misi sosial yang diemban oleh program ini.

Gedung baru SSG DT ini direncanakan akan menjadi fasilitas pendukung utama untuk menunjang proses pembinaan yang lebih intensif dan terstruktur.

Dengan adanya wadah yang lebih memadai, diharapkan semangat ‘Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar’ yang menjadi ciri khas Pesantren DT dapat terus berkobar dan meluas, menjadi motor penggerak kebaikan di tengah masyarakat.

Pembangunan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Daarut Tauhiid dalam berkhidmat dan menebarkan kebermanfaatan yang berkelanjutan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Gedung SSG Daarut Tauhiid: Wadah Kebermanfaatan untuk Santri dan Masyarakat Umum Read More »

Gencatan Senjata di Gaza Memasuki Hari Kedua, Fokus pada Pemulihan dan Tingkat Kerusakan

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Situasi di Jalur Gaza dilaporkan tenang tanpa adanya pertempuran antara Israel dan Hamas, seiring dengan berlakunya gencatan senjata untuk hari kedua pada Sabtu (11/10/2025).

Saat jeda pertempuran dimanfaatkan oleh warga Palestina yang mengungsi untuk kembali ke kawasan mereka, skala kerusakan parah akibat konflik yang berlangsung selama dua tahun terakhir mulai terlihat jelas.

Laporan dari otoritas Gaza yang dikutip oleh media lokal menyebutkan bahwa sekitar 85 persen wilayah kota besar Khan Younis di Gaza selatan dan daerah seerahnya telah hancur.

Pada hari Sabtu, pihak berwenang Gaza mengumumkan bahwa berbagai badan pemerintah, kepolisian, dan pemerintah daerah telah bergerak cepat. Misi yang sedang mereka jalankan meliputi:

  • Evakuasi jenazah korban yang terperangkap.
  • Pembersihan puing-puing bangunan.
  • Pemulihan sistem air dan sanitasi.
  • Pembukaan akses jalan di berbagai lingkungan perumahan.

Pemerintah setempat telah mengajukan permohonan bantuan kepada komunitas internasional untuk segera mengirimkan pasokan logistik mendesak. Bantuan ini dianggap hanya dapat tersalurkan secara efektif jika blokade dicabut dan semua penyeberangan dibuka tanpa adanya pembatasan politik.

Sementara itu, belum ada laporan perkembangan baru terkait pembebasan sandera Israel. Hamas sebelumnya diperkirakan akan membebaskan para sandera dalam waktu 72 jam sejak dimulainya gencatan senjata. Situasi ini terus menjadi perhatian utama masyarakat Israel.

Gerakan Solidaritas Global: Wakaf DT Luncurkan Program Cash Wakaf for Palestine

Kolaborasi Kemanusiaan Melalui Wakaf Uang

Di tengah krisis kemanusiaan yang mendalam di Gaza, lembaga filantropi Islam Indonesia turut mengambil peran aktif. Wakaf Daarut Tauhiid (DT) menginisiasi program Cash Wakaf for Palestine sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata membantu masyarakat di wilayah konflik tersebut.

Program ini mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi melalui skema wakaf uang (tunai). Dana yang terhimpun tidak hanya bertujuan untuk bantuan konsumtif jangka pendek, tetapi dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan bagi korban konflik.

Dana wakaf yang terkumpul akan difokuskan untuk beberapa sektor penting, antara lain:

  • Penyediaan Kebutuhan Mendesak: Bantuan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
  • Dukungan Kesehatan: Pengadaan alat kesehatan dan layanan medis darurat.
  • Pemulihan Infrastruktur: Kontribusi pada perbaikan fasilitas dasar, seperti sekolah atau tempat ibadah, setelah kerusakan parah.

Dengan sistem wakaf, Wakaf DT berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi “investasi abadi” yang terus menghasilkan manfaat bagi kesejahteraan warga Palestina. Program ini menjadi salah satu cara efektif bagi umat Muslim di Indonesia untuk menyalurkan solidaritas dan dukungan kemanusiaan mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: NHK World Japan


WAKAFDT.OR.ID

Gencatan Senjata di Gaza Memasuki Hari Kedua, Fokus pada Pemulihan dan Tingkat Kerusakan Read More »