Serikat Ekonomi Pesantren dan Wakaf DT Jalin Kolaborasi untuk Optimalkan Lahan Wakaf Produktif
WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) dan Wakaf Daarut Tauhiid (DT) telah memulai penjajakan kerja sama strategis. Kolaborasi ini fokus pada pemanfaatan aset lahan wakaf yang produktif guna memperkuat kemandirian finansial pesantren.
Sinergi ini ditujukan untuk memaksimalkan potensi lahan wakaf yang belum sepenuhnya optimal, terutama melalui pengembangan sektor pertanian dan berbagai jenis usaha produktif lainnya.
Direktur Wakaf Produktif Wakaf DT, Dody Ekapriades Topan, menyoroti betapa krusialnya peran wakaf produktif dalam menjamin keberlanjutan operasional pesantren.
“Wakaf produktif merupakan fondasi utama yang menyokong kebutuhan pesantren. Oleh karena itu, seiring dengan bertambah besarnya pesantren, pengembangan wakaf produktifnya juga wajib ditingkatkan,” jelasnya.
Menanggapi inisiatif kerja sama ini, Ketua Serikat Ekonomi Pesantren, Ahmad Tazakka, memberikan sambutan positif. Ia menyatakan bahwa langkah ini sangat sesuai dengan visi SEP, yaitu memberdayakan pesantren dari sisi ekonomi serta mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki oleh umat.
“Kami sangat mendukung rencana kolaborasi ini karena selaras dengan tujuan SEP untuk memajukan kemandirian ekonomi pesantren melalui manajemen aset wakaf yang menghasilkan,” tegasnya.
Salah satu pembahasan utama dalam diskusi tersebut adalah rencana memanfaatkan lahan wakaf untuk pertanian produktif, dengan fokus khusus pada budidaya tanaman sacha inchi.
Tanaman ini dikenal luas sebagai super food berkat kandungan Omega-3, protein nabati, dan antioksidannya yang tinggi. Selain memberikan manfaat kesehatan, sacha inchi juga menjanjikan nilai ekonomi signifikan untuk pasar domestik dan ekspor.
Rencana pengembangan budidaya sacha inchi ini diharapkan dapat menjadi prototipe pertanian modern di lingkungan pesantren yang mampu memberikan nilai tambah tinggi.
Lebih jauh lagi, inisiatif ini dirancang sebagai sumber pendapatan jangka panjang bagi pesantren sekaligus sarana pemberdayaan bagi masyarakat di sekitarnya.
Sinergi antara SEP dan Wakaf DT ini diharapkan dapat menjadi teladan konkret bagaimana lembaga pesantren dan institusi wakaf dapat bersatu dalam membangun fondasi ekonomi umat yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan










