Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Satu-satunya Mushola di Dusun Alukuta Hancur Diterjang Banjir, Wakaf DT Siap Bangun Kembali

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA – Kondisi memprihatinkan pasca bencana banjir di wilayah Sumatera menyisakan duka mendalam bagi warga Dusun Alukuta, Matang Pasi.

Satu-satunya fasilitas ibadah di dusun tersebut, Mushola Dusun Matang Pasi, kini dalam kondisi rusak parah dan tidak lagi dapat digunakan oleh warga sekitar.

Menurut penuturan relawan di lapangan, mushola tersebut mengalami kerusakan infrastruktur yang sangat signifikan. Selain bangunannya yang hancur, lahan tempat mushola berdiri pun hilang terseret arus hingga 60-70%.

Hal ini menyebabkan lokasi lama tersebut kini masuk dalam kategori zona merah yang berbahaya dan tidak memungkinkan untuk dibangun kembali di titik yang sama.

Dampak bagi Kegiatan Keagamaan Warga

Hilangnya mushola ini memutus rantai kegiatan keagamaan yang biasanya rutin dilakukan oleh warga, di antaranya:

  • Salat Berjamaah Rawatib: Warga kini kehilangan tempat untuk melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah.
  • Pengajian Rutin: Program pengajian dewasa yang biasanya diadakan beberapa pekan sekali terhenti.
  • Pendidikan Agama Anak-anak: Kegiatan mengaji bagi anak-anak dusun terdampak langsung.
  • Peringatan Hari Besar: Acara seperti Maulid Nabi, Isra Miraj, hingga salat Tarawih kini harus dialihkan ke daerah Dayah (tempat pengungsian) karena tidak adanya fasilitas lain yang tersedia.

Rencana Relokasi dan Pembangunan Kembali

Melihat kondisi yang mendesak, Wakaf DT melalui program “Bangun Kembali Masjid” berkomitmen untuk melakukan renovasi dan pembangunan ulang masjid/mushola yang rusak akibat banjir.

Mengingat lokasi lama yang tidak lagi layak, pembangunan mushola baru direncanakan akan direlokasi ke lahan donasi atau area tanah di wilayah Dayah. Lokasi baru ini dipilih karena lebih aman dan saat ini menjadi pusat pengungsian warga.

Warga juga dihimbau untuk tidak terpaku pada titik lokasi di Google Maps, karena koordinat lama mengarahkan ke Kuala Cerape yang lokasinya tidak sesuai dengan akses masuk Dusun Alukuta yang sebenarnya.

InsyaAllah, melalui dukungan para muwakif, Mushola Dusun Matang Pasi akan segera berdiri kembali untuk menjadi pusat ibadah dan cahaya bagi warga Dusun Alukuta. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Satu-satunya Mushola di Dusun Alukuta Hancur Diterjang Banjir, Wakaf DT Siap Bangun Kembali Read More »

Di Balik Dinding Triplek Alue Kuta: Mimpi Sederhana Nazwa yang Terkubur Lumpur

WAKAFDT.OR.ID | BIREUEN – Jemari kecil Nazwa (10) bergerak pelan, menyentuh sisa-sisa kayu yang kini berselimut lumpur kering. Di pesisir Desa Kuala Ceurape, pemandangan yang tersisa hanyalah puing.

Matanya yang bulat sesekali melirik malu, seolah menyimpan trauma yang belum sepenuhnya tuntas ia ceritakan.

Bagi siswi kelas empat SD ini, “rumah” bukan lagi bangunan kokoh tempat ia berlindung dari panas, melainkan bilik triplek tipis di pengungsian Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka. Di sinilah ia kini merajut hari, mengakrabkan diri dengan dingin yang menembus dinding sementara.

Malam Saat “Semua” Menjadi Tiada

Ingatan Nazwa masih terpaku pada satu malam di bulan Februari 2026. Saat itu, air bah datang tanpa ketukan pintu. “Malam masuk air,” kenangnya lirih.

Tak ada waktu untuk menyelamatkan boneka atau buku cerita. Sang ibu membangunkannya dengan kepanikan yang luar biasa. “Langsung lari,” tambahnya singkat.

Ketika ditanya apa yang tersisa, Nazwa hanya menjawab satu kata yang menyesakkan dada: “Semua.”

Bagi orang dewasa, “semua” mungkin berarti harta benda. Namun bagi Nazwa, “semua” adalah dunianya: tas sekolah yang setiap pagi menemaninya, buku tulis tempat ia menggoreskan cita-cita, hingga seragam putih-merah yang kini entah terkubur di mana.

Dari tiga rumah yang dulu berjejer di lingkungannya, kini rata dengan tanah. Hanya lumpur yang menjadi saksi bisu betapa ganasnya banjir bandang Aceh kala itu.

Cahaya W-RUN di Bulan Suci

Di tengah keterbatasan, Nazwa tak sendiri. Harapan-harapan kecilnya tentang rumah baru, buku tulis, dan baju lebaran kini menemukan jalan melalui program Wakaf Ramadhan Untuk Negeri (W-RUN) yang diinisiasi oleh Wakaf DT.

Program W-RUN hadir sebagai jembatan kepedulian masyarakat untuk membantu saudara-saudara kita yang terhimpit bencana, khususnya di wilayah Sumatera dan Aceh yang terdampak hebat.

Melalui instrumen wakaf, bantuan yang diberikan bukan sekadar karitatif sesaat, melainkan solusi jangka panjang bagi para penyintas seperti Nazwa.

“Mau rumah lagi. Terus ada buku tulis, tas, baju sekolah… mau baju lebaran,” bisik Nazwa saat ditanya harapannya menjelang Idul Fitri.

Membangun Kembali Harapan yang Hanyut

DT Peduli dan Wakaf DT memahami bahwa bantuan pangan saja tidak cukup. Untuk mengembalikan martabat dan keamanan para penyintas, saat ini tengah diikhtiarkan pembangunan 45 unit Hunian Tetap (Huntap) dan juga Masjid secara bertahap di Bireuen.

Melalui program W-RUN, dana wakaf dari para muwakif (pewakaf) di seluruh negeri dikonversikan menjadi tiang-tiang rumah yang kokoh bagi Nazwa dan puluhan keluarga lainnya.

Ini bukan sekadar bangunan, melainkan “ruang aman” bagi anak-anak untuk kembali belajar dan bermimpi tanpa takut terjangkau air pasang.

Seiring datangnya bulan suci, semangat W-RUN mengajak kita semua untuk memastikan bahwa Lebaran tahun ini, Nazwa tidak hanya memiliki baju baru, tapi juga memiliki kepastian akan tempat tinggal yang layak.

Wakaf yang Anda titipkan menjadi bukti nyata bahwa persaudaraan kita jauh lebih kuat daripada terjangan banjir bandang.

Di balik dinding triplek yang rentan tertiup angin itu, ada doa yang terus dipanjatkan. Dan melalui Wakaf Ramadhan, kita adalah jawaban dari doa-doa tersebut. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Di Balik Dinding Triplek Alue Kuta: Mimpi Sederhana Nazwa yang Terkubur Lumpur Read More »

Wakili Indonesia di Dubai, Hafizah Cilik Aisyah Arrumi Banjir Dukungan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Nama Aisyah Arrumi kembali menjadi perbincangan hangat setelah ia dipastikan terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi Dubai International Holy Quran Award 2026.

Kompetisi yang berlangsung di Uni Emirat Arab ini merupakan salah satu panggung paling prestisius bagi para penghafal Al-Qur’an dari seluruh dunia.

Kabar membanggakan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Aisyah melalui unggahan di media sosialnya. Selain membagikan momen persiapannya, ia juga mengetuk pintu hati masyarakat untuk memberikan doa restu.

“Allahumma baarik. Mohon doanya di hari Jumat yang berkah ini agar Aisyah diberikan kelancaran saat berkompetisi di @dubaiquranaward,” tulis Aisyah dalam keterangan fotonya.

Mengajak Dukungan Melalui Voting

Selain dukungan doa, Aisyah juga mengajak publik tanah air untuk berpartisipasi memberikan dukungan teknis melalui pemungutan suara resmi yang dibuka oleh panitia penyelenggara.

Situs Voting: Vote.quran.gov.ae

Target: Mengharumkan nama Indonesia di level internasional.

Dalam unggahan video singkatnya, Aisyah menunjukkan kemampuannya melantunkan ayat suci dengan makhraj yang fasih dan suara yang menenangkan. Penampilan tersebut memicu gelombang apresiasi dari warganet yang optimis ia mampu membawa pulang gelar juara.

Jejak Prestasi: Dari 5 Juz Menjadi 20 Juz

Perjalanan Aisyah di dunia tahfiz bukanlah hal baru. Sosok asal Malang ini mulai dikenal luas saat menjadi peserta di ajang Hafiz Indonesia 2024.

Jika pada saat mengikuti kompetisi di televisi dua tahun lalu ia baru menguasai hafalan 5 juz, kini progresnya sangat pesat. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Aisyah telah berhasil menghafal hingga 20 juz Al-Qur’an.

Pencapaian luar biasa di usia belia ini menjadi modal kuat baginya untuk bersaing dengan peserta dari berbagai negara di Dubai. Masyarakat berharap kehadiran Aisyah di panggung internasional dapat menjadi inspirasi sekaligus membuktikan kualitas generasi penghafal Al-Qur’an asal Indonesia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakili Indonesia di Dubai, Hafizah Cilik Aisyah Arrumi Banjir Dukungan Read More »

Aula Daarul Hajj Jadi Saksi Kesuksesan RAT ke-31 Kopontren DT: Bukti Nyata Manfaat Aset Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pemanfaatan aset wakaf di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) terus dirasakan manfaatnya secara luas. Hal ini terlihat jelas saat Aula Daarul Hajj, salah satu aset wakaf unggulan DT, terpilih sebagai lokasi utama perhelatan Rapat Anggota Khusus (RAK) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-31 Kopontren DT.

Gedung yang dibangun dari dana wakaf jamaah ini bertransformasi menjadi pusat kegiatan ekonomi umat, menampung ribuan Santri Karya yang hadir secara langsung maupun melalui akses digital (daring) bagi anggota di luar Bandung.

Multifungsi dan Memberdayakan

Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Hj. Farida Farichah, M.Si. (Wakil Menteri Koperasi RI) dan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di Aula Daarul Hajj menegaskan fungsi gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat peradaban dan ekonomi.

“Aset wakaf seperti Aula Daarul Hajj ini adalah modal sosial yang luar biasa. Selain untuk ibadah dan pendidikan, manfaatnya nyata untuk penguatan ekonomi melalui koperasi,” ujar Aa Gym dalam arahannya.

Fasilitas Utama bagi Santri dan Masyarakat

Aula Daarul Hajj selama ini dikenal sebagai fasilitas yang sangat dinamis. Tidak hanya untuk agenda internal pesantren seperti RAT, gedung ini rutin digunakan untuk:

  • Kegiatan Santri: Kajian rutin, pelatihan skill, hingga pertemuan besar santri karya.
  • Kegiatan Masyarakat: Pernikahan, seminar nasional, hingga acara kemanusiaan.
  • Pusat Informasi: Titik temu strategis bagi tamu-tamu kedinasan dan tamu internasional yang mengunjungi Pesantren DT.

Sinergi Wakaf dan Koperasi

Amar Triwidodo, S.Pd. (Plh. Dinas Koperasi dan UKM Jabar) yang turut hadir, mengapresiasi bagaimana DT mampu mengintegrasikan pengelolaan wakaf dengan operasional koperasi.

Penggunaan Aula Daarul Hajj untuk RAT ke-31 ini menjadi contoh bagaimana aset wakaf dikelola secara profesional sehingga mampu mendukung kegiatan berskala besar dengan fasilitas yang representatif

Dengan kapasitas yang luas dan teknologi yang mendukung pelaksanaan acara secara hybrid, Aula Daarul Hajj terus membuktikan bahwa setiap butir pasir dan semen yang diwakafkan para donatur kini telah berubah menjadi manfaat yang terus mengalir (jariyah) bagi ribuan orang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aula Daarul Hajj Jadi Saksi Kesuksesan RAT ke-31 Kopontren DT: Bukti Nyata Manfaat Aset Wakaf Read More »

Perkuat Ekonomi Umat, Kemenkop Pacu Ekspansi Koperasi Pondok Pesantren

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen mengakselerasi pengembangan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren), baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Langkah ini strategis guna menjadikan pesantren sebagai pilar kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan komunitas dan mendukung kemandirian umat.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Faridah Farichah, menyebut Kopontren sebagai motor penggerak ekonomi berbasis komunitas yang sangat potensial. Menurutnya, prinsip koperasi yang mengedepankan kekeluargaan dan gotong royong sangat selaras dengan nilai-nilai Islam.

“Nilai-nilai koperasi mencerminkan ajaran Islam dan konstitusi kita. Berdasarkan UUD 1945, ekonomi dibangun atas dasar usaha bersama melalui semangat kerja sama,” ujar Farida dalam agenda Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopontren Daarut Tauhiid di Bandung, Selasa (3/3/2026).

Tantangan Literasi dan Target Koperasi Merah Putih

Farida mengungkapkan tantangan besar yang masih dihadapi: dari sekitar 42.000 pondok pesantren di Indonesia, baru sekitar 6.000 pesantren yang memiliki badan hukum koperasi.

Pemerintah menargetkan integrasi Kopontren dengan program prioritas, yakni pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Farida menekankan beberapa poin kunci penguatan ke depan:

  • Adaptasi Teknologi: Kopontren wajib melakukan transformasi digital agar tetap kompetitif.
  • Akses Permodalan: Pemerintah akan mempermudah akses pembiayaan dan pendampingan bagi pengelola.
  • Edukasi & Sosialisasi: Meningkatkan literasi masyarakat pesantren mengenai manajemen koperasi modern.

Sinergi Ekonomi dan Akhlak di Daarut Tauhiid

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), memberikan perspektif berbeda mengenai tata kelola ekonomi. Ia menegaskan bahwa tujuan utama koperasi bukan sekadar profit, melainkan keberkahan (barokah).

“Koperasi bukan hanya soal pertukaran uang dan barang, tetapi media untuk membangun karakter. Esensinya adalah bagaimana aktivitas ekonomi ini mampu mengubah akhlak menjadi lebih baik,” jelas Aa Gym.

Ia berharap Kopontren Daarut Tauhiid, yang kini telah memasuki usia 31 tahun, terus menjadi teladan dalam menyelaraskan urusan muamalah (bisnis) dengan pembangunan karakter yang istiqomah. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Perkuat Ekonomi Umat, Kemenkop Pacu Ekspansi Koperasi Pondok Pesantren Read More »

Sinergi dan Digitalisasi: Kopontren Daarut Tauhiid Sukses Gelar RAT ke-31

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhiid (DT) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pilar ekonomi umat yang tangguh.

Pada pelaksanaan Rapat Anggota Khusus (RAK) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-31, ribuan Santri Karya (karyawan DT) berkumpul untuk mengevaluasi kinerja tahunan sekaligus merancang strategi masa depan koperasi.

Acara yang berlangsung khidmat ini digelar secara hybrid. Ribuan anggota hadir langsung di Aula Daarul Hajj Pesantren DT, sementara anggota yang bertugas di luar kota tetap berpartisipasi aktif melalui platform daring.

Momentum RAT tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran para tokoh nasional dan pakar koperasi, di antaranya:

  • KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym): Selaku Penasehat Kopontren DT, beliau memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga integritas dan nilai-nilai tauhiid dalam bermuamalah.
  • Hj. Farida Farichah, M.Si.: Wakil Menteri Koperasi RI, yang mengapresiasi tata kelola Kopontren DT sebagai model koperasi pesantren yang modern dan transparan.
  • Dr. H. Komarudin Kholil, M.Ag.: Ketua Puskopontren.
  • Amar Triwidodo, S.Pd.: Plh. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Aa Gym menekankan bahwa koperasi bukan sekadar urusan bagi hasil, melainkan sarana untuk memperkuat kemandirian ekonomi yang berkah.

Sejalan dengan hal tersebut, Hj. Farida Farichah menyoroti bagaimana Kopontren DT berhasil mengadopsi teknologi digital sehingga mampu mengakomodir ribuan anggotanya meski terkendala jarak geografis.

“Koperasi yang sehat adalah koperasi yang mampu beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan nilai dasarnya. Apa yang dilakukan Kopontren DT hari ini adalah bukti nyata kemandirian pesantren,” ujar Hj. Farida Farichah.

Selain penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus dan pengawas, rapat ini juga membahas rencana kerja strategis untuk tahun mendatang, termasuk penguatan unit usaha ritel dan jasa yang dikelola oleh koperasi.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize dan penetapan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang disambut antusias oleh seluruh anggota.

Dengan terlaksananya RAT ke-31 ini, Kopontren DT berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif, profesional, dan tetap berada dalam koridor syariat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sinergi dan Digitalisasi: Kopontren Daarut Tauhiid Sukses Gelar RAT ke-31 Read More »

Hangatnya Kebersamaan, Aa Gym Ingatkan Santri Karya Jaga Fisik Selama Ramadan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Keluarga besar Santri Karya (karyawan) Pesantren Daarut Tauhiid (DT) menggelar acara Buka Puasa Bersama pada Jumat (27/2/2026). Bertempat di Dome Central 5, acara ini menjadi momen penguat ukhuwah sekaligus ajang peningkatan spiritual di tengah bulan suci Ramadan.

Acara yang berlangsung dengan penuh keceriaan ini dihadiri langsung oleh pimpinan Pesantren DT, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Kehadiran beliau menambah kekhidmatan suasana, terutama saat menyampaikan pesan-pesan bernas bagi para pejuang dakwah di lingkungan DT.

Pesan Aa Gym: Sehat Fisik, Prima dalam Ibadah

Dalam tausiyahnya, Aa Gym memberikan penekanan khusus pada pentingnya menjaga amanah tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Beliau mengingatkan bahwa kualitas ibadah sangat berkaitan erat dengan kondisi fisik yang prima.

“Penting bagi kita untuk tetap menjaga kondisi fisik dengan rajin berolahraga. Selain itu, perhatikan juga asupan makanan selama Ramadan. Jangan sampai saat berbuka kita berlebihan, sehingga justru menghambat produktivitas ibadah kita,” pesan Aa Gym.

Beliau berharap para Santri Karya bisa tetap bugar sehingga tugas-tugas pelayanan kepada umat tetap berjalan maksimal meskipun sedang berpuasa.

Sebelum memasuki sesi tausiyah dan berbuka, suasana sempat riuh dengan pembagian doorprize. Sejumlah Santri Karya yang beruntung mendapatkan bingkisan menarik, yang merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama ini.

Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama secara sederhana namun penuh keberkahan, yang dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah.

Gedung Dome Central 5 yang biasanya digunakan untuk berbagai aktivitas pendidikan, sore itu berubah menjadi ruang penuh kehangatan, mencerminkan sinergi dan kebersamaan keluarga besar Daarut Tauhiid dalam meraih kemuliaan di bulan Ramadan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Hangatnya Kebersamaan, Aa Gym Ingatkan Santri Karya Jaga Fisik Selama Ramadan Read More »

Resmikan Gedung Relawan DT, Aa Gym: Menjadi Terhormat dengan Melayani Sesama

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) pada Jumat (27/2/2026). Bertempat di lokasi yang menjadi simbol semangat pengabdian, pimpinan Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), secara resmi meresmikan Gedung Relawan DT sebagai markas baru bagi Santri Siap Guna (SSG).

Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran pimpinan di lingkungan Pesantren DT, tamu undangan, serta perwakilan tokoh warga sekitar. Dalam suasana penuh kehangatan, Aa Gym menyempatkan diri menyapa para tetangga, pengurus, dan tamu yang hadir, memperkuat ikatan silaturahmi yang telah terjalin lama.

Sinergi dan Jiwa Kerelawanan

Dalam tausiyahnya, Aa Gym menekankan bahwa SSG adalah organisasi yang mengedepankan jiwa kerelawanan. Beliau mengungkapkan rasa bangganya karena saat ini banyak tokoh nasional maupun daerah yang ternyata merupakan alumni SSG.

“SSG bisa menjadi organisasi alternatif untuk mendidik dan melatih umat. Harapannya, ke depan SSG bisa menjadi lebih baik lagi dalam mencetak generasi yang tangguh,” ujar Aa Gym.

Beliau juga menyoroti pentingnya gedung ini sebagai wadah bagi para alumni. Menurutnya, dengan adanya sinergi antar alumni, dampak manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat akan jauh lebih luar biasa.

Inovasi dan Penghormatan untuk Sosok Teladan

Menariknya, Aa Gym memaparkan visi masa depan kerelawanan yang lebih modern. Beliau berharap kedepannya sistem kerelawanan di DT bisa terintegrasi dengan aplikasi khusus untuk mempermudah koordinasi.

“Menjadi relawan itu terhormat. Mengapa? Karena menjadi relawan berarti senang melayani agar bisa memberi manfaat yang luas, apalagi jika memiliki keahlian ilmu yang spesifik,” tambahnya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para perintis, aula di gedung ini diberi nama Aula Nur Hadi. Nama tersebut diambil dari salah satu sosok pelatih senior SSG yang berjuang bersama Aa Gym sejak awal berdirinya lembaga ini.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan Basmalah dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Aa Gym. Secara simbolis, Aa Gym melakukan penandatanganan prasasti yang menandai bahwa gedung tersebut resmi bernama Gedung Relawan DT.

Gedung ini diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi menjadi pusat energi positif tempat lahirnya para relawan yang siap berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negara. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Resmikan Gedung Relawan DT, Aa Gym: Menjadi Terhormat dengan Melayani Sesama Read More »

Pak Dahlan di Riseh Teungoh: Disitu Dulu Ada Masjid yang Indah

WAKAFDT.OR.ID | ACEH UTARA – Gemericik air Sungai Riseh kini terdengar berbeda di telinga Pak Dahlan. Bagi warga Desa Riseh Teungoh ini, suara aliran air itu bukan lagi sekadar musik alam, melainkan pengingat pilu tentang sebuah peristiwa di November 2025. Di titik di mana air mengalir deras sekarang, dulunya berdiri tegak kebanggaan warga: Masjid At-Taqarrub.

Banjir bandang akhir tahun lalu memang tak menyisakan bangunan fisik, namun ia gagal menghanyutkan ingatan kolektif warga tentang rumah ibadah mereka.

Kenangan di Atas Puing yang Hilang

Sambil berdiri di tepi sungai, jemari Pak Dahlan menunjuk ke arah ruang kosong di atas air. Matanya berbinar, bukan karena sedih, melainkan karena rasa bangga yang masih tersisa.

“Di situ dulu ada taman depan masjid yang sangat indah,” kenangnya dengan suara bergetar. “Masjid kami ini cantik sekali. Teduh.”

Bagi Pak Dahlan dan warga Kecamatan Sawang lainnya, At-Taqarrub bukan sekadar susunan bata dan semen. Ia adalah jantung desa. Di sanalah mereka melepas lelah, anak-anak mengeja huruf alif-ba-ta, dan orang tua bersujud mencari ketenangan di sela kesibukan bertani.

Kini, pemandangan itu berganti total. Tak ada lagi kubah yang menyapa langit pagi. Tak ada lagi dinding tempat bersandar saat mendengarkan khutbah. Yang tersisa hanyalah hamparan tanah kosong dan aliran sungai yang seolah tak berdosa telah membawa pergi pusat spiritualitas mereka.

Rindu yang Tak Terbendung

Kehilangan masjid berarti kehilangan “rumah pulang” bagi jiwa. Setiap kali waktu salat tiba, warga Riseh Teungoh dirundung rindu yang hebat.

Rindu pada suara adzan yang menggema dari pengeras suara masjid, rindu pada saf-saf yang rapat, dan rindu pada ruang sujud yang kini telah rata dengan tanah.

Keinginan warga hanya satu: ingin kembali punya tempat untuk bersujud dengan layak.

Membangun Kembali Harapan Lewat Wakaf

Bencana banjir dan longsor di penghujung tahun 2025 memang meninggalkan luka mendalam di pelosok Sumatera, termasuk Aceh Utara. Namun, harapan belum benar-benar hanyut.

Wakaf Daarut Tauhiid (DT) melalui program Wakaf Bangun Kembali Masjid, mengajak untuk menjadi bagian dari sejarah berdirinya kembali Masjid At-Taqarrub dan masjid lainnya.

Setiap rupiah yang diwakafkan adalah satu bata yang akan menyusun kembali dinding-dinding masjid ini. Setiap kontribusi kita adalah jalan agar adzan kembali berkumandang di Riseh Teungoh, memanggil warga untuk kembali pulang ke rumah Allah.

Mari satukan hati. Jangan biarkan Pak Dahlan dan warga Riseh Teungoh berlama-lama merindu dalam sunyi tanpa masjid. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pak Dahlan di Riseh Teungoh: Disitu Dulu Ada Masjid yang Indah Read More »

Wujudkan Pesantren Asri, Bank Syariah Nasional (BSN) Serahkan Wakaf Penghijauan ke Yayasan DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Bank Syariah Nasional (BSN), lembaga perbankan yang sebelumnya dikenal sebagai BTN Syariah, kembali menunjukkan komitmennya sebagai mitra utama masyarakat yang berkah dan amanah.

Pada Kamis (26/2/2026), BSN secara resmi menyerahkan dana bantuan untuk program penghijauan dan penataan taman kepada Yayasan Daarut Tauhiid (DT) senilai Rp80.000.000.

Acara penyerahan ini dilaksanakan dalam suasana penuh keberkahan tepat selepas kajian kitab Al-Hikam di Masjid DT.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Alex Sofjan Noor, selaku Direktur Utama BSN, menyerahkan bantuan secara langsung dan diterima langsung oleh Muhammad Iskandar, selaku Ketua Yayasan Daarut Tauhiid.

Momentum istimewa ini juga disaksikan langsung oleh pendiri Pesantren Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), serta disaksikan oleh jamaah masjid yang hadir dalam kajian tersebut.

Dana sebesar Rp 80 juta yang dititipkan melalui Yayasan DT ini merupakan dana wakaf. Alokasi dana tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk mendukung:

  • Program penghijauan lingkungan pesantren.
  • Penataan taman di kawasan Pesantren Daarut Tauhiid.

Langkah ini sejalan dengan visi BSN untuk menjadi lembaga yang memberikan manfaat luas bagi lingkungan dan umat, khususnya dalam mendukung terciptanya ekosistem pesantren yang asri dan nyaman untuk menunjang kegiatan pembelajaran para santri. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wujudkan Pesantren Asri, Bank Syariah Nasional (BSN) Serahkan Wakaf Penghijauan ke Yayasan DT Read More »