Wakaf Daarut Tauhiid

Artikel

Mengenal Puasa Ayyamul Bidh dan Keutamaannya

WAKAFDT.OR.ID — Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam setiap bulannya adalah puasa Ayyamul Bidh.

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dilakukan pada pertengahan bulan-bulan qamariyah yaitu tanggal 13, 14, dan 15.

Sebagaimana disebutkan dalam riwayat dari Qatadah bin Milhan RadiyaAllahu ‘anhu yang artinya:

“Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wassalam telah memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. (HR. Abu Dawud).

Ayyamul Bidh sendiri memiliki arti hari-hari yang cerah atau hari yang malamnya disinari bulan purnama.

Niat puasa Ayyamul Bidh dibaca seperti halnya membaca niat puasa sunnah yang lainnya. Berikut ini niat puasa Ayyamul Bidh yang dapat dibaca.

“Nawaitu shauma ayyamil bidh lilahi ta’ala.”

Artinya, “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’ala.”

Adapun tata cara pelaksanaannya Sebagaimana puasa sunnah lainnya, puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan dengan melakukan beberapa hal dan syarat-syarat puasa, yaitu:

  • Membaca niat puasa Ayyamul Bidh.
  • Makan sahur yang sangat dianjurkan untuk dilakukan ketika sudah mendekati waktu Subuh sebelum imsak.
  • Melaksanakan puasa dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan sejenisnya.
  • Menjaga diri dari segala perilaku yang membatalkan puasa seperti berkata tidak baik, membicarakan orang lain, dan perbuatan tidak terpuji lainnya.
  • Menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba dan membaca doa buka puasa.

Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang begitu besar. Siapapun yang melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, akan sekaligus mendapatkan kesunnahan berpuasa selama tiga hari setiap bulannya.

Sementara puasa selama tiga hari tiap bulan tersebut akan mendapatkan keutamaan seperti puasa sepanjang tahun. Di mana pernah disebutkan dalam sebuah keterangan yang artinya:

“Diriwayatkan dari Abu Dzar RadiyaAllahu ‘anhu, sungguh Nabi Shallalahu ‘alaihi wassalam bersabda: ‘Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ [QS al-An’am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari’.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi).

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Mengenal Puasa Ayyamul Bidh dan Keutamaannya Read More »

Makna Madrasatul Ula dalam Pendidikan Anak

WAKAFDT.OR.ID — Seorang ibu punya dominan memegang peranan penting dalam pendidikan anak-anaknya. Sebab ibu yang selalu ada disamping anaknya.

Ibu yang selalu membersamai anak dari bangun tidur hingga tidur lagi. Itulah sebabnya kebanyakan anak lebih cinta kepada ibu daripada anggota keluarga yang lainnya.

Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ibu punya peran dalam sebagai berikut:

1.    Pembentukan rasa kasih sayang.

2.    Tempat mencurahkan isi hati.

3.    Pengatur kehidupan dalam rumah tangga.

4.    Pendidik dari segi emosional.

Ibu disebut sebagai madrasatul ula yang berarti sebagai sekolah utama dan pertama bagi seorang anak.

Orang pertama yang menemani hidup seorang anak, seorang ibu memberikan pengajaran dan pembangun pondasi diri anak. Ibu menjadi guru pertama bagi anak, oleh karena jasa seorang ibu sangatlah besar.

Ibu adalah rumah bagi anak sebelum anak itu dilahirkan. Sembilan bulan ibu mengandung, kemudian melahirkan, mengasuh serta merawat anaknya.

Perjuangan seorang ibu untuk anaknya memang bukanlah hal yang mudah, bahkan nyawa pun menjadi taruhannya.

Ibu selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya, memberikan kasih sayang yang tak terhingga untuk anaknya.

Ibu begitu tulus, ikhlas sepenuh jiwa dan raga memberikan kasih sayang dan perhatiannya. Tanpa pamrih dan mengharap imbalan apapun dari anaknya.

Dari ibulah seorang anak banyak belajar hal-hal baru dalam hidupnya. Belajar berbicara, belajar memakai pakaian sendiri, belajar cara makan, melatih motorik kasar dan halus.

Hal-hal tersebut dimulai dari guru yang hebat bernama ibu. Ibu adalah pengajar, pembimbing serta penasihat terbaik bagi anaknya.

Ketika seorang anak tengah bingung tak tahu arah, ketika seorang anak tengah dalam masalah, ketika seorang anak tengah gundah gelisah.

Ibu adalah tempat ternyaman untuk mencurahkan isi hati. Mendidik anak sedari kecil dapat memberikan dampak yang luar biasa nantinya.

Pola pembiasaan sejak kecil memberikan dampak kepada anak yaitu memiliki keterampilan serta kepribadian yang baik dan berkualitas, berakhlak mulia, kuat secara fisik dan juga mental.

Ibu yang baik tentunya ibu yang selalu mendoakan anak-anaknya. Ibu adalah madrasah pertama yang nantinya akan memberikan keteladanan bagi sikap, perilaku dan kepribadian anak.

Jika seorang ibu itu baik maka baik pula anaknya. Secara tidak langsung semua tindak tanduk ibu akan menjadi panutan atau sebagai suri teladan bagi anaknya.

Ketika seorang ibu menjalankan kewajiban dan fungsinya dengan baik dalam rumah tangga, bukan tidak mungkin akan melahirkan anak-anak yang shalih shalihah yang kelak menjadi tunas berdirinya masyarakat yang berbakti kepada kedua orang tua, berkualitas, berbudi pekerti luhur.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Makna Madrasatul Ula dalam Pendidikan Anak Read More »

Aa Gym

Aa Gym: Salah Satu Pilar Karakter Mencintai Saudara Sendiri

WAKAFDT.OR.ID — Ada sebuah hadits yang sudah dikaji oleh para ulama. Sebuah hadits mengenai 4 pilar karakter seorang muslim, salah satunya ia mencintai saudara.

Mencintai sesama muslim sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya: ”Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori).

Siapa yang dimaksud saudara dalam hadits tersebut? Maka diperjelas dalam Al-Quran dalam surat Al-Hujurat:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Alloh supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Ada tingkat seseorang tidak menyukai orang lain. Pertama ia tidak suka kalau orang lain mendapat nikmat, namun senang jika orang lain mendapatkan musibah.

Kedua, tidak menginginkan orang lain atau temanya rugi, tetapi tidak mau seseorang itu melampaui kesuksesannya.

Tipe yang kedua lumayan dibandingkan dari yang pertama, meskipun masih tergolong perilaku yang buruk.

Ketiga, menginginkan orang lain berprestasi, tapi tidak rela orang prestasinya melebihi dari kita.

Jadi gak perlu dalam keluarga merasa dengki ke saudara sendiri. Kalau adik beli mobil, kita kakaknya belum kebeli tiba-tiba nyesek, kenapa harus nyesek? Alloh ngasih rezeki sesuka Alloh.

Alloh satu-satunya pembagi rezeki, tidak ada satupun makhluk yang mendapatkan rezeki kecuali pasti dari Alloh.

Rezeki itu sebagai karunia atau ujian? Karunia, kalau kita bersyukur. Jadi tidak perlu iri, terserah Alloh membagikan rezeki ke siapapun, walaupun kita sebapak dan seibu setiap orang beda-beda rezekinya.

Walaupun seangkatan sekolah pasti beda-beda rezekinya. Nanti kalau Alloh mau ngambil maka ambil sesuka Alloh.

Oleh Alloh bisa dilapangkan dan disempitkan, Alloh angkat dan turunkan, semuanya baik bagi orang yang beriman.

Kalau diberi dia bersyukur, ditahan dia bersabar, diambil dia ridho, dan melihat yang lain tidak ada dengki. Wallohu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Salah Satu Pilar Karakter Mencintai Saudara Sendiri Read More »

Aa Gym: Ketika Sahabat Bertanya Siapa Orang yang Cerdas?

WAKAFDT.OR.ID – Sahabat Nabi pernah bertanya. Siapakah orang beriman yang paling utama? Kemudian Rosullulah Shallalahu ‘alaihi wassalam menjawab: orang yang paling baik akhlaknya.

Kemudian sahabat bertanya lagi, siapa orang mukmin yang paling cerdas? Kemudian Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “orang mukmin yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya pada kematian”.

Apakah orang cerdas yang mendapatkan peringkat yang tinggi? Orang yang IQ-nya tinggi? Atau orang yang cerdas adalah orang yang lulus cumlaude? Maka jawabannya bukan. Orang yang cerdas adalah orang yang banyak mengingat mati.

Jadi ciri orang paling kuat imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Makin kuat imannya maka akan beririsan juga akhlaknya semakin baik secara langsung.

Karena orang beriman yakin bahwa ia selalu dilihat atau disaksikan oleh Allah tanpa ada satu pun yang tersembunyi.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ali-Imran dan surat Qaff yang berbunyi:

“Innallaha la yakhfa ‘alaihi syai’un fil ardi wa laa fis sama.” 

Artinya: “Bagi Allah Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di bumi dan di langit.”

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya(15), (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri (16), Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (17)”. (QS. Qaf: 15-17).

Kalau kita yakin dengan keberadaan Allah maka tidak ada tempat untuk kita berbuat maksiat. Individu yang cerdas akan melihat dan mencoba menghabiskan waktu dengan sangat berkualitas.

Orang-orang cerdas selalu berpandangan bahwa mereka belum tentu kembali hidup di keesokan hari. Banyak memikirkan mati dan banyak mempersiapkan kehidupan sesudah mati.

Individu yang kerap mengingat kematian akan sangat berhati-hati dalam menggunakan waktunya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ketika Sahabat Bertanya Siapa Orang yang Cerdas? Read More »

Ganjaran Bersedekah di Waktu Subuh

WAKAFDT.OR.ID — Waktu subuh bagi sebagian orang adalah waktu awal dalam mengawali kegiatan di setiap harinya. Waktu subuh juga merupakan waktu yang penuh dengan keberkahan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang baik.

Salah satunya dianjurkan untuk bersedekah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, ‘Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak’, sedangkan yang satunya lagi berdoa ‘Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kita bisa mengetahui bahwa di waktu subuh malaikat datang dan berdoa kepada Allah untuk memberikan pahala bagi orang-orang yang bersedekah di subuh hari.

Karena di waktu subuh, malaikat datang dan melihat amalan mereka. Tentu kesempatan subuh ini jangan sampai kita lewatkan begitu saja, agar pahala kita semakin bertambah.

Setidaknya ada beberapa manfaat bagi orang yang bersedekah diwaktu subuh, di antaranya ialah:

Pertama, Menghapus Dosa-Dosa

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi).

Dari hadits ini kita bisa mengetahui bahwa sedekah bisa menghapus dosa-dosa kita. Tentunya jika kita lakukan dengan ikhlas dan istiqomah setiap waktunya.

Kedua, Menolak Bala

Sedekah juga jalan untuk menghindari bala dan marabahaya. Dengan sedekah subuh rutin, maka sebagai jalan kita memohon kepada Allah Ta’ala agar dihindarkan dari segala musibah dan bencana.

Hal ini juga seperti yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam:

“Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk.” (HR. Tirmidzi)

Ketiga, Dilipatkgandakan Harta dan Pahala

Dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 261, Allah Ta’ala berfirman,

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.”

Bagi sebagian orang untuk bangun subun masih sangat berat. Namun jika kita telah mengetahui berbagai kebaikan dari subuh dan sedekah subuh itu sendiri maka insyaAllah kita bisa mulai biasakan untuk bangun dan bersedekah diwaktu subuh. (WIN/SA)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Ganjaran Bersedekah di Waktu Subuh Read More »

Aa Gym: Pertanyaan Seorang Pria Tentang Jodoh

WAKAFDT.OR.ID — Suatu ketika ada seorang laki-laki bertanya mengenai jodoh, “Aa saya sudah punya calon, selama 2 tahun ini terus dalam penantian mendapatkan restu dari orangtua akhwatnya.

Namun setelah mendapatkan restu, saya merasa semakin banyak masalah dan kesulitan yang saya dapatkan. Apakah itu artinya dia bukan jodoh saya? Atau mungkin saya disuruh belajar dulu sama Alloh?”

Pertama, kita harus memahami bahwa urusan jodoh hanya Alloh yang maha tahu. Tidak satu orang pun yang mengetahui siapa jodohnya nanti.

Berapa banyak orang kenalan dengan yang ini, tapi jodohnya malah yang itu. Urusan jodoh kapan dan dengan siapa hanya Alloh yang mengetahui, tugas kita hanya berikhtiar.

Kedua, istikharah minta petunjuk kepada Alloh. Istikharah bukan hanya meminta petunjuk karena 2 pilihan, akan tetapi jika pilihannya hanya satu maka perlu juga untuk melakukan istikharah agar pilihan kita mendapat bimbingan dari Alloh.

Ketiga, gunakanlah waktu yang ada untuk belajar, pernikahan itu tidak segampang sebelum pernikahan, yang dibayangkan so sweat-nya saja.

Kalau sekedar mengucapkan ijab qabul saja mungkin gampang, semua orang bisa, tetapi setelah pernikahan persoalannya begitu kompleks, apalagi kalau masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

Kalau menginginkan jodoh maka minta ke Alloh dengan sungguh-sungguh, jangan minder dan jangan malu.

Alloh pasti mendengarkan do’a-doa yang kita panjatkan, kalau bertemu dengan jodohnya artinya belum menjadi takdirnya.

Jodoh itu bukan masalah umur, diusia berapa pun Alloh pasti mempertemukan seseorang dengan jodohnya.

Jodoh juga tidak terhalang oleh rupa, karena Alloh juga yang menciptakan rupa kita semua, dan Alloh sudah menentukan jodoh semua rupa.

Jangan takut tidak mendapatkan jodoh, orang yang sudah meninggal pun akan mendapatkan jodohnya apabila ia masuk ke dalam surga.

Carilah jodoh yang sekufu dengan diri kita, baik sekufu secara agama dan lain-lainnya. Pantaskan diri kita untuk mendapat jodoh yang terbaik untuk kita. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Pertanyaan Seorang Pria Tentang Jodoh Read More »

Hukum Menarik Kembali Tanah yang Sudah Diwakafkan

WAKAFDT.OR.ID — Tanah wakaf kerap kali menimbulkan masalah atau sengketa, beberapa dari ahli waris pemberi wakaf ternyata meminta kembali wakaf yang telah diberikan sebelumnya.

Lantas bagaimana hukum menarik kembali harta yang sudah diwakafkan? Apakah diperbolehkan? Dan bagaimana hukumnya dalam Islam.

Misalkan ada orangtua yang mewakafkan hartanya, kemudian beberapa waktu kemudian orangtua tersebut meninggal.

Kemudian ada salah satu dari anaknya menemui pihak penerima atau pengelola wakaf dan meminta kembali tanah wakaf tersebut yang telah diwakafkan.

Wakaf secara pengertian dapat dipahami melepaskan kepemilikan atas harta yang dimiliki, kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan umum tanpa mengurangi nilai harta yang diserahkan tersebut kepada perorangan atau kelompok dalam waktu selama-lamanya.

Jadi kalau pengelola wakaf meninggal, harta yang diwakafkan tersebut tidak bisa diwarisi oleh ahli warisnya.

Harta yang diwakafkan juga tidak bisa ditarik kembali. Karena pada dasarnya akad wakaf adalah memindahkan kepemilikan kepada Allah Ta’ala.

Menurut Muhammad Zuhri al Ghamrawi dalam kitab as Sirajul Wahhaj ia menguraikan bahwa: “Menurut pendapat yang azhhar dalam madzhab Syafi’i adalah bahwa kepemilikan pada zat harta-benda yang diwakafkan itu berpindah kepada Allah Ta’ala.”

Jadi, jika ada orangtua mewakafkan tanah miliknya secara utuh, maka anak atau keluarga yang ditinggalkan tidak boleh menarik kembali wakaf tersebut.

Kecuali, kalau tanah harta yang diwakafkan tersebut ternyata ada bagian hak anak, maka anak bisa meminta kembali harta tersebut, namun hanya sebatas pada bagian yang menjadi haknya.

Apa lagi kalau sebuah tanah yang sudah diwakafkan dan telah dikelola oleh wakif dan dimanfaat oleh masyarakat umum, seperti pembangunan masjid, sekolah, mushalla, makam, dan lain sebagainya, maka akan merugikan pihak wakaf yang sudah mengeluarkan materi maupun non materi untuk mengelola tanah wakaf tersebut.

Uraian ditas memberikan pemahaman bahwa hendaknya harta yang sudah diinfakan atau diwakafkan hendaknya tidak ditarik kembali.

Baik harta tersebut bagian dari yang kita cintai atau tidak, hal ini diperkuat oleh hukum atau dalil di dalam ayat al-Qur’an yang artinya:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS Al Imran: 92).

Semoga kita senantiasa diberikan keteguhan hati dalam berwakaf dan melakukan amalan-amalan jariyah yang diniatkan untuk orangtua, agar pahala terus mengalir kepada orangtua dari amal jariyah yang kita lakukan. (WIN/SA)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Hukum Menarik Kembali Tanah yang Sudah Diwakafkan Read More »

Keutamaan Wakaf: Apakah Harta yang Ditinggalkan Menjadi Istana di Surga?

WAKAFDT.OR.IDPernahkah Anda mendengar janji luar biasa bagi orang yang berwakaf, yaitu akan dibangunkan istana di surga? Apakah ini sekadar ungkapan motivasi, ataukah ada dasar yang kuat dalam ajaran Islam? Mari kita telaah lebih dalam tentang amal saleh yang kekal ini, yang dikenal sebagai wakaf.

Wakaf, secara sederhana, adalah menyerahkan harta milik pribadi (seperti tanah, bangunan, atau uang) untuk kepentingan dan kemaslahatan umat secara abadi. Keutamaan berwakaf tidak hanya berlaku di dunia, namun memiliki dampak abadi di akhirat.

Investasi Amal Jariyah: Pahala yang Tak Pernah Putus

    Inilah pilar utama mengapa wakaf sangat istimewa. Ketika seseorang meninggal dunia, sebagian besar amalnya akan terhenti, kecuali tiga perkara, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

    Wakaf termasuk dalam kategori sedekah jariyah (sedekah yang terus mengalir). Bayangkan, seseorang mewakafkan sebidang tanah untuk dibangunkan sekolah, rumah sakit, atau sumur air bersih. Selama bangunan itu berdiri dan memberikan manfaat, pahala akan terus mengalir kepada pewakaf, bahkan setelah ia tiada. Ini adalah investasi abadi yang hasilnya dipanen hingga hari Kiamat.

    Bukti Keimanan dan Kualitas Ketulusan

    Wakaf bukanlah sekadar tentang memberi, melainkan tentang melepaskan. Seseorang yang berwakaf menunjukkan tingkat keimanan dan ketulusan (keikhlasan) yang tinggi. Ia menyadari bahwa harta di tangannya hanyalah titipan sementara, dan ia rela melepaskan aset yang ia cintai di dunia demi mengejar keridaan Allah Ta’ala di akhirat.

    Tindakan ini sesuai dengan firman Allah: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92)

    Wakaf adalah manifestasi dari kesiapan hati untuk berkorban demi mendapatkan balasan yang jauh lebih besar dan kekal.

    Janji Dibangunkan Rumah/Istana di Surga

    Janji tentang istana di surga bukanlah kiasan semata, melainkan didukung oleh dalil yang jelas, khususnya bagi mereka yang membangun fasilitas kebaikan. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membangun masjid karena Allah, walau hanya sebesar sarang burung, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ahmad)

    Meskipun hadis ini secara spesifik menyebut masjid, para ulama menjelaskan bahwa prinsipnya berlaku umum bagi pembangunan fasilitas publik yang diniatkan murni karena Allah, dan wakaf adalah salah satu bentuk utamanya.

    Istana di surga adalah simbol kemuliaan, kenikmatan, dan tempat tinggal terbaik yang disiapkan oleh Allah bagi hamba-Nya yang tulus memberi manfaat di dunia.

    Membangun Peradaban dan Mengatasi Kemiskinan

    Secara historis, wakaf telah menjadi pilar penting dalam peradaban Islam. Dari universitas tertua di dunia, Al-Azhar di Mesir, hingga pembangunan rumah sakit, jembatan, dan sistem irigasi, semuanya banyak yang didanai melalui skema wakaf.

    Wakaf memiliki potensi luar biasa sebagai instrumen ekonomi umat (ekonomi syariah) untuk:

    • Pendidikan: Mendanai beasiswa dan pembangunan sekolah/pesantren.
    • Kesehatan: Mendirikan klinik atau rumah sakit gratis.
    • Pemberdayaan Ekonomi: Membentuk modal usaha produktif bagi fakir miskin (Wakaf Produktif).

    Melalui wakaf, harta tidak hanya berhenti di satu tangan, tetapi bertumbuh, menghidupkan, dan menolong banyak orang. Seseorang yang berwakaf bisa dikatakan “hidup” lebih lama dari usianya sendiri karena namanya dan manfaat yang ia tinggalkan terus abadi dalam doa dan kehidupan orang lain.

    Wakaf adalah kesempatan emas yang diberikan Allah Ta’ala kepada hamba-Nya untuk menciptakan kebaikan secara terus-menerus. Setiap manfaat dari harta yang Anda wakafkan adalah batu bata demi batu bata yang menyusun istana abadi Anda di surga. (WIN)

    Redaktur: Wahid Ikhwan


    WAKAFDT.OR.ID

    Keutamaan Wakaf: Apakah Harta yang Ditinggalkan Menjadi Istana di Surga? Read More »

    wakaf keuangan syariah

    Apa Itu Wakaf Uang?

    WAKAFDT.OR.IDIstilah wakaf uang belum dikenal di zaman Rasulullah. Wakaf uang (cash waqf) baru dipraktekkan sejak awal abad kedua hijriyah. Imam az Zuhri (wafat 124 H) salah seorang ulama terkemuka dan peletak dasar tadwin al-hadits memfatwakan, dianjurkan wakaf dinar dan dirham untuk pembangunan sarana dakwah, sosial, dan pendidikan umat Islam.

    Di Turki, pada abad ke 15 H. praktek wakaf uang telah menjadi istilah yang familiar di tengah masyarakat. Wakaf uang biasanya merujuk pada cash deposits di lembaga-lembaga keuangan seperti bank, dimana wakaf uang tersebut biasanya diinvestasikan pada profitable business activities. Keuntungan dari hasil investasi tersebut digunakan kepada segala sesuatu yang bermanfaat secara sosial keagamaan.

    Pada abad ke 20 mulailah muncul berbagai ide untuk meimplementasikan berbagai ide-ide besar Islam dalam bidang ekonomi, berbagai lembaga keuangan lahir seperti bank, asuransi, pasar modal, institusi zakat, institusi wakaf, lembaga tabungan haji dll. Lembaga-lembaga keuangan Islam sudah menjadi istilah yang familiar baik di dunia Islam maupun non Islam.

    Dalam tahapan inilah lahir ide-ide ulama dan praktisi untuk menjadikan wakaf uang salah satu basis dalam membangun perkonomian umat. Dari berbagai seminar, yang dilakukan oleh masyarakat Islam, maka ide-ide wakaf uang ini semakin menggelinding. Negara- negara Islam di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara sendiri memulainya dengan berabagai cara.

    Di Indonesia, sebelum lahirnya UU No. 41 tahun 2004, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa tentang Wakaf Uang, (11/5/2002). Wakaf Uang (Cash Wakaf/Wagf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai.

    Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga. Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh. Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i.

    Nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan. Ihwal diperbolehkannya wakaf jenis ini, ada beberapa pendapat yang memperkuat fatwa tersebut.

    Pertama, pendapat Imam al-Zuhri (w. 124H.) bahwa mewakafkan dinas hukumnya boleh, dengan cara menjadikan dinar tersebut sebagai modal usaha kemudian keuntungannya disalurkan pada mauquf ‘alaih (Abu Su’ud Muhammad. Risalah fi Jawazi Waqf al-Nuqud, [Beirut: Dar Ibn Hazm, 1997], h. 20-2 1).

    Kedua, mutaqaddimin dari ulaman mazhab Hanafi (lihat Wahbah al-Zuhaili, al Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, [Damsyiq: Dar al-Fikr, 1985], juz VIII, h. 162) membolehkan wakaf uang dinar dan dirham sebagai pengecualian, atas dasar Istihsan bi al-‘Urfi, berdasarkan atsar Abdullah bin Mas’ud r.a: “Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin maka dalam pandangan Allah adalah baik, dan apa yang dipandang buruk oleh kaum muslimin maka dalam pandangan Allah pun buruk”.

    Ketiga, pendapat sebagian ulama mazhab al-Syafi’i: “Abu Tsyar meriwayatkan dari Imam al-Syafi’i tentang kebolehan wakaf dinar dan dirham (uang)”. (al-Mawardi, al-Hawi al-Kabir, tahqiq Dr. Mahmud Mathraji, [Beirut: Dar al-Fikr,1994[, juz IX,m h. 379).

    Cara Mudah Wakaf Uang

    Wakaf Uang sekarang sangat mudah. Siapapun bisa. Berwakaf kini tidak harus menunggu menjadi kaya. Cukup minimal punya uang Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah) anda sudah bisa berwakaf. Jika berwakaf minimal 1 juta akan mendapat Sertifikat Wakaf.**

    Redaktur: Wahid Ikhwan


    WAKAFDT.OR.ID

    Apa Itu Wakaf Uang? Read More »

    Cara Meningkatkan Minat Membaca

    WAKAFDT.OR.ID – Sebuah realita saat ini, budaya literasi telah hilang dari dunia pendidikan kita. Salah satu jawaban kenapa indeks pendidikan Indonesia rendah, karena rendahnya tingkat daya baca masyarakat Indonesia.

    Faktanya peringkat daya baca Indonesia di dunia mentok di ranking ke-62 dari 70 negara yang berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

    Mengutip survei yang digelar sepanjang Oktober sampai November pada 2021 lalu, indeks minat baca dan indeks kegemaran membaca warga berada di nilai 74,54 dan 79,37 (skala penilaian 0-100).

    Hasil ini cukup mengejutkan, mengingat Indonesia dianggap sebagai negara dengan tingkat literasi rendah. 

    Lantas bagaimana meningkatkan minat baca anak-anak bangsa? Agar taraf pendidikan di Indonesia juga semakin baik. Setidaknya ada lima tips untuk meningkatkan minat baca:

    1. Bacalah buku yang sesuai dengan minat atau kesukaan. Jika saat ini sedang rajin-rajinnya berolahraga, maka carilah buku tentang olahraga.

    Jika menyukai sejarah, maka bacalah buku bertema sejarah. Membaca sesuatu yang menarik bagi diri sendiri, maka kita akan lebih terdorong untuk mulai membaca.

    2. Buatlah jadwal untuk membaca. Carilah waktu yang tepat untuk membaca, misalnya sebelum tidur atau saat jam istirahat baik di sekolah, kampus atau kantor.

    3. Baca di tempat yang nyaman. Carilah tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca, seperti di kamar atau di taman.

    4. Gabung dengan kelompok baca. Bergabung dengan kelompok baca atau forum baca online agar bisa bertukar pikiran dan ide dengan orang lain yang juga suka membaca.

    5. Beri reward pada diri sendiri setelah membaca. Berikan reward pada diri kita setelah berhasil membaca buku sampai selesai.

    Semoga melalui tips diatas, kita bisa menjadi bagian yang setidaknya masih punya minat membaca. Tinggal selanjutnya kebiasaan baik tersebut agar bisa kita tularkan kepada orang lain.

    Redaktur: Wahid Ikhwan


    WAKAFDT.OR.ID

    Cara Meningkatkan Minat Membaca Read More »