Wakaf Daarut Tauhiid

Artikel

Aa Gym: Bahaya Sifat Munafik

WAKAFDT.OR.IDPenyakit yang sifatnya turunan dari hati merupakan perbuatan menyekutukan Alloh, takut kepada selain Alloh, berharap kepada selain Alloh merupakan penyakit munafik.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam menerangkan sifat munafik, “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga yaitu jika berbicara ia berdusta; jika berjanji dia ingkar; jika dipercaya dia khianat.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Orang munafik seperti musang berbulu domba. Terlihat baik atau bagus padahal hatinya busuk. Orang munafik itu jauh lebih berbahaya dari orang yang jelas jelek sifat dan sikapnya.

Orang jelek menampakkan kejelekannya, sedangkan orang yang munafik itu jelek tapi menampakkan kebagusannya.

Seorang munafik itu sebetulnya penipu, berbohong itu menipu, ingkar janji itu menipu, dan khianat atas amanah itu menipu. Munafik itu ada dua bentuk.

Pertama, ada munafik sejak itikad di dalam hatinya, dari akidahnya, seperti Abdullah bin Ubay. Hatinya tidak beriman ke Alloh, akan tetapi sikapnya menunjukkan keislaman.

Hatinya sebenarnya benci kepada Islam, tapi sikapnya menampakkan kecintaan. Ini kemunafikan tingkat berat.

Kedua, munafik pada amal. Kita memang insyaa Alloh beriman, yakin kepada Alloh Ta’ala, akan tetapi pada sikap kita sehari-hari banyak perilaku munafik.

Di antara kebohongan-kebohongan kita yaitu banyak janji yang kita ucapkan tanpa diiringi dengan kesungguhan untuk menepati, amanah di kantor yang lalai kita kerjakan.

Kemunafikan ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman di dalam diri kita, begitu juga di dalam diri orang lain.

Orang munafik itu ketika di depan dan di belakang, antara ucapan dan tindakan juga berbeda. Di depan ia mengangguk dan bermuka manis atau bermuka dua, sementara di belakang kita ia berghibah.

Di depan dia menyanjung, namun di belakang dia menghina. Orang munafik akan terus menjadi biang masalah. Kalau di dalam rumah tangga ada kemunafikan, maka akan rentan dengan konflik dan perpecahan.

Kemunafikan juga akan membuat persoalan tidak kunjung selesai. Seperti masalah narkoba, meski para pengedar sudah ditangkap kemudian dipenjara, namun kalau ada kemunafikan di tataran penegak hukumnya, maka masalah akan terus bertambah.

Jadi kemunafikan itu adalah akar masalah dan sifat yang sangat tercela. Sesungguhnya Alloh Ta’ala tidak menyukai sifat munafik. Semoga kita senantiasa terhindar dari sifat munafik. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Bahaya Sifat Munafik Read More »

Pentingnya Perang Orangtua dalam Mengatasi Kecanduan Game Online pada Anak

WAKAFDT.OR.ID — Maraknya game online menjadi keresahan bagi sebagian besar orangtua saat ini. Anak-anak semakin sulit untuk dipisahkan dari gawainya, sehingga berdampak pada produktifitas maupun kesehatan anak-anak.

Awalnya game online dijadikan sebagai media hiburan, namun hiburan tersebut justru berunjung menjadi kecanduan yang sulit dipisahkan dari kehidupan anak-anak.

Bahkan anak-anak menjadi sulit untuk diatur, pola hidup menjadi tidak teratur, dan punya banyak dampak negatif lainnya.

Oleh karenanya, perlu sikap dari orangtua untuk terus mendampingi anak dan membuat aturan agar membentuk kepribadian seorang anak. Langkah yang bisa dilakukan oleh orangtua di antaranya:

Membatasi Waktu

Anak-anak harus dibatasi waktunya dalam menggunakan gawai.  Penggunaan gawai harus ditentukan, kapan anak-anak menggunakannya, berapa lama anak-anak diperbolehkan menggunakannya, dan jenis permainan seperti apa yang bisa dimainkan anak-anak.

Misalkan orangtua memberikan batasan maksimal 1 jam sehari atau disesuaikan dengan usia anaknya.

Mendampingi Anak

Orangtua harus hadir mendampingi anak-anaknya ketika sedang bermain game menggunakan gawai, agar tidak lalai dan menjauhkan anak-anak dari konten yang tidak layak ditonton.

Mengalihkan Pada Aktifitas Lain

Agar anak tidak selalu ingin bermain game, maka orangtua perlu mengajak anaknya melakukan aktivitas gerak yang disukai anak-anak.

Seperti menggambar, memasak, mewarnai, berlibur singkat di akhir pekan dengan berbagai kegiatan menarik lainya.

Memberi Sanksi Jika Melanggar Aturan

Agar anak-anak mau mematuhi aturan yang sudah dibuat bersama, maka disarankan kepada orangtua untuk memberikan hukuman dalam batas wajar.

Para orangtua juga hendaknya memberikan penghargaan jika berhasil mematuhi peraturan yang telah buat.

Mengatasi kecanduan game online bagi anak-anak memang memang membutuhkan pikiran dan tenaga yang ekstra.

Oleh karenanya, orangtua harus mendisiplinkan anak dengan peraturan-peraturan yang membuat anak terikat. Sehingga harapannya anak bisa mengubah kebiasaan menjadi lebih disiplin.

Sekali lagi, penting bagi orangtua mempunyai peran dalam mengawasi dan mengatur anak dalam penggunaan gawai. Jangan sampai orangtua terlambat dalam mengambil sikap. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pentingnya Perang Orangtua dalam Mengatasi Kecanduan Game Online pada Anak Read More »

Aa Gym: Inilah Orang yang Layak Ditolong oleh Alloh

WAKAFDT.OR.IDSalah satu syarat agar ditolong oleh Alloh maka kata kuncinya adalah jangan mengharap kepada manusia. Jangan membuat Alloh cemburu sehingga kita jauh dari pertolongan Alloh. Dalam surat Yunus ayat 107 disebutkan bahwa:

“Dan jika Alloh menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Alloh menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Bagaimana kalau kita (ibu-ibu) ada rasa takut bahwa suami kita akan selingkuh atau menikah lagi? Maka adukan semua rasa takut kita kepada Alloh dengan cara berdoa.

Titipkan semua kepada Alloh, kemudian bertawakal kepada Alloh. Tidak perlu memata-matai dan mengancam suami, karena biasanya suami jauh lebih banyak triknya dibandingkan istri.

Kalau seorang istri mau mengambil dan menenangkan hati istri maka banyak doa kepada Alloh, kalau bertengkar tidak usah mengandalkan argumentasi sampai berdebat, tapi minta ke Alloh agar dilembutkan hati istri.

Begitu juga bersikap kepada anak, tidak perlu marah-marah kalau anak lama bangun tidurnya. Tapi usap kepalanya kemudian berdoa kepada Alloh agar anak kita dijaga oleh Alloh dan menjadi anak sholeh yang taat kepada Robbnya dan berbakti kepada orangtuanya.

Kita harus selalu mendoakan orang-orang terdekat kita, misalkan dengan doa ini:

“Ya Alloh anak ini adalah ciptaanmu, anak ini milikmu, anak ini juga amanah darimu, maka bangunkan anak ini ya Alloh.”

Dalil mengenai mendo’akan saudara-saudara kita, disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186).

Alloh itu maha melihat dan maha mendengar apa yang kita ucapkan dan apa yang dilakukan, kalau Alloh sudah berkehendak pasti terjadi dan tidak ada satu pun yang bisa menghalangi.

Kita harus yakin bahwa Alloh pasti menolong kita, dengan dan melalui cara apapun pertolongan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Inilah Orang yang Layak Ditolong oleh Alloh Read More »

Sering Ditimpa Musibah karena Bencana, Inilah Kewajiban Sesama Muslim

WAKAFDT.OR.IDSebagai seorang muslim hendaknya jika melihat orang lain yang tertimpa musibah bersikap sesuai dengan anjuran dalam Islam, karena hal berikut merupakan bagian dari kewajiban sebagai sesama muslim.

Pertama, medoakan orang yang sedang ditimpa oleh musibah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa melihat orang yang tertimpa musibah kemudian mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang diberikan kepadamu dan melebihkanku atas kebanyakan orang yang Dia ciptakan’, maka ia tidak tertimpa musibah tersebut.” (HR. at-Tirmidzi).

Sepatutnya doa ini diucapkan secara pelan, sehingga yang mendengar hanyalah dirinya, agar orang yang tertimpa musibah tidak mendengarnya, dan agar tidak menyakiti hati orang yang tertimpa musibah.

Kecuali musibah tersebut berupa kemaksiatan, maka tidak mengapa memperdengarkan doa tersebut, sebagai bentuk peringatan baginya jika hal tersebut sekiranya tidak menimbulkan kemudharatan (bahaya).

Disebutkan dalam hadits At Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda bahwa:

“Siapa yang melihat orang tertimpa musibah kemudian mengucapkan doa tersebut, maka dengan izin Allah ia diselamatkan dari ujian tersebut, apapun itu selama ia masih hidup.”

Imam Tirmidzi menilai hadits tentang doa mendengar atau melihat orang tertimpa musibah tersebut hasan gharib, sedangkan Imam Suyuthi menilai hadits ini hasan.

Mengutip juga dari sebuah buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit yang ditulis oleh Hamdan. Ia menyampaikan bahwa hendaknya mengucapkan doa tersebut dalam hati dan tidak memperdengarkannya kepada orang yang tertimpa musibah atau cobaan.

Kedua, membantu saudara kita yang sedang merasa kesulitan, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa:

Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya” (HR. Muslim).

Setiap orang sebenarnya senang untuk dibantu keperluannya, diringankan bebannya, dimudahkan urusannya, dibukakan jalannya.

Tetapi, tidak setiap orang memiliki keleluasaan untuk meminta bantuan kepada orang lain. Membantu orang lain tidak mesti dimintain tolong lebih dulu, boleh jadi ia tidak ingin merepotkan orang lain, atau boleh jadi ia ingin menjaga kehormatannya. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sering Ditimpa Musibah karena Bencana, Inilah Kewajiban Sesama Muslim Read More »

wakaf untuk orang tercinta

Kedudukan Anak Yatim Disisi Nabi SAW

WAKAFDT.OR.IDNabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasalam merupakan teladan bagi umat manusia. Beliau adalah orang yang sangat mengasihi dan menyayangi anak-anak yatim piatu.

Rasul menjelaskan bahwa kedudukan orang yang memuliakan, menyantuni, dan mengasihi anak yatim akan mendapatkan surga yang jaraknya bagaikan jari telunjuk dan jari tengah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam juga melarang menelantarkan anak yatim.

Dalam Al Quran, Allah Ta’ala memberi peringatan keras kepada orang-orang yang suka menghardik anak yatim dan tidak mau memberi makan fakir miskin. Orang-orang seperti itu disebut oleh Allah sebagai pendusta agama.

Rasulullah sendiri adalah yatim semenjak beliau dilahirkan. Ia tidak pernah melihat sosok ayahanda tercinta Abdullah bin Abdul Muthalib. Sang ayah wafat saat dalam perjalanan dagang, saat itu ia masih dalam kandungan ibunya, Sayidah Aminah.

Kemudian pada usia sekitar 7 tahun Rasul mengalami kesedihan yang mendalam, di mana ia harus kehilangan ibunya yang wafat karena sakit sewaktu menziarahi makam suaminya di Yatsrib.

Kenangan sedih sebagai anak yatim-piatu itu bekasnya masih mendalam dalam jiwa Rasul, sehingga dalam Al Quran pun disebutkan “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu (Muhammad).” (QS. adh-Dhuhaa: 6)

Dikisahkan ketika Ja’far bin Abu Thalib sepupu Rasulullah terbunuh dalam peperangan Mu’tah, beliau sangat sedih.

Beliau segera datang ke rumah Ja’far dan menjumpai istrinya, Asma bin Umais yang sedang membuat roti, memandikan anak-anak dan memakaikan bajunya.

Kemudian Rasulullah berkata kepada Asma, “Suruhlah anak-anak Ja’far kemari. Aku akan mendoakannya.” Maka bergegaslah mereka mendekat kepada Rasulullah dan bercengkerama dengan beliau.

Rasulullah merangkul mereka, mencium, serta berlinang air matanya. Asma bertanya kepada Rasul saw, “Wahai Rasulullah, apa yang menjadikan engkau menangis? Apakah ada sesuatu yang menimpa Ja’far?”

Beliau saw menjawab, “Ya, dia telah gugur sebagai syahid pada hari ini.” Sesaat hilanglah keceriaan yang terdapat pada wajah-wajah mereka, tatkala mendengar tangisan ibunya.

Kemudian Nabi saw kembali kepada keluarganya dan mengingatkan untuk memperhatikan keluarga Ja’far yang kini telah menjadi yatim.

Begitu besar perhatian Rasulullah terhadap anak yatim, hingga banyak sekali riwayat masyhur yang memposisikan penolong anak yatim dalam derajat yang tinggi dalam Islam.

Dalam sabdanya Rasul berkata, “Sebaik-baik rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik….”

Dalam hadits yang lain Rasulullah juga bersabda yang artinya, “….Barangsiapa yang mengusap kepala seorang anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan, dan barang siapa berbuat baik kepada seorang anak yatim piatu perempuan atau laki-laki yang dia asuh, adalah aku bersama dia di surga.”

(WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kedudukan Anak Yatim Disisi Nabi SAW Read More »

Aa Gym: Mintalah Apapun ke Alloh

WAKAFDT.OR.IDTidak pernah terbayang oleh Aa bias membangun pesantren dan masjid di berbagai cabang di Indonesia dan luar Indonesia. Ada di Palestina, Australia, Malasyia, dan di beberapa tempat lainnya.

Proses pembangunan Masjid Daarut Tauhiid misalkan, pada tahun 1990 masih kontrak sedangkan harga tanah semakin mahal, tapi hadirlah pertolongan Alloh mulai beli beberapa tanah.

Kemudian ketika melakukan renovasi Masjid DT Bandung, membutuhkan dana 17 miliar di mana itu merupakan angka yang besar, dari beberapa pengurus sempat berpikir bagaimana mengumpulkan uang sebanyak itu, sedangkan infak atau kencleng mahasiswa saja hanya 2.000.

Tapi Aa menyampaikan kepada teman-teman tidak boleh bersandar kepada dompet mahasiswa, tapi bersandarlah kepada pemilik langit dan bumi.

Alhamdulillah, dari angka 17 miliar justru terkumpul 32 miliar, dan sisanya dialihkan ke pembangunan masjid di beberapa titik di Indonesia seperti Batam, Serua, Cipaku, dan lain-lainnya.

Begitu juga dengan pesantren di Australia, tidak pernah dibayangkan membangun masjid di sana, berawal dari belum adanya masjid di Australia. Akhirnya kita cari rumah ibadah yang sudah tidak dipakai dan ingin dijual.

Ketika tempatnya sudah ada tapi uangnya belum ada, solusi yang dilakukan ketika itu Aa pinjem ke teman-teman pengusaha ketika itu, ada yang memberi pinjaman 100 juta, 500 juta, 1.2 miliar dalam jangka pinjaman 1 tahun.

Kala itu Aa berdoa kepada Alloh agar dimudahkan dalam membangun rumah Alloh, akhirnya lunas juga pinjaman yang diberikan dengan berbagai cara.

Minta sesuatu kepada Alloh yang maha memiliki segalanya, banyak doa kepada Alloh dan diiringi dengan ikhtiar. Jangan merasa kecewa dengan ikhtiar yang kita lakukan kalau belum terwujud karena nanti pasti ada jalannya.

Jadi kalau kita ingin mendekatkan diri kepada Alloh, maka dari awal kita bulatkan hati kepada Alloh. Dengan memohon pertolongannya, Alloh berfiman dalam Al-Qur’an yang artinya:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186).

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Mintalah Apapun ke Alloh Read More »

Lima Keistimewaan Salat Tahajud: Jalan Meraih Derajat Mulia dan Keberkahan Hidup

WAKAFDT.OR.IDSalat Tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat ditekankan dalam Islam, dilaksanakan pada periode waktu istimewa, yakni sepertiga akhir malam setelah seseorang terjaga dari tidur.

Banyak dalil, baik dari Al-Qur’an maupun Hadis Nabi, yang menguraikan manfaat besar dari amalan ini, baik untuk pengembangan spiritualitas maupun kemudahan dalam urusan duniawi. Berikut adalah lima keistimewaan utama dari Salat Tahajud:

1. Menaikkan Martabat Spiritual (Māqamām Mahmūdā) Allah SWT menjanjikan kedudukan istimewa bagi hamba-Nya yang rutin melaksanakan Tahajud, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 79:

“Dan pada sebagian malam, dirikanlah salat Tahajud (sebagai ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Ayat ini secara eksplisit mengaitkan pelaksanaan Tahajud dengan janji Allah untuk menempatkan pelakunya pada derajat yang tinggi dan terhormat (māqamām mahmūdā) di sisi-Nya.

2. Membuka Pintu Kemudahan dan RezekiTahajud adalah waktu mustajab untuk memanjatkan doa. Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya di waktu malam ada satu saat (waktu istimewa), tidaklah seorang Muslim menemuinya, lalu ia memohon kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah, melainkan Allah akan mengabulkannya. Dan (waktu) itu ada di setiap malam.” (HR Bukhari dan Muslim)

Keterangan ini menggarisbawahi fungsi Tahajud sebagai sarana spiritual yang ampuh untuk menarik rezeki, keberkahan, serta terkabulnya permohonan, baik yang berkaitan dengan kehidupan dunia maupun bekal di akhirat.

3. Momen Paling Dekat dengan Sang PenciptaSalat Tahajud menawarkan ketenangan dan keheningan, menjadikannya waktu optimal bagi seorang hamba untuk berkomunikasi secara intim dan khusyuk dengan Allah SWT.

Dalam Hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW menyampaikan:

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam, yaitu ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuninya.’”

Waktu istimewa ini, di mana rahmat dan ampunan Allah dicurahkan, menjadi kesempatan emas untuk mempererat kedekatan dan memohon pengampunan-Nya.

4. Menghapus Kesalahan dan Membentengi Diri dari DosaAmalan Tahajud juga memiliki peran penting dalam pembersihan diri dari dosa masa lalu dan pertahanan moral di masa depan. Dalam Hadis riwayat Tirmidzi dari Abu Umamah al-Bahili, Nabi SAW bersabda:

“Laksanakanlah salat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Rabb kalian, pelebur dosa-dosa, serta penghalang dari perbuatan maksiat.”

Dengan mengamalkan Tahajud, seorang Muslim dapat berupaya menghapus kesalahan yang telah diperbuat serta membangun perisai spiritual yang menjauhkan dari dorongan untuk melakukan perbuatan terlarang.

5. Menjadi Pelita di Hari PerhitunganKeutamaan Tahajud di Hari Kiamat adalah menjadi cahaya penerang bagi pelakunya. Rasulullah SAW bersabda:

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang senantiasa berjalan di kegelapan malam menuju masjid-masjid (untuk salat), dengan cahaya yang sempurna pada Hari Kiamat.” (HR Ibnu Majah, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Amalan ini diibaratkan sebagai cahaya yang utuh dan tidak terputus, yang akan menuntun hamba-Nya di Hari Akhir.

Melalui konsistensi dalam melaksanakan Salat Tahajud, seorang Muslim tidak hanya menuai pahala yang berlimpah, tetapi juga memperoleh serangkaian manfaat mendalam yang menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Ini adalah metode terbaik untuk memperkokoh hubungan dengan Allah dan memohon segala kebaikan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: MUI


WAKAFDT.OR.ID

Lima Keistimewaan Salat Tahajud: Jalan Meraih Derajat Mulia dan Keberkahan Hidup Read More »

Aa Gym: Ini Adalah Cara Mengatasi Iri Dengki

WAKAFDT.OR.IDPernah dengar dengki? Rumus memahami dengki sederhana sekali, yaitu SMOS. Susah melihat orang senang, senang melihat orang susah.

Kalau kita dengki kepada seseorang, pasti kita tidak ingin ketemu dengan seseorang. Bahkan kalau kita dengki kepada seseorang kecenderungannya tidak mau menyapa, tidak mau mengucapkan salam, dan tidak mau memuji orang lain.

Hal ini pengalaman pribadi Aa sendiri, dulu menjadi tukang adzan disalah satu masjid, nama masjidnya At-Takwa.

Suatu ketika Aa pernah azdan, kemudian dipuji oleh orang lain karena adzannya bagus, dari situ muncul rasa ingin adzan terus, dan tidak boleh orang lain yang adzan selain Aa.

Setiap mendengar orang lain adzan kuping terasa panas dan dada terasa sesak, intinya kalau ada rasa dengki pasti tidak pernah merasa senang kepada orang lain.

Begitu juga jika ada seseorang yang menjadi imam, hati selalu merasa tidak tenang, karena tidak ingin merasa orang lain lebik baik dari diri sendiri.

Kalau seseorang dapat sesuatu dia merasa enek dan tidak suka, kalau ada orang kepeleset karena kulit pisang rasa syukurnya begitu luarbiasa.

Orang dengki itu persis seperti Iblis yang sikapnya begitu dengan Nabi Adam ’alaihissalam, iblis yang dzalim iblis juga yang menderita.

Banyak orang tidak menyadari bahwa sifat iri dan dengki sesungguhnya lebih berimbas buruk pada diri sendiri ketimbang orang lain.

Menyimpan penyakit hati itu diibaratkan menggenggam bara api yang akan membuat tangan melepuh.

Bagi umat Islam, penyakit iri dan dengki harus diwaspadai. Sebab, orang yang mengidap penyakit ini tidak akan pernah puas dengan nikmat yang telah Allah karuniakan kepadanya.

Kita harus bersihkan hati kita dengan menguatkan iman kita, senang dengan apa yang diberikan kepada hamba Allah lainnya, dengki itu ada pada orang tidak memiliki kekuatan iman.

Dia tidak rela dengan apa yang Allah bagikan kepada saudaranya, padahal hak Allah membagi rezeki dan membagi nikmat. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ini Adalah Cara Mengatasi Iri Dengki Read More »

Memahami Konsep Zina dalam Islam: Pelanggaran Moral yang Melibatkan Seluruh Indera

WAKAFDT.OR.IDDalam ajaran Islam, pemaknaan tentang zina jauh lebih luas daripada sekadar hubungan seksual di luar ikatan pernikahan yang sah, yang selama ini dipahami oleh masyarakat umum.

Nabi Muhammad SAW telah memberikan penjabaran mendalam bahwa perbuatan tercela ini meliputi berbagai bentuk penyimpangan moral yang melibatkan setiap organ tubuh manusia. Hal ini tercantum dalam hadits shahih yang menjelaskan cakupan zina yang lebih komprehensif:

Hadis Riwayat Muslim (No. 657) dan Bukhari (No. 6243) menyebutkan, yang terjemahannya berbunyi:

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagian untuk setiap anak Adam dari perbuatan zina, dan hal itu pasti akan terjadi. Zina mata adalah pandangan (yang dilarang), zina kedua telinga adalah mendengarkan (hal-hal haram), zina lisan adalah ucapan (yang terlarang), zina tangan adalah sentuhan (yang dilarang), zina kaki adalah langkah (menuju perbuatan haram). Sementara hati berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang akan membenarkan atau mendustakannya.”

Penjelasan Ulama: Ragam Zina yang Menjerumuskan

Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Zia Ul Haramein, mempertegas bahwa bentuk-bentuk zina memang sangat bervariasi. Ia menekankan bahwa selain definisi umum yang mengacu pada hubungan seksual, terdapat bentuk-bentuk zina lain yang berpotensi menjerumuskan seseorang.

“Tentu jenis zina ini sangatlah beragam. Ada bentuk zina yang belum masuk ke dalam pengertian sosialnya yang merujuk pada hubungan lawan jenis atau hubungan seksual,” ujar Kiai Zia Ul pada Senin (20/9/2025).

Kiai Zia Ul melanjutkan penjelasannya bahwa Islam mendidik umatnya bahwa setiap indera memiliki potensi untuk melakukan zina sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Menurut beliau, mata bisa “berzina” melalui pandangan yang tidak pantas, telinga melalui pendengaran terhadap hal-hal yang dilarang agama, lisan melalui perkataan cabul atau tidak senonoh, tangan melalui sentuhan yang terlarang, dan kaki melalui langkah yang ditujukan ke tempat-tempat maksiat.

Bahkan dimensi batin pun tidak luput; hati dan pikiran dapat terlibat dalam “zina” melalui imajinasi, khayalan, dan niat-niat buruk. Hal ini menegaskan perhatian Islam yang sangat tinggi terhadap kemurnian manusia secara menyeluruh, tidak terbatas pada tindakan lahiriah semata.

“Ada jenis-jenis zina lain yang mengarah pada esensi perbuatan tersebut, seperti zina ‘ain (mata), zina qolbi (hati) melalui imajinasi. Demikian pula zina ucapan ketika mengeluarkan kata-kata mesum, zina tangan, hingga zina kaki jika melangkah dan mengarahkan ke tempat maksiat,” jelas Kiai Zia Ul.

Benteng Moral dan Pensucian Jiwa

Dengan memahami spektrum zina yang luas ini, umat Muslim didorong untuk membangun benteng moral yang kuat. Pengetahuan ini merupakan bagian penting dari pembinaan akhlak guna mewujudkan masyarakat yang bersih, suci, dan bermartabat.

Meskipun setiap bentuk zina memiliki tingkatan dosa yang berbeda, semuanya berfungsi sebagai pintu gerbang yang berpotensi membawa seseorang pada zina hakiki apabila tidak segera dihentikan dan dikendalikan.

Oleh sebab itu, pemahaman mendalam tentang berbagai bentuk zina ini menjadi bekal fundamental bagi setiap Muslim dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi bagian integral dari upaya realisasi konsep tazkiyatun nafs (pensucian jiwa) sebagai ibadah kepada Allah Ta’ala. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: MUI


WAKAFDT.OR.ID

Memahami Konsep Zina dalam Islam: Pelanggaran Moral yang Melibatkan Seluruh Indera Read More »

Aa Gym: Ciri Orang yang Tidak Dewasa

WAKAFDT.OR.IDSahabat sekalian, kedewasaan seseorang itu tidak ditentukan dari umurnya. Orang yang sudah tua tidak menentukan dia juga dewasa. Boleh jadi dewasa secara usia, tetapi secara pemikiran belum tentu.

Ada beberapa hal yang menjadi tanda bagi seseorang apakah ia termasuk orang yang sudah dewasa atau belum.

Pertama, tidak bisa menjadi pendengar yang baik, setiap orang berbicara bawaannya selalu ingin memotong pembicaraan orang lain, ingin menyela, dan tidak sabar mendengarkan penjelasan orang lain.

Kalau orang lain berbicara ia sibuk melakukan hal-hal yang membuatnya tidak fokus dan kelihatannya tidak fokus.

Sedangkan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam kalau ada orang berbicara Ia pasti menyimak dengan seksama.

Kalau ada hal lucu Rosul akan ikut senyum, kalau sedih Rosul akan ikut prihatin, kalau ada sesuatu yang mengagumkan Rosul juga akan mengucapkan kalimat “maasyaAllah”.

Beda kalau orang yang tidak dewasa, kalau ada orang berbicara kecenderungannya pasti merendahkan, dengan mengatakan “ah bisa aja,” pokoknya tidak mau memberi apresiasi atau penghargaan kepada orang lain.

Pada kasus lain misalkan, kalau ada suatu berita ia memberikan sisi negatif dari berita tersebut, agar kelihatan paling tahu, paling paham, dan paling menguasai.

Kedua, selalu bertindak agresif menyerang pribadi orang lain. Orang seperti ini selalu mencari peluang untuk menyerang melalui kelemahan orang lain, senang merusak reputasi orang.

Dan kalau sudah tidak suka ia pasti mencari jalan untuk menjatuhkan orang tersebut. Orang tidak matang kedewasaannya pasti paling suka melihat orang lain menderita.

Ketiga, suka berlebih-lebihan dalam menyampaikan sesuatu. Mendramatisir secara berlebihan suatu kejadian, atau boleh jadi sebaliknya mengurangi-ngurangi.

Disisi lain juga ia suka berbeda didepan dan dibelakang. Di depan ceritanya A, kalau di belakang ceritanya B.

Misalkan dalam sebuah rapat, ia menyampaikan sebuah persetujuan pada keputusan rapat, namun diluar rapat malah menyampaikan tidak setuju. Bahkan sering berbohong hanya untuk mengakomodasi kepentingan sendiri.

Kedewasaan tidak dilihat dari segi usia, banyak yang usia tua tapi belum dewasa dan sebaliknya usia muda tapi sudah dewasa.

Ini karena yang menjadikan tolak ukur sebuah kedewasaan adalah kemampuan untuk memiliki pola pikir yang matang.

Dewasa adalah sebuah proses yang membutuhkan banyak sekali percobaan dan juga belajar dari kesalahan yang kita dilakukan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ciri Orang yang Tidak Dewasa Read More »