Wakaf Daarut Tauhiid

Artikel

22 Oktober: Hari Santri Nasional, Mengenang Resolusi Jihad dan Peran Santri untuk Bangsa

WAKAFDT.OR.IDTanggal 22 Oktober 2025 menjadi penanda penting bagi seluruh rakyat Indonesia karena diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Hari ini memiliki makna historis yang dalam, merefleksikan penghargaan serta pengakuan negara terhadap kontribusi besar para santri dan ulama dalam rangkaian sejarah perjuangan bangsa.

Peringatan Hari Santri tahun 2025 mengingatkan kembali pada peristiwa krusial, yakni dikeluarkannya Resolusi Jihad oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Fatwa ini menjadi seruan suci bagi umat Islam untuk mengangkat senjata dan berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari upaya penjajahan kembali.

Semangat juang dan pengorbanan para santri inilah yang menjadi pondasi kuat nasionalisme dan sumber inspirasi bagi masyarakat.

Setiap tahun, perayaan Hari Santri diisi dengan beragam agenda yang menonjolkan nilai-nilai keislaman, patriotisme, dan kebangsaan.

Kegiatan seperti apel akbar, pengajian umum, kirab kebudayaan, dan pementasan seni Islam menjadi sarana untuk mengajak publik menghayati kembali sejarah dan peran strategis komunitas santri dalam mendukung kemerdekaan dan pembangunan negara.

Pada tahun 2025, Hari Santri Nasional diharapkan menjadi momentum untuk memperkokoh kesatuan dan semangat kolaborasi seluruh elemen bangsa, sekaligus menegaskan komitmen generasi muda untuk melanjutkan nilai-nilai luhur perjuangan dan pengabdian demi kemajuan serta kesejahteraan Tanah Air.

Latar Belakang Singkat Penetapan Hari Santri

Pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, kedaulatan Indonesia kembali terancam oleh kedatangan pasukan Belanda yang berambisi merebut kekuasaan.

Ancaman tersebut diperkuat dengan kehadiran tentara Sekutu dan NICA (Pemerintahan Sipil Hindia Belanda) yang mendukung upaya Belanda.

Di tengah situasi yang penuh gejolak tersebut, ulama dan santri berdiri sebagai garda terdepan, mengambil peran vital dalam mempertahankan eksistensi kemerdekaan Indonesia.

Bahkan sebelum kemerdekaan, pada masa pendudukan Jepang, telah terbentuk beberapa organisasi paramiliter yang di dalamnya banyak beranggotakan santri.

Salah satu yang ternama adalah Laskar Hizbullah, yang diinisiasi oleh ulama besar sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Hasyim Asy’ari, pada November 1943.

Pembentukan laskar ini menunjukkan kesiapan santri untuk terlibat aktif dalam perjuangan fisik demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Resolusi Jihad: Titik Balik Perjuangan Santri

Peran sentral santri dalam perjuangan kemerdekaan mencapai puncaknya dengan diterbitkannya Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Fatwa bersejarah ini secara spesifik menyerukan kepada seluruh Muslim, terutama santri dan jamaah NU, untuk berjuang di jalan Allah mempertahankan kemerdekaan yang baru direngkuh.

Dalam resolusi tersebut, melawan penjajah diartikan sebagai kewajiban agama (jihad) yang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan. Resolusi Jihad berhasil menyatukan semangat santri dan umat Islam, menjadi energi utama dalam menghadapi agresi militer Belanda dan Sekutu.

Fatwa ini tidak hanya mendorong keterlibatan santri dalam pertempuran fisik, tetapi juga memberikan legitimasi spiritual, menjadikan perjuangan mereka sebagai bagian dari ibadah.

Semangat yang lahir dari Resolusi Jihad memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai pertempuran penting, termasuk Pertempuran Surabaya 10 November 1945 yang kini kita peringati sebagai Hari Pahlawan.

Oleh karena itu, resolusi ini menjadi bukti konkret bahwa mempertahankan kedaulatan Indonesia adalah perjuangan yang melibatkan dimensi politik, militer, spiritual, dan moral dari seluruh lapisan masyarakat.

Penetapan Resmi Hari Santri Nasional

Sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas jasa serta peran luar biasa kaum santri, Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Penetapan ini dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 pada 15 Oktober 2015.

Hari Santri Nasional merupakan momen untuk mengenang, memelihara, dan mengembangkan nilai-nilai keislaman, nasionalisme, dan semangat pengorbanan yang diwariskan oleh para pendahulu.

Peringatan ini sangat erat kaitannya dengan Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari sebagai seruan keagamaan yang ikonik dalam mempertahankan negara.

Hari Santri tidak hanya berfungsi sebagai pengingat masa lalu, tetapi juga sebagai penegasan identitas dan peran penting santri dalam konteks berbangsa dan bernegara, baik di masa sekarang maupun di masa depan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

22 Oktober: Hari Santri Nasional, Mengenang Resolusi Jihad dan Peran Santri untuk Bangsa Read More »

Aa Gym: Tidak Perlu Nyesek Melihat Rezeki Orang

WAKAFDT.OR.IDAda seorang adik sudah mempunyai mobil. Sedangkan kakaknya belum mempunyai mobil, kemudian merasa nyesek. Pertanyaannya, kenapa harus merasa nyesek? Padahal setiap orang memiliki rezeki yang berbeda-beda, meskipun seibu sebapak pasti rezekinya berbeda.

Alloh adalah satu-satunya pemberi rezeki. Tidak ada satu pun makhluk yang mendapatkan rezeki melainkan pasti dari Alloh. Apakah rezeki itu karunia atau ujian? Rezeki itu ujian. Jadi karunia jika kita syukuri.

Alloh maha kuasa memberikan rezeki ke siapa pun sesuai dengan kehendaknya. Jadi kita tidak perlu iri, sesuka Alloh membagi rezeki kepada siapa pun.

Rezeki Alloh Ta’ala bukan hanya dari satu pintu saja, melainkan ada dari banyak pintu yang bisa semua umat muslim akses.

Seseorang hanya perlu melakukan yang terbaik jika ingin pintu-pintu rezeki itu terbuka lebar. Jangan pernah memikirkan apa yang didapatkan. Lakukan saja yang terbaik.

Alloh adalah satu-satunya yang memberi rezeki, sesuai dengan namanya yaitu ar-rozak. Pembeli adalah makhluk Alloh, yang digerakan hatinya oleh Alloh juga.

Ketika pembeli datang, belum tentu uang yang dia bawa adalah rezeki kita, boleh jadi ia hanya mampir sebentar dan mencoba saja. Jadi kita tidak perlu kecewa karena rezeki sudah ada yang mengatur.

Misalkan, upayakan sebelum berangkat melamar kerja maka berdoalah kepada Alloh yang mengatur, karena Alloh yang menentukan apakah kita diterima atau tidak diterima.

“Ya Alloh, yang maha tahu segala-galanya, beri saya pekerjaan yang membuat dekat denganmu, yang membuat saya hidup lebih bermanfaat bagi banyak orang, engkau yang memiliki segala perusahaan, tidak ada yang terjadi sesuatu apapun kecuali dengan izinmu.”

Bagi orang yang tahu bahwa pembagi rezeki itu adalah Alloh, maka ia tidak akan risau dan takut tidak kebagian rezeki.

Kalau seseorang tauhidnya benar, maka ia tidak akan takut rezekinya diambil oleh orang lain.

Kita tidak disuruh mencari rezeki tapi menjemput rezeki, yang dicari itu adalah keberkahannya, karena rezekinya sudah ada tetapi belum tentu diberi keberkahan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Tidak Perlu Nyesek Melihat Rezeki Orang Read More »

Memaknai Pentingnya Moralitas Bangsa

WAKAFDT.OR.IDMoral itu ibarat emas, emas itu berharga karena ada nilainya dimata manusia. Emas diletakkan di mana pun dan dikotori dengan apa pun tidak akan pernah mengurangi nilainya.

Manusia yang melekat dalam dirinya moral, dihina seperti apapun tidak akan pernah mengurangi kemuliaannya.

Moral itu adalah imunitas dalam diri seorang, untuk membentengi diri dari berbagai penyakit-pemyakit tindakan amoral.

Jika kita melihat bahwa bangsa ini begitu lemah, tidak berdaya, dan sedang tidak baik-baik saja, maka bisa dipastikan ada imunitas yang sedang hilang dalam diri manusia.

Apakah kemerosotan moral di Indonesia dapat diperbaiki? Segala penyakit pasti ada obatnya. Jika penyakit-penyakit yang muncul berkaitan dengan hati maka obatnya hanyalah niat dan kesabaran.

Untuk memperbaiki moral masyarakat di Indonesia hanya dapat ditangani dengan kesadaran individu masing-masing. Dimulai dari yang kebiasaan terkecil dahulu kemudian bertahap.

Pendidikan karakter tidak dengan sendirinya tumbuh begitu saja, diperlukan pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap pendidikan.

Tanpa adanya upaya-upaya yang jelas dan solusi yang ril, maka pendidikan karakter tidak akan melahirkan manusia yang cerdas sekaligus menggunakan kecerdasannya untuk bersikap dan berperilaku yang baik.

Padahal jika merujuk pada Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional, Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter Tahun 2011 yang berjumlah 18, yakni; nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggungjawab.

Namun, hal tersebut hanya berakhir pada tataran teks, malah yang terjadi sebaliknya dalam realitas sosial saat ini.

Di Amerika misalkan, orang-orang menganggap bahwa bangsa Amerika sedang berada dalam situasi yang semakin suram.

Sebuah lembaga survei oleh lembaga analistik Gallup menyatakan sebanyak 50 persen warga negara Amerika Serikat memiliki nilai moral yang buruk.

Hal ini terjadi dalam lima tahun terakhir, dengan penurunan jadi 43 persen pada tahun 2020 sebelum meningkat lagi dalam dua tahun terakhir.

Isu moralitas bukan sekedar isu sektoral maupun isu lokal, lebih dari itu akan menjadi isu global. Isu moral berbicara mengenai subjek atau pelaku sejarah, peradaban sebuah bangsa akan ditentukan oleh moral generasinya hari ini.

Mengapa degradasi moral begitu mengacam eksitensi sebuah bangsa? Karena moral adalah hati dan wajahnya sebuha bangsa. Tanpa moral akan ada prilaku negatif yang akan menjamah tatana kehidupan sosial manusia.

Kejujuran kita pada realitas dan harapan tak bertemu seperti apa yang diimajinasikan, merekonstruksi situasi pada cita-cita yang sebenarnya.

Tapi bangsa ini mau berangkat dari mana? Siapa yang memulai untuk mengambil peran untuk memperbaikinya? Apakah kita akan berdebat sepanjang waktu saling menyalahkan tanpa ada kesimpulan sama sekali?

Kita harus berangkat dari memaknai penting moral dalam diri manusia. Jika telah menemukan emas dalam pemaknaan tersebut, maka saatnya melakukan tindakan perubahan.

Perubahan yang dimaksud adalah perubahan kolektif untuk menjawab fenomena-fenomena yang diuraikan pada serial sebelumnya.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memaknai Pentingnya Moralitas Bangsa Read More »

Marak Pinjol, Bagaimana Hukumnya Menurut Ulama?

WAKAFDT.OR.IDSaat ini sedang marak pinjaman online (pinjol) yang dilakukan oleh banyak orang, bahkan ada yang lalai atau terlena hingga tidak mampu membayar tagihannya.

Ada banyak juga di kalangan masyarakat yang belum memahami hukum pinjaman online menurut Islam. Lantas bagaimana hukum pinjol dalam Islam?

Merujuk pada putusan dalam Ijtima Ulama Tahun 2021, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan bahwa hukum pinjaman online adalah haram.

Hal ini diputuskan karena menurut para ulama, dalam aktivitas pinjaman online ada unsur riba.

Selain itu, seperti diketahui bahwa rata-rata dari pihak pinjol menagih dengan cara memberi ancaman, sekaligus membuka dan menyebarkan rahasia/aib orang yang berutang kepada orang-orang terdekatnya.

Oleh karena itu pinjol lebih banyak mudharatnya dibandingkan kebaikannya, maka diputuskanlah bahwa pinjol haram.

Hukum ini tidak hanya berlaku pada pinjol saja, tetapi juga berlaku pada seluruh layanan pinjaman baik itu offline maupun online.

MUI menegaskan bahwa apabila layanan pinjaman mengandung riba, maka hukumnya adalah haram, meskipun dilakukan atas dasar kerelaan.

Karena pada dasarnya, aktivitas pinjam-meminjam atau utang-piutang merupakan bentuk akad tabarru’, yakni bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan hanya untuk tujuan komersial atau sumbangan.

Seluruh aktivitas layanan pinjaman baik offline maupun online hukumnya halal, dengan syarat tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Namun, jika dalam praktiknya penagihan piutang dilakukan dengan melayangkan ancaman fisik atau membuka aib orang yang tidak mampu membayar utang, maka hukumnya adalah haram.

Sementara bagi pihak yang meminjam, apabila ia sengaja menunda membayar utangnya padahal ia mampu, maka hukumnya juga haram.

Ada unsur riba dalam proses pinjol. Riba sendiri adalah istilah yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti kelebihan atau tambahan, namun dalam konteks syariat Islam, riba artinya mengerucut pada kelebihan dari pokok utang.

Kelebihan dari pokok utang itu lah yang membedakan riba dengan transaksi jual beli yang dikenal dengan ribhun atau laba, di mana kelebihan uang berasal dari selisih dalam jual beli.

Sederhananya, riba adalah tambahan yang disyaratkan dan diterima pemberi pinjaman sebagai imbalan dari peminjam utang.

Islam sendiri sudah dengan tegas melarang umatnya melakukan transaksi jual-beli dan utang piutang yang di dalamnya terdapat riba. Larangan ini juga tertulis dalam ayat Al-Qur’an maupun hadits. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Marak Pinjol, Bagaimana Hukumnya Menurut Ulama? Read More »

Aa Gym: Cara Agar Menjadi Ahli Sabar

WAKAFDT.OR.IDKita termasuk Ahli sabar kalau selalu menafakuri bahwa selama ini kita diurus oleh Alloh dengan baik, tidak ada perbuatan Alloh yang buruk untuk hambanya meskipun hanya sekejap saja.

Kalau pun Alloh memberikan ujian kepada kita, pasti hal tersebut sesuatu yang sebenarnya baik, keyakinan tersebut akan membuat kita ringan menghadapi hidup ini.

Hidup ini terasa berat atas cobaan yang kita hadapi karena kita tidak ridho menerima atas takdir Alloh.

Kenapa kita tidak bisa menerima takdir Alloh Alloh? karena kita merasa takdir tersebut tidak cocok dengan kehidupan kita. Padahal tidak ada ujian yang tidak baik, yang Alloh berikan pasti baik.

Kita sering kali mengeluh setiap ikhtiar yang kita lakukan, karena merasa tidak cocok dari apa yang diikhtiarkan dengan hasil yang diinginkan.

Pertanyaannya, apakah setiap ikhtiar yang kita lakukan harus cocok dengan keinginan kita? Tentu tidak. Karena kita sama sekali tidak memiliki kemampuan dalam menentukan keinginan yang sesuai dengan diri kita.

Mengapa kita harus bersabar ketika mendapatkan nikmat? Karena, nikmat itu bisa saja menggelincirkan manusia ke dalam kekhilafan dan memperturutkan hawa nafsu.

Banyak orang yang mampu bersabar ketika diuji dengan kesulitan, tapi tidak mampu bersabar ketika diuji dengan kenikmatan.

Kekuatan jiwa dalam membangun kesabaran, memiliki nilai balasan yang sangat menjanjikan, Alloh berfirman dalam sebuah hadits Qudsi, “Tidak ada balasan bagi hambaku mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan surga baginya.”

Sabar tidak identik dengan sikap lemah atau menerima apa adanya. Namun, sabar merupakan perjuangan yang menggambarkan kekuatan jiwa pelakunya sehingga mampu mengalahkan dan mengendalikan keinginan nafsunya.

Bahkan sabar disaat ini menjadi kekuatan moral dalam menghadapi berbagai kejahatan, kezaliman, serta teror yang dilakukan oleh mereka yang tidak ingin kejahatan dan kezalimannya terbongkar.

Sabar dalam menghadapi kenyataan yang terjadi adalah kunci dari pertolongan Alloh. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat pertolongan-Nya. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Cara Agar Menjadi Ahli Sabar Read More »

Taktik Asimetris Hamas di Gaza: Sebuah Analisis Perbandingan dengan Strategi Perang Nabi Muhammad ﷺ

WAKAFDT.OR.IDPasca konflik berkepanjangan, wilayah Gaza kini memasuki fase pemulihan. Seiring dengan pembebasan tahanan dan pemulangan sandera, upaya untuk menstabilkan situasi keamanan sedang berlangsung. Keberhasilan dalam mencapai kondisi ini tidak lepas dari ketahanan gerakan perlawanan, terutama Hamas, yang konsisten dalam mempertahankan wilayah Palestina.

Analisis militer dan sejarah sering mengaitkan strategi perang Hamas dengan beberapa prinsip taktis yang diterapkan oleh Nabi Muhammad ﷺ, sebagaimana didokumentasikan dalam studi sejarah Islam (Sirah Nabawiyah). Tinjauan berikut mengulas kemiripan pendekatan militer tersebut:

1. Kecerdasan Taktis dan Perang Asimetris

Strategi Sirah: Pada periode awal di Madinah, di mana kaum Muslimin masih minoritas, Nabi Muhammad ﷺ (sebagaimana dicatat dalam Sirah Ibn Ishaq) mengedepankan kecerdasan taktis, manajemen psikologis, dan mobilitas tinggi sebagai kunci pertahanan. Contohnya, dalam Perang Badar, jumlah pasukan Muslim dan persenjataannya jauh lebih sedikit, namun kemenangan diraih berkat penguasaan medan yang superior.

Penerapan Hamas: Menghadapi kekuatan militer Israel yang jauh lebih unggul (disparity of power), Hamas secara efektif menggunakan konsep perang asimetris. Mereka memanfaatkan topografi medan, khususnya jaringan terowongan bawah tanah yang dikenal sebagai “Gaza Metro,” serta menggunakan roket rakitan dan jarak pendek untuk menetralkan keunggulan teknologi musuh.

2. Pemanfaatan Medan dan Geografi

Strategi Sirah: Perang Khandaq (Ahzab) adalah contoh nyata bagaimana Nabi ﷺ memodifikasi geografi dengan menggali parit besar untuk pertahanan. Taktik ini berhasil mengubah pertarungan frontal menjadi pengepungan yang menguntungkan pihak Muslim.

Penerapan Hamas: Hamas mengolah wilayah perkotaan padat di Gaza menjadi semacam benteng pertahanan alami. Jaringan terowongan tidak hanya berfungsi untuk pergerakan logistik dan personel secara rahasia, tetapi juga sebagai lapisan perlindungan geografi yang memperlambat dan mempersulit operasi darat pasukan Israel.

3. Taktik Gerilya dan Mobilitas Cepat

Strategi Sirah: Eksperimen militer kecil seperti Perang Dzat al-Riqa’ menunjukkan taktik serangan mendadak (raid) dan pergerakan cepat untuk melemahkan musuh tanpa perlu konfrontasi besar-besaran. Dalam kasus Dzat al-Riqa’, kehadiran pasukan Muslim sudah cukup untuk menghancurkan moral musuh sehingga mereka melarikan diri, menunjukkan kemenangan taktis tanpa pertumpahan darah.

Penerapan Hamas: Organisasi ini menggunakan pendekatan serupa melalui operasi gerilya skala kecil, serangan roket tak terduga, dan infiltrasi yang dilakukan oleh sel-sel kecil yang sulit dilacak oleh sistem militer konvensional Israel.

4. Perang Psikologis dan Propaganda

Strategi Sirah: Nabi Muhammad ﷺ dikenal ahli dalam strategi psikologis. Dalam kasus Perang Khandaq, selain parit, ide untuk menggoyahkan mental musuh dengan negosiasi terpisah dan menunjukkan keteguhan iman (seperti pelaksanaan Salat Khauf) berhasil menekan moral musuh.

Penerapan Hamas: Serangan roket yang dilakukan Hamas, selain bertujuan militer, juga memiliki fungsi utama sebagai alat tekanan psikologis. Aksi ini bertujuan menciptakan rasa waspada, mengganggu kehidupan normal, dan merusak citra keamanan total yang diklaim oleh Israel.

5. Intelijen dan Kerahasiaan

Strategi Sirah: Pentingnya pengumpulan informasi dan kerahasiaan ditekankan oleh Nabi ﷺ, seperti pengiriman mata-mata sebelum Perang Badar.

Penerapan Hamas: Gerakan ini sangat bergantung pada sistem intelijen internal yang ketat, komunikasi tertutup, dan penggunaan teknologi sederhana untuk menghindari penyadapan. Kerahasiaan ini menjadi faktor yang sering kali menyulitkan lembaga intelijen Israel dalam memetakan keseluruhan struktur organisasi mereka.

6. Ketahanan Moral dan Legitimasi

Strategi Sirah: Ketahanan luar biasa dan keteguhan yang dicontohkan Nabi Muhammad ﷺ, misalnya dalam Perang Uhud, menjadi modal moral utama umat Islam. Selain itu, peperangan selalu dilandaskan pada legitimasi wahyu, yaitu sebagai perlawanan terhadap penindasan (seperti Surah Al-Hajj ayat 39).

Penerapan Hamas: Anggota Hamas menanamkan nilai ketahanan dan semangat perjuangan yang kuat, didukung oleh narasi keagamaan dan semangat syahid (istisyhad). Pembingkaian perjuangan ini memberikan legitimasi moral di mata pendukung lokal dan meraih simpati luas di dunia Islam, menjadi kunci ketahanan psikologis menghadapi blokade dan tekanan militer.

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Taktik Asimetris Hamas di Gaza: Sebuah Analisis Perbandingan dengan Strategi Perang Nabi Muhammad ﷺ Read More »

Sejarah Wakaf Uang Sejak Abad 15 hingga Saat Ini

WAKAFDT.OR.IDDalam sejarah gagasan wakaf uang tidak sepenuhnya baru. Beberapa catatan menunjukkan bahwa konsep ini telah dikenal sejak masa Dinasti Utsmani pada abad ke-15 Masehi. Saat itu, wakaf uang dipraktikkan secara luas di wilayah Turki dan sekitarnya sebagai salah satu bentuk inovasi dalam pengelolaan dana umat.

Memasuki abad ke-20, konsep wakaf uang kembali mendapatkan perhatian seiring dengan munculnya gerakan revitalisasi ekonomi Islam di berbagai negara. Dunia Islam mulai menyadari bahwa wakaf tidak harus selalu berbentuk fisik, tetapi bisa berupa dana tunai yang dikelola secara profesional dan transparan.

Beberapa negara seperti Mesir, Sudan, dan Malaysia mulai mengembangkan sistem wakaf uang dengan dukungan lembaga keuangan syariah. Di Malaysia, wakaf uang (cash waqf) dikelola oleh lembaga resmi seperti State Islamic Religious Council (SIRC) dan terintegrasi dengan sistem perbankan Islam, menjadikannya model pengelolaan wakaf modern yang efisien dan berkelanjutan.

Di Indonesia, wacana wakaf uang mulai berkembang pesat pada awal tahun 2000-an. Puncaknya, pada tahun 2002 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa tentang Wakaf Uang yang menyatakan bahwa wakaf uang hukumnya jawaz (boleh) dan sah digunakan selama pokok dana tidak berkurang serta dikelola secara syariah.

Fatwa ini kemudian diperkuat dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006, yang secara resmi mengatur dan melegalkan praktik wakaf uang di Indonesia. Sejak itu, lembaga-lembaga seperti Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan sejumlah nazhir profesional mulai mengembangkan program wakaf produktif dalam bentuk dana tunai.

Wakaf uang di era modern tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga fungsi sosial-ekonomi yang strategis. Melalui pengelolaan yang baik, dana wakaf dapat digunakan untuk:

  • Membiayai pendidikan dan beasiswa,
  • Membangun fasilitas kesehatan,
  • Memberdayakan ekonomi umat,
  • Serta mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Model ini memungkinkan wakaf menjadi sumber pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) dalam konteks ekonomi Islam modern. Selain itu, wakaf uang mendorong inklusi sosial, karena siapapun tanpa memandang besar kecilnya harta dapat ikut serta dalam amal jariyah.

Sejarah menunjukkan bahwa wakaf uang lahir dari semangat inovasi dan ijtihad ulama untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan kebutuhan zaman. Dari masa Kekaisaran Utsmani hingga era digital saat ini, wakaf uang terus berkembang sebagai instrumen ekonomi syariah yang relevan, produktif, dan berdampak sosial tinggi.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sejarah Wakaf Uang Sejak Abad 15 hingga Saat Ini Read More »

Aa Gym: Bagaimana Menjadi Ahli Sabar

WAKAFDT.OR.ID  — Kita termasuk Ahli sabar kalau selalu menafakuri bahwa selama ini kita diurus oleh Alloh dengan baik, tidak ada perbuatan Alloh yang buruk untuk hambanya meskipun hanya sekejap saja.

Kalau pun Alloh memberikan ujian kepada kita, pasti hal tersebut sesuatu yang sebenarnya baik, keyakinan tersebut akan membuat kita ringan menghadapi hidup ini.

Hidup ini terasa berat atas cobaan yang kita hadapi karena kita tidak ridho menerima atas takdir Alloh.

Kenapa kita tidak bisa menerima takdir Alloh? karena kita merasa takdir tersebut tidak cocok dengan kehidupan kita. Padahal tidak ada ujian yang tidak baik, yang Alloh berikan pasti baik.

Kita sering kali mengeluh setiap ikhtiar yang kita lakukan, karena merasa tidak cocok dari apa yang diikhtiarkan dengan hasil yang diinginkan.

Pertanyaannya, apakah setiap ikhtiar yang kita lakukan harus cocok dengan keinginan kita? Tentu tidak. Karena kita sama sekali tidak memiliki kemampuan dalam menentukan keinginan yang sesuai dengan diri kita.

Mengapa kita harus bersabar ketika mendapatkan nikmat? Karena, nikmat itu bisa saja menggelincirkan manusia ke dalam kekhilafan dan memperturutkan hawa nafsu.

Banyak orang yang mampu bersabar ketika diuji dengan kesulitan, tapi tidak mampu bersabar ketika diuji dengan kenikmatan.

Kekuatan jiwa dalam membangun kesabaran, memiliki nilai balasan yang sangat menjanjikan, Alloh berfirman dalam sebuah hadits Qudsi, “Tidak ada balasan bagi hambaku mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan surga baginya.”

Sabar tidak identik dengan sikap lemah atau menerima apa adanya. Namun, sabar merupakan perjuangan yang menggambarkan kekuatan jiwa pelakunya sehingga mampu mengalahkan dan mengendalikan keinginan nafsunya.

Bahkan sabar disaat ini menjadi kekuatan moral dalam menghadapi berbagai kejahatan, kezaliman, serta teror yang dilakukan oleh mereka yang tidak ingin kejahatan dan kezalimannya terbongkar.

Sabar dalam menghadapi kenyataan yang terjadi adalah kunci dari pertolongan Alloh. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat pertolongan-Nya. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Bagaimana Menjadi Ahli Sabar Read More »

Kisah Pertobatan Pezina Usai Menerima Sedekah di Zaman Nabi

WAKAFDT.OR.IDSuatu ketika, dan seperti biasanya, Baginda Rasulullah SAW berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Setelah berbincang dengan mereka, beliau berkata kepada mereka:

“Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!”. Dan benar saja, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.

Akhirnya, pria itu mengetahui tentang wanita itu yang ternyata adalah seorang pezina. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, “Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!”.

Kemudian, pria itu mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah seorang yang kaya raya. Sehingga, lagi dan lagi membuat kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, pria itu lalu mengetahui bahwa orang tadi merupakan orang yang kaya.

Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam, “Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!”.

Akhirnya kali ini mencoba kembali mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah dengan cermat dan teliti. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itupun menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu diketahui oleh sang pria bahwa yang menerima sedekahnya adalah seorang pencuri.

Akhirnya pria itu pun mengeluh dan berkata, “Ya Allah! Segala puji ha­nya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!,”.

Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, “Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu,”.

MasyaAllah, sungguh sedekah menjadi amalan yang luar biasa. Jika diniatkan dengan penuh ikhlas dan atas izin Allah, maka sedekah yang kita tunaikan akan memberikan dampak yang luar biasa bagi orang lain. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: BWI


WAKAFDT.OR.ID

Kisah Pertobatan Pezina Usai Menerima Sedekah di Zaman Nabi Read More »

wakaf berjangka

Bukan Wakaf, Ternyata Ini Sedekah yang Paling Dianjurkan Pertama

WAKAFDT.OR.IDSedekah adalah amalan yang erat kaitannya dengan harta. Pemberiannya dilakukan secara ikhlas tanpa jumlah yang ditentukan. Dalil mengenai sedekah tercantum dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, salah satunya surah Al Baqarah ayat 245.

Artinya: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”

Menurut buku Risalah Zakat, Infak, dan Sedekah tulisan Wawan Shofyan Sholehuddin, sedekah dimaknai sebagai ruang yang teramat luas untuk hamba beramal saleh dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki dalam bentuk kebaikan termasuk dengan mengeluarkan harta di jalan yang diridhai Allah Ta’ala.

Hukum sedekah sendiri ialah sunnah seperti dijelaskan dalam buku 100 Kesalahan dalam Sedekah susunan Reza Pahlevi Dalimuthe. Sedekah sendiri sebetulnya terdiri dari berbagai bentuk, tidak hanya melalui harta.

Berkaitan dengan itu, terdapat sedekah yang sangat dianjurkan. Apa saja? Simak bahasannya yang dinukil dari sumber yang sama. Bentuk sedekah yang paling dianjurkan meliputi hal-hal dibawah ini:

Salat Dhuha

Sedekah yang pertama ialah salat Dhuha. Amalan yang satu ini hukumnya sunnah muakkad yang berarti sangat dianjurkan. Pelaksanaannya dilakukan pada pagi hari sampai siang sebelum masuk waktu Dzuhur. Imam Nawawi melalui Syarah Riyadhus Shalihin menukil hadits yang berasal dari Abu Dzar RA, Nabi SAW bersabda:

“Pada setiap ruas tulang seseorang di antara kalian di setiap pagi ada kewajiban sedekah. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, tiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Namun, semua itu dapat dicukupi dengan salat dua rakaat yang dikerjakan seseorang di waktu Dhuha.” (HR Muslim)

Mengutip buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Shalat Sunnah susunan Syamsul Rijal Hamid, Rasulullah SAW menganjurkan kaum muslimin mengerjakan salat Dhuha ialah 2, 4, 8, dan 12 rakaat. Anjuran salat Dhuha ini bukan tanpa sebab. Amalan sunnah tersebut mengandung banyak manfaat dan keutamaan.

Wakaf

Rasulullah SAW bersabda bahwa wakaf termasuk ke dalam sedekah jariyah yang artinya pahala tersebut akan terus mengalir meski orang tersebut telah meninggal dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA,

“Apabila anak Adam (manusia) telah wafat, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, wakaf secara bahasa artinya “berdiri, berhenti, dan menahan.”

Sementara itu, dari segi bahasa wakaf artinya menyerahkan harta yang tahan lama dan dapat dimanfaatkan oleh umat Islam tanpa harus merusak atau menghabiskannya kepada seseorang atau masyarakat untuk dimanfaatkan dan diambil hasilnya, dengan tetap mempertahankan harta benda tersebut berada pada milik Allah Ta’ala yang tidak dapat diperjualbelikan, diberikan kepada orang lain, atau diwariskan kepada keluarga.

Orang yang Paling Utama Bersedekah

Dalam buku Fiqhul Islam wa Adillatuhu Juz 3 karya Prof Wahbah Az-Zuhaili, yang paling utama memberi sedekah mereka yang memiliki kelebihan harta dari kebutuhan dirinya dan orang-orang yang dinafkahi. Namun, jika orang yang bersedekah dengan harta dapat mengurangi nafkah orang-orang yang ditanggung maka dosa hukumnya.

Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadits, “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang diberikan ketika berkecukupan. Mulailah dengan orang yang kamu nafkahi.” (HR Abu Dawud).

Sumber: BWI

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Bukan Wakaf, Ternyata Ini Sedekah yang Paling Dianjurkan Pertama Read More »