Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Aa Gym: Allah Bagi Tiga Rezeki Ini

WAKAFDT.OR.IDSaudaraku, kita yakin bahwa Alloh Maha Pemberi Rezeki. Jika kita mentafakuri bagaimana Alloh mencukupi rezeki kita, maka rezeki bisa kita klasifikasikan kepada tiga hal.

Pertama, rezeki yang telah dijamin oleh Alloh Ta’ala. Misalnya adalah rezeki penguat tubuh. Rumusnya, ada nafas ada rezeki. Jadi sepanjang kita masih bernafas, maka sepanjang itu pula rezeki kita terjamin. Minimal adalah udara.

Sewaktu kita masih berada di dalam rahim ibu, rezeki kita terjamin. Rezeki yang mendatangi kita, bukan sebaliknya. Maasyaa Alloh.

Setelah kita dewasa, rezeki itu tersebar di berbagai tepat di bumi ini. Tinggal kita memilih, mau yang halal atau yang haram.

Mau memilih susu atau memilih minuman keras. Mau memilih daging sapi atau daging babi. Insyaa Alloh, kita adalah orang-orang yang hanya memilih yang halal sebagaimana petunjuk Alloh Ta’ala.

Kedua, rezeki yang digantungkan. Rezeki Alloh itu sudah pasti ada, kita tinggal ikhtiar untuk menjemputnya.

Nah, kalau ikhtiar kita sesuai dengan jalan Alloh, maka Alloh akan memberi petunjuk untuk sampai kepadanya. Dalam ikhtiar kita, Alloh akan berikan rasa tenang dan semua proses yang kita jalani menjadi amal saleh.

Sedangkan ikhtiar yang menyalahi jalan Alloh, seperti mencuri atau menipu, maka sejak prosesnya sudah diliputi dengan kegelisahan, tidak menjadi amal saleh, dan jika bertemu dengan rezeki maka jatuhnya menjadi haram.

Oleh karena itu, tinggal kita memilih apakah mau mengambil cara yang halal atau cara yang haram.

Ketiga, rezeki yang dijanjikan. Ada orang yang khawatir jika rezekinya sedikit. Tidak apa-apa rezeki sedikit, yang terpenting adalah berkah dan senantiasa dicukupkan oleh Alloh Ta’ala, tidak pernah kekurangan, bahkan masih bisa berbagi kepada sesama.

Inilah rezeki orang yang pandai bersyukur. Alloh Ta’ala menjanjikan bahwa rezeki orang yang bersyukur akan dilipatgandakan, sebagai mana firman-Nya, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu..” (QS. Ibrahim: 7)

Ketika mendapatkan rezeki, ada rasa senang. Sisihkanlah sebagian untuk bersedekah. Mungkin rumah tidak besar, harta tidak banyak, tapi membantu orang lain tidak pernah berhenti.

Inilah yang membuat rezeki yang sedikit namun mengalir terus beserta manfaat dan keberkahannya. Karena rezeki itu ada tiga; yang dimakan menjadi kotoran, yang dipakai menjadi usang, dan yang disedekahkan di jalan Alloh Ta’ala.

Demikianlah, Alloh Ta’ala melimpahkan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur atas setiap rezeki yang kita peroleh. Aamiin yaa Robbal ‘aalamin.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Allah Bagi Tiga Rezeki Ini Read More »

Wakaf dan Perubahan Sosial

WAKAFDT.OR.IDJika kita memperhatikan sejarah perwakafan, terlihat bahwa wakaf yang pertama kali dilakukan adalah oleh sahabat Umar bin Khattab atas petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kemudian diambil menjadi definisi wakaf sebagaimana yang telah dibahas diatas, adalah wakaf dalam bidang sosial ekonomi.

Mewakafkan harta sempat menjadi ibadah yang banyak dilakukan para Sahabat. Mereka berlomba-lomba memberikan hartanya kepada Allah.

Misalnya Umar yang mewakafkan sebidang tanah khaibar, hingga Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kurma kesayangannya.

Sampai-sampai Sahabat Jabir berkata: “tidaklah tersisa dari para sahabat Nabi yang memiliki kemampuan (finansial) kecuali mewakafkan hartanya”.

Wakaf yang diberikan akan membawa manfaat tersendiri bagi masyarakat luas. Barang berharga yang tadinya dimiliki oleh satu orang, kemudian bisa dimanfaatkan oleh orang banyak.

Misalnya ketika ada tanah yang diwakafkan untuk pembangunan masjid, maka suatu daerah yang tadinya tidak memiliki masjid kini bisa menggunakan fasilitas ibadah yang memadai.

Jika dikelola dengan baik, wakaf bisa melengkapi fasilitas bagi masyarakat sekitar, sekaligus memecahkan satu atau beberapa masalah di masyarakat. Dengan demikian, akan banyak masyarakat yang terbantu dan dimudahkan.

Dengan berwakaf yang digunakan untuk kepentingan umum, masyarakat akan merasakan manfaat yang luas. Orang yang kekurangan bisa menikmati sarana-sarana publik yang lebih baik, dan orang yang lebih berada juga bisa berbagi.

Sehingga, kesenjangan sosial akan semakin kecil dan tali persaudaraan akan terasa lebih erat. Memberikan sebagian harta untuk dimanfaatkan orang lain merupakan anjuran dari Allah agar kita memperoleh kebaikan.

Allah berfirman, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (harta sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92).

Di sisi lain, mereka yang berhasil berbuat baik juga akan memperoleh kemenangan yang hakiki. Allah berfirman, “Berbuat baiklah semoga engkau bahagia (menang).” (QS. Al-Hajj: 77).

Harta yang diwakafkan akan membantu kehidupan masyarakat jika dikelola dengan baik.

Misalnya tanah yang kemudian dibangun masjid sebagai tempat ibadah, bangunan yang diwakafkan untuk sekolah, kebun yang hasilnya diwakafkan untuk anak yatim, dan sebagainya.

Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Wakaf menjadi solusi bagi pengembangan harta produktif di tengah-tengah masyarakat dan solusi dari kerakusan pribadi dan kesewenang-wenangan pemerintah secara bersamaan.

Wakaf secara khusus dapat membantu kegiatan masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian terhadap umat, dan generasi yang akan datang.

Kegiatan sosial seperti ini telah dianjurkan dalam syariat Islam sebagai kebutuhan manusia, bukan saja terbatas pada kaum muslimin, tetapi juga bagi masyarakat non-muslim.

Pandangan Islam terhadap praktik wakaf sosial seperti ini telah lama berlangsung sepanjang sejarah Islam, bahkan bentuk dan tujuannya sangat berkembang pesat.

Maka wajar kalau jumlah wakaf banyak sekali dan menyebar di seluruh negara-negara berpenduduk mayoritas muslim yang dapat memacu angka pertumbuhan ekonomi. (SA/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf dan Perubahan Sosial Read More »

peristiwa bulan rajab

Sejarah Wakaf di Zaman Rasulullah

WAKAFDT.OR.IDWakaf merupakan sedekah jariyah yang terus menerus mengalirkan pahala kepada pewakaf tanpa pernah putus. Bahkan hingga pewakaf telah meninggal dunia. Menurut pengertiannya, wakaf berarti menahan harta untuk dimanfaatkan dalam kebajikan oleh umat, sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.

Sesuatu yang diwakafkan pada dasarnya tidak boleh diperjual belikan maupun diwariskan. Hal ini dikarenakan hakikat wakaf adalah menyerahkan kepemilikan harta kepada Allah atas nama umat. Dalam praktiknya, wakaf selalu saja menjadi jalan kemudahan bagi umat. Karena dengan wakaf, umat dapat merasakan fasilitas yang tak pernah habis dan dapat diirasakan oleh orang banyak.

Lalu, bagaimanakah sejarah wakaf itu sendiri?

Sejarah wakaf

Wakaf telah ada sejak masa Rasulullah, bahkan pelaku wakaf pertama kali yaitu Rasulullah SAW. Kala itu, Rasulullah mewakafkan tanah miliknya di Kota Madinah untuk dibangun sebuah Masjid. Masjid pertama kali di Kota Yasrib tersebut yakni Masjid Quba.

Selanjutnya, Rasulullah membeli tanah milik anak yatim seharga delapan ratus dirham untuk dibangun Masjid. Tanah milik anak yatim ini dibangunkan sebuah masjid bernama Masjid Nabawi. Pada tahun ketiga Hijriah, Rasulullah mewakafkan ketujuh kebun kurma di Madinah; diantaranya ialah kebon A’raf, Shafiyah, Dalal, Barqah dan kebon lainnya.

Praktik wakaf ini kemudian ditiru oleh para sahabat, salah sataunya sahabat umat r.a. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar ra, berkata:

“Bahwa sahabat Umar ra, memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian Umar ra, menghadap Rasulullah SAW untuk meminta petunjuk, Umar berkata: “Hai Rasulullah SAW., saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?”

Rasulullah SAW. bersabda: “Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibahkan dan tidak diwariskan. Ibnu Umar berkata:

“Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah, Ibnu sabil dan tamu. Dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau memberi makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta”. (Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari, no. 2772; Muslim, no. 1632).

Peristiwa ini terjadi setelah pembebasan tanah Khaibar pada tahun ke-7 Hijriyah. Pada masa Umar bin Khattab menjadi Khalifah, ia mencatat wakafnya dalam akte wakaf dengan disaksikan oleh para saksi dan mengumumkannya. Sejak saat itu banyak keluarga Nabi dan para sahabat yang mewakafkan tanah dan perkebunannya. Sebagian di antara mereka ada yang mewakafkan harta untuk keluarga dan kerabatnya, sehingga muncullah wakaf keluarga (wakaf dzurri atau ahli).

Pelaksanaan wakaf ini menular kepada para sahabat lainnya, setelah Umar r.a mewakafkan hartanya, Abu thalhah tak mau kalah dalam melakukan salah satu jalan kebaikan ini, ia mewakafkan kebun kesayangannya (Bairaha), disusul Abu Bakr yang mewakafkan sebidang tanahnya di Mekkah yang diperuntukkan kepada keluarganya yang datang ke Mekkah.

Sahabat Utsman ra juga tak ingin kalah dalam mengukir pahala jariyah ini, ia dengan ikhlas menyedekahkan hartanya di Khaibar dan disusul para sahabat lainnya.

Nabi juga mewakafkan perkebunan Mukhairik, yang telah menjadi miliknya ketika Mukhairik meninggal pada perang Uhud. Beliau menyisihkan sebagian keuntungan dari perkebunan itu untuk kepentingan kaum Muslimin, membeli kuda perang dan senjata.

Kisah ini dijadikan sebagai kisah wakaf produktif dimana hasil yang di peroleh dari pengelolaan sebidang tanah perkebunan di pergunakan untuk kepentingan kaum.

Pelaksanaan wakaf memang telah ada sejak dahulu. Dalam praktiknya, wakaf dikelola dengan baik hingga memiliki kebermanfaatan yang luas, seperti hal nya membangun tempat beribadah, membangun fasilitas pendidikan, mendirikan fasilitas kesehatan dan lain sebagainya. (WIN/Nov)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sejarah Wakaf di Zaman Rasulullah Read More »

Baitul Quran Ramaikan Mabit di Masjid Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Baitul Quran Daarut Tauhiid (DT) kembali menghadirkan suasana malam yang penuh cahaya Al Quran melalui kegiatan Kajian dan Mabit Qurani, Jumat (29/8/2025) di Masjid Daarut Tauhiid Bandung.

Dengan tema “Ketika Al Quran Berbicara Kepadamu”, acara ini menghadirkan Ustadz Suherman, S.Ag., Al-Hafidz selaku pembina Baitul Quran DT Bandung.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 19.30 dengan tasmi’ Al Quran, disusul kajian inspiratif dan interaktif hingga malam menjelang.

Setelah itu, peserta diajak menunaikan mabit qurani yang berlangsung hingga dini hari, lalu ditutup dengan tahajud dan shalat Shubuh berjamaah. Suasana masjid terasa hangat dengan lantunan ayat-ayat suci dan renungan mendalam dari setiap rangkaian kegiatan.

Dalam kajian yang berlangsung, Ustadz Suherman menekankan salah satu taujihnya bahwa Al Quran bukan hanya bacaan, melainkan pesan hidup yang senantiasa berbicara kepada hati setiap muslim.

“Jika kita membuka diri dengan iman, maka Al Quran akan memberi arah dan jawaban atas keresahan hidup kita,” tuturnya dihadapan jamaah.

Salah seorang jamaah, Rizal (21), mengungkapkan kesan mendalam usai mengikuti acara ini. “Malam ini saya merasa benar-benar diajak bercakap dengan Al Quran.

Ayat yang tadinya hanya dibaca, kini terasa seperti pesan pribadi dari Allah untuk saya,” ujarnya. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda dekat dengan Al Quran.

Selain itu, melalui kegiatan di Masjid DT juga bisa menjadi sarana untuk memakmurkan aset wakat. Semoga jamaah yang melaksanakan ibadah kan kegiatan lainnya bisa mendapatkan pahala memakmurkan tanah wakaf. (ATS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Baitul Quran Ramaikan Mabit di Masjid Daarut Tauhiid Read More »

Gelar Maulid Nabi SAW, Siswa dan Guru SMPN 20 Bandung Bersama Wakaf DT Kumpulkan Cash Wakaf for Palestine

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Salah satu bukti cinta kita sebagai ummat Islam kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah dengan menjalankan sunnah-Nya.

Termasuk juga bergembira dengan hari kelahiran Nabi Muhammmad shallallahu ‘alaihi wasallam yang jatuh pada hari Senin 12 Rabiul Awal 570 M atau Tahun Gajah, yang diperingati dengan Maulid Nabi setiap tahunnya, khususnya di Indonesia.

Di sekolah-sekolah biasanya para siswa mengisi kegiatan pada hari sebelumnya atau sesudah tanggal 12 Rabiul Awal dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan Islami.

Salah satunya yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 20 Bandung, yang pada hari Kamis (4/9/2025) melaksanakan Kajian Sirah Nabi guna memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ratusan siswa dan para guru yang berjumlah sekitar 900 orang lebih memadati lapangan sekolah. Pihak sekolah bekerjasama dengan Wakaf DT untuk menggelar acara tersebut.

Kajian Sirah Nabi disampaikan oleh Ustadz H. Mumuh Abdul Muhyi, M.Pd. selaku adatidz Pesantren Daarut Tauhiid. Disela-sela kajian, para siswa dan guru diajak untuk mengenal tentang kepedulian terhadap saudara di Palestina, khusunya Gaza, yang sampai saat ini masih mengalami penjajahan oleh tentara Israel.

Melalui cash wakaf for Palestine terkumpul dana sebesar Rp. 3.306.500 (tiga juta tiga ratus enam ribu lima ratus ribu rupiah). Nantinya dana tersebut akan diproduktifkan dan hasilnya akan disalurkan melalui DT Peduli untuk disampaikan kepada saudara kita di Gaza.

Momen Maulid Nabi ini menjadi momen yang cukup berkaitan dengan Palestina. Karena selain Palestina pernah menjadi kiblat pertama ummat Islam, Palestina juga menjadi tempat Nabi melaksanakan Isra’ dan Mi’raj.

Belum lagi Nabi menyerukan pada umatnya untuk senantiasa cinta terhadap Masjid Al Aqsa, yang saat ini berada di kawasan Yerusalem Palestina.

“Janganlah kalian menempuh perjalanan jauh kecuali menuju ke tiga masjid: masjidku ini (Masjid Nabawi), masjid Al Haram, dan masjid Al Aqsha”. (HR. Bukhari no. 1115 dan Muslim no. 1397).

Antusias guru dan para siswa dalam rangkaian agenda diatas terlihat sangat baik. Para guru berharap kedepan SMPN 20 Bandung dengan Wakaf DT bisa menjalin kerjasama lagi, guna mengenalkan para siswa dengan ilmu keIslaman. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Gelar Maulid Nabi SAW, Siswa dan Guru SMPN 20 Bandung Bersama Wakaf DT Kumpulkan Cash Wakaf for Palestine Read More »

Terbatas Waktu dan Jarak, Tim Wakaf DT Jemput Wakaf ke Rumah Wakif

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Perkembangan teknologi saat ini membuat semua aspek menjadi lebih mudah. Termasuk transaksi jual beli, atau transaksi lainnya.

Begitu pun dengan berwakaf, dengan kemajuan teknologi yang ada, seseorang bisa lebih mudah dalam melaksanakan wakafnya atau sedekahnya.

Tidak harus datang ke kantor wakaf, calon wakif (orang yang berwakaf) bisa melakukan transaksi wakaf dari rumah melalui gawainya.

Namun jika wakif masih merasa kesulitan untuk melakukan transaksi melalui gawai. Pengelola wakaf bisa datang langsung ke rumah untuk menjemput wakaf. Seperti yang dilakukan oleh tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT).

Pada hari Selasa (2/9/2025), tim Wakaf DT memutuskan untuk datang ke rumah wakif yang hendak menunaikan wakafnya. Karena wakif berhalangan untuk datang langsung ke kantor Wakaf DT.

Sebelumnya wakif telah berkomunikasi dengan tim Wakaf DT untuk menunaikan wakafnya sambil berkonsultasi. Namun, wakif menyampaikan keluhannya soal kesehatan, belum lagi tidak adanya orang yang bisa mengantar ke kantor Wakaf DT.

Ibu Ismayan Dewi (usia 63 tahun) bersedia untuk bersilaturahim secara langsung dengan tim Wakaf DT di rumahnya. Ia mewakafkan beberapa perhiasan emasnya atas nama ayahandanya yang telah wakaf sejak 2014.

“Maaf ya de kalau direpotkan, soalnya ibu bingung gimana caranya buat kesana (Pesantren DT). Biasanya anak ibu yang suka antar kesana, tapi kebetulan lagi sibuk”, ungkap Ibu Ismayan.

Emas yang diwakafkan oleh Ibu Ismayan, nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan Ruang Kelas Belajar santri PDF di Eco Pesantren DT 2.

Wakaf DT menawarkan berbagai metode wakaf kepada calon wakif yang hendak berwakaf melalui Wakaf DT.

Seperti yang disampaikan diatas, jika calon wakif tidak bisa datang langsung ke kantor Wakaf DT, calon wakif bisa melakukan transaksi melalui gawainya. Namun jika terkendala via gawai dan ingin dijemput wakafnya, maka tim Wakaf DT siap untuk datang langsung ke rumah calon wakif.

Jika niat untuk berwakaf sudah ada maka baiknya langsung ditunaikan, sebelum terhalang oleh hal-hal lainnya. Karena wakaf merupakan amalan kebaikan, dan amal baik harus segera ditunaikan, agar menjadi pahala. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Terbatas Waktu dan Jarak, Tim Wakaf DT Jemput Wakaf ke Rumah Wakif Read More »

Kisah Haru Ibu Ismayan yang Mewakafkan Emasnya Atas Nama Ayahnya

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Wakaf menjadi amalan orang cerdas, karena merupakan investasi akhirat yang memberikan manfaat berkelanjutan dan pahala yang terus mengalir (amal jariyah), bahkan setelah pewakaf meninggal dunia.

Orang cerdas memilih wakaf untuk mendapatkan pahala berlipat ganda, menciptakan dampak sosial yang luas melalui pembangunan fasilitas seperti masjid dan lembaga pendidikan, serta dapat menjadi “pendapatan pasif” berupa pahala tanpa perlu beramal lagi.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Ibu Ismayan. Ia merupakan seorang nenek berusia 63 tahun, yang tinggal di kota Bandung.

Belum lama ini, pada hari Selasa (2/9/2025) Tim Wakaf Daarut Tauhiid (DT) berkesempatan bersilaturahim ke kediaman Ibu Ismayan.

Pada pekan sebelumnya ia telah berkomunikasi dengan salah satu tim Wakaf DT untuk menunaikan keinginannya berwakaf di Wakaf DT.

Di rumahnya, ia bercerita pengalaman sebelumnya pernah berwakaf melalui Wakaf DT, yaitu wakaf umum dan wakaf mushaf.

“Maaf ya de kalau direpotkan, soalnya ibu bingung gimana caranya buat kesana (Pesantren DT). Biasanya anak ibu yang suka antar kesana, tapi kebetulan lagi sibuk”, cerita Ibu Ismayan.

Ia juga menceritakan keinginannya untuk mewakafkan perhiasan yang dimilikinya. “Saya punya ini (perhiasan) sudah lama saya simpan, dipake juga ga pernah, saya pikir-pikir buat apa disimpan ga ada manfaatnya, jadi mending saya wakafkan aja yang insyaAllah jelas akan bermanfaat buat orang”.

“Saya juga malu sebetulnya ga bisa ngasih banyak buat wakaf, maafin ya Ibu cuma punya ini. Titip ya, Ibu wakafkan ini atas nama Bapaknya Ibu”.

Sambil menangis Ibu Ismayan melanjutkan ceritanya, “Alhamdulillah, sekarang rasanya ibu lega, karena harta yang udah lama disimpan ini akhirnya bisa tersalurkan juga, apalagi ini untuk wakaf”.

Emas yang diwakafkan oleh Ibu Ismayan, nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan Ruang Kelas Belajar santri PDF di Eco Pesantren DT 2.

Dari Ibu Ismayan kita bisa belajar, bahwa mengeluarkan harta untuk amal baik (wakaf) tidak akan membuat ia miskin, justru hal tersebut membuktikan seseorang akan mendapatkan kelapangan dan ketenangan, karena harta yang dimiliki akan menjadi milik Allah dan dimanfaatkan oleh ummat. (WIN)

Redaktur: Wahid ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kisah Haru Ibu Ismayan yang Mewakafkan Emasnya Atas Nama Ayahnya Read More »

Pasca Panen, Paranje Wakaf DT Kembali Terima 6000 Anak Ayam

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT — Lahan Wakaf Produktif Daarut Tauhiid (DT) terima ribuan anak ayam untuk usaha peternakan. Lahan ini berlokasi di Kandang Ayam Paranje, Kampung Cijanggel, RT. 05, RW. 11, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat.

Lahan wakaf produktif seluas 10×30 m2 di kelola menjadi lahan peternakan ayam.

Pengelola lahan Wakaf Farm DT, telah menerima sebanyak 6000 ekor anak ayam dari PT. Aretha Nusantara Farm, pada hari Sabtu (30/8/2025) dini hari.

Ribuan anak ayam tersebut akan diternakkan dengan sistem kandang tertutup atau close house.

Sistem yang digunakan ini, yakni dengan menutup kandang secara keseluruhan, sedangkan untuk sirkulasi udara berasal dari blower.

Kandang peternakan ayam wakaf farm terdiri dari 2 lantai, sehingga jumlah blower yang digunakan sejumlah enam blower. Tiga blower untuk setiap lantainya.

Hal ini bertujuan untuk menjaga suhu tubuh anak ayam agar tetap stabil dan menunjang kesehatan ayam ternak.

Mengingat ribuan hewan ternak ini memerlukan suhu udara yang harus senantiasa terjaga, yakni maksimal 37 derajat dan minimal 23 derajat.

Peternakan ayam ini membuka peluang kerja bagi warga sekitar, sehingga menambah keberkahan dan kebermanfaatan lahan wakaf produktif.

“Mudah-mudahan dengan adanya peternakan ini bisa menambah keproduktifkan lahan wakaf, dan insyaAllah menambah pahala jariyah bagi para wakif dan pengelola,” tutur Zaenal, pengelola Wakaf Farm. (Nov/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pasca Panen, Paranje Wakaf DT Kembali Terima 6000 Anak Ayam Read More »

Belajar Hadapi Anak, Orang Tua TK DT Lebak Ikut Kajian Parenting

WAKAFDT.OR.ID | LEBAK — Halaman TK Daarut Tauhiid (DT) Lebak terasa berbeda. Udara sejuk berpadu dengan langkah penuh semangat para orang tua yang disambut hangat oleh guru-guru di depan aula pada hari Sabtu (30/8).

Di dalam aula sederhana, para wali murid duduk melingkar setelah registrasi. Kajian parenting pun dimulai dengan materi “Mengatasi Masalah Perilaku Anak” yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil ‘Alamiin, Gatot Kunta Kumara.

“Setiap anak memiliki perilaku unik. Kuncinya bukan marah atau melabeli, tapi mendampingi dengan ikhlas dan sabar,” pesannya.

Gatot juga membagikan empat prinsip mendidik anak: memberi teladan akhlak, menerapkan disiplin konsisten, menumbuhkan kasih sayang tulus, serta menghindari label negatif.

Suasana cair ketika beliau mencontohkan kasus sehari-hari. Tawa seketika terdengar, lalu hening kembali saat peserta merenungkan maknanya. “Anak belajar bukan dari kata-kata, tapi dari contoh nyata setiap hari,” tegasnya.

Kajian ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus penyegar energi bagi para orang tua, bukan hanya penyampaian materi.

Mereka pulang membawa catatan berharga, senyum lega, dan semangat baru untuk mendampingi buah hati dengan lebih sabar, tulus, dan penuh cinta. (Nov/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Belajar Hadapi Anak, Orang Tua TK DT Lebak Ikut Kajian Parenting Read More »

Santri SMP DTBS Batam Belajar Disiplin, Belajar Membangun Negeri

WAKAFDT.OR.ID | BATAM — Lapangan SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam menjadi saksi pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-64 pada hari Kamis (14/8).

Dengan penuh khidmat, para santri mengikuti rangkaian upacara yang mencerminkan disiplin, kekompakan, dan semangat juang khas Pramuka.

Santri yang bertugas pun menjalankan perannya dengan tanggung jawab. Barisan rapi, gerakan sigap, dan wajah penuh semangat menjadi gambaran nyata nilai-nilai luhur kepramukaan yang terus tumbuh di kalangan generasi muda.

“Alhamdulillah, upacara HUT Pramuka ke-64 berjalan lancar. Terima kasih kepada santri SMP DTBS Batam yang telah bertugas dengan penuh kedisiplinan, kekompakan, dan semangat juang tinggi. Hal ini mencerminkan nilai-nilai kepramukaan yang terus hidup di tengah generasi muda,” ujar Oka Raka Kuswanda, Humas SMP DTBS Batam.

Momentum peringatan ini merupakan pengingat pentingnya menanamkan karakter tangguh, jiwa kepemimpinan, dan cinta tanah air. Semoga semangat Pramuka terus mengakar dalam diri santri, menjadi bekal berharga dalam membangun diri sekaligus negeri.

Meskipun belum sepenuhnya selesain, masjid, ruang kelas dan asrama di SMP DTBS Batam tetap bisa digunakan untuk berkegiatan santri yang belajar di sana.

Sebagai informasi, SMP DT BS Batam merupakan salah satu kawasan wakaf terpadu Pesantren Daarut Tauhiid. Alhamdulillah, aset wakaf yang saat ini menjadi tempat belajar para santri bisa makmur dan produktif dengan kegiatan kebaikan. (DS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Santri SMP DTBS Batam Belajar Disiplin, Belajar Membangun Negeri Read More »