Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Laporan Kegiatan: Registrasi Daurah & PMK Ramadhan 1447 H / 2026

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Proses pendaftaran dan registrasi ulang untuk program Daurah Ramadhan serta PMK Ramadhan sukses diselenggarakan pada Senin, 23 Februari 2026.

Dimulai sejak pukul 10.00 WIB, acara berlangsung dalam suasana yang kondusif dan penuh semangat dari para calon peserta yang ingin mengoptimalkan bulan suci sebagai momentum perbaikan diri.

Tercatat sebanyak 42 peserta telah resmi terdaftar, yang terdiri dari:

  • 29 Peserta program PMK Ramadhan.
  • 13 Peserta program Daurah Ramadhan.

Tingginya angka partisipasi ini menjadi bukti nyata besarnya tekad para santri untuk mendalami ilmu agama dan memperbaiki interaksi mereka dengan Al-Qur’an sepanjang bulan Ramadhan.

Panitia menerapkan sistem registrasi yang komprehensif. Tidak sekadar urusan administratif, setiap peserta diwajibkan mengikuti uji kompetensi ibadah dan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Tujuan Utama: Hasil dari tes ini akan digunakan sebagai dasar pemetaan (mapping) kelas. Dengan pengelompokan yang akurat sesuai level kemampuan, proses belajar mengajar diharapkan menjadi lebih spesifik, efektif, dan memberikan hasil maksimal bagi tiap individu.

Selain tes fisik dan lisan, peserta juga melalui tahap wawancara untuk mendalami aspek motivasi. Banyak dari mereka yang mengungkapkan keinginan kuat untuk:

  • Menyempurnakan tajwid dan kualitas bacaan Al-Qur’an.
  • Membangun kedisiplinan dalam menjalankan ibadah harian.
  • Membentuk karakter islami yang konsisten bahkan setelah Ramadhan usai.

Seluruh rangkaian pembinaan intensif ini akan dilaksanakan sepanjang bulan suci dan dijadwalkan berakhir pada 9 Maret. Fokus utama program tetap pada penguatan pemahaman agama dan kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an.

Semoga langkah awal ini menjadi pembuka jalan bagi para peserta untuk mendapatkan pengalaman spiritual yang bermakna. Harapannya, nilai-nilai kebaikan yang dipelajari selama program dapat melekat dan menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Laporan Kegiatan: Registrasi Daurah & PMK Ramadhan 1447 H / 2026 Read More »

Menjaga Pola Makan Sehat saat Ramadan: Hindari “Balas Dendam” Berlebihan

WAKAFDT.OR.IDMomen berbuka puasa sering kali memicu keinginan untuk menyantap segala jenis hidangan, mulai dari gorengan hingga minuman manis, sebagai kompensasi setelah belasan jam menahan lapar.

Namun, kebiasaan “balas dendam” dengan porsi berlebih ini menyimpan risiko kesehatan yang serius jika tidak dikendalikan dengan bijak.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk tetap berpegang pada prinsip gizi seimbang.

Yuni Zahraini, Ketua Tim Kerja Gizi Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, menekankan bahwa keberagaman takjil yang tersedia di bulan Ramadhan harus disikapi dengan kontrol diri.

“Anjuran berbuka dengan yang manis tetap harus dibatasi dalam porsi yang wajar,” ujar Yuni dalam dialog di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Beliau menjelaskan bahwa konsumsi berlebih pada minuman seperti sirup, teh manis, atau produk kemasan dapat melonjakkan asupan gula harian.

Sebagai gantinya, masyarakat disarankan untuk memastikan proporsi karbohidrat, protein, lemak, serta kecukupan vitamin dari sayur dan buah tetap terpenuhi.

Kebiasaan mengonsumsi gula tambahan dan lemak jenuh (seperti pada gorengan dan santan) tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat menyebabkan:

  • Penumpukan Lemak: Energi berlebih akan disimpan tubuh menjadi lemak, memicu kenaikan berat badan.
  • Penyakit Tidak Menular: Dalam jangka panjang, pola makan buruk ini berisiko menyebabkan diabetes, hipertensi, peningkatan kolesterol, hingga obesitas.

Berapa Batas Aman Konsumsi Gula?

Merujuk pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut adalah panduan konsumsi gula harian:

  • Batas Maksimal: 10% dari total kebutuhan energi (sekitar 50 gram atau 4 sendok makan gula untuk dewasa dengan kebutuhan 2.000 kkal).
  • Rekomendasi Ideal: Ahli gizi menyarankan batas bawah hingga 5% (sekitar 25 gram atau 4 sendok teh) untuk manfaat kesehatan yang lebih optimal.

Perlu dicatat bahwa batasan ini berlaku untuk gula tambahan (gula pasir, sirup, pemanis olahan), bukan gula alami yang terdapat dalam buah-buahan atau susu.

Mengapa Gorengan Harus Dihindari saat Perut Kosong?

Gorengan memang menjadi primadona takjil di Indonesia, namun pakar gizi sangat tidak menyarankannya sebagai menu pembuka. Pakar gizi dari IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi.

“Lemak merupakan zat gizi yang lebih sulit dicerna dibandingkan karbohidrat. Karena gorengan tinggi lemak, proses pencernaannya memakan waktu lebih lama,” jelas Karina. Mengonsumsi makanan yang sulit dicerna saat perut kosong setelah berpuasa berisiko mengganggu sistem pencernaan Anda.

Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki pola konsumsi. Dengan mengatur porsi dan membatasi asupan gula, garam, serta lemak, kita dapat menjalankan ibadah dengan tubuh yang tetap bugar dan sehat.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menjaga Pola Makan Sehat saat Ramadan: Hindari “Balas Dendam” Berlebihan Read More »

Jangan Menunggu Kaya untuk Berbagi: Seni Melapangkan Hati di Tengah Kesempitan

WAKAFDT.OR.IDPernahkah Anda berdiri di depan kotak amal, tangan sudah merogoh saku, namun tiba-tiba terhenti? Sebuah suara halus di kepala berbisik, “Nanti saja kalau gaji sudah naik,” atau “Tabungan belum aman, bulan depan saja.” Kita pun berlalu dengan dompet tertutup, membawa perasaan ganjil yang sulit didefinisikan.

Fenomena ini sering terjadi. Di era saat kesuksesan diukur dari saldo ATM dan aset properti, berbagi sering kali dianggap sebagai “hak istimewa” bagi mereka yang sudah mapan. Padahal, dalam Islam, kedermawanan bukanlah puncak dari kemapanan, melainkan fondasi utama keimanan.

Melampaui Hitungan Logika

Rasulullah SAW tidak pernah meminta umatnya menunggu kaya untuk memberi. Sebaliknya, beliau memuji mereka yang tetap bersedekah di masa sulit. Di sanalah letak ujian keimanan yang sesungguhnya: keberanian untuk melepas sesuatu di tengah rasa takut akan kekurangan.

Al-Qur’an menggambarkan sedekah seperti butiran benih (QS Al-Baqarah: 261). Satu benih menumbuhkan tujuh tangkai, dan setiap tangkai menghasilkan seratus biji.

Ini adalah Hukum Pertumbuhan Ilahiah: apa yang kita lepaskan dengan ikhlas demi kebaikan, tidak pernah benar-benar berkurang, melainkan bertransformasi menjadi keberkahan yang berlipat ganda.

Dari Sedekah Menuju Wakaf: Mengabadikan Kebaikan

Jika sedekah sering kali bersifat insidental dan habis pakai, Islam menawarkan instrumen yang lebih dahsyat untuk melatih jiwa kaya: Wakaf.

Jika sedekah adalah memberi ikan, dan infak adalah memberi kail, maka wakaf adalah membangun kolamnya. Wakaf mengajarkan kita untuk tidak hanya memberi secara konsumtif, tetapi menginvestasikan harta di jalan Allah agar manfaatnya abadi.

“Sedekah membersihkan harta hari ini, namun Wakaf mengalirkan pahala hingga hari akhir, meski raga tak lagi bernyawa.”

Melalui wakaf, kita belajar bahwa kecukupan bukan tentang seberapa banyak yang kita makan, tapi seberapa luas manfaat yang kita tanam. Aset wakaf berupa sekolah, rumah sakit, hingga sumur air adalah bukti bahwa kedermawanan kolektif bisa mengubah peradaban.

Teladan dari Masa Lalu hingga Kini

Sejarah mencatat Abu Bakar Ash-Shiddiq membawa seluruh hartanya untuk perjuangan umat. Ketika ditanya apa yang tersisa, ia menjawab, “Allah dan Rasul-Nya.” Di sisi lain, ada sahabat yang hanya mampu menyumbang segenggam kurma. Di mata Allah, nilainya tidak kalah besar karena ia memberi dari apa yang ia punya, bukan dari sisa kebutuhan.

Hari ini, kita melihat teladan serupa pada pengemudi ojek daring yang konsisten menyisihkan dua ribu rupiah setiap hari ke kotak amal masjid. “Agar hati saya tidak merasa paling susah,” ujarnya. Ada pula pedagang pasar yang membagikan nasi bungkus tiap Jumat meski usahanya sedang sepi. Mereka adalah sosok yang tidak kaya secara angka, tetapi sangat mewah secara mental.

Membentuk Mentalitas “Cukup”

Menunggu “cukup” untuk berbagi adalah jebakan tanpa ujung. Definisi cukup selalu bergeser; saat penghasilan naik, keinginan pun biasanya ikut melonjak. Berbagi justru menjadi cara untuk memutus rantai ketamakan tersebut.

Membiasakan diri (dan anak-anak) berbagi sejak dini akan membentuk jiwa yang stabil. Ia tidak akan mudah cemas saat melihat keberhasilan orang lain, dan tidak mudah goyah saat rezekinya sedang diuji.

Kaya yang Sesungguhnya

Kekayaan sejati bukanlah tentang tumpukan harta yang digenggam erat, melainkan tentang hati yang merasa lapang dan tangan yang ringan untuk memberi. Sedekah dan wakaf adalah latihan terbaik untuk mencapai level tersebut.

Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, tapi bersedekahlah agar hidup terasa kaya. Jangan menunggu mapan untuk berwakaf, tapi berwakafah agar manfaat hidupmu menjadi abadi.

Sebab pada akhirnya, yang benar-benar menjadi milik kita bukanlah apa yang kita simpan, melainkan apa yang telah kita berikan di jalan-Nya. Wallahu a’lam bishowab.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Jangan Menunggu Kaya untuk Berbagi: Seni Melapangkan Hati di Tengah Kesempitan Read More »

Sinergi Wakaf DT dan DT Peduli: Alirkan Cahaya Al-Qur’an hingga Pelosok Solo Raya

WAKAFDT.OR.ID | SOLO – Senyum semringah menghiasi wajah anak-anak di berbagai sudut Solo Raya pada awal pekan ini. Wakaf DT berkolaborasi dengan DT Peduli Solo sukses melaksanakan penyaluran mushaf Al-Qur’an ke tiga lokasi strategis pada Senin (23/2/2026).

Distribusi menyasar Dusun Nandan (Sukoharjo), agenda Temu Santri se-Kecamatan Matesih, hingga SD Islam Terpadu Taruna Rabbani di Tawangmangu.

Kegiatan ini merupakan realisasi nyata dari program Peduli Dakwah Rahmatan Lil ‘Alamin, sebuah ikhtiar untuk memastikan setiap muslim memiliki akses terhadap mushaf yang layak.

Menanam Jariyah Lewat Lembaran Mushaf

Program ini merupakan buah sinergi antara Wakaf DT sebagai penghimpun dana wakaf abadi dengan DT Peduli sebagai mitra penyaluran di lapangan.

Melalui program Wakaf Mushaf Al-Qur’an, setiap mushaf yang disalurkan bukan sekadar bantuan fisik, melainkan aset wakaf yang pahalanya terus mengalir kepada para muwakif setiap kali ayat-ayatnya dilantunkan.

Ustaz Gunadi, Takmir Masjid Muttaqin Dusun Nandan, menyampaikan apresiasi mendalam saat menerima paket mushaf untuk santri TPA Al-Huda.

“Jazakumullah khairan kepada donatur. Mushaf baru ini adalah suntikan semangat bagi anak-anak kami untuk lebih mencintai dan mendalami Al-Qur’an,” ungkapnya haru.

Kebahagiaan di Kaki Gunung Lawu hingga Matesih

Suasana serupa terasa di Tawangmangu dan Matesih. Amira, salah satu santri yang hadir dalam acara Temu Santri TPQ se-Kecamatan Matesih, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat memeluk mushaf barunya.

“Terima kasih sudah membawakan kami Al-Qur’an baru. Insya Allah akan selalu saya pakai untuk mengaji. Semoga para pewakaf dan donatur mendapatkan pahala yang berlipat ganda,” tuturnya polos.

Komitmen Dakwah Berkelanjutan

Penyaluran ini menegaskan komitmen Wakaf DT dan DT Peduli dalam memperkuat fondasi spiritual generasi muda. Dengan menyediakan fasilitas belajar yang berkualitas, diharapkan anak-anak di Solo Raya semakin bersemangat memakmurkan masjid dan musala dengan aktivitas mengaji.

Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada kedermawanan para muwakif. Melalui sistem wakaf, satu mushaf yang didonasikan hari ini akan menjadi saksi kebaikan yang terus berlipat manfaatnya hingga masa depan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sinergi Wakaf DT dan DT Peduli: Alirkan Cahaya Al-Qur’an hingga Pelosok Solo Raya Read More »

Membumikan Al-Qur’an di Aula Arafah: Ikhtiar Santri SMP DTBS Putri Menjemput “Ramadan Orbit”

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pagi yang tenang di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) pada Selasa (24/2/2026) terasa lebih sejuk dengan lantunan ayat suci yang bersahutan.

Di Aula Arafah, salah satu aset wakaf kebanggaan jemaah DT, ratusan santri SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri berkumpul untuk memulai hari dengan tilawah berjemaah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program khas menyambut bulan suci bertajuk “Ramadan Orbit: Moving Closer to Allah”. Program ini dirancang bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk mendekatkan seluruh civitas akademika kepada Sang Khalik melalui interaksi intensif dengan Al-Qur’an.

Sinergi Kurikulum dan Ruang Wakaf

Miya, Wakabid Kurikulum SMP DTBS Putri, mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini sangat didukung oleh ketersediaan fasilitas yang memadai.

“Kami mengonsep program ini agar melibatkan semua unsur, dari santri hingga staf sekolah. Di sini, setiap peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyetorkan hafalan kepada ustazah pembimbing,” jelas Miya.

Aula Arafah sendiri bukan sekadar gedung pertemuan. Sebagai aset wakaf produktif, aula ini berfungsi sebagai jantung kegiatan santri.

Kenyamanan dan kekhidmatan yang dirasakan santri saat bertilawah adalah bukti nyata bagaimana dana wakaf berubah menjadi fasilitas pendidikan yang melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an.

Tanpa dukungan infrastruktur wakaf yang kuat, agenda besar seperti “Ramadan Orbit” tentu akan sulit dilaksanakan secara optimal.

Waktu yang Terarah, Target yang Terlampaui

Dampak positif dari suasana yang kondusif ini dirasakan langsung oleh para peserta. Sifa, salah seorang musyrifah (pembimbing asrama), mengaku bahwa kegiatan terpusat di aula ini membuat manajemen waktu selama Ramadan menjadi lebih efisien.

“Waktu terasa lebih terarah dan bermakna. Target tilawah harian jadi lebih cepat tercapai, bahkan banyak santri yang berhasil melampaui target yang ditetapkan sekolah,” tuturnya dengan antusias.

Sesi pagi itu menargetkan pembacaan minimal tiga halaman Al-Qur’an secara tartil. Usai agenda bersama ditutup, sebagian santri kembali ke ruang kelas, sementara sebagian lainnya tetap melingkar di sudut-sudut aula untuk melanjutkan setoran hafalan kepada para pembimbing.

Melalui integrasi antara program kurikulum yang terencana dan pemanfaatan fasilitas wakaf yang optimal, SMP DTBS Putri berharap semangat ibadah ini tidak menguap seiring berakhirnya Ramadan.

Sebaliknya, interaksi dengan Al-Qur’an di bangunan wakaf ini diharapkan menjadi karakter permanen yang melekat dalam keseharian para santri di masa depan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Membumikan Al-Qur’an di Aula Arafah: Ikhtiar Santri SMP DTBS Putri Menjemput “Ramadan Orbit” Read More »

Dari Reruntuhan Gaza ke Mihrab Bandung: Kesaksian Dua Pejuang di Masjid DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana siang di Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada Rabu (25/2/2026) terasa berbeda. Di antara deretan jemaah yang baru saja menunaikan salat Dzuhur, hadir dua sosok yang membawa aroma perjuangan langsung dari tanah para nabi: Syekh Motaz Harb Muhammad Hasan Haniyah (23) dan dr. Muadz Al-Battsh (29).

Kehadiran mereka bukan sekadar silaturahmi biasa. Keduanya datang untuk membedah realita pahit di balik tema diskusi yang provokatif: ‘Is “Peace” Really Peace?’.

Narasi Semu di Tanah Pendudukan

Dalam paparannya, dr. Muadz Al-Battsh, yang sehari-hari bertugas sebagai Dokter Penanggung Jawab di RS Indonesia, Gaza, mengungkap fakta yang sering terdistorsi oleh media global.

Banyak yang mengira Gaza telah memasuki fase aman, namun kenyataannya serangan zionis masih terus menghujam di berbagai titik.

“Dunia mungkin melihat ketenangan di permukaan, namun bagi kami di rumah sakit, luka-luka baru terus berdatangan setiap hari. Serangan itu tidak pernah benar-benar berhenti,” ungkap dr. Muadz dengan nada getir.

Buah Sedekah yang Menembus Batas Negara

Kehadiran Syekh Motaz Harb menjadi momen emosional bagi jemaah DT. Pemuda berusia 23 tahun ini merupakan alumni Tahfidz Al-Qur’an Masjid DT Gaza. Masjid tersebut merupakan salah satu mahakarya dari masyarakat Indonesia yang dikelola oleh DT Peduli di Palestina.

Syekh Motaz adalah bukti hidup betapa aset wakaf dan sedekah yang dikelola secara baik dan amanah mampu melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an, bahkan di tengah kepungan blokade.

Keberhasilan Syekh Motaz menjaga hafalannya di Gaza adalah pesan kuat bahwa dana umat yang disalurkan jemaah telah berubah menjadi “benteng spiritual” yang tak kasat mata di Palestina.

Seruan Jihad Harta dan Doa

Di penghujung kajian, kedua tokoh ini mengajak umat Islam di Indonesia untuk tidak melonggarkan dukungan. Mereka menegaskan bahwa perjuangan Palestina adalah tanggung jawab kolektif.

  • Dukungan Spiritual: Melalui doa yang tak putus di setiap sujud.
  • Dukungan Finansial: Memastikan bantuan medis dan pembangunan kembali fasilitas umum terus berjalan.
  • Dukungan Literasi: Menyuarakan kebenaran agar narasi “damai yang semu” tidak meninabubukan dunia.

Kebermanfaatan Aset Wakaf DT

Acara ini kembali mempertegas peran Masjid DT Bandung sebagai pusat edukasi dan syiar perjuangan umat Islam global. Selain itu, hubungan antara Masjid DT Bandung dan Masjid DT Gaza membuktikan bahwa ekosistem wakaf DT telah menciptakan jembatan persaudaraan yang kokoh.

Setiap rupiah wakaf yang ditanamkan jamaah, baik untuk aset dalam negeri maupun luar negeri, kini terus membuahkan hasil dalam bentuk penguatan akidah dan diplomasi kemanusiaan yang nyata. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Dari Reruntuhan Gaza ke Mihrab Bandung: Kesaksian Dua Pejuang di Masjid DT Read More »

Gema Al-Qur’an di Jantung Wakaf: Santri SMA DTBS Putri Tuntaskan Parade Tasmi 10 Juz

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Daarut Tauhiid Bandung pada pertengahan Februari ini (11-12/2/2026).

Di bawah naungan kubah masjid yang dibangun dari tetesan keringat para muwakif, puluhan santri SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri melantunkan ayat-ayat suci dalam agenda Parade Tasmi 10 Juz.

Mengusung tajuk “Meraih Kemuliaan dengan Al-Quran”, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan puncak dari ikhtiar panjang menjaga hafalan.

Tasmi—metode menyetorkan hafalan sekali duduk di hadapan penyimak—menjadi tolok ukur kualitas itqan (kekuatan) hafalan para santri.

Marathon Spiritual Dua Hari

Perjalanan spiritual ini dimulai sejak Rabu pagi. Dalam durasi yang padat, para santri bergantian melantunkan Juz 1 hingga Juz 5. Ketahanan mental dan fokus mereka diuji hingga sore hari saat sesi ditutup dengan Juz 26 dan 27.

Keesokan harinya, Kamis pagi, suasana makin haru saat Juz 28, 29, dan 30 mulai berkumandang. Ritme tilawah yang terjaga menandakan kesiapan batin para penghafal Al-Qur’an ini dalam menuntaskan amanah 10 juz yang telah mereka persiapkan berbulan-bulan.

Masjid DT: Aset Wakaf yang Terus “Bicara”

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran Masjid Daarut Tauhiid sebagai aset wakaf produktif yang multifungsi. Masjid ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan “laboratorium” lahirnya generasi qurani.

Setiap sudut masjid yang digunakan untuk bertasmi menjadi saksi bisu kebermanfaatan dana wakaf yang mengalir abadi.

Fasilitas yang nyaman, lingkungan yang kondusif, serta sarana penunjang di area pesantren DT semuanya merupakan buah dari pengelolaan wakaf yang amanah. Dengan adanya aset wakaf ini, para santri dapat fokus mendalami Al-Qur’an tanpa terkendala fasilitas.

Apresiasi dan Harapan

Muhammad Luthfi Iskandar, Humas SMA DTBS Putri, menyampaikan rasa syukurnya atas sinergi seluruh pihak, termasuk para donatur dan orang tua.

“Terima kasih kepada orang tua dan seluruh civitas yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini. Kami berharap hafalan yang dibacakan tidak hanya berhenti di lisan, tapi mendarah daging dalam karakter dan perilaku sehari-hari,” tuturnya.

Usai acara, para santri kembali ke asrama dengan membawa tanggung jawab baru: menjaga apa yang telah dihafal melalui murajaah istiqamah. Di sisi lain, Masjid DT tetap berdiri kokoh, siap menyambut estafet kebaikan berikutnya dari para pejuang Al-Qur’an. (DS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Gema Al-Qur’an di Jantung Wakaf: Santri SMA DTBS Putri Tuntaskan Parade Tasmi 10 Juz Read More »

Herawati, Memintal Harapan di Sela Dinding Triplek

WAKAFDT.OR.ID | BIREUEN – Langit Alue Kuta pada Selasa siang (17/2/2026) tampak muram. Di balik dinding triplek yang mulai melengkung dimakan cuaca, Herawati duduk tertegun.

Sudah tiga bulan terakhir, bilik sempit yang disebut Hunian Sementara (Huntara) ini menjadi satu-satunya benteng pertahanan bagi ia dan anak-anaknya setelah banjir bandang meluluhlantakkan Bireuen.

Ingatan Herawati masih tertancap kuat pada malam mengerikan itu. Suara gemuruh air yang datang menyerupai ledakan bom masih terngiang jelas.

“Hanya dalam dua jam, bangunan-bangunan itu hilang. Listrik mati total, yang tersisa hanya jeritan dan baju di badan,” kenangnya dengan suara bergetar.

Ujian Kesabaran di Balik Musibah

Bagi Herawati, rumah adalah jangkar masa depan. Kehilangannya sempat membuat dunianya seolah runtuh. Namun, di tengah keterbatasan, perempuan ini memilih jalan spiritual. Ia tak mengutuk keadaan; baginya, ini adalah “undangan” dari Sang Pencipta untuk kembali bersimpuh.

“Mungkin ini cara Allah menegur kami agar lebih dekat, lebih sabar, dan tidak lalai dalam beribadah,” ujarnya lirih.

Keteguhan hati Herawati kini diuji lagi dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Jika tahun lalu ia sibuk di dapur rumah sendiri, kini ia harus menyiapkan sahur di bawah atap huntara yang seadanya.

Meski pilu, ia mencoba melihat sisi terang: kebersamaan antar-penyintas yang kini sudah seperti keluarga kandung.

Mandat Wakaf: Dari Produktif Menjadi Solusi Konkrit

Di tengah perjuangan Herawati, sebuah secercah harapan muncul melalui skema kedermawanan yang berkelanjutan. Wakaf DT melalui program Cash Wakaf for Humanity (Sumatera) hadir membawa konsep solusi jangka panjang.

Berbeda dengan donasi biasa, dana wakaf yang dihimpun dari para muwakif (pewakaf) tidak langsung habis sekali pakai. Dana tersebut terlebih dahulu diproduktifkan melalui sektor bisnis strategis yang dikelola secara profesional oleh Wakaf DT.

Keuntungan atau surplus dari pengelolaan wakaf produktif inilah yang kemudian disalurkan untuk membantu warga terdampak banjir di Sumatera, termasuk Herawati di Bireuen.

Penyaluran manfaat ini mencakup beberapa poin krusial:

  • Pembangunan Fasilitas Ibadah: Membangun kembali masjid dan mushala yang hancur agar warga bisa beribadah dengan layak, terutama di bulan Ramadhan.
  • Dukungan Hunian: Menopang kebutuhan pembangunan unit Hunian Tetap (Huntap) yang kini sedang digarap secara bertahap oleh DT Peduli.
  • Kebutuhan Dasar: Memastikan anak-anak penyintas tak lagi kekurangan pakaian dan pangan bergizi.

Menanti Fajar Baru

Kabar mengenai pembangunan 45 unit Huntap menjadi oase bagi Herawati. Impian untuk kembali memiliki pintu yang bisa dikunci dan atap yang tak bocor kini mulai tampak nyata di pelupuk mata.

“Saya hanya ingin anak-anak belajar arti kesabaran. Bahwa rencana Allah, melalui tangan-tangan orang baik yang berwakaf, pasti jauh lebih indah,” tutupnya penuh harap.

Di antara retakan dinding kayu Huntara, semangat Herawati tidak ikut retak. Ia terus menata kepingan hidupnya, sembari menanti hari di mana ia bisa kembali bersujud di masjid yang kokoh dan menetap di rumah yang permanen. (WIN/DTP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Herawati, Memintal Harapan di Sela Dinding Triplek Read More »

Optimalkan Wakaf Produktif, Pujasera Sahabat Jadi Destinasi Favorit Berbuka Puasa di Bandung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Memasuki bulan suci Ramadhan, Pujasera Sahabat kembali hadir menjadi oase kuliner bagi para pemburu takjil dan menu berbuka puasa.

Salah satu unit usaha unggulan di bawah naungan Wakaf Daarut Tauhiid (DT) ini menawarkan beragam varian kudapan serta hidangan utama yang menggugah selera selama bulan penuh keberkahan ini.

Berlokasi strategis di kawasan pendidikan dan religi yang dikelilingi kampus serta pesantren, Pujasera Sahabat tidak hanya menawarkan kemudahan akses, tetapi juga suasana berbuka yang hangat dan representatif bagi mahasiswa, santri, hingga masyarakat umum.

Wujud Nyata Manfaat Wakaf Produktif

Pujasera Sahabat merupakan bukti konkret transformasi aset wakaf menjadi instrumen produktif di sektor Food and Beverage (FnB).

Melalui pengelolaan yang profesional, aset wakaf yang dititipkan oleh para wakif (pemberi wakaf) kini mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.

“Kehadiran Pujasera Sahabat adalah bentuk tanggung jawab kami dalam mengelola amanah wakaf. Kami ingin menunjukkan bahwa wakaf tidak melulu soal masjid atau makam, tetapi bisa menjadi penggerak ekonomi umat melalui sektor kuliner,” ujar perwakilan manajemen Wakaf DT.

Pemberdayaan UMKM Lokal Bandung

Selain berfungsi sebagai sarana sosial-ekonomi, pujasera ini juga berperan sebagai inkubator bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tenant-tenant yang mengisi area ini merupakan para pengusaha lokal asal Bandung yang telah dikurasi kualitasnya.

Dengan menyewa dan berjualan di aset wakaf ini, para pelaku UMKM mendapatkan akses ke lokasi yang premium sekaligus berkontribusi dalam ekosistem filantropi Islam.

Varian Menu Menarik Selama Ramadhan

Selama bulan Ramadhan, Pujasera Sahabat menyediakan berbagai pilihan menu spesial, mulai dari:

  • Kudapan Tradisional: Aneka kolak, gorengan hangat, hingga kue-kue pasar.
  • Minuman Segar: Es campur, jus buah, hingga pilihan kopi dan teh kekinian.
  • Menu Utama: Beragam nasi rames, olahan ayam, hingga hidangan khas Nusantara lainnya.

Melalui program Ramadhan ini, Wakaf DT berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan kenyamanan saat berbuka puasa, tetapi juga menyadari bahwa setiap transaksi yang terjadi di Pujasera Sahabat turut mendukung keberlangsungan dakwah dan kemandirian pesantren.

Semoga dengan berkunjung dan menikmati hidangan di sini, masyarakat dapat merasakan keberkahan dari ekosistem wakaf produktif yang mandiri dan berdaya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Optimalkan Wakaf Produktif, Pujasera Sahabat Jadi Destinasi Favorit Berbuka Puasa di Bandung Read More »

Berkah Ramadan, Ruko Wakaf Produktif Daarut Tauhiid Bandung Diserbu Pengunjung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana khidmat bulan suci Ramadan di Kawasan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung terasa semakin hidup dengan geliat ekonomi syariah di sepanjang pertokoannya.

Ruko-ruko yang dikelola oleh Wakaf Daarut Tauhiid terpantau selalu ramai dipadati pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Berlokasi di area strategis pesantren, ruko-ruko ini menjadi destinasi favorit bagi jemaah maupun warga sekitar untuk berburu kebutuhan ibadah. Berbagai produk tersedia lengkap, mulai dari:

  • Busana Muslim: Gamis, koko, dan kerudung kekinian.
  • Perlengkapan Salat: Peci, sajadah, hingga mukena.
  • Literasi Islami: Buku-buku agama dan Mushaf Al-Qur’an.
  • Produk Kesehatan: Madu murni, habbatussauda, dan produk herbal lainnya.

Peningkatan Omzet dan Harapan Pedagang

Salah satu penyewa ruko, Enjang, mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan volume pembeli selama bulan suci ini. Menurutnya, antusiasme masyarakat tahun ini sangat terasa dampaknya terhadap penjualan.

“Alhamdulillah, selama Ramadan pengunjung jauh lebih ramai dari hari biasanya. Harapannya sih setelah Ramadan selesai, suasana tetap ramai dan berkah seperti ini, insyaAllah,” tutur Enjang saat ditemui di sela-sela melayani pelanggan.

Mengenal Wakaf Produktif DT

Keberadaan ruko-ruko ini bukan sekadar deretan toko biasa. Area komersial tersebut berada di bawah koordinasi Wakaf Produktif, sebuah divisi yang mengelola berbagai unit usaha di bawah naungan Wakaf Daarut Tauhiid.

Sistem wakaf produktif ini memungkinkan aset wakaf dikelola secara profesional untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi.

Keuntungan dari pengelolaan unit usaha ini nantinya akan disalurkan kembali untuk mendukung program-program dakwah, pendidikan, dan sosial di Pesantren Daarut Tauhiid.

Fenomena ramainya ruko DT di bulan Ramadan ini menjadi bukti nyata bahwa ekonomi umat dapat tumbuh subur melalui pengelolaan wakaf yang amanah dan produktif. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Berkah Ramadan, Ruko Wakaf Produktif Daarut Tauhiid Bandung Diserbu Pengunjung Read More »