Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Penyelesaian Asrama & Kelas di Lantai Dasar Masjid DT Rahmatan Lil’alamin Lubuklinggau Kembali Berjalan

WAKAFDT.OR.ID | LUBUKLINGGAU – Pembangunan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin di kawasan Wakaf Terpadu Daarut Tauhiid (DT) Lubuklinggau terus menunjukkan progres positif.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian struktur balkon lantai dua serta tahap pengecatan ruang kelas dan asrama yang berada di lantai dasar.

Aset wakaf yang dikelola oleh DT Peduli Lubuklinggau ini dirancang untuk menjadi pusat dakwah dan pendidikan yang terintegrasi.

Meskipun proses pembangunan masih berjalan, suasana di lokasi proyek tetap terlihat dinamis dengan aktivitas para pekerja bangunan yang bersinergi dengan kegiatan belajar mengajar.

Meski progres fisik belum mencapai 100%, hal tersebut tidak menghalangi kebermanfaatan bangunan ini. Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin telah aktif digunakan secara maksimal oleh para santri dan warga sekitar.

Lantai dasar yang kini sedang dalam tahap pengecatan, sudah difungsikan sebagai ruang kelas untuk menimba ilmu serta asrama bagi para santri tahfidz. Kehadiran masjid ini menjadi jantung aktivitas ibadah dan sosial di lingkungan wakaf terpadu tersebut.

Kepala Kantor Layanan DT Peduli Lubuklinggau menyampaikan bahwa sejak awal pembangunan, semangat menghidupkan masjid telah ditekankan.

“Alhamdulillah, progres saat ini sedang pada pembuatan dak balkon lantai dua. Sembari pembangunan berjalan, aktivitas santri tidak berhenti. Warga sekitar juga sudah aktif memanfaatkan masjid untuk salat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya.

Pengecatan area kelas dan asrama dilakukan guna memberikan kenyamanan lebih bagi para santri yang menetap, sehingga proses menghafal Al-Qur’an dan belajar dapat berjalan lebih kondusif.

Sebagai aset wakaf, pembangunan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin ini merupakan wujud nyata kepedulian para muwakif (pewakaf) dalam menyediakan sarana ibadah yang layak.

DT Peduli Lubuklinggau berkomitmen untuk memastikan amanah wakaf ini dikelola dengan profesional agar terus mengalirkan keberkahan bagi masyarakat luas.

Pihak pengelola juga tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam menuntaskan pembangunan masjid ini, agar fasilitas pendukung pendidikan dan ibadah di Lubuklinggau semakin lengkap dan nyaman bagi generasi penghafal Al-Qur’an di masa depan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Penyelesaian Asrama & Kelas di Lantai Dasar Masjid DT Rahmatan Lil’alamin Lubuklinggau Kembali Berjalan Read More »

Haru, Gema Adzan Kembali Menggema di Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG – Suasana haru menyelimuti Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, saat suara adzan kembali berkumandang dari menara Masjid Baitil Makmur pada Jumat siang (12/12/2025).

Untuk pertama kalinya sejak diterjang banjir bandang dahsyat pada 26 November lalu, warga desa akhirnya bisa melaksanakan ibadah shalat Jumat berjamaah di tengah puing-puing sisa bencana.

Kehadiran jamaah yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga para sesepuh desa menciptakan atmosfer yang emosional. Setelah dua pekan kehilangan tempat bernaung dan ruang ibadah, momen ini terasa seperti perayaan hari raya.

Warga saling berpelukan dan bersalaman dengan air mata yang menetes, mensyukuri kesempatan untuk kembali bersujud di rumah Allah meski kondisi desa masih dalam keadaan lumpuh total.

Tangis Syukur di Tengah Lumpur

Muchtar, salah satu sesepuh Desa Sekumur, tidak mampu membendung isak tangisnya usai menunaikan ibadah. Baginya, bisa kembali shalat di masjid adalah sebuah keajaiban yang sulit dipercaya.

Ia mengingat kembali betapa mencekamnya peristiwa pada 26 November tersebut, di mana air bah setinggi atap menghantam permukiman mereka.

“Masjid ini pun hampir tenggelam saat itu. Syukur alhamdulillah, berkat bantuan tulus dari para relawan, kami bisa kembali shalat berjamaah setelah 15 hari lamanya tidak mendengar suara adzan di sini,” ungkap Muchtar dengan suara bergetar.

Ia mengaku sangat merindukan suasana ibadah di masjid selama masa-masa sulit pascabencana. Bagi warga, masjid bukan sekadar bangunan, melainkan jantung kehidupan sosial mereka. Muchtar berkali-kali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulihan masjid tersebut.

Gotong Royong Melawan Endapan Lumpur

Sebelumnya, kondisi Masjid Baitil Makmur sangat memprihatinkan. Meskipun menjadi satu-satunya bangunan yang tetap berdiri tegak saat rumah-rumah warga hancur rata dengan tanah, masjid tersebut sempat tidak bisa digunakan karena tertimbun lumpur pekat setinggi 60 sentimeter.

Proses pembersihan semula dianggap mustahil dilakukan oleh warga sendirian, mengingat mereka juga harus fokus membangun gubuk-gubuk darurat di atas reruntuhan rumah masing-masing.

Namun, harapan muncul ketika para relawan terjun langsung ke lapangan pada Kamis (11/12/2025). Dengan semangat gotong royong, tim gabungan dan warga bahu-membahu menyingkirkan material banjir.

Ahmad Barqu, salah satu koordinator aksi di lapangan, menjelaskan bahwa kendala utama selain ketebalan lumpur adalah sulitnya akses air bersih.

“Kami harus menyambung selang pompa air dari sumur yang lokasinya cukup jauh untuk mendapatkan tekanan yang kuat. Dengan bantuan mesin air, lumpur yang mulai mengering akhirnya bisa melunak dan dibersihkan,” jelasnya.

Berkat kerja keras yang dilakukan hingga larut malam, pada Jumat pagi seluruh area masjid telah bersih dari sisa bencana.

Kini, Masjid Baitil Makmur tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat koordinasi dan ruang kebersamaan bagi warga yang masih tinggal di tenda-tenda darurat.

Kembalinya fungsi masjid ini menjadi simbol bangkitnya semangat spiritual dan sosial masyarakat Desa Sekumur.

Di tengah keterbatasan, mereka kini memiliki tempat berteduh yang aman untuk merencanakan pemulihan desa ke depannya, sembari menanti bantuan lebih lanjut untuk membangun kembali rumah-rumah mereka yang hilang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Haru, Gema Adzan Kembali Menggema di Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang Read More »

Wakaf DT Salurkan 3.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Penyintas Banjir di Sumatera

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Yayasan Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bergerak cepat merespons kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera.

Melalui DT Peduli, sebanyak 3.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an disalurkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah terdampak parah, meliputi Medan, Aceh, dan Padang.

Langkah ini diambil menyusul laporan dari lapangan yang menunjukkan bahwa selain kebutuhan pokok seperti pangan dan sandang, banyak masyarakat penyintas banjir yang kehilangan kitab suci Al-Qur’an karena rusak atau hanyut terbawa arus.

Kehadiran mushaf baru ini diharapkan dapat menjadi dukungan moral dan spiritual bagi warga dalam menghadapi masa pemulihan.

Guna memastikan bantuan sampai tepat waktu, pengiriman mushaf Al-Qur’an tersebut telah mulai diberangkatkan menggunakan jasa kargo pada Kamis malam (18/12/2025).

Pengiriman jalur cepat ini diprioritaskan agar Al-Qur’an dapat segera dibagikan ke masjid, musala, dan sekolah-sekolah di wilayah pengungsian yang sangat membutuhkan.

Sebagai bentuk amanah atas donasi dari para wakif, prosesi penyerahan secara simbolis dilaksanakan pada hari ini, Jumat (19/12/2025).

Acara serah terima dilakukan oleh pengurus Yayasan Wakaf DT kepada jajaran perwakilan DT Peduli yang nantinya akan bertanggung jawab dalam teknis distribusi di lapangan.

“Bencana banjir di beberapa titik di Sumatera menyisakan duka, termasuk rusaknya fasilitas ibadah. Kami berharap 3.000 Al-Qur’an ini bisa menjadi pelipur lara dan kembali menghidupkan syiar Quran di lokasi bencana,” ujar perwakilan pengurus Yayasan Wakaf DT di sela-sela acara.

Berdasarkan data lapangan, banyak warga di Medan, Aceh, dan Padang yang menyatakan kerinduannya untuk kembali mengaji di tengah kondisi darurat.

Rusaknya Al-Qur’an akibat terendam air berlumpur membuat aktivitas keagamaan di beberapa titik pengungsian sempat terhambat.

Melalui kolaborasi antara Wakaf DT dan DT Peduli, diharapkan sinergi ini tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan batin para korban banjir agar tetap tegar melalui ujian ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf DT Salurkan 3.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Penyintas Banjir di Sumatera Read More »

Selesaikan Hafalan 30 Juz dalam Setahun, 8 Santri SQDT Lubuklinggau Resmi Diwisuda

WAKAFDT.OR.ID | LUBUKLINGGAU – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Masjid Rahmatan Lil’alamin, kawasan Wakaf Terpadu Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Lubuklinggau.

Sebanyak delapan santri Sekolah Quran Daarut Tauhiid (SQDT) Lubuklinggau resmi menjalani prosesi wisuda setelah berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Keberhasilan ini merupakan buah dari program karantina tahfidz intensif selama satu tahun. Selama masa tersebut, para santriwati dibimbing dan diawasi secara ketat oleh Ustazah Leha dan Ustazah Marwah di asrama akhwat.

Kepala Kantor Layanan (KL) DT Peduli Lubuklinggau, Andian Pradita, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian para santri.

Beliau menekankan bahwa program ini merupakan ikhtiar mencetak generasi penghafal Al-Qur’an dalam waktu singkat namun berkualitas.

“Alhamdulillah, para santri berhasil menyelesaikan hafalannya tepat waktu. Semoga ilmu yang didapatkan menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan bagi semua pihak,” ujar Andian.

Senada dengan hal tersebut, Bunda Sudarsih, selaku perwakilan donatur, mengungkapkan rasa bangganya saat melihat langsung perkembangan para santri.

“Saya menyaksikan sendiri perjuangan mereka dalam menghafal Al-Qur’an, sungguh luar biasa. Kami berterima kasih karena setiap huruf yang dibaca oleh para santri, pahalanya mengalir juga untuk kami para donatur,” ungkapnya penuh syukur.

Momen Haru Penyerahan Mahkota

Puncak acara ditandai dengan prosesi simbolis penyerahan mahkota dari para santri kepada orang tua masing-masing.

Momen ini menjadi titik paling emosional yang mengundang air mata bahagia dari para hadirin, termasuk santri ikhwan, asatiz, dan wali santri yang hadir.

Fadilah, salah satu wisudawati, tak kuasa membendung rasa haru saat menyampaikan kesan-kesannya. “Alhamdulillah, perjuangan kami sampai di titik ini. Terima kasih Ya Allah, terima kasih DT Peduli, dan terima kasih kepada para donatur yang telah menjadi jalan kebaikan bagi kami,” ucapnya.

Acara ini diharapkan menjadi motivasi bagi santri lainnya dan menjadi ladang amal jariyah yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung dakwah Al-Qur’an di Lubuklinggau. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Selesaikan Hafalan 30 Juz dalam Setahun, 8 Santri SQDT Lubuklinggau Resmi Diwisuda Read More »

Menata Hati di Rumah Allah: Kisah Teh Uwi, Ibu Lima Hafiz yang Istiqomah di Masjid DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Selasa (16/12/2025) siang, suasana tenang menyelimuti Masjid Daarut Tauhiid (DT) Gegerkalong, Bandung, sesaat setelah shalat Dzuhur berjamaah usai.

Di antara jamaah yang mulai beranjak, tampak seorang wanita paruh baya yang masih terpaku dalam kekhusyukan.

Ia adalah Uwi (49), atau yang akrab disapa Teh Uwi. Bagi tim Wakaf DT, sosoknya sudah tidak asing karena hampir selalu terlihat di setiap waktu shalat.

Ibu dari lima anak penghafal Al-Qur’an ini telah menjadikan masjid sebagai pusat kehidupannya—mulai dari shalat berjamaah, menjaga hafalan (murojaah), hingga menyimak kajian ilmu.

Rindu yang Melampaui Jarak

Asal Sumedang, Teh Uwi memutuskan menetap di Bandung demi satu tujuan: agar lebih dekat dengan Masjid DT.

Meski harus menempuh perjalanan beberapa menit dari kosannya, langkah kakinya tak pernah terasa berat. Baginya, setiap langkah menuju masjid adalah wujud syukur yang dirawat dengan keistiqomahan.

“Saya masih belajar, dan ingin selamanya belajar. Tidak ada kata cukup untuk mencari ilmu agama,” ucapnya lirih. Di masjid ini, ia mengaku merasa bertumbuh, baik secara ilmu maupun ketenangan batin.

Al-Qur’an sebagai Jawaban Hidup

Al-Qur’an telah menjadi teman setia Teh Uwi dalam menautkan hati kepada Sang Pencipta. Ia menceritakan bagaimana kedekatan dengan kalam-Mu’jizat tersebut memberinya kekuatan saat menghadapi persoalan hidup.

“Kalau sedang ada masalah, saat membaca Al-Qur’an, tiba-tiba ada ayat yang terasa sangat relevan dengan hidup saya. Padahal terkadang membukanya secara acak, tapi rasanya seperti Allah langsung menenangkan lewat ayat itu,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Masjid sebagai Tempat Menata Hati

Sebagai manusia biasa, Teh Uwi tak menampik jika rasa jenuh atau malas terkadang menghampiri. Namun, ia selalu mengingatkan diri bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara. Pesan-pesan dari kajian di Masjid DT menjadi penguat yang selalu memanggilnya kembali.

Dukungan fasilitas masjid yang nyaman, udara yang sejuk, dan suasana teduh di Masjid DT membuatnya betah untuk berlama-lama beriktikaf. Baginya, masjid bukan sekadar bangunan fisik untuk ibadah, melainkan tempat di mana hati kembali ditata.

Memakmurkan Melalui Kehadiran

Kisah Teh Uwi mengajarkan bahwa memakmurkan masjid tidak selalu harus dimulai dengan hal-hal besar. Kehadiran yang setia dan niat yang terjaga setiap hari adalah bentuk kemakmuran yang nyata.

Melalui Wakaf Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, semangat yang dibawa oleh jamaah seperti Teh Uwi diharapkan terus hidup.

Dukungan wakaf memastikan masjid tetap menjadi ruang tumbuh bagi siapa pun yang ingin mendekat kepada Allah, menjadi tempat lahirnya ketenangan, ilmu, serta generasi Qur’ani yang lahir dari cinta dan istiqomah. (SSP/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menata Hati di Rumah Allah: Kisah Teh Uwi, Ibu Lima Hafiz yang Istiqomah di Masjid DT Read More »

Masjid sebagai Tempat Pulang: Dedikasi Niken dalam Menjaga Cahaya Ibadah di Masjid DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Selasa (16/12/2025), suasana Masjid Daarut Tauhiid (DT) selepas Dzuhur terasa hidup dan menenangkan.

Udara sejuk menyelimuti langkah kami saat berkunjung untuk menyaksikan langsung denyut aktivitas halaqah yang tumbuh subur di jantung masjid ini.

Di sana, kami bertemu dengan Niken (23), atau yang akrab disapa Teh Niken. Pemudi asal Garut dengan raut wajah tenang dan senyum tulus ini tengah menjalankan amanahnya sebagai musrifah (pembimbing santri).

Ini adalah tahun keduanya mengabdi secara profesional, setelah sebelumnya menghabiskan hampir empat tahun membersamai DT sejak masa kuliah.

Keputusan Niken untuk menetap dan mengabdi sebagai musrifah selepas lulus kuliah bukanlah pilihan yang instan. Di usia muda, ia memilih jalan pengabdian untuk mendampingi dan bertumbuh bersama para santri.

“Halaqah itu harus dimaksimalkan di masjid. Karena dari masjid, shalat lima waktu terjaga, lalu dilanjutkan dengan murojaah dan menambah hafalan bersama santri SMA/SMK,” ujarnya.

Aktivitas halaqah di sini mengalir mengikuti waktu shalat. Waktu Subuh hingga pagi dipenuhi dengan setoran hafalan baru, sementara jeda Dzuhur atau Maghrib diisi dengan halaqah setoran ringan. Bagi Niken, atmosfer masjid memberikan pengaruh besar terhadap kualitas ibadah para santri.

“Menghafal di masjid rasanya lebih mudah dan nyaman. Vibes masjid membuat hati betah, seolah ada energi yang menahan siapa pun untuk tidak segera beranjak,” tuturnya.

Ketenangan yang dirasakan di Masjid DT bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, melainkan lahir dari konsistensi suasana ibadah yang terjaga.

Motivasi Niken sederhana namun mendalam: ia ingin berkontribusi melalui apa yang ia bisa. Menjadi musrifah baginya adalah tentang hadir lebih dekat dengan santri dan menjaga niat agar tetap lillah (karena Allah).

“Kehangatan saat beribadah itu adalah anugerah terindah,” ucapnya lirih.

Dedikasi Niken adalah potret nyata dari upaya memakmurkan masjid—sebuah tempat di mana doa, hafalan, dan harapan tumbuh beriringan. Di sinilah esensi dari Wakaf Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin terasa nyata.

Masjid yang nyaman, sejuk, dan terawat bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang hidup bagi generasi muda. Wakaf masjid menjadi ikhtiar bersama agar rumah ibadah ini terus menjadi “tempat pulang” untuk belajar dan menebar rahmat bagi sesama. (SSP/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Masjid sebagai Tempat Pulang: Dedikasi Niken dalam Menjaga Cahaya Ibadah di Masjid DT Read More »

Eco Pesantren 2 Sebagai Aset Wakaf DT, Jadi Laboratorium Karakter Siswa SD Melalui Program Pengabdian

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Eco Pesantren 2 Daarut Tauhiid, yang diketahui merupakan salah satu aset wakaf DT, berfungsi optimal tidak hanya sebagai lokasi pendidikan formal bagi santri PDF, tetapi juga sebagai laboratorium karakter bagi siswa-siswi SD Daarut Tauhiid.

Hal ini terlihat dari suksesnya pelaksanaan Program Pengabdian pada Masyarakat (P2M) yang diikuti oleh siswa kelas 6 SD DT pada 8-9 Desember 2025.

Dalam suasana pagi yang penuh semangat, sekitar Masjid Eco Pesantren 2, para siswa menjalani agenda dua hari bertajuk “Khidmatku Cintaku: Menebar Kebaikan untuk Meraih Manfaat.” Kegiatan ini dirancang untuk mengajarkan kepedulian sosial dan empati secara langsung.

Mengasah Empati dan Kepedulian

Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada gotong royong membersihkan area masjid dan dilanjutkan dengan bakti sosial bagi warga sekitar.

Para siswa diajak berinteraksi langsung, belajar bahwa kepedulian terwujud melalui tindakan sederhana seperti membantu dan berbagi dengan tulus.

Memasuki hari kedua dengan tema Cinta Masjid, para siswa kembali membersihkan dan merapikan lingkungan, namun dengan pemahaman yang lebih mendalam.

Gerakan membersihkan halaman atau menata sandal menjadi pelajaran praktis tentang pentingnya kebaikan kecil yang dilakukan secara kolektif.

Menanam Komitmen Kebaikan Berkelanjutan

Menurut Keke, Humas SD Daarut Tauhiid, kegiatan P2M merupakan bagian krusial dari pendidikan karakter. Ia menekankan bahwa pengabdian mengajarkan komitmen berkelanjutan untuk memberi manfaat bagi sesama dan lingkungan, bukan sekadar tindakan sesaat.

“Pengabdian mengajarkan bahwa kebaikan bukan hanya tindakan, tetapi komitmen berkelanjutan untuk memberi arti bagi sesama dan lingkungan tempat kita berpijak. Menghadirkan harapan bagi setiap insan yang membutuhkan, serta menanam nilai kemanusiaan yang menyinari kehidupan bersama,” ujar Keke.

Pengalaman di Eco Pesantren 2 ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat. Keke berharap kegiatan ini menjadi momentum awal yang mendorong para santri untuk tumbuh menjadi pribadi yang Bertauhid, Berkarakter, dan Bermanfaat.

Dengan memanfaatkan aset wakaf DT ini, yayasan memastikan bahwa fasilitas yang ada tidak hanya digunakan untuk kegiatan rutin, tetapi juga maksimal dalam membentuk karakter generasi penerus yang memiliki kepekaan sosial. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Eco Pesantren 2 Sebagai Aset Wakaf DT, Jadi Laboratorium Karakter Siswa SD Melalui Program Pengabdian Read More »

Minimalisir Longsor & Upaya Penghijauan, YDT Bersama YDT-KU Gelar Tanam Pohon Bersama

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT – Yayasan Daarut Tauhiid (DT) bekerja sama dengan Yayasan DT Khadimul Ummat melaksanakan kegiatan penanaman pohon serentak di area Eco Pesantren 2.

Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar pelestarian alam dan upaya strategis untuk meminimalisir risiko bencana longsor di sekitar area pesantren.

Acara yang digelar pada Selasa, 16 Desember 2025, ini dihadiri oleh seluruh santri karya (karyawan) dari kedua yayasan.

Sebanyak 200 batang bibit pohon ditanam secara fokus di lereng-lereng sekitar Eco Pesantren 2 yang merupakan salah satu aset wakaf DT yang saat ini digunakan untuk kegiatan santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) DT.

Kolaborasi dengan Aparatur Desa

Ujang Karim, selaku Bendahara Yayasan DT sekaligus Direktur Wakaf Sosial, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi dan dukungan penuh dari aparatur Desa Karyawangi.

“Alhamdulillah, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi erat. Kami mendapat dukungan support sekitar 400-an bibit pohon dari aparatur Desa Karyawangi untuk ditanam di area ini,” ujar Ujang Karim.

Beliau berharap, melalui kegiatan penanaman pohon ini, selain dapat menjadi jalan untuk menjaga kelestarian alam, kolaborasi yang baik antara pesantren dengan aparatur desa maupun daerah dapat terus terjalin dan diperkuat.

“Semoga melalui kegiatan ini, bisa menjadi jalan untuk menjaga pelestarian alam, dan juga kolaborasi antara pesantren dengan aparatur desa maupun daerah bisa terus terjalin,” tambahnya.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Pesantren Daarut Tauhiid dalam menjaga lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konservasi alam di kalangan santri karya dan masyarakat sekitar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Minimalisir Longsor & Upaya Penghijauan, YDT Bersama YDT-KU Gelar Tanam Pohon Bersama Read More »

Cianjur Jadi Kota Wakaf, DT Peduli Cianjur Hadiri Kick Off Program Pemberdayaan

WAKAFDT.OR.ID | CIANJUR – DT Peduli Cianjur turut berpartisipasi dalam acara peluncuran resmi Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf yang bertajuk “Menebar Manfaat, Mengalirkan Keberkahan.”

Acara Kick Off ini diselenggarakan di Pendopo Pemda Cianjur pada Rabu, 3 Desember 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, perwakilan dari Kementerian Agama, serta sejumlah lembaga yang aktif dalam pengembangan zakat dan wakaf di wilayah Cianjur.

Dalam acara tersebut, DT Peduli Cianjur diundang sebagai tamu dan terlibat dalam prosesi simbolis penyerahan bantuan yang ditujukan untuk pengembangan usaha bersama KUA Cugenang.

Komitmen Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat peran wakaf di Cianjur.

“Cianjur berkomitmen mendukung regulasi, fasilitasi, dan kolaborasi dalam pengembangan wakaf daerah,” tegas Abi Ramzi.

Ia berharap upaya ini dapat menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Cianjur.

Peluncuran program ini menandakan upaya berkelanjutan untuk mengembangkan ekosistem zakat dan wakaf di Cianjur agar dapat memberikan dampak nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Hal ini juga menjadi bukti kolaborasi peran zakat dan juga wakaf agar bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat (WIN/PCI)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Cianjur Jadi Kota Wakaf, DT Peduli Cianjur Hadiri Kick Off Program Pemberdayaan Read More »

BWI Gandeng Unhas Dorong Wakaf Sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Timur

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Badan Wakaf Indonesia (BWI) bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan program “Wakaf Goes to Campus” di Makassar pada Selasa, (16/12/2025).

Inisiatif ini bertujuan menjadikan wakaf sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Kegiatan ini menegaskan bahwa kampus memiliki peran penting sebagai ekosistem wakaf untuk memperluas akses pendidikan dan memperkuat ekonomi umat.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyambut baik program ini sebagai gagasan inovatif ekonomi umat, terutama karena Unhas telah memiliki Program Studi Ekonomi Islam.

Prof. Jamaluddin menekankan bahwa wakaf adalah kekuatan besar umat yang berpotensi menjadi penggerak di bidang ekonomi dan sosial.

Unhas berencana menggabungkan konsep dana abadi dengan wakaf untuk menciptakan gerakan yang mampu membantu masyarakat luas.

Fokus utama pemanfaatan dana wakaf ini adalah memberikan dukungan finansial kepada calon mahasiswa Unhas yang kurang mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik tinggi.

Solusi Biaya Pendidikan dan Peningkatan Ekosistem Wakaf

Meskipun pemerintah menyediakan berbagai skema beasiswa, Rektor Unhas menyebutkan bahwa masih banyak mahasiswa di Kawasan Timur Indonesia yang membutuhkan dukungan tambahan.

Oleh karena itu, Unhas dan BWI berkolaborasi untuk membangun Gerakan Wakaf Unhas yang sistematis dan berkelanjutan.

Mereka berharap inisiatif ini akan menjadi formula baru dalam memperkuat ekosistem wakaf, tidak hanya di Unhas tetapi juga di Indonesia Timur dan secara nasional.

Prof. Jamaluddin menambahkan bahwa perumusan dan sistem gerakan wakaf ini sedang dalam tahap penyelesaian dan direncanakan segera diluncurkan.

Di sisi lain, Wakil Ketua BWI, KH. Ahmad Zubaidi, berharap kampus dapat menjadi ekosistem yang mempercepat penghimpunan harta benda wakaf agar manfaatnya maksimal bagi dunia pendidikan.

Kiai Zubaidi menyoroti potensi besar kampus dengan jumlah mahasiswa dan sivitas akademika yang luas.

Ia menjelaskan bahwa beberapa perguruan tinggi besar telah menitipkan dana abadi mereka melalui BWI, yang kemudian dikembalikan manfaatnya kepada kampus terkait. Skema ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk tingginya biaya pendidikan.

Wakaf yang dikelola dengan baik dapat membantu mahasiswa tidak mampu membayar kebutuhan pendidikan, bahkan berpotensi menyediakan pendidikan gratis, sehingga mendorong terwujudnya kesetaraan pendidikan.

BWI terus mengadakan roadshow ke berbagai kampus untuk mendorong gerakan kampus berwakaf, yang diyakini akan memberikan kontribusi besar bagi penguatan perwakafan di Indonesia.

Program yang digelar di Unhas ini mengusung tema “Wakaf Sebagai Akselerator Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia.”

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

BWI Gandeng Unhas Dorong Wakaf Sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Timur Read More »