Wakaf Daarut Tauhiid

November 2024

bwi gelar pameran

BWI Gelar Pameran dan Bisnis Matching Optimalisasi Aset Tanah Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | TANGERANG – Dalam rangka membantu menyediakan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Badan Wakaf Indonesia melalui Divisi Pengelolaan menggelar kegiatan Pameran dan Bisnis Matching Optimalisasi Aset Tanah Wakaf di Hotel Aviary, Bintaro, Tangerang pada Jumat (08/11/2024).

Dalam kesempatan itu Sekretaris Badan Wakaf Indonesia Anas Nasikhin., M.Si menjelaskan bahwa pemberdayaan tanah wakaf bisa dimulai dengan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan memanfaatkan tanah wakaf. Serta Pemberdayaan bisa dimulai dari tanah wakaf yang berada di Banten.

“Tanah wakaf dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi Berpenghasilan Rendah (MBR),” ujar Anas Sekretaris BWI.

Ketua DPD REI Banten, Ronny. H. Adali menambahkan tanah sebagai sumber produksi perumahan saat ini semakin lama semakin sulit. Oleh karena itu, memproduktifkan aset tanah wakaf untuk penyediaan rumah bagi MBR bisa membantu program pemerintah penyediaan rumah bagi Masyarakat.

Ia menyambut baik rencana Kerjasama optimalisasi aset wakaf di Indonesia. Apalagi BWI dan REI sudah melakukan penandatangan MoU.

“DPP REI menyambut baik rencana Kerjasama optimalisasi aset wakaf di Indonesia,” pungkas Ketua DPD REI Banten, Ronny. H. Adali.

Wakil Ketua DPP REI Hervian Tahier yang turut hadir dan memberikan sambutan pembukaan, mengatakan bahwa pameran asset wakaf ini benar-benar bisa memberikan pencerahan kepada developer tentang pemanfaatan asset wakaf dan skema pembiayaan yang mungkin untuk tanah wakaf yang selamaa ini tak diketahui oleh para developer.

Di acara ini, 2 lembaga sekaligus memberikan paparan tentang berbagai skema pembiayaan proyek diatas tanah wakaf yaitu dari Kementerian Keuangan lewat penerbitan sukuk wakaf dan dari Bahana TCW Investment Management, yaitu pembiayaan lewat investor.

Ketua Panitia pelaksana Pameran Shalahuddin Ahmad mengatakan bahwa ini terobosan pertama BWI dalam mengadakan pameran dengan bekerja sama dengan pihak REI dengan menghadikan presentasi dari Kementerian Perumahan, Kementerian Keuangan dan Bahana TCW Investment Management.

Skema pembiayaan yang ditawarkan cukup menarik karena tidak memerlukan colateral dan itu sejalan dengan prinsip tanah wakaf yg tak bisa dijadikan agunan. Pameran ini bisa memberikan solusi lengkap untuk mendukung program 3 juta hunian, dengan penyediaan lahan dan sekaligus pembiayaan proyek wakaf.

Selanjutnya ketua panitia pelaksana mengatakan bahwa setelah pameran ini, BWI akan menungu proposal dari para developer untuk bekerjasama atau beberapa aktivitas seperti kunjungan lokasi, pembahasan proposal, atau negosiasi kerjasama.

Sumber: bwi.go.id

BWI Gelar Pameran dan Bisnis Matching Optimalisasi Aset Tanah Wakaf Read More »

Wakaf Korporasi

BWI Sebut Permasalahan Sosial Dapat Diatasi Jika Wakaf Dimaksimalkan

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Badan Wakaf Indonesia (BWI) meyakini bahwa problem sosial seperti kemiskinan, problem pendidikan, hingga problem kesehatan dapat teratasi apabila potensi wakaf sebesar Rp180 triliun per tahun bisa dimaksimalkan.  

Wakil Ketua BWI Ahmad Zubaidi mengatakan, besaran potensi wakaf tersebut didasarkan dari hasil berbagai profesi yang ada di masyarakat berdasarkan riset yang dilakukan BWI. Untuk memaksimalkan potensi wakaf, ia menekankan perlunya intervensi yang baik dari berbagai pihak yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan BWI saja.   

“Andaikata di lingkungan ormas-ormas Islam ataupun kelembagaan-kelembagaan lainnya sudah mampu memaksimalkan wakaf ini, maka saya yakin problem yang kita hadapi itu bisa kita atasi bersama,” kata Ahmad dalam acara Waqf Goes to Campus XIV Solo Raya yang diikuti secara daring, Jakarta, Rabu (6/11/2024)

Ia mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar dengan jumlah kelembagaan yang cukup banyak, baik bidang sosial, bidang pendidikan, maupun bidang pemberdayaan ekonomi. Apabila seluruh lembaga bergerak bersama, maka gerakan untuk mewujudkan potensi wakaf dapat diwujudkan.   

“Setidaknya insya Allah akan dapat diwujudkan secara bertahap. Barangkali tidak langsung Rp180 triliun, bisa dimulai dari sekian persennya. Tapi ada tren peningkatan setiap tahunnya, yaitu tren-tren yang signifikan,” ujar Ahmad.

Oleh sebab itu, BWI mengajak kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan. Dalam hal ini, kolaborasi juga mencakup penyebaran literasi tentang pentingnya wakaf, terutama wakaf produktif dan wakaf uang, kepada masyarakat luas.

Ahmad tidak menafikan masih pentingnya wakaf-wakaf yang diperuntukkan untuk masjid, madrasah, dan seterusnya. Namun, apabila dilakukan ekstensifikasi atau perluasan pemanfaatan harta benda wakaf, tentu hal ini akan menjadikan tingkat kemanfaatan harta benda wakaf menjadi semakin besar.   

Untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, BWI telah mengadaptasi sistem digitalisasi yang memudahkan masyarakat untuk berwakaf yakni melalui platform berkahwakaf.id.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan platform Satu Wakaf untuk saling kolaborasi dengan berbagai nadzir dalam rangka memaksimalkan lahan-lahan ataupun aset-aset wakaf yang ada menjadi aset wakaf yang produktif.

Terkait dengan sumber daya manusia (SDM) nadzir, Ketua Divisi Husoli BWI Agus Priyatno mengatakan bahwa BWI juga berupaya untuk meningkatkan kompetensi nadzir melalui sertifikasi. Ia mencatat, nadzir di Indonesia saat ini berjumlah sekitar 4.800 orang dan diharapkan akan terus bertambah.

“Kita masih kekurangan banyak (nadzir) karena wakaf produktif akan terus kita kembangkan supaya betul-betul menjadi pilar peradaban yang ada di Indonesia yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat,” kata Agus.

Sumber: Antara

BWI Sebut Permasalahan Sosial Dapat Diatasi Jika Wakaf Dimaksimalkan Read More »

masjid dt jambi 17%

Capai 17%, Ini Progres Masjid DT Jambi

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin Daarut Tauhiid Jambi (Masjid DT Jambi) mencapai 17% per pekan pertama November 2024.

Masjid yang terletak di Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muara Jambi tersebut sedang dalam persiapan pengecoran balok lantai utama.

Site Manager Pembangunan Masjid DT Jambi Rohman menjelaskan memasuki pekan ke-2 November ini sedang dilakukan pemasangan bekisting dan persiapan pengecoran 12 kolom utama dengan kubukasi pengecoran sekitar 3 kubik. Pengecoran kolom akan dilakukan pada Sabtu (9/11/2024).

“Progres lagi pemasangan bigesting kolom dan persiapan pengecoran kolom-kolom utama. Insya Allah pengecoran besok sekarang lagi persiapan perpindahan/langsir bahan pasir dan batu seplit-nya dulu,” jelas Rohman, Jumat (8/11/2024).

Rohman menyebutkan, pembangunan Masjid DT Jambi ditargetkan rampung pada Januari 2025 mendatang. Nantinya, Masjid DT Jambi akan menjadi pusat belajar dan ibadah para santri Baitual Quran DT Jambi dan masyarakat sekitar.

“Insya Allah, (Januari 2025 selesai) targetnya ini hanya 3 bulanan karena satu lantai,” kata Rohman.

Bagi sahabat yang menginginkan rumah di surga dan pahala mengalir abadi sekaligus membantu para santri dan masyarakat sekitar masjid beribadah dan belajar, bisa berwakaf untuk Masjid DT Jambi melalui program Wakaf Masjid Rahmatan Lil Alamin.

Wakaf bisa diantar langsung ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung. Wakaf juga bisa ditransfer ke BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi, bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123. (AID)

Capai 17%, Ini Progres Masjid DT Jambi Read More »

masjid dt eco 2 awal november 2024

Capai 76,77%, Ini Progres Masjid DT Eco 2

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin Daarut Tauhiid Eco Pesantren 2 (Masjid DT Eco 2) terus mengalami progres. Memasuki bulan November 2024, progres Masjid DT Eco 2 mencapai 76,77%.

Pengawas Pembangunan Masjid DT 2 Putri Berliana Mileni menjelaskan beberapa pekerjaan yang dilakukan di pekan pertama November 2024, di antaranya pemasangan dinding bata lantai utama dan lantai mezanine, pekerjaan plesteran dinding lantai utama dan lantai mezanine, pekerjaan plafond lantai utama, pekerjaan dak topian lantai mezanine area ikhwan dan akhwat, pekerjaan kubah sudah selesai, dan pekerjaan molding GRC lisplank.

“Progres Pembangunan Masjid DT Eco 2 76,77%. Pekerjaan yang sedang dikerjakan yaitu pemasangan dinding bata lantai utama dan lantai mezanine, pekerjaan plesteran dinding lantai utama dan lantai mezanine, pekerjaan plafond lantai utama, pekerjaan dak topian lantai mezanine area ikhwan dan akhwat, pekerjaan kubah sudah selesai, pekerjaan molding GRC lisplank,” jelas Putri, Rabu (6/11/2024).

Putri menyebutkan, Masjid DT Eco 2 ditargetkan rampung pada Januari 2025 mendatang. Masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk merampungkan masjid yang terletak di Parongpong tersebut.

“Target akhir Januari 2025,” sebut putri.

Pembina DT KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengatakan, pembangunan Masjid DT adalah ladang amal bagai siapapun yang ingin mempersiapkan bekal terbaik untuk kelak di akhirat.

Bagi yang ingin berwakaf untuk pembangunan Masjid DT bisa datang langsung ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung. Wakaf juga bisa ditransfer ke BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi, bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123. (AID)

Capai 76,77%, Ini Progres Masjid DT Eco 2 Read More »

bwi kenalkan gerakan indonesia berwakaf

BWI Kenalkan Gerakan Indonesia Berwakaf di Forum Wakaf dan Zakat Dunia

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Badan Wakaf Indonesia (BWI) memperkenalkan gerakan Indonesia Berwakaf dalam Konferensi dan Pertemuan Tahunan World Zakat and Waqf Forum (WZWF) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (1/11/2024) malam.

“Gerakan ini akan fokus mengembangkan aset-aset tersebut dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan konservasi lingkungan,” ujar Ketua BWI, Kamaruddin Amin.

Forum WZWF ini dihadiri peserta dari 43 negara anggota dengan tujuan mempertemukan pemimpin global, praktisi, pengusaha, dan generasi muda untuk membahas inovasi dan masa depan pengelolaan zakat dan wakaf.

Kamaruddin mengatakan forum ini sebagai langkah strategis memaksimalkan potensi aset wakaf nasional. Melalui pilar inklusivitas, keberlanjutan, dan inovasi, gerakan ini berupaya memanfaatkan aset wakaf yang luas demi kesejahteraan masyarakat.

“Selain mendukung madrasah, gerakan ini juga mendorong pendirian rumah sakit, pemberian beasiswa, serta inisiatif wakaf hijau untuk pelestarian alam,” katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam ini mengajak negara-negara dan organisasi internasional untuk bekerja sama dalam mengoptimalkan dampak wakaf secara global.

Dengan teknologi digital, Gerakan Indonesia Berwakaf dapat memastikan pengelolaan wakaf yang transparan dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih inklusif.

“Inovasi pengelolaan zakat dan wakaf, seperti wakaf korporasi dan wakaf saham, terus didorong agar relevan di dunia modern dengan peluang investasi yang semakin luas,” kata dia.

Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki 445.410 lokasi tanah wakaf, termasuk 36.240 madrasah, 1.100 kantor KUA, 220.000 masjid, dan 266.413 mushalla. Jumlah itu diprediksi masih akan bertambah mengingat banyak aset-aset yang belum disertifikasi.

Sumber: Antara

BWI Kenalkan Gerakan Indonesia Berwakaf di Forum Wakaf dan Zakat Dunia Read More »

bwi jelaskan wakaf uang

Kemenag Paparkan Peran Penting Wakaf Uang Sebagai Dana Abadi Umat

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan pentingnya optimalisasi wakaf uang sebagai dana abadi umat yang dapat terus berkembang untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Wakaf uang adalah wakaf bergerak yang manfaatnya bisa berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur di Jakarta, Jumat (1/11/2024).

Pernyataan Waryono tersebut disampaikan dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC). Dalam forum tersebut, Kemenag meluncurkan Gerakan Wakaf Indonesia Menuju Emas 2045 atau Giwang Emas 2045.

Waryono mengatakan wakaf uang yang dikelola secara profesional oleh nadzir akan berkembang dan memberikan dampak signifikan bagi penerima manfaat, terutama dalam sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Menurutnya, alokasi wakaf uang dapat membantu mendukung pendidikan anak bangsa agar mereka mampu berkontribusi pada posisi strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Generasi penerima manfaat wakaf dapat menjadi calon pemimpin masa depan yang memperkuat posisi Indonesia di kancah global,” kata Waryono.

Meskipun potensi wakaf di Indonesia besar, kata dia, yaitu mencapai sekitar Rp180 triliun rupiah, tingkat literasi masyarakat tentang perbedaan wakaf dengan sedekah dan infak masih rendah.

Maka dari itu, kata dia, berbagai program literasi terus ditingkatkan, termasuk peluncuran Kota Wakaf di Tasikmalaya yang bertujuan mengenalkan urgensi dan mekanisme wakaf kepada masyarakat luas.

Terkait pengelolaan wakaf, Waryono juga menyoroti peran Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai lembaga yang memastikan akuntabilitas dan transparansi.

Waryono mendukung gagasan pembentukan lembaga pengawasan, mirip dengan OJK, untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap wakaf, khususnya dalam menentukan nadzir yang profesional dan amanah.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan wakaf, sekecil apapun kontribusinya.

Waryono mencontohkan kesuksesan wakaf pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir, yang mampu menopang krisis keuangan negara.

“Gerakan ini tidak boleh berhenti pada peluncuran saja,” ujar Waryono.

Sumber: Antara

Kemenag Paparkan Peran Penting Wakaf Uang Sebagai Dana Abadi Umat Read More »

foto isef Antara

Indonesia Bersama 43 Negara Berbagi Pengalaman Pengelolaan Ziswaf

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Pemerintah Indonesia bersama 43 negara silih berbagi pengalaman dalam pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) dalam Konferensi dan Pertemuan Tahunan World Zakat and Waqf Forum (WZWF) di Jakarta Convention Center, Jumat (1/11/2024) malam.

Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap konferensi ini menghasilkan gagasan baru yang memaksimalkan pemberdayaan zakat dan wakaf sebagai solusi atas masalah global.

“Kita perlu mengkaji bagaimana zakat dan wakaf dapat menjadi jawaban atas berbagai tantangan dunia,” kata Menag.

Mengusung tema “Tatanan Global Zakat-Wakaf Baru: Komunitas Global yang Bersatu Berdasarkan Keadilan, Kasih Sayang, dan Kesejahteraan Bersama”, konferensi ini menjadi rangkaian dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Konferensi ini mempertemukan pemimpin global, praktisi, pengusaha, dan generasi muda untuk membahas inovasi dan masa depan pengelolaan zakat dan wakaf.

Menag menekankan pentingnya kemajuan teknologi. Menurutnya, teknologi digital mendukung transparansi dan efektivitas distribusi bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Justru teknologi bisa memperluas jangkauan pengumpulan zakat dan wakaf hingga skala global, serta memastikan pemanfaatan dana secara produktif dan tepat sasaran,” kata dia.

Kemenag saat ini mengimplementasikan empat program utama untuk memperkuat peran zakat dan wakaf, yaitu Kampung Zakat, KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, dan Kota Wakaf.

Program-program ini bertujuan mengoptimalkan zakat dan wakaf sebagai alat pemberdayaan ekonomi, bukan hanya sebagai ibadah.

Di samping itu, Ia juga menyoroti bonus demografi di Indonesia sebagai peluang untuk memberdayakan generasi muda melalui pendidikan dan keterampilan yang didukung oleh dana zakat dan wakaf.

“Jika berhasil, dampak jangka panjang dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat akan semakin terasa,” ujar Nasaruddin.

Sumber: Antara

Indonesia Bersama 43 Negara Berbagi Pengalaman Pengelolaan Ziswaf Read More »

Gala-Dinner-WZWF-02

Menteri Agama Himbau ASN Kemenag untuk Berwakaf Uang: Ini Bukan Kewajiban, tapi Anjuran

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama untuk berpartisipasi dalam wakaf uang sebagai wujud kontribusi bagi kemaslahatan umat dan pembangunan bangsa.

Meski tidak bersifat wajib, Nasaruddin menegaskan bahwa wakaf uang dapat menjadi contoh teladan yang kuat bagi masyarakat luas dalam mengoptimalkan potensi ekonomi syariah di Indonesia. Menurutnya, wakaf uang bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan ekonomi berbasis syariah yang inklusif.

Nasaruddin, saat berbicara di sela-sela World Zakat and Waqf Forum Annual Meeting and Conference 2024 di Jakarta, Jumat (1/11/2024), menyatakan bahwa program wakaf uang bagi ASN Kemenag bersifat himbauan.

“Ini masih berupa anjuran, karena jika kita wajibkan, nanti ada risiko benturan,” ungkap Nasaruddin. Ia menambahkan, kewajiban yang diamanatkan bagi umat Islam adalah zakat, sedangkan wakaf uang tidak bersifat wajib, tetapi dianjurkan.

Nasaruddin, yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal, menguraikan berbagai metode yang akan mempermudah masyarakat dalam membayar wakaf uang. Salah satunya adalah kerja sama dengan operator seluler untuk mengenakan kontribusi sebesar 10 persen dari tagihan layanan komunikasi sebagai wakaf uang.

Skema serupa rencananya juga akan diterapkan pada tagihan listrik (PLN) dan air bersih (PDAM). Selain itu, layanan pembayaran QRIS juga akan dioptimalkan untuk kemudahan masyarakat dalam menyalurkan wakaf tunai.

Menurut Nasaruddin, potensi wakaf dan sedekah sebenarnya jauh lebih besar dibandingkan zakat, terutama dalam pemanfaatannya yang lebih fleksibel. Ia menyebutkan bahwa pada masa Nabi Muhammad SAW, wakaf dan sedekah menjadi kegiatan yang lebih sering digalakkan dibandingkan zakat.

Dalam acara yang sama, hadir pula delegasi dari 43 negara sahabat yang berbagi pengalaman dalam pengelolaan zakat dan wakaf. Nasaruddin mengapresiasi berbagai inovasi dalam pengelolaan zakat dan wakaf di beberapa negara, seperti Malaysia, yang menerapkan insentif pajak bagi para wajib zakat.

“Di Malaysia, pembayaran zakat menjadi pengurang beban pajak, berbeda dengan di Indonesia yang baru sebatas pengurang pendapatan,” ujarnya.

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kamaruddin Amin, turut memaparkan potensi besar zakat dan wakaf di Indonesia. Ia menyebut bahwa potensi zakat bisa mencapai lebih dari Rp 300 triliun, sementara wakaf uang diperkirakan mencapai Rp 180 triliun.

Kamaruddin menambahkan bahwa wakaf memiliki manfaat besar, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Selain membantu pengentasan kemiskinan, dana wakaf yang dikelola secara produktif dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur publik.

Menurutnya, potensi wakaf uang di Indonesia yang mencapai Rp 180 triliun setiap tahun adalah sumber daya luar biasa yang, jika dioptimalkan, bisa menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pencapaian pembangunan nasional.

Kamaruddin juga menyoroti aset tanah wakaf yang mencapai Rp 2.000 triliun namun sebagian masih belum diberdayakan secara maksimal. Ia berharap seluruh aset wakaf yang belum produktif dapat dimanfaatkan untuk usaha yang mendukung ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat luas.

“Wakaf bukan sekadar ibadah, tetapi juga solusi jangka panjang untuk kesejahteraan umat dan pembangunan bangsa,” tutupnya.

Sumber: bwi.go.id

Menteri Agama Himbau ASN Kemenag untuk Berwakaf Uang: Ini Bukan Kewajiban, tapi Anjuran Read More »