Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Menembus “Lautan Kayu”: Perjuangan Tim Wakaf DT Mengantar Kalam Ilahi ke Jantung Sekumur

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG – Angin kencang berembus membawa aroma kayu basah dan lumpur yang menyengat. Di hadapan tim Wakaf DT, daratan yang dulunya merupakan akses jalan aspal kini telah berganti menjadi medan terjal yang dipenuhi lubang dan bebatuan besar. Perjalanan menuju Desa Sekumur, Aceh Tamiang, pada Rabu-Kamis (21-22/1/2026) bukan sekadar distribusi bantuan biasa; ini adalah sebuah misi menembus isolasi.

Jembatan Putus dan Arus Deras

Langkah tim terhenti di tepian sungai yang meluap. Jembatan permanen yang selama ini menjadi urat nadi penghubung antar-desa kini tinggal menyisakan puing-puing beton yang hancur dihantam banjir bandang. Tak ada pilihan lain, tim harus memindahkan puluhan dus berisi Mushaf Al-Qur’an dan logistik pangan ke atas perahu kecil milik warga.

Dengan penuh kehati-hatian, para relawan menjaga agar muatan tidak terkena percikan air. “Satu dus ini sangat berharga, isinya harapan untuk anak-anak di seberang sana,” ujar salah satu relawan saat berpegangan erat pada sisi perahu yang bergoyang melawan arus sungai yang masih deras.

Menyaksikan “Desa yang Hilang”

Setelah berhasil menyeberangi sungai, pemandangan memilukan menyambut tim di Desa Sekumur. Desa ini sempat viral di media sosial melalui rekaman video amatir yang memperlihatkan “lautan kayu.” Saat tim tiba, kenyataannya jauh lebih mengerikan daripada yang terlihat di layar ponsel.

Gelondongan pohon-pohon raksasa berserakan tak beraturan, menimpa rumah-rumah, dan menutupi lahan pertanian. Desa Sekumur seolah “hilang” dari peta pemukiman, berganti menjadi hamparan kayu hutan yang terseret dari hulu. Di sini, sinyal internet adalah kemewahan yang lenyap bersama tiang-tiang listrik yang tumbang. Warga hidup dalam kesunyian, terputus dari informasi dunia luar.

Membawa Cahaya di Tengah Kegelapan

Kehadiran tim Wakaf DT menjadi “sinyal” harapan bagi warga yang merasa dilupakan. Karena ketiadaan akses informasi, warga tidak tahu kapan bantuan akan tiba. Saat dus-dus Al-Qur’an mulai dibuka di bawah tenda darurat, keharuan pecah.

“Kami mengira tidak akan ada yang sampai ke sini karena jalannya sudah tidak ada lagi. Al-Qur’an kami semua tertimbun di bawah kayu-kayu besar itu,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat dengan suara bergetar.

Membawa Mushaf Al-Qur’an ke Desa Sekumur bukan sekadar mengganti buku yang rusak. Di tengah desa yang porak-poranda oleh kayu dan lumpur, ayat-ayat suci ini adalah pondasi pertama untuk membangun kembali mental dan spiritual warga.

Perjalanan pulang tim mungkin akan kembali menemui jalan terjal dan sungai yang dalam, namun senyum anak-anak Sekumur yang memeluk Mushaf baru mereka menjadi bahan bakar semangat yang takkan habis. Meski Desa Sekumur sempat disebut sebagai “desa yang hilang”, hari itu tim memastikan bahwa harapan mereka tidak ikut hilang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menembus “Lautan Kayu”: Perjuangan Tim Wakaf DT Mengantar Kalam Ilahi ke Jantung Sekumur Read More »

Sentuh Tiga Desa Terpencil, Wakaf DT Salurkan Al-Qur’an bagi Penyintas Banjir Aceh Tamiang

WAKAFDT.OR.ID | ACEH TAMIANG – Melanjutkan misi kemanusiaan yang dimulai dari Kota Medan, tim kolaborasi Wakaf DT dan DT Peduli secara resmi menyalurkan bantuan logistik bagi para penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Pendistribusian bantuan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu hingga Kamis (21-22/1/2026).

Bantuan ini menyasar warga di tiga desa yang terdampak cukup parah, yaitu Desa Alur Jambu, Desa Batang Ara, dan Desa Sekumur. Akses menuju wilayah ini sempat terkendala akibat sisa-sisa material banjir, namun tim relawan berhasil menjangkau warga guna memastikan bantuan diterima secara langsung.

Mengganti Mushaf yang Terendam Lumpur

Selain menyalurkan kebutuhan pokok seperti bahan pangan dan pakaian layak pakai, tim juga membawa misi khusus berupa pengadaan Mushaf Al-Qur’an baru. Di lokasi pengungsian dan rumah-rumah warga, pemandangan menyedihkan terlihat dari tumpukan kitab suci yang rusak total akibat terendam lumpur pekat.

“Kondisi Mushaf Al-Qur’an di sini sudah tidak layak lagi digunakan karena terkena air dan lumpur saat banjir menerjang. Padahal, bagi warga, mengaji dan berdoa adalah penguat utama mereka di tengah ujian ini,” ujar perwakilan tim pendistribusian di Desa Sekumur.

Kehadiran Al-Qur’an baru ini disambut haru oleh warga. Kini, anak-anak dan orang dewasa di Desa Alur Jambu, Batang Ara, serta Sekumur bisa kembali menjalankan aktivitas ibadah dan pengajian dengan mushaf yang bersih.

Kolaborasi untuk Pemulihan

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses pengemasan bantuan yang dilakukan di kantor DT Peduli Medan sehari sebelumnya. Sinergi antara lembaga wakaf, lembaga zakat, dan relawan lokal ini menunjukkan betapa krusialnya kolaborasi dalam percepatan penanganan pascabencana.

Bahan pangan yang dibagikan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi warga selama masa pemulihan, sementara bantuan pakaian membantu mereka kembali beraktivitas dengan nyaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para muwakif (pewakaf) dan donatur. Bantuan ini bukan sekadar barang fisik, tapi juga suntikan semangat bagi saudara-saudara kita di Aceh Tamiang untuk bangkit kembali,” tambah tim relawan.

Hingga Kamis sore, tim masih berada di lapangan untuk memastikan seluruh titik distribusi di tiga desa tersebut telah terlayani dengan baik sebelum kembali ke posko utama. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sentuh Tiga Desa Terpencil, Wakaf DT Salurkan Al-Qur’an bagi Penyintas Banjir Aceh Tamiang Read More »

Selaras dengan Visi Eco Pesantren DT, Pemerintah Pulihkan 900 Ribu Hektare Hutan

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara resmi mengambil langkah tegas dalam menata ulang tata kelola kehutanan nasional. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan pengambilalihan sekitar 900 ribu hektare lahan perkebunan sawit yang berada di dalam kawasan hutan untuk dikembalikan fungsinya menjadi hutan konservasi milik negara.

Langkah berani ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya penertiban sumber daya alam. Berdasarkan audit Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) selama setahun terakhir, ditemukan jutaan hektare lahan yang digunakan secara ilegal, termasuk di wilayah sensitif seperti Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.

Darurat Ekologi dan Respons Pemerintah

Kebijakan pengalihan fungsi ini tidak lepas dari rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru-baru ini. Kerusakan hutan di hulu dinilai menjadi pemicu utama banjir bandang yang merugikan masyarakat luas, termasuk kejadian pilu di Aceh Tamiang.

Sebagai bentuk ketegasan, Presiden telah mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar aturan di atas lahan seluas lebih dari satu juta hektare. “Kita ingin memastikan bahwa kekayaan alam dikelola dengan benar, dan kawasan konservasi kembali menjadi paru-paru dunia yang mendukung keanekaragaman hayati,” tegas Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Sinergi dengan Konsep Eco Pesantren Daarut Tauhiid

Langkah besar pemerintah ini mendapat resonansi positif di kalangan lembaga pendidikan berbasis lingkungan, salah satunya Eco Pesantren Daarut Tauhiid (DT). Konsep Eco Pesantren yang diusung oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian integral dari ibadah dan amanah sebagai khalifah di bumi.

Di saat pemerintah berjibaku menata hutan di tingkat makro, Eco Pesantren DT secara konsisten melakukan aksi nyata di tingkat mikro melalui:

  • Penghijauan Berkelanjutan: Melakukan penanaman pohon dan pemulihan lahan secara berkala di kawasan pesantren.
  • Pendidikan Berwawasan Lingkungan: Mengedukasi santri dan masyarakat untuk tidak hanya memahami agama secara tekstual, tetapi juga kontekstual dalam menjaga ekosistem (khidmah ekologis).
  • Pemanfaatan Teknologi Ramah Lingkungan: Pengelolaan limbah dan penggunaan energi terbarukan yang menjadi prototipe bagi pembangunan kawasan hijau.

Upaya pemerintah dalam menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui platform Jaga Rimba untuk mendeteksi deforestasi, sangat sejalan dengan semangat digitalisasi dan modernisasi yang tetap berpihak pada alam di Eco Pesantren DT.

Membangun Masa Depan Hijau

Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menambahkan bahwa tantangan ke depan masih besar mengingat masih ada jutaan hektare sawit yang berdiri di kawasan hutan lindung dan konservasi. Oleh karena itu, penambahan personel polisi kehutanan dan penggunaan drone pengawas akan terus ditingkatkan.

Kolaborasi antara ketegasan regulasi pemerintah dan gerakan akar rumput seperti yang dilakukan oleh Eco Pesantren DT dan Tim Wakaf DT menjadi kunci utama. Jika pemerintah bergerak dalam penegakan hukum, lembaga seperti DT berperan dalam membangun kesadaran spiritual dan aksi nyata di lapangan. Dengan sinergi ini, pemulihan hutan bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata untuk mewariskan bumi yang lebih hijau bagi generasi mendatang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Selaras dengan Visi Eco Pesantren DT, Pemerintah Pulihkan 900 Ribu Hektare Hutan Read More »

Sinergi Kemanusiaan: Tim Wakaf DT Bersama Relawan Lain Siapkan Bantuan Logistik hingga Mushaf Al-Qur’an untuk Penyintas Banjir Sumatra

WAKAFDT.OR.ID | MEDAN – Semangat kepedulian terus mengalir untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatra. Pada Rabu (21/1/2026), suasana di kantor DT Peduli Kota Medan tampak sibuk dan penuh haru saat puluhan relawan bahu-membahu melakukan pengemasan barang bantuan ke dalam truk logistik.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara Tim Wakaf DT, DT Peduli, serta para relawan kemanusiaan lainnya. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran bagi warga yang kini tengah berjuang di tengah sisa-sisa material banjir.

Distribusi Logistik dan Mushaf Al-Qur’an

Logistik yang disiapkan dalam pengiriman kali ini meliputi kebutuhan mendesak seperti bahan pangan (sembako), pakaian layak pakai, serta kebutuhan darurat lainnya. Namun, ada satu hal yang menjadi perhatian khusus dalam bantuan kali ini, yakni penyaluran Mushaf Al-Qur’an.

Berdasarkan laporan tim di lapangan, banjir tidak hanya merusak tempat tinggal, tetapi juga merendam fasilitas ibadah dan sekolah-sekolah keagamaan. Hal ini menyebabkan banyak Mushaf Al-Qur’an yang ada di lokasi terdampak kini dalam kondisi rusak parah, hancur, dan tidak layak pakai karena terendam lumpur.

“Kami melihat kebutuhan spiritual juga sangat mendesak. Banyak warga yang ingin kembali mengaji dan beribadah, namun kitab suci mereka rusak akibat banjir. Oleh karena itu, melalui Tim Wakaf DT, kami menyertakan Mushaf Al-Qur’an yang baru untuk menggantikan yang telah rusak,” ujar salah satu perwakilan tim di sela-sela kegiatan pengemasan.

Bentuk Kolaborasi yang Solid

Kekuatan dari gerakan ini terletak pada kolaborasi. Tim Wakaf DT dan DT Peduli tidak bekerja sendiri; dukungan dari para relawan dan donatur menjadi mesin penggerak utama. Proses pengemasan yang dilakukan di kantor DT Peduli Medan ini mencerminkan betapa kuatnya rasa persaudaraan di tengah ujian bencana.

Truk yang membawa bantuan tersebut dijadwalkan akan langsung bertolak menuju beberapa titik pengungsian dan wilayah terdampak di Sumatra untuk segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

Melalui aksi ini, diharapkan beban para penyintas banjir dapat sedikit teringan dan kegiatan keagamaan di wilayah tersebut dapat segera pulih kembali dengan adanya Mushaf Al-Qur’an yang baru. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sinergi Kemanusiaan: Tim Wakaf DT Bersama Relawan Lain Siapkan Bantuan Logistik hingga Mushaf Al-Qur’an untuk Penyintas Banjir Sumatra Read More »

BNPB: Korban Jiwa Banjir Sumatera Tembus 1.200 Orang, Wakaf DT Terus Gerakkan “Cash Wakaf for Humanity”

WAKAFDT.OR.ID | SUMATRA – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini mencapai titik yang sangat memprihatinkan.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (20/1/2026), total korban meninggal dunia telah menyentuh angka 1.200 jiwa.

Laporan ini dikonfirmasi oleh Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. Ia menyebutkan adanya penambahan korban jiwa dari wilayah Aceh Tengah, sementara 143 orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian dan dinyatakan hilang.

Krisis Kemanusiaan di Pengungsian

Selain kehilangan nyawa dan harta benda, dampak sosial bencana ini sangat masif. Hingga saat ini, sebanyak 113.903 warga masih terpaksa menetap di kamp-kamp pengungsian.

Kondisi ini telah berlangsung sejak cuaca ekstrem melanda di penghujung November tahun lalu.

Meskipun pemerintah bersama TNI/Polri terus mengupayakan pembangunan hunian sementara dan pembersihan lahan, kebutuhan logistik serta pemulihan jangka panjang bagi para penyintas masih sangat mendesak.

Memaksimalkan “Dana Umat” Melalui Cash Wakaf for Humanity

Merespons situasi darurat ini, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) hadir menggalang solidaritas melalui program Cash Wakaf for Humanity.

Program ini dirancang untuk memobilisasi dana umat—yaitu karakter dasar masyarakat Indonesia yang dikenal dermawan dan memiliki kepedulian sosial tinggi—untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di Sumatra.

Berbeda dengan donasi biasa, skema Cash Wakaf for Humanity bertujuan untuk:

  • Mengembangkan dana wakaf yang dihimpun melalui wakaf produktif yang hasilnya akan digunakan untuk kemanusiaan.
  • Memberikan Bantuan Darurat: Penyediaan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan di posko pengungsian.
  • Rehabilitasi Fasilitas Umum: Memperbaiki sarana ibadah dan sekolah yang rusak akibat banjir agar fungsi sosial kemasyarakatan kembali pulih.
  • Pemberdayaan Ekonomi Pasca-Bencana: Membantu warga memulai kembali mata pencaharian mereka melalui dukungan dana wakaf produktif.

Sinergi untuk Pulihkan Negeri
Di saat pemerintah fokus pada penanganan darurat dan infrastruktur, Wakaf DT mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil peran dalam proses pemulihan ini.

Penggunaan instrumen wakaf tunai dipandang sebagai solusi berkelanjutan yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan sekaligus memberikan keberkahan jariyah bagi para muwakif (pewakaf).

“Upaya tanggap darurat memang tengah dioptimalkan oleh berbagai pihak, namun dukungan dari masyarakat melalui Cash Wakaf for Humanity akan mempercepat transisi menuju tahap rehabilitasi yang lebih kuat dan mandiri bagi para korban,” ungkap perwakilan tim Wakaf DT.

Sampai hari ini tim Wakaf DT bersama dengan tim DT Peduli masih terus menyalurkan kebutuhan korban banjir di lokasi bencana. Semoga melalui kolaborasi ini bisa menjadi jalan kemudahan bagi saudara kita di Sumatera. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

BNPB: Korban Jiwa Banjir Sumatera Tembus 1.200 Orang, Wakaf DT Terus Gerakkan “Cash Wakaf for Humanity” Read More »

Optimalkan Aset Wakaf, SD DT Batam Perkuat Kualitas Guru Melalui IHT Semester Genap

WAKAFDT.OR.ID | BATAM – Memasuki awal tahun 2026, SD Daarut Tauhiid (DT) Batam menunjukkan komitmennya dalam menjaga amanah para pewakaf (wakif) dengan meningkatkan kualitas sumber daya insani.

Selama tiga hari berturut-turut, Selasa hingga Kamis (6-8/1), sekolah yang berdiri di atas lahan wakaf ini menggelar In House Training (IHT) sebagai persiapan menyambut Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah manifestasi dari tanggung jawab pengelola dalam mengoptimalkan aset wakaf produktif di bidang pendidikan.

Transformasi Layanan dan Pengabdian

Fokus utama IHT kali ini adalah mewujudkan “Transformasi Layanan Bintang 5”. Melalui evaluasi mendalam terhadap kinerja semester sebelumnya, para pendidik diajak untuk:

  • Menyelaraskan Niat: Memastikan setiap aktivitas belajar-mengajar bernilai ibadah.
  • Penguatan Profesionalisme: Meningkatkan kompetensi guru agar setara dengan fasilitas pendidikan yang telah diamanahkan oleh umat.
  • Implementasi Deep Learning: Menerapkan praktik mengajar yang mendalam, kontekstual, dan berfokus pada pembentukan karakter siswa.

Menjaga Amanah Wakaf Melalui Kualitas Pendidikan

SD DT Batam menyadari bahwa gedung, sarana, dan prasarana yang digunakan merupakan aset wakaf yang harus memberikan manfaat berkelanjutan (amal jariyah).

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas guru melalui IHT ini menjadi kunci agar kemanfaatan aset tersebut terus meluas.

Dengan guru yang kompeten, proses pendidikan yang berlangsung di atas aset wakaf ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki ketauhidan yang kokoh.

“Kami berharap kegiatan ini mempererat ukhuwah dan meningkatkan profesionalisme kami. Ini adalah ikhtiar untuk memberikan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus bentuk pertanggungjawaban kami dalam mengelola amanah di lembaga berbasis wakaf ini,” ujar Anisa Lutvi Mahfurin, Humas SD DT Batam.

Semangat Baru di Semester Genap

Selain sesi materi dan diskusi strategi pembelajaran, IHT ini juga menjadi ruang bagi para pendidik untuk saling menguatkan komunikasi.

Suasana hangat dan kekeluargaan yang terbangun diharapkan menjadi energi positif dalam menjalankan tugas mendidik di semester mendatang. Rangkaian acara ditutup dengan optimisme tinggi.

Dengan refleksi yang jujur dan perencanaan yang matang, SD Daarut Tauhiid Batam siap menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas, membawa keberkahan, dan memastikan setiap jengkal aset wakaf yang ada terus memancarkan manfaat bagi umat. (DS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Optimalkan Aset Wakaf, SD DT Batam Perkuat Kualitas Guru Melalui IHT Semester Genap Read More »

Hitung Mundur 30 Hari Menuju Ramadhan: Saatnya Melipatgandakan Jariyah untuk Negeri


WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Tidak terasa, hanya dalam hitungan 30 hari lagi, tamu agung yang kita rindukan—Ramadhan—akan segera tiba. Suasana penuh keberkahan mulai terasa, namun pertanyaannya: Sudah sejauh mana persiapan batin dan bekal amal kita?

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum terbaik untuk mensucikan harta dan memperluas manfaat bagi sesama.

Menyadari hal tersebut, Wakaf Daarut Tauhiid mengajak untuk mengawali perjalanan menuju bulan suci dengan semangat berbagi melalui kampanye “Wakaf Ramadhan untuk Negeri”.

Mengapa Harus Wakaf Sekarang?

Wakaf adalah amal jariyah yang istimewa. Jika sedekah biasa habis setelah digunakan, maka wakaf terus mengalirkan pahala meskipun kita telah tiada, karena pokok hartanya tetap terjaga dan manfaatnya terus dirasakan umat.

Bayangkan, memulai wakaf di 30 hari sebelum Ramadhan adalah bentuk “pemanasan” iman agar saat memasuki bulan puasa nanti, ritme ibadah sosial kita sudah berada di titik tertinggi.

3 Pilar Program “Wakaf Ramadhan untuk Negeri”

Tahun ini, Wakaf Daarut Tauhiid memfokuskan aliran manfaat pada wilayah-wilayah yang sangat membutuhkan, khususnya saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera serta perjuangan saudara kita di Palestina.

1. Wakaf Mushaf Al-Qur’an
Bencana alam di beberapa wilayah Sumatera mengakibatkan banyak fasilitas ibadah rusak, termasuk hilangnya mushaf Al-Qur’an bagi para santri dan warga.

Melalui program ini, setiap huruf yang mereka baca dan hafalkan akan menjadi aliran pahala yang tak terputus bagi Anda.

2. Wakaf Bangun Kembali Masjid
Masjid adalah jantung kehidupan masyarakat. Di wilayah bencana Sumatera, banyak bangunan masjid yang roboh atau tak layak pakai.

Dengan berwakaf, kita turut meletakkan batu pertama bagi tegaknya kembali rumah Allah, tempat sujud para pengungsi dan warga lokal kembali bersimpuh.

3. Wakaf BISA
Program ini bersifat fleksibel dan darurat, mencakup penyediaan sarana air bersih, perbaikan fasilitas umum, hingga bantuan infrastruktur bagi saudara-saudara kita di Palestina dan wilayah bencana lainnya. Inilah aksi nyata kepedulian kita menembus batas negara.

Mari Kuatkan Semangat, Lipatgandakan Manfaat
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya memuncak saat Ramadhan tiba. Mari meneladani beliau dengan mulai menyisihkan sebagian harta kita hari ini.

Jangan tunggu esok, karena setiap detik menuju Ramadhan adalah kesempatan untuk menanam benih jariyah yang akan kita panen hingga akhirat kelak.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Salurkan Wakaf Terbaik Anda Melalui Wakaf Daarut Tauhiid. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna dengan memberikan jejak kebaikan yang abadi untuk negeri. Siap melipatgandakan amal jariyah Anda mulai hari ini? (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Hitung Mundur 30 Hari Menuju Ramadhan: Saatnya Melipatgandakan Jariyah untuk Negeri Read More »

Wakaf Daarut Tauhiid Inisiasi Renovasi Masjid Pasca-Banjir di Sumatera, Kembalikan Pusat Ibadah Penyintas

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Mengawali tahun 2026, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) secara resmi meluncurkan program strategis “Wakaf Bangun Kembali Masjid”.

Program ini difokuskan pada pemulihan fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana banjir bandang yang melanda beberapa titik di wilayah Sumatera pada penghujung tahun lalu.

Direksi Wakaf DT menyatakan bahwa pembangunan kembali rumah Allah di wilayah bencana merupakan prioritas utama untuk memulihkan kondisi psikologis dan spiritual masyarakat penyintas banjir.

Membangun Kembali Harapan di Tengah Puing

Banjir besar yang terjadi menyebabkan banyak masjid di pelosok Sumatera terendam lumpur, mengalami kerusakan struktur bangunan, hingga kehilangan fasilitas sanitasi dan tempat wudhu. Kondisi ini membuat aktivitas dakwah dan salat berjemaah terhambat.

Melalui program ini, Wakaf DT tidak hanya sekadar melakukan perbaikan fisik, tetapi juga melakukan:

  • Membangun sarana air bersih dan tempat wudu yang lebih higienis untuk mencegah penyebaran penyakit pasca-banjir.
  • Penyediaan Sarana Ibadah: Menyalurkan karpet, mukena, sarung, serta Al-Qur’an baru untuk menggantikan perlengkapan yang rusak tersapu air.

Optimalisasi Dana Wakaf untuk Keberlanjutan

Program renovasi ini merupakan bentuk nyata dari Wakaf Infrastruktur Dakwah. Dengan menyalurkan dana wakaf ke wilayah bencana, Wakaf DT memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan oleh para wakif (pewakaf) berubah menjadi amal jariyah yang terus mengalir seiring digunakannya masjid tersebut oleh warga.

“Masjid adalah jantung komunitas. Saat masjid kembali berdiri tegak dan makmur, semangat warga untuk bangkit dari keterpurukan bencana akan jauh lebih kuat. Inilah peran penting wakaf sebagai pilar ketahanan umat,” ujar perwakilan manajemen Wakaf DT.

Ajakan Kolaborasi Kebaikan

Lembaga Wakaf DT mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam proyek mulia ini. Kolaborasi ini terbuka luas bagi siapa saja yang ingin menyedekahkan sebagian hartanya guna memastikan saudara-saudara di Sumatera dapat kembali melaksanakan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.

Sebagai penutup tahun 2025 dan pembuka 2026, program ini diharapkan program ini bisa berjalan secepatnya, sehingga masyarakat di wilayah terdampak banjir dapat melaksanakan ibadah di masjid yang lebih baik dan nyaman. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf Daarut Tauhiid Inisiasi Renovasi Masjid Pasca-Banjir di Sumatera, Kembalikan Pusat Ibadah Penyintas Read More »

Gelorakan Solidaritas Palestina, Hidupkan Semangat Pekan Al-Quds di Masjid DT Bandung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung menjadi pusat perhatian pada Jumat (16/1/2026) saat DT Peduli menyelenggarakan Pekan Al-Quds Sedunia.

Agenda ini merupakan bagian dari gerakan serentak di berbagai negara yang diinisiasi oleh Persatuan Ulama Palestina Sedunia guna memperkuat dukungan bagi kemerdekaan bangsa Palestina.

Komitmen Kemanusiaan dan Distribusi Amanah

Jajang Nurjaman, Direktur Utama DT Peduli, menyampaikan bahwa keterlibatan lembaga dalam gerakan ini adalah wujud nyata komitmen hasil Konferensi Ulama Palestina Sedunia.

Sejak gejolak kemanusiaan meningkat pada Oktober 2023, DT Peduli telah menghimpun amanah dana sebesar Rp109 miliar dari masyarakat Indonesia.

“Tugas kami adalah memastikan setiap titipan donatur sampai kepada rakyat Palestina secepat mungkin. Penyaluran bantuan dan edukasi publik akan terus berjalan berdampingan,” ujar Jajang.

Pesan Akidah dari Aa Gym

Acara yang dihadiri ribuan santri dan jemaah ini menghadirkan Pembina DT Peduli, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), serta Ustadz Mulyadi Al-Fadil. Melalui sambungan daring, Syaikh Ahmad Yasin selaku pengurus Masjid DT di Gaza turut memberikan kabar terkini langsung dari medan perjuangan.

Dalam tausiyahnya, Aa Gym menekankan bahwa isu Palestina melampaui batas politik karena menyentuh ranah akidah bagi setiap Muslim.

Beliau mengajak jemaah untuk menjadikan penderitaan rakyat Palestina sebagai sarana melatih kepekaan hati dan bukti keimanan melalui aksi nyata.

Strategi Empat Level Dukungan

Fahrizal Amir, Deputi Direktur Program Pendayagunaan DT Peduli, menjelaskan bahwa aksi Pekan Al-Quds ini memiliki target di empat level utama:

  • Global: Menyuarakan keadilan di panggung dunia.
  • Internal: Memperkuat soliditas keluarga besar DT.
  • Solidaritas: Memberi dukungan moral bahwa Palestina tidak sendirian.
  • Spiritual: Mengharap rida Allah SWT dalam upaya pembebasan Masjidil Aqsa.

Memakmurkan Aset Wakaf Melalui Dakwah Global

Selain menjadi ajang solidaritas, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya memakmurkan aset wakaf Masjid Daarut Tauhiid. Sebagai fasilitas yang dibangun dari dana wakaf jemaah, Masjid DT Bandung terus difungsikan sebagai pusat peradaban dan perjuangan umat.

Kegiatan Pekan Al-Quds ini membuktikan bahwa aset wakaf DT tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual (salat), tetapi juga menjadi ruang edukasi sosial-politik Islam yang strategis.

Penggunaan masjid untuk mendukung isu kemanusiaan internasional seperti Palestina diharapkan dapat melipatgandakan pahala jariyah bagi para pewakaf (wakif), seiring dengan terus mengalirnya ilmu dan bantuan yang lahir dari rahim masjid ini.

Aksi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Aa Gym, memohon kemenangan bagi bangsa Palestina dan keberkahan bagi seluruh umat yang ikut serta meringankan beban mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Gelorakan Solidaritas Palestina, Hidupkan Semangat Pekan Al-Quds di Masjid DT Bandung Read More »

Mengabdi di Kartawangi: Jejak Perjuangan Santri SMA DTBS Putri Menebar Manfaat

WAKAFDT.OR.ID | KARTAWANGI — Bagi Ilmi Abiyu, suasana belajar kini tak lagi terbatas pada dinding kelas atau meja kayu pesantren. Sebagai santri kelas akhir SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri, ia tengah menapaki fase pamungkas pendidikannya melalui Program Khidmat Masyarakat (PKM) di Desa Kartawangi.

PKM bukan sekadar syarat kelulusan formal. Bagi Ilmi dan kawan-kawannya, ini adalah panggung pembuktian untuk mengaktualisasikan nilai-nilai tauhid dan adab yang telah ditempa selama tiga tahun di pesantren ke dalam kehidupan nyata.

Melebur dalam Keseharian Warga

Selama menetap di desa, Ilmi terjun langsung dalam berbagai denyut nadi kehidupan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada program formal, ia turut menyingsingkan lengan baju untuk:

  • Pendidikan: Mengajar dan mendampingi anak-anak desa dengan penuh kasih.
  • Lingkungan: Menjaga kebersihan fasilitas umum dan membantu pemakmuran masjid setempat.
  • Ekonomi Lokal: Membantu warga beraktivitas di kebun serta mengurus hewan ternak.

“Kami belajar untuk tidak sekadar datang membawa agenda, tetapi belajar untuk hadir secara utuh, memahami kearifan lokal, dan menyatu dengan kehidupan mereka,” ujar Ilmi merefleksikan pengalamannya.

Belajar Peka, Belajar Peduli

Interaksi yang terjalin dengan penduduk desa memberikan sudut pandang baru bagi Ilmi. Ia merasa bahwa tantangan sosial di lapangan adalah guru terbaik yang mengajarkannya tentang kepedulian dan pencarian solusi atas masalah-masalah sederhana namun krusial di masyarakat.

Bagi Ilmi, misi utamanya adalah menjadi pribadi yang rahmatan lil ‘alamin. Hal ini ia wujudkan dengan mencoba membawa kebahagiaan bagi anak-anak di sana serta membangun kedekatan emosional dengan warga melalui komunikasi yang santun.

Pengalaman di Desa Kartawangi ini ia maknai sebagai simulasi hidup setelah lulus nanti. Ilmi meyakini bahwa PKM adalah sistem yang dirancang agar para santri tidak menjadi “asing” saat kembali ke masyarakat luas.

“PKM adalah jembatan yang membentuk kami menjadi insan yang bertauhid dan bermartabat. Ini adalah bekal agar kami siap menjadi bagian dari solusi di mana pun kami berada kelak,” tambahnya.

Perjalanan di Kartawangi mengajarkan satu pesan kuat: bahwa menjadi bermanfaat tidak selalu harus melalui langkah besar. Kehadiran yang tulus dan kerja nyata yang konsisten sudah cukup untuk meninggalkan jejak kebaikan yang bermakna. (DS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Mengabdi di Kartawangi: Jejak Perjuangan Santri SMA DTBS Putri Menebar Manfaat Read More »