Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Wakaf + Qurban = Amalan Sempurna

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu waktu paling istimewa dalam kalender Islam. Di dalamnya terdapat sepuluh hari pertama yang disebut sebagai hari-hari paling dicintai oleh Allah untuk beramal saleh.

Rasulullah saw bersabda: Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. (HR Bukhari)

Dua ibadah utama yang dapat dilakukan pada bulan ini adalah qurban dan wakaf. Meski keduanya berbeda dari sisi hukum dan bentuk pelaksanaannya, keduanya memiliki makna spiritual yang mendalam dan dampak sosial yang luas. Ketika digabungkan, keduanya menjadi paket amal sempurna yang mencerminkan keikhlasan, keberanian, dan visi jangka panjang seorang muslim.

Qurban dan Wakaf

Qurban adalah ibadah yang langsung bersumber dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail ‘alaihimassalam. Sebuah pengorbanan yang menunjukkan kepatuhan total kepada perintah Allah. Hari ini, qurban menjadi simbol ketulusan kita dalam berbagi daging kepada mereka yang membutuhkan, khususnya di hari raya Idul Adha.

Namun, qurban bersifat musiman. Manfaatnya dirasakan saat itu juga—di hari tasyrik, daging dibagikan, syiar disebarkan. Berbeda dengan qurban, wakaf adalah ibadah yang dampaknya terus mengalir. Aset yang diwakafkan tidak habis digunakan, melainkan dikelola agar hasilnya terus memberi manfaat. Wakaf bisa berbentuk tanah, bangunan, uang tunai, bahkan dalam bentuk aset produktif.

Bayangkan: air bersih yang terus mengalir, pendidikan yang terus berjalan, atau layanan kesehatan yang terus beroperasi. Semua itu bisa terjadi karena adanya wakaf.

Menggabungkan Keduanya

Ketika seorang muslim menggabungkan ibadah qurban dan wakaf di bulan Dzulhijjah, ia tidak hanya menghidupkan semangat pengorbanan, tapi juga membangun warisan kebaikan.

Ini karena qurban menjawab kebutuhan umat hari ini. Adapun wakaf menyiapkan solusi untuk umat di masa depan. Contohnya: seorang dermawan berqurban, lalu mewakafkan sebagian hartanya untuk membangun peternakan produktif yang hasilnya digunakan untuk penyediaan qurban tiap tahun.

Contoh lain: lembaga sosial menyediakan program wakaf tunai untuk pembelian tanah, lalu dibangun tempat distribusi daging qurban tiap tahun.

Amalan Sempurna, Dampak Berlipat

Di hari-hari paling utama ini, mari isi dengan amal terbaik. Jika kita mampu, gabungkan keduanya—qurban dan wakaf—agar manfaat dunia akhirat dapat diraih sekaligus.

Allah tidak menilai seberapa besar, tapi seberapa tulus dan manfaatnya bagi sesama. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (HR Ahmad)

Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah: “Derajat seseorang di sisi Allah tergantung pada kadar manfaat dirinya bagi orang lain, bukan sekadar banyaknya amal ibadah yang bersifat pribadi.”

Maka, mari sempurnakan Dzulhijjah kita. Dengan qurban, kita menghidupkan semangat pengorbanan. Dengan wakaf, kita mengukir jejak kebaikan yang tak terputus. Karena hakikatnya, amal terbaik adalah amal yang terus mengalir dan terus memberi arti bahkan setelah kita tiada. (wakafdt)

Wakaf + Qurban = Amalan Sempurna Read More »

Pengaspalan Dimulai, DTMP Siap Wujudkan Pemakaman Muslim Berwawasan Wakaf Produktif

Proses pembangunan Daarut Tauhiid Memorial Park (DTMP) terus menunjukkan progres signifikan. Pada awal Juni ini, proyek pengaspalan jalan dalam area pemakaman mulai dikerjakan, dengan target tahap pertama mencapai 50 persen. Pekerjaan dimulai dari bagian atas lahan, dilanjutkan ke tengah, dan kemudian ke bagian bawah kawasan.

“Hotmix sudah masuk sekitar 50 persen. Kami mulai dari atas dulu, ke tengah, lalu ke bawah,” ungkap Riyadi Suryana, Manajer Wakaf Produktif Daarut Tauhiid. Progres ini menjadi penanda penting dalam pengembangan DTMP sebagai kawasan pemakaman modern yang nyaman dan terintegrasi secara spiritual.

DTMP merupakan program unggulan dari Wakaf Daarut Tauhiid yang mengusung konsep pemakaman muslim yang tidak hanya menyediakan lahan pemakaman, tetapi juga pelayanan spiritual bagi umat Islam dalam menyongsong akhir hayat yang husnul khatimah.

Berlokasi sekitar 13 menit dari gerbang Tol Baros, DTMP berdiri di atas lahan lima hektare dan dirancang menampung hingga 5.000 lubang makam. Saat ini, 700 lubang telah disiapkan dalam tahap awal pengembangan.

Tak sekadar pemakaman, DTMP dirancang sebagai kawasan wakaf produktif. Rencana jangka panjangnya meliputi pembangunan masjid dan pesantren di area sekitar pemakaman. Dana wakaf yang ditargetkan mencapai Rp25 miliar akan dikelola untuk mendukung operasional serta pembiayaan fasilitas keagamaan tersebut.

Dengan konsep yang menyatukan pelayanan akhir hayat dan pembangunan berkelanjutan melalui wakaf, DTMP menjadi salah satu terobosan dalam pengelolaan pemakaman muslim yang layak, terhormat, dan bernilai ibadah jangka panjang. (wakafdt)

Pengaspalan Dimulai, DTMP Siap Wujudkan Pemakaman Muslim Berwawasan Wakaf Produktif Read More »

Pujasera Cilimus: Transformasi Tanah Wakaf Jadi Pusat Kreatif dan Kuliner UMKM di Kuningan

Sebuah inovasi pembaruan ruang publik tengah berlangsung di Jalan Raya Kuningan–Cirebon. Tanah wakaf seluas 960 meter persegi milik Daarut Tauhiid sedang dipersiapkan menjadi Pujasera Cilimus, pusat kreatif dan kuliner yang memadukan semangat kewirausahaan dengan nilai-nilai sosial dan spiritual.

Pada pertengahan Mei 2025, proses pembangunan dan pengelolaan Pujasera Cilimus resmi dimulai. Tahap awal yang dikerjakan mencakup pembersihan lahan, pembuangan material bekas bangunan, dan perombakan struktur lama guna membuka ruang bagi konsep baru yang segar.

“Progres saat ini baru sekitar 10 persen, fokus pada pembersihan dan persiapan lahan untuk dijadikan resto,” jelas Riyadi Suryana, Manajer Wakaf Produktif Daarut Tauhiid.

Proyek ambisius ini merupakan hasil kolaborasi erat antara nazhir dari Wakaf Daarut Tauhiid sebagai pemilik tanah, manajemen Alunea yang akan menjalankan operasional, serta mitra investor seperti Adira Syariah dan sejumlah investor umum. Kerja sama bertujuan mengoptimalkan aset wakaf untuk pemberdayaan masyarakat secara luas.

Alunea sebagai operator menghadirkan konsep kafe modern bernama Alunia IDs, yang menyasar generasi muda dan para profesional. Tempat ini dirancang tidak hanya sebagai ruang santai dan makan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas kreatif, ruang diskusi, dan tempat kerja kolaboratif. Di sini, para pengunjung bisa berbagi ide seputar pengerjaan tugas akhir kuliah, bisnis, dan inovasi digital dalam suasana yang nyaman dan inspiratif.

Lebih dari itu, Pujasera Cilimus akan menjadi rumah bagi pelaku UMKM lokal. Berbagai tenant disiapkan untuk menampung usaha mikro, kecil, dan menengah yang memproduksi beragam barang dari rumah atau aktif menjajakan produk di lokasi. Dengan demikian, pusat kuliner ini tidak hanya memperkaya pilihan kuliner, tetapi juga mendorong geliat ekonomi lokal.

Riyadi menegaskan, “Target kami adalah grand opening Pujasera Cilimus pada bulan Agustus, bertepatan dengan semangat kemerdekaan Indonesia. Kami ingin menghadirkan ruang yang bisa menjadi simbol kebangkitan kreatif dan kolaborasi masyarakat di Cilimus.”

Semua keuntungan dari pengelolaan Pujasera Cilimus akan dialirkan untuk mendukung program Baitul Quran Daarut Tauhiid Cilimus. Sebuah inisiatif penguatan nilai-nilai Qurani sebagai bagian dari visi pemberdayaan spiritual dan sosial ekonomi masyarakat.

Dengan sinergi antara tanah wakaf, semangat kewirausahaan, dan dukungan investor yang visioner, Pujasera Cilimus diharapkan menjadi contoh nyata. Sebuah tanah tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai ladang harapan, kolaborasi, dan perubahan sosial yang berkelanjutan. (wakafdt)

Pujasera Cilimus: Transformasi Tanah Wakaf Jadi Pusat Kreatif dan Kuliner UMKM di Kuningan Read More »

Reuni Penuh Cinta Al-Quran di Tanah Wakaf yang Penuh Berkah

Suasana hangat dan haru menyelimuti Dome Central V, Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, Ahad (1/6/2025). Sebanyak lebih kurang 240 alumni Baitul Quran Daarut Tauhiid (BQ DT) dari angkatan 1 hingga 19 berkumpul dalam agenda Temu Alumni BQ DT. Sebuah momen langka yang menyatukan kembali para pecinta Al-Quran dalam pelukan ukhuwah dan semangat dakwah.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB itu tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Ia menjadi saksi bisu bertemunya generasi Qurani dari berbagai latar belakang dan daerah, yang dulunya ditempa di lingkungan penuh nilai: Daarut Tauhiid. Ada yang kini menjadi pengajar Al-Quran, ada pula yang melanjutkan dakwah di tengah profesinya masing-masing.

Dome Central V, tempat acara berlangsung, berdiri di atas tanah wakaf yang menjadi bagian dari amal jariyah para pewakif dan donatur. Maka, setiap kebaikan yang terlahir dari tempat ini, termasuk berkumpulnya para alumni penghafal Quran, insya Allah menjadi aliran pahala yang terus mengalir. Temu Alumni BQ DT bukan hanya memperkuat ikatan emosional para lulusan, tetapi juga menjadi penguat keberkahan dari wakaf itu sendiri.

“Tempat ini adalah saksi perjuangan kami dulu saat menghafal Al-Quran. Kembali ke sini seperti pulang ke rumah,” ujar salah satu alumni dengan mata berbinar.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa wakaf bukan hanya investasi akhirat bagi yang mewakafkan, tetapi juga ruang lahirnya perubahan. Di sinilah nilai-nilai Qurani tumbuh dan berkembang, menjelma menjadi amal nyata di masyarakat.

Dengan hadirnya ratusan alumni dan semangat kebersamaan yang terasa kental, Temu Alumni BQ DT 2025 membuktikan bahwa cinta kepada Al-Quran dan ukhuwah yang dibangun di atas keikhlasan tidak lekang oleh waktu. Dan selama wakaf terus dijaga dan dimakmurkan, keberkahan seperti ini akan terus tumbuh. (wakafdt)

Reuni Penuh Cinta Al-Quran di Tanah Wakaf yang Penuh Berkah Read More »

Anak TK Belajar Haji di Lahan Wakaf

Suasana haru dan semangat mewarnai lingkungan PG & TK Daarut Tauhiid pada Rabu, 28 Mei 2025. Sebanyak 138 siswa dari Playgroup, TK A, dan TK B, serta beberapa siswa dari TK Daarut Tauhiid Cicadas, tampak antusias mengikuti kegiatan bertema Rindu Baitullah. Dalam balutan kain ihram mini dan senyum polos yang tulus, anak-anak menjalani simulasi rangkaian ibadah haji. Mulai dari tawaf hingga melempar jumrah, seolah mereka benar-benar menjadi tamu Allah di Tanah Suci.

Kegiatan ini bukan sekadar permainan peran. Ia adalah bagian dari upaya PG & TK Daarut Tauhiid untuk memperkenalkan makna rukun Islam kelima sejak usia dini, dengan pendekatan yang menyenangkan dan penuh makna.

“Masya Allah tabarakallah, kegiatan ini bertujuan agar anak-anak mengenal ibadah haji lebih dekat dan menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT serta kerinduan untuk suatu hari nanti bisa mengunjungi Baitullah,” ungkap pihak humas PG & TK Daarut Tauhiid.

Yang menjadikan kegiatan ini semakin istimewa adalah tempat pelaksanaannya yakni di lingkungan PG & TK Daarut Tauhiid yang berdiri kokoh di atas aset wakaf. Setiap canda tawa anak-anak, setiap sujud kecil yang dilakukan, dan setiap doa yang terucap di sini adalah bagian dari keberkahan wakaf yang terus mengalir.

Apalagi, kegiatan ini hadir menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Jumat, 6 Juni mendatang. Maka, kegiatan Rindu Baitullah menjadi pemanasan ruhani sekaligus penyemaian makna Qurban: tentang cinta, ketaatan, dan harapan untuk suatu hari benar-benar menjadi tamu Allah di Makkah.

Dengan digelarnya kegiatan edukatif di tanah wakaf ini, Daarut Tauhiid membuktikan bahwa wakaf bukan hanya membangun bangunan, tetapi juga membangun jiwa. Dari tempat ini, lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki cinta mendalam kepada Allah dan agamanya.

Semoga langkah-langkah kecil mereka hari ini menjadi pijakan awal menuju Baitullah yang sebenarnya. Aamiin ya rabbal ‘alamin. (wakafdt)

Anak TK Belajar Haji di Lahan Wakaf Read More »

Dari Tanah Wakaf, Lahir Harapan Difabel

Satu langkah penuh makna ditorehkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pengelola Wakaf Daarut Tauhiid dan lembaga sosial Karya Cacat Berdikari (KCB) pada pertengahan Mei lalu. Kolaborasi ini menandai dimulainya program optimalisasi aset wakaf berupa tanah dan bangunan seluas 3.000 meter persegi di wilayah Tigaraksa, Tangerang yang akan difungsikan sebagai sentra pelatihan dan produksi konveksi untuk para penyandang disabilitas.

KCB, lembaga yang dikenal dengan dedikasinya dalam pemberdayaan difabel, dipercaya menjadi mitra utama dalam pengelolaan program ini. Visi mereka sederhana namun kuat, yakni para difabel tidak hanya diberi pelatihan keterampilan menjahit, tetapi juga pendampingan penuh mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Bahkan hingga pasca-pemasaran, aspek penting seperti quality control tetap dikawal, memastikan produk yang dihasilkan memiliki standar dan daya saing di pasar.

“Difabel itu punya potensi besar untuk mandiri, asalkan mereka dibimbing dan didampingi secara berkelanjutan,” ujar Riyadi Suryana, Manajer Wakaf Produktif Daarut Tauhiid.

Dengan memanfaatkan tanah wakaf sebagai lahan operasional—yang secara sosial bahkan bisa digunakan secara gratis—serta alat-alat produksi yang diperoleh dari bantuan CSR dan hibah, program ini menekan biaya operasional seminimal mungkin agar hasil kerja para difabel bisa memberikan manfaat yang nyata.

Ke depan, sentra ini akan difungsikan sebagai unit konveksi yang menerima berbagai order jahitan. Hasil produksinya diharapkan menjadi sumber penghasilan yang layak bagi para penyandang disabilitas, sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk berkarya.

Aset wakaf yang dikelola untuk pemberdayaan ini tak hanya menunjukkan potensi ekonomi sosial dari lahan tidur, tapi juga memuliakan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam sinergi yang terjalin ini, para difabel menjadi target utama penyaluran manfaat wakaf (mauqufalaih) yang bukan hanya diberdayakan, tetapi juga dimuliakan sebagai bagian dari solusi. (wakafdt)

Dari Tanah Wakaf, Lahir Harapan Difabel Read More »

Menanam Kebaikan Abadi Lewat Wakaf

Setiap keluarga menginginkan kebahagiaan, keberkahan, dan kedekatan dengan Allah. Namun, sedikit yang menyadari bahwa menjadi keluarga yang dicintai langit bukan hanya tentang hubungan antar anggota keluarga, melainkan juga tentang sejauh mana mereka menanam kebaikan yang melampaui batas waktu dan ruang.

Dalam Islam, keberkahan keluarga tak hanya diukur dari banyaknya harta atau keharmonisan semata, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi keluarga itu bagi umat dan kemanusiaan. Salah satu amalan yang dapat menjadikan keluarga mulia di sisi Allah dan dicintai oleh para penduduk langit adalah wakaf.

Cinta Langit untuk Keluarga yang Memberi

Allah berfirman dalam Al-Quran: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. (QS Al-Baqarah [2]: 261)

Wakaf adalah salah satu bentuk nyata dari menafkahkan harta di jalan Allah. Ketika sebuah keluarga sepakat untuk mewakafkan sebidang tanah, sebagian harta, atau bahkan hanya sebagian kecil dari rezeki mereka untuk pendidikan, kesehatan, dakwah, atau pembangunan masjid, maka sejatinya mereka sedang menanam benih cinta di langit.

Rasulullah saw juga bersabda: Sesungguhnya dunia itu hijau dan manis. Dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. (HR Muslim)

Menjadi keluarga yang aktif dalam wakaf berarti mengambil peran sebagai khalifah yang bukan hanya memanfaatkan harta, tapi juga mengelolanya agar menjadi manfaat jangka panjang. Dari sinilah cinta langit tumbuh: saat sebuah keluarga tidak hidup untuk dirinya sendiri, tapi menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang.

Wakaf, Jejak Cinta yang Tak Pernah Hilang

Berapa banyak keluarga yang dikenang bukan karena warisan emas dan tanahnya, tetapi karena jejak amalnya? Berapa banyak nama yang abadi bukan di atas batu nisan, tapi dalam doa ribuan orang yang terbantu dari amal jariyah mereka?

Wakaf memungkinkan sebuah keluarga meninggalkan jejak cinta yang tak pernah hilang. Ketika wakaf itu menghasilkan beasiswa untuk anak yatim, sumber air bersih bagi warga desa, atau pesantren yang mendidik generasi penghafal Quran, maka setiap manfaat yang lahir darinya adalah doa bagi mereka yang mewakafkan.

Tak hanya itu, ketika wakaf dilakukan bersama sebagai keluarga—ayah, ibu, dan anak-anak—maka nilai kepedulian, tanggung jawab sosial, dan cinta kepada Allah akan diwariskan dari generasi ke generasi. Anak-anak tidak hanya belajar memberi, tapi belajar bahwa kebahagiaan hidup bukanlah memiliki segalanya, melainkan berbagi dari apa yang kita punya.

Menjadi Keluarga yang Dicintai Langit

Hari ini, kita bisa memulainya dengan langkah sederhana. Sisihkan sebagian rezeki untuk wakaf pendidikan, wakaf Al-Quran, atau wakaf pembangunan fasilitas sosial. Ajak keluarga berdiskusi, libatkan anak-anak dalam prosesnya, dan tanamkan bahwa inilah bentuk cinta sejati. Cinta yang memberi manfaat meski kita telah tiada.

Mari tidak hanya menjadi keluarga yang harmonis di dunia, tapi juga keluarga yang dicintai langit, karena kebaikannya terus mengalir tanpa henti. Jadikan wakaf sebagai jalan menuju keberkahan yang langgeng dan cinta dari Allah dan para malaikat-Nya. (wakafdt)

Menanam Kebaikan Abadi Lewat Wakaf Read More »

Mewariskan Kebaikan Antar Generasi

Kebaikan sejati bukan sekadar tindakan sesaat. Ia adalah warisan. Ia hidup melampaui usia dan dikenang bukan karena kemewahan yang ditinggalkan, melainkan karena manfaat yang terus dirasakan.

Dalam Islam, kebaikan tidak berhenti pada satu titik waktu atau pada satu generasi. Ia harus dirancang untuk berlanjut agar nilai-nilai kebaikan tetap mengakar dalam kehidupan umat manusia.

Inilah hakikat dari wakaf. Mewariskan kebaikan yang terus mengalir, bahkan saat pemiliknya telah tiada.

Wakaf bukan hanya sedekah biasa, tetapi sebuah perencanaan amal jangka panjang. Melibatkan kesadaran mendalam bahwa harta yang kita miliki adalah titipan Allah, dan sudah semestinya ditata sedemikian rupa agar terus menjadi sumber manfaat.

Wakaf pendidikan, wakaf sumur, wakaf tanah untuk pesantren, rumah sakit, atau masjid adalah contoh nyata bahwa kebaikan tidak boleh berhenti di satu generasi. Harus diwariskan dan dijaga agar generasi mendatang tetap dapat memetik buahnya.

Amal yang Melampaui Usia

Islam tidak hanya mengajarkan umatnya untuk berbuat baik selama hidup, tetapi juga memikirkan bagaimana kebaikan itu tetap berjalan setelah kematian. Dalam hal ini, wakaf menjadi salah satu instrumen utama.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah saw: Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya. (HR Muslim)

Wakaf termasuk dalam kategori sedekah jariyah, yaitu amal yang tidak terputus pahalanya. Wakaf yang dikelola dengan baik bisa menjadi sumber dana berkelanjutan bagi dakwah, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Inilah mengapa banyak ulama terdahulu seperti Imam Syafi’i, Imam Malik, dan para sahabat Nabi sangat menganjurkan wakaf sebagai bentuk amal yang strategis dan berjangka panjang.

Menanam Nilai dalam Harta

Lebih dari sekadar harta, wakaf adalah penanaman nilai. Saat seseorang mewakafkan hartanya, ia sedang menyampaikan pesan tentang pentingnya memberi, mengasihi, dan menanggung amanah sosial. Nilai-nilai ini akan menjadi teladan yang hidup dalam keluarga, menjadi bahan cerita di masa depan, dan menjadi inspirasi bagi generasi setelahnya untuk melakukan hal serupa.

Dalam dunia yang berubah cepat, manusia sering kali kehilangan arah dalam soal makna. Nah, wakaf adalah kompas yang mengingatkan bahwa kekayaan sejati terletak bukan pada apa yang kita simpan, tapi pada apa yang kita lepaskan demi kemaslahatan. Maka, warisan terbaik bukan hanya rumah, kendaraan, atau rekening bank, tetapi jejak amal yang tak terhapus zaman. (Cahya)

Mewariskan Kebaikan Antar Generasi Read More »

Masjid Belum Rampung, Berkah Sudah Datang

Berada di jantung Kota Lubuklinggau, tepatnya di Jalan Lingkar Selatan Rahmah, berdiri sebuah masjid yang menjadi simbol kekuatan wakaf dan gotong royong umat. Masjid Rahmatan Lil ‘Alamiin Daarut Tauhiid Lubuklinggau dibangun di atas lahan wakaf seluas 19.000 meter persegi, dan kini terus bertumbuh menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

Masjid ini merupakan bagian dari rencana besar pembangunan Kawasan Wakaf Terpadu Pesantren Daarut Tauhiid Lubuklinggau. Meski baru 60 persen rampung, masjid yang diresmikan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada September 2023 lalu telah ramai dimakmurkan oleh para santri Baitul Qur’an. Lantai satu yang berukuran 20×30 meter sudah digunakan untuk salat berjemaah, kajian, dan aktivitas tahfiz Al-Qur’an.

Semangat wakaf yang menjadi pondasi masjid ini terus hidup dalam setiap batu dan ubin yang terpasang. Pada akhir Mei 2025 ini, pembangunan memasuki tahap pemasangan granit di lantai dua dan tiga, serta tangga dan plafon masjid. Dana untuk granit tersebut bahkan datang dari para donatur yang berdomisili di Jerman. Tanda bahwa kebaikan tak mengenal batas geografis.

Indra Firdaus, Kepala Bagian Fundraising Wakaf Daarut Tauhiid, mengajak seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam amal jariyah ini. “Mari kita bersama-sama bergotong royong berwakaf ke Masjid Rahmatan Lil ‘Alamiin yang berada di Kota Lubuklinggau ini,” ujarnya dengan penuh harap.

Jika kelak pembangunan selesai, lantai dua akan difungsikan sebagai ruang utama bagi jemaah ikhwan, sementara lantai tiga akan menjadi tempat salat bagi akhwat. Lantai satu yang kini masih multifungsi akan kembali ke peran semula sebagai ruang belajar dan kegiatan para santri.

Masjid ini bukan hanya bangunan fisik, tapi manifestasi cinta umat kepada ilmu dan akhirat. Di tanah wakaf yang diberkahi ini, benih-benih tahfiz tumbuh, doa-doa dipanjatkan, dan generasi Qurani dibentuk. Dan seperti namanya, Rahmatan Lil ‘Alamiin—masjid ini hadir sebagai rahmat. Tidak hanya untuk sekitar, tapi juga untuk semesta. (Cahya)

Masjid Belum Rampung, Berkah Sudah Datang Read More »

960 Meter Harapan: Kafe, UMKM, dan Wakaf Bersatu di Cilimus

Sebuah momentum bersejarah berupa penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK) pembangunan dan pengelolaan Pujasera Cilimus resmi dilakukan pada pertengahan Mei lalu. Kerja sama ini melibatkan tiga elemen utama: nazhir Wakaf Daarut Tauhiid sebagai pemilik lahan, manajemen Alunea sebagai operator, serta mitra investor yang terdiri dari Adira Syariah dan investor umum.

Tanah wakaf seluas 960 meter persegi yang terletak strategis di Jalan Raya Kuningan–Cirebon ini akan segera disulap menjadi ruang kreatif dan pusat kuliner UMKM bernama Pujasera Cilimus. Sebuah kawasan yang bukan sekadar tempat berkumpul dan menikmati makanan, tetapi juga menjadi simpul pemberdayaan masyarakat.

Alunea, selaku pihak pengelola, akan mengusung konsep kafe modern bernama Alunia IDs yang menyasar generasi muda dan para profesional. Tempat ini dirancang sebagai ruang diskusi, tempat kerja kolaboratif, hingga ajang bertukar ide seputar skripsi, bisnis, dan kreativitas digital.

“Dari pihak Alunea ingin menciptakan atmosfer yang produktif namun santai, tempat yang bisa jadi basecamp anak muda maupun para pelaku industri lokal,” ujar Riyadi Suryana, Manajer Wakaf Produktif Daarut Tauhiid, menyampaikan kembali hal yang diinginkan oleh Alunea.

Menariknya, proyek ini tidak berdiri sendiri. Sejumlah tenant akan disiapkan untuk menampung pelaku UMKM lokal—baik yang memproduksi barang di rumah maupun yang aktif menjajakan produk di lokasi. “Kami menargetkan 4–5 tenant bisa diisi oleh masyarakat sekitar, sehingga Pujasera ini benar-benar menjadi milik bersama,” imbuh Riyadi.

Adira Syariah hadir sebagai investor sosio-bisnis, berkontribusi melalui dana hibah dengan tujuan utama merangkul UMKM sekitar dan mendorong kebangkitan ekonomi pascapandemi. Di sisi lain, investor umum turut terlibat untuk menopang aspek pembiayaan yang belum tercakup.

Semua keuntungan dari optimalisasi aset wakaf ini akan dialirkan untuk mendukung program Baitul Qur’an Daarut Tauhiid Cilimus. Sebuah program penguatan nilai-nilai Qur’ani yang menjadi bagian dari visi besar pemberdayaan spiritual dan sosial ekonomi masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi antara tanah wakaf, semangat kewirausahaan, dan dukungan investor yang visioner, Pujasera Cilimus menjadi bukti bahwa tanah bisa tumbuh bukan hanya untuk bangunan fisik, tetapi juga untuk harapan, kerja sama, dan perubahan. (Cahya)

960 Meter Harapan: Kafe, UMKM, dan Wakaf Bersatu di Cilimus Read More »