Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Aset Wakaf: Tulang Punggung Kegiatan Belajar dan Kreativitas Santri

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT — Kiprah dan prestasi santri SMK DTBS, termasuk keberhasilan tim pembuat film “ULUR”, tidak lepas dari peran penting aset wakaf yang dikelola oleh Daarut Tauhiid.

Lembaga pendidikan formal di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, termasuk SMK DTBS, berdiri kokoh dan hampir seluruhnya beraktivitas di atas tanah dan bangunan yang merupakan aset wakaf umat.

Pemanfaatan Aset Wakaf di Lingkungan Santri DTBS

Fasilitas Pembelajaran: Aset wakaf dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan mengajar, mulai dari ruang kelas, asrama, hingga aula serbaguna.

Misalnya, fasilitas seperti Dome Sentral Lima di lingkungan DTBS juga dimanfaatkan oleh santri sebagai lokasi belajar yang nyaman dan terlindungi dari cuaca.

Aula SMK DTBS sendiri bukan hanya tempat kegiatan belajar formal, tetapi juga sering menjadi pusat kegiatan sosial dan dakwah, seperti pelatihan, seminar, dan bahkan program khitanan sosial.

Pengembangan Karakter dan Potensi: Lingkungan pesantren yang dibangun di atas wakaf mendukung penuh pembinaan karakter santri.

Berbagai program, termasuk pengembangan bakat di bidang konten kreator seperti yang menghasilkan film “ULUR”, dapat terlaksana secara optimal berkat ketersediaan sarana dan prasarana dari wakaf.

Operasional Pendidikan: Di Daarut Tauhiid, aset wakaf juga dikelola menjadi wakaf produktif (misalnya pertokoan, swalayan, dan unit usaha lainnya) yang hasilnya kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan operasional pendidikan, pemberian beasiswa bagi siswa/santri formal DT, dan program pembinaan karakter seperti Santri Siap Guna (SSG).

Keberadaan aset wakaf ini memastikan bahwa santri memiliki lingkungan yang ideal dan terfasilitasi dengan baik untuk berkreasi, belajar, beribadah, dan beraktivitas harian, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kemanfaatan yang berkelanjutan bagi umat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aset Wakaf: Tulang Punggung Kegiatan Belajar dan Kreativitas Santri Read More »

Berita Gembira: Film ULUR Santri SMK DTBS Raih Juara Tingkat Kota Bandung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT — Kabar bahagia kembali datang dari SMK Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS). Film “ULUR” karya tim Konten Kreator santri SMK DTBS berhasil mencuri perhatian di ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) SMK Tingkat Kota Bandung 2025.

Film yang telah tayang beberapa waktu lalu ini sukses meraih juara pertama dalam kompetisi bergengsi tersebut.

Film ULUR, yang mengangkat tema toleransi beragama, berhasil menunjukkan kualitas karya dan kreativitas yang luar biasa dari para santri SMK DTBS.

Melalui karya ini, mereka menyampaikan pesan tentang indahnya hidup berdampingan dalam keragaman agama, budaya, dan bahasa, yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga harmoni di negeri ini.

Ajang tersebut diikuti oleh 121 SMK se-Kota Bandung dan berlangsung pada Sabtu (25/10/2025). Dengan kemenangan ini, tim Konten Kreator SMK DTBS menambah koleksi prestasi mereka, membuktikan bahwa semangat berkarya dan berinovasi bisa membawa hasil yang membanggakan.

Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras tim dalam berlatih dan belajar, serta ketawakalan kepada Allah SWT. Pita, Humas SMK DTBS, mengucapkan selamat kepada tim dan berharap prestasi ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya positif.

“Alhamdulillah, selamat kepada tim ULUR. Semoga prestasi ini mengundang rida Allah, serta memberi motivasi bagi kalian untuk terus berprestasi di kesempatan mendatang,” tuturnya.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Berita Gembira: Film ULUR Santri SMK DTBS Raih Juara Tingkat Kota Bandung Read More »

Aula Daarul Hajj: Jejak Kebaikan Alumni Haji DT yang Terus Mengalir Jadi Berkah Umat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Aula Daarul Hajj (DH) yang berdiri kokoh di lingkungan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) bukan sekadar gedung serbaguna.

Bangunan ini adalah bukti nyata keajaiban wakaf produktif yang dibangun dari hasil patungan dan keikhlasan para Alumni Haji Daarut Tauhiid. Hingga kini, aset wakaf ini terus dimakmurkan dan menjadi pusat kebermanfaatan yang tak terputus bagi umat.

Berawal dari Niat Suci Para Dhuyufurrahman

Aula Daarul Hajj memiliki kisah istimewa. Dana pembangunannya dihimpun dari para jamaah yang telah menunaikan ibadah haji melalui KBIHU Daarut Tauhiid.

Niat mulia para dhuyufurrahman (tamu-tamu Allah) ini untuk mengalirkan amal jariyah mereka diwujudkan dalam bentuk gedung yang kini menjadi salah satu fasilitas vital di DT.

Kehadiran DH menegaskan bahwa wakaf, terutama dari dana individu, dapat diwujudkan menjadi aset fisik yang produktif dan bermanfaat secara luas, bukan hanya sebatas masjid atau madrasah.

Multifungsi dan Berkelanjutan untuk Kepentingan Umat

Sebagai aset wakaf, pemanfaatan Aula Daarul Hajj diatur agar sesuai dengan hakikat wakaf, yaitu mengalirkan manfaat secara terus-menerus.

Setiap hari, gedung ini menjadi saksi atas beragam kegiatan yang memberi dampak positif, baik untuk internal pesantren maupun masyarakat umum:

– Pusat Pembinaan Haji: DH menjadi lokasi utama untuk pelaksanaan Manasik Haji dan bimbingan spiritual bagi calon jamaah haji, menyiapkan mental dan ilmu mereka sebelum menuju Tanah Suci.

– Pemberdayaan Ekonomi: Sering kali digunakan untuk pelatihan kewirausahaan dan talk show bisnis syariah, memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu, untuk mandiri secara ekonomi.

– Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan: Berfungsi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan sosial rutin seperti Donor Darah massal, menjadikannya pusat amal kemanusiaan yang melibatkan santri, donatur, dan warga sekitar.

– Edukasi dan Dakwah: Digunakan secara rutin untuk berbagai kajian umum, seminar, dan kegiatan pendidikan santri, seperti Program Pesantren Kilat (Sanlat), memastikan regenerasi ilmu dan karakter Islam.

Pahala Jariyah yang Terus Mengalir

Keberadaan Aula Daarul Hajj adalah manifestasi dari janji pahala jariyah bagi para muwakif (pemberi wakaf).

Setiap ilmu yang didapatkan, setiap tetes darah yang didonorkan, setiap rencana kebaikan yang disusun, dan setiap langkah spiritual yang dipersiapkan di aula ini, insya Allah akan menjadi catatan amal kebaikan yang terus mengalir kepada para alumni haji yang mendanainya.

Hal ini sejalan dengan prinsip wakaf: memakmurkan aset untuk memakmurkan umat, sekaligus menjamin keberlanjutan pahala bagi para pewakaf hingga hari kiamat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aula Daarul Hajj: Jejak Kebaikan Alumni Haji DT yang Terus Mengalir Jadi Berkah Umat Read More »

Kajian Tauhiid di Blue Mosque DT Eco Himpun Ratusan Jamaah dan Tebar Manfaat Sosial

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT — Kajian Tauhid bulanan kembali dilaksanakan dengan sukses dan penuh berkah di Masjid Blue Mosque Daarut Tauhiid (DT) Eco pada hari Ahad (2/11/2025).

Kegiatan rutin yang selalu dinanti ini berhasil menarik kehadiran ratusan jamaah yang bertujuan menimba ilmu agama serta mempererat tali silaturahim dalam suasana yang teduh dan khidmat.

Antusiasme yang tinggi terlihat dari jumlah kehadiran yang mencapai 610 jamaah, dengan rincian 445 muslimah (akhwat) dan 165 muslimin (ikhwan). Angka ini mencerminkan semangat besar para peserta dalam memperkokoh keimanan dan mendalami ajaran tauhid.

Selain fokus pada pengembangan spiritual, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial yang luas.

Panitia menyiapkan 400 porsi bubur ayam sebagai jamuan sarapan bagi jamaah, sekaligus menyalurkan 260 paket bingkisan sembako khusus untuk masyarakat yang tinggal di sekitar Masjid Blue Mosque.

Panitia penyelenggara menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para donatur, relawan, dan seluruh jamaah atas kontribusi dan dukungan mereka.

“Kami berharap Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan keberkahan pada setiap langkah kita, menganugerahkan keikhlasan, dan menerima semua amal kebaikan yang telah dilakukan,” ujar perwakilan panitia saat menutup rangkaian acara.

Kajian Ahad di Blue Mosque ini berfungsi sebagai wadah vital untuk menguatkan nilai-nilai keislaman, memupuk persaudaraan, dan menyebarkan keberkahan secara kolektif. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kajian Tauhiid di Blue Mosque DT Eco Himpun Ratusan Jamaah dan Tebar Manfaat Sosial Read More »

Masjid DT Jambi, Berkah yang Tak Menunggu Selesai

WAKAFDT.OR.ID | JAMBI – Sebuah pemandangan unik terlihat di lokasi pembangunan Masjid Daarut Tauhiid (DT) Jambi. Di tengah kerangka bata yang belum terlihat sempurna dan alas tanah yang menjadi pijakan, aktivitas keagamaan justru sudah menggema kencang.

Masjid ini, yang merupakan aset Wakaf Daarut Tauhiid di Jambi, membuktikan bahwa semangat untuk memberi manfaat jauh lebih penting daripada kemegahan fisik.

Meskipun progres pembangunan belum selesai—dengan dinding bata yang baru berdiri dan lantai yang masih berupa tanah—masjid ini telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan edukatif dan keislaman yang padat jadwal. Filosofi ‘manfaat sebelum rampung’ benar-benar diterapkan di sini.

Alas Tanah Menjadi Arena Ilmu

Keterbatasan sarana tidak menjadi halangan. Para pengelola DT Jambi sigap memanfaatkan ruang yang ada untuk membina generasi muda. Beberapa kegiatan yang sudah rutin digelar di lokasi masjid wakaf ini antara lain:

– Kajian dan Pesantren Kilat Anak-anak: Area yang belum berlantai keramik ini disulap menjadi ruang belajar yang hangat. Tawa riang dan lantunan ayat suci anak-anak sekitar terdengar setiap pekan.

Mereka diajarkan dasar-dasar agama dan budi pekerti di bawah naungan dinding bata yang perlahan meninggi.

– Pelatihan dan Pembinaan Mahasiswa: Aset wakaf ini juga berfungsi sebagai inkubator kepemimpinan. Berbagai pelatihan (diklat) dan agenda pembinaan spiritual (Mabit) bagi mahasiswa setempat diadakan di sini.

Tempat ini menjadi saksi komitmen para mahasiswa untuk mengembangkan diri, baik secara keilmuan maupun mental.

Wujud Nyata Keberkahan Wakaf

Masjid DT Jambi tidak hanya sekadar proyek konstruksi, melainkan manifestasi dari amanah wakaf umat. Setiap bata dan meter persegi tanah yang diwakafkan sudah menghasilkan pahala jariyah bahkan sebelum peresmiannya.

“Aset wakaf ini adalah amanah. Kita harus memastikan manfaatnya bisa dirasakan secepat mungkin, tidak menunggu bangunannya mewah. Semangatnya adalah menjadikan setiap jengkal tanah ini produktif untuk dakwah dan pendidikan,” ujar salah satu pengelola program DT Jambi.

Kisah Masjid DT Jambi memberikan inspirasi mendalam. Bangunan sederhana dengan alas tanah itu telah menjadi sentra cahaya, membuktikan bahwa tempat ibadah yang sesungguhnya adalah tempat yang menghidupkan hati dan mencetak generasi Qur’ani, bukan sekadar bangunan indah tanpa isi.

Pembangunan masjid ini terus berlanjut, didanai sepenuhnya dari dana wakaf umat. Diharapkan, ketika rampung kelak, masjid ini akan semakin optimal dalam melayani kebutuhan ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat Jambi. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Masjid DT Jambi, Berkah yang Tak Menunggu Selesai Read More »

Masjid Sederhana, Namun Produktif: Dari Alas Tanah hingga Program Beasiswa

WAKAFDT.OR.ID | JAMBI — Di tengah hiruk-pikuk kegiatan akademik, sebuah masjid sederhana menjadi saksi bisu sekaligus motor penggerak berbagai program pemberdayaan mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Meskipun bangunannya masih berupa bata dengan alas tanah, masjid ini membuktikan bahwa manfaat sebuah tempat ibadah tidak diukur dari kemegahannya, melainkan dari fungsi sosial dan edukatif yang dijalankannya.

Kondisi fisik yang jauh dari kesan modern tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk menjadikan masjid ini pusat kegiatan positif.

Sejak beberapa waktu terakhir, masjid ini telah bertransformasi menjadi venue utama untuk serangkaian program yang berdampak luas.

Pusat Edukasi dan Kebaikan Sosial

Masjid ini secara rutin digunakan untuk program-program yang menargetkan anak-anak hingga mahasiswa. Beberapa kegiatan sosial dan edukasi yang telah sukses digelar di sini meliputi:

– Program Sanlat (Pesantren Kilat): Memberikan edukasi agama yang menyenangkan bagi anak-anak di lingkungan sekitar, membantu membentuk karakter sejak dini.

– Santri Peduli Yatim: Menjadi basecamp kegiatan kepedulian sosial yang berfokus pada anak-anak yatim, menanamkan jiwa sosial dan empati pada pesertanya.

Inkubator Pembentukan Karakter Mahasiswa

Tak hanya untuk masyarakat sekitar, masjid ini juga berperan krusial dalam pembinaan mahasiswa. Lantai tanah dan dinding batanya menjadi saksi seriusnya proses penempaan diri para pemuda melalui:

– Agenda Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Beasiswa Mahasiswa: Masjid ini menjadi tempat digelarnya pelatihan intensif bagi mahasiswa penerima beasiswa, membekali mereka dengan soft skill dan pemahaman keagamaan yang kuat di luar kurikulum kampus.

– Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa) Mahasiswa: Agenda kebersamaan ini rutin diselenggarakan bersama berbagai komunitas-komunitas mahasiswa.

Kegiatan Mabit bertujuan mempererat tali silaturahmi, mendalami keilmuan, dan menguatkan spiritualitas mahasiswa di tengah padatnya jadwal kuliah.

Kendati masih dalam bentuk bangunan bata sederhana berlantai tanah, masjid ini memberikan pelajaran berharga bahwa kontribusi nyata bisa lahir dari kesederhanaan.

Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi telah menjadi sentra pemberdayaan, pembinaan mental, dan penguatan jaringan komunitas mahasiswa yang aktif dan peduli. (WIN)

redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Masjid Sederhana, Namun Produktif: Dari Alas Tanah hingga Program Beasiswa Read More »

Sering Ditimpa Musibah karena Bencana, Inilah Kewajiban Sesama Muslim

WAKAFDT.OR.IDSebagai seorang muslim hendaknya jika melihat orang lain yang tertimpa musibah bersikap sesuai dengan anjuran dalam Islam, karena hal berikut merupakan bagian dari kewajiban sebagai sesama muslim.

Pertama, medoakan orang yang sedang ditimpa oleh musibah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa melihat orang yang tertimpa musibah kemudian mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang diberikan kepadamu dan melebihkanku atas kebanyakan orang yang Dia ciptakan’, maka ia tidak tertimpa musibah tersebut.” (HR. at-Tirmidzi).

Sepatutnya doa ini diucapkan secara pelan, sehingga yang mendengar hanyalah dirinya, agar orang yang tertimpa musibah tidak mendengarnya, dan agar tidak menyakiti hati orang yang tertimpa musibah.

Kecuali musibah tersebut berupa kemaksiatan, maka tidak mengapa memperdengarkan doa tersebut, sebagai bentuk peringatan baginya jika hal tersebut sekiranya tidak menimbulkan kemudharatan (bahaya).

Disebutkan dalam hadits At Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda bahwa:

“Siapa yang melihat orang tertimpa musibah kemudian mengucapkan doa tersebut, maka dengan izin Allah ia diselamatkan dari ujian tersebut, apapun itu selama ia masih hidup.”

Imam Tirmidzi menilai hadits tentang doa mendengar atau melihat orang tertimpa musibah tersebut hasan gharib, sedangkan Imam Suyuthi menilai hadits ini hasan.

Mengutip juga dari sebuah buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit yang ditulis oleh Hamdan. Ia menyampaikan bahwa hendaknya mengucapkan doa tersebut dalam hati dan tidak memperdengarkannya kepada orang yang tertimpa musibah atau cobaan.

Kedua, membantu saudara kita yang sedang merasa kesulitan, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa:

Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya” (HR. Muslim).

Setiap orang sebenarnya senang untuk dibantu keperluannya, diringankan bebannya, dimudahkan urusannya, dibukakan jalannya.

Tetapi, tidak setiap orang memiliki keleluasaan untuk meminta bantuan kepada orang lain. Membantu orang lain tidak mesti dimintain tolong lebih dulu, boleh jadi ia tidak ingin merepotkan orang lain, atau boleh jadi ia ingin menjaga kehormatannya. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sering Ditimpa Musibah karena Bencana, Inilah Kewajiban Sesama Muslim Read More »

Aa Gym: Al-Quran Adalah Sumber Maka Pahami Artinya

WAKAFDT.OR.IDSalah satu kunci istiqomah adalah terus belajar mencari ilmu, dan salah satu sumber ilmu adalah Al-Qur’an.

Oleh karenanya kita harus berupaya meluangkan waktu membaca Al-Quran dan memahami artinya. Sambil juga kita mempelajari bahasa arab agar kita memahami setiap bacaan Al-Quran.

Al-Quran merupakan sumber utama dalam belajar yang diturunkan oleh Alloh melalui malaikat Jibril kepada Rosullulah Shallallahu ‘alaihi wassalam, selain mendapat pahala dari membaca Al-Qura, kita juga akan mendapatkan hidayah dan petunjuk karena memahami isi Al-Quran.

Mendengarkan lantunan bacaan Al Quran merupakan amal sholeh dan akan diberikan hidayah juga taufik, sebagaimana yang pernah dialami sahabat Nabi Umar bin Khattab. Alloh Ta’ala berfirman yang berbunyi: 

“Sungguh, Alquran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.” (QS. Al Isra: 9).

Dengan Al Quran, kita bisa mengerti dan memahami hakekat kebatilan serta kejahatan. Pemahaman itu mengantar kepada kita untuk mau dan mampu membersihkan jalan yang akan kita lalui agar terhindar dari kejahatan dan kebatilan tadi.

Dengan demikian, Al Quran menjadi pengontrol pribadi agar selalu mawas diri ketika menjalani kehidupan ini.

Maka penting dalam hidup kita, sehari-harinya selalu diisi bersama Al Quran. Supaya kita istiqomah bersama Al Quran maka berkumpullah dengan orang-orang baik, orang yang punya kesukaan juga dalam membaca Al Quran.

Ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi, maka kita juga akan kebagian wanginya, begitu juga kalau bergaul dengan tukang penempa besi maka kita akan mendapatkan percikan apinya.

Maka marilah kita menjadi orang yang senantiasa haus akan ilmu, terutama ilmu Al Quran yang isinya sangat luas dan penuh dengan petunjuk kehidupan. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Al-Quran Adalah Sumber Maka Pahami Artinya Read More »

wakaf untuk orang tercinta

Kedudukan Anak Yatim Disisi Nabi SAW

WAKAFDT.OR.IDNabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasalam merupakan teladan bagi umat manusia. Beliau adalah orang yang sangat mengasihi dan menyayangi anak-anak yatim piatu.

Rasul menjelaskan bahwa kedudukan orang yang memuliakan, menyantuni, dan mengasihi anak yatim akan mendapatkan surga yang jaraknya bagaikan jari telunjuk dan jari tengah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam juga melarang menelantarkan anak yatim.

Dalam Al Quran, Allah Ta’ala memberi peringatan keras kepada orang-orang yang suka menghardik anak yatim dan tidak mau memberi makan fakir miskin. Orang-orang seperti itu disebut oleh Allah sebagai pendusta agama.

Rasulullah sendiri adalah yatim semenjak beliau dilahirkan. Ia tidak pernah melihat sosok ayahanda tercinta Abdullah bin Abdul Muthalib. Sang ayah wafat saat dalam perjalanan dagang, saat itu ia masih dalam kandungan ibunya, Sayidah Aminah.

Kemudian pada usia sekitar 7 tahun Rasul mengalami kesedihan yang mendalam, di mana ia harus kehilangan ibunya yang wafat karena sakit sewaktu menziarahi makam suaminya di Yatsrib.

Kenangan sedih sebagai anak yatim-piatu itu bekasnya masih mendalam dalam jiwa Rasul, sehingga dalam Al Quran pun disebutkan “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu (Muhammad).” (QS. adh-Dhuhaa: 6)

Dikisahkan ketika Ja’far bin Abu Thalib sepupu Rasulullah terbunuh dalam peperangan Mu’tah, beliau sangat sedih.

Beliau segera datang ke rumah Ja’far dan menjumpai istrinya, Asma bin Umais yang sedang membuat roti, memandikan anak-anak dan memakaikan bajunya.

Kemudian Rasulullah berkata kepada Asma, “Suruhlah anak-anak Ja’far kemari. Aku akan mendoakannya.” Maka bergegaslah mereka mendekat kepada Rasulullah dan bercengkerama dengan beliau.

Rasulullah merangkul mereka, mencium, serta berlinang air matanya. Asma bertanya kepada Rasul saw, “Wahai Rasulullah, apa yang menjadikan engkau menangis? Apakah ada sesuatu yang menimpa Ja’far?”

Beliau saw menjawab, “Ya, dia telah gugur sebagai syahid pada hari ini.” Sesaat hilanglah keceriaan yang terdapat pada wajah-wajah mereka, tatkala mendengar tangisan ibunya.

Kemudian Nabi saw kembali kepada keluarganya dan mengingatkan untuk memperhatikan keluarga Ja’far yang kini telah menjadi yatim.

Begitu besar perhatian Rasulullah terhadap anak yatim, hingga banyak sekali riwayat masyhur yang memposisikan penolong anak yatim dalam derajat yang tinggi dalam Islam.

Dalam sabdanya Rasul berkata, “Sebaik-baik rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik….”

Dalam hadits yang lain Rasulullah juga bersabda yang artinya, “….Barangsiapa yang mengusap kepala seorang anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan, dan barang siapa berbuat baik kepada seorang anak yatim piatu perempuan atau laki-laki yang dia asuh, adalah aku bersama dia di surga.”

(WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kedudukan Anak Yatim Disisi Nabi SAW Read More »

Aa Gym: Mintalah Apapun ke Alloh

WAKAFDT.OR.IDTidak pernah terbayang oleh Aa bias membangun pesantren dan masjid di berbagai cabang di Indonesia dan luar Indonesia. Ada di Palestina, Australia, Malasyia, dan di beberapa tempat lainnya.

Proses pembangunan Masjid Daarut Tauhiid misalkan, pada tahun 1990 masih kontrak sedangkan harga tanah semakin mahal, tapi hadirlah pertolongan Alloh mulai beli beberapa tanah.

Kemudian ketika melakukan renovasi Masjid DT Bandung, membutuhkan dana 17 miliar di mana itu merupakan angka yang besar, dari beberapa pengurus sempat berpikir bagaimana mengumpulkan uang sebanyak itu, sedangkan infak atau kencleng mahasiswa saja hanya 2.000.

Tapi Aa menyampaikan kepada teman-teman tidak boleh bersandar kepada dompet mahasiswa, tapi bersandarlah kepada pemilik langit dan bumi.

Alhamdulillah, dari angka 17 miliar justru terkumpul 32 miliar, dan sisanya dialihkan ke pembangunan masjid di beberapa titik di Indonesia seperti Batam, Serua, Cipaku, dan lain-lainnya.

Begitu juga dengan pesantren di Australia, tidak pernah dibayangkan membangun masjid di sana, berawal dari belum adanya masjid di Australia. Akhirnya kita cari rumah ibadah yang sudah tidak dipakai dan ingin dijual.

Ketika tempatnya sudah ada tapi uangnya belum ada, solusi yang dilakukan ketika itu Aa pinjem ke teman-teman pengusaha ketika itu, ada yang memberi pinjaman 100 juta, 500 juta, 1.2 miliar dalam jangka pinjaman 1 tahun.

Kala itu Aa berdoa kepada Alloh agar dimudahkan dalam membangun rumah Alloh, akhirnya lunas juga pinjaman yang diberikan dengan berbagai cara.

Minta sesuatu kepada Alloh yang maha memiliki segalanya, banyak doa kepada Alloh dan diiringi dengan ikhtiar. Jangan merasa kecewa dengan ikhtiar yang kita lakukan kalau belum terwujud karena nanti pasti ada jalannya.

Jadi kalau kita ingin mendekatkan diri kepada Alloh, maka dari awal kita bulatkan hati kepada Alloh. Dengan memohon pertolongannya, Alloh berfiman dalam Al-Qur’an yang artinya:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186).

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Mintalah Apapun ke Alloh Read More »