Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Aa Gym: Menghadapi Aib, Antara Penilaian Makhluk dan Kasih Sayang Khaliq

WAKAFDT.OR.IDSahabat-sahabatku sekalian. Pernah tidak kita merasa gelisah, hati tidak tenang, hanya karena takut “borok” kita ketahui orang lain? Jujur saja, itu manusiawi.

Kita semua punya rasa malu, tidak mau kekurangan atau masa lalu kita yang kelam jadi tontonan orang. Rasanya kita ingin sekali menutup rapat-rapat pintu rahasia itu, supaya tetap terlihat “shaleh” atau “baik” di mata manusia.

Tapi coba kita tanya ke hati nurani yang paling dalam: Kalau aib itu akhirnya terbongkar, itu musibah atau karunia?

Fokus pada Penilaian Siapa?

Ternyata, masalahnya sering kali ada pada fokus kita. Kita ini terlalu sibuk memikirkan “Apa kata orang?” tapi lupa bertanya “Apa kata Allah?”. Kita takut dijauhi manusia, tapi tidak takut dijauhi rahmat Allah.

Ingatlah sahabatku, tidak ada manusia yang sempurna. Hanya para Nabi yang maksum, yang dijaga langsung oleh Allah dari dosa. Kita? Kita ini cuma hamba yang banyak salahnya.

Kalau sekarang kita masih terlihat terhormat, itu bukan karena kita hebat, tapi karena Allah masih sangat baik menutupi aib-aib kita. Kalau saja Allah buka satu saja kotoran hati kita, mungkin tidak akan ada yang mau duduk di dekat kita hari ini.

Allah Maha Menyaksikan

Hadirkan dalam hati, Allah itu Al-Alim, Maha Mengetahui. Mau kita sembunyikan di lubuk hati yang paling gelap sekalipun, Allah tahu. Setiap maksiat yang kita lakukan, tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya.

Maka, daripada capek-capek bersandiwara di depan manusia, lebih baik kita sibuk memperbaiki diri di hadapan Allah Ta’ala.

Lalu, bagaimana kalau dosa kita sudah segunung? Bagaimana kalau aib kita sudah terlanjur banyak?

Sahabatku, jangan putus asa. Allah itu Maha Baik. Selama nafas masih ada, pintu taubat itu terbuka lebar, selebar-lebarnya.

Allah sudah berjanji dalam Al-Qur’an, siapa pun yang pernah berbuat zalim pada dirinya sendiri lalu mau sujud memohon ampun, Allah akan terima. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  • Jangan tunda lagi: Kita tidak tahu kapan jatah usia kita habis.
  • Segera bertaubat: Sebelum menyesal di saat waktu sudah berhenti.

Mari kita manfaatkan sisa umur ini untuk benar-benar pulang kepada-Nya. Jangan sampai kita mati dalam keadaan membawa topeng di hadapan manusia, tapi membawa tumpukan dosa di hadapan Allah. Wallahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Menghadapi Aib, Antara Penilaian Makhluk dan Kasih Sayang Khaliq Read More »

DT Peduli Bersama Wakaf DT Salurkan Al-Qur’an ke Masjid dan Rumah Tahfidz Terdampak Banjir

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA BARAT — DT Peduli Sumatera Barat menyalurkan bantuan Al-Qur’an dari Wakaf DT ke sejumlah masjid dan rumah tahfidz yang terdampak banjir di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Penyaluran ini merupakan bagian dari ikhtiar pemulihan sarana ibadah dan pendidikan Al-Qur’an pascabencana banjir yang melanda tiga wilayah di Pulau Sumatera.

Banjir yang melanda beberapa daerah di Sumatera Barat mengakibatkan kerusakan pada fasilitas masjid dan rumah tahfidz, termasuk mushaf Al-Qur’an yang rusak dan tidak dapat digunakan.

Melihat kondisi tersebut, DT Peduli bergerak cepat menyalurkan Al-Qur’an agar aktivitas ibadah dan pembelajaran tahfidz dapat kembali berjalan.

Penyaluran dilakukan secara bertahap ke masjid dan rumah tahfidz yang terdampak, dengan melibatkan relawan DT Peduli Sumatera Barat serta tokoh masyarakat setempat.

Al-Qur’an yang disalurkan diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi jamaah, santri, dan para penghafal Al-Qur’an untuk bangkit pascabencana.

Perwakilan pengurus masjid dan rumah tahfidz menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, bantuan Al-Qur’an ini sangat berarti bagi kami. Banyak mushaf yang rusak akibat banjir, dan bantuan ini sangat membantu keberlangsungan kegiatan mengaji dan tahfidz,” ujar salah satu pengelola rumah tahfidz.

DT Peduli Sumatera Barat menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga dalam pemulihan spiritual dan pendidikan keislaman.

Penyaluran ini dilakukan dibeberapa masjid dan rumah Tahfidz di Padang, Maninjau, dan Malalak pada tanggal 22-23 Desember 2025, 1 Januari 2026.

InsyaAllah DT Peduli Sumatera Barat dan Wakaf DT akan menyalurkan Mushaf Al Qur’an kembali ke daerah yang terdampak banjir lainnya.

Melalui dukungan para donator, mitra kebaikan, dan muwakif DT Peduli dan Wakaf DT akan terus berupaya menyalurkan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana di Sumatera, agar mereka dapat bangkit dan kembali beraktivitas dengan lebih baik. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

DT Peduli Bersama Wakaf DT Salurkan Al-Qur’an ke Masjid dan Rumah Tahfidz Terdampak Banjir Read More »

Libur Sekolah Usai, Tips Membangun Kembali Semangat Anak

WAKAFDT.OR.IDBerakhirnya masa liburan sekolah sering kali menjadi momen “horor” bagi sebagian orang tua. Transisi dari jadwal bangun siang yang santai menuju rutinitas akademik yang kaku tak jarang memicu post-holiday blues—kondisi di mana anak merasa cemas, malas, bahkan mogok sekolah.

Namun, Ayah dan Bunda jangan panik dulu. Psikolog klinis dari Rumah Sakit Jiwa Aceh, Devi Yanti, M. Psi., membagikan strategi cerdas agar si kecil kembali ke sekolah dengan penuh percaya diri.

1. Jadi Pendengar Setia, Bukan Sekadar Pengatur

Langkah pertama yang paling krusial adalah validasi emosi. Devi menekankan pentingnya bagi orang tua untuk peka terhadap perubahan suasana hati anak.

“Coba ajak komunikasi dua arah. Dengarkan apa yang mereka khawatirkan atau apa yang membuat mereka enggan kembali ke sekolah,” ujarnya.

Alih-alih menekan, berikan narasi positif. Ingatkan mereka tentang serunya bertemu teman-teman lama atau kembali mendalami mata pelajaran favoritnya.

2. ‘Ritual’ Penyesuaian Pola Hidup

Jangan menunggu hari Senin tiba untuk berubah! Devi menyarankan transisi bertahap beberapa hari sebelum masuk sekolah:

  • Reset Pola Tidur: Kembalikan jam tidur dan jam makan secara perlahan ke jadwal normal sekolah.
  • Libatkan Anak: Ajak mereka menyiapkan seragam, menata buku, dan memilih perlengkapan sekolah baru agar muncul rasa antusias.
  • Susun Jadwal Harian: Buat kesepakatan mengenai rutinitas harian agar anak memiliki gambaran jelas tentang apa yang akan mereka hadapi.

3. Kendalikan Gadget, Bangun Kedekatan

Salah satu tantangan terbesar pasca-libur adalah kecanduan gawai. Menurut Devi, orang tua harus tegas dan konsisten mengenai durasi penggunaan perangkat digital sesuai kesepakatan dengan anak.

Namun, pembatasan saja tidak cukup. Orang tua perlu menghadirkan alternatif aktivitas menyenangkan di rumah sebagai pengalih perhatian dari layar, seperti:

  • Memasak menu bekal sekolah bersama.
  • Olahraga ringan atau membaca buku di sore hari.
  • Berdiskusi santai tentang target-target seru di semester baru.

4. Dukungan Emosional adalah Kunci

Konsistensi adalah kunci, namun dukungan emosional adalah “pelumasnya”. Ciptakan suasana rumah yang kondusif dan hangat. Dengan merasa didukung, anak akan merasa lebih aman secara psikologis untuk keluar dari zona nyaman liburannya.

“Aktivitas bersama bukan hanya mengalihkan perhatian dari gadget, tapi juga mempererat ikatan keluarga sekaligus memicu semangat belajar si kecil,” tutup Bendahara HIMPSI Wilayah Aceh tersebut.

Tips Tambahan: Mulailah melakukan transisi ini setidaknya 3 hari sebelum hari pertama sekolah agar mental anak benar-benar siap tempur. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Libur Sekolah Usai, Tips Membangun Kembali Semangat Anak Read More »

Aa Gym: Allah Maha Berkehendak, Apapun Bisa Terjadi

WAKAFDT.OR.ID – Alhamdulillah, segala puji hanya milik Alloh Ta’ala, tidak ada yang wajib kita sembah selain Alloh dan tidak ada yang kuasa memenuhi segala kebutuhan kita kecuali Alloh Ta’ala.

Karena sesungguhnya Alloh yang maha berkehendak atas diri kita, kalau Alloh sudah berkehendak maka pasti jadi. Tidak ada yang mustahil bagi Alloh.

Kalau Alloh Ta’ala menghendaki suatu kebaikan kepada makhluk atau hambanya, maka tidak ada seorang pun dan tidak ada suatu hal apapun yang bisa menghalanginya.

Begitu juga sebaliknya, kalau Alloh menghendaki keburukan menimpa makhluk atau hambanya, maka tidak ada siapapun dan apapun yang bisa menghalanginya.

وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗ ٓاِلَّا هُوَ ۚوَاِنْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَاۤدَّ لِفَضْلِهٖۗ يُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۗوَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 107)

Sama halnya seperti ibadah haji dan umroh, orang yang berangkat haji atau umroh tidak harus orang-orang yang berstatus kaya atau memiIiki banyak uang.

Akan tetapi pada kenyataannya banyak orang yang dalam keadaan yang pas-pasan, tidak memiliki harta yang banyak justru bisa berangkat dan menyelesaikan semua rangkaian ibadah tersebut.

Kenapa ini bisa terjadi? Karena memang jika Alloh telah berkehendak maka apa pun dapat terjadi.

Alloh buka dengan berbagai cara, ada dengan didanai oleh orangtua atau anaknya, atau temannya dan berbagai cara lainnya.

Ada juga yang diundang oleh pihak pemerintah atau instasnsi tempat ia bekerja karena sebuah prestasinya.

Kalau kita lihat, bukankah tidak sedikit juga orang yang memiliki keberlimpahan harta kekayaan tapi tampak sulit sekali untuk menunaikan umroh dan haji karena berbagai macam alasan.

Oleh karenanya, hadirkan keyakinan penuh kepada Alloh yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak atas segala sesuatu.

Kalau Alloh menghendaki sesuatu terjadi, maka tidak ada satu pun yang bisa menghalangi hal tersebut.

Semoga dengan mengenal Alloh yang Maha Berkehendak semakin juga menambah keimanan kita kepada-Nya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Allah Maha Berkehendak, Apapun Bisa Terjadi Read More »

Kunjungi Daarut Tauhiid, Wamen Koperasi RI Sebut Kopontren DT Rujukan Nasional

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada Selasa (30/12/2025) pagi.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung efektivitas pengelolaan dan kinerja Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT yang dinilai berhasil membangun ekosistem ekonomi mandiri.

Bertempat di Kawasan Darul Hajj—yang merupakan salah satu aset wakaf unggulan DT—Wamen Koperasi meninjau berbagai unit usaha tanpa protokol yang berlebihan. Ia menyusuri area kegiatan didampingi pengurus lembaga untuk melihat praktik nyata manajerial koperasi pesantren.

Dalam pemaparannya, Hj. Farida Farichah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap model bisnis yang dijalankan Kopontren DT. Menurutnya, tata kelola yang rapi, transparan, dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang menjadikan koperasi ini layak menjadi rujukan bagi pesantren lain di Indonesia.

“Kami ingin mengajak pondok pesantren lain, khususnya yang berada dalam ekosistem koperasi, untuk mencontoh pengelolaan Kopontren Daarut Tauhiid. Lembaga ini telah membuktikan bahwa koperasi bisa sehat secara kelembagaan dan kuat secara dampak,” ujar Farida.

Sinergi Aset Wakaf dan Ekonomi Umat

Salah satu poin yang menjadi sorotan kementerian adalah optimalisasi penggunaan aset wakaf. Kegiatan ekonomi yang berpusat di Darul Hajj menunjukkan sinergi strategis antara ruang wakaf dan aktivitas produktif.

Hal ini membuktikan bahwa aset wakaf tidak hanya berfungsi untuk ibadah ritual, tetapi juga menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi.

Kementerian Koperasi memberikan penilaian positif atas keterlibatan sekitar 1.400 santri karya (karyawan) yang menggerakkan berbagai unit usaha di bawah naungan Kopontren DT.

Manfaat dari perputaran ekonomi ini dilaporkan tidak hanya dirasakan oleh internal pesantren, tetapi juga merambah ke jamaah dan masyarakat luas.

Dukungan untuk Kemandirian Pesantren Di akhir kunjungannya, Wamen Koperasi menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta pimpinan lembaga terkait yang telah mendukung penguatan koperasi pesantren.

Ia menegaskan bahwa Kopontren yang dikelola dengan amanah dan profesional akan menjadi kunci utama kedaulatan ekonomi umat.

“Ketika koperasi dijalankan dengan niat baik dan sistem yang benar, manfaatnya akan terus meluas. Daarut Tauhiid telah menunjukkan bahwa pesantren mampu mandiri tanpa meninggalkan jati dirinya,” pungkasnya.

Kunjungan ini mempertegas posisi Daarut Tauhiid sebagai pionir dalam mengintegrasikan manajemen aset wakaf dengan pemberdayaan koperasi yang profesional di skala nasional. (WIN/SSP)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kunjungi Daarut Tauhiid, Wamen Koperasi RI Sebut Kopontren DT Rujukan Nasional Read More »

Jembatan Ilmu dan Pengabdian: Kisah Muhammad Abdul Nurais dalam Program Khidmat Masyarakat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Bagi seorang santri, ilmu sejati tidak hanya ditemukan di dalam tumpukan kitab, tetapi juga dalam jejak langkah pengabdian kepada sesama.

Hal inilah yang menjadi refleksi mendalam bagi Muhammad Abdul Nurais saat menjalankan Program Khidmat Masyarakat (PKM), sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengasah kepekaan sosial para santri di lapangan.

Belajar di Atas Tanah Wakaf, Mengabdi untuk Umat

Sebelum terjun ke tengah masyarakat, Muhammad dan rekan-rekannya telah lebih dulu ditempa di kawasan Pesantren Daarut Tauhiid (DT).

Penting untuk diketahui bahwa seluruh fasilitas yang digunakan santri untuk menuntut ilmu—mulai dari ruang kelas, masjid, hingga asrama—adalah aset wakaf produktif.

Tinggal dan belajar di atas tanah wakaf memberikan perspektif unik bagi para santri:

  • Amanah Muwakif: Mereka menyadari bahwa setiap fasilitas yang mereka gunakan adalah titipan dari para pewakaf (muwakif).
  • Memakmurkan Wakaf: Setiap detik yang digunakan untuk menghafal Al-Qur’an dan mengkaji ilmu di sana adalah bentuk nyata dalam memakmurkan aset wakaf, yang pahalanya terus mengalir kepada mereka yang telah berwakaf.
  • Kawah Candradimuka: Lingkungan wakaf DT yang asri dan sarat nilai islami menjadi “laboratorium” karakter sebelum mereka benar-benar dilepas ke masyarakat luas.

PKM: Ujian Nyata Kepedulian Sosial

Bagi Muhammad, PKM adalah ruang untuk mempraktikkan “tauhid aplikatif”. Ia merasa program ini memaksa santri untuk keluar dari zona nyaman dan belajar memahami beragam dinamika kehidupan masyarakat.

“Di PKM, kami belajar untuk tidak egois. Kami diajak untuk peka terhadap kesulitan orang lain dan belajar memberikan solusi nyata,” ungkap Muhammad.

Melalui program ini, beberapa nilai inti yang berhasil diserap adalah:

  • Keikhlasan: Melayani tanpa mengharap imbalan selain keridaan Allah.
  • Adaptasi: Belajar berkomunikasi dengan warga dari berbagai latar belakang usia dan sosial.
  • Kerja Tim: Menghilangkan ego pribadi demi tercapainya kemaslahatan bersama di lokasi pengabdian.

Harapan Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Pengalaman berinteraksi langsung dengan warga memberikan kesan yang tak terlupakan. Muhammad berharap, bekal yang ia dapatkan selama belajar di atas tanah wakaf DT serta pengalaman selama PKM, dapat membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih mandiri, rendah hati, dan dewasa.

“PKM bukan sekadar tugas pesantren, tapi bekal krusial untuk kehidupan kami di masa depan. Ilmu yang kami pelajari tidak boleh berhenti di catatan, tapi harus menjelma menjadi manfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

Kisah Muhammad Abdul Nurais ini menegaskan bahwa pendidikan di Daarut Tauhiid adalah sebuah siklus kebaikan: dari manfaat wakaf yang diterima santri, hingga manfaat pengabdian yang kembali disalurkan kepada masyarakat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Jembatan Ilmu dan Pengabdian: Kisah Muhammad Abdul Nurais dalam Program Khidmat Masyarakat Read More »

Kabar Syahidnya Abu Ubaidah: Warisan Perjuangan yang Tak Padam di Tanah Palestina

WAKAFDT.OR.ID | GAZA Dunia Islam dan jagat maya hari ini diguncang oleh kabar duka yang mendalam. Tagar mengenai kesyahidan Abu Ubaidah, juru bicara legendaris Brigade Al-Qassam, menjadi pusat perhatian di seantero dunia Arab.

Setelah spekulasi panjang mengenai kondisinya, pada (29/12/2025) Al-Qassam secara resmi mengumumkan bahwa sang pembawa pesan perjuangan tersebut telah gugur sebagai syahid.

Menyingkap Tabir Sang Ikon Perlawanan

Selama dua dekade, sosok di balik kafiyeh merah tersebut dikenal sebagai “Menteri Kebahagiaan” bagi umat Islam karena pidato-pidatonya yang membangkitkan harapan di tengah blokade Gaza.

Dalam pengumuman beberapa hari lalu, identitas aslinya pun terungkap ke publik: Hudzaifah Samir Abdullah Al-Kahlut Abu Ibrahim.

Kabar yang lebih menyedihkan menyebutkan bahwa ia gugur bersama istri dan anak-anaknya dalam sebuah serangan. Hanya putra sulungnya, Ibrahim, yang dilaporkan selamat meski dalam kondisi luka kritis.

Gugurnya Para Panglima Tertinggi

Pengumuman duka ini ternyata mencakup jajaran elit militer Al-Qassam lainnya yang selama ini menjadi otak di balik ketangguhan Gaza:

  • Muhammad Sinwar (Abu Ibrahim): Saudara kandung mendiang Yahya Sinwar. Ia adalah Panglima Tertinggi Al-Qassam yang menggantikan Muhammad Dheif. Sosoknya dikenal sebagai arsitek utama jaringan terowongan bawah tanah Gaza yang legendaris.
  • Muhammad Syabanah (Abu Anas): Panglima Brigade Rafah yang gugur saat menjalankan tugas militer di wilayah selatan.
  • Hakam Al-Isa (Abu Umar): Pakar strategi dan penanggung jawab pelatihan militer.
  • Raid Saad (Abu Muadz): Kepala departemen produksi dan pengembangan persenjataan yang berhasil menciptakan drone dan roket mandiri di tengah kepungan musuh.

Estafet Perjuangan: “Abu Ubaidah” Sebagai Simbol, Bukan Sekadar Nama

Momen yang paling menggetarkan adalah kemunculan Juru Bicara baru yang mengumumkan kesyahidan para pendahulunya.

Dengan penampilan, suara, dan aura ketegasan yang nyaris serupa dengan pendahulunya, ia menegaskan bahwa “Abu Ubaidah” bukanlah sekadar nama individu, melainkan identitas jihad media Al-Qassam.

“Kami mewarisi panggilan Abu Ubaidah dari Hudzaifah Al-Kahlut, dan kami berjanji akan melanjutkan pergerakan ini!” tegas sang jubir baru.

Pelajaran tentang Kaderisasi dan Kerahasiaan

Kesyahidan para pemimpin ini memberikan pelajaran berharga bagi dunia mengenai manajemen perjuangan:

  • Kaderisasi yang Matang: Gugurnya satu pemimpin tidak membuat pergerakan lumpuh. Munculnya sosok-sosok baru dengan kualitas yang setara membuktikan bahwa sistem kaderisasi mereka berjalan dengan sempurna di balik layar.
  • Keikhlasan dalam Kerahasiaan: Hingga akhir hayatnya, publik tidak mengetahui nama asli para panglima ini. Mereka membuktikan bahwa pengabdian tidak membutuhkan panggung popularitas, melainkan hasil nyata di lapangan.

Kini, meski dunia berduka atas perginya Hudzaifah Al-Kahlut dan para panglima lainnya, semangat yang mereka tanamkan justru semakin berkobar.

Mereka telah menunaikan janji kepada Allah, meninggalkan warisan keberanian yang kini diteruskan oleh generasi berikutnya.

Semoga Allah SWT menempatkan mereka di derajat mulia dan mengumpulkan kita bersama orang-orang yang kita cintai di surga-Nya kelak. Aamiin. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kabar Syahidnya Abu Ubaidah: Warisan Perjuangan yang Tak Padam di Tanah Palestina Read More »

Memetik Keberkahan di Masa Tua: PKBM Daarut Tauhiid Melepas Puluhan Santri PMK di Atas Tanah Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana haru dan syukur menyelimuti Aula Daarul Hajj, Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung, pada Sabtu (27/12/2025). PKBM Daarut Tauhiid secara resmi menutup Program Pesantren Masa Keemasan (PMK) Tematik Angkatan 13 dan PMK Reguler Angkatan 73.

Acara ini menandai tuntasnya perjalanan spiritual para santri lanjut usia dalam memperdalam agama dan memperbaiki kualitas ibadah mereka.

Satu hal yang istimewa dari pelaksanaan program ini adalah lokasinya yang menempati aset wakaf Daarut Tauhiid. Aula Daarul Hajj dan seluruh kawasan belajar di DT merupakan tanah wakaf yang diperuntukkan bagi kemaslahatan umat.

Oleh karena itu, setiap aktivitas belajar-mengajar, sujud, dan lantunan zikir yang dilakukan para santri bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan bentuk nyata dari memakmurkan tanah wakaf.

Dengan menghidupkan kegiatan di atas aset ini, para santri secara tidak langsung turut mengalirkan pahala jariyah bagi para muwakif (pewakaf) sekaligus meraih keberkahan dari tanah yang telah diwakafkan untuk jalan dakwah.

Momentum Syukur Bersama Aa Gym

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang ini dihadiri langsung oleh pembina Pesantren DT, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Kehadiran beliau memberikan suntikan semangat bagi para santri yang kini rata-rata berusia di atas 45 tahun tersebut.

Program PMK kali ini diikuti oleh:

  • PMK Tematik Angkatan 13: Sebanyak 37 santri (27 akhwat dan 11 ikhwan).
  • PMK Reguler Angkatan 73: Sebanyak 13 santri (7 akhwat dan 6 ikhwan).

Tak kurang dari 40 tamu undangan yang terdiri dari keluarga santri hadir untuk memberikan dukungan moral. Dukungan ini menjadi bukti bahwa usia senja bukanlah penghalang untuk terus tumbuh dalam iman dan memperbaiki akhlak.

Fokus Pembinaan dan Harapan Masa Depan

PKBM Daarut Tauhiid merancang program PMK sebagai ruang pembinaan karakter dan kecakapan hidup yang ramah lansia. Di sini, para santri dibekali penguatan akidah dan tata cara ibadah yang sesuai sunnah, agar mereka mampu menjalani masa tua dengan lebih produktif dan bernilai ibadah.

Melalui program ini, PKBM DT menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi pendidikan berbasis iman bagi seluruh lapisan usia. Harapannya, ilmu yang didapatkan di atas tanah wakaf ini menjadi bekal yang bermanfaat dan terus diamalkan hingga akhir hayat.

Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah para santri dan menjadikan setiap jengkal tanah wakaf yang mereka gunakan sebagai saksi amal saleh di akhirat kelak. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memetik Keberkahan di Masa Tua: PKBM Daarut Tauhiid Melepas Puluhan Santri PMK di Atas Tanah Wakaf Read More »

Kisah Najarudin Menjadi Staf Terbaik di Atas Tanah Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Apresiasi tinggi diberikan kepada Muhammad Najarudin dalam gelaran Forum Santri Karya Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil’alamiin (YDTR) yang berlangsung khidmat di Aula Arofah, Kampus SMP DTBS Putri, Senin (22/12/2025).

Najar resmi dinobatkan sebagai staf terbaik, sebuah pengakuan atas dedikasi luar biasanya selama empat tahun terakhir di STAI Daarut Tauhiid.

Bagi Najar, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan manifestasi dari semangat berkhidmat kepada umat dan Gurunda KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Dedikasi dan Pemanfaatan Aset Wakaf

Selain kinerjanya yang menonjol di bidang administrasi akademik, Najar dikenal aktif dalam optimalisasi aset wakaf DT. Ia tidak hanya bekerja di atas tanah wakaf, tetapi juga menjadi penggerak dalam memakmurkan fasilitas yang ada.

Pemanfaatan Sarana: Najar secara rutin terlibat dalam pengelolaan program-program dakwah yang menggunakan fasilitas wakaf, memastikan aset tersebut berfungsi produktif untuk pendidikan santri.

Spirit Produktivitas: Ia meyakini bahwa bekerja di lingkungan wakaf menuntut tanggung jawab moral yang lebih besar, karena setiap jengkal fasilitas merupakan amanah dari para muwakif (donatur wakaf).

“Bekerja di sini adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah. Setiap amanah, termasuk menjaga dan memanfaatkan aset wakaf dengan sebaik-baiknya, adalah jalan untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ungkap Najar.

Memaknai Penghargaan sebagai Ujian

Najar menanggapi predikat “Staf Terbaik” ini dengan sikap rendah hati. Ia memandang penghargaan tersebut sebagai dua sisi mata uang: ujian keikhlasan dan pujian sebagai pengingat.

Ia berkomitmen untuk tidak terjebak dalam rasa bangga berlebih, melainkan menjadikannya cambuk untuk meningkatkan tanggung jawab profesionalnya.

Harapan untuk Masa Depan YDTR

Menutup momentum penuh haru tersebut, Najar menyampaikan asanya bagi masa depan institusi. Ia berharap STAI DT dan YDTR secara umum dapat terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang:

  • Unggul dan Profesional: Adaptif terhadap zaman namun tetap teguh pada nilai islami.
  • Berintegritas: Melahirkan lulusan yang kompeten secara ilmu dan kuat secara akhlak.
  • Mandiri melalui Wakaf: Terus mengelola aset wakaf secara produktif demi kemaslahatan sosial yang berkelanjutan.

Pencapaian Najar menjadi bukti bahwa sinergi antara kualitas SDM yang mumpuni dan pemanfaatan aset wakaf yang tepat sasaran mampu menciptakan ekosistem dakwah yang progresif di lingkungan Daarut Tauhiid. (WIN/NOV)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kisah Najarudin Menjadi Staf Terbaik di Atas Tanah Wakaf Read More »

Cahaya di Tengah Genosida: Ratusan Yatim Piatu Gaza Rayakan Kelulusan Hafidz Al-Qur’an

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Di balik reruntuhan bangunan dan pekatnya kabut peperangan, sebuah pemandangan mengharukan menyelimuti Kamp Pengungsi Al-Shati, Gaza Barat, pada Kamis (25/12/2025).

Sebanyak 500 pemuda dan pemudi Palestina merayakan keberhasilan mereka mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an.

Acara ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan simbol perlawanan spiritual dan keteguhan bangsa yang menolak menyerah meski ditekan agresi militer selama dua tahun terakhir.

Generasi Cahaya dari Balik Tenda

Perayaan yang diinisiasi oleh Yayasan Amal Alia Kuwait dan Yayasan Ayadi Al-Khair ini berlangsung khidmat. Mustafa Abu Threya, pengawas proyek tersebut, menyebut para wisudawan sebagai “Generasi Cahaya”.

Menurutnya, di saat masjid-masjid dan lembaga pendidikan dihancurkan oleh serangan Israel, semangat warga Gaza untuk memuliakan Al-Qur’an justru semakin membara.

“Masyarakat Gaza membuktikan bahwa keyakinan dan warisan budaya mereka tidak bisa dihancurkan oleh pengepungan. Mereka membawa pesan Islam di hati sebagai harapan bagi masa depan umat,” tegas Mustafa dalam pidatonya yang menggetarkan.

Ketangguhan Anak-Anak Yatim di Al-Mawasi

Kisah serupa juga datang dari kawasan Al-Mawasi, Khan Younis. Di kamp pengungsian khusus yatim piatu, Al-Baraka, sekitar 600 anak yang kehilangan ayah mereka akibat genosida turut merayakan pencapaian menghafal kalam Ilahi.

Nidaa Shalayel, salah satu pengawas program, berbagi kisah pilu sekaligus inspiratif. Meski kehilangan suami, dua putra, dan tiga cucunya dalam perang, ia tetap konsisten mendirikan halaqah (lingkaran) Al-Qur’an di tenda-tenda pengungsian.

“Menghafal Al-Qur’an adalah cara terbaik kami untuk meneguhkan keberadaan dan identitas di tanah ini,” ujar Nidaa. Baginya, Al-Qur’an adalah sumber martabat dan kekuatan bagi anak-anak yang telah kehilangan segala-galanya.

Salah satu wisudawan, Shahd Sbeita, seorang gadis kecil yang ayahnya gugur dalam serangan Israel, mengungkapkan tekadnya. Meski proses hafalannya sempat terhenti akibat pecahnya perang, ia kembali ke lingkaran hafalan di tengah pengungsian.

“Insya Allah, saya akan menyelesaikan seluruh hafalan saya,” ucapnya lirih namun penuh keyakinan. Ia juga menyelipkan pesan kepada dunia: “Selamatkan Gaza. Jangan lupakan kami.”

Data dari Kementerian Pembangunan Sosial di Gaza menunjukkan kenyataan pahit bahwa sekitar 40.000 anak Palestina kini telah menjadi yatim atau piatu akibat agresi yang tak kunjung usai.

Namun, melalui program hafalan ini, Gaza mengirimkan pesan kuat kepada dunia: bahwa di tengah derita yang tak terbayangkan, iman dan ketangguhan mereka tetap berdenyut kencang. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Cahaya di Tengah Genosida: Ratusan Yatim Piatu Gaza Rayakan Kelulusan Hafidz Al-Qur’an Read More »