Menyusuri Progres RKB Eco Pesantren 2

Di tengah udara pagi yang sejuk di kawasan Eco Pesantren 2 Daarut Tauhiid, dentuman ringan alat berat terdengar bersahutan. Di sana, sekelompok pekerja mengenakan helm proyek dan rompi keselamatan tampak fokus—mengangkat, menyusun, dan menegakkan struktur demi struktur. Mereka bukan sekadar membangun gedung. Mereka sedang membangun harapan.

Ruang Kelas dan Asrama (RKB) PDF Daarut Tauhiid menjadi salah satu proyek penting dalam ikhtiar melahirkan generasi Qurani: para calon ulama dan penghafal Al-Quran. Proyek ini telah berjalan selama satu bulan dan kini telah mencapai progres sekitar 32–35 persen.

“Alhamdulillah, fondasi sudah selesai, termasuk strap foundation, pile cap, dan tie beam,” jelas Sofian, Project Manager pembangunan RKB. Ia ditemani oleh Gunawan, selaku Site Manager, saat memberikan laporan langsung dari lokasi. Selanjutnya, pembangunan akan masuk ke tahap struktur vertikal seperti kolom dan dinding penahan tanah, yang akan menopang lantai satu gedung.

RKB ini dirancang satu lantai dengan total 6 ruang kelas, 1 ruang tangga, dan toilet. Pada tahap awal, 3 kelas akan dibangun lebih dahulu, lengkap dengan area tangga dan fasilitas dasar. Menariknya, bagian rooftop direncanakan menjadi ruang terbuka untuk aktivitas belajar dan pembinaan.

Namun proyek ini bukan sekadar konstruksi bangunan. Ia adalah bagian dari cita-cita besar Daarut Tauhiid: mencetak generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara spiritual. Generasi yang menjadikan Al-Quran sebagai kompas hidupnya.

“Target kami, insya Allah, rampung di bulan September. Mohon doanya dari semua pihak,” tutur Sofian sambil menatap struktur yang mulai menjulang. Ia menyadari, pembangunan fisik ini hanya bisa selesai dengan kekuatan spiritual yang menyertainya—doa dan dukungan umat.

Seiring bata demi bata disusun, RKB ini kelak akan menjadi saksi lahirnya para penjaga Kalamullah. Di ruang-ruang kelas yang kini masih berupa kerangka, kelak akan terdengar lantunan ayat-ayat suci, tadarus pagi, dan diskusi ilmu yang menumbuhkan iman.

Wakaf yang disalurkan untuk proyek ini bukan hanya mengalir ke semen dan besi, tapi menjelma menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Sebagaimana sabda Nabi saw:

Jika manusia mati, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya. (HR Muslim)

Dan di sinilah wakaf itu hidup—dalam bentuk ruang, ilmu, dan harapan. (wakafdt)

Menyusuri Progres RKB Eco Pesantren 2 Read More »