Wakaf Daarut Tauhiid

September 2024

survey bersama dt memorial park

Tunjukan Lokasi dan Progres, Wakaf DT Bersama a DSAS menggelar Survey Bersama DT Memorial Park

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bersama Yayasan Dunia Sementara Akhirat Selamanya (DSAS) menggelar Survey Bersama lokasi pemakaman Program Persiapan Husnul Khatimah DT Memorial Park, pada Jumat (27/9/2024). Riyadi Suryana, Manajer Program Wakaf Produktif Wakaf DT mengatakan, survey bersama bertujuan untuk memperlihatkan progres dan letak Pemakaman DT Memorial park.

“Insya Allah, ini membuat para peserta program menjadi tahu lokasinya dan progres programnya,” kata Riyadi.

Selain itu, lanjut Riyadi, survey bersama juga menjadi acara silaturahim antar peserta program dan peserta dengan tim projek DT Memorial Park.

Para peserta diajak untuk melihat area-area yang nantinya akan dibangun sesuai dengan siteplan, di antaranya setiap blok pemakaman, masjid, pesantren, dan area rekreasi atau area wakaf produktif.

Senada dengan Riyadi, Ketua Yayasan Dunia Sementara Akhirat Selamanya (DSAS) Alfian Faudi Mukdas, SH, MKn, menambahkan, kegiatan ssurvey bersama adalah survey sederhana, untuk melihat progres pembangunan DTMP.

“Dimana teman-teman ingin melihat sudah sampai mana sih, lokasinya seperti apa sih, dan bagaimana aksesnya. Memang sampai saat ini masih belum cukup dan layak, tapi insya allah sudah berprogres dan setiap hari kita terus berprogres untuk menata tempat ini,” ujar Alfi.

Salah seorang konsumen yang mengikuti kegiatan survei ke lokasi, Hermansyah (63) mengaku, dirinya sudah beberapa kali survei ke lokasi pemakaman yang menawarkan konsep serupa, menurutnya DT Memorial Park mudah diakses, relatif dekat, tempatnya bagus, dan manajemennya dipercaya karena dipegang oleh Daarut Tauhiid di bawah kepemimpinan Aa Gym.

“Di sini aksesnya dekat dan manajemennya bagus, jadi kalau anak cucu saya nanti datang ke sini bisa ziarah, ibadah, sekaligus rekreasi. Sekarang saya ambil empat kavling, untuk saya dan istri, juga besan laki-laki serta perempuan,” kata warga Kota Baru Parahyangan, Padalarang, KBB, ini.

Bagi yang ingin mendaftarkan diri untuk bergabung dengan program Husnul Khatimah DT Memorial Park, bisa menghubungi call center Wakaf DT: 085 200 123 123 atau datang langsung ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung. (AID)

Tunjukan Lokasi dan Progres, Wakaf DT Bersama a DSAS menggelar Survey Bersama DT Memorial Park Read More »

buku hutan wakaf

Buku Hutan Wakaf Diluncurkan di Bandung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Buku Hutan Wakaf: Teori dan Praktik karangan Ketua Yayasan Hutan Wakaf Bogor Khalifah Muhammad Ali resmi diluncurkan di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/9/2024). Buku tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dalam tentang hutan wakaf.

“Acara ini adalah acara peluncuran buku hutan wakaf, jadi hutan wakaf satu hal yang relatif baru di tengah masyarakat,” ucap penulis buku Khalifah Muhammad Ali saat diseminasi riset dan peluncuran buku hutan wakaf di Hotel Aston Tropicana, Kota Bandung, Rabu (25/9/2024).

Khalifah menyebut buku tersebut berisi tentang konsep hutan wakaf, penerapan dan implementasi pengelolaan hutan wakaf. Tidak hanya itu, materi buku ditulis berdasarkan pengalaman mengelola hutan wakaf seluas 2,5 hektar di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor sejak tahun 2018 hingga saat ini.

Ia menyebut materi buku tersebut pun telah dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah. Dengan adanya buku tersebut, ia berharap dapat tersampaikan mengenai hutan wakaf kepada masyarakat.

“Semakin ke sini, banyak yang meneliti hutan wakaf dari Malaysia sehingga membutuhkan sebuah buku kumpulan informasi data tentang hutan wakaf. Dari semua itu dikompilasikan dalam sebuah buku,” kata dia.

Khalifah menyebut pengelolaan hutan wakaf di Indonesia sudah mulai dilakukan di beberapa daerah. Seperti di Provinsi Aceh, Mojokerto, Jawa Tengah dan Bogor, Jawa Barat.

Di tengah perubahan iklim yang terjadi dan diprediksi semakin parah, ia menyebut hutan wakaf dapat dilakukan oleh masyarakat. Berbagai kelebihan ada dalam pengelolaan hutan wakaf yang dapat dilakukan.

Dia menjelaskan, kelebihan pengelolaan hutan wakaf yakni dari sustainibility atau keberlanjutan, produktivitas serta dapat dikembangkan dengan luas.

Ke depan, ia menyebut tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan hutan wakaf yaitu dari sisi internal terkait ketersediaan sumber daya manusia dan keberlanjutan finansial. Sementara itu, dari sisi eksternal, literasi masyarakat tentang konsep hutan wakaf.

Oleh karena itu, pihaknya meluncurkan buku yang diharapkan memudahkan masyarakat mencari rujukan tentang hutan wakaf.

Wakil Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI) Emmy Hamidiyah mengapresiasi peluncuran buku Hutan Wakaf: Teori dan Praktik yang menambah khazanah tentang hutan wakaf. Ia menyebut buku tersebut menjadi referensi dalam pengelolaan hutan wakaf.”Kami menyambut gembira buku ini,” ungkap dia.

Emmy mengatakan dari total 57 hektar wakaf, mayoritas dalam bentuk masjid, mushola. Selanjutnya, digunakan pesantren, sekolah, makam serta sosial ekonomi.

Steering Commitee Muslim for Shared Action on Climate Impact (Mosaic) Nur Hasan Murtiaji mengatakan kesadaran umat muslim di Indonesia khususnya generasi muda terhadap isu perubahan iklim sangat tinggi. Selain itu, memiliki peran penting dalam isu tersebut.

“Umat Islam sebagai mayoritas penduduk terbanyak punya peran penting,” ungkap Hasan yang juga merupakan Direktur PT Republika Media Mandiri. 

Sumber: Republika

Buku Hutan Wakaf Diluncurkan di Bandung Read More »

kompentesi nazir

Kaderisasi Nazir Kompeten: Kunci Mitigasi Risiko Pengelolaan Wakaf Produktif

WAKAFDT.OR.ID | Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang dinilai prioritas dan seringkali menjadi ujung tombak bagi keberhasilan manajemen sebuah perusahaan. Meskipun saat ini teknologi terus berkembang dengan penciptaan AI (Artificial Intelligent), kecanggihan dan modernisasi teknologi yang kita nikmati tetap selalu memerlukan dukungan SDM. Tidak heran, jika manusia dinobatkan oleh Tuhan sebagai makhluk paling sempurna dibandingkan makhluk ciptaan lainnya di dunia ini (QS Al Isra 17:70), apalagi jika dibandingkan dengan ciptaan manusia itu sendiri.

Berbicara tentang manajemen perusahaan, lembaga wakaf juga perlu memiliki sistem manajemen yang mendukung operasionalisasinya. Di dalam sistem manajemen lembaga wakaf, maka manusia juga menjadi faktor yang kritikal. Tidak jarang kendala dan hambatan lembaga wakaf menjalankan amanatnya hingga mampu berkembang justru bersumber dari ketidakmampuan lembaga berhadapan dengan berbagai risiko dari sisi faktor SDM-nya.

Kurangnya personil nazhir yang berkualifikasi dalam mengelola wakaf, kesalahan teknis yang bersumber dari manusia (human error), kurangnya skills dan kemampuan kewirausahaan nazhir, serta terlalu tingginya dominasi nazhir senior di dalam manajemen lembaga wakaf, menjadi beberapa sumber penyebab belum optimalnya pengelolaan wakaf di banyak negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia. Dari sini kemudian muncul risiko kegagalan menghasilkan keputusan investasi yang tepat yang berdampak pada ketidakmampuan mengoptimalkan potensi wakaf sebagai instrumen pembangunan ekonomi dan kesejahteraan umat.

Wakaf Produktif Bukan Sekedar Pengelolaan Wakaf Biasa

Lembaga wakaf juga dapat dianalogikan sebagai sebuah perusahaan yang memiliki tujuan. Dalam mencapai tujuannya, maka peran manajemen risiko sangat diperlukan. Dengan demikian, manajemen risiko merupakan salah satu bagian yang harus terintegrasi pada keseluruhan manajemen perusahaan.

Selain manajemen risiko, pemahaman terhadap manajemen keberlangsungan bisnis juga sebuah keharusan bagi pimpinan lembaga wakaf dan nazhir di dalamnya, terutama bagi pengelola wakaf produktif. Oleh karena itu, kehadiran manajemen risiko bersama dengan manajemen keberlangsungan bisnis tidak boleh terpisah dari manajemen umum jika lembaga wakaf ingin berhasil mewujudkan tujuannya.

Pengelolaan wakaf produktif dapat dikatakan bukan pengelolaan wakaf biasa. Dengan begitu, cara pengelolaannya tidak boleh hanya dilakukan secara “tradisional” kalau ingin terus berkembang dan bertahan di era dan lingkungan ekonomi yang makin dinamis. Terlebih, prinsip utama dari wakaf produktif berperan ganda, yaitu mengembangkan pokok wakaf yang diamanatkan oleh para wakif sekaligus mendistribusikan manfaat bagi mauquf’alaih yang lebih luas dari aspek sosial.

Seperti bisnis pada umumnya, area usaha yang dapat dieksplorasi dalam pengembangan wakaf produktif sangat luas. Namun bisnis yang dapat dijalankan menggunakan instrumen keuangan Islam ini tentu memiliki perbedaan dengan bisnis biasa, yaitu terletak pada prinsip syariah yang harus dipatuhi oleh para nazhir. Bahkan menurut Maulina dkk (2023), seorang nazhir yang mengelola wakaf produktif dapat disebut juga sebagai wakafpreneur (pengusaha berbasis wakaf), yang mana selain memiliki komitmen yang kuat dalam mengembangkan wakaf, mereka harus memiliki pemahaman yang sangat baik terhadap risiko agar dapat mewujudkan visi lembaga. Seorang nazhir harus mampu memitigasi dan meminimalisir risiko sehingga dana wakaf yang digunakan untuk pengembangan usaha tidak berkurang atau bahkan hilang.

Pemerataan Kaderisasi Nazhir Kompeten Sebuah Keharusan

Sampai saat ini masih cukup banyak ditemui lembaga nazhir yang memiliki ketergantungan yang tinggi pada kehadiran pimpinan agama yang sudah lama berkecimpung dalam lembaga wakaf. Contohnya dalam pengelolaan pesantren yang merupakan contoh wakaf turun temurun.

Ariatin dkk (2023) dalam penelitiannya menyoroti pengaruh signifikan para pemimpin pesantren terhadap perilaku bisnis komunitas pesantren dan peran krusial mereka dalam membentuk tujuan bisnis dan mencapai profitabilitas operasional. Sayangnya menurut Maulina dkk (2023), karakter kepemimpinan ini terkadang belum diimbangi dengan keterampilan kewirausahaan yang kuat. Bahkan, perbedaan madzhab fiqih Islam yang ada semakin diperuncing dan kebijakan kelembagaan yang kaku justru menghambat pengelolaan wakaf secara modern.

Mengingat peran dan tugas nazhir yang sangat sentral dalam pengelolaan wakaf produktif, salah satu upaya memitigasi risiko yang bersumber dari SDM adalah dengan peningkatan kapasitas nazhir untuk mencetak nazhir yang kompeten. Di Indonesia khususnya, salah satu kendala dalam pengelolaan wakaf adalah masih kurangnya kompetensi nazhir (Huda, 2017). Dengan demikian, nazhir sebagai pengelola wakaf harus memiliki sertifikat khusus. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa dana wakaf dikelola dengan baik dan benar, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang.

Keahlian dan kompetensi nazhir dalam pengembangan usaha berbasis wakaf produktif juga berasal dari cukupnya pengetahuan bisnis yang harus dimiliki oleh nazhir. Jika pengetahuan bisnis, pengalaman, dan keterampilan manajemen nazhir masih minim maka menambah risiko pengelolaan wakaf produktif karena berdampak pada motivasi ke depan. Namun keberadaan nazhir kompeten tidak dapat dibangun hanya secara individual, melainkan harus menyeluruh di dalam sebuah lembaga. Sehingga kompetensi nazhir akan mencerminkan kompetensi lembaga.

Di masa mendatang, pemerintah dan pemangku kepentingan dalam wakaf produktif harus menawarkan berbagai program pelatihan dan bimbingan yang dapat meningkatkan keterampilan bisnis sekaligus motivasi para nazhir. Kolaborasi (mu’awanah) antara praktisi dan akademisi dalam program ini juga akan memberikan wawasan yang berharga.

Bimbingan dari nazhir berpengalaman dan peluang mengembangkan jejaring juga dapat lebih meningkatkan motivasi pengelolaan wakaf produktif. Dengan semakin meningkat dan meratanya kompetensi antar nazhir di dalam sebuah lembaga, diharapkan akan mampu mengurangi berbagai potensi risiko sekaligus menyelesaikan masalah utama yang dihadapi, yaitu dominasi peran seorang individu di dalam sebuah lembaga wakaf serta kesenjangan antara praktik dan kebijakan kelembagaan.

Sumber: bwi.go.id

Kaderisasi Nazir Kompeten: Kunci Mitigasi Risiko Pengelolaan Wakaf Produktif Read More »

Masjid DT Eco 2 26 Septmber 2024

Pembangunan Masjid DT Eco 2 Capai 72,01%, Apa Saja Progresnya?

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Progres pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin Daarut Tauhiid Eco Pesantren 2 (Masjid DT Eco 2) sudah mencapai 72,01% per 22 September 2024.

Putri Berliana Mileni, Pengawas Pembangunan Masjid DT Eco 2 menjelaskan beberapa pekerjaan yang diselesaikan sampai angka 72,01% yakni pemasangan rangka kubah utama, kubah anak area akhwat, dan kubah anak area ihwan; pekerjaan rabat area mihrab, pekerjaan plesteran kolom-kolom utama, pembongkaran bekisting rooftop, dan pekerjaan septi tank area ikhwan.

“Pemasangan plat waterproof kubah galvanis sebelum enamel, plasteran kolom mazanin, pekerjaan rangka relung, pemasangan dinding wudu area ikhwan, dan bagian bawah tinggal beres-beres. Udah itu untuk pekan ini,” jelas Putri ketika di temui di lokasi pembangunan Masjid DT Eco 2, Kamis (26/9/2024).

Putri mengatakan, untuk bagian basement, kelas dan kantor, dan mushola sudah siap digunakan. Dia menyebutkan, santri Pesantren Diniyah Formal (PDF) akan mulai menempatinya pada Januari 2025 mendatang, diundur dari rencana awal yang menyebutkan para santri akan pindah pada Oktober mendatang.

“Untuk PDF sudah siap, tinggal menempati. Tapi, PDF akan menempatinya, Insya Allah, nanti Januari,” sebut Putri.

Ia mengatakan, luas Masjid DT Eco 2 dengan basement keseluruhan adalah 1663,9 m persegi. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan hingga Masjid DT Eco 2 rampung. Artinya, masih ada kesempatan berwakaf untuk pembangunan Masjid DT Eco 2.

Pembina DT KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengatakan, pembangunan Masjid DT adalah ladang amal bagai siapapun yang ingin mempersiapkan bekal terbaik untuk kelak di akhirat.

Bagi yang ingin berwakaf untuk pembangunan Masjid DT, bisa datang langsung ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung. Wakaf juga bisa ditransfer ke BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi, bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123. (AID)

Pembangunan Masjid DT Eco 2 Capai 72,01%, Apa Saja Progresnya? Read More »

sambutan wapres dalam global waqf confrence

Wapres: Wakaf Dapat Jadi Katalis Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan sektor wakaf nasional dapat menjadi katalis bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan mobilisasi dan pengelolaan yang tepat.

Hal itu disampaikan Wapres dalam sambutannya secara daring pada acara 12th Global Waqf Conference 2024 yang diadakan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Selasa, sebagaimana disaksikan di Jakarta, pada Selasa (24/9/2024).

“Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, sektor wakaf Indonesia berpotensi menjadi katalis bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui mobilisasi pengumpulan dan pengelolaan yang tepat, wakaf dapat membuahkan kemaslahatan berlipat,” ujar Wapres mengawali sambutannya.

Wares menyampaikan pemerintah telah menaruh perhatian pada pengembangan sektor wakaf di Indonesia sejak pertama kali regulasi tentang perwakafan tanah milik diterbitkan.

Sejak tahun 2004, pemerintah menegaskan bahwa bentuk wakaf tidak hanya sebatas tanah, tetapi juga harta benda lainnya, termasuk uang.

“Seiring dengan perkembangan wujud wakaf, pemanfaatannya juga makin meluas. Jika dahulu wakaf berbentuk bantuan sosial, sekarang wakaf justru diarahkan agar bersifat produktif dan mendukung pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Dia menjelaskan, konsep wakaf baik yang bersifat sosial maupun produktif, sangat relevan dengan strategi besar pemerintah dalam penurunan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Namun menurut Wapres, dibandingkan dengan dana sosial lainnya, seperti zakat, infak, dan sedekah, kesadaran dan literasi masyarakat untuk berwakaf masih relatif terbatas. Untuk itu, ia berpesan kepada semua pihak terkait untuk bisa mengoptimalkan potensi wakaf nasional.

Pertama, Wapres meminta seluruh unsur pemerintah agar memperkuat kerja sama guna merumuskan mekanisme pengembangan wakaf yang efektif dan inklusif.

Dia mengatakan penguatan landasan hukum dan pengawasan perlu didukung guna memastikan wakaf dikelola secara amanah dan sesuai dengan ketentuan syariah demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga wakaf.

“Kesadaran berwakaf juga hendaknya tumbuh hingga mencakup lintas generasi dan lintas profesi, termasuk pelaku ekonomi dan akademisi,” tuturnya.

Kedua, Wapres meminta lembaga keuangan syariah, termasuk perbankan dan asuransi syariah terus berkolaborasi dengan lembaga wakaf dengan mengembangkan produk keuangan wakaf, seperti tabungan wakaf, sukuk wakaf, dan asuransi wakaf. Dia menilai hadirnya berbagai pilihan instrumen tersebut akan semakin memperkaya opsi investasi dan donasi berbasis wakaf.

Ketiga, Wapres menilai di era digital saat ini pengembangan digitalisasi wakaf hendaknya menjadi fokus utama untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik.

Dia meminta pihak terkait mengembangkan platform digital yang memudahkan masyarakat berwakaf dan sistem yang efektif memantau pengelolaan aset wakaf. Selain itu, kata dia, perlu ada integrasi data wakaf yang bisa menunjukkan perkembangan kinerja wakaf secara keseluruhan di Indonesia.

Keempat, Wapres meminta wakaf dikelola secara produktif agar manfaatnya dapat memberikan dampak dalam rangka pengentasan kemiskinan.

“Wakaf produktif perlu terus didorong guna memperluas cakupan program pemberdayaan, misalnya pemberian modal kerja, pendampingan usaha, atau pembukaan lapangan kerja,” jelasnya.

Wapres juga berharap dana wakaf dapat ditempatkan pada sektor-sektor khusus yang melibatkan masyarakat banyak, seperti wakaf untuk rumah sakit, properti, perkebunan, dan sebagainya.

“Penyaluran manfaat wakaf harus tepat sasaran dengan memprioritaskan kantong kemiskinan dan kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga,” kata Wapres.

Kelima, ia mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kerja sama pengembangan wakaf, baik bilateral maupun multilateral, serta kerja sama pertukaran pengetahuan, pengembangan kebijakan, dan implementasi proyek wakaf lintas negara demi memperkuat peran wakaf dalam pembangunan global.

Dia berharap komitmen, keseriusan, dan langkah optimalisasi potensi wakaf global semakin terwujud nyata.

Sumber: Antara

Wapres: Wakaf Dapat Jadi Katalis Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Read More »

Wakaf Go green

Wakaf DT Gulirkan Program Wakaf Go Green, Wakaf Pohon untuk Lestarikan Lingkungan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Wakaf Daarut Tauhiid (DT) menggulirkan program baru Wakaf Go Green, yakni wakaf Pohon untuk penghijauan dengan fokus kegiatan pada tata kelola penanaman berbasis pola asuh sebagai aksi pelestarian lingkungan, meminimalisir berkurangnya lahan serta mengembalikan keseimbangan sumber air.

“Sebagai langkah awal, Wakaf Go Green akan disalurkan di Kawasan Wakaf Terpadu DT Eco Pesantren 2. setiap pohon wakaf nilainya Rp. 150.000. Insya Allah, pohon yang ditanam akan menjadi sedekah berkelanjutan yang pahalanya akan terus mengalir abadi.” kata Wahyudi, Kepala Bagian Digital Marketing Wakaf DT, Senin (23/9/2024).

Bhekti Triwahyuningtyas, Ketua Tim Monitoring Pembanguan (Monpen) DT menjelaskan untuk reforestasi, lahan seluas 10.600 m2 terseebut akan ditanami pohon bambu, suren, dan jabon, serta pohon peneduh kawasan berupa tanaman buah-buahan, ketapang kencana, tabebuya, kerai payung, pohon kaliandra, matoa, dan akar wangi.

“Untuk reforesting seluas 10.600 meter persegi untuk ditanami bambu, suren atau jabon, untuk mengamankan sumber mata air dan mencegah longsor. Penanaman pohon kaliandra , matoa, akar wangi, kebun buah sekitar 1 ha juga. Selebihnya pohon untuk penenduh kawasan berupa tanaman buah-buahan, Ketapang Kencana, Tabebuya, dan Kiara Payung,” jelas Bhekti saat dihubungi pada Senin (23/9/2024)

Wakaf Go Green bisa langsung antar ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung. Wakaf juga bisa ditransfer ke Bank Danamon Syariah 8800299516 atau BSI 8200 123 124 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi, bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123. (AID)

Wakaf DT Gulirkan Program Wakaf Go Green, Wakaf Pohon untuk Lestarikan Lingkungan Read More »

pengecoran plat dak GSG Masjid DT Eco 3

Pembangunan Masjid DT Eco 3 Sampai ke Pengecoran Plat Basement

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin Daarut Tauhiid Eco Pesantren 3 (Masjid DT Eco 3) memasuki pengecoran plat dak basement. Jepry, PJS Pengawas Pembangunan Masjid DT Eco 3 mengatakan, lantai basement akan difungsikan sebagai gedung serba guna (GSG).

Ia mengungkapkan, pengecoran plat dak GSG dilakukan secara manual selama empat hari karena mobil ready mix sulit mengakses area Masjid DT Eco 3. Ia menyebut, kubikasi untuk pengecoran plat dak GSS sebanyak 54 meter kubik.

“Pekerjaan Eco 3 untuk minggu ini adalah pengecoran plat dak area GSG secara manual (sitemix) karena untuk readymix tidak ada yang sanggup masuk ke area eco 3 ini. Jadi dari senin sampe Jumat ini full pengecoran plat Dak area GSG. Untuk plat ini 4 hari, dari Selasa. Senin persiapan. Selasa sampe jumat cor,” jelasnya ketika dihubungi, Jumat (20/9/2024).

Jepry Ia melanjutkan, selama 5 hari tersebut semua pekerjaan fokus ke pengecoran.

“Fokus cor aja, paling besok beres-beres sebelum break pekerjaan,” ungkpanya.

Masjid DT Eco 3 akan dibangun dua lantai dan tambahan lantai mezanin. Masih banyak kesempatan berwakaf untuk pembangunan Masjid DT yang terletak di Kuningan tersebut karena masih jauh dari selesai.

Pembina Yayasan DT KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengajak masyakat untuk ikut berwakaf pembangunan Masjid DT yang berada di Kuningan tersebut. Aa Gym mengungkapkan, wakaf untuk pembangungan Masjid DT adalah bekal terbaik untuk kehidupan kelak di akhirat.

Wakaf untuk Masjid DT Eco 3 bisa diantarkan langsung ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung. Wakaf juga bisa ditransfer ke BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi, bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123. (AID)

Pembangunan Masjid DT Eco 3 Sampai ke Pengecoran Plat Basement Read More »

Grand Opening DTMP Sukses

Bukan Sekadar Pemakaman, DT Memorial Park Menjadi Program Persiapan Meraih Husnul Khatimah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Yayasan Daarut Tauhiid (DT) melalui Wakaf DT bersama Yayasan Dunia Sementara Akhirat Selamanya (DSAS) menggulirkan program Daarut Tauhiid Memorial Park (DTMP), pemakaman muslim yang bukan hanya sekadar pemakaman, namun juga memberikan program persiapan meraih husnul khatimah.

Manajer Program Wakaf Produktif Wakaf DT Riyadi Suryana menjelaskan program Pemakaman DT Memorial Park merupakan bagia dari program wakaf prodiktif. Program Pemakaman DTMP, lanjut Riyadi, merupakan program yang di dalamnya terdapat layanan untuk membatu masyarakat meraih husnul khatimah.

“Jadi ini itu program yang terdiri dari layanan persiapan husnul khatimah, layanan husnul khatimah atau pemakamannya, dan layanan penguatana husnul khatimah. Ini bukan sekedar pemakaman saja,” sebut Riyadi saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.

Layanan persiapan husnul khatimah, ungkap Riyadi, terdiri dari kajian dan bimbingan husnul khatimah. Sedangkan layanan husnul khatimah merupakan layanan pemakaman dari mulai pemulasaraan hingga proses pemakaman.

“Kalau layanan penguatan husnul khatimah itu setelah dimakamkan didoakan,” kata Riyadi.

Selain berbagai layanan tersebut, para peserta program juga telah mempersiapkan husnul khatimah dengan berwakaf karena ketika mereka mendaftar mereka juga sekaligus berwakaf untuk lima program wakaf, yakni wakaf masjid, wakaf pesantren, wakaf produktif area rekreasi, wakaf produktif pertanian, dan wakaf makam sosial.

“Insya Allah, wakaf ini jadi bekal terbaik bagi para peserta. bekal kelak di akhirat,” pungkas Riyadi.

Bagi sahabat yang ingin bergabung dengan program Pemakaman DTMP, bisa ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung. Untuk informasi dan pendaftaran Program DTMP, sahabat juga bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123. (AID)

Bukan Sekadar Pemakaman, DT Memorial Park Menjadi Program Persiapan Meraih Husnul Khatimah Read More »

pemasangan rangka kubah masjid dt eco 2

Pekan Ketiga September 2024, Pembangunan Masjid DT Eco 2 Masuki Pemasangan Kubah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin Daarut Tauhiid Eco Pesantren 2 (Masjid DT Eco 2) memasuki pemasangan kubah. Pemasangan bagian atas masjid tersebut dimulai dengan pemasangan rangka yang dimulai Senin (16/9/2024).

“Pemasangan rangka kubah dimulai Senin kemarin. Semuanya ada tiga kubah dengan ukuran masing-masing 11, 7, dan 4 meter,” sebut Tjiptadi, Manajer Proyek Pembangunan Masjid DT Eco 2 saat ditemui di lokasi pembangunan pada Kamis (19/9/2024).

Tjiptadi menjelaskan, setelah proses pemasangan rangka baru dipasang bagian penutupnya. Proses pemasangan kubah dari mulai pemasangan rangka sampai selesai direncanakan memakan waktu 4 bulan.

Pengawas Pembangunan Masjid DT Putri Berliana Mileni menyebutkan, kubah Masjid DT Eco 2 menggunakan plat enamel. Bahan enamel terkenal tahan terhadap suhu dan iklim ekstrim, baik panas maupun dingin.

Menurut Putri pekerjaan yang harus dilakukan masih banyak hingga Masjid DT Eco 2 rampung. Artinya, masih ada kesempatan berwakaf untuk pembangunan Masjid DT Eco 2.

Bagi yang ingin berwakaf untuk pembangunan Masjid DT bisa datang langsung ke kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No.67 Bandung. Wakaf juga bisa ditransfer ke BSI 78221 78221 atau Bank Danamon Syariah 8800299615 atas nama Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi dan konfirmasi, bisa menghubungi call center Wakaf DT; 085 200 123 123. (AID)

Pekan Ketiga September 2024, Pembangunan Masjid DT Eco 2 Masuki Pemasangan Kubah Read More »

wakaf hutan

Hutan Wakaf Dinilai Prospek Strategis Indonesia Jawab Tantangan Iklim

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Organisasi Muslim Indonesia untuk Aksi Bersama Mengatasi Perubahan Iklim (MOSAIC) memandang optimistis program Hutan Wakaf yang diinisiasi pemerintah menjadi prospek strategis Indonesia dalam menjawab tantangan perubahan iklim global.

Pimpinan Proyek MOSAIC Aldy Permana dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/9/2024), mengatakan bahwa jumlah luas hutan wakaf di Indonesia saat ini terus berkembang menjadi mencapai 10 hektare. Dari luas tersebut diketahui 2,5 hektarenya berada di Bogor, Jawa Barat.

“Program tersebut dapat terus berjalan karena adanya partisipasi holistik, termasuk swasta, dalam mendukung pemerintah untuk memenuhi target Net Zero dalam Paris Agreement,” katanya pada acara ESG Summit 2024 bertema ‘Sehati untuk Bumi’ di Gedung Bursa Efek Jakarta itu.

Berdasarkan data dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) melaporkan, sampai dengan 2023 didapati lonjakan suhu permukaan bumi hingga 1,45 derajat Celsius atau hanya terpaut 0,05 derajat dari ambang batas peningkatan suhu permukaan yang disepakati negara-negara dunia, termasuk Indonesia, dalam konferensi Paris Agreement pada 2015 yakni setinggi 1,5 derajat Celsius.

Karena itu, Aldy memastikan, sebagai organisasi masyarakat madani pihaknya siap berkolaborasi membantu meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan hutan wakaf untuk menjawab tantangan perubahan iklim yang kian memprihatinkan.

Hal tersebut sebagaimana yang sedang dilakukan pada hutan wakaf di Desa Cibunian, Bogor. Dia menjelaskan, upaya ini berfokus pada ekstensifikasi berupa perluasan lahan dan intensifikasi penanaman pohon dan program lainnya yang juga akan bermanfaat secara ekologi, ekonomi, dan sosial masyarakat setempat.

Selain itu, pihaknya juga melaksanakan berbagai inisiatif sedekah energi, yakni dengan membantu penyediaan panel surya sebagai pembangkit listrik pada masjid di Sembalun Nusa Tenggara Barat dan Bantul, Yogyakarta.

Ia menyebutkan, inisiatif ini diharapkan bisa mendorong lebih banyak partisipasi masyarakat untuk mendukung rumah ibadah Indonesia terlibat dalam aksi iklim karena dapat mengakses listrik dari sumber energi terbarukan secara mandiri.

Sementara itu, Co-Founder Purpose Climate Lab Indonesia Rika Novayanti mengatakan, hutan wakaf bukan hanya inisiatif yang strategis untuk mengatasi perubahan iklim tapi potensi monetasi karbon bersama pihak swasta di Indonesia.

“Ketika pemerintah menghitung NDC, kontribusi dari pihak swasta tidak dimasukkan dalam kalkulasi tersebut, sehingga memberikan peluang pihak swasta untuk monetizing karbon,” katanya.

Maka dari itu, ia berharap, program ini dapat melakukan valuasi nilai karbon dari hutan wakaf yang dikembangkan sehingga menjangkau banyak pihak swasta untuk turut berkontribusi pada aksi menghadapi krisis iklim secara berkelanjutan.

Sumber: Antara

Hutan Wakaf Dinilai Prospek Strategis Indonesia Jawab Tantangan Iklim Read More »