Wakaf Daarut Tauhiid

25 Maret 2023

Pembangunan Masjid Batam Masuk Tahap 3, Begini Progresnya

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.IDPesantren Daarut Tauhiid saat ini sedang berupaya menuntaskan pembangunan Masjid dan Fasilitas Pendidikan dan Dakwah di beberapa kota di Indonesia.

Salah satu lokasi yang sedang dilakukan pembangunan adalah di Kota Batam yang sedang dilakukan pembangunan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin.

Progres Pembangunan Masjid DT Batam Pengerjaan:
• Pembangunan Masjid Rahmatan Lil ‘alamin Batam tahap 2, penyelesaian lantai utama masjid sehingga masjid DT Batam makmur digunakan.

• Sekarang panitia pembangunan sedang mengerjakan tahap tiga, yakni pengerjaan lantai tiga masjid.

• Selain untuk sholat, lantai utama yang sudah selesai akan digunakan juga oleh santri untuk program Baitul Qur’an.

Semoga Pembangunan Masjid DT Rahamatan Lil’alamin Batam bisa segera tuntas, agar para santri dan jamaah bisa menggunakan kegiatan pesantren dan ibadah dengan optimal kegiatan di sana.

Pembangunan Masjid Batam Masuk Tahap 3, Begini Progresnya Read More »

Pencuri yang Bertaubat Setelah Menerima Sedekah

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.IDSuatu ketika, dan seperti biasanya, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah.

Setelah berbincang dengan mereka, beliau berkata kepada mereka:

“Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!”. Dan benar saja, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.

Akhirnya, pria itu mengetahui tentang wanita itu yang ternyata adalah seorang pezina. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, “Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!”.

Kemudian, pria itu mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah seorang yang kaya raya.

Sehingga, lagi dan lagi membuat kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, pria itu lalu mengetahui bahwa orang tadi merupakan orang yang kaya.

Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam, “Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!”.

Akhirnya kali ini mencoba kembali mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah dengan cermat dan teliti. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri.

Tak lama berselang, kejadian itupun menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu diketahui oleh sang pria bahwa yang menerima sedekahnya adalah seorang pencuri.

Akhirnya pria itu pun mengeluh dan berkata, “Ya Allah! Segala puji ha­nya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!,”.

Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, “Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu,”.

(Sumber: BWI)

Redaktur: Wahid Ikhwan

_______________________________

DAARUTTAUHIID.ORG

Pencuri yang Bertaubat Setelah Menerima Sedekah Read More »

Jangan Benci Duniawi, Justru Begini Tuntunan Rasulullah SAW

DAARUTTAUHIID.ORG | WAKAFDT.OR.ID Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam merintahkan umatnya untuk menjadi orang yang berkecukupan agar terlepas dari penderitaan hidup karena kekurangan harta benda, serta agar mampu menggunakan hartanya itu untuk beribadah di jalan Allah Ta’ala.

Dengan berkecukupan, mereka tidak perlu khawatir untuk mencari sesuap nasi dan menyibukkan diri hingga meninggalkan ibadah hanya untuk mencari nafkah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

إنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرٌ حُلْوٌ فَمَنْ أَخَذَهُ بِسَخَاوَةِ نَفْسٍ بُورِكَ لَهُ فِيهِ وَمَنْ أَخَذَهُ بِإِشْرَافِ نَفْسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ وَكَانَ كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلَا يَشْبَعُ

“Sesungguhnya harta itu sesuatu yang menarik dan manis. Maka barang siapa yg mengambilnya sesuai haknya dan menempatkan sesuai tempatnya maka sungguh ia akan menjadi penolongnya dan Barangsiapa yang mengambilnya namun tidak sesuai haknya maka dia laksana orang yang makan namun tidak kenyang.” (HR. Al Bukhari dan Muslim dari Abu Said Al Khudri)

Dikutip dari buku Syajarat al-Ma’arif, Imam Izzuddin bin Abdus Salam mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam memuji harta yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala karena dia akan menjadi sarana untuk dekat kepada Allah Ta’ala. Dan karena sedekah akan menghapuskan dosa-dosa dan akan mengangkat derajat.

Maka pujian terhadap harta dengan ungkapan “ni’ma” (sebaik-baiknya) mencakup pujian secara umum. Dan apa pun yang menjadi celaan terhadap dunia dan kesenangannya, maka itu dikatakan karena harta itu membuatnya sibuk dari mengingat Allah Ta’ala, melalaikan dari ketaatan kepada Allah Ta’ala dan membawa manusia pada perbuatan yang melampaui batas.

Oleh sebab itulah, celaan pada dunia dikarenakan ia sering mengantarkan manusia pada hal itu dan pujiannya sangatlah minim karena jarangnya orang yang menggunakannya sesuai dengan haknya. Dan, Allah Ta’ala telah menetapkan bahwa menginfakkannya sebagai bentuk taqarrub.

“Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah).” (QS. At Taubah ayat 99).

“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al Baqarah ayat 272)

(Sumber: Republika)

Redaktur: Wahid Ikhwan

_____________________________

DAARUTTAUHIID.ORG

Jangan Benci Duniawi, Justru Begini Tuntunan Rasulullah SAW Read More »