Wakaf Daarut Tauhiid

Wakaf

Aa Gym: Ketahuilah Pilar Karakter Sesama Muslim Ini

WAKAFDT.OR.IDAda sebuah hadits yang sudah dikaji oleh para ulama. Sebuah hadits mengenai 4 pilar karakter seorang muslim, salah satunya ia mencintai saudara.

Mencintai sesama muslim sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya: ”Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori).

Siapa yang dimaksud saudara dalam hadits tersebut? Maka diperjelas dalam Al-Quran dalam surat Al-Hujurat:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Alloh supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Ada tingkat seseorang tidak menyukai orang lain. Pertama ia tidak suka kalau orang lain mendapat nikmat, namun senang jika orang lain mendapatkan musibah.

Kedua, tidak menginginkan orang lain atau temanya rugi, tetapi tidak mau seseorang itu melampaui kesuksesannya.

Tipe yang kedua lumayan dibandingkan dari yang pertama, meskipun masih tergolong perilaku yang buruk.

Ketiga, menginginkan orang lain berprestasi, tapi tidak rela orang prestasinya melebihi dari kita.

Jadi gak perlu dalam keluarga merasa dengki ke saudara sendiri. Kalau adik beli mobil, kita kakaknya belum kebeli tiba-tiba nyesek, kenapa harus nyesek? Alloh ngasih rezeki sesuka Alloh.

Alloh satu-satunya pembagi rezeki, tidak ada satupun makhluk yang mendapatkan rezeki kecuali pasti dari Alloh.

Rezeki itu sebagai karunia atau ujian? Karunia, kalau kita bersyukur. Jadi tidak perlu iri, terserah Alloh membagikan rezeki ke siapapun, walaupun kita sebapak dan seibu setiap orang beda-beda rezekinya.

Walaupun seangkatan sekolah pasti beda-beda rezekinya. Nanti kalau Alloh mau ngambil maka ambil sesuka Alloh.

Oleh Alloh bisa dilapangkan dan disempitkan, Alloh angkat dan turunkan, semuanya baik bagi orang yang beriman.

Kalau diberi dia bersyukur, ditahan dia bersabar, diambil dia ridho, dan melihat yang lain tidak ada dengki. Wallohu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Ketahuilah Pilar Karakter Sesama Muslim Ini Read More »

Aa Gym: Jawaban Nabi Soal “Siapakah Orang yang Cerdas?”

WAKAFDT.OR.IDSahabat Nabi pernah bertanya. Siapakah orang beriman yang paling utama? Kemudian Rosullulah Shallalahu ‘alaihi wassalam menjawab: orang yang paling baik akhlaknya.

Kemudian sahabat bertanya lagi, siapa orang mukmin yang paling cerdas? Kemudian Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “orang mukmin yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya pada kematian”.

Apakah orang cerdas yang mendapatkan peringkat yang tinggi? Orang yang IQ-nya tinggi? Atau orang yang cerdas adalah orang yang lulus cumlaude? Maka jawabannya bukan. Orang yang cerdas adalah orang yang banyak mengingat mati.

Jadi ciri orang paling kuat imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Makin kuat imannya maka akan beririsan juga akhlaknya semakin baik secara langsung.

Karena orang beriman yakin bahwa ia selalu dilihat atau disaksikan oleh Allah tanpa ada satu pun yang tersembunyi.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ali-Imran dan surat Qaff yang berbunyi:

“Innallaha la yakhfa ‘alaihi syai’un fil ardi wa laa fis sama.”

Artinya: “Bagi Allah Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di bumi dan di langit.”

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya(15), (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri (16), Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (17)”. (QS. Qaf: 15-17).

Kalau kita yakin dengan keberadaan Allah maka tidak ada tempat untuk kita berbuat maksiat. Individu yang cerdas akan melihat dan mencoba menghabiskan waktu dengan sangat berkualitas.

Orang-orang cerdas selalu berpandangan bahwa mereka belum tentu kembali hidup di keesokan hari. Banyak memikirkan mati dan banyak mempersiapkan kehidupan sesudah mati.

Individu yang kerap mengingat kematian akan sangat berhati-hati dalam menggunakan waktunya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Jawaban Nabi Soal “Siapakah Orang yang Cerdas?” Read More »

Pertama Kali Digelar, FWI Diharapkan Mampu Mendongkrak Pengembangan Wakaf Indonesia

WAKAFDT.OR.ID | SURABAYA – Gerakan Wakaf Indonesia (GWI) gelar Festival Wakaf Indonesia (FWI) 2023 pada (12/8/2023). Festival ini berlangsung di Convention Hall Grand City Surabaya.

Hal ini merupakan kali pertama GWI menggelar Festival Wakaf Indonesia (FWI) 2023.

Susi Susiatin, Ketua umum GWI mengatakan, FWI diselenggarakan pada moment tahun baru hijriah agar dapat menjadi spirit baru dan tahun kebangkitan dalan sejarah pengembangan wakaf kedepannya.

Festival ini berkolaborasi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa TImur.

Festival tersebut telah sukses diselenggarakan, dimeriahkan oleh berbagai acara, diantaranya; Focus Group Discussion (FGD), Business Matching, Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf, Seminar Wakaf Produktif UMKM, berbagai lomba, pameran dan Wakif Gathering.

“Tujuan diselenggarakannya FWI adalah untuk menggali potensi dan mengembangkan pemberdayaan wakaf di Indonesia agar lebih memiliki nilai manfaat,” terang Susi.

Susi mengutarakan, potensi wakaf di Indonesia sangatlah besar, mengutip dari BWI, potensi wakaf uang di Indonesia mencapai 180 triliun, namun kenyataan di lapangan membuktikan dana wakaf yang terkumpul masih jauh dari potensi yang ada.

“Kami menyelenggarakan FWI ini secara makro bertujuan untuk pengembangan wakaf secara menyeluruh dan berkesinambungan sehingga bisa menyiapkan strategi untuk menjawab tantangan wakaf yang cukup besar didepan kita,” tambahnya.

Menurut Susi, secara mikro bisa mengajak seluruh stakeholder untuk mengkampanyekan wakaf produktif dengan masif, baik bagi usia produktif juga kaum milenial.

Ia beranggapan, wakaf tidak hanya menyerahkan kepemilikan kepada Allah, namun juga bisa berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Wakaf produktif menjadikan wakaf sebagai sebuah ekosistem baru yang sangat bermanfaat bagi banyak orang.

Susi berharap, adanya FWI tersebut dapat menjadi milestone dan menjadikan adanya kemajuan dalam proses pengembangan wakaf ke depannya.

Ia menambahkan, acara business matching yang pertama kali diselenggarakan ini diharapkan bisa membangun kepercayaan diri dan memotivasi para nazhir untuk optimis dalam pengelolaan harta benda wakaf.

Para pengusaha dan pelaku UMKM memiliki cara baru dalam mengembangkan usaha, yakni dengan membangun sinergi bersama nazhir sehingga akan terbentuk ekosistem baru dalam pengembangan wakaf,

“Kami ingin menjadikan event FWI 2023 ini sebagai event tahunan sehingga keberlanjutannya bisa memperkuat positioning wakaf sebagai penguat ekonomi syariah dan menjadikan wakaf sebagai life style,” tutur Susi.

“Jadikan wakaf sebagai life style, wakaf bukan karena mampu tapi karena mau,” pungkasnya. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

(sumber: SurabayaPost.id)

Pertama Kali Digelar, FWI Diharapkan Mampu Mendongkrak Pengembangan Wakaf Indonesia Read More »

Wakaf DT Kembangkan Wakaf Produktif di Sektor Restoran/Rumah Makan

WAKAFDT.OR.IDWakaf Daarut Tauhiid terus inisiasi pengembangan bisnis wakaf produktif di berbagai sektor. Salah satunya yang sedang dibangun yaitu dibidang Restoran/Rumah Makan.

Pengelolaan wakaf produktif dibidang makanan sedang dikembangkan oleh Wakaf DT, rencana nantinya akan dibuka di Mekah, Arab Saudi.

Potensi ini berkenaan dengan pengelolaan KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) DT. KBIH DT setiap tahunnya memberangkatkan jamaah haji dan umroh.

Karenanya perlu untuk mengembangkan usaha restoran sebagai fasilitas referensi makanan Indonesia yang cocok untuk jamaah Indonesia.

Kemudian wakaf DT sedang membangun mitra usaha bersama rumah makan Ampera dengan membuka cabang baru.

Untuk pembiayaannya akan ditanggung oleh Daarut Tauhiid secara penuh, kemudian pembagian hasil akan diberikan satu sekali, dengan asumsi keuntungan bersih 120 juta pertahun.

Wakaf produktif ialah membangun unit atau mitra usaha, di mana mitra tersebut akan melaksanakan program wakaf produktif tersebut secara teknis, dan nantinya akan ada bagi hasil dengan mitra itu sendiri.

Adapun skema kerjasama tersebut akan dilaksanakan dalam jangka satu tahun, setelah dievaluasi akan diputuskan apakah akan dilanjutkan atau diakhiri kerjasamanya.

Wakaf memiliki landasan hukum syar’i yakni al-Quran Surah Ali Imran ayat 92,

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai, dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah Mengetahuinya.”

Sedangkan dalam hadits Nabi, wakaf memiliki dalil syar’i yang artinya:

“Apabila anak Adam (manusia) itu meninggal dunia, putuslah seluruh amal perbuatannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah yang pernah dibayarkan, ilmu yang dimiliki dan bermanfaat kepada orang lain, serta anak saleh yang selalu memberikan doa kepadanya.” (HR. Muslim).

Daarut Tauhiid (DT) sebagai salah satu lembaga profesional pengelola dana wakaf, memiliki konsep Kawasan Wakaf Terpadu.

Wakaf Terpadu berarti mengelola wakaf secara produktif dan terintegrasi. Wakaf terintegrasi dari sisi dakwah, sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Bertujuan meningkatkan kemanfaatan dari aset-aset wakaf untuk kesejahteraan umat. Wallahu a’lam bishowab. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf DT Kembangkan Wakaf Produktif di Sektor Restoran/Rumah Makan Read More »

BWI Seru Nazhir Agar Berkompeten dalam Kelola Aset Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat terkait wakaf, lembaga wakaf DT rutinkan kajian spesial wakaf pada kajian MQ Pagi.

Pada Selasa (8/8/2023) tema materi kajian spesial wakaf yakni “Peningkatan SDM Perwakafan Melalui Sertifikasi Nazhir”.

Materi ini disampaikan oleh Nur Syamsudin Buchori selaku Badan Lembaga Keuangan, Badan Wakaf Indonesia.

Pada kesempatan ini, Nur Syamsudin menyampaikan pentingnya kompetensi nazhir dalam mengelola wakaf.

“Nazhir yang berkompeten dalam mengelola wakaf, tentu dapat memperluas penyaluran manfaat wakaf kepada mauquf alaih,” ujar Nur.

Nur mengungkapkan bahwa nazhir adalah mujahid Allah yang mengemban amanah cukup besar. Ia harus berpengetahuan luas dan berkompeten dalam mengelola aset wakaf yang dititipkan oleh umat.

“Nazhir adalah para pekerja Allah yang tidak hanya menuai gaji di dunia tetapi juga menuai gaji di akhirat,” tambahnya.

Kompetensi nazhir meliputi kombinasi antara keterampilan (skill), atribut personal dan pengetahuan (knowledge), spiritual (ruhiyah) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi.

Haji Nur menerangkan, kompetensi merupakan faktor penentu keberhasilan kinerja. Fokus dalam kompetensi adalah perilaku yang merupakan aplikasi dari skill, atribut personal dan pengetahuan.

Ia juga memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara paling dermawan di dunia, tercatat dalam kurun waktu 5 tahun berturut-turut, Indonesia menempati urutan pertama berdasarkan World Giving Index (WGI) pada 2022.

World Giving Index (WGI) menempatkan Indonesia pada tingkat pertama di dunia yang masyarakatnya gemar berdonasi. Potensi pasar filantropi Islam di Indonesia cukup besar, sejak tahun 2020 diperkirakan ada 100 juta penduduk muslim kelas menengah, jika asumsi 2,5% dari pengeluarannya digunakan untuk berwakaf terdapat potensi wakaf pertahun Rp. 180 triliyun,” terangnya.

Nur mengungkapkan, wakaf produktif bila dikelola dengan baik oleh nazhir yang kompeten tentu dapat menyebarkan kebermanfaatan yang luas kepada mauquf ‘alaih, hal ini telah terjadi pada era kejayaan Islam pada tahun 800-1400 Masehi. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

BWI Seru Nazhir Agar Berkompeten dalam Kelola Aset Wakaf Read More »

Pembangunan Eco Pesantren 3 Kuningan, Masuki Tahap Cut and Fill Lahan

DAARUTTAUHIID.ORG | KUNINGAN – Pembangunan Eco Pesantren 3 terus berpogres. Tepat pada (21/7/2023) lahan wakaf produktif ini masuki tahap cut and fill.

Berlokasi di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, lahan tersebut memiliki luas lebih dari 30 hektar.

Memenuhi proses berkas perizinan pembangunan sejak 2021, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk Pesantren Eco 3 Kuningan ini telah terbit pada awal bulan Juni.

Rencananya, pembangunan pertama yang akan dilaksanakan adalah pembangunan Masjid Rahmatan lil’alamin.

Mengantongi perizinan PBG, tim Perencanaan dan Pembangunan Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) telah turunkan alat berat sejak pertengahan Juni, untuk membuka dan perataan jalan dari Jalan Raya Cisantana-Patulungan menuju lahan masjid.

Pada (21/7/2023), PDTI mulai laksanakan proses cut and fill lahan. Rencananya proses ini akan berlangsung selama 2 bulan.

Proses tersebut bertujuan untuk meratakan permukaan tanah agar material lebih mudah masuk ke lahan pembangunan.

Ketua tim Monitoring dan Pengendalian Pembangunan (Monpen) DT, mengungkapkan lahan wakaf produktif Eco 3 Kuningan ini akan dijadikan area masjid, sekolah dan asrama. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Pembangunan Eco Pesantren 3 Kuningan, Masuki Tahap Cut and Fill Lahan Read More »

Kisah Wakif DT, Istiqomah Wakaf 15 Ribu Tiap Hari

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG – Wakaf merupakan investasi abadi yang tidak menyebabkan pelakunya merugi. Pahala jariyah yang dijanjikan Allah melalui wakaf tak ayal membuat banyak orang tergiur untuk menunaikannya.

Salah satunya nenek Sulis (nama disamarkan). Sulis tercatat telah menjadi wakif tetap di lembaga wakaf DT.

Berawal dari sering mengikuti kajian di Masjid DT Bandung, Sulis istiqomah mewakafkan secuil hartanya untuk pembangunan dan pengelolaan Wakaf Masjid DT di Indonesia.

Nominal harta yang ia wakafkan terbilang kecil, hanya lima belas ribu rupiah, namun ia istiqomah mewakafkannya tiap hari ke lembaga Wakaf DT.

“Saya terinspirasi dari ustadz Fahrudin ya, katanya wakaf itu tidak hanya tentang wakaf gedung, ataupun tanah. Ternyata wakaf uang juga bisa dan nominalnya tidak selalu besar,” ujar Sulis ketika dihubungi tim media DT pada Kamis, (9/8/2023).

Perkembangan ekonomi secara global dewasa ini mendukung gerakan filantropi yang meluas, salah satunya dengan wakaf uang.

Wakaf uang merupakan pengembangan wakaf dari aset tak bergerak (tanah dan bangunan) menjadi aset tunai yang bergerak.

Telah menjadi pensiunan, tak menggetarkan semangat Sulis untuk menabung pahala jariyah. Baginya, harta yang ia wakafkanlah yang akan ia bawa sebagai salah satu bekal menuju akhirat kelak.

“Sejak saat itu, saya bertekad kuat untuk berwakaf semampu saya, semoga dengan ini dapat memudahkan jalan saya menuju Surganya Allah,” tutur Sulis.

Sulis memercayakan lembaga Wakaf DT sejak lama, ia meninjau pengelolaan wakaf DT melalui program-program Masjid DT yang telah diselengarakan. Kemakmuran Masjid DT membuat Sulis tergiur untuk berkontribusi mewakafkan hartanya.

“Kalau di DT penyaluran wakafnya jelas ya. Saya melihat bagaimana masjid DT makmur oleh program-program yang telah di selenggarakan, banyak orang yang beribadah, menimba ilmu di masjid DT, jadi terlihat kemakmuran masjidnya,” tambahnya.

Era teknologi dan digitalisasi saat ini sangat mempermudah aktivitas manusia. Bahkan dalam beberapa sektor, aktivitas dapat dilakukan dengan benda di gengaman tangan saja, yakni handphone.

Sulis turut merasakan manfaat era digitalisasi saat ini. Diusianya yang telah senja, Sulis sangat terbantu dengan segala kemudahan yang ada.

Dalam berwakaf, Sulis tak perlu berlelah-lelah mengunjungi lembaga wakaf DT, ia cukup mentransfer sejumlah uang untuk ia wakafkan.

Ia berpesan kepada khalayak untuk turut berwakaf sebagai bentuk investasi abadi. Ia mengatakan, berwakaf semampunya namun istiqomahlah dalam menjalankannya.

Hal ini tidak akan membuat rugi, namun malah menjadi bekal pahala jariyah ketika kita telah tiada nanti. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Kisah Wakif DT, Istiqomah Wakaf 15 Ribu Tiap Hari Read More »

Wakaf dan Tata Kelola Isu Sosial

DAARUTTAUHIID.ORG — Jika kita memperhatikan sejarah perwakafan, terlihat bahwa wakaf yang pertama kali dilakukan adalah oleh sahabat Umar bin Khattab atas petunjuk Nabi SAW.

Kemudian diambil menjadi definisi wakaf sebagaimana yang telah dibahas diatas, adalah wakaf dalam bidang sosial ekonomi.

Mewakafkan harta sempat menjadi ibadah yang banyak dilakukan para Sahabat. Mereka berlomba-lomba memberikan hartanya kepada Allah.

Misalnya Umar yang mewakafkan sebidang tanah khaibar, hingga Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kurma kesayangannya.

Sampai-sampai Sahabat Jabir berkata: “tidaklah tersisa dari para sahabat Nabi yang memiliki kemampuan (finansial) kecuali mewakafkan hartanya”.

Wakaf yang diberikan akan membawa manfaat tersendiri bagi masyarakat. Barang berharga yang tadinya dimiliki oleh satu orang, kemudian bisa dimanfaatkan oleh orang banyak.

Misalnya ketika ada tanah yang diwakafkan untuk pembangunan masjid, maka suatu daerah yang tadinya tidak memiliki masjid kini bisa menggunakan fasilitas ibadah yang memadai.

Jika dikelola dengan baik, wakaf bisa melengkapi fasilitas bagi masyarakat sekitar, sekaligus memecahkan satu atau beberapa masalah di masyarakat. Dengan demikian, akan banyak manusia yang terbantu dan dimudahkan.

Dengan berwakaf yang digunakan untuk kepentingan umum, masyarakat akan merasakan manfaat yang luas.

Orang yang kekurangan bisa menikmati sarana-sarana publik yang lebih baik, dan orang yang lebih berada juga bisa berbagi.

Sehingga, kesenjangan sosial akan semakin kecil dan tali persaudaraan akan terasa lebih erat.

Memberikan sebagian harta untuk dimanfaatkan orang lain merupakan anjuran dari Allah agar kita memperoleh kebaikan.

Allah berfirman, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (harta sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92).

Di sisi lain, mereka yang berhasil berbuat baik juga akan memperoleh kemenangan yang hakiki. Allah berfirman, “Berbuat baiklah semoga engkau bahagia (menang).” (QS. Al-Hajj: 77).

Harta yang diwakafkan akan membantu kehidupan masyarakat jika dikelola dengan baik.

Misalnya tanah yang kemudian dibangun masjid sebagai tempat ibadah, bangunan yang diwakafkan untuk sekolah, kebun yang hasilnya diwakafkan untuk anak yatim, dan sebagainya.

Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Wakaf menjadi solusi bagi pengembangan harta produktif di tengah-tengah masyarakat dan solusi dari kerakusan pribadi dan kesewenang-wenangan pemerintah secara bersamaan.

Wakaf secara khusus dapat membantu kegiatan masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian terhadap umat, dan generasi yang akan datang.

Kegiatan sosial seperti ini telah dianjurkan dalam syariat Islam sebagai kebutuhan manusia, bukan saja terbatas pada kaum muslimin, tetapi juga bagi masyarakat non-muslim.

Pandangan Islam terhadap praktik wakaf sosial seperti ini telah lama berlangsung sepanjang sejarah Islam, bahkan bentuk dan tujuannya sangat berkembang pesat.

Maka wajar kalau jumlah wakaf banyak sekali dan menyebar di seluruh negara-negara berpenduduk mayoritas muslim yang dapat memacu angka pertumbuhan ekonomi. (Arga)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Wakaf dan Tata Kelola Isu Sosial Read More »

Wakaf Farm DT Siap Kelola 5.500 Ayam Ternak, Bentuk Produktifkan Lahan Wakaf

DAARUTTAUHIID.ORG | BANDUNG – Lahan Wakaf Produktif Daarut Tauhiid (DT) terima ribuan anak ayam untuk usaha peternakan. Lahan ini berlokasi di Kandang Ayam Paranje, Kampung Cijanggel, RT. 05, RW. 11, desa. Kertawangi, kecamatan. Cisarua, Bandung Barat.

Lahan wakaf produktif seluas 10×30 m2 di kelola menjadi lahan peternakan ayam.

Pengelola lahan Wakaf Farm DT, telah menerima sebanyak 5.500 ekor anak ayam dari PT. Aretha Nusantara Farm, pada Kamis (3/8/2023).

Ribuan anak ayam tersebut akan diternakkan dengan sistem kandang tertutup atau close house.

Sistem yang digunakan ini, yakni dengan menutup kandang secara keseluruhan, sedangkan untuk sirkulasi udara berasal dari blower.

Kandang peternakan ayam wakaf farm terdiri dari 2 lantai, sehingga jumlah blower yang digunakan sejumlah enam blower. Tiga blower untuk setiap lantainya.

Hal ini bertujuan untuk menjaga suhu tubuh anak ayam agar tetap stabil dan menunjang kesehatan ayam ternak.

Mengingat ribuan hewan ternak ini memerlukan suhu udara yang harus senantiasa terjaga, yakni maksimal 37 derajat dan minimal 23 derajat.

Peternakan ayam ini membuka peluang kerja bagi warga sekitar, sehingga menambah keberkahan dan kebermanfaatan lahan wakaf produktif.

“Mudah-mudahan dengan adanya peternakan ini bisa menambah keproduktifkan lahan wakaf, dan insyaAllah menambah pahala jariyah bagi para wakif dan pengelola,” tutur Zaenal, pengelola Wakaf Farm(Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Wakaf Farm DT Siap Kelola 5.500 Ayam Ternak, Bentuk Produktifkan Lahan Wakaf Read More »

Terus Berprogres, Pembangunan Masjid Al-Hadi DT Serua Capai 90%

DAARUTTAUHIID.ORG | TANGERANG SELATAN — Proses pembangunan Masjid Al-Hadi DT Serua masuki persentase ke-90. Masjid ini berlokasi di jalan Sukamulya, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan.

Memiliki luas 2.200m2, masjid tersebut mampu menampung sebanyak 3000 jamaah.

Masjid Al-Hadi memiliki tiga lantai, diantaranya; lantai 1 sebagai ruang serbaguna, sedangkan lantai 2 dan 3 sebagai ruang utama sholat.

Pengerjaan saat ini dalam tahap; pengecatan dinding luar dan dalam, pengerjaan kanopi untuk lantai 2 dan 3, pengerjaan dinding bagian belakang masjid, pengerjaan DPT, pengerjaan pagar lantai 2.

Masjid ini diharapkan segera rampung, karena sebagai penunjang sarana ibadah bagi para jamaah sekitar, para santri dan juga civitas Azkia Islamic School.

Masjid Al-Hadi DT Serua berada diatas Kawasan Wakaf Terpadu Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) Serua.

PDTI Serua miliki beberapa fasilitas yang telah lama beroperasi, diantaranya; asrama putra dan putri, ruang kelas putra dan putri, pos kesehatan pesantren (poskestren), ruang observasi, dapur, saung, lapangan olahraga dan lapangan parkir. (Noviana)

Redaktur: Wahid Ikhwan


DAARUTTAUHIID.ORG

Terus Berprogres, Pembangunan Masjid Al-Hadi DT Serua Capai 90% Read More »