Wakaf Daarut Tauhiid

Wakaf Produktif

Strategi Cerdas Kelola THR 2026: Tips Jitu agar Dana Lebaran Tidak Numpang Lewat

WAKAFDT.OR.ID โ€“ Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali menjadi angin segar bagi dompet menjelang Idul Fitri. Namun, tanpa kendali yang ketat, bonus tahunan ini berisiko habis dalam sekejap tanpa sisa.

Perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Soetikno, menekankan pentingnya manajemen prioritas dalam mengalokasikan dana tersebut.

Menurut Mike, baik mereka yang sudah berkeluarga maupun yang masih melajang memiliki tantangan pengeluaran yang berbeda. Langkah awal yang wajib dilakukan adalah memetakan seluruh rencana pengeluaran khas hari raya.

“Setiap rencana belanja harus diurutkan berdasarkan tingkat urgensinya. Sangat penting bagi kita untuk mengenali apa saja kebutuhan lebaran, lalu menyusun skala prioritasnya,” ujar Mike (5/3/2026).

Berikut adalah panduan alokasi THR yang bijak agar kondisi finansial tetap stabil setelah perayaan usai:

Jadikan Pos Amal sebagai Prioritas Utama

Zakat fitrah dan zakat mal adalah kewajiban yang tidak boleh terlewatkan. Mike menyarankan agar pos iniโ€”termasuk infak, sedekah, dan anggaran berbagi ke kerabatโ€”dibatasi maksimal 20-25% dari total THR.

Contoh: Jika Anda menerima THR sebesar Rp10 juta, maka alokasi maksimal untuk kebutuhan sosial dan ibadah ini adalah Rp2 juta.

Atur Anggaran Jamuan dan Hidangan Lebaran

Bagi keluarga, menyiapkan makanan khas untuk tamu adalah tradisi penting. Namun, Mike mengingatkan agar anggaran makan-makan ini tidak membengkak. Alokasi idealnya adalah sekitar 20% dari THR.

Bagi mereka yang masih single, anggaran ini biasanya lebih fleksibel. Alih-alih memasak besar, dana tersebut bisa dialihkan untuk menambah uang saku orang tua atau membantu kebutuhan dapur di kampung halaman.

Bijak dalam Membeli Busana Baru

Membeli baju baru memang sudah menjadi tradisi, tetapi Mike menegaskan bahwa ini bukan sebuah keharusan. Untuk menjaga keseimbangan neraca keuangan, disarankan alokasi untuk pakaian baru hanya berkisar di angka 10% dari dana THR yang diterima.

Amankan Masa Depan dengan Tabungan dan Investasi

Jangan habiskan seluruh THR untuk konsumsi. Sisa dana yang ada sebaiknya digunakan untuk memperkuat fondasi keuangan, seperti:

  • Dana Darurat: Targetkan saldo sebesar 6 kali pengeluaran bulanan bagi yang berkeluarga, dan 3-6 kali bagi yang lajang.
  • Investasi: Mempertebal aset produktif untuk kebutuhan jangka panjang.

Kunci utama dari pengelolaan THR bukan pada seberapa besar nominal yang diterima, melainkan pada kemampuan kita menentukan prioritas. Dengan perencanaan yang matang, sukacita Lebaran dapat dirasakan tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi di bulan-bulan berikutnya.


WAKAFDT.OR.ID

Strategi Cerdas Kelola THR 2026: Tips Jitu agar Dana Lebaran Tidak Numpang Lewat Read More ยป

Menjamin Masa Depan lewat Dana Abadi: Membedah Wakaf, Dana Publik, dan Instrumen Daerah

WAKAFDT.OR.IDDi tengah tuntutan publik terhadap riset yang relevan, pendidikan bermutu, hingga jaminan sosial yang merata, muncul tantangan besar: bagaimana memastikan semua layanan ini tetap eksis hingga 50 tahun mendatang?

Dalam dunia filantropi dan kebijakan modern, kita sering mendengar istilah wakaf, dana abadi, hingga endowment fund.

Meski semuanya memiliki prinsip serupaโ€”yakni mengunci dana pokok dan hanya menggunakan hasil pengembangannyaโ€”setiap instrumen ini memiliki akar nilai dan mekanisme tata kelola yang berbeda.

Wakaf: Pilar Etis dan Filantropi Berbasis Spiritual

Wakaf merupakan instrumen tertua dalam sejarah Islam yang memiliki dasar hukum kuat dalam UU No. 41 Tahun 2004. Wakaf didefinisikan sebagai tindakan memisahkan harta pribadi untuk kepentingan umum, baik selamanya maupun jangka waktu tertentu, demi kemaslahatan umat.

Lebih dari sekadar hukum, wakaf adalah rekayasa sosial berbasis spiritual. Poin utamanya bukan hanya konsumsi, melainkan keabadian manfaat.

Keunggulan: Memiliki motivasi transenden (ibadah) yang kuat sehingga keberlanjutannya menjadi tanggung jawab moral, bukan sekadar rasionalitas ekonomi.

Tantangan: Sering kali terbentur pada tata kelola yang kurang profesional, aset yang tidak produktif, serta transparansi yang masih perlu ditingkatkan agar dampaknya maksimal.

Dana Abadi Negara: Jaminan Keberlanjutan Fiskal

Berbeda dengan wakaf yang berasal dari inisiatif masyarakat, Dana Abadi di tingkat nasional lahir dari kebijakan pemerintah, seperti yang diatur dalam Perpres No. 111 Tahun 2021.

Dana ini dirancang untuk memastikan program strategisโ€”seperti pendidikan, riset, dan kebudayaanโ€”tetap berjalan bagi generasi mendatang tanpa menggerus modal utamanya.

Karakteristik: Sangat bergantung pada stabilitas fiskal negara dan integritas lembaga publik.

Tantangan: Konsistensi kebijakan lintas periode kepemimpinan. Karena politik sering kali bersifat jangka pendek, diperlukan kedisiplinan tinggi agar dana ini tidak tergerus oleh tekanan anggaran atau perubahan prioritas pemerintah.

Dana Abadi Daerah (DAD): Inovasi Keuangan Lokal

Instrumen ini merupakan lapisan terbaru dalam arsitektur keberlanjutan di Indonesia, sebagaimana diatur dalam UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah.

DAD memungkinkan pemerintah daerah menyisihkan surplus anggaran (SiLPA) ke dalam dana abadi guna menjaga stabilitas masa depan daerah.

Filosofi: Mengubah surplus jangka pendek menjadi investasi jangka panjang untuk belanja daerah tanpa mengurangi nilai pokoknya.

Tantangan di Lapangan: Kesenjangan kapasitas manajerial antar daerah. Tanpa pengawasan ketat, DAD berisiko menjadi sekadar formalitas politik atau instrumen pencitraan tanpa dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Memahami perbedaan antara wakaf, dana abadi nasional, dan DAD sangat penting agar masyarakat tidak sekadar terbuai oleh istilah teknis.

Keberhasilan instrumen-instrumen ini dalam menghadirkan keadilan lintas generasi sangat bergantung pada tiga pilar: kualitas kepemimpinan, profesionalisme pengelola, dan transparansi publik. (Jaharuddin, Ekonom, Universitas Muhammadiyah Jakarta)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menjamin Masa Depan lewat Dana Abadi: Membedah Wakaf, Dana Publik, dan Instrumen Daerah Read More ยป

Hangatnya Kebersamaan, Aa Gym Ingatkan Santri Karya Jaga Fisik Selama Ramadan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Keluarga besar Santri Karya (karyawan) Pesantren Daarut Tauhiid (DT) menggelar acara Buka Puasa Bersama pada Jumat (27/2/2026). Bertempat di Dome Central 5, acara ini menjadi momen penguat ukhuwah sekaligus ajang peningkatan spiritual di tengah bulan suci Ramadan.

Acara yang berlangsung dengan penuh keceriaan ini dihadiri langsung oleh pimpinan Pesantren DT, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Kehadiran beliau menambah kekhidmatan suasana, terutama saat menyampaikan pesan-pesan bernas bagi para pejuang dakwah di lingkungan DT.

Pesan Aa Gym: Sehat Fisik, Prima dalam Ibadah

Dalam tausiyahnya, Aa Gym memberikan penekanan khusus pada pentingnya menjaga amanah tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Beliau mengingatkan bahwa kualitas ibadah sangat berkaitan erat dengan kondisi fisik yang prima.

“Penting bagi kita untuk tetap menjaga kondisi fisik dengan rajin berolahraga. Selain itu, perhatikan juga asupan makanan selama Ramadan. Jangan sampai saat berbuka kita berlebihan, sehingga justru menghambat produktivitas ibadah kita,” pesan Aa Gym.

Beliau berharap para Santri Karya bisa tetap bugar sehingga tugas-tugas pelayanan kepada umat tetap berjalan maksimal meskipun sedang berpuasa.

Sebelum memasuki sesi tausiyah dan berbuka, suasana sempat riuh dengan pembagian doorprize. Sejumlah Santri Karya yang beruntung mendapatkan bingkisan menarik, yang merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama ini.

Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama secara sederhana namun penuh keberkahan, yang dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah.

Gedung Dome Central 5 yang biasanya digunakan untuk berbagai aktivitas pendidikan, sore itu berubah menjadi ruang penuh kehangatan, mencerminkan sinergi dan kebersamaan keluarga besar Daarut Tauhiid dalam meraih kemuliaan di bulan Ramadan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Hangatnya Kebersamaan, Aa Gym Ingatkan Santri Karya Jaga Fisik Selama Ramadan Read More ยป

Optimalkan Wakaf Produktif, Pujasera Sahabat Jadi Destinasi Favorit Berbuka Puasa di Bandung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Memasuki bulan suci Ramadhan, Pujasera Sahabat kembali hadir menjadi oase kuliner bagi para pemburu takjil dan menu berbuka puasa.

Salah satu unit usaha unggulan di bawah naungan Wakaf Daarut Tauhiid (DT) ini menawarkan beragam varian kudapan serta hidangan utama yang menggugah selera selama bulan penuh keberkahan ini.

Berlokasi strategis di kawasan pendidikan dan religi yang dikelilingi kampus serta pesantren, Pujasera Sahabat tidak hanya menawarkan kemudahan akses, tetapi juga suasana berbuka yang hangat dan representatif bagi mahasiswa, santri, hingga masyarakat umum.

Wujud Nyata Manfaat Wakaf Produktif

Pujasera Sahabat merupakan bukti konkret transformasi aset wakaf menjadi instrumen produktif di sektor Food and Beverage (FnB).

Melalui pengelolaan yang profesional, aset wakaf yang dititipkan oleh para wakif (pemberi wakaf) kini mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.

“Kehadiran Pujasera Sahabat adalah bentuk tanggung jawab kami dalam mengelola amanah wakaf. Kami ingin menunjukkan bahwa wakaf tidak melulu soal masjid atau makam, tetapi bisa menjadi penggerak ekonomi umat melalui sektor kuliner,” ujar perwakilan manajemen Wakaf DT.

Pemberdayaan UMKM Lokal Bandung

Selain berfungsi sebagai sarana sosial-ekonomi, pujasera ini juga berperan sebagai inkubator bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tenant-tenant yang mengisi area ini merupakan para pengusaha lokal asal Bandung yang telah dikurasi kualitasnya.

Dengan menyewa dan berjualan di aset wakaf ini, para pelaku UMKM mendapatkan akses ke lokasi yang premium sekaligus berkontribusi dalam ekosistem filantropi Islam.

Varian Menu Menarik Selama Ramadhan

Selama bulan Ramadhan, Pujasera Sahabat menyediakan berbagai pilihan menu spesial, mulai dari:

  • Kudapan Tradisional: Aneka kolak, gorengan hangat, hingga kue-kue pasar.
  • Minuman Segar: Es campur, jus buah, hingga pilihan kopi dan teh kekinian.
  • Menu Utama: Beragam nasi rames, olahan ayam, hingga hidangan khas Nusantara lainnya.

Melalui program Ramadhan ini, Wakaf DT berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan kenyamanan saat berbuka puasa, tetapi juga menyadari bahwa setiap transaksi yang terjadi di Pujasera Sahabat turut mendukung keberlangsungan dakwah dan kemandirian pesantren.

Semoga dengan berkunjung dan menikmati hidangan di sini, masyarakat dapat merasakan keberkahan dari ekosistem wakaf produktif yang mandiri dan berdaya. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Optimalkan Wakaf Produktif, Pujasera Sahabat Jadi Destinasi Favorit Berbuka Puasa di Bandung Read More ยป

Berkah Ramadan, Ruko Wakaf Produktif Daarut Tauhiid Bandung Diserbu Pengunjung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Suasana khidmat bulan suci Ramadan di Kawasan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung terasa semakin hidup dengan geliat ekonomi syariah di sepanjang pertokoannya.

Ruko-ruko yang dikelola oleh Wakaf Daarut Tauhiid terpantau selalu ramai dipadati pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Berlokasi di area strategis pesantren, ruko-ruko ini menjadi destinasi favorit bagi jemaah maupun warga sekitar untuk berburu kebutuhan ibadah. Berbagai produk tersedia lengkap, mulai dari:

  • Busana Muslim: Gamis, koko, dan kerudung kekinian.
  • Perlengkapan Salat: Peci, sajadah, hingga mukena.
  • Literasi Islami: Buku-buku agama dan Mushaf Al-Qur’an.
  • Produk Kesehatan: Madu murni, habbatussauda, dan produk herbal lainnya.

Peningkatan Omzet dan Harapan Pedagang

Salah satu penyewa ruko, Enjang, mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan volume pembeli selama bulan suci ini. Menurutnya, antusiasme masyarakat tahun ini sangat terasa dampaknya terhadap penjualan.

“Alhamdulillah, selama Ramadan pengunjung jauh lebih ramai dari hari biasanya. Harapannya sih setelah Ramadan selesai, suasana tetap ramai dan berkah seperti ini, insyaAllah,” tutur Enjang saat ditemui di sela-sela melayani pelanggan.

Mengenal Wakaf Produktif DT

Keberadaan ruko-ruko ini bukan sekadar deretan toko biasa. Area komersial tersebut berada di bawah koordinasi Wakaf Produktif, sebuah divisi yang mengelola berbagai unit usaha di bawah naungan Wakaf Daarut Tauhiid.

Sistem wakaf produktif ini memungkinkan aset wakaf dikelola secara profesional untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi.

Keuntungan dari pengelolaan unit usaha ini nantinya akan disalurkan kembali untuk mendukung program-program dakwah, pendidikan, dan sosial di Pesantren Daarut Tauhiid.

Fenomena ramainya ruko DT di bulan Ramadan ini menjadi bukti nyata bahwa ekonomi umat dapat tumbuh subur melalui pengelolaan wakaf yang amanah dan produktif. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Berkah Ramadan, Ruko Wakaf Produktif Daarut Tauhiid Bandung Diserbu Pengunjung Read More ยป

Jawa Tengah Targetkan Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Unggulan pada 2027

WAKAFDT.OR.ID | SEMARANG โ€“ Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tengah tancap gas mempersiapkan diri untuk menjadi destinasi pariwisata ramah Muslim pada tahun 2027.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat sektor ekonomi syariah yang menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jateng, Hanung Triyono, mengungkapkan bahwa agenda ini selaras dengan visi Gubernur dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan.

“Kami menargetkan pada 2027 mendatang, ekosistem pariwisata ramah Muslim di Jawa Tengah sudah mapan dan beroperasi secara maksimal,” tutur Hanung dalam Rapat Koordinasi di Semarang, Kamis (12/2).

Memahami Konsep “Ramah Muslim”

Terdapat poin penting dalam pengembangan ini: Pemprov Jateng menekankan penggunaan istilah “Pariwisata Ramah Muslim”, bukan “Pariwisata Halal”. Apa perbedaannya?

Direktur Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jateng, Nyata Nugraha, menjelaskan bahwa konsep ramah Muslim lebih inklusif:

Bukan Pelarangan Total: Pelaku usaha masih diperbolehkan menjual produk non-halal, asalkan dipisahkan dengan jelas dari produk halal.

Fokus Fasilitas: Inti dari konsep ini adalah menjamin ketersediaan fasilitas dasar bagi pelancong Muslim, seperti makanan bersertifikasi halal, tempat ibadah (musala) yang bersih, serta petunjuk arah kiblat di kamar penginapan.

Langkah Nyata dan Daerah Percontohan

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah provinsi mulai memperkuat halal value chain. Sertifikasi halal untuk produk UMKM di sektor makanan dan minuman terus digenjot guna memberikan rasa aman bagi wisatawan.

Beberapa daerah di Jawa Tengah pun tercatat sudah mulai menerapkan konsep ini lebih awal, di antaranya: Wonosobo, Temanggung, Karanganyar.

Membidik Pasar Internasional

Selain wisatawan domestik, pengembangan ini juga melirik potensi besar wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah. Dengan fasilitas yang sesuai standar kebutuhan Muslim, diharapkan daya tarik pariwisata Jawa Tengah di kancah global akan meningkat tajam.

Pemprov Jateng kini fokus pada standardisasi layanan dan promosi masif agar pada tahun 2027, provinsi ini benar-benar siap menyambut tren wisata religi dan keluarga berskala internasional. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Jawa Tengah Targetkan Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Unggulan pada 2027 Read More ยป

Transformasi Wakaf Produktif: Dari Tradisional Menuju Pilar Ekonomi Umat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG โ€“ Tren pengelolaan wakaf di Indonesia tengah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Jika dulu wakaf identik dengan aset “diam” seperti masjid, madrasah, dan makam (3M), kini instrumen wakaf produktif muncul sebagai motor penggerak ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

Pemerintah melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus mendorong optimalisasi aset wakaf agar memiliki nilai tambah ekonomi. Salah satu role model yang dinilai sukses mengelola ekosistem ini adalah Pesantren Daarut Tauhiid (DT) di bawah bimbingan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Daarut Tauhiid: Menjadikan Aset Wakaf Sebagai Mesin Ekonomi

Melalui lembaga Wakaf DT, pesantren ini telah membuktikan bahwa aset pemberian umat dapat dikelola secara profesional layaknya korporasi, namun dengan tujuan akhir untuk kemaslahatan sosial. Berikut adalah beberapa sektor utama wakaf produktif yang telah berjalan sukses di Daarut Tauhiid:

1. Sektor Agribisnis dan Peternakan

DT mengelola ekosistem pangan dari hulu ke hilir. Wakaf produktif di sektor ini meliputi:

  • Peternakan Ayam: Menyuplai kebutuhan protein masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi agribisnis.
  • Peternakan Kambing dan Domba: Fokus pada penyediaan hewan kurban dan kebutuhan aqiqah berkualitas.
  • Pertanian: Pengelolaan lahan produktif untuk berbagai komoditas pangan.

2. Sektor Food & Beverage (F&B)

Kehadiran lini bisnis kuliner DT kini telah tersebar di berbagai kota. Bentuknya bervariasi mulai dari:

  • Pujasera (Food Court): Menjadi wadah bagi UMKM untuk berkembang di bawah naungan manajemen wakaf.
  • Rumah Makan dan Cafe: Menghadirkan tempat makan representatif yang seluruh keuntungan operasionalnya kembali untuk biaya operasional pesantren dan program dakwah.

3. Sektor Properti Komersial

Optimalisasi lahan strategis dilakukan dengan membangun aset properti yang memiliki nilai sewa tinggi:

  • Kosan: Menyasar segmen mahasiswa dan pekerja di sekitar area pesantren.
  • Ruko (Rumah Toko): Disewakan untuk berbagai unit usaha ritel yang menguatkan ekosistem ekonomi syariah di lingkungan sekitar.

Hasil dari pengelolaan unit usaha di atas tidak masuk ke kantong pribadi, melainkan dialokasikan secara transparan untuk:

  • Beasiswa pendidikan bagi santri penghafal Quran.
  • Biaya operasional infrastruktur pesantren.
  • Bantuan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat dhuafa.

Langkah yang diambil Daarut Tauhiid ini menjadi bukti nyata bahwa jika dikelola dengan profesionalisme tinggi dan transparansi, wakaf dapat menjadi solusi atas ketergantungan pada donasi konvensional.

“Wakaf produktif adalah tentang bagaimana kita memastikan aset umat tidak berhenti menjadi bangunan saja, tapi menjadi ‘pabrik pahala’ yang terus mengalirkan manfaat finansial bagi dakwah,” pungkas perwakilan manajemen Wakaf DT. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Transformasi Wakaf Produktif: Dari Tradisional Menuju Pilar Ekonomi Umat Read More ยป

Optimalkan Aset Umat, Yayasan DT Tinjau Wakaf Produktif Sate Hartono Kartasura

WAKAFDT.OR.ID | SUKOHARJO โ€“ Dalam upaya memastikan keberlanjutan dan kemanfaatan aset umat, Pengurus Yayasan Daarut Tauhiid (DT) bersama tim Wakaf Produktif melakukan kunjungan lapangan ke wilayah Solo Raya pada Selasa (10/2/2026).

Salah satu agenda utama adalah meninjau aset wakaf yang berlokasi di Jl. A. Yani No.130, Dusun III, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Peninjauan ini bertujuan untuk memantau langsung pemanfaatan aset agar tetap berjalan produktif, baik dari sisi bisnis maupun dampak sosial bagi masyarakat luas. Saat ini, aset strategis tersebut dikelola melalui skema kerja sama dengan rumah makan Sate Hartono Kartasura.

Sinergi untuk Pendidikan Al-Quran

Manager Wakaf Produktif, Riyadi Suryana, menyatakan rasa syukurnya atas keberlangsungan kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi ini menciptakan ekosistem kebaikan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh para penghafal Al-Quran.

“Alhamdulillah, kerja sama ini memberikan kebaikan tidak hanya bagi kedua belah pihak, namun juga bagi umat secara luas. Salah satunya adalah santri Baitul Quran (BQ) di wilayah Solo Raya,” ujar Riyadi.

Sebagai bentuk komitmen sosial, sebesar 5% dari keuntungan rumah makan Sate Hartono disalurkan melalui Wakaf DT. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk membiayai operasional santri Baitul Quran, sehingga setiap pelanggan yang makan di tempat ini secara tidak langsung turut berkontribusi dalam pendidikan santri.

Keberlanjutan dan Pengembangan ke Depan

Selain memantau operasional, kunjungan ini juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan memperpanjang masa kerja sama.

Pihak Yayasan DT dan pengelola melakukan tinjauan (review) mendalam untuk menyusun strategi pengembangan kerja sama di masa depan agar nilai manfaat ekonomi dan nilai dakwahnya semakin meningkat.

Dengan adanya peninjauan rutin ini, Wakaf DT berkomitmen untuk terus menjaga amanah para wakif melalui pengelolaan aset yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Optimalkan Aset Umat, Yayasan DT Tinjau Wakaf Produktif Sate Hartono Kartasura Read More ยป

Perkuat Ekonomi Umat, Yayasan DT Tinjau Berbagai Aset Wakaf Produktif di Jawa Tengah

WAKAFDT.OR.ID | SOLO RAYA โ€“ Dalam upaya menjaga amanah dan mengoptimalkan potensi umat, Pengurus Yayasan Daarut Tauhiid (DT) bersama tim Wakaf Produktif melaksanakan rangkaian peninjauan aset serta mitra kerja sama di beberapa titik strategis di Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 9-10 Februari 2026, ini mencakup wilayah Magelang, Klaten, Sragen, Solo, hingga Boyolali.

Peninjauan ini merupakan bentuk komitmen Yayasan DT dalam memastikan bahwa setiap aset wakaf yang dikelola tidak hanya terjaga secara fisik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Diversifikasi Sektor Wakaf Produktif

Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau berbagai sektor usaha yang dikelola secara produktif. Keberagaman lini bisnis ini menunjukkan fleksibilitas dana wakaf dalam memasuki berbagai sektor ekonomi, di antaranya:

  • Sektor Peternakan: Mitra kandang kambing dan domba.
  • Sektor Kuliner: Rumah makan Rawon dan rumah makan Sate.
  • Sektor Perdagangan & Industri: Trading besi dan penggilingan padi.

Langkah diversifikasi ini diambil untuk memastikan dana wakaf dapat terus berkembang melalui ekosistem bisnis yang sehat dan beragam.

Amanah Muwakif dan Dampak Sosial

Kegiatan ini bertujuan utama untuk memastikan aset wakaf dikelola secara profesional dan produktif. Sebagai lembaga yang menerima titipan dana dari para muwakif (pewakaf), Wakaf DT memegang tanggung jawab besar untuk mengoptimalkan dana tersebut agar terus bertumbuh.

“Peninjauan ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada para muwakif. Kami ingin memastikan dana wakaf yang dititipkan mampu dioptimalkan melalui kerja sama yang produktif, sehingga hasilnya dapat memberi dampak positif yang lebih luas bagi umat,” ungkap Riyadi, Manager Wakaf Produktif.

Melalui produktivitas aset-aset ini, diharapkan hasil keuntungan yang didapatkan dapat dialokasikan kembali untuk mendukung berbagai program dakwah, pendidikan, dan sosial yang dikelola oleh Yayasan Daarut Tauhiid. Dengan manajemen yang transparan dan akuntabel, Wakaf DT optimis aset-aset di wilayah Jawa Tengah ini akan menjadi pilar penggerak ekonomi umat yang kokoh. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Perkuat Ekonomi Umat, Yayasan DT Tinjau Berbagai Aset Wakaf Produktif di Jawa Tengah Read More ยป

Sinergi Berkah: Sate Hartono Kartasura dan Wakaf DT Biayai Santri Melalui Kuliner

WAKAFDT.OR.ID | SUKOHARJO โ€“ Sebuah kolaborasi apik antara dunia bisnis kuliner dan lembaga filantropi kembali hadir di wilayah Solo Raya. Wakaf Daarut Tauhiid (DT) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sate Hartono Kartasura dalam upaya optimalisasi aset wakaf serta pemberdayaan umat.

Rumah makan yang berlokasi di Jl. A. Yani No.130, Dusun III, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo ini bukan sekadar tempat makan biasa. Lahan yang digunakan merupakan aset wakaf yang dikelola secara produktif dengan sistem sewa, memberikan nilai manfaat ekonomi bagi pengembangan program-program dakwah.

Makan Sate Sekaligus Berwakaf

Yang menarik dari kerja sama ini adalah komitmen sosial yang tertuang dalam setiap porsinya. Yudi, selaku pemilik (owner) Sate Hartono, menyampaikan bahwa sebesar 5% dari total hasil penjualan disalurkan melalui Wakaf DT.

“Kami ingin usaha ini tidak hanya mengejar profit semata, tapi juga ada nilai jariyahnya. Hasil 5% tersebut kami titipkan melalui Wakaf DT untuk membiayai operasional santri Baitul Quran di wilayah Solo Raya,” ujar Yudi saat ditemui pada (10/2/2026).

Putaran Ekonomi yang Menjanjikan

Bisnis sate ini menunjukkan performa yang impresif. Dengan omzet bulanan yang menyentuh angka Rp80 juta hingga Rp100 juta, Sate Hartono menjadi bukti bahwa pengelolaan aset wakaf secara profesional dapat menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.

Dalam operasional harian, rumah makan ini mampu mengolah hingga 2 ekor domba setiap harinya. Tak hanya itu, keberadaan usaha ini juga memberikan dampak sosial langsung berupa lapangan pekerjaan bagi 7 orang karyawan yang merupakan warga sekitar.

Membangun Ekosistem Kebaikan

Langkah yang diambil Sate Hartono dan Wakaf DT ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para pengusaha lain di Solo Raya. Konsep “Bisnis Jalan, Jariyah Lancar” membuktikan bahwa sektor swasta dan lembaga wakaf bisa berjalan beriringan untuk mendukung pendidikan Al-Quran.

Bagi sahabat yang sedang melintasi area Kartasura, mencicipi sajian Sate Hartono kini memiliki makna lebih: menikmati kuliner lezat sekaligus ikut andil dalam mencetak generasi penghafal Al-Quran. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sinergi Berkah: Sate Hartono Kartasura dan Wakaf DT Biayai Santri Melalui Kuliner Read More ยป