Wakaf Daarut Tauhiid

Pesantren Daarut Tauhiid

Dekapan Al-Qur’an dan Mimpi Sang “Komandan” Cilik dari Meunasa Mancang

WAKAFDT.OR.ID | PIDIE JAYA — Di sela reruntuhan sisa bencana yang belum sepenuhnya hilang di Kabupaten Pidie Jaya, sebuah pemandangan hangat tersaji pada Ahad (4/1/2026) siang.

Hafis Ramadhan, bocah kelas 3 SD yang duduk di bangku MIN 4 Pidie Jaya, tampak tak berhenti menyunggingkan senyum. Di pelukannya, sebuah mushaf Al-Qur’an baru dari Wakaf DT ia dekap erat-erat.

Bagi Hafis dan kawan-kawannya di Desa Meunasa Mancang, Kecamatan Meurah Dua, kehadiran Al-Qur’an tersebut bukan sekadar tumpukan kertas.

Di tengah keterbatasan hidup di pengungsian pascabencana, kitab suci ini adalah simbol harapan sekaligus pemantik api semangat untuk kembali meramaikan pengajian.

“Siap, Komandan!”

Momen pembagian bantuan tersebut berubah menjadi haru sekaligus mengagumkan saat Hafis berbincang dengan para relawan. Di balik tubuh kecilnya, tersimpan cita-cita yang gagah. Tanpa ragu, ia mengungkapkan impiannya untuk menjaga negeri.

“Cita-cita saya ingin menjadi tentara,” ucap Hafis dengan nada bicara yang tegas dan penuh keyakinan.

Seolah ingin membuktikan keseriusannya, Hafis tiba-tiba berdiri tegak. Dengan tangan kanan, ia memberikan posisi hormat yang sempurna—sebuah gerak sigap layaknya prajurit profesional. Sementara itu, tangan kirinya tetap setia mendekap Al-Qur’an di dada.

“Siap, Komandan!” serunya lantang, memecah suasana sunyi di lokasi pengungsian dan membuat para relawan yang hadir berdecak kagum.

Membangun Mental di Tengah Keterbatasan

Melihat kobaran semangat tersebut, para relawan tak melewatkan kesempatan untuk menitipkan pesan bermakna. Mereka mengingatkan Hafis bahwa menjadi seorang prajurit tak hanya butuh fisik yang kuat, tapi juga landasan spiritual yang kokoh.

“Masya Allah, semoga cita-citanya terwujud ya, Hafis. Kuncinya harus rajin sekolah, jangan tinggal salat, dan yang paling penting, selalu berbakti kepada orang tua,” pesan salah satu relawan dengan lembut.

Program penyaluran Al-Qur’an ini merupakan bagian dari misi pemulihan psikososial yang dijalankan Wakaf DT bersama DT Peduli. Fokusnya bukan hanya pada bantuan fisik, melainkan menjaga kesehatan mental dan optimisme anak-anak di wilayah terdampak bencana.

Melalui lembaran-lembaran mushaf baru ini, diharapkan anak-anak Pidie Jaya seperti Hafis tetap memiliki pegangan teguh. Meski badai bencana sempat mengguncang tanah kelahiran mereka, mimpi-mimpi besar—seperti menjadi tentara yang religius—harus tetap tegak berdiri. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Dekapan Al-Qur’an dan Mimpi Sang “Komandan” Cilik dari Meunasa Mancang Read More »

Banjir Telah Menghanyutkan Harta Benda, Namun Tidak Dengan Iman

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA – Di tengah hamparan sisa lumpur dan dinding rumah yang masih basah akibat terjangan banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatera, ada pemandangan yang menyentuh hati.

Di antara tumpukan bantuan logistik berupa beras dan pakaian, para relawan DT Peduli tampak menggendong kotak-kotak kayu berisi “harta karun” yang sangat dinanti warga: Mushaf Al-Qur’an.

Hingga hari ini, Lembaga Wakaf DT bersama tim relawan lapangan masih terus menyisir titik-titik terdalam pemukiman warga untuk memastikan distribusi Al-Qur’an sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.

Bukan Sekadar Pangan, Tapi Ketenangan Jiwa

Seringkali dalam masa darurat bencana, bantuan terfokus pada kebutuhan fisik seperti makanan, obat-obatan, dan pakaian. Namun, temuan tim di lapangan mengungkapkan fakta lain yang tak kalah menyentuh.

Banyak warga yang kehilangan harta bendanya, termasuk kitab suci Al-Qur’an yang rusak terendam air atau hanyut terbawa arus.

“Saat kami datang, banyak warga yang bercerita bahwa mereka ingin mengaji untuk menenangkan diri di pengungsian, tapi Al-Qur’an mereka sudah hancur tertutup lumpur. Ternyata, kebutuhan ruhani sama besarnya dengan kebutuhan jasmani,” ujar salah satu relawan di lokasi distribusi.

Langkah Kaki Relawan di Medan Sulit

Pendistribusian ini bukanlah perkara mudah. Dengan medan yang masih sulit dijangkau akibat akses jalan yang rusak, para relawan harus berjalan kaki melewati genangan air dan tanah licin demi mengantarkan amanah para muwakif.

Setiap mushaf yang dibagikan menjadi simbol harapan baru. Bagi anak-anak di pengungsian, kehadiran Al-Qur’an baru ini berarti mereka bisa kembali belajar mengaji di tengah keterbatasan. Bagi para orang tua, ini adalah teman setia untuk memanjatkan doa-doa kekuatan di masa sulit.

Amanah yang Terus Mengalir

Program pendistribusian ini merupakan bagian dari komitmen Wakaf DT untuk menyalurkan manfaat wakaf secara produktif dan tepat sasaran.

Melalui sinergi dengan DT Peduli, pendistribusian ini dipastikan menjangkau masyarakat (mauquf alaih) yang benar-benar membutuhkan dukungan moral pascabencana.

Banjir mungkin telah menghanyutkan harta benda, namun tidak dengan iman mereka. Dengan mushaf yang baru, semangat untuk bangkit kembali menyala di sanubari warga Sumatera. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Banjir Telah Menghanyutkan Harta Benda, Namun Tidak Dengan Iman Read More »

Transformasi Kemandirian Umat: Wakaf DT Optimalkan Sektor Riil Melalui Wakaf Produktif

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid (DT) terus melakukan terobosan dalam pengelolaan dana umat. Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik masjid dan madrasah, kini Wakaf DT semakin masif mengembangkan skema Wakaf Produktif.

Program ini menyasar sektor-sektor strategis yang dikelola secara profesional untuk menghasilkan surplus berkelanjutan bagi kemaslahatan masyarakat.

Ekspansi Bisnis dari Hulu ke Hilir

Wakaf produktif yang dikelola oleh Lembaga Wakaf DT saat ini mencakup berbagai sektor ekonomi riil yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Beberapa lini bisnis utama yang tengah dijalankan meliputi:

  • Sektor Peternakan: Pengelolaan ternak ayam, kambing, dan sapi yang dikelola secara modern.
  • Sektor Pertanian & Perkebunan: Pemanfaatan lahan wakaf untuk ketahanan pangan.
  • Food & Beverage (F&B): Unit usaha kuliner yang kompetitif di pasar.
  • Layanan Air Minum Isi Ulang: Penyediaan air bersih berkualitas dengan harga terjangkau.
  • Properti & Perumahan: Pengembangan aset properti yang bernilai ekonomi tinggi.

Mekanisme: Dari Dana Umat Kembali ke Umat

Konsep dasar dari program ini adalah mengalokasikan dana wakaf sebagai modal kerja untuk menjalankan bisnis-bisnis tersebut.

Berbeda dengan wakaf konvensional yang bersifat statis, wakaf produktif diputar dalam roda ekonomi sehingga nilai pokoknya tetap terjaga sementara keuntungan (surplus) darinya terus mengalir.

Hasil dari pengelolaan bisnis produktif ini kemudian disalurkan kembali untuk berbagai kepentingan umat, di antaranya:

  • Pembangunan Fasilitas Umum: Perbaikan jalan, jembatan, dan sarana ibadah.
  • Tanggap Bencana: Bantuan cepat bagi korban bencana alam.
  • Kesejahteraan Mauquf Alaih: Pemberdayaan ekonomi keluarga prasejahtera dan pembiayaan kebutuhan sosial lainnya.

Membangun Peradaban Melalui Wakaf

Melalui program ini, Lembaga Wakaf DT mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak sekadar berdonasi, tetapi berinvestasi untuk akhirat.

Wakaf produktif dinilai menjadi kunci kemandirian umat di masa depan, di mana aset wakaf mampu membiayai kebutuhan sosial secara mandiri tanpa harus terus bergantung pada donasi baru.

Dengan wakaf produktif, satu rupiah yang diwakafkan hari ini akan terus bekerja menghasilkan manfaat yang tidak terputus bagi mereka yang membutuhkan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Transformasi Kemandirian Umat: Wakaf DT Optimalkan Sektor Riil Melalui Wakaf Produktif Read More »

Gen Z Memimpin Literasi Al-Qur’an: Wakaf DT Perkuat Momentum Lewat Sebaran Mushaf Nasional

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA – Anggapan bahwa generasi muda mulai menjauh dari nilai-nilai spiritual kini resmi terbantahkan. Berdasarkan Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam 2025 yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Alvara Strategic Research, Generasi Z (Gen Z) justru mencatatkan diri sebagai kelompok dengan tingkat toleransi tertinggi dan kemampuan membaca Al-Qur’an terbaik di Indonesia.

Data tersebut menunjukkan bahwa indeks kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil pada Gen Z mencapai angka 56,29, melampaui generasi Milenial dan Baby Boomers. Temuan ini menjadi angin segar sekaligus sinyal bagi lembaga filantropi Islam seperti Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT) untuk terus mengawal tren positif ini melalui program berkelanjutan.

Menjawab Tantangan Buta Aksara Al-Qur’an

Meskipun Gen Z menunjukkan performa literasi yang unggul, tantangan besar masih membentang di berbagai pelosok Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang minim akses terhadap fasilitas pendidikan agama. Menanggapi data Kemenag tersebut, Wakaf DT semakin masif menggulirkan program Wakaf Mushaf Al-Qur’an.

Program ini bukan sekadar membagikan buku, melainkan sebuah upaya sistematis untuk:

– Menghapus Buta Baca Tulis Al-Qur’an: Menyediakan sarana utama belajar bagi masyarakat di daerah terpencil, mualaf, hingga santri yatim.

– Mendukung Budaya Tartil: Sejalan dengan temuan Kemenag, Wakaf DT ingin memastikan kualitas bacaan masyarakat meningkat dengan menyediakan mushaf yang standar dan layak.

– Penguatan Spiritual di Wilayah Bencana: Seperti distribusi 10.000 mushaf di Sumatera baru-baru ini, wakaf ini menjadi instrumen pemulihan batin bagi korban terdampak musibah.

Sinergi Data dan Aksi Nyata

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menekankan bahwa penguatan literasi kitab suci pada generasi muda harus menjadi karakter permanen bangsa. Wakaf DT mengambil peran ini melalui skema wakaf yang memfasilitasi para dermawan untuk berkontribusi secara langsung dalam menyediakan “senjata” literasi bagi generasi mendatang.

“Capaian literasi Al-Qur’an yang tinggi pada Gen Z adalah modal besar. Namun, kita tidak boleh abai terhadap mereka yang belum memiliki akses terhadap mushaf yang layak. Di sinilah program Wakaf Mushaf hadir sebagai jembatan,” ungkap perwakilan tim Wakaf DT.

Investasi Jariyah untuk Peradaban

Melalui program Wakaf Mushaf Al-Qur’an, setiap lembar yang dibaca oleh para penghafal Al-Qur’an dan masyarakat di pelosok akan menjadi pahala jariyah bagi para muwakif. Di tengah optimisme hasil survei tahun 2025 ini, Wakaf DT mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan tidak ada lagi saudara kita yang tertinggal dalam mengenal kalam Ilahi karena ketiadaan fasilitas.

Mari beraksi nyata. Dukung gerakan hapus buta huruf Al-Qur’an bersama Wakaf DT. Setiap mushaf yang sahabatwakafkan adalah investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih religius dan toleran. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Gen Z Memimpin Literasi Al-Qur’an: Wakaf DT Perkuat Momentum Lewat Sebaran Mushaf Nasional Read More »

Memulihkan Asa di Tanah Sumatera: Jejak Cahaya Wakaf DT untuk Korban Banjir

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera—mulai dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh—bukan sekadar menyisakan duka fisik, melainkan juga tantangan spiritual bagi para penyintas.

Di tengah surutnya air yang menyisakan lumpur, harapan mulai dipupuk kembali melalui aksi nyata Lembaga Wakaf Daarut Tauhiid (Wakaf DT).

Menghidupkan Spiritual di Tengah Musibah

Sebagai langkah awal pemulihan aspek spiritual, Wakaf DT telah mendistribusikan 10.000 mushaf Al-Qur’an ke titik-titik terdampak di tiga provinsi tersebut.

Berkolaborasi dengan tim lapangan DT Peduli, penyaluran ini bertujuan agar masyarakat tetap memiliki pegangan batin dan cahaya literasi Al-Qur’an meski sedang dalam masa sulit.

Membangun Kembali yang Telah Runtuh

Komitmen Wakaf DT tidak berhenti pada bantuan darurat. Fokus utama justru terletak pada masa pascabencana.

Mengingat banyaknya fasilitas umum yang rusak, Wakaf DT telah merancang program jangka panjang untuk ikut serta dalam pembangunan kembali daerah terdampak.

Target pembangunan difokuskan pada pusat peradaban umat, seperti masjid, guna mengembalikan fungsi tempat ibadah sebagai pusat kekuatan komunitas.

Madrasah Quran, juga menjadi perhatian guna memastikan anak-anak di wilayah bencana tidak kehilangan akses pendidikan agama yang layak.

Inovasi Kemanusiaan: “Cash Wakaf for Humanity”

Untuk memastikan bantuan ini berkelanjutan, Wakaf DT mengandalkan instrumen program “Cash Wakaf for Humanity”.

Ini merupakan sebuah terobosan di mana wakaf tunai yang dihimpun dari para muwakif (pewakaf) tidak langsung habis digunakan, melainkan dioptimalisasikan melalui sektor wakaf produktif.

Hasil atau surplus dari pengelolaan wakaf produktif inilah yang kemudian disalurkan secara konsisten untuk membantu korban banjir di Sumatera, bahkan menjangkau daerah-daerah lain di Indonesia yang membutuhkan bantuan serupa.

Dengan pola ini, satu kali berwakaf bisa memberikan manfaat yang terus mengalir tanpa terputus.

“Melalui wakaf produktif, kita tidak hanya memberikan ‘ikan’ untuk hari ini, tapi membangun ‘kolam’ yang hasilnya bisa terus menghidupi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah secara berkelanjutan.”

Mari Menjadi Bagian dari Solusi

Dukungan sahabat adalah energi bagi mereka untuk bangkit. Melalui program Cash Wakaf for Humanity, setiap rupiah yang sahabat wakafkan akan menjadi bangunan fisik yang kokoh dan pahala yang terus mengalir. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memulihkan Asa di Tanah Sumatera: Jejak Cahaya Wakaf DT untuk Korban Banjir Read More »

Ketulusan di Balik Gerimis Cigugur: Jejak Santri di Masjid Al-Amin

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Sore itu, Kamis (11/12/2025), langit di atas Kampung Kebon Hui, Desa Cigugur Girang, tampak melankolis. Rintik hujan yang jatuh membasahi halaman Masjid Al-Amin tak menyurutkan kehangatan yang tercipta di dalamnya.

Di sela-sela hawa sejuk pegunungan, suara riuh rendah anak-anak mengeja huruf hijaiyah memecah keheningan. Mereka tidak sendirian. Ada wajah-wajah baru yang mendampingi—para santri kelas 9B SMP DTBS Putra.

Kehadiran mereka di sana bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari Program Khidmat Masyarakat (PKM) yang kini telah memasuki hari keempat.

Di dalam TPA yang bersahaja itu, para santri bertransformasi menjadi sosok kakak sekaligus guru. Dengan penuh kesabaran, mereka menuntun jemari mungil anak-anak warga sekitar menunjukkan alif, ba, dan ta. Tak ada jarak yang terasa; yang ada hanyalah transfer ilmu dan kasih sayang.

Bagi M. Razan Narendra, salah satu santri peserta PKM, momen ini adalah ajang pembuktian atas apa yang selama ini ia serap di dinding pesantren.

“Rasanya bahagia sekali bisa berbagi apa yang kami pelajari di pondok langsung kepada adik-adik di sini,” ungkap Razan dengan binar mata yang antusias.

Pengabdian para santri ternyata melampaui papan tulis dan buku Iqra. Saat jam mengajar usai, mereka tak segan menyingsingkan lengan baju.

Menyapu sudut-sudut masjid hingga bahu-membahu bersama warga menjaga kebersihan lingkungan menjadi rutinitas yang mereka jalani dengan ikhlas.

Bagi mereka, PKM adalah sekolah kehidupan yang sesungguhnya. Pelajaran tentang gotong royong dan ketulusan tidak ditemukan dalam lembar ujian, melainkan dalam interaksi nyata dengan masyarakat.

Empat hari berlalu, namun jejak yang ditinggalkan terasa begitu dalam. Razan berharap, semangat menebar manfaat ini tidak berhenti saat program PKM berakhir. Ia memandang kegiatan ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama.

“Harapanku, semoga aku bisa terus menjadi pribadi yang lebih baik dan konsisten mengajarkan ilmu di mana pun aku berada. Semoga ini menjadi ibadah yang diterima,” pungkasnya penuh harap.

Di bawah langit Cigugur yang masih menyisakan rintik, para santri ini telah membuktikan satu hal: bahwa ilmu akan jauh lebih bercahaya saat ia dibagikan dengan hati yang tulus. (NOV/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Ketulusan di Balik Gerimis Cigugur: Jejak Santri di Masjid Al-Amin Read More »

Aa Gym: Menghadapi Aib, Antara Penilaian Makhluk dan Kasih Sayang Khaliq

WAKAFDT.OR.IDSahabat-sahabatku sekalian. Pernah tidak kita merasa gelisah, hati tidak tenang, hanya karena takut “borok” kita ketahui orang lain? Jujur saja, itu manusiawi.

Kita semua punya rasa malu, tidak mau kekurangan atau masa lalu kita yang kelam jadi tontonan orang. Rasanya kita ingin sekali menutup rapat-rapat pintu rahasia itu, supaya tetap terlihat “shaleh” atau “baik” di mata manusia.

Tapi coba kita tanya ke hati nurani yang paling dalam: Kalau aib itu akhirnya terbongkar, itu musibah atau karunia?

Fokus pada Penilaian Siapa?

Ternyata, masalahnya sering kali ada pada fokus kita. Kita ini terlalu sibuk memikirkan “Apa kata orang?” tapi lupa bertanya “Apa kata Allah?”. Kita takut dijauhi manusia, tapi tidak takut dijauhi rahmat Allah.

Ingatlah sahabatku, tidak ada manusia yang sempurna. Hanya para Nabi yang maksum, yang dijaga langsung oleh Allah dari dosa. Kita? Kita ini cuma hamba yang banyak salahnya.

Kalau sekarang kita masih terlihat terhormat, itu bukan karena kita hebat, tapi karena Allah masih sangat baik menutupi aib-aib kita. Kalau saja Allah buka satu saja kotoran hati kita, mungkin tidak akan ada yang mau duduk di dekat kita hari ini.

Allah Maha Menyaksikan

Hadirkan dalam hati, Allah itu Al-Alim, Maha Mengetahui. Mau kita sembunyikan di lubuk hati yang paling gelap sekalipun, Allah tahu. Setiap maksiat yang kita lakukan, tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya.

Maka, daripada capek-capek bersandiwara di depan manusia, lebih baik kita sibuk memperbaiki diri di hadapan Allah Ta’ala.

Lalu, bagaimana kalau dosa kita sudah segunung? Bagaimana kalau aib kita sudah terlanjur banyak?

Sahabatku, jangan putus asa. Allah itu Maha Baik. Selama nafas masih ada, pintu taubat itu terbuka lebar, selebar-lebarnya.

Allah sudah berjanji dalam Al-Qur’an, siapa pun yang pernah berbuat zalim pada dirinya sendiri lalu mau sujud memohon ampun, Allah akan terima. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  • Jangan tunda lagi: Kita tidak tahu kapan jatah usia kita habis.
  • Segera bertaubat: Sebelum menyesal di saat waktu sudah berhenti.

Mari kita manfaatkan sisa umur ini untuk benar-benar pulang kepada-Nya. Jangan sampai kita mati dalam keadaan membawa topeng di hadapan manusia, tapi membawa tumpukan dosa di hadapan Allah. Wallahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Menghadapi Aib, Antara Penilaian Makhluk dan Kasih Sayang Khaliq Read More »

DT Peduli Bersama Wakaf DT Salurkan Al-Qur’an ke Masjid dan Rumah Tahfidz Terdampak Banjir

WAKAFDT.OR.ID | SUMATERA BARAT — DT Peduli Sumatera Barat menyalurkan bantuan Al-Qur’an dari Wakaf DT ke sejumlah masjid dan rumah tahfidz yang terdampak banjir di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Penyaluran ini merupakan bagian dari ikhtiar pemulihan sarana ibadah dan pendidikan Al-Qur’an pascabencana banjir yang melanda tiga wilayah di Pulau Sumatera.

Banjir yang melanda beberapa daerah di Sumatera Barat mengakibatkan kerusakan pada fasilitas masjid dan rumah tahfidz, termasuk mushaf Al-Qur’an yang rusak dan tidak dapat digunakan.

Melihat kondisi tersebut, DT Peduli bergerak cepat menyalurkan Al-Qur’an agar aktivitas ibadah dan pembelajaran tahfidz dapat kembali berjalan.

Penyaluran dilakukan secara bertahap ke masjid dan rumah tahfidz yang terdampak, dengan melibatkan relawan DT Peduli Sumatera Barat serta tokoh masyarakat setempat.

Al-Qur’an yang disalurkan diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi jamaah, santri, dan para penghafal Al-Qur’an untuk bangkit pascabencana.

Perwakilan pengurus masjid dan rumah tahfidz menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, bantuan Al-Qur’an ini sangat berarti bagi kami. Banyak mushaf yang rusak akibat banjir, dan bantuan ini sangat membantu keberlangsungan kegiatan mengaji dan tahfidz,” ujar salah satu pengelola rumah tahfidz.

DT Peduli Sumatera Barat menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga dalam pemulihan spiritual dan pendidikan keislaman.

Penyaluran ini dilakukan dibeberapa masjid dan rumah Tahfidz di Padang, Maninjau, dan Malalak pada tanggal 22-23 Desember 2025, 1 Januari 2026.

InsyaAllah DT Peduli Sumatera Barat dan Wakaf DT akan menyalurkan Mushaf Al Qur’an kembali ke daerah yang terdampak banjir lainnya.

Melalui dukungan para donator, mitra kebaikan, dan muwakif DT Peduli dan Wakaf DT akan terus berupaya menyalurkan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana di Sumatera, agar mereka dapat bangkit dan kembali beraktivitas dengan lebih baik. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

DT Peduli Bersama Wakaf DT Salurkan Al-Qur’an ke Masjid dan Rumah Tahfidz Terdampak Banjir Read More »

Libur Sekolah Usai, Tips Membangun Kembali Semangat Anak

WAKAFDT.OR.IDBerakhirnya masa liburan sekolah sering kali menjadi momen “horor” bagi sebagian orang tua. Transisi dari jadwal bangun siang yang santai menuju rutinitas akademik yang kaku tak jarang memicu post-holiday blues—kondisi di mana anak merasa cemas, malas, bahkan mogok sekolah.

Namun, Ayah dan Bunda jangan panik dulu. Psikolog klinis dari Rumah Sakit Jiwa Aceh, Devi Yanti, M. Psi., membagikan strategi cerdas agar si kecil kembali ke sekolah dengan penuh percaya diri.

1. Jadi Pendengar Setia, Bukan Sekadar Pengatur

Langkah pertama yang paling krusial adalah validasi emosi. Devi menekankan pentingnya bagi orang tua untuk peka terhadap perubahan suasana hati anak.

“Coba ajak komunikasi dua arah. Dengarkan apa yang mereka khawatirkan atau apa yang membuat mereka enggan kembali ke sekolah,” ujarnya.

Alih-alih menekan, berikan narasi positif. Ingatkan mereka tentang serunya bertemu teman-teman lama atau kembali mendalami mata pelajaran favoritnya.

2. ‘Ritual’ Penyesuaian Pola Hidup

Jangan menunggu hari Senin tiba untuk berubah! Devi menyarankan transisi bertahap beberapa hari sebelum masuk sekolah:

  • Reset Pola Tidur: Kembalikan jam tidur dan jam makan secara perlahan ke jadwal normal sekolah.
  • Libatkan Anak: Ajak mereka menyiapkan seragam, menata buku, dan memilih perlengkapan sekolah baru agar muncul rasa antusias.
  • Susun Jadwal Harian: Buat kesepakatan mengenai rutinitas harian agar anak memiliki gambaran jelas tentang apa yang akan mereka hadapi.

3. Kendalikan Gadget, Bangun Kedekatan

Salah satu tantangan terbesar pasca-libur adalah kecanduan gawai. Menurut Devi, orang tua harus tegas dan konsisten mengenai durasi penggunaan perangkat digital sesuai kesepakatan dengan anak.

Namun, pembatasan saja tidak cukup. Orang tua perlu menghadirkan alternatif aktivitas menyenangkan di rumah sebagai pengalih perhatian dari layar, seperti:

  • Memasak menu bekal sekolah bersama.
  • Olahraga ringan atau membaca buku di sore hari.
  • Berdiskusi santai tentang target-target seru di semester baru.

4. Dukungan Emosional adalah Kunci

Konsistensi adalah kunci, namun dukungan emosional adalah “pelumasnya”. Ciptakan suasana rumah yang kondusif dan hangat. Dengan merasa didukung, anak akan merasa lebih aman secara psikologis untuk keluar dari zona nyaman liburannya.

“Aktivitas bersama bukan hanya mengalihkan perhatian dari gadget, tapi juga mempererat ikatan keluarga sekaligus memicu semangat belajar si kecil,” tutup Bendahara HIMPSI Wilayah Aceh tersebut.

Tips Tambahan: Mulailah melakukan transisi ini setidaknya 3 hari sebelum hari pertama sekolah agar mental anak benar-benar siap tempur. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: Republika


WAKAFDT.OR.ID

Libur Sekolah Usai, Tips Membangun Kembali Semangat Anak Read More »

Aa Gym: Allah Maha Berkehendak, Apapun Bisa Terjadi

WAKAFDT.OR.ID – Alhamdulillah, segala puji hanya milik Alloh Ta’ala, tidak ada yang wajib kita sembah selain Alloh dan tidak ada yang kuasa memenuhi segala kebutuhan kita kecuali Alloh Ta’ala.

Karena sesungguhnya Alloh yang maha berkehendak atas diri kita, kalau Alloh sudah berkehendak maka pasti jadi. Tidak ada yang mustahil bagi Alloh.

Kalau Alloh Ta’ala menghendaki suatu kebaikan kepada makhluk atau hambanya, maka tidak ada seorang pun dan tidak ada suatu hal apapun yang bisa menghalanginya.

Begitu juga sebaliknya, kalau Alloh menghendaki keburukan menimpa makhluk atau hambanya, maka tidak ada siapapun dan apapun yang bisa menghalanginya.

وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗ ٓاِلَّا هُوَ ۚوَاِنْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَاۤدَّ لِفَضْلِهٖۗ يُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۗوَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 107)

Sama halnya seperti ibadah haji dan umroh, orang yang berangkat haji atau umroh tidak harus orang-orang yang berstatus kaya atau memiIiki banyak uang.

Akan tetapi pada kenyataannya banyak orang yang dalam keadaan yang pas-pasan, tidak memiliki harta yang banyak justru bisa berangkat dan menyelesaikan semua rangkaian ibadah tersebut.

Kenapa ini bisa terjadi? Karena memang jika Alloh telah berkehendak maka apa pun dapat terjadi.

Alloh buka dengan berbagai cara, ada dengan didanai oleh orangtua atau anaknya, atau temannya dan berbagai cara lainnya.

Ada juga yang diundang oleh pihak pemerintah atau instasnsi tempat ia bekerja karena sebuah prestasinya.

Kalau kita lihat, bukankah tidak sedikit juga orang yang memiliki keberlimpahan harta kekayaan tapi tampak sulit sekali untuk menunaikan umroh dan haji karena berbagai macam alasan.

Oleh karenanya, hadirkan keyakinan penuh kepada Alloh yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak atas segala sesuatu.

Kalau Alloh menghendaki sesuatu terjadi, maka tidak ada satu pun yang bisa menghalangi hal tersebut.

Semoga dengan mengenal Alloh yang Maha Berkehendak semakin juga menambah keimanan kita kepada-Nya. Wallahu a’lam bishowab. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Allah Maha Berkehendak, Apapun Bisa Terjadi Read More »