Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Gedung SSG Daarut Tauhiid Rampung 100%, Siap Diresmikan Aa Gym Jumat Ini

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Kabar gembira datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. Pembangunan gedung Santri Siap Guna (SSG) Daarut Tauhiid dilaporkan telah mencapai progres 100% pada Senin (23/2). Gedung yang berdiri kokoh ini siap menjadi pusat pergerakan dakwah dan pemberdayaan umat.

Fungsi dan Pemanfaatan Gedung

Gedung baru ini dirancang untuk menjadi fasilitas multifungsi yang mendukung produktivitas komunitas DT, di antaranya:

  • Pusat Operasional: Menjadi kantor resmi Sankar SSG.
  • Wadah Alumni: Ruang kolaborasi dan silaturahmi bagi para alumni Daarut Tauhiid.
  • Pusat Pelatihan: Lokasi berbagai pelatihan (training) untuk mencetak generasi yang berkarakter BAKU (Baik dan Kuat).

Jadwal Peresmian

Jika tidak ada aral melintang, gedung ini akan diresmikan langsung oleh pembina Yayasan Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Acara peresmian dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat, 27 Februari 2026.

“Gedung ini merupakan aset wakaf Daarut Tauhiid. Sesuai prinsipnya, setiap aset wakaf harus dikelola secara produktif agar memberikan dampak manfaat yang luas bagi umat,” ungkap panitia pembangunan.

Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan fasilitas tersebut dapat memperkuat syiar Islam dan menjadi wasilah keberkahan bagi para wakif (pewakaf) serta masyarakat umum. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Gedung SSG Daarut Tauhiid Rampung 100%, Siap Diresmikan Aa Gym Jumat Ini Read More »

Sambut Ramadhan, Baitul Quran DT Ajak Jamaah Selami Makna ‘Mindful Fasting’

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Baitul Quran Daarut Tauhiid (DT) Bandung kembali menggelar program spiritual unggulannya, Kajian & Mabit Qurani.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (14/2) malam ini memadati Masjid Daarut Tauhiid, Jl. Gegerkalong Girang No. 38, Kota Bandung.

Mengangkat tema besar “Mindful Fasting untuk Hati yang Bertaut dengan Quran”, kegiatan ini bertujuan mengubah perspektif umat dalam menjalankan ibadah puasa.

Panitia menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga secara fisik, melainkan sebuah latihan kesadaran hati agar lebih peka terhadap petunjuk Allah SWT yang terkandung dalam Al-Quran.

Hadir sebagai pembicara utama, Ustadz Imam Nuryanto, Pembina Mahad Al-Mujaddid Bandung. Dalam pemaparannya yang mendalam, beliau menyoroti pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Quran (Bulan Al-Quran) dengan kesadaran penuh atau mindfulness.

“Puasa adalah instrumen untuk memperhalus hati dan memperbaiki niat. Kita ingin keterikatan dengan Kalamullah tidak berhenti di lisan saja, tetapi meresap ke dalam sikap dan amal nyata sehari-hari,” pesan Ustadz Imam di hadapan para jamaah.

Agenda yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB ini tidak hanya diisi dengan ceramah. Para peserta diajak untuk hanyut dalam kekhusyukan melalui rangkaian tilawah bersama dan ditutup dengan ibadah qiyamul-lail yang syahdu pada dini hari.

Antusiasme peserta terlihat jelas dari suasana majelis yang hangat namun penuh perenungan. Salah satu jamaah yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.

“Kajian ini menjadi pengingat berharga bahwa puasa bukan sekadar rutinitas tahunan. Saya merasa lebih tenang dan termotivasi untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman utama dalam memperbaiki diri,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Mabit ini, Baitul Quran DT berharap pesan-pesan Al-Quran dapat membumi dalam keseharian masyarakat luas. Selain dihadiri langsung oleh jamaah di lokasi, acara ini juga disiarkan secara live streaming bagi mereka yang berhalangan hadir secara fisik.

Pihak penyelenggara menutup kegiatan dengan doa dan harapan agar Allah SWT senantiasa melembutkan hati umat, mengokohkan niat ibadah, serta menautkan setiap langkah hidup manusia dengan cahaya Al-Quran, baik dalam ucapan maupun akhlak mulia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sambut Ramadhan, Baitul Quran DT Ajak Jamaah Selami Makna ‘Mindful Fasting’ Read More »

Aset Wakaf Daarut Tauhiid “Makmur” Sepanjang Ramadan: Dari Geliat Ekonomi hingga Ibadah 24 Jam

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – (24/2/2026) Pemanfaatan aset wakaf di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid (DT) menunjukkan dampak nyata selama bulan suci Ramadan.

Hampir seluruh fasilitas wakaf tampak “makmur” dan produktif, menjadi pusat aktivitas bagi santri maupun jamaah yang datang dari berbagai daerah.

Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan aset wakaf yang profesional mampu menghadirkan kebermanfaatan yang luas, baik dari sisi spiritual maupun ekonomi.

1. Denyut Ekonomi: Berkah bagi UMKM

Sektor ekonomi di sekitar pesantren mengalami peningkatan signifikan. Aset wakaf berupa area komersial menjadi tumpuan bagi para pelaku usaha kecil:

  • Pujasera & Ruko DT: Menjadi destinasi utama warga dan jamaah untuk berburu takjil serta menu makan malam.
  • Geliat Pedagang: Area sekitar pesantren dipadati pembeli, memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku UMKM yang menyewa lahan wakaf tersebut.

2. Spiritual Tanpa Henti: Masjid Hidup 24 Jam

Di sisi lain, aset wakaf berupa Masjid Daarut Tauhiid menjadi jantung ibadah yang tidak pernah sepi. Selama Ramadan, masjid ini difungsikan penuh selama 24 jam untuk berbagai rangkaian agenda:

  • Ibadah Wajib & Sunnah: Mulai dari salat fardu berjamaah hingga salat tarawih.
  • Program Ruhiyah: Kegiatan tadarus Al-Qur’an, buka puasa bersama, hingga pelaksanaan iktikaf di sepuluh malam terakhir.
  • Partisipasi Luas: Pemanfaatan ini tidak terbatas bagi santri internal, tetapi juga terbuka lebar bagi jamaah umum yang ingin mencari ketenangan ibadah.

Komitmen Pengelolaan Wakaf

Pihak manajemen Wakaf Daarut Tauhiid menegaskan bahwa keramaian dan produktivitas ini adalah tujuan utama dari pengelolaan wakaf.

“Ini adalah bukti bahwa aset wakaf harus dikelola dengan amanah dan profesional. Tujuannya agar aset tersebut terus berkembang dan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi kemaslahatan umat secara luas,” ungkap perwakilan Wakaf DT.

Melalui ekosistem wakaf yang terjaga, Daarut Tauhiid terus berkomitmen menjaga amanah para wakif (pewakaf) agar pahalanya terus mengalir seiring dengan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aset Wakaf Daarut Tauhiid “Makmur” Sepanjang Ramadan: Dari Geliat Ekonomi hingga Ibadah 24 Jam Read More »

Sambut Ramadan 2026, Santri Daarut Tauhiid Perkuat Spiritual di Eco Pesantren 1

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Aura bulan suci mulai menyelimuti kawasan Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid. Pada Selasa (17/2/2026), ratusan santri berkumpul dalam agenda Tarhib Ramadan, sebuah momentum krusial untuk memantapkan niat dan persiapan diri menjelang datangnya bulan penuh ampunan.

Kegiatan ini dilakukan secara serentak di tiga titik utama, yakni Kampus Putri Gegerkalong, Kampus Ikhwan Eco Pesantren 1, hingga wilayah Batam. Partisipasi aktif dari jenjang SMP, SMA, hingga SMK menunjukkan soliditas dan ikatan ukhuwah yang kuat di lingkungan Sekolah Daarut Tauhiid (SDTI).

Kedisiplinan Sebagai Identitas

Khusus di kawasan Eco Pesantren 1, Masjid Rahmatan Lil ‘Alaamiin menjadi pusat pergerakan santri ikhwan. Pemandangan menarik terlihat saat para santri berjalan rapi dari asrama menuju masjid.

Dengan busana muslim lengkap dan syal identitas jenjang yang melingkar di leher, mereka merefleksikan karakter santri DT yang disiplin, tertib, dan berwibawa.

Rangkaian Kegiatan yang Menggugah

  • Acara diisi dengan beragam agenda yang menitikberatkan pada penguatan ruhiyah, antara lain:
  • Tausiyah & Tilawah: Pendalaman makna keutamaan Ramadan.
  • Unjuk Bakat: Penampilan kreatif dari para santri.
  • Doa Bersama: Upaya kolektif untuk memohon bimbingan Allah SWT.

Semangat “Moving Closer to Allah” menjadi napas utama dalam setiap sesi, mengajak seluruh santri untuk memperbarui tekad dalam beribadah.

“Kami berharap Allah membimbing setiap langkah kita agar dapat memasuki bulan Ramadan dengan hati yang bersih dan persiapan yang matang,” ujar Najib dari tim DMPP YDTR.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan spiritual yang tangguh dalam menjalankan syariat agama. (NOV/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Sambut Ramadan 2026, Santri Daarut Tauhiid Perkuat Spiritual di Eco Pesantren 1 Read More »

Raih Pahala Berganda: 30 Hari Berwakaf Bersama Wakaf Daarut Tauhiid Ramadan 2026

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Pada bulan suci yang penuh keberkahan, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) melancarkan inisiatif inspiratif bertajuk  “30 Hari Berwakaf”.

Program ini mengajak seluruh umat Muslim untuk konsisten menanam benih kebaikan setiap hari sepanjang bulan Ramadan melalui instrumen wakaf.

Mengapa Berwakaf di Bulan Ramadan?

Ramadan adalah momentum di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Berwakaf di bulan ini bukan sekadar memberi, tetapi pelaburan akhirat yang istimewa kerana:

  • Pahala Jariah yang Mengalir Abadi: Walaupun Ramadan telah berlalu, manfaat wakaf terus dirasai oleh penerima, dan pahalanya terus mengalir kepada pewakaf (wakif).
  • Keberkatan Berlipat Kali Ganda: Melakukan amalan terbaik di waktu terbaik (Ramadan) membawa impak yang lebih besar bagi jiwa dan harta.
  • Membersihkan Harta & Jiwa: Wakaf menjadi wasilah untuk mensucikan diri dan melatih sifat dermawan.

Pilihan Program Wakaf Ramadan DT

Melalui program ini, para wakif boleh memilih wakaf mereka ke dalam beberapa program unggulan selama Ramadan:

  • Wakaf Mushaf Al-Quran: Membantu menyediakan naskhah Al-Quran untuk santri dan pelosok daerah yang memerlukan. Setiap huruf yang dibaca akan menjadi pahala bagi muwakif.
  • Wakaf BISA (Bersama Untuk Sesama): Program wakaf bersepadu yang menyasarkan bantuan untuk komuniti dan pembangunan fasilitas umat.
  • Cash Wakaf For Humanity Sumatra: Inisiatif wakaf tunai yang difokuskan untuk misi kemanusiaan dan bantuan pembangunan di wilayah Sumatra.

Program ini direka untuk memudahkan siapa saja menjadi wakif. Dengan komitmen berwakaf setiap hari selama 30 hari—walaupun dengan nilai yang kecil—ia akan membentuk kebiasaan yang luar biasa.

“Aset wakaf yang dikelola dengan baik akan terus berkembang dan memberi impak luas bagi umat. Ramadan ini adalah waktu paling tepat untuk kita memulakannya.”

Mari, jadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna dengan memastikan ada harta kita yang ‘kekal’ di sisi Allah melalui wakaf. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Raih Pahala Berganda: 30 Hari Berwakaf Bersama Wakaf Daarut Tauhiid Ramadan 2026 Read More »

Selama Ramadan, Masuk Kawasan Al Aqso Diperketat

WAKAFDT.OR.ID | YERUSALEM – Memasuki bulan suci Ramadan yang dimulai pada Rabu (18/2/2026), pemerintah Israel mengeluarkan kebijakan baru terkait akses ibadah di Masjid Al-Aqsa. Otoritas setempat mengumumkan hanya akan memberikan izin kepada 10.000 warga Palestina untuk melaksanakan sholat Jumat di masjid suci tersebut.

Keputusan ini disampaikan oleh COGAT, badan kementerian pertahanan Israel yang mengurusi wilayah pendudukan. Namun, kuota tersebut tidak bersifat terbuka. Setiap jamaah wajib mengantongi izin harian khusus dan memenuhi kriteria usia yang sangat ketat.

Berdasarkan aturan yang dirilis, akses menuju kompleks Al-Aqsa hanya dibuka bagi:

  • Pria: Usia 55 tahun ke atas.
  • Wanita: Usia 50 tahun ke atas.
  • Anak-anak: Maksimal usia 12 tahun.

Kebijakan ini memicu kekhawatiran besar mengingat secara tradisional, ratusan ribu umat Muslim biasanya memadati Al-Aqsa selama Ramadan.

Selain pembatasan jamaah, Departemen Wakaf Islam—lembaga yang dikelola Yordania—dikabarkan mendapat hambatan dalam mempersiapkan fasilitas Ramadan, seperti pemasangan tenda peneduh dan pendirian posko medis darurat.

Bahkan, tekanan menyasar tokoh agama. Syekh Muhammad Al-Abbasi, seorang imam senior Al-Aqsa, mengaku dilarang memasuki area masjid tanpa alasan yang jelas. “Larangan ini berlaku sejak Senin dan bisa saja diperpanjang,” ungkapnya.

Kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan aktivitas militer yang signifikan. Otoritas keamanan Israel mempertebal pasukan di gerbang Kota Tua dan wilayah Tepi Barat. Mengutip laporan Al Jazeera, langkah-langkah ini dibarengi dengan:

  • Operasi Penangkapan: Menyasar warga yang dianggap melakukan penghasutan.
  • Surveilans Ketat: Pemantauan media sosial secara sistematis dan pengoperasian ruang kontrol canggih.
  • Blokade Jalan: Penutupan akses di sekitar tembok pemisah untuk mencegah warga masuk tanpa izin resmi.

Di Hebron, situasi juga memanas seiring dengan penghancuran kompleks perumahan warga Palestina oleh otoritas pendudukan di tengah penguatan unit militer khusus.

Kecaman dari Otoritas Palestina

Departemen Urusan Yerusalem PLO mengecam keras langkah-langkah tersebut dan menyebutnya sebagai intervensi terang-terangan terhadap hak kebebasan beragama yang dijamin hukum internasional.

“Israel tidak memiliki legitimasi untuk mengatur siapa yang boleh beribadah di Al-Aqsa. Masjid ini adalah hak mutlak umat Islam,” tulis pernyataan resmi pemerintah Provinsi Yerusalem. Mereka juga mencatat adanya lebih dari 250 perintah deportasi yang dikeluarkan terhadap jamaah sebagai upaya mengubah status quo sejarah.

Sekilas Sejarah Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa memiliki akar sejarah yang sangat dalam dalam tradisi Islam. Mayoritas ulama meyakini bahwa Nabi Adam AS adalah yang pertama kali meletakkan fondasinya, yang kemudian direnovasi oleh Nabi Ibrahim AS. Bangunan ini diperkokoh dan diperindah pada masa Nabi Sulaiman AS sekitar tahun 950 SM.

Sepanjang perjalanannya, kompleks ini melewati berbagai fase kehancuran dan pembangunan kembali, mulai dari serangan bangsa Babilonia di bawah Nebukadnezar pada 586 SM, hingga masa kekuasaan Persia, Yunani, dan Romawi, sebelum akhirnya kembali ke pangkuan umat Islam dan terus dijaga sebagai situs tersuci ketiga hingga hari ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Selama Ramadan, Masuk Kawasan Al Aqso Diperketat Read More »

Awal Ramadan di Gaza, Tentara Zionis Tembaki Warga di Tepi Barat

WAKAFDT.OR.ID | GAZA – Harapan akan ketenangan di awal bulan suci Ramadan sirna bagi warga Palestina. Pada Rabu (18/2/2026), eskalasi kekerasan militer Israel di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa dalam dua insiden terpisah.

Di tengah suasana duka, ribuan warga yang membutuhkan bantuan medis darurat masih tertahan akibat blokade di gerbang perbatasan Rafah.

Laporan dari Al Jazeera menyebutkan sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menyasar seorang anak di wilayah utara Gaza. Tragisnya, bocah tersebut sedang dalam perjalanan untuk meninjau kondisi rumah keluarganya yang telah hancur.

Di lokasi lain, kantor berita WAFA melaporkan gugurnya Muhand Jamal al-Najjar (20). Pemuda tersebut tewas diterjang peluru tajam pasukan penjajah di kawasan bundaran Bani Suheila, timur Kota Khan Younis.

Tak hanya korban jiwa, sejumlah warga di Al-Mughraqa dan Rafah juga dilaporkan menderita luka-luka akibat serangan serupa.

Sejak periode yang diklaim sebagai “gencatan senjata” dimulai pada pertengahan Oktober lalu, kekerasan terus berulang. Data terbaru Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 600 warga tewas dan 1.600 lainnya luka-luka akibat pelanggaran komitmen damai oleh pihak Israel.

Kondisi kemanusiaan semakin mencekik karena akses pengobatan di luar Gaza sangat terbatas. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengungkapkan bahwa hanya sekitar 260 pasien yang diizinkan melintasi perbatasan Rafah menuju Mesir dalam kurun waktu dua setengah minggu terakhir.

Angka ini dianggap sangat tidak memadai mengingat ada sekitar 18.500 orang yang kondisinya kritis dan membutuhkan evakuasi segera.

Komitmen awal otoritas perbatasan untuk mengizinkan setidaknya 50 orang menyeberang setiap hari pun jauh dari kenyataan; faktanya, terkadang hanya lima pasien yang diperbolehkan lewat.

Eskalasi di Tepi Barat dan Yerusalem

Ketegangan tidak hanya terpusat di Gaza. Di Tepi Barat, pasukan pendudukan melakukan penggerebekan di kamp pengungsi Fawwar, Hebron. Dalam aksi tersebut, militer menggunakan peluru tajam dan gas air mata yang mengakibatkan seorang anak terluka di bagian kaki.

Sementara itu, di desa Mukhmas, Yerusalem Timur, terjadi serangan terpadu antara kelompok pemukim Yahudi dan militer Israel. Menurut laporan Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), empat warga sipil terluka—satu di antaranya dalam kondisi kritis. Selain kekerasan fisik, para pemukim juga dilaporkan menjarah puluhan ternak domba milik penduduk setempat.

Keteguhan Ibadah di Tengah Puing

Meski dikepung kesulitan dan ancaman nyawa, semangat spiritual warga Gaza tetap menyala. Pada Selasa malam (17/2/2026), jamaah tetap memadati Masjid Al-Kinz untuk melaksanakan salat Tarawih perdana.

Suasana khidmat terasa menyayat hati saat warga bersujud di antara reruntuhan bangunan, membuktikan bahwa iman mereka tak goyah meski fisik kota mereka luluh lantak. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Awal Ramadan di Gaza, Tentara Zionis Tembaki Warga di Tepi Barat Read More »

Ramadan di Balik Reruntuhan: Menyalakan Lentera Harapan untuk Sumatra melalui Wakaf Daarut Tauhiid

WAKAFDT.OR.ID | SUMATRA – Di bawah temaram lampu darurat dan atap tenda pengungsian yang sesekali bergetar ditiup angin malam, sayup-sayup terdengar suara lantunan ayat suci.

Ramadan tahun ini di beberapa wilayah Sumatra tidak disambut dengan kemeriahan lampu hias atau kenyamanan karpet masjid yang empuk. Sebaliknya, ia datang di tengah puing-puing sisa bencana yang masih basah.

Bagi saudara-saudara kita di sana, semangat untuk menjemput keberkahan bulan suci tak sedikit pun luntur. Namun, realita di lapangan seringkali menjadi tembok besar.

Bayangkan keinginan kuat untuk bertadarus, namun Al-Qur’an kesayangan telah hanyut terbawa banjir atau tertimbun lumpur. Bayangkan rindu sujud Tarawih berjamaah, namun masjid tempat bernaung kini rata dengan tanah.

Iman yang Tak Terbendung Kondisi

“Kami ingin sekali puasa dan Tarawih seperti biasa, tapi masjid kami rusak berat. Al-Qur’an pun banyak yang hancur,” ungkap salah satu warga penyintas dengan mata berkaca-kaca.

Semangat ibadah yang menggebu-gebu ini adalah aset langit yang harus kita jaga. Di sinilah Wakaf Daarut Tauhiid (DT) hadir sebagai jembatan kebaikan, memastikan cahaya Ramadan tetap benderang meski di tengah keterbatasan melalui berbagai program strategis.

Untuk meringankan beban sekaligus mengokohkan ibadah para penyintas bencana, Wakaf DT menginisiasi tiga program utama yang bisa menjadi ladang pahala jariyah bagi kita semua:

1. Wakaf Bangun Kembali Masjid

Program ini menjadi “oksigen” bantuan darurat. Melalui wakaf uang, bantuan dikonversi menjadi kebutuhan mendesak para pengungsi, khususnya untuk merenovasi masjid-masjid yang terdampak oleh banjir bandang.

2. Wakaf Mushaf Al-Qur’an

Memberikan pengganti bagi lembar-lembar wahyu yang hilang. Setiap huruf yang mereka baca di tengah ujian ini akan mengalirkan pahala yang berlipat ganda bagi pemberi wakaf, menjadi penghibur lara bagi mereka yang rindu berinteraksi dengan kalam-Nya.

3. Wakaf BISA (Bersama untuk Sesama)

Fokus pada pemulihan jangka panjang. Bencana mungkin meruntuhkan bangunan masjid, namun Wakaf BISA berkomitmen membangun kembali tempat sujud yang lebih kokoh, agar syiar Islam di pelosok Sumatra tidak terhenti hanya karena bencana.

Investasi Akhirat di Bulan Mulia

Ramadan adalah momentum di mana setiap amalan dilipatgandakan, apalagi amalan wakaf yang sifatnya abadi (jariyah). Membantu saudara di Sumatra bukan sekadar memberi makan, melainkan memberi mereka kekuatan untuk tetap tegak berdiri menghadap Sang Khalik di tengah ujian.

Jangan biarkan saudara kita berjuang sendirian dalam gelap. Mari jadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna dengan menyisihkan sebagian harta melalui Wakaf Daarut Tauhiid. Karena setiap rupiah wakaf yang Anda berikan adalah bata-bata harapan bagi mereka untuk kembali bangkit.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji…” (QS. Al-Baqarah: 261). (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Ramadan di Balik Reruntuhan: Menyalakan Lentera Harapan untuk Sumatra melalui Wakaf Daarut Tauhiid Read More »

Semangat Ramadan: 1.663 Jamaah Padati Malam Pertama Tarawih di Masjid DT, Saf Meluber Hingga ke Jalan

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Gema selawat dan suasana khidmat mewarnai malam pertama Ramadan 1447 H di Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung.

Pada Rabu malam (18/2/2026), ribuan jamaah tampak menyemut untuk melaksanakan salat Tarawih perdana, menandai dimulainya bulan suci bagi umat Islam.

Berdasarkan data panitia, tercatat sebanyak 1.663 jamaah hadir memadati kawasan Pesantren Daarut Tauhiid. Saking membludaknya jumlah jamaah, area utama masjid tidak lagi mampu menampung antusiasme warga.

Shaf-shaf salat pun meluber hingga memenuhi selasar masjid, halaman SMM, bahkan hingga ke area jalanan di depan ruko-ruko sekitar.

Antusiasme yang Konsisten

Eka Daud, selaku Panitia Ramadhan Masjid DT, menuturkan bahwa pemandangan ini menjadi bukti tingginya kepercayaan dan kenyamanan masyarakat untuk beribadah di lingkungan DT.

“Alhamdulillah, setiap Ramadan Masjid DT selalu dipenuhi oleh jamaah yang beri’tikaf, terutama saat momentum berbuka puasa dan salat Tarawih,” ujar Eka.

Melihat tren jamaah yang terus meningkat setiap tahunnya, pihak panitia berkomitmen untuk terus berbenah. “Semoga ke depan pelayanan Masjid DT bisa lebih maksimal lagi seiring semakin banyaknya jamaah yang datang dari berbagai daerah,” tambahnya.

Tradisi Jamuan Berbuka Puasa

Selain menjadi pusat ibadah malam, Masjid DT juga dikenal sebagai tempat yang ramah bagi para musafir dan warga sekitar melalui program jamuan berbuka puasa. Sepanjang bulan Ramadan, panitia menyediakan hidangan berbuka bagi siapa saja yang hadir di masjid.

Menariknya, tradisi berbagi ini tidak hanya dilakukan saat Ramadan. Di luar bulan suci, Masjid DT tetap konsisten menyediakan jamuan berbuka bagi jamaah yang menjalankan ibadah puasa sunnah Senin dan Kamis.

Suasana malam pertama ini diharapkan menjadi pembuka yang manis bagi rangkaian ibadah selama sebulan penuh di lingkungan Daarut Tauhiid yang mengedepankan konsep Dzikir, Fikir, dan Ikhtiar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Semangat Ramadan: 1.663 Jamaah Padati Malam Pertama Tarawih di Masjid DT, Saf Meluber Hingga ke Jalan Read More »

Kunjungan Ulama Internasional: Syekh Dr. Abdullah Al Zindaniy Bedah Konsep Iman di Masjid DT Bandung

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung pada Jumat (20/2/2026) pagi terasa istimewa. Selepas agenda tausiyah santri karya, santri mendapatkan kesempatan langka untuk menyimak pemaparan langsung dari ulama terkemuka asal Yaman, Syekh Dr. Abdullah Abdul Majid Aziz Hamoud Al Zindaniy.

Kehadiran Syekh Dr. Abdullah Al Zindaniy bukan sekadar kunjungan biasa. Beliau adalah tokoh internasional dengan rekam jejak panjang di bidang keilmuan, kepemimpinan, dan diplomasi global.

Selain menjabat sebagai Wakil Ketua Ulama untuk Palestina, beliau juga memegang amanah strategis sebagai Ketua Perhimpunan Kebangkitan Ulama Yaman serta anggota Komisi Al-Quds pada Persatuan Ulama Muslim Internasional.

Meluruskan Makna Iman dan Islam

Dalam tausiyahnya, Syekh Dr. Abdullah menekankan poin krusial mengenai definisi Iman dalam perspektif Islam. Menurutnya, selama ini masih banyak umat yang keliru dalam mendefinisikan iman dan mencampuradukkannya dengan identitas keislaman secara umum.

“Terdapat perbedaan mendasar antara makna Muslimin dan Mukminin,” jelas beliau di hadapan para santri melalui penerjemahnya.

Beliau menegaskan bahwa janji kesejahteraan dan jaminan perlindungan dari Allah SWT sebenarnya secara spesifik ditujukan bagi orang-orang yang beriman (Mukminin), bukan sekadar mereka yang berstatus Islam secara formal.

Pemahaman ini menjadi pengingat bagi jamaah untuk terus meningkatkan kualitas keyakinan di dalam hati, bukan hanya menjalankan ritual lahiriah.

Figur dengan Perpaduan Keilmuan dan Manajerial

Profil Syekh Dr. Abdullah memang dikenal sangat komplet. Sebelum aktif di berbagai forum global, beliau pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Politik Universitas Al-Iman serta menjadi Atase Ekonomi Kedutaan Besar Yaman di Sudan.

Pengalaman manajerialnya pun tidak main-main, mencakup kepemimpinan di berbagai institusi strategis mulai dari perusahaan teknologi perminyakan dan gas hingga yayasan perdagangan di Yaman.

Perpaduan antara wawasan keilmuan agama yang dalam dan pengalaman praktis di dunia industri inilah yang membuat setiap pesan dakwahnya sangat relevan dengan isu umat di tingkat global.

Kehadiran Syekh Dr. Abdullah Al Zindaniy merupakan bagian dari rangkaian kegiatan syiar yang diselenggarakan oleh DT Peduli selama bulan Ramadan.

Program ini bertujuan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari Palestina dan negara-negara Arab sebagai upaya memperkuat dakwah dan memperluas cakrawala berpikir umat Islam di Indonesia.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat, khususnya bagi saudara-saudara di Palestina yang menjadi salah satu fokus perjuangan Syekh Dr. Abdullah selama ini. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kunjungan Ulama Internasional: Syekh Dr. Abdullah Al Zindaniy Bedah Konsep Iman di Masjid DT Bandung Read More »