Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Struktur Selesai, RKB PDF Siap Masuk Tahap Arsitektur

Terletak di kawasan Eco Pesantren 2 Daarut Tauhiid, sebuah bangunan tengah tumbuh dengan penuh harap. Bukan hanya tumpukan bata dan beton, namun simbol ikhtiar besar melahirkan generasi Qurani. Ruang Kelas dan Asrama (RKB) PDF Daarut Tauhiid kini sedang dalam proses pembangunan, dan ditargetkan dapat difungsikan pada bulan September 2025 mendatang.

Menurut Sopian Darya, selaku Project Manager pembangunan RKB, progres pembangunan hingga akhir Juli 2025 ini menunjukkan kemajuan signifikan.

“Alhamdulillah, pekerjaan struktur bangunan saat ini sedang berjalan. Pekerjaan fondasi, kolom beton, dan dinding penahan tanah sudah 100% selesai. Untuk balok saat ini sudah mencapai 40% dan plat lantai sedang kami kerjakan. Jika sesuai rencana, akhir Agustus kita mulai masuk tahap arsitektur,” ujar Sopian.

RKB ini dirancang sebagai bangunan satu lantai yang terdiri dari enam ruang kelas, satu ruang tangga, dan fasilitas toilet. Namun untuk tahap awal, akan dibangun tiga ruang kelas terlebih dahulu, lengkap dengan fasilitas dasar.

Satu hal yang menjadi pembeda dan nilai tambah dari proyek ini adalah rencana pemanfaatan rooftop sebagai ruang terbuka pembinaan—ruang tanpa sekat yang akan menjadi tempat belajar, berdiskusi, dan memperkuat nilai-nilai keislaman di bawah langit Bandung yang sejuk.

Namun, lebih dari sekadar struktur fisik, RKB ini memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ia menjadi bagian penting dari visi Daarut Tauhiid dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga kokoh secara spiritual.

Para santri yang belajar di ruang-ruang ini kelak diharapkan menjadi penghafal Al-Quran, calon ulama, dan pejuang dakwah yang membawa nilai-nilai Islam ke tengah masyarakat.

Daarut Tauhiid pun membuka peluang bagi siapa saja yang ingin ikut serta dalam amal jariyah ini melalui program wakaf pembangunan. Dukungan dari para muwakif menjadi energi yang menghidupkan setiap sudut pembangunan—karena sejatinya, bangunan ini adalah investasi untuk dunia dan akhirat. (wakafdt)

Struktur Selesai, RKB PDF Siap Masuk Tahap Arsitektur Read More »

MATABA 2025: Jejak Berkah di Tanah Wakaf Daarut Tauhiid Batam

Berada di atas tanah yang penuh keberkahan, SMP dan SMA Daarut Tauhiid Batam kembali mengukir sejarah dengan menyambut santri baru melalui kegiatan MATABA (Masa Taaruf Santri Baru), yang resmi dibuka pada Senin (14/7). Kegiatan ini menjadi titik awal perjalanan para santri dalam menempuh pendidikan berlandaskan nilai-nilai tauhid, di lingkungan sekolah yang berdiri kokoh di atas lahan wakaf.

Bertabur semangat dan antusiasme yang terasa sejak pagi hari, para santri baru mengikuti pembukaan MATABA dengan khidmat. Suasana hangat dan bersahaja menjadi ciri khas dari kegiatan taaruf ini—lebih dari sekadar pengenalan lingkungan, MATABA menjadi wadah awal untuk menanamkan karakter, semangat belajar, serta cinta kepada ilmu dan Allah SWT.

“Alhamdulillah, kami menyambut santri baru dengan penuh rasa syukur. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang penuh berkah dan membawa manfaat bagi kita semua,” ungkap Siti Robiah Yuniati, Humas SMP Daarut Tauhiid Batam. Ia juga berharap, setiap langkah dalam MATABA menjadi bekal berharga bagi para santri, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.

Program MATABA berlangsung hingga Sabtu (19/7) dengan berbagai materi penguatan akhlak, pengenalan nilai-nilai pesantren, tata tertib, serta kegiatan pembangun kedekatan antarsantri. Di balik rangkaian kegiatan tersebut, ada fondasi yang tidak kalah penting. Yakni keberadaan sekolah ini di atas tanah wakaf, yang menjadi bukti nyata betapa pendidikan dapat tumbuh dan berkembang di atas niat suci untuk memberi manfaat jangka panjang.

Tanah wakaf bukan sekadar lahan fisik, melainkan investasi akhirat yang terus mengalirkan pahala. Di atas tanah itulah kini tumbuh generasi penerus bangsa yang diasah dengan tauhid, disiplin, dan semangat kemandirian. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga ladang amal bagi semua pihak yang terlibat dalam pendiriannya.

Dengan dimulainya MATABA 2025 ini, Daarut Tauhiid Batam kembali menegaskan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan yang membangun manusia seutuhnya—melalui ilmu yang ditanam di hati, akhlak yang diasah sejak dini, dan keteladanan yang tumbuh dari berkah tanah wakaf yang menjadi pijakannya. (wakafdt)

MATABA 2025: Jejak Berkah di Tanah Wakaf Daarut Tauhiid Batam Read More »

Cahaya dari Bandung: Wakaf Al-Quran Daarut Tauhiid Tembus Pelosok

Suasana penuh keberkahan menyelimuti salah satu ruang pertemuan di Hotel Grandia Cihampelas, Bandung, pada Senin (21/7/2025). Kegiatan yang semula dirancang sebagai rangkaian kajian bersama Astri Ivo, bertransformasi menjadi momentum wakaf yang bermakna: penyerahan 240 mushaf Al-Quran lengkap dengan sabiq (panduan baca) dan pengajarnya untuk disalurkan ke berbagai pelosok negeri.

Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Daarut Tauhiid (DT) Peduli dan Wakaf Daarut Tauhiid, yang sebelumnya telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Astri Ivo untuk menyinergikan kegiatan pengajian dengan semangat wakaf produktif.

“Alhamdulillah, dalam dua pekan sebelum hari H, terkumpul 200 mushaf dari para muwakif. Ini adalah bagian dari program berbagi mushaf sabiq plus pengajar, yang kita tujukan untuk madrasah, masjid, sekolah, dan lembaga lainnya di pelosok yang membutuhkan,” ujar Indra Firdaus, Manajer Fundraising Wakaf Daarut Tauhiid.

Program ini tak hanya menyebarkan mushaf, tetapi juga menyiapkan pengajar yang akan mendampingi masyarakat dalam memahami dan mengamalkan isi Al-Quran. Dengan harga per paket sebesar Rp150.000, para muwakif telah membantu membuka jalan bagi generasi yang haus akan bimbingan spiritual.

Dalam acara serah terima tersebut, hadir pula jajaran pimpinan Wakaf Daarut Tauhiid: Direktur Utama Wakaf Doddy, Indra Firdaus, dan Manajer Wakaf Produktif Riyadi Suryana. Penyerahan simbolis dilakukan kepada Ketua IKANO, Ranti, sebagai mitra distribusi.

“Sebagai tambahan berkah, kami juga menerima dukungan 40 mushaf dari Mai, Mandiri Amal Insani Bandung. Jadi total 240 mushaf siap disebar ke titik-titik yang membutuhkan,” tambah Indra.

Semangat ini menjadi bukti bahwa wakaf tidak harus menunggu besar dan megah. Dari selembar mushaf, lahir harapan yang menyinari jalan panjang umat dalam menapaki petunjuk Ilahi. (wakafdt)

Cahaya dari Bandung: Wakaf Al-Quran Daarut Tauhiid Tembus Pelosok Read More »

Suami Istri Lulusan SSG, Genteng Bocor pun Jadi Ladang Kebaikan

Suasana Masjid Daarut Tauhiid berubah hangat sekaligus meriah saat kajian sore bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menyentuh topik yang begitu akrab di telinga jemaah: Santri Siap Guna (SSG).

“SSG itu apa, coba?” tanya Aa Gym sambil tersenyum ke arah jemaah.

Sontak, suara lantang dari sisi akhwat menjawab, “Santri Siap Guna!”

Disambung celetukan khas Aa Gym, “Ada juga yang bilang santri serbaguna… itu mah gedungnya!”

Gelak tawa pun pecah. Namun dari momen ringan itu, muncul satu suara yang membuat suasana jadi penuh makna: Yanti, salah seorang jemaah yang menyimpan kisah inspiratif.

“Saya angkatan 45, Aa,” ujarnya. “Alhamdulillah, saya dan suami ikut SSG barengan. Kami sama-sama ingin memperbaiki diri, sama-sama ingin mengenal Allah, dan sama-sama ingin disiplin.”

Aa Gym tampak kagum. “Masya Allah, seangkatan dengan suami? Luar biasa. Terus, latihan bareng itu gimana kesannya?”

“Saling mengingatkan, Aa. Misalnya waktu makan, kami ingatkan: ‘Mama jangan dibunyiin,’ hehe. Nilai-nilai SSG kami terapkan juga ke anak-anak. Alhamdulillah, anak kami juga ikut SSG Junior.”

Jawaban Yanti membuat seluruh jemaah tersenyum. Lalu Aa Gym kembali bertanya, “Jadi suami istri sama-sama SSG itu lebih kompak ya?”

“Insya Allah, lebih siap. Genteng bocor? Bu, siap. Genteng, siap Pak!” katanya sambil tersenyum lebar. “Enak ya, kalau istrinya SSG, lebih terlatih. Ada preman? Bu, lawan! Siap!”

Cerita Yanti bukan sekadar humor keluarga. Ia menggambarkan bagaimana latihan kedisiplinan, spiritualitas, dan tanggung jawab di SSG benar-benar terbawa ke kehidupan nyata. Bukan hanya pada urusan fisik, tapi juga dalam komunikasi rumah tangga, mendidik anak, dan bahkan menyikapi hal kecil seperti suara saat makan.

Semangat itulah yang kini menjadi fondasi dibangunnya gedung baru SSG, yang tengah dalam tahap pembangunan di lingkungan Daarut Tauhiid. Gedung yang berdiri dengan dana wakaf umat ini diharapkan rampung pada Desember 2025, dan menjadi pusat pembinaan kader-kader SSG generasi berikutnya—baik pemuda, orang tua, bahkan keluarga.

“Kalau gedungnya kuat, sistemnya baik, dan niatnya lurus karena Allah, insya Allah yang lahir bukan hanya santri siap kerja, tapi santri siap taat,” tutur Aa Gym dalam kajian tersebut.

Pembangunan Gedung SSG ini bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah ikhtiar membangun manusia—mereka yang siap menjalani hidup dengan bekal iman, ilmu, dan kedisiplinan. Seperti Yanti dan keluarganya, SSG bukan hanya program pelatihan, tapi jalan untuk memperbaiki diri dan membangun rumah tangga yang kokoh dalam nilai-nilai Islam.

“Alhamdulillah, banyak yang ikut berkontribusi lewat wakaf. Ini amal jariyah. Siapapun yang membantu pembangunan Gedung SSG, insya Allah turut dalam pahala setiap kebaikan yang lahir dari para lulusannya,” ujar panitia pembangunan.

Dan seperti kata Yanti: “Kalau istri SSG lebih siap, rumah pun jadi ladang jihad. Bahkan genteng bocor pun jadi latihan!” (wakafdt)

Suami Istri Lulusan SSG, Genteng Bocor pun Jadi Ladang Kebaikan Read More »

Tausiyah Dr. Zakir Naik: Investasi yang Tak Pernah Rugi

Jumat sore (11/7/2025), ribuan jemaah memadati area Masjid Daarut Tauhiid Bandung untuk menghadiri tausiyah dari Dr. Zakir Naik, cendekiawan muslim asal India yang dikenal dengan pendekatan logis dalam menjelaskan pesan Al-Quran. Di tengah suasana teduh menjelang magrib, Dr. Zakir mengangkat satu tema utama yang menggugah: berbisnis dengan Allah.

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 261, Dr. Zakir menjelaskan bagaimana satu amal di jalan Allah dapat dilipatgandakan menjadi 700 kali balasan kebaikan.

“Jika kamu menanam satu butir di jalan Allah, Allah akan memberimu tujuh bulir. Setiap bulir menghasilkan seratus biji. Itu berarti 700 kali lipat… 70.000 persen keuntungan! Tidak ada bisnis dunia yang bisa memberi hasil sebesar ini,” jelasnya dengan semangat.

Meski tidak menyebut istilah wakaf secara langsung, pesan beliau menyinggung tentang amal yang terus mengalir manfaatnya, menjadi semacam “investasi abadi” bagi pelakunya. Pesan ini sejalan dengan nilai-nilai wakaf yang selama ini digaungkan oleh Daarut Tauhiid: mengalirkan pahala melalui amal yang produktif dan berkelanjutan.

Tausiyah ini juga menjadi pengingat bahwa harta yang diberikan di jalan Allah tak akan pernah sia-sia. Justru, Allah sendiri menjanjikan keuntungan berlipat ganda yang tak bisa ditandingi logika bisnis duniawi.

Daarut Tauhiid sendiri tengah mengembangkan berbagai program berbasis wakaf produktif, seperti Pujasera Cilimus dan pembangunan sarana pendidikan berbasis nilai-nilai tauhid. Tausiyah dari Dr. Zakir Naik menjadi semacam energi baru yang menguatkan keyakinan jemaah bahwa amal jariyah adalah cara terbaik untuk bermitra dengan Allah.

Menutup tausiyah, Dr. Zakir kembali mengingatkan, “Jika engkau melibatkan Allah dalam bisnismu, maka engkau sedang bertransaksi dengan Zat yang Maha Kaya dan tidak pernah mengecewakan hamba-Nya.” (wakafdt)

Tausiyah Dr. Zakir Naik: Investasi yang Tak Pernah Rugi Read More »

Bangun Sekarang, Berkah Selamanya: Progres Pembangunan Gedung SSG DT

Di sebuah sudut Pesantren Daarut Tauhiid yang senantiasa hidup dengan zikir dan aktivitas pembinaan, sebuah bangunan baru tengah tumbuh dari tanah wakaf. Bukan gedung biasa—namun sebuah rumah bagi para calon pemimpin masa depan: Gedung Santri Siap Guna (SSG).

Gedung ini kelak akan menjadi pusat pembinaan karakter dan akhlak, tempat para santri muda digembleng dengan nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan pengabdian. Di sinilah akan lahir generasi tangguh yang siap terjun ke masyarakat, membaktikan diri untuk umat dan bangsa.

Sejak peletakan batu pertama pada 18 Juni 2025, pembangunan Gedung SSG menunjukkan progres yang menggembirakan. Memasuki pertengahan Juli 2025, realisasi pembangunan telah mencapai 15,02%, melebihi target yang direncanakan sebesar 12,76%.

“Alhamdulillah, progres kita lebih cepat dari rencana awal. Saat ini sudah masuk tahap pemasangan angkur dan bekisting kolom, juga pembuatan sumur resapan serta instalasi plumbing di lantai dasar. Semua berjalan lancar berkat doa dan dukungan para pewakaf,” ujar Nanda, penanggung jawab program pembangunan.

Gedung SSG dibangun sepenuhnya dari dana wakaf, dengan target kebutuhan mencapai Rp3,02 miliar. Tak ada nama sponsor korporat atau label bisnis, hanya jejak-jejak tangan dermawan yang percaya bahwa wakaf bukan sekadar donasi—melainkan warisan amal yang terus hidup.

Pembangunan ini ditargetkan selesai pada Desember 2025. Jika tak ada aral melintang, para santri akan segera bisa memanfaatkan ruang-ruang baru yang lebih representatif untuk belajar, berdiskusi, dan menempa diri.

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang seringkali melupakan esensi pendidikan akhlak, Daarut Tauhiid kembali mengingatkan kita bahwa membangun fisik hanyalah awal. Yang lebih penting adalah membangun jiwa. Dan untuk itu, setiap fondasi wakaf yang ditanam hari ini, akan menjadi suluh cahaya di masa depan. (wakafdt)

Bangun Sekarang, Berkah Selamanya: Progres Pembangunan Gedung SSG DT Read More »

Pembangunan Pujasera Cilimus Capai 70 Persen, Target Rampung Agustus 2025

Pembangunan Pujasera Cilimus yang berlokasi di Jalan Raya Kuningan–Cirebon kini telah mencapai progres 70 persen. Berada di atas tanah wakaf seluas 960 meter persegi milik Daarut Tauhiid, pusat kuliner dan ruang kreatif ini dirancang untuk menjadi ruang publik yang menggabungkan nilai kewirausahaan, sosial, dan spiritual dalam satu kawasan terpadu.

Direncanakan sebagai sentra UMKM sekaligus ruang kolaborasi komunitas, Pujasera Cilimus merupakan bagian dari inisiatif wakaf produktif yang digerakkan Daarut Tauhiid. Proyek ini mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan yang membawa manfaat bagi masyarakat sekitar dalam jangka panjang.

Memasuki pekan kedua Juli 2025, berbagai tahap pengerjaan fisik telah diselesaikan. Menurut Riyadi Suryana, Manajer Wakaf Produktif Daarut Tauhiid, pekerjaan terus dipercepat sambil tetap menjaga kualitas konstruksi.

“Progres pengerjaan per 5 hingga 10 Juli ini meliputi penyemenan area storage dan bar, pemasangan asbes untuk atap belakang, pengecatan bangunan utama, serta instalasi listrik. Beberapa pekerjaan estetika seperti bata ekspos dan taman UMKM juga mulai dirapikan,” jelas Riyadi.

Secara rinci, pada 5 Juli dilakukan penyemenan dinding dan lantai area storage, pembuatan rangka kanopi belakang, dan pembangunan saluran air di area bar. Kemudian 6 Juli, tim melanjutkan dengan pemasangan rangka wastafel bar, finishing bata ekspos area rak buku, serta pembersihan taman UMKM.

Pada 7 Juli, dilakukan pemasangan asbes untuk atap belakang bangunan dan pengecatan tembok mushola. Lalu 8 Juli, difokuskan pada penyemenan dinding meja bar serta pemasangan rak kayu bawah dapur.

Pekerjaan pada 9 Juli mencakup penyemenan ulang storage, pengecatan pintu kamar mandi dapur, penyempurnaan bata ekspos dapur, pengecatan bangunan utama, dan instalasi listrik. Sedangkan pada 10 Juli, tim melanjutkan dengan pemasangan kran wudu, penyemenan lanjutan area bar, pemasangan wastafel bar, dan pengecatan dinding luar.

“Secara keseluruhan, progres pembangunan saat ini telah mencapai 70 persen. Kami menargetkan grand opening Pujasera Cilimus bisa dilakukan pada bulan Agustus mendatang,” ungkap Riyadi.

Dengan struktur yang mengedepankan fungsi, estetika, dan kebermanfaatan, Pujasera Cilimus diharapkan menjadi tempat tumbuhnya ekonomi lokal sekaligus ruang inspiratif yang ramah bagi generasi muda dan masyarakat sekitar. (wakafdt)

Pembangunan Pujasera Cilimus Capai 70 Persen, Target Rampung Agustus 2025 Read More »

Spirit Kajian Al-Hikam Bersama Aa Gym di Masjid Daarut Tauhiid

Setiap Kamis sore, selepas Ashar hingga menjelang Magrib, lantai utama Masjid Daarut Tauhiid senantiasa dipenuhi oleh jemaah yang datang bukan sekadar untuk duduk atau mengisi waktu luang. Mereka datang dengan hati yang ingin dibersihkan, jiwa yang ingin dituntun, dan hidup yang ingin diarahkan kembali pada hakikatnya: mengenal Allah.

Kajian rutin kitab Al-Hikam bersama KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, menjadi oase rohani yang menenangkan bagi siapa pun yang hadir. Di tengah riuhnya kehidupan modern dan beratnya beban pikiran, pesan-pesan hikmah dari ulama sufi Ibnu Athaillah yang disampaikan Aa Gym menjelma menjadi cermin, penuntun, sekaligus obat bagi jiwa.

“Apa sih persoalan hidup yang sebenarnya? Kurang zikir. Kenapa kita berbuat maksiat? Karena tidak ingat Allah.”

Begitulah Aa Gym membuka kajian dengan lugas namun lembut. Sebuah pernyataan sederhana yang menyentuh akar dari segala problematika manusia modern: lupa akan Tuhannya.

Di masjid wakaf yang penuh keberkahan ini—yang berdiri atas semangat kolektif umat dan menjadi simbol kebangkitan spiritual—pesan-pesan Al-Hikam dibumikan. Tak hanya menjadi bahan renungan, tapi juga penggerak perubahan. Sebab menurut Aa Gym, masalah terbesar dalam hidup bukanlah kurang harta, kurang jabatan, atau kurang pengakuan, melainkan kurangnya pengenalan kepada Allah.

“Tugas utama hidup ini bukan mencari kedudukan, bukan mengejar popularitas. Tapi mengenal Allah. Dari mengenal Allah, hidup kita akan berubah. Kita akan malu untuk maksiat, takut untuk zalim, dan ringan untuk taat,” tegasnya.

Kajian Al-Hikam ini mengajak setiap jemaah untuk melihat kembali relasi batin mereka dengan Allah. Diingatkan bahwa takbir “Allahu Akbar” bukan sekadar ucapan, tapi deklarasi bahwa tiada yang lebih besar dari Allah. Maka, kekaguman kepada manusia, harta, atau jabatan pun sirna, karena semua hanyalah makhluk—bukan sumber kekuatan sejati.

“Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling takwa. Bukan yang paling viral, bukan yang paling kaya,” tambah Aa Gym, mengutip Al-Quran surah Al-Hujurat ayat 13.

Masjid Daarut Tauhiid sebagai tempat berlangsungnya kajian ini, bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah ruang bertumbuhnya jiwa, tempat bertemunya kerinduan akan kebenaran, dan saksi bisu lahirnya tekad-tekad baru untuk menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah. Masjid ini adalah wakaf—hadiah abadi dari umat, untuk umat, demi menanam pahala yang terus mengalir.

Kajian Al-Hikam bukan hanya tentang mendengar. Ia adalah perjalanan batin—mengendapkan makna, memurnikan niat, dan menguatkan langkah di tengah hiruk-pikuk dunia. Dan bagi banyak jemaah, Kamis sore bukan lagi sekadar hari, tapi ruang waktu yang mereka tunggu untuk kembali mengingat, mengenal, dan mencintai Allah. (wakafdt)

Spirit Kajian Al-Hikam Bersama Aa Gym di Masjid Daarut Tauhiid Read More »

Kolaborasi dan Keberkahan di IHT SMP DTBS Putra

Pada 8–9 Juli 2025 lalu, ruang kelas Gedung SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putra yang berada di jantung Kawasan Eco Pesantren 1, menjadi saksi berlangsungnya In House Training (IHT) civitas menjelang tahun ajaran baru. Kegiatan ini tak hanya menghidupkan semangat belajar para pendidik, tetapi juga mempererat jalinan ukhuwah dan kolaborasi dalam nuansa keberkahan tanah wakaf.

Dengan mengusung tema “Internalisasi Disiplin Positif”, kegiatan IHT berlangsung selama dua hari dan diisi dengan beragam materi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pengajaran, pengasuhan, serta pengelolaan lembaga. Sejak hari pertama, semangat kebersamaan begitu terasa—dimulai dari pemaparan roadmap pendidikan tahun ajaran 2025–2026 oleh manajemen sekolah, hingga sesi-sesi pemantapan peran strategis setiap elemen civitas.

Hari kedua menjadi momen reflektif sekaligus inspiratif. Dibuka dengan pemaparan bertema “Mendidik ala Rasul” oleh Dr. Maman Surahman, Lc., M.Ag., para peserta diajak menyelami kembali nilai-nilai mendidik yang bersumber dari keteladanan Nabi. Sesi berikutnya diisi dengan paparan teknis yang membumi: penyusunan modul berbasis AI oleh Enung Sumarni, M.Pd., M.T., peran tenaga TU dalam menjaga kredibilitas lembaga oleh Popon Kurniasih, S.Pd.I., M.Pd., serta pengelolaan asrama oleh Kol. ARH. M. Desi Ariyanto.

“Alhamdulillah di IHT kali ini, kami mendapatkan ilmu yang sangat aplikatif dan penuh makna,” ujar Jafar, Humas SMP DTBS Putra. “Cara mendidik ala Rasul benar-benar menyentuh dan insya Allah bisa diterapkan langsung dalam mendampingi santri,” imbuhnya.

Suasana kegiatan tidak hanya dipenuhi diskusi dan pelatihan, tetapi juga penuh senyum dan tawa kehangatan setelah melewati masa libur panjang. Dalam lingkaran ukhuwah ini, semangat untuk menyambut tahun ajaran baru dibangun dengan fondasi nilai-nilai Islam yang kuat.

Hamdani, Kepala Sekolah SMP DTBS Putra, menegaskan harapan besarnya dari pelaksanaan IHT ini. “Diharapkan kegiatan ini menjadi bekal dalam menjalankan amanah di tahun ajaran 2025–2026, dan menjadikan kita sebagai pendidik yang terus bertumbuh, baik secara keilmuan maupun spiritual,” ujarnya.

Yang menjadikan kegiatan ini semakin istimewa adalah tempat penyelenggaraannya—Kawasan Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid. Kawasan ini bukan sekadar kompleks pendidikan, melainkan juga kawasan wakaf produktif yang menjadi bukti nyata bagaimana harta wakaf dikelola dan dimanfaatkan untuk kemajuan umat. Di atas tanah yang diwakafkan oleh para muhsinin inilah, lembaga pendidikan seperti SMP DTBS Putra tumbuh dan berkembang, menyemai ilmu dan nilai-nilai kebaikan dari generasi ke generasi.

IHT kali ini tidak hanya menjadi penguatan profesionalisme, tetapi juga pengingat akan amanah besar yang diemban oleh setiap civitas—menjadi bagian dari perjuangan membangun peradaban melalui pendidikan yang dilandasi nilai-nilai Islam dan keberkahan wakaf. (wakafdt)

Kolaborasi dan Keberkahan di IHT SMP DTBS Putra Read More »

Zakir Naik & Aa Gym: Ukhuwah di Daarut Tauhiid

Udara pada Jumat sore (11/7/2025) di kawasan Gegerkalong terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan hanya karena sinar matahari yang enggan segera tenggelam di ufuk barat, tapi karena hadirnya dua sosok dai besar yang menorehkan jejak dalam sejarah dakwah dunia: Dr. Zakir Naik dan KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym.

Pertemuan yang berlangsung di Masjid Daarut Tauhiid Bandung ini menjadi saksi, ukhuwah dan dakwah masih menjadi denyut nadi umat Islam di tengah tantangan zaman. Kedua ulama saling menyapa dengan hangat, bertukar senyum, dan duduk berdampingan di serambi masjid yang dibangun dari amal jariyah dan semangat wakaf umat.

Dalam tausiyah singkatnya, dengan Dr. Zakir Naik duduk di sampingnya, Aa Gym mengingatkan tentang identitas dan tugas mulia umat Islam.

“Jadi kalau kita tidak mengajak orang jadi baik, mencegah dari mungkar, maka kita kehilangan kehormatan, jadi khairul ummah,” ujar Aa Gym, suaranya tegas namun teduh, disambut anggukan sepakat dari Dr. Zakir Naik.

Keheningan sesaat terasa. Tidak ada kata-kata lain yang lebih kuat dari pesan itu. Kalimat khairul ummah bukan hanya menjadi pengingat, tetapi juga refleksi: apakah kita telah menjadi umat terbaik dengan peran aktif dalam kebaikan?

Tak hanya berhenti di sana, Aa Gym juga menyampaikan undangan terbuka kepada Dr. Zakir Naik untuk memberikan ceramah di Masjid Daarut Tauhiid. Sebuah ajakan yang disambut dengan senyum cerah dan anggukan penuh semangat dari dai internasional asal India tersebut. “Insya Allah,” jawab Dr. Zakir singkat, namun penuh makna.

Masjid Daarut Tauhiid bukanlah sekadar tempat ibadah. Ia adalah poros dari kawasan pendidikan, ekonomi, dan sosial yang tumbuh dari tanah wakaf. Sejak awal didirikan, kawasan ini dibangun atas dasar amanah umat dan semangat untuk menghadirkan kebermanfaatan sepanjang masa.

Wakaf yang dikelola dengan amanah telah menjadikan Masjid Daarut Tauhiid dan seluruh kawasannya sebagai ekosistem dakwah yang hidup. Di sinilah ribuan orang datang setiap pekan: untuk belajar, berdagang, berbagi, bahkan sekadar menemukan ketenangan batin. Setiap langkah kaki di atasnya menjadi saksi amal jariyah yang terus mengalir, bahkan saat pewakafnya telah tiada.

Pertemuan antara Dr. Zakir Naik dan Aa Gym di tempat ini menjadi pengingat nyata: bahwa tanah wakaf bukan hanya aset fisik, tetapi juga ladang keberkahan yang melahirkan perjumpaan ide, semangat ukhuwah, dan gelombang dakwah lintas bangsa.

Sore itu, gema adzan Maghrib menggantung lembut di udara. Jemaah pun bersiap menunaikan salat, menyatukan barisan di atas sajadah yang terbentang dari shaf ke shaf. Di antara mereka, ada yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Masjid Daarut Tauhiid, dan ada pula yang telah bertahun-tahun menjadikannya rumah kedua.

Namun hari itu, semua menjadi saksi akan pertemuan dua cahaya dakwah, di tempat yang telah lama menjadi mercusuar kebaikan. Semoga keberkahan dari tanah wakaf ini terus menyinari langkah umat. Karena dari wakaf, lahir bukan hanya bangunan, tetapi peradaban. (wakafdt)

Zakir Naik & Aa Gym: Ukhuwah di Daarut Tauhiid Read More »