Suasana Masjid Daarut Tauhiid berubah hangat sekaligus meriah saat kajian sore bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menyentuh topik yang begitu akrab di telinga jemaah: Santri Siap Guna (SSG).
“SSG itu apa, coba?” tanya Aa Gym sambil tersenyum ke arah jemaah.
Sontak, suara lantang dari sisi akhwat menjawab, “Santri Siap Guna!”
Disambung celetukan khas Aa Gym, “Ada juga yang bilang santri serbaguna… itu mah gedungnya!”
Gelak tawa pun pecah. Namun dari momen ringan itu, muncul satu suara yang membuat suasana jadi penuh makna: Yanti, salah seorang jemaah yang menyimpan kisah inspiratif.
“Saya angkatan 45, Aa,” ujarnya. “Alhamdulillah, saya dan suami ikut SSG barengan. Kami sama-sama ingin memperbaiki diri, sama-sama ingin mengenal Allah, dan sama-sama ingin disiplin.”
Aa Gym tampak kagum. “Masya Allah, seangkatan dengan suami? Luar biasa. Terus, latihan bareng itu gimana kesannya?”
“Saling mengingatkan, Aa. Misalnya waktu makan, kami ingatkan: ‘Mama jangan dibunyiin,’ hehe. Nilai-nilai SSG kami terapkan juga ke anak-anak. Alhamdulillah, anak kami juga ikut SSG Junior.”
Jawaban Yanti membuat seluruh jemaah tersenyum. Lalu Aa Gym kembali bertanya, “Jadi suami istri sama-sama SSG itu lebih kompak ya?”
“Insya Allah, lebih siap. Genteng bocor? Bu, siap. Genteng, siap Pak!” katanya sambil tersenyum lebar. “Enak ya, kalau istrinya SSG, lebih terlatih. Ada preman? Bu, lawan! Siap!”
Cerita Yanti bukan sekadar humor keluarga. Ia menggambarkan bagaimana latihan kedisiplinan, spiritualitas, dan tanggung jawab di SSG benar-benar terbawa ke kehidupan nyata. Bukan hanya pada urusan fisik, tapi juga dalam komunikasi rumah tangga, mendidik anak, dan bahkan menyikapi hal kecil seperti suara saat makan.

Semangat itulah yang kini menjadi fondasi dibangunnya gedung baru SSG, yang tengah dalam tahap pembangunan di lingkungan Daarut Tauhiid. Gedung yang berdiri dengan dana wakaf umat ini diharapkan rampung pada Desember 2025, dan menjadi pusat pembinaan kader-kader SSG generasi berikutnya—baik pemuda, orang tua, bahkan keluarga.
“Kalau gedungnya kuat, sistemnya baik, dan niatnya lurus karena Allah, insya Allah yang lahir bukan hanya santri siap kerja, tapi santri siap taat,” tutur Aa Gym dalam kajian tersebut.
Pembangunan Gedung SSG ini bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah ikhtiar membangun manusia—mereka yang siap menjalani hidup dengan bekal iman, ilmu, dan kedisiplinan. Seperti Yanti dan keluarganya, SSG bukan hanya program pelatihan, tapi jalan untuk memperbaiki diri dan membangun rumah tangga yang kokoh dalam nilai-nilai Islam.
“Alhamdulillah, banyak yang ikut berkontribusi lewat wakaf. Ini amal jariyah. Siapapun yang membantu pembangunan Gedung SSG, insya Allah turut dalam pahala setiap kebaikan yang lahir dari para lulusannya,” ujar panitia pembangunan.
Dan seperti kata Yanti: “Kalau istri SSG lebih siap, rumah pun jadi ladang jihad. Bahkan genteng bocor pun jadi latihan!” (wakafdt)
