Wakaf Daarut Tauhiid

Berita Terbaru

Global Sumud Flotilla: Misi Kemanusiaan untuk Gaza Tetap Berkobar Meski Dibajak

WAKAFDT.OR.ID | LAUT MEDITERANIA – Armada Global Sumud Flotilla mungkin telah dibajak, namun para aktivis bersumpah bahwa misi mereka tidak akan pernah gagal dan tujuan mereka untuk rakyat Palestina di Gaza akan terus diperjuangkan.

Dari haluan Kapal Marinette, aktivis Turki Omer Faruk Narli melayangkan tangan dan berteriak lantang, seperti mengumandangkan janji suci. “Dari lautan untuk Gaza. Kami tidak akan pernah membiarkanmu dilupakan. Ini adalah suara kemanusiaan!” serunya, mengirimkan pesan harapan di tengah pengepungan militer.

Kapal Marinette, yang berbendera Polandia, adalah satu dari enam armada yang dibeli oleh Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) untuk menyukseskan pelayaran akbar Global Sumud Flotilla. Misi pelayaran ini bertujuan menembus blokade Israel untuk mengantarkan bantuan logistik dan obat-obatan bagi warga Gaza yang telah mengalami pengepungan dan genosida selama 25 bulan.

Perjuangan Kapal Terakhir yang Bertahan

Kapal Marinette menjadi armada Global Sumud Flotilla yang paling terakhir berjuang mencapai Gaza. Kapal ini sempat tertinggal dari konvoi utama yang berangkat serempak sejak 14 September dari berbagai dermaga di Tunisia, Italia, dan Yunani.

Pada Rabu (1/10/2025) siang, sebagian besar dari 41 kapal kemanusiaan itu sudah berada di titik R2, zona merah menuju R1. Sementara Kapal Marinette masih tertahan di kawasan R3, sekitar 98 nautical miles (nm) dari pantai Gaza. Kapal ini sempat mengalami kendala mesin di perairan R3.

Malam harinya, saat sekitar 20 armada perang Angkatan Laut Zionis Israel dilaporkan mulai mengepung konvoi di kawasan R2 menuju R1, Kapal Marinette berjuang keras menyusul. Jarak dari R2 dan R1 ke bibir pantai Gaza hanyalah sekitar 66 nm hingga 32 nm.

Kapten relawan asal Australia, Cameron John Tribe, yang mengemudikan Marinette, sempat menyampaikan keyakinannya. “Kami berada di Marinette, dan kami yakin kami adalah kapal terakhir yang masih bertahan… Kami tidak menyangka, setelah melaju sepanjang malam, kami dapat sampai di sini (R2), sementara kapal-kapal yang lainnya sudah disergap,” katanya.

Pembajakan di Zona Merah

Perjuangan Marinette berakhir di kawasan R2, sekitar 48 nm arah barat bibir pantai Gaza. Kapal tersebut akhirnya mati mesin. Berdasarkan tayangan live tracker, tim Shayatet-13, skuat khusus Angkatan Laut Israel, datang menggunakan perahu karet militer.

Sebelum Marinette dibajak pada Kamis (2/10/2025) pukul 08:29 waktu Laut Tengah, Kapal Mikeno, salah satu armada terdepan, sempat berhasil menembus ke perairan Gaza, hanya berjarak 7 nm dari daratan. Namun, Mikeno juga berhasil diburu dan dibajak oleh Shayatet-13, menyandera delapan relawan dari tujuh negara.

Nasib serupa tak terhindarkan. Para serdadu Israel yang membawa senjata laras panjang menaiki Kapal Marinette dan menyandera enam aktivis di dalamnya, termasuk Omer Faruk Narli.

Sebelum ditangkap, Omer Faruk meneriakkan pesan perlawanan terakhir, yang kini dikenang sebagai ‘Teriakan Singa’ di saluran komunikasi partisipan flotilla. “Tidak ada satupun yang bisa menghentikan kami untuk kalian yang ada di Gaza. Apapun risikonya, Palestina harus merdeka,” tegasnya.

Total, dari penyerangan dan pembajakan 42 armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla, Israel menyandera sedikitnya 512 relawan dan aktivis dari 47 negara. Mereka termasuk tokoh-tokoh global dan anggota parlemen yang dikenal gigih memperjuangkan kemerdekaan Palestina, seperti Greta Thunberg (Swedia), Mandla Mandela (Afrika Selatan), dan Thiago Avila (Brasil).

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Global Sumud Flotilla: Misi Kemanusiaan untuk Gaza Tetap Berkobar Meski Dibajak Read More »

Belajar di Teras dan Masjid: Semangat Santri PDF DT Tak Padam Menanti Ruang Kelas

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Suara-suara lantunan ayat dan kajian ilmu agama terdengar riuh bukan dari dalam bilik-bilik kelas, melainkan dari sudut-sudut Masjid, teras asrama, hingga area terbuka di Eco Pesantren Daarut Tauhiid (DT) 2 Program Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

Keterbatasan fasilitas tidak sedikit pun menyurutkan semangat belajar para santri di sana. Hingga saat ini, proses belajar mengajar santri PDF DT masih berlangsung di lokasi-lokasi seadanya.

Ketiadaan ruang kelas yang memadai memaksa para santri dan guru beradaptasi, mengubah area salat menjadi ruang kuliah sementara, dan memanfaatkan teras sebagai tempat menghafal.

“Meski dengan fasilitas yang belum begitu lengkap, semangat para santri PDF tetap menggebu dalam mempelajari ilmu agama,” ujar salah seorang pengurus PDF.

Tidak hanya kegiatan belajar formal, kendala fasilitas juga terasa dalam kegiatan non-akademik. Saat pelajaran olahraga, misalnya, para santri harus puas memanfaatkan lahan sekitar masjid dan asrama.

Mereka belum memiliki lapangan atau sarana olahraga yang representatif. Kondisi ini menuntut kreativitas tinggi dari pengajar dan kesabaran ekstra dari para santri.

Namun, di tengah segala keterbatasan, ada sinar harapan yang mulai terwujud.

Saat ini, di lingkungan pondok pesantren tersebut, sedang berlangsung pembangunan ruang kelas belajar baru untuk santri PDF. Pembangunan ini menjadi fokus utama demi meningkatkan kualitas dan kenyamanan proses pendidikan.

Para santri menyambut pembangunan ini dengan antusiasme yang luar biasa. Besar harapan mereka agar pembangunan ruang kelas ini dapat segera rampung sehingga mereka bisa merasakan suasana belajar yang lebih kondusif.

Mereka mendambakan momen bisa belajar, duduk rapi di meja dan kursi kelas, terpisah dari hiruk pikuk kegiatan masjid dan asrama.

Pembangunan ini adalah langkah penting untuk memastikan generasi penerus ulama ini dapat menimba ilmu dengan fasilitas yang layak, menjadikan masa-masa belajar di teras dan masjid sebagai kenangan manis akan perjuangan dan semangat pantang menyerah. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Belajar di Teras dan Masjid: Semangat Santri PDF DT Tak Padam Menanti Ruang Kelas Read More »

Pembangunan RKB Santri PDF DT Capai 68%, Target Selesai Akhir Tahun Tetap Dikejar!

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Progres pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) untuk santri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (PDF DT) menunjukkan kemajuan signifikan. Menurut data terbaru, pembangunan RKB ini telah mencapai angka 68%.

Saat ini, para pekerja proyek sedang fokus pada tahap plesteran dinding dan plumbing (pemasangan saluran air). Setelah tahap ini selesai, pengerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan plafon, instalasi listrik, dan landing.

Sofyan, selaku pengawas proyek, mengungkapkan bahwa meskipun pembangunan sempat mengalami kendala dan terhenti selama kurang lebih satu pekan, tim proyek berkomitmen penuh.

“Kami akan terus mengejar target agar pembangunan RKB ini dapat selesai pada akhir tahun ini,” tegasnya.

Penyelesaian RKB ini sangat dinantikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar para santri PDF DT, menyediakan fasilitas yang lebih baik dan memadai.

Saat ini santri PDF masih menggunakan fasilitas yang ada untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, seperti belajar di teras masjid, dalam masjid dan juga asrama.

Meskipun kegiatan belajar belum dilaksanakan di ruang kelas yang proper, namun para santri tetap giat dan semangat dalam belajar. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Pembangunan RKB Santri PDF DT Capai 68%, Target Selesai Akhir Tahun Tetap Dikejar! Read More »

Memetik Keteladanan, Merajut Kepedulian: Kisah Kajian Islami di Sekolah

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Di tengah hiruk pikuk rutinitas belajar, sebuah suasana khidmat nan hangat menyelimuti aula sekolah. Ratusan pasang mata, mulai dari siswa hingga guru, tampak larut dalam Kajian Islami spesial yang digelar pihak sekolah.

Acara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah perjalanan rohani yang bertujuan utama: meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.

Antusiasme peserta begitu terasa. Mereka duduk khusyuk, menyerap setiap poin inspiratif yang disampaikan oleh Ustadz Taufik Hidayat, M.Sos.

Dalam materinya, Ustadz Taufik tidak hanya mengupas teori, tetapi juga kisah-kisah praktis mengenai perilaku luhur Rasulullah yang relevan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fokus dan semangat para peserta menjadi cerminan bahwa nilai-nilai agama dan moral tetap menjadi prioritas utama di lingkungan pendidikan ini.

Dari Ilmu ke Aksi Nyata: Dana Kemanusiaan untuk Palestina

Namun, momen istimewa ini tak berhenti hanya pada penyerapan ilmu. Kajian ini juga diangkat menjadi sebuah platform kepedulian sosial. Pihak sekolah memanfaatkan momen berkah ini sebagai sarana penggalangan dana kemanusiaan.

Di tengah jeda, sebuah kotak amal diletakkan, mengalirkan sumbangan sukarela dari hati yang tergerak. Dan hasilnya sungguh mengharukan: dalam satu sesi, berhasil terkumpul dana “cash wakaf for Palestine” sejumlah Rp3.404.200.

Angka ini bukan sekadar nominal, melainkan bukti nyata bahwa semangat berbagi dan empati global telah tertanam kuat di sanubari para siswa dan guru.

Kebanggaan Kepala Sekolah dan Penutup Penuh Semangat

Di penghujung acara, Kepala Sekolah mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. Dengan bangga ia menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja samanya. Antusiasme siswa dan guru dalam menyimak kajian serta kepedulian mereka untuk Palestina sungguh membanggakan,” ujarnya, menyoroti bagaimana kegiatan ini berhasil menyatukan hati dalam ilmu dan aksi.

Untuk mengakhiri kebersamaan yang penuh makna ini, keceriaan kembali mewarnai ruangan. Pembagian doorprize menjadi penutup manis, memberikan refreshment dan semangat baru bagi seluruh peserta.

Kegiatan ini menjadi narasi kuat yang menunjukkan bahwa sekolah tersebut berkomitmen lebih dari sekadar nilai akademis.

Melalui Kajian Islami, sekolah ini berhasil menanamkan tiga pilar penting: nilai agama, moralitas, dan kepedulian sosial yang tinggi, membuktikan bahwa pendidikan sejati adalah tentang mencetak pribadi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Memetik Keteladanan, Merajut Kepedulian: Kisah Kajian Islami di Sekolah Read More »

Angkatan Laut Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla Dekat Perairan Gaza

WAKAFDT.OR.ID | GAZA — Armada Kapal Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina, melaporkan bahwa mereka telah dicegat oleh Angkatan Laut Israel pada Rabu malam, 1 Oktober, waktu setempat.

Flotilla GSF, yang terdiri dari sekitar 45 kapal dengan aktivis dan politikus dari berbagai negara, berada sekitar 131 kilometer dari pesisir Gaza ketika insiden tersebut terjadi. Tindakan ini merupakan upaya terbaru Israel untuk memberlakukan blokade terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut.

“Kapal-kapal perang [Israel] bergerak untuk mencegat armada, dengan sisa jarak hanya 81 mil laut menuju Gaza,” demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh kontingen Maghreb dari GSF, seperti yang dikutip oleh AFP.

Politikus Prancis, Marie Mesmeur, dan anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina, Rima Hassan, turut mengonfirmasi bahwa kapal yang mereka tumpangi telah dihentikan.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, bahkan mengunggah di platform X bahwa otoritas Israel “saat ini sedang menaiki” kapal-kapal armada tersebut. Setidaknya enam kapal GSF dipastikan telah dihentikan oleh Angkatan Laut Israel.

Penahanan Aktivis dan Klaim Israel

Kementerian Luar Negeri Israel (Kemlu) melalui akun X mereka menyatakan bahwa “beberapa kapal dari armada Hamas-Sumud telah berhasil dihentikan dan para penumpangnya sedang dibawa ke sebuah pelabuhan Israel.”

Salah satu anggota GSF yang ditahan adalah aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg. Kemlu Israel, seperti dikutip oleh Al Jazeera, memastikan: “Greta dan rekan-rekannya dalam keadaan aman dan sehat.”

Mereka juga merilis sebuah video yang menunjukkan Thunberg sedang dikawal oleh aparat. Namun, Israel tidak menyajikan bukti konkret untuk mendukung klaim mereka bahwa armada tersebut memiliki kaitan dengan Hamas. Para aktivis menyebut pencegatan ini sebagai tindakan yang ilegal dan merupakan bentuk “pembajakan.”

Peringatan dan Desakan Internasional

Pencegatan ini terjadi setelah Israel mengklaim telah mengeluarkan peringatan kepada armada GSF agar tidak memasuki perairan Gaza, yang masuk dalam wilayah blokade maritim yang ditetapkan Israel.

Kemlu Israel menyatakan: “Angkatan Laut Israel telah menghubungi armada dan meminta mereka mengubah jalur,” serta menambahkan bahwa Israel telah memberi tahu armada tersebut bahwa mereka “mendekati zona pertempuran aktif dan melanggar blokade laut yang sah.”

Sebelumnya, Spanyol dan Italia telah mendesak armada tersebut untuk berhenti sebelum memasuki zona larangan yang diumumkan Israel di lepas pantai Gaza. Kedua negara tersebut bahkan mengirim kapal perang untuk mengawal GSF.

Salah satu kapal utama, Alma, dilaporkan “dikepung secara agresif oleh kapal perang Israel,” dan kapal lainnya, Sirius, mengalami “manuver pengganggu yang serupa.”

GSF, melalui unggahan di X, menyatakan bahwa mereka tetap “waspada saat memasuki wilayah di mana armada-armada sebelumnya dicegat dan/atau diserang.”

Sekitar pukul 15.00 GMT pada hari Rabu, armada melaporkan jarak pelayaran mereka hanya kurang dari 90 mil laut (sekitar 170 kilometer) dari Gaza, dan menegaskan: “Kami berlayar tanpa gentar menghadapi ancaman dan intimidasi Israel.”

Menteri Transformasi Digital Spanyol, Oscar Lopez, mendesak GSF agar tidak melintasi zona larangan Israel, dengan mengatakan kepada televisi publik Spanyol: “Pesan kami kepada armada sudah jelas: jangan masuk ke zona itu,” dan menegaskan bahwa kapal pengawal angkatan laut Spanyol tidak akan memasuki area tersebut.

Sementara itu, Italia bahkan menyerukan para aktivis untuk “segera menghentikan” pelayaran dan kemudian menarik mundur pengawalan kapal fregatnya yang berada 278 km dari garis pantai Gaza.

Menteri Pertahanan Italia, Guido Cresetto, menduga kapal bantuan itu akan dicegat di laut lepas dan para aktivis akan ditangkap. Para aktivis menganggap keputusan Spanyol dan Italia ini sebagai upaya untuk “menggagalkan” misi mereka. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan

Sumber: CNN


WAKAFDT.OR.ID

Angkatan Laut Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla Dekat Perairan Gaza Read More »

Kajian Islam SMPN 33 Bandung Bersama Wakaf DT: Siswa dan Guru Antusias Galang Dana untuk Palestina

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Suasana khidmat menyelimuti kegiatan Kajian Islami yang digelar oleh pihak sekolah. Acara yang bertujuan untuk meneladani Nabi Muhammad SAW ini disambut antusias oleh ratusan peserta.

Kajian spesial ini diisi oleh Ustadz Taufik Hidayat, M.Sos., yang membawakan materi inspiratif tentang akhlak dan perilaku mulia Rasulullah. Ratusan siswa dan guru terlihat fokus dan antusias menyimak setiap pembahasan.

Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana penggalangan dana kemanusiaan. Dalam kesempatan tersebut, berhasil terkumpul dana cash wakaf for Palestine sebesar Rp3.404.200.

Di akhir acara, Kepala Sekolah menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kerja sama dan partisipasi aktif dari seluruh elemen sekolah.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja samanya. Antusiasme siswa dan guru dalam menyimak kajian serta kepedulian mereka untuk Palestina sungguh membanggakan,” ujar Kepala Sekolah.

Untuk menambah kemeriahan, acara ditutup dengan pembagian doorprize yang membuat peserta semakin bersemangat.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga penanaman nilai agama, moral, dan kepedulian sosial yang tinggi. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Kajian Islam SMPN 33 Bandung Bersama Wakaf DT: Siswa dan Guru Antusias Galang Dana untuk Palestina Read More »

Aset Wakaf Daarut Tauhiid Optimal, Panen Ayam Rutin Beri Manfaat

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG BARAT — Aset wakaf produktif milik Daarut Tauhiid (DT) kembali menunjukkan hasil optimal. Peternakan ayam (paranje) wakaf produktif DT yang berlokasi di Cijanggel baru saja melangsungkan panen ayam pada hari Senin (29/9/2025).

Dalam panen kali ini, sebanyak 4.500 ekor ayam berhasil dipanen dan langsung diserap oleh distributor. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa aset wakaf yang dikelola secara profesional dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan.

Tiesna, selaku PIC Paranje Wakaf Produktif DT, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran panen tersebut. “Alhamdulillah, panen ini rutin dilaksanakan 40 hari sekali. Ini adalah bukti nyata bahwa aset wakaf di DT bisa menjadi produktif dan memberikan manfaat bagi warga sekitar,” ujarnya.

Optimalisasi aset wakaf melalui peternakan ayam ini tidak hanya menjaga keberlanjutan wakaf itu sendiri, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian lokal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar lokasi peternakan.

Model pengelolaan wakaf produktif seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk memaksimalkan potensi wakaf di Indonesia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aset Wakaf Daarut Tauhiid Optimal, Panen Ayam Rutin Beri Manfaat Read More »

Melahirkan Nahkoda Peradaban: Rangkaian LDKS dan Raker Bentuk Pemimpin Tangguh Daarut Tauhiid Putri

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri kembali mengukuhkan komitmennya dalam mencetak generasi pemimpin peradaban.

Pada akhir pekan yang cerah, mulai Jumat (19/9/2025) hingga Ahad (21/9/2025), suasana di pesantren itu dipenuhi energi dan antusiasme oleh para pengurus Organisasi Pelajar Pesantren (OPP) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) Kabinet Naqeeba Mafaza Masa Bakti 2025/2026.

Ini bukanlah sekadar pertemuan biasa, melainkan rangkaian komprehensif Rapat Kerja (Raker) dan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) yang dirancang untuk membentuk karakter dan kapabilitas.

Dari Meja Rapat Hingga Lapangan Outbound

Agenda yang disajikan tak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik langsung. Para santri dilatih dalam berbagai keterampilan penting organisasi, mulai dari riset dan presentasi program kerja hingga pelatihan pembuatan TOR (Term of Reference), LPJ (Laporan Pertanggungjawaban), dan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Keterlibatan aktif mereka terlihat jelas dalam setiap sesi diskusi dan praktik penyusunan program.

Namun, kepemimpinan tak hanya soal administrasi.

Aspek pembangunan karakter pun menjadi inti. Rangkaian kegiatan juga mencakup outbound, team building, evaluasi, dan sesi kebersamaan yang erat. Semua ini dirancang untuk menanamkan nilai kebersamaan, kemandirian, dan tanggung jawab—kunci utama bagi calon pemimpin muda.

Seperti disampaikan oleh Fitri Iswari, Staf Humas Media dan Design: “Alhamdulillah, pengurus OPP dan MPK SMP DTBS Putri melaksanakan kegiatan Rapat Kerja sekaligus Latihan Dasar Kepemimpinan Santri dengan penuh semangat. Semoga melalui kegiatan ini, lahir generasi pemimpin santri yang berkarakter, bertauhid, dan bermanfaat dalam membangun peradaban Islam.”

Mengemban Amanah di Atas Tanah Wakaf

Setiap dinamika dan inspirasi yang muncul dari kegiatan ini diharapkan dapat mematangkan kesiapan pengurus OPP dan MPK dalam mengemban amanah organisasi. Mereka diasah untuk menjadi sosok yang tangguh, visioner, dan berorientasi pada kebaikan dalam setiap kebijakan dan program.

Lebih dari itu, pelaksanaan kegiatan positif ini memiliki makna mendalam. SMP DTBS Putri sendiri berdiri di atas lahan wakaf terpadu Pesantren Daarut Tauhiid. Dengan memaksimalkan potensi santri melalui kegiatan-kegiatan berkualitas, sekolah ini turut menjalankan upaya mulia memakmurkan aset wakaf tersebut.

Dengan langkah awal yang penuh makna ini, SMP DTBS Putri menegaskan kembali perannya sebagai kawah candradimuka yang melahirkan muslimah-muslimah cerdas dan beriman yang siap menjadi nahkoda peradaban Islam di masa depan. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Melahirkan Nahkoda Peradaban: Rangkaian LDKS dan Raker Bentuk Pemimpin Tangguh Daarut Tauhiid Putri Read More »

Cahaya Ilmu di Riyadul Huda: Semangat Mengajar Bu Yanti Setelah 19 Tahun Bersemi Kembali

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Selama 19 tahun, Bu Yanti telah mendedikasikan hidupnya untuk mengajar anak-anak madrasah membaca Al-Qur’an.

Sebuah pengabdian yang panjang, mengukir huruf demi huruf hijaiyah dalam benak generasi muda di Madrasah Riyadul Huda, Pangalengan.

Namun, semangat yang membara itu sempat meredup, bukan karena surutnya niat, melainkan karena keterbatasan yang menghadang.

Salah satu kendala utamanya adalah keterbatasan sarana, termasuk ketersediaan mushaf Al-Qur’an yang layak dan cukup bagi seluruh siswa. Keterbatasan ini tentu menjadi tantangan besar dalam proses belajar mengajar.

Syukurlah, asa itu kini bersemi kembali. Berkat kebaikan dan dukungan para muwakif (donatur wakaf), sebuah bantuan yang sangat berarti telah tiba di Madrasah Riyadul Huda.

Kini, Bu Yanti dan seluruh siswanya dapat kembali belajar dengan semangat baru yang membara. Kedatangan mushaf-mushaf Al-Qur’an baru telah menjadi “teman setia” yang menemani mereka setiap hari.

Mushaf-mushaf segar ini bukan sekadar buku, melainkan jembatan untuk menapaki jalan ilmu dan iman dengan lebih mudah dan khusyuk.

Bantuan ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian dapat menembus keterbatasan sarana.

Selama 19 tahun, Bu Yanti mungkin berjuang dengan segala keterbatasan, namun kini, dengan dukungan penuh, cahaya ilmu di Riyadul Huda diharapkan akan bersinar semakin terang, melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu dan beriman. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Cahaya Ilmu di Riyadul Huda: Semangat Mengajar Bu Yanti Setelah 19 Tahun Bersemi Kembali Read More »

Menyiapkan Pemimpin Muda di Atas Lahan Wakaf, Bagian dari Memakmurkan Wakaf

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Jumat (19/9/2025), suasana penuh semangat terasa di SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri. Para pengurus Organisasi Pelajar Pesantren (OPP) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) Kabinet Naqeeba Mafaza Masa Bakti 2025/2026 memulai rangkaian Rapat Kerja dan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri yang berlangsung hingga Ahad (21/9/2025).

Agenda disusun komprehensif: riset dan presentasi program kerja, pelatihan pembuatan TOR, LPJ, dan RAB, hingga outbound, team building, evaluasi, serta sesi kebersamaan.

Setiap kegiatan tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kemandirian, dan tanggung jawab sebagai calon pemimpin muda.

“Alhamdulillah, pengurus OPP dan MPK SMP DTBS Putri melaksanakan kegiatan Rapat Kerja sekaligus Latihan Dasar Kepemimpinan Santri dengan penuh semangat. Semoga melalui kegiatan ini, lahir generasi pemimpin santri yang berkarakter, bertauhid, dan bermanfaat dalam membangun peradaban Islam,” ujar Fitri Iswari, Staf Humas Media dan Design.

Keterlibatan aktif santri tampak jelas dalam diskusi, praktik penyusunan program, hingga dinamika outbound yang penuh inspirasi. Melalui kegiatan ini, pengurus OPP dan MPK diharapkan semakin siap mengemban amanah organisasi dengan sikap tangguh, visioner, dan berorientasi pada kebaikan.

Dengan langkah awal penuh makna ini, SMP DTBS Putri kembali meneguhkan komitmennya dalam membentuk generasi muslimah yang siap menjadi pemimpin peradaban di masa depan.

SMP DTBS Putri sendiri berada diatas lahan wakaf terparu Pesantren Daarut Tauhiid. Melalui kegiatan-kegiatan positif seperti diatas, insyaAllah menjadi bagian dari upaya memakmurkan aset wakaf. (DS/WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Menyiapkan Pemimpin Muda di Atas Lahan Wakaf, Bagian dari Memakmurkan Wakaf Read More »