Wakaf Daarut Tauhiid

Admin WakafDT

Ujian Berat Namun Makin Iman Kuat: Kisah Haru Mualaf Bapak Yoko

WAKAFDT.OR.ID | JAKARTA — Tim Program Bina Mualaf bersama Kepala Unit Kantor Perwakilan Daarut Tauhiid Jakarta melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kediaman Bapak Yoko Satria di Palmerah, Jakarta Barat, seorang mualaf berusia 31 tahun yang tengah menghadapi ujian kehidupan yang begitu berat.

Bapak Yoko kini harus berjuang melawan striktur uretra, sebuah penyakit yang mengharuskannya menjalani pemeriksaan rutin ke rumah sakit.

Tidak berhenti di situ, cobaan lain menimpa beliau: sebuah kecelakaan di masa lalu membuat kaki kirinya harus diamputasi, sehingga kini ia bergantung pada kaki palsu.

Sementara itu, tangan kanannya pun masih terpasang pen besi hasil dari perawatan medis panjang yang harus dijalaninya.

Kehidupan Bapak Yoko penuh dengan ujian kesabaran. Ia adalah seorang mualaf yang teguh memilih Islam sebagai jalan hidupnya. Sang Ayah telah tiada, sementara Ibu dan saudara-saudaranya masih non-muslim.

Dalam kesendiriannya menghadapi sakit dan keterbatasan, beliau terus berusaha mencari pekerjaan yang sesuai dengan kondisi fisik dan kemampuannya, agar tetap dapat mandiri dan bermanfaat.

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga wujud nyata dari kasih sayang sesama muslim. Tim hadir untuk memberikan dukungan, menguatkan tauhiid, dan menanamkan semangat agar beliau senantiasa istiqomah dalam iman, teguh dalam sabar, dan yakin bahwa rahmat Allah SWT selalu menyertai.

Kami mengajak jamaah, sahabat, dan kaum muslimin semua untuk turut serta mendoakan Bapak Yoko. Semoga Allah SWT limpahkan kesembuhan, kekuatan, dan jalan kemudahan dalam setiap langkahnya.

Bagi yang ingin menyalurkan dukungan, mari bergabung dalam program “BERKAH BERBAGI” Masjid Daarut Tauhiid Jakarta dengan menyalurkan bantuan melalui Bank Muamalat: 3220012966 An Yayasan Daarut Tauhiid

Semoga setiap doa, dukungan, dan bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah, cahaya kebaikan, dan sebab datangnya keberkahan bagi kita semua.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Ujian Berat Namun Makin Iman Kuat: Kisah Haru Mualaf Bapak Yoko Read More »

Gelar Dunia Bukan Jaminan Lulus di Surga

WAKAFDT.OR.IDPernahkah kita merasa, ada orang yang menganggap diri kita baik, cerdas, berguna, dan hal hal baik lainnya? Mungkin ada, gelar orang yang menyebut kita ‘Si Sholeh’.

Karena anak ustadz misal, lalu semasa sekolah nilai agama selalu baik, tidak pernah berbuat onar dan di kampung halaman rajin mengaji. Pasti ada, diantara kita yang mendapat gelaran tersebut. Lalu kita tersadar dan malu, karena tahu diri kita yang sebenarnya, yang mereka tidak tahu.

Seiring berjalannya waktu, kita dialirkan pada tempat dan suasana yang baru. Bisa dibilang, lebih baik dari lingkungan sebelumnya. Dan ketika kita masuk dalam lingkungan yang lebih baik tersebut, kita merasa tidak ada apa-apanya.

Gelar-gelar dunia yang orang-orang bilang dulu di lingkungan yang lama, tak terdengar lagi di tempat yang lebih baik ini.

Kenapa bisa? Karena kita lihat sendiri orang-orang yang betul-betul pantas mendapat gelaran tersebut begitu terlihat di lingkungan yang betul-betul baik. Sedangkan gelaran kita dahulu, hanya diberikan oleh orang-orang yang tidak mengenal kita sama sekali.

Ketika masuk lingkungan baru, banyak hal yang baru kita tahu. Sehingga kita akan lebih banyak berkata, baik dikatakan dalam hati, ‘Oh ternyata ini seharusnya seperti ini, Oh ternyata hal itu asal usulnya seperti itu’, dan masih banyak ‘Oh’ lagi yang baru kita ketahui.

Hafalan juz 30 yang kita banggakan selama ini, menciut ketika orang-orang disekelilingmu sudah hapal 30 juz. Bacaan qur’an yang kita anggap lancar, menjadi belajar lagi dari awal dengan tahsin, karena ternyata ilmu makharijul huruf itu luas. Ah dan masih banyak lagi yang kita semua mulai dari nol.

Lalu kenapa, dulu orang-orang menyebut kita dengan gelaran yang baik? Ibaratkan juara kelas, dulu kita mungkin diberikan gelaran tersebut pada tingkat RT. Sedangkan orang lain mendapat gelaran tersebut sudah pada tingkat Internasional yang sudah diakui oleh dunia.

Kalau ibaratkan tingkat RT sampai Internasional adalah tingkatan dari tidak baik menuju baik bahkan sangat baik, bisa jadi kita mendapat gelaran tersebut bukan karena kita benar-benar sudah baik, namun kita dianggap baik di lingkungan yang belum baik.

Bisa dibilang, ‘Aga mending dibandingkan dengan yang lain’, tentu aga mending ini bukan patokan sudah baik, namun tidak ada lagi.

Allah menaikkan kita ke tempat yang lebih baik untuk menyadarkan kita. Jangan sombong dengan kedudukannu saat ini yang digelarkan orang-orang. Di atas kita pasti ada yang lebih, lebih, bahkan lebih baik lagi.

Dan terpenting, kita harus sadar bahwa karena kasih sayang Allah lah kita mendapat gelaran tersebut. Allah telah menutup aib-aib kita yang harus kita syukuri, sehingga sampai saat ini masih ada yang mau bersikap tulus untuk menjadi teman kita.

Sedikit saja Allah buka aib kita, tentu kita sudah dianggap tidak ada harganya lagi. Kalau kata guru Aagym, jika dosa itu bau, sekali saja kita berbuat dosa tentu badan kita akan bau, tapi kita telah berbuat dosa banyak sekali, bukan sekali, dan pasti badan ini sangat bau.

Terkadang, manusia biasa seperti kita, ketika dipuji merasa mulia dan seolah-olah pujian itu memang untuk kita, seolah-olah kita lupa bahwa hakikatnya pujian itu hanya untuk Allah semata.

Dan ketika dihina, kita tidak terima. Padahal, keadaan kita lebih buruk dari yang mereka katakan. Astaghfirulloohal’adziim.

Berbeda dengan Abu Bakr, yang ketika dipuji, beliau berkata,

”Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka”

Itulah perbedaan jauh kita dengan sahabat Rasulullah SAW. tercinta, sangat berbeda. Dan tentu kita sudah sering mendengar 3 golongan yang terlihat meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah, namun ternyata Su’ul Khatimah, Naudzubillaah.

Kenapa bisa? Amalannya sudah sangat banyak, bahkan sampai berkorban nyawa. Salahnya hanya satu, tapi Fatal, Niat.

Ia meninggal dalam kondisi berperang melawan musuh Allah, namun ‘ingin dilihat syahid’. Ia tersungkur ke bara api yang menyala padahal banyak mengeluarkan harta, ‘ingin dilihat dermawan’.

Dan ia diseret oleh Malaikat penjaga neraka padahal banyak ilmunya, ‘ingin dilihat ahli agama. Iya begitulah kesombongan dan berharap pujian dari makhluk yang telah membakar semua pengorbanannya. Nauudzubillaah.

Semoga Allah karuniakan kepada kita hati yang ikhlas dalam melakukan ibadah apapun. Sehingga kita melakukan dan tidak melakukan sesuatu bukan karena penilaian dari makhluk, tapi kita kembali bertanya pada diri, “Apakah Allah Ridha?”

Kita semua pendosa dan Allah adalah sebaik-baik penerima Taubat. Semoga kita mengenal Allah dengan sebaik-baikinya pengenalan dan Allah wafatkan kita dalam keadaan Husnul Khatimah. Aamiin Yaa Allah, Yaa Robbal ‘Aalamiin.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Gelar Dunia Bukan Jaminan Lulus di Surga Read More »

Aa Gym: Belajar Ikhlas Agar Selamat di Akhirat

WAKAFDT.OR.IDMengapa i’tikaf di masjid? Karena untuk menghemat sewa kontrakan. Mengapa rajin shaum senin-kamis? Karena ingin langsing sekaligus menghemat uang jajan. Mengapa disiplin sholat subuh di awal waktu? Karena ingin wajah terlihat berbinar.

Saudaraku, Alloh Ta’ala berfirman, “Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Alloh-lah agama yang bersih (dari syirik)..” (QS. Az Zumar: 2-3)

Saudaraku, marilah kita senantiasa berhati-hati dalam menjaga kebersihan hati agar senantiasa lurus dan murni dalam berniat.

Karena Alloh Ta’ala hanya menerima amal sholeh seorang hamba yang dilakukan dengan niat ikhlas hanya mengharapkan ridho-Nya semata.

Boleh jadi kita menunaikan rencana niat baik kita, akan tetapi saat melakukannya hati kita berbelok menjadi berharap sesuatu yang lain selain penghargaan Alloh.

Seperti saat ikut aksi bela Islam beberapa tahun lalu di Jakarta. Mari kita tafakuri kembali, muhasabah kembali apa sebenarnya niat kita.

Kegiatan tersebut adalah kegiatan yang direncanakan sebagai kebaikan, sebagai amal sholeh kita sehingga kita berusaha sekuat tenaga agar semuanya berlangsung tertib dan damai, ada dalam ridho Alloh Ta’ala.

Namun, bagaimana dengan hati kita, jangan sampai niat kita malah hanya ingin dilihat orang lain sebagai pemberani, jangan sampai niat kita hanya ingin berfoto selfie sehingga dikagumi orang lain.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam dalam sebuah haditsnya pernah mengingatkan kepada kita tentang seorang mujahid yang gugur di medan jihad.

Ia seorang dermawan yang membelanjakan hartanya di jalan Alloh, dan seorang yang hafal dan paham al-Quran, akan tetapi ketiganya masuk neraka.

Sebabnya hanya satu, karena bukan Alloh yang ada di dalam hatinya.

Subhanalloh! Marilah kita terus-menerus melatih diri untuk terampil menjaga niat. Semoga Alloh Ta’ala menerima amal sholeh kita dan membimbing kita dengan hidayah-Nya sehingga kita termasuk orang-orang yang ikhlas. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Belajar Ikhlas Agar Selamat di Akhirat Read More »

Ingin Bebas Maksiat? Lakukan 5 Hal Ini!

WAKAFDT.OR.IDAda seorang pemuda yang mendatangi Ibrahim bin Adham. Pemuda ini, menurut pengakuannya, sudah terlampau banyak berbuat dosa dan maksiat.

Ia bermaksud meminta nasihat agar bisa berhenti melakukan perbuatan yang tidak baik. Ibrahim bin Adham berkata: “Aku akan mengajarimu lima hal. Jika Iima hal ini kau kuasai, maka kamu tidak akan memperoleh musibah dan akan merasakan semua kenikmatan.”

Pertama, jika kau ingin bermaksiat kepada Allah, maka jangan kau makan rezeki-Nya.” “Bagaimana mungkin aku dapat melakukan hal itu?” jawab sang pemuda. Ibrahim menimpali, “Pantaskah engkau memakan rezeki-Nya kemudian bermaksiat kepada-Nya?”

Kedua, jika engkau ingin bermaksiat kepada-Nya, maka jangan tinggal di bumi-Nya.” “Wah, ini jauh lebih berat dari yang pertama. Bukankah semua tempat dari barat hingga ke timur adalah milik-Nya, lalu di mana aku harus tinggal?” ujar pemuda itu.

Ketiga, jika kau hendak bermaksiat kepada-Nya, maka lakukanlah di tempat yang tidak terlihat oleh Allah.” Si pemuda ini berkata, “Bagaimana mungkin hal itu dapat terjadi, sedangkan Dia Maha Mengetahui segala yang tersembunyi di dalam hati.”

Kata Ibrahim, “Kalau begitu, pantaskah engkau memakan rezeki-Nya, tinggal di bumi-Nya, kemudian bermaksiat di hadapan-Nya yang selalu memandang dan melihatmu melakukan maksiat tersebut?”

Keempat, jika malaikat maut datang hendak mencabut nyawamu, maka mohonlah agar dia mau menundanya sesaat, agar kau dapat bertobat dan beramal saleh.” “Tentunya ia tidak akan pernah mengabulkan permintaanku itu,” jawab sang pemuda. “Jika kau tidak mampu menolak atau menunda kematian, bagaimana engkau berharap selamat?” ujar Ibrahim.

Kelima, ketika malaikat penjaga neraka hendak menyeretmu ke dalam neraka, berontak dan jangan mau ikut bersamanya.” “Dia tidak akan melepaskanku,” jawab pemuda itu. “Lalu bagaimana engkau dapat berharap selamat dari neraka?” ujar Ibrahim.  Pada akhirnya pemuda itu memohon ampun dan bertobat kepada Allah Ta’ala.

Menarik kiranya jika kita bisa menangkap pelajaran dan mengambil hikmah dari kisah di atas. Kisah ini menggiring diri kita untuk selalu ingat dan sadar bahwa setiap perbuatan dosa serta maksiat, akan ada konsekuensinya.

Allah Ta’ala telah menegaskan tentang hal ini sebagai berikut :

وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ وَّلِيٍّ مِّنْۢ بَعْدِهٖ ۗوَتَرَى الظّٰلِمِيْنَ لَمَّا رَاَوُا الْعَذَابَ يَقُوْلُوْنَ هَلْ اِلٰى مَرَدٍّ مِّنْ سَبِيْلٍۚ، وَتَرٰىهُمْ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا خٰشِعِيْنَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُوْنَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّۗ وَقَالَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ الْخٰسِرِيْنَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ وَاَهْلِيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ اَلَآ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ فِيْ عَذَابٍ مُّقِيْمٍ

“Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada baginya pelindung setelah itu. Kamu akan melihat orang-orang zalim ketika mereka melihat azab berkata, “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)? Kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tertunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Orang-orang yang beriman berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah, sesungguhnya orang-orang dzalim itu berada dalam azab yang kekal.” (QS. Asy-Syura : 44-45)

Dosa dan maksiat yang kita lakukan, baik kepada Allah atau sesama, akan membawa dampak-dampak yang tidak diharapkan. Tapi tetap saja masih banyak di antara manusia yang belum sadar sehingga terus asyik dengan aneka kemunkaran yang dikerjakannya.

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Ingin Bebas Maksiat? Lakukan 5 Hal Ini! Read More »

Aa Gym: Allah Beri Kita Rezeki Supaya Kita Memberi Rezeki Kepada Orang Lain

WAKAFDT.OR.IDRezeki dari Alloh Ta’ala tidaklah berupa uang saja. Rezeki itu amat luas mencakup kesehatan, ilmu, jaringan, kesempatan dan lain sebagainya.

Ketika kita meminta kepada Alloh agar diberi rezeki, itu sebenarnya bukan supaya diri kita kaya raya. Tujuan utamanya bukan itu, melainkan supaya kita bisa semakin menjadi jalan kebaikan bagi orang lain, jalan manfaat bagi orang lain.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Ilmu yang kita miliki akan semakin bertambah justru ketika diajarkan kepada orang lain. Tidak perlu khawatir orang lain menjadi lebih terampil daripada kita, karena ketika orang yang kita ajari itu berhasil.

Sesungguhnya yang berhasil adalah gurunya. Ketika seorang anak sukses, maka yang sukses adalah orangtuanya.

Jangan khawatir dengan ilmu yang sedikit, khawatirlah jika banyak ilmu tapi tidak bermanfaat karena tidak diamalkan dan tidak diajarkan pada orang lain.

Berbahagialah dengan ilmu yang sedikit tapi diajarkan pada orang lain. Semakin banyak orang yang nambah ilmu, nambah amal, nambah sukses disebabkan syariatnya melalui pengajaran kita, maka itulah kesuksesan kita.

اُولٰۤىِٕكَ يُؤْتَوْنَ اَجْرَهُمْ مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوْا وَيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

“Mereka itu diberi pahala dua kali (karena beriman kepada Taurat dan Al-Qur’an) disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka. (QS. Al Qashas: 54)

Oleh karena itu, jemputlah rezeki Alloh Ta’ala dengan penuh kesungguhan supaya kita bisa berbagi, bisa menjadi jalan manfaat bagi orang lain.

Yakinlah pada janji Alloh Ta’ala, bahwa semakin kita bersyukur, berbagi, maka itu akan semakin mengundang datangnya rezeki Alloh Ta’ala. Wallohu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Aa Gym: Allah Beri Kita Rezeki Supaya Kita Memberi Rezeki Kepada Orang Lain Read More »

Penyerahan Amanah untuk Palestina, Bahagian dan Haru di Tausiyah Santri Karya

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Tausiyah Santri Karya yang diadakan di Daarut Tauhiid pada Jumat (19/9).

Pertemuan rutin kali ini terasa istimewa dengan adanya momen penyerahan amanah yang menghangatkan hati, yaitu dana wakaf sebesar Rp 66.267.682 dari Wakaf Daarut Tauhiid kepada DT Peduli.

Dana ini bukanlah sumbangan biasa, melainkan hasil dari program inovatif “Cash Wakaf for Palestine”. Dana wakaf yang terkumpul kemudian diproduktifkan, dan seluruh keuntungannya disalurkan 100% untuk membantu masyarakat di Palestina yang saat ini berada dalam kondisi sulit.

Secara simbolis, penyerahan dana dilakukan oleh Ujang Karim, Bendahara Yayasan DT, dan diterima oleh Cucu Hidayat, Bendahara Yayasan DT Peduli.

Momen ini menjadi bukti nyata dari kolaborasi dan kepercayaan antara kedua lembaga dalam mengemban amanah para wakif.

“Ini adalah wujud dari amanah para wakif yang ingin berpartisipasi langsung dalam membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Cucu Hidayat.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan ini dan berkomitmen untuk menyalurkan dana ini secepatnya untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti bantuan pangan, medis, dan kebutuhan dasar lainnya.”

Air mata haru terlihat di mata beberapa santri karya yang hadir. Mereka menyaksikan secara langsung bagaimana semangat berbagi dan kepedulian diwujudkan dalam bentuk nyata.

Bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban saudara di Palestina, tetapi juga menjadi ladang pahala yang terus mengalir bagi semua pihak yang telah berkontribusi. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Penyerahan Amanah untuk Palestina, Bahagian dan Haru di Tausiyah Santri Karya Read More »

Penyaluran Hasil Wakaf untuk Palestina, Wakaf DT Salurkan Dana Sebesar Rp 66 Juta

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Tausiyah santri karya yang dilaksanakan pada hari Jumat (19/9/2025) kali ini menjadi salah satu pertemuan yang menggembirakan sekaligus haru.

Alhamdulillah, DT Peduli telah menerima penyerahan dana wakaf sebesar Rp 66.267.682 dari Wakaf Daarut Tauhiid. Dana wakaf ini akan disalurkan 100% untuk membantu masyarakat di Palestina.

Proses penyerahan disampaikan secara simbolis oleh Ujang Karim selaku Bendahara Yayasan DT dan diterima oleh Cucu Hidayat sebagai Bendahara Yayasan DT Peduli.

Dana tersebut merupakan hasil dari program Cash Wakaf for Palestine, di mana dana wakaf yang terkumpul kemudian diproduktifkan, dan seluruh hasilnya disalurkan untuk misi kemanusiaan di Palestina.

Penyerahan dana ini merupakan wujud nyata dari amanah para wakif yang ingin berkontribusi langsung dalam membantu saudara-saudara di Palestina yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan.

DT Peduli mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Wakaf Daarut Tauhiid dan seluruh wakif atas kepercayaan yang telah diberikan.

Dana ini akan segera disalurkan secepatnya untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di sana, seperti bantuan pangan, medis, dan kebutuhan dasar lainnya.

Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina dan menjadi ladang pahala yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Penyaluran Hasil Wakaf untuk Palestina, Wakaf DT Salurkan Dana Sebesar Rp 66 Juta Read More »

Merajut Asa dari Maulid Nabi: Kisah Inspiratif SMPN 31 Bandung untuk Palestina

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Rabu (17/9/2025), suasana SMPN 31 Bandung tak seperti biasanya. Lapangan sekolah dipenuhi oleh ratusan siswa, guru, dan staf yang duduk bersimpuh, bukan untuk upacara rutin, melainkan untuk sebuah acara yang menyentuh hati: kajian Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah wadah untuk meneladani akhlak Rasulullah dan menebar kebaikan.

Ustadz Mumuh Abdul Muhyi, dengan tutur katanya yang lembut namun penuh makna, membawa para hadirin dalam perjalanan spiritual menelusuri jejak kehidupan Nabi.

Ia mengajak mereka memahami betapa pentingnya mencontoh keteladanan Rasulullah dalam setiap langkah kehidupan. Di mata para siswa, sosok Nabi Muhammad SAW tak lagi hanya sebuah nama dalam buku sejarah, melainkan teladan hidup yang nyata dan relevan.

Semangat itu terasa begitu kental, apalagi saat acara memasuki sesi yang paling dinanti: pembagian doorprize. Sorak sorai riang siswa pecah, menyambut setiap hadiah kecil yang dibagikan. Momen ini menjadi selingan manis yang menunjukkan betapa kebahagiaan bisa hadir dalam kesederhanaan.

Namun, kebahagiaan terbesar datang dari sebuah aksi nyata. Di tengah-tengah kajian, panitia mengumumkan penggalangan dana bertajuk “Cash Wakaf for Palestine”.

Tangan-tangan mungil siswa, yang biasanya memegang pulpen dan buku, kini dengan tulus merogoh saku, menyumbangkan uang jajan mereka. Para guru dan staf pun tak ketinggalan, menunjukkan kepedulian yang mendalam.

Dalam waktu singkat, terkumpullah dana sebesar Rp. 3.254.700. Angka itu lebih dari sekadar jumlah uang; ia adalah bukti nyata empati dan solidaritas yang tumbuh subur di lingkungan sekolah.

Setiap lembar rupiah yang terkumpul adalah secercah harapan yang dikirimkan dari Bandung untuk saudara-saudari di Palestina yang sedang berjuang.

Di penghujung acara, Wakaf Daarut Tauhiid memberikan sebuah hadiah istimewa: wakaf mushaf Al-Qur’an. Mushaf-mushaf ini akan menjadi teman bagi para siswa dan guru dalam belajar dan mendalami agama, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan akan terus mengalir.

Ini adalah penutup yang sempurna, sebuah pesan bahwa semangat berbagi dan menuntut ilmu harus selalu berjalan beriringan.

Acara Maulid Nabi di SMPN 31 Bandung bukan hanya tentang memperingati masa lalu, tetapi juga tentang menciptakan masa depan yang lebih baik.

Melalui aksi nyata seperti ini, mereka membuktikan bahwa kepedulian terhadap kemanusiaan bisa dimulai dari ruang kelas, dari hati yang paling tulus, dan dari sebuah niat baik yang ingin memberi manfaat bagi sesama. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Merajut Asa dari Maulid Nabi: Kisah Inspiratif SMPN 31 Bandung untuk Palestina Read More »

Wakaf DT dan SMPN 31 Bandung Gelar Kajian Maulid Nabi, Kumpulkan Cash Wakaf For Palestine

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Ratusan siswa, guru, dan staf SMPN 31 Bandung antusias mengikuti kajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan bekerja sama dengan Wakaf Daarut Tauhiid.

Acara yang digelar pada hari Rabu (17/9/2025) ini bertujuan untuk memperingati hari kelahiran Nabi dan meneladani akhlak mulia beliau.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Mumuh Abdul Muhyi menyampaikan materi mengenai keteladanan Rasulullah dan perjalanan hidupnya yang penuh dengan hikmah.

Para peserta menyimak dengan khusyuk setiap pesan yang disampaikan, diharapkan dapat menginspirasi mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Yang menarik, pada sesi akhir acara, pembawa acara menyiapkan doorprize yang disambut dengan sangat antusias oleh para siswa.

Selain memperingati Maulid Nabi, acara ini juga dimanfaatkan untuk berdonasi. Dilakukan penggalangan dana khusus bertajuk “Cash Wakaf for Palestine” sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi saudara-saudara di Palestina. Dari penggalangan dana tersebut, terkumpul wakaf tunai sebesar Rp. 3.254.700.

Nantinya dana yang terhimpun akan di produktifkan oleh Wakaf Daarut Tauhiid, dan hasilnya akan disalurkan kepada saudara-saudari di Palestina.

Pengumpulan dana ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial, terutama terhadap isu kemanusiaan, telah tumbuh di kalangan siswa dan civitas akademika SMPN 31 Bandung.

Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Wakaf Daarut Tauhiid untuk membantu masyarakat di Palestina yang membutuhkan.

Diakhir sesi pihak Wakaf DT menitipkan wakaf mushaf Al Quran untuk digunakan oleh para siswa dan guru di sana. Hal ini juga sebagai bentuk kebermanfaatan hasil wakaf mushaf bagi masyarakat. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Wakaf DT dan SMPN 31 Bandung Gelar Kajian Maulid Nabi, Kumpulkan Cash Wakaf For Palestine Read More »

Meneladani Akhlak Rasulullah Lewat Kajian KKMT, Ratusan Jamaah Padati Masjid DT

WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG — Masjid Daarut Tauhiid Bandung kembali menjadi pusat kegiatan dakwah melalui penyelenggaraan Kajian KKMT (Kelompok Kerja Majelis Ta’lim) pada Sabtu, 6 September 2025 / 14 Rabi’ul Awwal 1447 H.

Kajian kali ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni pendiri Daarut Tauhiid KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW”, serta Ustadz Mumuh A. Muhyi, S.Ag., M.Pd. dengan tema “Spirit to Baitullah”.

Suasana khidmat terasa ketika tausiyah disampaikan, terlebih karena tema yang diangkat begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari umat Islam: bagaimana meneladani akhlak Rasulullah SAW yang mulia, serta menumbuhkan semangat berhaji dan berumrah menuju Baitullah.

Kegiatan ini dihadiri oleh 546 jamaah dari berbagai kalangan dan wilayah sekitar Masjid Daarut Tauhiid. Berdasarkan data presensi, kehadiran jamaah terpantau ramai.

Dua kelurahan terdekat, Isola dan Gegerkalong, mendominasi jumlah kehadiran dengan total hampir 300 jamaah. Hal ini menunjukkan adanya antusiasme dan rasa memiliki yang kuat dari warga sekitar terhadap kegiatan kajian yang rutin digelar di Masjid Daarut Tauhiid.

Peran Aset Wakaf dalam Kegiatan Dakwah

Keberhasilan penyelenggaraan Kajian KKMT ini tak lepas dari dukungan aset wakaf yang dikelola dengan baik oleh Daarut Tauhiid. Aset wakaf, termasuk kompleks masjid dan fasilitas pendukungnya, menjadi tulang punggung yang memungkinkan kegiatan dakwah ini berjalan secara rutin dan berkelanjutan.

Pemanfaatan wakaf secara produktif, seperti pengelolaan kantin, toko buku, dan layanan lainnya di area Daarut Tauhiid, menghasilkan dana yang kemudian digunakan untuk membiayai operasional di DT, pemeliharaan fasilitas, hingga program-program dakwah seperti kajian ini.

Dengan demikian, wakaf tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga sumber daya ekonomi yang mendukung keberlanjutan dakwah.

Kajian KKMT kali ini menjadi bukti nyata bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat pembinaan umat.

Melalui kajian-kajian seperti ini, jamaah diajak untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menebarkan kebaikan di lingkungan masing-masing.

Dengan terselenggaranya Kajian KKMT ini, diharapkan jamaah semakin mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan kepedulian sosial yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW semoga menjadi bekal dalam membangun masyarakat yang berakhlakul karimah.

Selain itu, semoga semangat menuju Baitullah yang disampaikan dalam kajian ini bisa memotivasi jamaah untuk terus memperbaiki niat, amal, dan persiapan menuju perjalanan suci yang penuh keberkahan.

Masjid Daarut Tauhiid berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi sarana memperkuat ukhuwah, memperluas syiar Islam, serta melahirkan generasi yang lebih baik, berilmu, dan berakhlak mulia. (WIN)

Redaktur: Wahid Ikhwan


WAKAFDT.OR.ID

Meneladani Akhlak Rasulullah Lewat Kajian KKMT, Ratusan Jamaah Padati Masjid DT Read More »