WAKAFDT.OR.ID – Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali menjadi angin segar bagi dompet menjelang Idul Fitri. Namun, tanpa kendali yang ketat, bonus tahunan ini berisiko habis dalam sekejap tanpa sisa.
Perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Soetikno, menekankan pentingnya manajemen prioritas dalam mengalokasikan dana tersebut.
Menurut Mike, baik mereka yang sudah berkeluarga maupun yang masih melajang memiliki tantangan pengeluaran yang berbeda. Langkah awal yang wajib dilakukan adalah memetakan seluruh rencana pengeluaran khas hari raya.
“Setiap rencana belanja harus diurutkan berdasarkan tingkat urgensinya. Sangat penting bagi kita untuk mengenali apa saja kebutuhan lebaran, lalu menyusun skala prioritasnya,” ujar Mike (5/3/2026).
Berikut adalah panduan alokasi THR yang bijak agar kondisi finansial tetap stabil setelah perayaan usai:
Jadikan Pos Amal sebagai Prioritas Utama
Zakat fitrah dan zakat mal adalah kewajiban yang tidak boleh terlewatkan. Mike menyarankan agar pos ini—termasuk infak, sedekah, dan anggaran berbagi ke kerabat—dibatasi maksimal 20-25% dari total THR.
Contoh: Jika Anda menerima THR sebesar Rp10 juta, maka alokasi maksimal untuk kebutuhan sosial dan ibadah ini adalah Rp2 juta.
Atur Anggaran Jamuan dan Hidangan Lebaran
Bagi keluarga, menyiapkan makanan khas untuk tamu adalah tradisi penting. Namun, Mike mengingatkan agar anggaran makan-makan ini tidak membengkak. Alokasi idealnya adalah sekitar 20% dari THR.
Bagi mereka yang masih single, anggaran ini biasanya lebih fleksibel. Alih-alih memasak besar, dana tersebut bisa dialihkan untuk menambah uang saku orang tua atau membantu kebutuhan dapur di kampung halaman.
Bijak dalam Membeli Busana Baru
Membeli baju baru memang sudah menjadi tradisi, tetapi Mike menegaskan bahwa ini bukan sebuah keharusan. Untuk menjaga keseimbangan neraca keuangan, disarankan alokasi untuk pakaian baru hanya berkisar di angka 10% dari dana THR yang diterima.
Amankan Masa Depan dengan Tabungan dan Investasi
Jangan habiskan seluruh THR untuk konsumsi. Sisa dana yang ada sebaiknya digunakan untuk memperkuat fondasi keuangan, seperti:
- Dana Darurat: Targetkan saldo sebesar 6 kali pengeluaran bulanan bagi yang berkeluarga, dan 3-6 kali bagi yang lajang.
- Investasi: Mempertebal aset produktif untuk kebutuhan jangka panjang.
Kunci utama dari pengelolaan THR bukan pada seberapa besar nominal yang diterima, melainkan pada kemampuan kita menentukan prioritas. Dengan perencanaan yang matang, sukacita Lebaran dapat dirasakan tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi di bulan-bulan berikutnya.
