WAKAFDT.OR.ID | BANDUNG – Suasana pagi di kawasan Gegerkalong terasa lebih hangat dan bersemangat pada Jumat (6/6/2026). Sejak pukul 06.30 WIB, ratusan Santri Karya (pegawai) Pesantren Daarut Tauhiid (DT) berkumpul untuk melaksanakan kegiatan olahraga bersama berupa jalan santai dengan rute menyusuri jalanan ikonik Bandung Utara.
Bukan Sekadar Olahraga: Budaya BRTTT di Jalanan
Jalan santai kali ini tidak hanya mengejar kebugaran fisik. Mengambil rute dari Gegerkalong Girang menuju Setiabudi dan kembali lagi ke area Pesantren, para santri terlihat membawa kantong sampah di sepanjang jalan.
Ini adalah aksi nyata Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang menjadi ciri khas budaya BR-3T (Bersih, Rapi, Tertib, Teratur, Terpelihara) di Daarut Tauhiid. Sambil menyapa warga dengan ramah, para santri sigap memungut sampah anorganik yang mereka temui di sepanjang jalur trotoar, memastikan lingkungan yang mereka lalui tetap asri.
Siraman Qolbu di Dome Central 5
Setelah keringat bercucuran dan jalanan kembali bersih, rombongan menuju Dome Central 5 untuk mengikuti sesi yang paling dinanti: Tausiyah dari Pembina Pesantren DT, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).
Dalam pesan singkatnya, Aa Gym mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati sebagaimana menjaga kebersihan lingkungan. Beliau menekankan bahwa kesehatan fisik dan kejernihan hati adalah modal utama untuk menjalankan ibadah secara maksimal.
Makan Bersama: Perkuat Ukhuwah Sambut Ramadan
Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kehangatan melalui acara makan bersama. Duduk berhadapan dalam barisan yang rapi, para santri menikmati hidangan sederhana namun sarat makna kebersamaan.
Momen ini sengaja digelar sebagai ajang silaturahmi untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan) antar-unit kerja di lingkungan DT, sekaligus sebagai persiapan spiritual dan mental dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Semangat kebersamaan ini diharapkan dapat membawa keberkahan dalam setiap khidmah yang diberikan santri karya kepada umat. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
