WAKAFDT.OR.ID |BANDUNG — Senin, 5 Januari 2026, Yayasan Daarut Tauhiid Khadimul Ummat (YDTKU) sukses menyelenggarakan kegiatan Upgrading Guru dan Musrif yang diikuti oleh seluruh civitas pendidik di lingkungan YDTKU.
Kegiatan ini dihadiri oleh 87 peserta, yang terdiri dari 51 guru dan musrif akhwat serta 36 guru dan musrif ikhwan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas, pemahaman, dan kesadaran peran pendidik sebagai pembimbing sekaligus teladan bagi para santri di Pesantren Daarut Tauhiid.
Meneladani Karakter Luqmanul Hakim
Hadir sebagai pemateri utama, Ir. Budi Faisal, M.A.UD, MLA, Ph.D, menyampaikan materi bertajuk “Tugas dan Peran Seorang Guru”. Beliau menegaskan bahwa guru bukan sekadar penyampai ilmu (transfer of knowledge), melainkan arsitek pembentuk karakter dan akhlak santri.

Dalam pemaparannya, Ir. Budi Faisal menekankan dua rujukan utama:
- Surah Al-‘Alaq ayat 1–5: Menegaskan bahwa pendidikan harus berlandaskan kesadaran tauhid dan niat lurus hanya karena Allah SWT.
- Surah Luqman ayat 12–19: Mengambil teladan dari Luqmanul Hakim mengenai pentingnya mendidik dengan hikmah, kesabaran, kelembutan, dan adab yang baik.
Optimalisasi Aset Wakaf untuk Pendidikan
Kegiatan upgrading ini dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan yang merupakan aset wakaf produktif Daarut Tauhiid.
Penggunaan sarana ini menjadi bukti nyata bahwa dana wakaf yang diamanahkan oleh para wakif (pewakaf) terus mengalirkan manfaat (jariyah) dalam bentuk mencetak sumber daya manusia yang unggul.
Pengelolaan aset wakaf yang profesional memungkinkan para guru dan musrif mengikuti pelatihan di lingkungan yang kondusif dan representatif.
Hal ini sejalan dengan misi Daarut Tauhiid untuk mengelola aset wakaf secara produktif guna mendukung keberlangsungan dakwah dan pendidikan Islam yang berkualitas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik YDTKU semakin memahami peran strategis mereka dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam keseharian di pesantren.
Dengan bekal spiritual dan manajerial yang baru, para pendidik kini siap menyambut kembalinya para santri ke lingkungan pesantren.
Semangat profesionalisme yang berlandaskan nilai Tauhiid diharapkan dapat melahirkan generasi santri yang berakhlakul karimah dan mandiri. (WIN)
Redaktur: Wahid Ikhwan
